#30 tag 24jam
Red Hat Percepat Inisiatif Migrasi Virtualisasi dan Tingkatkan Skill Para Profesional IT
Layanan ini akan tersedia dengan potongan harga hingga 31 Agustus 2024. [421] url asal
#red-hat #transformasi-digital
(MedCom) 25/07/24 16:31
v/12071793/
Jakarta: Red Hat mengumumkan potongan harga untuk Virtualization Migration Assessment dan Virtualization Training and Certification, untuk membantu perusahaan menavigasi lanskap virtualisasi yang berkembang dan menghadirkan langkah strategis untuk migrasi infrastruktur virtual machine (VM).Layanan ini akan tersedia dengan potongan harga hingga 31 Agustus 2024, disediakan bagi perusahaan yang berencana migrasi dari penyedia virtualisasi yang lama, dan meningkatkan keterampilan tim IT mereka untuk mengelola VM menggunakan teknologi Red Hat.
Virtualization Migration Assessment (GPS-OVA)
Virtualization Migration Assessment Red Hat adalah workshop penemuan dan desain yang interaktif, diselenggarakan selama dua minggu secara onsite dengan para pakar dari Red Hat yang akan menilai penggerak bisnis, situasi terkini, dan jalan melakukan migrasi.
Penilaian ini akan menjadi landasan untuk menentukan desain solusi tingkat tinggi, memetakan risiko, membangun jalan menuju produksi, serta perjalanan migrasi dan proposal yang telah disesuaikan.
Perusahaan yang membeli Virtualization Migration Assessment dari Red Hat atau layanan penilaian (assessment) dari mitra resmi dan kemudian berlangganan Red Hat OpenShift Kubernetes Engine, Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes dan Red Hat Ansible Automation Platform, dan layanan untuk migrasi, berhak menerima total biaya assesment yang dikembalikan dalam bentuk diskon berlangganan.
Bundling Pelatihan Virtualisasi dan Sertifikasi
Managing Virtual Machines with Red Hat OpenShift Virtualization with Exam (DO317) mengajarkan keterampilan penting yang dibutuhkan untuk membuat dan mengelola virtual machine pada Red Hat OpenShift menggunakan operator Red Hat OpenShift Virtualization, dan membangun keterampilan virtualisasi melalui pelatihan dengan lab time berbasis cloud, kemudian memvalidasi keterampilan tersebut dengan Red Hat Certification. Red Hat Certified Specialist in OpenShift Virtualization (EX316) termasuk dalam penawaran ini.
Hingga 31 Agustus 2024, pelanggan Red Hat bisa mendapatkan kursus Managing Virtual Machines dengan Red Hat OpenShift Virtualization with Exam (DO317) dengan potongan harga 70% dari MSRP lokal.
Anda harus memilih kursus versi self-paced plus exam untuk menerima penawaran ini. Potongan harga untuk penawaran yang memenuhi syarat akan diberikan kepada MSRP lokal saat checkout. Reseller dan Distributor Red Hat Training akan menerima potongan harga yang tercatat dalam kontrak, ditambah potongan harga untuk penawaran yang diberikan. Penawaran ini tidak bisa digabungkan dengan penawaran atau diskon lain.
Industri IT sedang mengalami pergeseran dalam virtualisasi, dan dalam lingkungan yang sedang berkembang ini, perusahaan wajib membuat peta jalan menuju migrasi dan melengkapi profesional IT mereka dengan keterampilan untuk mengelola virtual machine menggunakan teknologi seperti Red Hat OpenShift Virtualization.
OpenShift Virtualization, fitur yang ada di Red Hat OpenShift, menawarkan langkah-langkah untuk memindahkan dan mengelola beban kerja virtualisasi tradisional menggunakan platform aplikasi yang modern dan konsisten.
Managing Virtual Machines with Red Hat OpenShift Virtualization with Exam tersedia hingga 31 Agustus 2024.
(MMI)
Kontribusi Red Hat Dorong Kalbe Farma Ciptakan Inovasi Farmasi Lebih Cepat
Red Hat OpenShift membantu Kalbe Farma mendigitalisasi operasional bisnis dan mengintegrasikannya. [499] url asal
#red-hat #enterprise #red-hat-openshift #kalbe-farma #transformasi-digital #cloud-computing #teknologi
(MedCom) 19/07/24 08:30
v/11287810/
Jakarta: Red Hat sebagai perusahaan software juga memiliki andil atau kontribu di bidang farmasi, berkat solusi hybrid cloud Red Hat OpenShift perusahaan farmasi Kalbe Farma mengklaim mampu menciptakan inovasi bidang farmasi lebih cepat.Opini disampaikan oleh Danny Natalies, Head of Corporate Information Technology and System, PT Kalbe Farma dan Vony Tjiu, Country Manager Indonesia, Red Hat dalam sesi ‘red Hat Mid-Year Media Briefing’.
Inovasi saat ini hadir tidak terlepas dari digitalisasi, Kalbe Farma yang berdiri sejak tahun 1966 terus memperluas bisnisnya harus ikut melakukan transformasi digital menurut penuturan Danny.
Kalbe Farma saat ini menyediakan solusi layanan kesehatan terintegrasi dengan operasional bisnis yang meliputi lebih dari 40 perusahaan. Selain di Indonesia, perusahaan ini telah membangun bisnisnya di negara-negara ASEAN dan Afrika.
Danny menyadari bahwa perusahaan tempatnya bernaung membutuhkan digitalisasi dan meningkatkan agilitas lewat aplikasi yang mengintegrasi produk dan layanannya ke pasar.
Kalbe Farma menggunakan solusi Red Hat OpenShift dari mitra Red Hat Indonesia yaitu Mitra Integrasi Informatika. Solusi ini menyediakan dukungan tingkat enterprise yang dibutuhkan oleh layanan-layanan yang sangat penting bagi bisnis.
Red Hat OpenShift diterapkan di fasilitas on-premise, terutama di bare metal, bersama dengan Red Hat 3scale API Management. Tim IT Kalbe Farma juga mampu mengembangkan berbagai keterampilan baru untuk lingkungan baru mereka.
Red Hat membantu tim infrastruktur menjadi spesialisasi virtual machines (VMs) infrastruktur yang mendukung containerization dan Red Hat OpenShift.
Danny menyebut OpenShift. Beban kerja pertama yang dipindahkan ke platform aplikasi Red Hat adalah fitur chat yang digunakan untuk kolaborasi grup terkait inovasi.
Melalui penggunaan Red Hat 3scale API Management dan Red Hat OpenShift, arsitektur IT di Kalbe tidak hanya beralih menjadi berbasis layanan mikro tapi juga menjadi API sentris. API (application programming interfaces) di arsitektur tersebut sudah mendukung kolaborasi dalam kelompok, termasuk pertukaran data antara Kalbe dan anak-anak perusahaannya.
“Setelah mengimplementasikan layanan mikro dan membangun infrastruktur IT yang berbasis API dengan Red Hat OpenShift dan Red Hat 3scale API Management, kami melihat adanya peningkatan kecepatan dalam delivery dan keunggulan kompetitif,” kata Danny.
“Selain itu, API telah memfasilitasi kolaborasi antar grup dan pertukaran data antara Kalbe dan anak perusahaannya,” ujarnya. Danny juga membeberkan sejumlah benefit dari adopsi solusi Red Hat pada Kalbe Farma.
Developer aplikasi bisa meluncurkan fungsi baru dalam satu modul secara bersamaan, sehingga pengguna bisa melihat dan menggunakan aplikasi dengan jauh lebih cepat. Hat OpenShift akan menyediakan monitoring untuk komponen platform inti dan pada akhirnya mengurangi downtime.
Red Hat 3Scale API Management memudahkan Kalbe untuk mengelola API dan menangani pertukaran data antara Kalbe dan perusahaan lain. Saat aplikasi membutuhkan kapasitas tambahan, Red Hat OpenShift memungkinkan Kalbe dan anak perusahaannya menyesuaikan kapasitas container itu sendiri.
“Kami sangat senang membantu Kalbe Farma mencapai tujuannya mempercepat waktu untuk pemasaran dan meningkatkan keandalan produk dan layanan mereka yang skalabel, baru, dan inovatif,” ungkap Vony.
“Dengan menjalankan Red Hat OpenShift dan Red Hat 3scale API Management di layanan- layanan yang sangat penting, serta support sekelas enterprise dari Red Hat, Kalbe Farma mampu memenangkan hati para pelanggannya dan menjadi yang terkemuka di antara para pesaingnya,” tandasnya.
(MMI)
Percepatan Digitalisasi dan Peningkatkan Agilitas Jaga Kesinambungan Bisnis
Pertumbuhan e-commerce yang berkelanjutan didorong oleh konsumen yang semakin melek digital dan memiliki ekspektasi yang semakin besar akan produk dan layanan inovatif di pasar. Sebagai pemain kunci d [794] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #kalbe-farma #red-hat #open-source #digitalisasi #agilitas #bisnis #layanan #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 16/07/24 22:43
v/10999691/
JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan e-commerce yang berkelanjutan didorong oleh konsumen yang semakin melek digital dan memiliki ekspektasi yang semakin besar akan produk dan layanan inovatif di pasar. Sebagai pemain kunci di pasar, Kalbe Farma telah berhasil memperkenalkan produk dan layanan inovatif baru jauh lebih cepat.
Didirikan di Jakarta, Indonesia tahun 1966, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) adalah perusahaan farmasi terbuka yang terbesar di Asia Tenggara.
Seiring waktu, Kalbe memperluas bisnisnya menjadi penyedia solusi layanan kesehatan terintegrasi dengan operasional bisnis yang meliputi lebih dari 40 perusahaan. Selain di Indonesia, perusahaan ini telah membangun bisnisnya di negara-negara Asean dan Afrika.
“Kalbe Farma ingin mempercepat digitalisasi dan meningkatkan agilitas perusahaan. Dengan aplikasi yang lama yang dikembangkan secara monolit, perubahan sulit diterapkan dan memakan waktu. Tim hanya sanggup merespons sekitar 40% - 50% dari hal tersebut,” kata Danny Natalies, Head of Corporate Information Technology and System, PT Kalbe Farma Tbk dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/7/2024)
Kalbe menyadari perlunya mengambil pendekatan bisnis baru demi memenuhi permintaan pasar yang berkembang. Perusahaan mendapati ada potensi untuk mengurangi time to market hingga 50% melalui penggunaan kembali layanan (reuse of services). sehingga perusahaan kemudian menerapkan strategi layanan mikro yang containerized.
Kalbe juga memilih solusi open source karena efektivitas biaya yang ditawarkannya dan siklus pengembangan yang cepat dan didukung oleh komunitas besar para pengembang.
Landasan yang Kuat
Dengan bantuan dari Mitra Integrasi Informatika (MII), mitra Red Hat di Indonesia, Kalbe menggunakan Red Hat OpenShift yang menawarkan dukungan tingkat enterprise yang dibutuhkan oleh layanan-layanan yang sangat penting bagi bisnis. Red Hat OpenShift diterapkan di fasilitas on-premise, terutama di bare metal, bersama dengan Red Hat 3scale API Management.
MII juga membantu tim IT Kalbe mengembangkan berbagai keterampilan baru untuk lingkungan baru mereka. Tim infrastruktur telah bertransisi dari spesialisasi virtual machines (VMs) menjadi spesialisasi infrastruktur yang mendukung containerization dan Red Hat OpenShift.
Para pengembang telah meningkatkan keterampilan dan mengubah pola pikir menjadi lebih modern. Terlebih lagi, kolaborasi antara tim pengembang dan tim infrastruktur kini menjadi lebih kuat.
"Setelah mengimplementasikan layanan mikro dan membangun infrastruktur IT yang berbasis API dengan Red Hat OpenShift dan Red Hat 3scale API Management, kami melihat adanya peningkatan kecepatan dalam delivery dan keunggulan kompetitif. Selain itu, API telah memfasilitasi kolaborasi antar grup dan pertukaran data antara Kalbe dan anak perusahaannya," kata Danny .
Setelah memetakan arsitektur IT yang dibutuhkan untuk meningkatkan layanan monolitiknya, Kalbe lalu bermigrasi ke Red Hat OpenShift. Beban kerja pertama yang dipindahkan ke platform aplikasi Red Hat adalah fitur chat yang digunakan untuk kolaborasi grup terkait inovasi.
Melalui penggunaan Red Hat 3scale API Management dan Red Hat OpenShift, arsitektur IT di Kalbe tidak hanya beralih menjadi berbasis layanan mikro tapi juga menjadi API sentris. API (application programming interfaces) di arsitektur tersebut sudah mendukung kolaborasi dalam kelompok, termasuk pertukaran data antara Kalbe dan anak-anak perusahaannya.
Segera setelah Kalbe mulai mengembangkan layanan mikro menggunakan Red Hat OpenShift dan Red Hat 3scale API Management, perusahaan mulai melihat manfaatnya berupa:lingkungan baru dan layanan yang bisa digunakan kembali (reusable services).
Pengembang bisa meluncurkan fungsi baru dalam satu modul secara bersamaan, sehingga pengguna bisa melihat dan menggunakan aplikasi dengan jauh lebih cepat.
Selanjutnya, monitoring stack yang sudah dikonfigurasi sebelumnya, pre-installed, ter-update secara mandiri, di Red Hat OpenShift akan menyediakan monitoring untuk komponen platform inti dan pada akhirnya mengurangi downtime.
Selain itu, Red Hat 3Scale API Management memudahkan Kalbe untuk mengelola API dan menangani pertukaran data antara Kalbe dan perusahaan lain.
Saat aplikasi membutuhkan kapasitas tambahan, Red Hat OpenShift memungkinkan Kalbe dan anak perusahaannya menyesuaikan kapasitas container itu sendiri.
Terlebih lagi, integrasi kuat antara Red Hat OpenShift dan Red Hat 3scale API Management memampukan Kalbe untuk menskalakan pertukaran data secara otomatis.
Dengan Red Hat OpenShift yang mempercepat pengembangan dan peluncuran aplikasi baru, Kalbe sudah mulai mengeksplorasi manfaat dari hybrid cloud. Untuk Red Hat 3scale API Management, perusahaan ingin membangun ekosistem di mana teknologi Red Hat berfungsi sebagai pusat pertukaran data.
Ekosistem ini bisa terdiri dari perusahaan lain di Kalbe Farma Group dan SatuSehat, platform pertukaran data kesehatan terintegrasi nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama salah satunya dengan Kementerian Kesehatan.
Kalbe juga mendorong penggunaan teknologi Red Hat di anak perusahaannya, sehingga meningkatkan awareness tentang Red Hat OpenShift dan 3scale API Management.
"Kami sangat senang membantu Kalbe Farma mencapai tujuannya mempercepat waktu untuk pemasaran dan meningkatkan keandalan produk dan layanan mereka yang skalabel, baru, dan inovatif. Dengan menjalankan Red Hat OpenShift dan Red Hat 3scale API Management di layanan-layanan yang sangat penting, serta support sekelas enterprise dari Red Hat, Kalbe Farma mampu memenangkan hati para pelanggannya dan menjadi yang terkemuka di antara para pesaingnya." kata Vony Tjiu, Country Manager Indonesia, Red Hat.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Red Hat Bantu Mitra Sediakan Solusi Siap AI Dukung Transformasi
Para mitra Red Hat menyediakan keterampilan mendalam, pengetahuan dan beban kerja tersertifikasi. [550] url asal
#red-hat #open-hybrid-cloud-red-hat
(MedCom) 10/07/24 13:36
v/10311720/
Jakarta: Red Hat menyoroti bagaimana ekosistem mitra independent software vendors (ISVs) dan global systems integrators (GSIs) mendorong penggunaan, aplikasi, dan layanan AI dengan memanfaatkan teknologi open hybrid cloud Red Hat.Para mitra Red Hat menyediakan keterampilan mendalam, pengetahuan dan beban kerja tersertifikasi, yang dibangun di platform terkemuka di industri seperti Red Hat Enterprise Linux, Red Hat OpenShift dan Red Hat Ansible Automation Platform, dan kini Red Hat OpenShift AI, untuk mendukung aplikasi bisnis yang sangat penting dan membantu pelanggan menerapkan solusi AI yang transformatif.
Ketika semakin banyak perusahaan beralih ke AI demi efisiensi yang lebih besar, penyediaan layanan yang lebih baik, dan marjin IT yang lebih besar, ekosistem Red Hat yang terdiri dari ISV dan integrator sistem yang sangat terampil, berada di posisi yang tepat untuk membantu pelanggan mendapatkan hasil yang maksimal dari investasi IT dan memulai perjalanan AI mereka.
“Bagi banyak perusahaan, AI saat ini sudah menjadi sebuah keharusan bagi bisnis. Sebagai katalis yang sudah mapan untuk inovasi open source, ekosistem mitra Red Hat sudah diperlengkapi dengan kemampuan mewujudkan penggunaan AI bagi pelanggan pada semua cloud, pusat data, atau network edge," kata ?Stefanie Chiras, senior vice president, Partner Ecosystem Success, Red Hat.
"Kami bersemangat melihat ekosistem ISV dan GSI kami yang beragam dan sangat terampil, berlomba-lomba mendukung platform Red Hat untuk menyediakan solusi dan layanan AI yang berbeda bagi pelanggan.”
Selama puluhan tahun ekosistem mitra global Red Hat telah mengembangkan berbagai aplikasi yang penting, menyediakan layanan terkelola dan dukungan dari para pakar, dengan transparansi dan fleksibilitas. Kini, ISV dan GSI akan terus memperluas penawaran mereka dengan Red Hat untuk membantu pelanggan bersiap menghadapi dunia yang terpusat pada AI.
Vendor aplikasi berkolaborasi dengan Red Hat untuk menyediakan solusi yang kompatibel dan didukung AI Red Hat OpenShift untuk memudahkan integrasi dan kinerja yang lebih baik di sepanjang siklus hidup AI dan machine learning (AI/ML).
Aplikasi mitra AI/ML yang tersertifikasi terintegrasi secara native ke dalam Red Hat OpenShift, serta menyediakan kemampuan tambahan atau kemampuan yang lebih luas pada Red Hat OpenShift AI.
Aplikasi mitra AI/ML yang telah diintegrasikan sebelumnya tersedia di dalam dashboard antarmuka pengguna Red Hat OpenShift AI untuk membantu pelanggan mengakses solusi akselerasi hardware dan software terbaru dengan lebih mudah.
Integrator sistem global terkemuka menyediakan layanan terkelola dan dukungan untuk mendorong beban kerja AI generatif di seluruh lingkungan hybrid cloud.
Saat Red Hat mengintegrasikan fitur dan tool yang berfokus pada AI di seluruh portofolio, termasuk Red Hat OpenShift AI dan Red Hat Lightspeed, mitra ISV dan integrator sistem akan terus mendukung platform Red Hat untuk menyediakan solusi dan layanan yang siap AI atau AI-ready.
“Klien kami ingin menggunakan AI di dalam aplikasi perusahaan dan platform hybrid cloud untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik dan mendapatkan insights yang lebih mendalam," ungkap Michael Healy, managing partner, watsonx dan Generative AI, IBM Consulting.
"Red Hat OpenShift AI dan solusi siap AI seperti Ansible Lightspeed dan IBM watsonx Code Assistant menjawab kebutuhan tersebut. Bersama dengan keahlian dan keterampilan IBM Consulting, klien bisa mempercepat nilai bisnis, mendorong efisiensi di seluruh perusahaan dan mengembangkan AI untuk mentransformasi bisnis mereka.”
Ben Slater, chief product officer, Instaclustr by NetApp mengatakan dengan menggabungkan kekuatan Spark dengan kelincahan dan skalabilitas Red Hat OpenShift, mereka menyediakan tool yang dibutuhkan bisnis untuk mengubah data menjadi insights yang bisa ditindaklanjuti dengan lebih efisien dan efektif dibandingkan sebelumnya.
(MMI)