JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah berita di kanal Megapolitan menarik perhatian pembaca Kompas.com sepanjang Rabu (7/8/2024), salah satunya tentang mediasi warga Cililitan yang akses jalannya ditutup meminta maaf ke ahli waris.
Kemudian, berita tentang razia kendaraan bermotor di depan Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, juga menjadi perhatian dan ramai dibaca.
Selain itu, berita Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memberikan tugas kepada bakal calon gubernur Jakarta Anies Baswedan juga menjadi artikel terpopuler.
Ketiga berita di atas masuk ke dalam deretan berita populer Jabodetabek, berikut paparannya:
1. Usai mediasi, warga cililitan yang akses jalannya ditutup minta maaf ke ahli waris
Puji Rahayu (49), warga RT 09/RW 09, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, yang akses jalannya ditutup meminta maaf kepada ahli waris, Mohamad Sidik (42).
Permintaan maaf ini disampaikan Puji dalam mediasi kelima bersama ahli waris yang digelar di Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (7/8/2024).
Dalam kesempatan ini, Puji juga memastikan bahwa hubungannya dengan keluarga Sidik baik-baik saja.
“Intinya, saya dengan keluarga Pak Sidik itu baik-baik saja dan saya minta maaf jika ada kesalahan saya yang tidak diketahui maupun diketahui,” kata Puji.
Puji juga mengucapkan terima kasih ke pihak Kecamatan Kramatjati yang telah memfasilitasi mediasi mengenai perkara penutupan akses jalan di depan rumahnya oleh Sidik.
Baca selengkapnya di sini
2. Razia di depan Apartemen Taman Anggrek, puluhan pengendara ditilang, lalin macet
Polisi menggelar razia terhadap kendaraan bermotor di di Jalan S Parman, tepatnya di depan Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, Rabu (7/8/2024).
Razia gabungan ini melibatkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub), dan TNI.
Pengamatan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, puluhan pengendara motor dan mobil diberhentikan guna dilakukan pengecekan surat-surat kendaraan.
Setiap petugas sudah memegang pulpen dan surat tilang yang akan diberikan ke pelanggar.
Petugas kepolisian berjaga di tengah jalan untuk memberhentikan pengendara.
Di sisi lain, kegiatan itu membuat arus lalu lintas di Jalan S Parman tersendat.
Baca selengkapnya di sini.
3. PKS beri tugas Anies terkait pilkada Jakarta, pengamat: jika tak terwujud, akan pindah ke lain hati
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut akan berpindah ke lain hati untuk mendukung sosok bakal calon gubernur Jakarta jika Anies Baswedan yang diberikan tugas tidak bisa mewujudkannya.
PKS menugaskan Anies untuk menggenapkan kursi yang menjadi syarat pencalonan sesuai undang-undang Pilkada agar bisa benar-benar maju pada Pilkada Jakarta.
"Artinya, kalau sampai (akhir) Agustus, misal tambahan partai non-PKS itu tidak bisa diwujudkan (Anies), bukan tidak mungkin PKS akan pindah ke lain hati," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno dalam Obrolan Newsroom Kompas.com, Rabu (7/8/2024).
Menurut Adi, sikap PKS kepada Anies saat ini sangat berbeda dibanding saat perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024-2029. PKS ketika itu mendukung penuh sosok Anies.
"Biasanya PKS ke Anies ini cinta buta. Ini (PKS) memberikan deadline ke Anies untuk mencari tambahan partai di luar PKS untuk bisa maju," kata Adi.
Baca selengkapnya di sini.