JAKARTA, investor.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta, 15-16 Oktober 2024, dan telah menghasilkan 11 resolusi tentang tata kelola zakat. Salah satu di antara kesebelas resolusi tersebut berkenaan dengan program unggulan Presiden-Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yakni berkaitan dengan upaya menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.
Sebelumnya, Noor mengatakan, program makan bergizi gratis bisa dikolaborasikan dengan Baznas dengan memberdayakan para mustahik atau penerima zakat. Program ini diharapkan dapat mengubah status mustahik menjadi pemberi zakat atau muzaki melalui peluang kerja sama tersebut. Noor Achmad menambahkan, kolaborasi ini juga akan menyerap banyak tenaga kerja, khususnya para penerima zakat. "Kami memiliki balai ternak sapi, ayam, dan ikan, serta mustahik di kampung-kampung yang memiliki keahlian memasak dan mengantarkan makanan bergizi gratis," jelasnya.
Selain itu, Baznas juga memiliki sejumlah binaan UMKM yang tersebar di berbagai kawasan serta pertanian. UMKM binaan Baznas, yang dikenal sebagai Z Mart, merupakan warung-warung kecil yang menyediakan sayur, telur, daging, dan lainnya. "Kolaborasi ini memungkinkan mustahik kami untuk menyediakan bahan makanan bergizi bagi seluruh Indonesia," tambah Noor Achmad. Dia menegaskan, kolaborasi ini penting untuk menghindari potensi kapitalisasi dan mencegah urbanisasi yang berlebihan. "Dengan begitu, tidak banyak orang desa yang pergi ke kota," katanya.
Visi Besar Noor mengatakan salah satu visi besar yang dibahas dalam rakornas ini adalah rencana pembangunan rumah sakit, baik di Indonesia maupun di Palestina. Menurut dia, hal ini bisa terwujud dengan dukungan seluruh LAZ di Indonesia. "Dakwah zakat kita harus semakin kuat. Kita ingin semakin banyak mustahik yang terbantu, dan kemiskinan bisa diatasi secara signifikan," ujarnya. Adapun kesebelas resolusi dalam Rakornas LAZ se-Indonesia tahun 2024 adalah sebagai berikut: Pertama, menyepakati target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah-dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) nasional tahun 2025 sebesar Rp50 triliun, dengan pengumpulan khusus LAZ se-Indonesia (on balance sheet) sebesar Rp6,8 triliun, dan pencatatan zakat di masyarakat (off balance sheet) sebesar Rp5,2 triliun.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News