KOMPAS.com - Kylian Mbappe berpikir telah mencetak gol pada menit ke-30 laga el clasico Real Madrid vs Barcelona. Padahal, ia sedang masuk jebakan offside Barcelona.
Publik stadion Santiago Bernabeu sempat riuh begitu sepakan cungkil Kylian Mbappe menaklukkan Inaki Pena, ketika laga Real Madrid vs Barcelona pada Sabtu (26/10/2024) atau Minggu (27/10/2024) dini hari WIB, menyentuh usia setengah jam.
Mbappe merayakan keberhasilannya menjebol gawang Barcelona. Cuma, kebahagiaan itu berlangsung prematur.
Wasit Jose Sanchez menganulir gol Mbappe atas alasan offside. Sang penyerang asal Perancis itu pun tak jadi menorehkan gol pertamanya dalam partai penuh gengsi bertajuk el clasico ini.
Pada akhirnya, nama Mbappe tak muncul dalam daftar pencetak gol duel Real Madrid vs Barcelona pada pekan ke-11 Liga Spanyol 2024-2025.
Real Madrid rontok dan kalah 0-4 dari sang rival bebuyutan Barcelona yang mencetak gol berkat kontribusi Robert Lewandowski (54', 56'), Lamine Yamal (77'), dan Raphinha (84').
Tak cuma soal skor akhir. Secara statistik, tuan rumah Real Madrid juga tampak inferior dari Barcelona, apabila melihat aspek penguasaan bola (42%-58%), total tembakan (9-15), dan tembakan ke gawang (4-7).
Satu aspek yang jelas menyatakan keunggulan Madrid atas Barcelona dalam partai ini adalah soal jumlah offside.
Ya, Madrid sangat sering masuk dalam perangkap offside yang dibuat oleh Barcelona. Sepanjang laga, personel Los Blancos (Si Putih) 12 kali terjebak offside.
Barcelona asuhan Hansi Flick memang setia kepada pendekatan mereka untuk bermain dengan garis pertahanan sangat tinggi.
“Tujuan besarnya adalah (bertanding) melawan yang terbaik di dunia dan kami telah menunjukkan bahwa kami memiliki kemampuan untuk mengalahkan siapa pun, bahwa kami memiliki mentalitas dan bahwa kami telah berubah,” ujar kiper Barcelona, Inaki Pena.
Keputusan Barca untuk tetap menerapkan garis pertahanan tinggi sebenarnya sangat berisiko, mengingat Real Madrid diperkuat pemain cepat yang punya kemampuan mengeksploitasi ruang besar di area defensif musuh.
Namun, keberanian Barcelona untuk menantang bahaya itu pada akhirnya berbuah manis, seiring koordinasi apik yang terjaga antara kuartet pemain bertahan dan tim secara keseluruhan.
Mbappe menjadi pemain Madrid yang paling sering terperangkap offside, persisnya delapan kali.
Pemain lain yang kena jebakan Barcelona adalah Vinicius Junior (3 kali terperangkap offside) dan Jude Bellingham (1).
“(Garis pertahanan tinggi) adalah salah satu tuntutan dari pelatih, bahwa garis tersebut tidak bisa ditarik kembali, dan tidak ada pemain yang lebih cepat dan lebih kuat dari yang kami hadapi pekan ini," tutur Inaki Pena.
“Berbahaya untuk bermain dengan begitu banyak ruang di belakang Anda, namun semua offside yang kami dapatkan mencerminkan kerja keras tim,” ucap kiper yang naik sebagai nomor satu usai Marc-Andre Ter Stegen didera cedera parah itu.
Soal menjebak offside, Barcelona boleh dibilang adalah yang paling jago di lima liga besar Eropa.
Melansir data Sofa Score, Barcelona menjadi tim yang paling banyak memancing offside lawan dalam sebuah laga di lima liga besar Eropa musim ini.
Pertai melawan Madrid jadi momen Barca paling sering menyebabkan offside lawan, persisnya 12 kali, diikuti pertandingan melawan Alaves (11 kali menjebak offside musuh), dan versus Osasuna (10).