Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi menguji level resistance 7.600 pada Rabu (9/10/2024). Saham apa saja yang menarik untuk dicermati investor? [559] url asal
Bisnis.com, JAKARTA—Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi menguji level resistance 7.600 pada perdagangan hari ini, Rabu (9/10/2024). Saham apa saja yang menarik untuk dicermati investor?
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup menguat 53 poin atau 0,71% ke posisi 7.557 pada Selasa (8/10/2024). Kemarin, indeks komposit bergerak pada kisaran 7.449,47—7.592,88.
Tim Riset MNC Sekuritas menyampaikan penguatan IHSG kemarin masih didominasi oleh munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu break MA60. Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii] atau wave 4 dari wave (3) pada skenario merah.
“Artinya, penguatan IHSG akan relatif terbatas untuk menguji 7.625-7.680, selanjutnya IHSG akan rawan terkoreksi kembali ke area 7.347,” paparnya dalam riset, Rabu (9/10/2024).
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 7.375—7.454 dan resistance 7.598—7.726.
Pada perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness terhadap saham PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), serta speculative buy untuk saham PT Indosat Tbk. (ISAT).
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola pergerakan IHSG menunjukkan teknikal rebound, potensi konfirmasi kenaikan akan terlihat apabila dalam jangka pendek dapat terus ditutup di atas harga penutupan sebelumnya.
Menurutnya, salah satu faktor penopang tentunya dalam beberapa waktu mendatang akan mulai bermunculan laporan keuangan emiten kuartal III/2024 yang diperkirakan akan membaik dan cukup dapat kembali mendorong kenaikan IHSG.
“Hari ini IHSG berpotensi naik dengan rentang pergerakan sekitar 7.454–7.636,” ungkapnya.
Investor disarankan untuk mencermati saham TLKM, BBRI, UNVR, JSMR, KLBF, TBIG, HMSP, PWON, dan ASRI pada perdagangan hari ini.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
08:55 WIB
RHB Sekuritas Rekomendasikan Saham BBRI, BRIS, BBTN, dan BRPT
Muhammad Wafi, analis RHB Sekuritas Indonesia, memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 7.450–7.700 sepanjang perdagangan hari ini.
RHB Sekuritas memberikan rekomendasi untuk saham BBRI, BRIS, dan BBTN, serta buy on breakout untuk saham BRPT. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) diperkirakan menuju target harga Rp5.200-Rp5.525. Sementara itu, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menuju level Rp3.200-Rp3.350.
08:40 WIB
BRI Danareksa Jagokan 4 Saham
Pada perdagangan Rabu (9/10/2024), Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham ADHI, ASRI, ICBP, dan MAPI pada perdagangan hari ini. Target harga saham ADHI di rentang Rp312—Rp344, ASRI Rp234—Rp268, ICBP Rp12.875—Rp13.500, dan MAPI kisaran Rp1.890—Rp2.050 per saham.
IHSG dinilai mulai memantul dari area support MA60 7.509 dan mulai memantul dari area support sehingga berpotensi menguji resistance MA20 di 7.700.
08:13 WIB
IHSG Konsolidasi, Lirik Saham ASRI, JPFA, ICBP
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tasrul Tanar memperkirakan IHSG bergerak konsolidasi di rentang 7.459–7.536 dengan level kritikal di posisi 7.400.
Pada hari ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan investor untuk buy on weakness terhadap saham ASRI dengan target harga Rp250, trading buy untuk saham JPFA dengan target harga Rp1.585, dan buy on weakness untuk saham ICBP dengan target harga Rp12.550.
IHSG berisiko berbalik melemah ke level 7.347 pada perdagangan awal pekan hari ini, Selasa (8/10/2024). Sejumlah saham turut direkomendasikan analis hari ini. [585] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko berbalik melemah menuju level 7.347 pada perdagangan hari ini, Selasa (8/10/2024), usai parkir di zona hijau kemarin. Saham INCO, SIDO hingga SRTG turut direkomendasikan analis hari ini.
Tim analis MNC Sekuritas menyatakan IHSG menguat tipis 0,11% ke level 7.504 pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (7/10/2024), disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan IHSG pun sempat break dari area support terdekatnya di 7.454. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii] atau wave 4 dari wave (3) pada skenario merah.
"Hal tersebut berarti, IHSG masih rawan bergerak terkoreksi kembali untuk menguji rentang 7.347-7.454," kata Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset harian.
Adapun, pada perdagangan hari ini, MNC sekuritas menyebut level support IHSG akan berada di kisaran 7.454, 7.374, sedangkan level resistansi berada pada rentang 7.598, 7.726.
Saham-saham yang menjadi rekomendasi MNC Sekuritas pada perdagangan hari ini adalah INCO, SIDO, TKIM dan SRTG.
Sementara itu, Equity Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan pada pekan ini IHSG akan dibayangi oleh 3 sentimen utama, yakni data inflasi AS, kelanjutan perang di Timur Tengah dan Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia.
Terkait sentimen data inflasi AS. Pada pekan ini pasar akan fokus pada data inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis, 10 Oktober 2024 pukul 19.30 WIB. Data ini akan sangat memengaruhi kebijakan The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya khususnya untuk meeting di November dan Desember 2024 mendatang.
"Data inflasi AS pada bulan Agustus berada di angka 2,5% (yoy) dan diproyeksikan turun ke 2,3% (yoy) mendekati target The Fed di 2%. Sehinggga jika nanti data yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar atau lebih rendah, tentunya akan menjadi katalis positif bagi pasar," kata Imam dalam risetnya, Minggu (6/10/2024).
Selain data inflasi tahunan, imbuh Imam, data inflasi bulanan AS juga tidak kalah penting untuk melihat progress dalam time frame yang lebih pendek, dimana inflasi bulanan AS diproyeksikan akan turun ke 0,1% (MoM) dari periode sebelumnya di 0,2%(MoM).
Selanjutnya masih ada sentimen kelanjutan perang di Timur Tengah. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah masih menjadi topik yang perlu diperhatikan pada pekan ini.
Hingga Minggu, 6 Oktober 2024, masih terjadi serangan beruntun yang melanda pinggiran selatan Beirut. Serangan ini terjadi setelah beberapa hari pengeboman oleh Israel terhadap pinggiran Beirut yang dianggap sebagai benteng bagi kelompok bersenjata Hezbollah yang didukung Iran, yang mengakibatkan kematian pemimpin mereka, Sayyed Hassan Nasrallah.
"Berlanjutnya perang ini berpotensi membuat harga minyak naik lagi dan ada probability dapat mempengaruhi laju inflasi sehingga menjadi sentimen yang buruk bagi ekonomi. Namun di sisi lain, emiten-emiten yang bergerak di industi migas akan diuntungkan atas kenaikan harga minyak ini," tambah Imam.
Sementara itu dari sentimen domestik, Indonesia akan merilis data Consumer Confidence atau Indeks Keyakinan Konsumen, data ini dapat menjadi rujukan untuk melihat bagaimana point of view konsumen terhadap beberapa indikator seperti kondisi ekonomi saat ini, prospek ekonomi, ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi pendapatan untuk saat ini dan 6 bulan kedepan.
"Jika data ini naik akan menjadi sentimen positif bagi pasar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia >50% porsinya berasar dari consumption atau rumah tangga," pungkas Imam.
Berkaca pada data-data ekonomi dan sejumlah sentimen, IPOT merekomendasikan saham BUMI, ICBP, hingga LSIP.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka stagnan pada perdagangan hari ini, Selasa (8/10/2024), tetapi bergerak ke zona merah. Sejumlah saham seperti BBCA, BMRI, hingga BBNI dibuka melemah pagi ini.
Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 7.504,13. IHSG sempat bergerak di rentang 7.449-7.504 sesaat setelah pembukaan.
Tercatat, 144 saham menguat, 245 saham melemah, dan 199 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp12.530 triliun.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi salah satu saham yang melemah pagi ini. Saham BBCA turun 0,73% ke level Rp10.225 per saham pada perdagangan pagi ini.
Selain BBCA, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga melemah pagi ini, dengan turun 0,36% ke level Rp6.850 per saham. Demikian juga dengan saham BBNI yang turun 0,48% ke level Rp5.175 per saham pagi ini.
Saham lain yang juga melemah pagi ini adalah AMMN turun 1,39%, ADRO melemah 0,26%, dan PGAS turun 0,33%. UNVR naik 3,23%, dan saham TLKM naik 1,04%.
Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan IHSG mencatatkan technical rebound ke atas critical level 7.500 di Senin (7/10/2024).
Bersamaan dengan pergerakan tersebut, mulai terbentuk penyempitan negative slope pada MACD. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa pelemahan IHSG mulai memasuki fase konsolidasi di kisaran level 7.500 yang bertepatan dengan kisaran indikator MA20.
Meski demikian, pelemahan Wall Street (7/10/2024) sejalan dengan lanjutan lonjakan harga minyak berpotensi menekan IHSG di Selasa (8/10/2024).
Valdy menuturkan harga brent kini sudah berada di kisaran asumsi APBN 2024 di US$80/barel. Jika lonjakan harga terus berlangsung, isu penyesuaian harga BBM penugasan di Indonesia di kuartal IV/2024 mungkin kembali menyeruak.
Dari dalam negeri, pasar menantikan rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (8/10/2024) sebagai acuan untuk menilai kondisi ekonomi saat ini maupun dimasa depan. Pasar memperkirakan keyakinan konsumen tetap stabil di level optimis 124,5 di September 2024.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
IHSG berisiko lanjut koreksi menuju level 7.450 pada perdagangan awal pekan hari ini, Senin (7/10/2024). Sejumlah saham turut direkomendasikan analis hari ini. [593] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko lanjut melemah menuju level 7.450 pada perdagangan awal pekan hari ini Senin, (7/10/2024), sejumlah saham turut direkomendasikan analis hari ini seperti Saham ISAT, MTEL, hingga GJTL.
Pada penutupan perdagangan Jumat (4/10/2024) pekn lalu, IHSG melemah 0,63% atau 47,73 poin ke level 7.496,09. Sebanyak 234 saham menguat, 333 melemah, dan sebanyak 225 saham lainnya stagnan. Adapun kapitalisasi pasar atau market cap Bursa berada di level Rp12.566,63 triliun.
Analis RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan IHSG terlihat kembali melakukan koreksi dan breakdown support garis MA50 disertai volume. Meski berpeluang untuk melakukan rebound, namun selama di bawah garis MA50 maka berpeluang untuk kembali melemah dan menguji support garis MA100.
"Namun jika mampu breakout garis MA50 maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA20," ujar Wafi dalam riset, Senin (7/10/2024).
Pada perdagangan hari ini, Wafi menyebut range IHSG diperkirakan berada di kisaran 7.450 hingga 7.700. Adapun, rekomendasi Saham Pilihan RHB Sekuritas Hari Ini adalah ISAT, MTEL, PGEO hingga GJTL.
Sementara itu, Equity Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan pada pekan ini IHSG akan dibayangi oleh 3 sentimen utama, yakni data inflasi AS, kelanjutan perang di Timur Tengah dan Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia.
Terkait sentimen data inflasi AS. Pada pekan ini pasar akan fokus pada data inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis, 10 Oktober 2024 pukul 19.30 WIB. Data ini akan sangat memengaruhi kebijakan The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya khususnya untuk meeting di November dan Desember 2024 mendatang.
"Data inflasi AS pada bulan Agustus berada di angka 2,5% (yoy) dan diproyeksikan turun ke 2,3% (yoy) mendekati target The Fed di 2%. Sehinggga jika nanti data yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar atau lebih rendah, tentunya akan menjadi katalis positif bagi pasar," kata Imam dalam risetnya, Minggu (6/10/2024).
Selain data inflasi tahunan, imbuh Imam, data inflasi bulanan AS juga tidak kalah penting untuk melihat progress dalam time frame yang lebih pendek, dimana inflasi bulanan AS diproyeksikan akan turun ke 0,1% (MoM) dari periode sebelumnya di 0,2%(MoM).
Selanjutnya masih ada sentimen kelanjutan perang di Timur Tengah. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah masih menjadi topik yang perlu diperhatikan pada pekan ini.
Hingga Minggu, 6 Oktober 2024, masih terjadi serangan beruntun yang melanda pinggiran selatan Beirut. Serangan ini terjadi setelah beberapa hari pengeboman oleh Israel terhadap pinggiran Beirut yang dianggap sebagai benteng bagi kelompok bersenjata Hezbollah yang didukung Iran, yang mengakibatkan kematian pemimpin mereka, Sayyed Hassan Nasrallah.
"Berlanjutnya perang ini berpotensi membuat harga minyak naik lagi dan ada probability dapat mempengaruhi laju inflasi sehingga menjadi sentimen yang buruk bagi ekonomi. Namun di sisi lain, emiten-emiten yang bergerak di industi migas akan diuntungkan atas kenaikan harga minyak ini," tambah Imam.
Sementara itu dari sentimen domestik, Indonesia akan merilis data Consumer Confidence atau Indeks Keyakinan Konsumen, data ini dapat menjadi rujukan untuk melihat bagaimana point of view konsumen terhadap beberapa indikator seperti kondisi ekonomi saat ini, prospek ekonomi, ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi pendapatan untuk saat ini dan 6 bulan kedepan.
"Jika data ini naik akan menjadi sentimen positif bagi pasar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia >50% porsinya berasar dari consumption atau rumah tangga," pungkas Imam.
Berkaca pada data-data ekonomi dan sejumlah sentimen, IPOT merekomendasikan saham BUMI, ICBP, hingga LSIP.
__________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
IHSG diprediksi tertekan pada perdagangan pekan ini 7-11 Oktober, dibayangi sentimen data inflasi AS, kelanjutan perang Israel-Iran hingga rilis IHK Indonesia. [922] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan tertekan pada perdagangan pekan ini 7-11 Oktober, dibayangi sejumlah sentimen seperti data inflasi AS, kelanjutan perang Israel-Iran di Timur Tengah hingga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia.
Sebelumnya, selama satu pekan terakhir periode 30 September hingga 4 Oktober 2024, IHSG ditutup melemah tajam sebesar -2,61% atau 200 poin ke level 7.496 dengan net sell asing sekitar Rp4,9 triliun.
Equity Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menyebutkan pelemahan IHSG tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti stimulus pemeritah China, ketegangan Timur Tengah dan aksi profit taking pelaku pasar.
Untuk meningkatkan aktivitas ekonominya yang lemah, pemerintah China melalui PBoC menggelontorkan berbagai stimulus, seperti mamangkas GWM dan tingkat suku bunga, merilis special bond sebesar CNY 2 triliun, serta memberikan stimulus pada pasar saham dalam bentuk swap sebesar CNY 500 miliar dan memberikan fasilitas pinjaman bagi perusahaaan yang ingin melakukan buy back sebesar CNY 300 miliar.
"Pada dasarnya paket stimulus ini memberikan dampak positif bagi Indonesia, karena China adalah negara mitra dagang terbesar Indonesia, namun dengan adanya stimulus lain di pasar saham, hal ini dapat menarik investor saham dari Indonesia untuk berinvestasi di China karena berpotensi membuat harga saham terkerek dengan adanya stimulus tersebut," kata Imam dalam risetnya, Mingggu (6/10/2024).
Selain itu, pergerakan IHSG pada pekan lalu juga ditekan oleh aksi ambil untung pelaku pasar. ulai dari 19 Agustus 2024, IHSG mencetak rekor ATH-nya hingga mencapai puncaknya pada 19 Sep 2024 ke level 7853. Hal ini membuat pasar kemungkinan mengamankan keuntungannya terlebih dahulu di tengah perlambatan ekonomi dan konflik di Timur Tengah.
IHSG
Untuk perdagangan pekan ini, Imam mengatakan IHSG akan dibayangi oleh 3 sentimen utama, yakni data inflasi AS, kelanjutan perang di Timur Tengah dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia.
Terkait sentimen data inflasi AS. Pada pekan ini pasar akan fokus pada data inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis, 10 Oktober 2024 pukul 19.30 WIB. Data ini akan sangat memengaruhi kebijakan The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya khususnya untuk meeting di November dan Desember 2024 mendatang.
"Data inflasi AS pada bulan Agustus berada di angka 2,5% (yoy) dan diproyeksikan turun ke 2,3% (yoy) mendekati target The Fed di 2%. Sehinggga jika nanti data yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar atau lebih rendah, tentunya akan menjadi katalis positif bagi pasar," kata Imam.
Selain data inflasi tahunan, imbuh Imam, data inflasi bulanan AS juga tidak kalah penting untuk melihat progress dalam time frame yang lebih pendek, dimana inflasi bulanan AS diproyeksikan akan turun ke 0,1% (MoM) dari periode sebelumnya di 0,2%(MoM).
Selanjutnya masih ada sentimen kelanjutan perang di Timur Tengah. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah masih menjadi topik yang perlu diperhatikan pada pekan ini.
Hingga Minggu, 6 Oktober 2024, masih terjadi serangan beruntun yang melanda pinggiran selatan Beirut. Serangan ini terjadi setelah beberapa hari pengeboman oleh Israel terhadap pinggiran Beirut yang dianggap sebagai benteng bagi kelompok bersenjata Hezbollah yang didukung Iran, yang mengakibatkan kematian pemimpin mereka, Sayyed Hassan Nasrallah.
"Berlanjutnya perang ini berpotensi membuat harga minyak naik lagi dan ada probability dapat mempengaruhi laju inflasi sehingga menjadi sentimen yang buruk bagi ekonomi. Namun di sisi lain, emiten-emiten yang bergerak di industi migas akan diuntungkan atas kenaikan harga minyak ini," tambah Imam.
Sementara itu dari sentimen domestik, Indonesia akan merilis data Consumer Confidence atau Indeks Keyakinan Konsumen, data ini dapat menjadi rujukan untuk melihat bagaimana point of view konsumen terhadap beberapa indikator seperti kondisi ekonomi saat ini, prospek ekonomi, ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi pendapatan untuk saat ini dan 6 bulan kedepan.
"Jika data ini naik akan menjadi sentimen positif bagi pasar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia >50% porsinya berasar dari consumption atau rumah tangga," pungkas Imam.
Berkaca pada data-data ekonomi dan sejumlah sentimen, teristimewa sentimen perang Timur Tengah yang masih akan memengaruhi market pekan ini IPOT merekomendasikan saham BUMI, ICBP, hingga LSIP.
PT Bumi Resources Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dan minyak bumi. Kenaikan harga minyak yang akhir-akhir ini terjadi, dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap perusahaan batu bara dan minyak bumi seperti BUMI.
Biasanya permintaan akan energi khsususnya minyak dapat meningkat karena dibutuhkan untuk bahan bakar perang, selain itu perang juga dapat mengganggu rantai pasokan yang membuat harga minyak naik ditambah dengan sentimen stimulus dari China yang juga dapat meningkatkan permintaan minyak.
Salain minyak, komoditas yang terpengaruh adalah batu bara, di tengah harga minyak yang naik dapat membuat konsumen minyak beralih ke energi lain yang lebih terjangkau yaitu batu bara, sehingga hal ini dapat membuat permintaan komoditas baru bara juga meningkat.
Adanya sentimen perang yang terjadi di Timur Tengah dapat mengubah keputusan investasi pelaku pasar, dari sebelumnya pasar berinvestasi pada sektor yang agresif berubah haluan ke sektor yang lebih defensif seperti consumer non cyclic salah satunya adalah ICBP.
Harga minyak sawit mendekati level tertinggi dalam 6 bulan didorong oleh naiknya kontrak kedelai Chicago dan melemahnya MYR tehadap USD.
Kemudian India, sebagai importir utama CPO terdapat permintaan yang kuat dalam jangka pendek menjelang musim perayaan Diwali, seiring dengan dampak peningkatan bea masuk yang mulai mereda.
Kenaikan ini juga tidak terlepas dari meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik yang lebih luas di Timur Tengah yang dapat mengganggu rantai pasok di wilayah tersebut.
__________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
IHSG berisiko lanjut melemah ke level 7.450 pada perdagangan awal pekan hari ini Senin, (7/10/2024). RHB Sekuritas rekomendasikan saham ISAT, MTEL hingga GJTL. [401] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko lanjut melemah menuju level 7.450 pada perdagangan awal pekan hari ini Senin, (7/10/2024), sejumlah saham turut direkomendasikan analis hari ini seperti Saham ISAT, MTEL, hingga GJTL.
Pada penutupan perdagangan Jumat (4/10/2024) pekn lalu, IHSG melemah 0,63% atau 47,73 poin ke level 7.496,09. Sebanyak 234 saham menguat, 333 melemah, dan sebanyak 225 saham lainnya stagnan. Adapun kapitalisasi pasar atau market cap Bursa berada di level Rp12.566,63 triliun.
Analis RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan IHSG terlihat kembali melakukan koreksi dan breakdown support garis MA50 disertai volume. Meski berpeluang untuk melakukan rebound, namun selama di bawah garis MA50 maka berpeluang untuk kembali melemah dan menguji support garis MA100.
"Namun jika mampu breakout garis MA50 maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA20," ujar Wafi dalam riset, Senin (7/10/2024).
Pada perdagangan hari ini, Wafi menyebut range IHSG diperkirakan berada di kisaran 7.450 hingga 7.700.
Rekomendasi Saham Pilihan RHB Sekuritas hari ini adalah ISAT, MTEL, PGEO hingga GJTL.
Indosat (ISAT)
Saham ISAT terlihat melakukan rebound dari support garis MA200 dengan akumulasi volume. Selama diatas garis MA200 maka berpeluang untuk kembali rebound dan breakout resistance garis MA100 untuk menguji resistance garis MA50.
Buy area disekitar 10550 dengan target jual di 11000 hingga 11350. Cut loss di 10375.
Dayamitra Telekomunikasi (MTEL)
Saham MTEL terlihat melakukan rebound dengan tweezer bottom candle disertai volume. Jika mampu membuat Higher High (HH) level maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA20.
Buy jika breakout 605 dengan target jual di 635 hingga 675. Cut loss di 595.
Pertamina Geothermal Energy (PGEO)
Saham PGEO terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA20 disertai volume. Selama diatas garis MA20 maka berpeluang untuk kembali rebound dan menguji resistance garis MA50.
Buy area disekitar 1135 dengan target jual di 1185 hingga 1230. Cut loss di 1120.
Gajah Tunggal (GJTL)
Saham GJTL terlihat kembali melakukan koreksi dengan three black crows candle disertai volume untuk menguji support garis MA100. Selama diatas garis MA100 maka berpeluang untuk melakukan rebound dan menguji resistance garis MA50.
Buy jika breakout 1220 dengan target jual di 1280 hingga 1340. Cut loss di 1180.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.