JAKARTA, investor.id – Pedas gurih. Sensasi seperti ini semakin disukai penggemar ramen, sajian mie berkuah khas Jepang.
Ramen telah menjadi menu yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. Popularitasnya turut ditandai dengan hadirnya banyak gerai dan restoran ramen di berbagai tempat, yang menyajikan ramen selera lokal dengan rasa pedas gurih bikin nagih. Salah satunya adalah Ramen Yuk!, menyajikan menu Ramen Geledek.
“Ramen adalah sajian khas Jepang yang kini mulai akrab di lidah masyarakat Indonesia. Untuk semakin menjangkau masyarakat luas, kami menyajikan konsep ‘Ramen Rakyat Indonesia’ dan menyesuaikan rasanya dengan selera lokal, termasuk Ramen Geledek dengan kuah yang pedas,” kata COO Yay! Group Wilson Tjandra, saat pembukan gerai Ramen Yuk! ke-5 di Cipondoh, Tangerang, akhir pekan lalu.
Ramen Geledek disajikan dalam rupa mie ramen berkuah pedas yang level kepedasannya bisa disesuaikan. Di atas mie ditaburkan irisan daging. Lalu ditambahkan selembar nori atau rumput laut yang dikeringkan.
Selain kuah pedas, ramen goreng, lanjut Wilson juga sangat disukai masyarakat Indonesia. “Menu-menu ramen kita sesuai selera lokal Indonesia. Karena itu, Ramen Goreng termasuk yang juga disukai,” ungkap Wilson.
Selera lokal memang sangat diperhatikan Wilson. Karena itu, rencananya, setiap membuka cabang di sebuah daerah, ada menu yang disesuaikan kuliner lokal khasnya.
“Misal nanti buka di Bandung, menunya Ramen Cuankee. Buka di Surabaya, Ramen Rawon,” ujar Wilson yang telah mengantongi sertifikasi halal untuk setiap sajian menu makanan hingga minumannya.
Wilson menuturkan, Ramen Yuk! Cipondoh, Tangerang adalah gerai ke-5. Sebelumnya, Yay! Group telah membuka Ramen Yuk! di Ceger di Tangerang, Sawangan-Depok, Tambun-Bekasi, dan Cibubur.
“Gerai di Bandung sedang tahap pengerjaan dan Surabaya on plan,” ungkap Wilson.
Meski sudah membuka 5 gerai, Wilson mengaku tidak mudah mengelola bisnis ini. “Mengelola 5 gerai gak gampang. Karena itu, kami membuat konsep seperti ini, yaitu Ramen Rakyat Indonesia dengan harga terjangkau karena mengejar bujet yang tak besar. Gerai kami bikin terbuka, karena kalau tembok semua ya mahal. Jadi open space,” buka Wilson.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News