#30 tag 24jam
Intip Rekomendasi Saham MDKA dan MBMA yang Cetak Kinerja Apik di Semester I-2024
analis memberikan rekomendasi saham untuk Merdeka Copper Gold (MDKA) dan Merdeka Battery Materials (MBMA) [859] url asal
#pt-merdeka-copper-gold-tbk-mdka #rekomendasi-saham #pt-merdeka-battery-materials-tbk-mbma #merdeka-copper-gold #merdeka-battery-materials #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 02/10/24 09:46
v/15852252/
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memperbaiki kinerja pada semester I-2024. Posisi bottom line kompak membaik terdongkrak oleh pertumbuhan top line yang signifikan.
MDKA meraup pendapatan sebesar US$ 1,09 miliar dalam enam bulan pertama 2024. Melonjak 110,33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) yang kala itu sebesar US$ 520,03 juta.
Pendapatan MDKA terdongkrak oleh penjualan emas, perak, katoda tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), nikel matte dan bijih nikel limonit. Penjualan kepada pihak ketiga domestik melejit 299,23% (YoY) menjadi US$ 665,85 juta, dan ekspor tumbuh 21,27% (YoY) menjadi 430,09 juta.
Secara bottom line, MDKA memangkas rugi bersih sebanyak 74,59% (YoY) dari US$ 49,21 juta menjadi US$ 12,50 juta hingga Juni 2024. Bergeser ke anak usaha, kinerja bottom line MBMA lebih moncer dengan membalikkan rugi menjadi laba bersih pada paruh pertama tahun ini.
MBMA meraih laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 20,39 juta hingga Juni 2024. Berbalik dari rugi bersih US$ 19,65 juta yang ditanggung MBMA pada semeter I-2023.
Hasil itu terdongkrak oleh pendapatan MBMA yang melonjak 162,59% (YoY) dari US$ 350,97 juta menjadi US$ 921,64 juta. Pendapatan MBMA bersumber dari penjualan Nickel Pig Iron (NPI), nikel matte dan bijih nikel limonit.
Penjualan NPI meningkat 60,49% (YoY) menjadi US$ 479,50 juta. Kemudian penjualan nikel matte meroket 640,80% (YoY) menjadi US$ 386,70 juta. MBMA juga mulai membukukan penjualan bijih nikel limonit sebesar US$ 55,44 juta pada semester I-2024.
Head of Corporate Communications Merdeka Copper Gold, Tom Malik mengungkapkan capaian kinerja MDKA di paruh pertama 2024 terutama terdorong oleh kontribusi lebih besar dari MBMA. Hal ini terjadi karena peningkatan produksi di tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan hilirisasi yakni Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan nikel matte.
Ketiga RKEF sudah beroperasi penuh pada semester I-2024. Dalam periode yang sama, produksi emas dan tembaga MDKA juga sesuai rencana.
"Digabung dengan harga jual rata-rata yang lebih tinggi, lainnya dari harga emas yang meningkat terus sejak awal tahun," ungkap Tom kepada Kontan.co.id, Selasa (1/10).
MDKA dan MBMA pun masih fokus menggarap sejumlah proyek stategis. Emiten tambang mineral yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan Garibaldi "Boy" Thohir ini memilik tiga proyek utama yang berpotensi mendongkrak pendapatan.
Pertama, Proyek Emas Pani di Gorontalo. Tom bilang, pengerjaan proyek ini masih on track untuk mulai beroperasi pada akhir tahun 2025. Kedua, pabrik Acid Iron Metal (AIM) di bawah PT Merdeka Tshingsan Indonesia.
"Dalam proses commissioning dan diharapkan mulai produksi di akhir 2024," kata Tom.
Ketiga, fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di bawah PT ESG New Energy Material. Proyek ini ditargetkan commissioning pada akhir 2024 dengan kapasitas produksi 20.000 ton per tahun MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) yang akan ditingkatkan menjadi 30.000 ton per tahun pada pertengahan 2025.
Sembari menggarap ketiga proyek tersebut, Tom optimistis MDKA dan MBMA bisa menjaga momentum pertumbuhan kinerja pada semester II-2024. "Kami optimis dimana target produksi MDKA dan MBMA masih on track, ditambah dengan outlook harga mineral dan logam yang optimis merespons stimulus ekonomi China," tandas Tom.
Rekomendasi Saham
Research Analyst Stocknow.id Emil Fajrizki menyoroti kucuran stimulus ekonomi di China berpotensi menjadi katalis positif bagi MDKA dan MBMA di sisa tahun ini. Lantaran stimulus di Negeri Panda tersebut berpeluang menggerakkan pasar dan mendorong harga komoditas mineral-logam.
"Jika China terus memperluas program stimulus, maka harga komoditas tambang seperti tembaga dan nikel bisa menguat, memberikan dorongan bagi kinerja keuangan kedua perusahaan ini," ungkap Emil.
Analis RHB Sekuritas Indonesia Fauzan Djamal dan Muhammad Wafi dalam riset terbarunya menilai kinerja MDKA pada semester I-2024 sesuai dengan perkiraan. Ke depan, stimulus di China ikut mendorong prospek yang lebih baik. Hal ini mendukung perkiraan harga nikel tetap terjaga di level US$ 18.000 per ton.
Analis Yuanta Sekuritas Alditya Galih Ramadhan menambahkan, kucuran stimulus ekonomi China bisa berdampak pada outlook permintaan terhadap stainless steel dan bahan material terkait properti. Sementara itu, sentimen pemotongan suku bunga dan geopolitik masih memengaruhi harga emas sebagai aset safe haven untuk diversifikasi aset.
Sebagai pilihan investasi, Alditya merekomendasikan buy saham MBMA melihat peluang pertumbuhan dari proyek AIM dan HPAL yang akan memperkuat arus kas pada tahun depan. Sedangkan Fauzan dan Wafi merevisi rating MDKA dari sell menjadi beli dengan target harga di Rp 3.100.
Emil menyarankan strategi hold atau buy on weakness saham MDKA untuk target harga di Rp 2.900. Kemudian strategi buy on breakout MBMA dengan target Rp 680 per saham.
Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan strategi buy on weakness. Bagi saham MDKA, perhatikan support di Rp 2.340, resistance Rp 2.750 untuk target Rp 2.790 - Rp 2.880. Sedangkan support MBMA ada di Rp 555, resistance Rp 615 untuk target harga Rp 635 - Rp 665 per saham.
Periksa Top Losers LQ45 di Perdagangan Kamis (25/7), Ada UNVR, MBMA, dan SRTG
Catat kinerja top losers LQ45 di Perdagangan Kamis (25/7). Ada saham UNVR, MBMA, dan SRTG [613] url asal
#lq45 #pt-saratoga-investama-sedaya-tbk #pt-unilever-indonesia-tbk #unvr #srtg #top-losers #saham-unvr #saham-srtg #pt-merdeka-battery-materials-tbk-mbma #mbma #saham-mbma #berita-nasional #indonesia
(Kontan) 25/07/24 16:52
v/12073885/
Penulis: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cek top losers LQ45 saat IHSG melemah pada Kamis (25/7). Ketiga emiten seperti saham UNVR, SRTG, dan MBMA mengalami pelemahan memasuki akhir bulan Juli 2024.
Saham UNVR (Unilever Indonesia Tbk) ditutup dengan penurunan. Saat bursa menutup hari perdagangan, saham UNVR berada pada harga penutupan Rp 2.490 per saham.
Dibandingkan dengan penutupan Rabu (24/7), harga saham UNVR turun 8,46% dari Rp 2.720. Saham UNVR dibuka di harga Rp 2.600 per saham, lebih rendah dari harga penutupan sehari sebelumnya.
Saham ini mencatatkan harga tertinggi Rp 2.630 dan harga terendah Rp 2.460, serta ditutup turun Rp 230 per saham dalam satu hari.
Jika dihitung sejak 7 hari yang lalu (18 Juli 2024), harga saham UNVR hari ini turun -11,07% dari harga saat itu (Rp 2.800). Sejak setahun lalu (25 Juli 2023), harga saham UNVR turun -38,52% dari harga Rp 4.050.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham UNVR mencapai Rp 124,50 miliar dengan volume transaksi sebesar 497.064 lot.
Dengan laba bersih per saham (EPS) Rp 152, rasio harga terhadap laba (PER) saham ini adalah 17,89 kali, dan rasio harga terhadap nilai buku (PBV) adalah 21,42 kali.

SRTG Turun Lebih dari 3%
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengalami penurunan harga saham pada akhir perdagangan hari ini. Saham SRTG ditutup di level Rp 1.440 per saham, turun 3,36% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di Rp 1.490 per saham.
Meskipun dibuka di harga yang sama dengan penutupan hari sebelumnya, harga saham SRTG bergerak di kisaran Rp 1.370 hingga Rp 1.490 sepanjang hari perdagangan. Saham ini mencapai harga tertinggi di Rp 1.490 dan harga terendah di Rp 1.370 sebelum ditutup dengan penurunan Rp 50 per saham.
Dibandingkan dengan sepekan yang lalu (18 Juli 2024), harga saham SRTG mengalami penurunan 3,68% dari Rp 1.495 per saham. Penurunan yang lebih signifikan terlihat jika dibandingkan dengan setahun yang lalu (25 Juli 2023), di mana harga saham SRTG turun 14,03% dari Rp 1.675 per saham.
Total nilai transaksi saham SRTG pada hari ini mencapai Rp 52,30 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 370.129 lot.
Berdasarkan data keuangan SRTG, nilai earning per share (EPS) atau laba bersih per saham adalah Rp -760. Dengan nilai EPS ini, price to earning ratio (PER) saham SRTG mencapai -1,96 kali. Sedangkan price to book value (PBV) tercatat sebesar 0,44 kali.
MBMA Turut Turun Lebih Banyak
Terakhir, ada PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengalami penurunan harga saham pada akhir perdagangan hari ini. Saham MBMA ditutup pada level Rp 595 per saham, turun 5,56% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di Rp 630 per saham.
Meskipun dibuka di harga yang sama dengan penutupan hari sebelumnya, harga saham MBMA bergerak di kisaran Rp 575 hingga Rp 630 sepanjang hari perdagangan.
Emiten LQ45 mencapai harga tertinggi di Rp 630 dan harga terendah di Rp 575 sebelum ditutup dengan penurunan Rp 35 per saham.
Dari sepekan yang lalu (18 Juli 2024), harga saham MBMA mengalami penurunan 7,03% dari Rp 640 per saham. Penurunan yang lebih signifikan terlihat jika dibandingkan dengan setahun yang lalu (25 Juli 2023), di mana harga saham MBMA turun 20,13% dari Rp 745 per saham.
Nilai transaksi saham MBMA yang tercatat BEI hari ini mencapai Rp 78,30 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 1.317.632 lot.
Rasio keunagna MBMA seperti nilai earning per share (EPS) atau laba bersih per saham mencapai Rp 2. Dengan nilai EPS ini, price to earning ratio (PER) saham MBMA mencapai 315,00 kali. Sedangkan price to book value (PBV) tercatat sebesar 2,83 kali.
Kinerja Lesu pada Kuartal I-2024, Saham Merdeka Battery (MBMA) Tetap Menarik
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dipandang memiliki prospek positif dalam jangka panjang [980] url asal
#rekomendasi-saham #rekomendasi-saham-hari-ini #pt-merdeka-battery-materials-tbk-mbma #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 22/07/24 20:28
v/11701204/
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dipandang memiliki prospek positif dalam jangka panjang, meskipun menghadapi tantangan pada kuartal pertama tahun 2024.
Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizki, mengungkapkan bahwa lemahnya kinerja MBMA pada kuartal pertama tahun ini disebabkan oleh faktor cuaca dan fluktuasi harga nikel yang mempengaruhi seluruh rantai produksi nikel perusahaan ini.
Kinerja Kuartal Pertama 2024
Pada kuartal I-2024, MBMA melaporkan pendapatan sebesar US$444,23 juta, mencerminkan penurunan sebesar 2,25% quartal on quartal (qoq) dibandingkan dengan US$454 juta pada kuartal IV-2023. Sementara itu, laba bersih turun tajam sebesar 41,3% QoQ menjadi US$3,67 juta dibandingkan dengan US$6,25 juta pada kuartal IV-2023.
"Kontraksi pendapatan MBMA disebabkan turunnya penjualan Nickel Pig Iron (NPI) sekitar 12,1% QoQ dan penjualan Limonite Ore yang anjlok 49,4% QoQ. Hal ini dipengaruhi oleh terhambatnya produksi pertambangan akibat curah hujan yang tinggi dan terbatasnya ketersediaan peralatan kontraktor," ungkap Arsita dalam riset 1 Juli 2024.
Penurunan dan Peningkatan Segmen
Produksi NPI menurun karena penurunan produksi lebih rendah -5,6% QoQ dan penjualan turun -3,8% QoQ. Kondisi ini diperburuk dengan penurunan Harga Jual Rata-Rata (ASP) sebesar 8,6% QoQ menjadi US$11.055 per ton di tengah fluktuasi harga nikel.
Di sisi lain, penjualan High-Grade Nickel Matte (HGNM) berkinerja lebih baik dengan peningkatan margin. Pendapatan dari HGNM meningkat sebesar 18,4% QoQ menjadi US$196,94 juta, meskipun ada tantangan dari penurunan output dan penurunan ASP menjadi US$13.673 per ton atau turun 3,82% QoQ.
Faktor Pendukung Pertumbuhan
Arsita menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan segmen HGNM didorong oleh penurunan biaya pembelian Low-Grade Nickel Matte (LGNM), yang turun menjadi US$12.487 per ton dibandingkan dengan US$12.802 per ton pada kuartal IV-2023.
Akibatnya, All-In-Sustaining Cost (AISC) turun 7,30% QoQ menjadi US$13.162 per ton. Hal ini menyebabkan peningkatan substansial dalam margin tunai, yang melonjak sebesar 2.905% QoQ menjadi US$511 per ton dibandingkan dengan US$17 per ton pada kuartal IV-2023.
Tren Harga Nikel
Analis Ciptadana Sekuritas, Thomas Radityo, memaparkan bahwa harga nikel di London Metal Exchange (LME) mengalami lonjakan signifikan sebesar 28,8% dari Januari hingga Mei 2024, mencapai puncaknya pada US$21.080 per ton.
Sementara itu, Nikel Pig Iron (NPI) Tiongkok hanya tumbuh sedikit 4,6% menjadi US$13.314 per ton dalam periode tersebut.
Peningkatan harga nikel didorong oleh beberapa faktor, termasuk pembatasan pencatatan logam di Rusia, gangguan pasokan bijih nikel dari Kaledonia Baru, keterlambatan persetujuan RKAB Indonesia, serta penutupan pabrik peleburan nikel Ravensthorpe Australia.
Namun, harga nikel telah turun dari puncaknya di bulan Mei sekitar -18,3% menjadi US$17.224 per ton untuk nikel LME di akhir Juni, sedangkan harga NPI stabil di US$13.417 per ton per akhir Juni 2024. Hal ini terutama karena produsen Indonesia meningkatkan operasinya, meningkatkan produksi kelas nikel 1 dan 2 di China dan Indonesia.
“Terlepas dari prospek kelebihan pasokan dan rendahnya persediaan nikel LME saat ini, permintaan di masa depan diperkirakan tumbuh dari kebutuhan teknologi baru yang akan memperketat keseimbangan nikel global di kemudian hari,” ungkap Thomas dalam riset 26 Juni 2024.
Proyeksi dan Asumsi
Ciptadana Sekuritas memperkirakan harga nikel untuk 2024-2026 tetap pada proyeksi sebesar US$18.000 per ton, US$17.000 per ton, dan US$16.800 per ton.
Dengan asumsi tersebut, laba bersih dan pendapatan MBMA diperkirakan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan, dengan CAGR sebesar 73,1% dan 23,5%. Proyeksi laba bersih dan pendapatan MBMA untuk tahun ini sekitar US$80,8 juta dan US$2,6 miliar, yang diperkirakan akan meningkat menjadi US$419,2 juta dan US$4,9 miliar pada 2027.
"Pertumbuhan top line dan bottom line MBMA yang konsisten ini akan didorong oleh perluasan operasi di tambang SCM, peningkatan margin di Smelter RKEF dan matte converter, serta commissioning smelter HPAL dan proyek AIM," jelas Thomas.
Pengembangan Proyek MBMA
Grup MBMA adalah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal yang bertujuan untuk menangkap rantai nilai baterai.
Perusahaan ini mencakup tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), Pabrik Peleburan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), dan Nikel Matte Converters, termasuk Cahaya Smelter Indonesia (CSID), Bukit Smelter Indonesia (BSID), Pabrik Peleburan Nikel Zhao Hui (ZHN) RKEF, dan Industri Logam Hua Neng (HNMI) Nikel Pengonversi Matte.
Selain itu, grup ini sedang mentransisikan proyek Acid Iron Metal (AIM) I ke fase operasional dan memiliki rencana masa depan untuk dua tahap Pencucian Asam Tekanan Tinggi (HPAL) tanaman dan satu pabrik HPAL ESG.
Prospek Jangka Panjang
Arsita menyoroti kemajuan MBMA dalam berbagai proyek, di antaranya Leach Asam Bertekanan Tinggi (HPAL) dan Logam Besi Asam (AIM). Kemajuan di pabrik asam AIM, termasuk keberhasilan pengiriman asam pertama dari train 1 pasca kuartal I-2024, dengan train 2 dan pabrik klorida yang dijadwalkan beroperasi pada kuartal II dan pabrik katoda tembaga diharapkan beroperasi pada semester II 2024.
Pabrik HPAL PT ESG New Energy Material (PT ESG) sedang maju dengan target commissioning pada akhir tahun 2024 dan selanjutnya produksi nikel dalam Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
"Kami memandang bahwa kemajuan ini menunjukkan prospek pendapatan yang menjanjikan bagi MBMA, karena keberhasilan pelaksanaan proyek-proyek ini diharapkan akan memperkuat posisi pasar MBMA, mendiversifikasi dan meningkatkan aliran pendapatannya, serta memberikan landasan kuat untuk pertumbuhan jangka panjang," tutur Arsita.
Rekomendasi Investasi
Arsita menyebutkan bahwa prospek positif MBMA didorong oleh perkembangan proyek seiring dimulainya produksi pabrik AIM pada tahun ini dan rencana commissioning pabrik pengolahan HPAL pada akhir tahun 2024.
Namun, risiko-risiko utama bagi MBMA adalah potensi penundaan proyek, harga nikel yang lebih rendah, serta melemahnya permintaan nikel.
Arsita merekomendasikan Beli dengan target harga sebesar Rp 760 per saham. Sedangkan, Thomas merekomendasikan Beli dengan target harga sebesar Rp 820 per saham.
Kinerja Terpengaruh Gejolak Harga Nikel, Cek Rekomendasi Saham Merdeka Battery (MBMA)
Kinerja Merdeka Battery Materials (MBMA) masih akan disetir oleh fluktuasi pergerakan harga nikel. [573] url asal
#rekomendasi-saham #rekomendasi-saham-hari-ini #pt-merdeka-battery-materials-tbk-mbma #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #market-amp-rekomendasi
(Kontan-Investasi) 22/07/24 20:03
v/11698649/
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) masih akan disetir oleh fluktuasi pergerakan harga nikel. Performa MBMA diperkirakan bakal lebih baik seiring permintaan nikel pulih dari Tiongkok.
Equity Analyst OCBC Sekuritas Devi Harjoto memaparkan, MBMA berhasil mengantongi laba bersih sebesar US$3,7 juta pada kuartal I-2024, membalikkan kerugian bersih sebesar US$7,01 juta pada tahun sebelumnya. Namun, secara triwulanan, laba bersih MBMA anjlok 41,0% di kuartal I-2024, meleset dari konsensus/perkiraan.
“Kinerja laba yang buruk pada kuartal pertama disebabkan oleh rendahnya harga nikel secara kuartalan,” ungkap Devi dalam riset 10 Juni 2024.
Di sisi lain, lanjut Devi, pendapatan MBMA turun 2,3% QoQ menjadi US$444,2 juta karena pendapatan Nickel Pig Iron (NPI) turun 12,1% QoQ, yang sebagian besar terdampak oleh rendahnya harga jual (ASP) dan pengiriman masing-masing sebesar 8,6% QoQ dan 3,8% QoQ.
Namun secara tahunan, pendapatan MBMA meroket 211,2% YoY, didukung oleh peningkatan produksi RKEF dan akuisisi fasilitas konversi nikel matte HG pada pertengahan tahun 2023. Hal ini tercermin dari penjualan nikel matte yang melonjak lebih dari 300% menjadi 14,4 ribu pada kuartal I-2024, sejak pertama kali diperkenalkan pada kuartal kedua 2023 dengan produksi mencapai 12,0 ribu.
Selain itu, margin kotor MBMA meningkat menjadi 4,0% di kuartal I 2024 dari 3,5% di kuartal IV-2023. Hasil ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan biaya tunai NPI seiring dengan peningkatan produksi.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, performa nikel buruk ini karena dipengaruhi oleh faktor peningkatan suplai dari industri nikel secara global. Dan juga dipengaruhi melambatnya perekonomian Tiongkok, sehingga memicu penurunan tingkat permintaan nikel.
Namun demikian, Nafan memproyeksi, perlambatan permintaan nikel ini mungkin tidak akan berlangsung lama. Hal itu karena dalam jangka panjang, nikel benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk industrialisasi kendaraan listrik (electric vehicle) di tanah air.
“Saya pikir memang prospektif untuk jangka panjang, sambil kita juga harus melihat adanya potensi peningkatan permintaan nikel. Sekaligus mencermati adanya gangguan rantai pasokan. Jadi inilah peluang dan tantangan bagi MBMA ke depan,” ucap Nafan saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (22/7).
Nafan menilai bahwa pasti akan ada siklus harga nikel dapat menguat lagi di masa mendatang. Dengan demikian, sentimen positif harga nikel tersebut dapat menyokong saham MBMA.
Devi menuturkan, MBMA masih mempertahankan panduan terbaru untuk produksi NPI sebesar 85.000-92.000 dengan biaya tunai rata-rata sebesar US$ 10.000-US$ 12.000, dan merevisi biaya tunai nikel matte sebesar US$ 13.000 per ton dengan panduan produksi yang sama sebesar 50.000-55.000 ton untuk tahun 2024.
Selanjutnya, manajemen telah mengumumkan keberhasilan commissioning pabrik Acid Iron Metal (AIM), ditandai dengan produksi asam pertama dan dikirimkan ke pelanggan pada akhir bulan April 2024.
Secara keseluruhan, OCBC Sekuritas memproyeksikan pendapatan MBMA akan mencapai US$1,92 miliar pada tahun 2024. Sementara, perkiraan laba bersih MBMA sekitar US$87.8 juta.
“Kami mengantisipasi operasi AIM akan mencerminkan EBITDA MBMA tahun ini. Selain itu, kenaikan harga nikel pada kuartal kedua 2024 diperkirakan akan memengaruhi kinerja MBMA pada kuartal tersebut,” imbuh Devi.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Devi menyarankan buy untuk MBMA dengan target harga sebesar Rp 650 per saham, turun dari sebelumnya Rp 750 per saham. Kalau Nafan menyarankan hold terlebih dahulu untuk MBMA dengan potensi bearish consolidation ke level Rp 600 per saham, sementara target harganya sebesar Rp 655 per saham.
Intip Top Losers LQ45 saat IHSG Menghijau pada Kamis (18/7), Ada UNVR, MBMA, dan SIDO
Berikut ini top losers LQ45 saat IHSG Menghijau pada Kamis (18/7). Cek kinerja ketiga emiten memasuki pekan ketiga Juli 2024 [559] url asal
#pt-industri-jamu-dan-farmasi-sido-muncul-tbk-sido #pt-unilever-indonesia-tbk #unvr #saham-sido #unlisted #jangan-lewatkan #top-losers #saham-unvr #sido #pt-merdeka-battery-materials-tbk-mbma #mbma
(Kontan-Investasi) 18/07/24 16:44
v/11197817/
Penulis: Bimo Kresnomurti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cek informasi terkait Top Losers LQ45 pada penutupan bursa Kamis (18/7). Pergerakan saham MBMA, SIDO, dan UNVR melemah saat perdagangan IHSG menghijau.
Nah, saham SIDO (PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk) berakhir di zona merah. Saat bursa ditutup, saham SIDO berada di harga penutupan Rp 725 per lembar.
Dibandingkan dengan penutupan Rabu (17/7), harga saham SIDO menurun 2,03% dari Rp 740. Saham SIDO dibuka pada harga yang sama dengan penutupan hari sebelumnya, yaitu Rp 740 per lembar.
Dengan harga tertinggi Rp 745 dan terendah Rp 725, saham SIDO berakhir turun Rp 15 per lembar dalam sehari.
Sejak 7 hari lalu (11 Juli 2024), harga saham SIDO hari ini turun -2,03 % dibanding harga saat itu (Rp 740). Sejak setahun yang lalu (18 Juli 2023), harga saham SIDO telah naik 1,40% dari harga saat itu (Rp 715).
Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham SIDO mencapai Rp 13,20 miliar, dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 181.040 lot.
Dengan laba bersih per saham (EPS) Rp 52, maka price to earning ratio (PER) saham ini adalah 14,23 kali. Sedangkan price to book value (PBV) nya adalah 5,87 kali.

MBMA Turun lebih dari 2%
Kemudian, ada saham MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk) yang juga berakhir di zona merah. Ketika bursa ditutup, saham MBMA berada di harga penutupan Rp 640 per lembar.
Dibandingkan dengan penutupan pada Rabu (17/7), harga saham MBMA turun 2,29% dari Rp 655. Saham MBMA dibuka pada harga yang sama dengan penutupan hari sebelumnya, yaitu Rp 655 per lembar.
Dengan harga tertinggi Rp 660 dan terendah Rp 635, saham MBMA berakhir turun Rp 15 per lembar dalam sehari.
Hitungan sejak 7 hari lalu (11 Juli 2024), harga saham MBMA hari ini turun -0,78 % dibanding harga saat itu (Rp 645). Untuk perhitungan setahun lalu (18 Juli 2023), harga saham MBMA telah turun -15,23% dari harga saat itu (Rp 755).
BEI mencatat total nilai transaksi saham MBMA mencapai Rp 43,70 miliar, dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 682.133 lot.
Perhitungan dari laba bersih per saham (EPS) Rp 2, maka price to earning ratio (PER) saham ini adalah 327,50 kali. Sedangkan price to book value (PBV) nya adalah 2,94 kali.
UNVR Turut Melemah
Terakhir, ada saham UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk) berakhir di zona merah. Saat bursa ditutup, saham UNVR berada di harga penutupan Rp 2.800 per lembar.
Dari penutupan pada Rabu (17/7), harga saham UNVR menurun 2,10% dari Rp 2.860. Saham UNVR dibuka pada harga yang sama dengan penutupan hari sebelumnya, yaitu Rp 2.860 per lembar.
Dengan harga tertinggi Rp 2.880 dan terendah Rp 2.800, saham UNVR berakhir turun Rp 60 per lembar dalam sehari.
Sejak 7 hari lalu (11 Juli 2024), harga saham UNVR hari ini turun -3,45 % dibanding harga saat itu (Rp 2.900). Setahun yang lalu (18 Juli 2023), harga saham UNVR telah turun -34,43% dari harga saat itu (Rp 4.270).
BEI mencatat total nilai transaksi saham UNVR mencapai Rp 43,30 miliar, dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 153.809 lot.
Nah, laba bersih per saham (EPS) Rp 152, maka price to earning ratio (PER) saham ini adalah 18,82 kali. Sedangkan price to book value (PBV) nya adalah 22,52 kali