#30 tag 24jam
3 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memberi Pasangan Kesempatan Kedua
Sebelum memberi kesempatan kedua pada pasangan, penting untuk mempertimbangkan dampak baik dan buruknya, agar kita tidak menyesal. [586] url asal
#toxic-relationship #pasangan-toksik #memberi-kesempatan-kedua-pada-pasangan
(Kompas.com) 01/10/24 20:48
v/15825709/
KOMPAS.com - Seorang manusia dapat melakukan kesalahan, termasuk dalam hubungan.
Kesalahan yang dilakukan pasangan dapat menyakiti dan mengecewakan kita, sehingga kita ingin memutuskan hubungan dengannya.
Namun, permintaan maaf pasangan dan rasa cinta, kerap membuat kita memberikan kesempatan kedua pada pasangan. Dengan harapan, pasangan bisa berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Lantas sebenarnya, bolehkah kita memberikan kesempatan kedua pada pasangan yang sudah berlaku toksik? Simak penjelasannya!
1. Mempertimbangkan kemungkinan
Menurut Psikolog Vania Susanto, kesempatan kedua adalah pilihan sendiri, di mana sebagai seseorang yang telah dewasa kita sudah memiliki pilihan atau kehendak bebas untuk memilih.
"Namun, memilih itu harus didasari oleh tanggung jawab. Yaitu dengan penuh kesadaran, menyadari konsekuensi dari pilihan itu," ujarnya dalam Webinar Psikologi Bangkit dari Toxic Relationship: Langkah Menuju Hubungan Sehat, Jumat (27/9/2024).
Kita harus mempertimbangkan dampak positif dan negatif yang bisa terjadi, jika memberi kesempatan kedua pada pasangan.
"Bisa tidak kira-kira ia dipercayai jika diberikan kesempatan kedua dan jika tidak bisa, apakah aku memiliki kapasitas untuk menoleransi hal tersebut?" jelas Vania.
Pada dasarnya, kitalah yang paling mengenal pasangan kita. Apakah kesalahan dan sikap toksiknya tidak disengaja ,sehingga secara tidak sadar menyakiti kita dan membuat hubungan menjadi toksik?
Atau apakah perilaku toksik pasangan dilakukan secara sadar, karena ia menginginkan sesuatu dari kita?
Jika pasangan yang seperti itu diberikan kesempatan kedua, ada tendensi bahwa ia akan mengulangi kesalahannya lagi.
"Ia merasa seeprti 'aku diberikan kesempatan kedua kok, berarti nanti jika berbuat kesalahan lagi, aku hanya perlu minta maaf. Dia pasti akan baik lagi'," tangkas Vania.
Artinya, perlakuan toksiknya masih akan terus berulang, karena ia tidak mau berubah.
"Bisa bayangkan enggak, seumur hidup bersama pasangan yang seperti itu perilakunya?" tanya Vania.
Perlu diingat, kita tidak bisa mengontrol apa yang dipikirkan atau dilakukan oleh pasangan.
"Respons kita dan apa yang kita inginkan, itu adalah kontrol kita," ungkap Vania.
Kita bisa mengontrol agar kita tidak lagi mendapat perlakuan toksik, yaitu dengan mengakhiri hubungan.
2. Perilaku toksik sulit berubah
Ada juga kondisi di mana kita merasa, bahwa pasangan layak diberikan kesempatan kedua.
"Ketika ada tanda-tanda atau menujukan perilaku yang konsisten berubah lebih baik," jelas Vania.
Tidak apa-apa jika kita ingin memberikan kesempatan kedua bagi pasangan. Tapi perlu diingat, bahwa kita tidak bisa mengontrol atau memastikan apakah pasangan benar-benar berubah atau tidak.
"Karena jika ada tanda-tanda toksik, sebenarnya sulit sekali untuk berubah. Kecuali kesadran pelaku sendiri," ungkap Vania.
Kalau pun pasangan sadar dan mau untuk berubah, pasti butuh waktu untuk berubah. Perlu dipertimbangkan, apakah kita memiliki kapasitas untuk bersabar dan menerimanya selama proses perubahan.
3. Kesempatan memulai hubungan baru
Banyak orang memberikan kesempatan kedua karena takut menyesal.
"Kalau aku tidak memberi kesempatan kedua, aku bakal sedih, putus cinta, dan menangis," ujar Vania.
Kita merasa kehilangan dan menyesal, karena telah memutuskan hubungan dengan pasangan.
"Tapi mungkin setelah itu, kita punya kesempatan untuk berada di hubungan yang sehat," tutup Vania.
Pacar Paksa Berhubungan Seksual, Hati-hati Toxic Relationship
Pacar memaksa untuk berhubungaan seksual disertai iming-iming adalah perilaku yang menunjukkan toxic relationship. [474] url asal
#toxic-relationship #ciri-toxic-relationship #pacar-memaksa-untuk-berhubungan-seksual
(Kompas.com) 01/10/24 18:30
v/15821587/
KOMPAS.com - Toxic relationship adalah hubungan beracun yang berpengaruh buruk bagi kesehatan emosional, mental, juga fisik seseorang.
Toxic relationship kerap kali merugikan salah satu pihak. Di mana pihak lainnya memberikan banyak tekanan, melakukan manipulasi, dan rasa tidak aman pada pasangannya.
Oleh sebab itu, penting untuk menyadari ciri-ciri toxic relationship agar tidak terjebak dalam hubungan beracun tersebut.
Menurut Psikolog Vania Susanto, ada beberapa ciri toxic relationship, salah satunya adalah tidak menghargai batasan yang dimiliki pasangan.
"Tidak menghargai batasan bukan hanya tentang larangan seperti tidak boleh bergaul dengan lawan jenis, tetapi juga masalah seksualitas," ujarnya dalam Webinar Psikologi Bangkit dari Toxic Relationship: Langkah Menuju Hubungan Sehat, Jumat (27/9/2024).
Terkait seksualitas ini bisa jadi indikator apakah suatu hubungan tergolong toksik atau tidak.
Setiap orang memiliki batasan seksualitas yang berbeda. "Misalnya kita punya value atau nilai bahwa aku baru mau berhubungan seksual setelah menikah," jelas Vania.
Batasan tersebut kita sampaikan pada pasangan. Bahwa kita tidak mau berhubungan seksual sebelum menikah dan lebih memilih pacaran sehat.
"Tetapi pasangan tetap meminta untuk berhubungan seksual. Lalu, kita menolaknya dan tetap mempertahankan nilai yang selama ini kita pegang," lanjut Vania.
Namun ternyata, pacar tetap memaksa untuk melakukan hubungan seksual.
"Tapi kalau kamu sayang aku kamu pasti akan memberikan permintaanku, ini tanda kamu beneran sayang sama aku," ujar Vania.
Jika kita tetap menolak, maka ia akan menganggap bahwa kita tidak menyayanginya, sehingga, membuat kita merasa bersalah jika tidak memenuhi permintaannya.
Atau juga jika pacar menjanjikan hal tertentu. Misalnya, menjanjikan akan memberikan barang atau menikahi jika kita mau melakukan hubungan seksual dengannya.
"Jadi dengan iming-iming tertentu ia mengajak melakukan hubungan seksual. Ini perilaku manipulatif," tangkas Vania.
Iming-iming tersebut tidak benar-benar akan dilakukan. Ia hanya mengatakanya untuk kepentingan dirinya sendiri.
Pada dasarnya, kita berhak menentukan batasan seksualitas dan menerapkannya ke dalam suatu hubungan.
"Dalam hubungan ada komitmen yang harus dijaga, tapi kemudian dilanggar," ungkap Vania.
Yaitu, saat pasangan memaksa melakukan hubungan seksual, padahal kita tidak ingin melakukannya.
Maka, hal tersebut adalah perilaku toksik yang kemudian akan berdampak buruk pada diri kita.
Sebaiknya, kita segera memutuskan hubungan tersebut agar tidak terjebak dalam hubungan di mana kita terus ditekan untuk melakukan apa yang pasangan minta.
Selalu Menuntut Pasangan untuk Menurut, Waspadai Ciri Perilaku Toksik dalam Hubungan
Menuntut pasangan untuk terus menurut atas dasar cinta adalah ciri perilaku toksik, yang tidak sehat dalam suatu hubungan. [402] url asal
#toxic-relationship #ciri-toxic-relationship #ciri-perilaku-toxic #menuntut-pasangan-untuk-menurut #perilaku-toksik-dalam-hubungan
(Kompas.com) 01/10/24 16:49
v/15816107/
KOMPAS.com - Dalam suatu hubungan terdapat interaksi antara dua orang yang saling menyayangi dan mencintai.
Namun, ada kalanya interaksi negatif muncul, sehingga menyebabkan hubungan menjadi toksik atau beracun.
Menurut Psikolog Vania Susanto, ciri perilaku toksik dalam hubungan dapat terlihat dari statement-statement yang dilontarkan oleh pasangan.
"Misalnya, kalau kamu benar-benar sayang sama aku, kamu pasti nurut apa yang aku mau," ujarnya dalam Webinar Psikologi Bangkit dari Toxic Relationship: Langkah Menuju Hubungan Sehat, Jumat (27/9/2024).
Statement tersebut adalah pertanda bahwa pasangan melakukan perilaku toksik.
"Karena ada demanding ada tuntutan tertentu," ujar Vania.
Ia juga bersikap manipulatif dengan berkata jika menyayangi, maka harus menurut. Padahal, perasaan sayang seharusnya diungkapkan dengan perilaku lemah lembut, menghormati, dan mendukung.
"Menuntut pasangan untuk menurut adalah toksik, karena termasuk perilaku controlling," jelas Vania.
Di mana pasangan mencoba bersikap lebih dominan dengan mengontrol pasangannya secara berlebihan.
Misalnya, dengan melarang mengikuti suatu organisasi atau kegiatan, melarang berteman dengan lawan jenis, mengatur cara berpakaian yang tidak sesuai dengan nilai diri sendiri.
Bahkan melarang pasangan duduk bersebelahan dengan lawan jenis, meskipun tidak berinteraksi.
"Pasangan tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan diri ataupun berpendapat," lanjut Vania.
Ketika pasangannya tidak menurut, ia akan marah, kesal, dan kecewa. Lalu, menuduh bahwa pasangannya sudah tidak menyayanginya lagi, karena tidak mau memenuhi permintannya. Ini adalah perilaku yang manipulatif.
"Akhirnya itu menjadi penjara untuk pasangan," ungkap Vania.
Pasangan menjadi merasa dipenjara, dikekang, tidak bebas untuk melakukan hal yang disukainya.
Ia tidak bisa eksplor ke hubungan yang lain, karena semuanya dibatasi oleh pasangan. Akibatnya ia hanya akan bergantung pada pasangannya.
"Tapi ternyata hubungan yang terlalu lekat atau bergantung itu tidak sehat, jadinya kita terbatas secara sosial juga menutup diri untuk aktivitas," tutup Vania.
Tanda-tanda Anda Belum Siap Menjalin Hubungan Baru
Menjalin hubungan baru perlu kesiapan mental, ini tanda-tanda Anda belum siap [902] url asal
#tips-kencan #relationship #kencan
(Bisnis.Com) 29/09/24 12:47
v/15715322/
Bisnis.com, JAKARTA - Setelah putus cinta atau putus hubungan sebelumnya, perlu waktu bagi seseorang untuk membuka hatinya pada orang lain.
Lama waktunya tersebut tidak bisa diprediksi, bisa sebentar atau bertahun-tahun.
Memberi waktu hati Anda pulih sangat penting, agar dalam menjalankan hubungan selanjutnya Anda lebih bahagia dan tidak terbawa masa lalu.
Tapi kadangkala mungkin Anda tidak sadar ada hal-hal yang menunjukkan Anda belum siap menjalankan hubungan baru
Berikut tanda-tanda Anda belum siap menjalani hubungan baru dilansir dari Bolde
1. Selalu Berbicara Tentang Mantan Anda
Jika setiap kalimat adalah perbandingan dengan mantan Anda atau kisah drama hubungan masa lalu Anda, itu adalah tanda bahaya besar. Anda perlu waktu untuk menyembuhkan dan memproses perpisahan Anda sebelum membawa orang baru ke dalam hubungan Anda. Tidak apa-apa meluangkan waktu untuk diri sendiri sebelum memulai sesuatu yang baru.
2. Mengharapkan Pasangan Anda Menyelesaikan Semua Masalah Anda
Wajar jika Anda ingin mencari kenyamanan dan dukungan dari pasangan, tetapi berpikir bahwa mereka akan secara ajaib menyelesaikan semua masalah Anda adalah hal yang tidak realistis. Hubungan harus meningkatkan kehidupan Anda, bukan menjadi satu-satunya alasan kebahagiaan Anda. Berfokuslah untuk membangun diri sendiri sebelum bergantung pada orang lain demi kesejahteraan Anda.
3. Mendambakan Kegembiraan yang Terus-menerus
Jika Anda membutuhkan drama tanpa akhir dan romansa yang penuh badai untuk merasa terpenuhi, itu mungkin pertanda Anda belum siap untuk sesuatu yang stabil dan sehat. Luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan dari suatu hubungan. Lebih baik merasa nyaman dengan diri Anda sendiri sebelum membangun sesuatu yang bertahan lama dengan orang lain.
4. Selalu mengeluh tentang kisah asmara
Mencoba membesar-besarkan patah hati teman Anda sangatlah tidak membantu. Pengalaman setiap orang adalah valid, dan penderitaan mereka tidak berkurang dengan pengalaman Anda di masa lalu. Daripada membandingkan, fokuslah mendengarkan dan menawarkan dukungan. Beri tahu teman Anda bahwa Anda ada untuknya tanpa menghakimi.
5. Hanya Ingin Seseorang Mengisi Kekosongan
Keputusasaan bukanlah fondasi yang baik untuk suatu hubungan. Jika gagasan menyendiri membuat Anda panik, lebih baik atasi perasaan itu terlebih dahulu daripada menyeret orang lain ke dalam gejolak emosi Anda. Belajar menikmati kebersamaan adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat.
6. Masih Mengidealkan Mantan Anda
Jika kamu melihat hubungan masa lalumu melalui kacamata berwarna merah jambu, itu tandanya kamu belum sepenuhnya memproses perpisahan tersebut.
Mengenang masa-masa indah adalah hal yang wajar, tetapi jika Anda mengabaikan masa-masa buruk, mungkin akan sulit untuk membuka hati kepada orang baru. Beri diri Anda waktu dan ruang untuk mengakui kelemahan hubungan Anda sebelumnya, yang akan membantu Anda mendekati hubungan di masa depan dengan lebih realistis.
7. Tidak Memiliki Kehidupan Anda Sendiri
Hubungan yang sehat tidak seharusnya menjadi dunia Anda sepenuhnya. Jika seluruh waktu dan energi Anda hanya berkisar pada mencari pasangan, Anda mungkin belum siap untuk menghadapi kenyataan. Investasikan pada hobi, persahabatan, dan tujuan pribadi Anda. Bangunlah kehidupan yang memuaskan di luar suatu hubungan, dan itu akan membuat Anda menjadi pasangan yang lebih menarik dan utuh ketika waktunya tepat.
8. Takut Rentan
Jika gagasan untuk terbuka dan jujur secara emosional membuat Anda takut, Anda memerlukan lebih banyak waktu sebelum menjalin hubungan.
Kerentanan sangat penting untuk menjalin ikatan yang erat, dan jika Anda tidak dapat mengungkapkan jati diri Anda, Anda tidak akan dapat terhubung sepenuhnya dengan orang lain. Pertimbangkan untuk mencari tahu alasan di balik ketakutan Anda terhadap kerentanan – hal ini mungkin melibatkan upaya mengatasi rasa sakit di masa lalu atau membangun kepercayaan diri Anda.
9. Memiliki Masalah Kepercayaan yang Besar
Luka di masa lalu bisa menimbulkan banyak beban. Jika Anda kesulitan memercayai niat baik seseorang, Anda sedang mempersiapkan diri untuk hubungan yang tidak sehat. Penting untuk mengatasi akar masalah kepercayaan Anda, baik melalui terapi individu atau meningkatkan harga diri dan rasa aman Anda sendiri.
10. Tidak Yakin Menginginkan Hubungan
Jika Anda berkencan hanya karena Anda merasa “seharusnya”, ambil langkah mundur. Tidak apa-apa menjadi lajang dan mencari tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan. Jangan biarkan tekanan atau ekspektasi masyarakat mendorong Anda melakukan sesuatu yang belum siap Anda lakukan.
11. Mengubah Siapa Diri Anda
Mencoba membentuk diri Anda menjadi apa yang menurut Anda diinginkan orang lain adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Pasangan yang baik akan menerima Anda apa adanya. Berfokuslah untuk menjadi dan mencintai diri-sejati Anda dan menemukan seseorang yang mencintai dan menghargai Anda apa adanya.
12. Belum Belajar Dari Kesalahan Hubungan Masa Lalu
Mengulangi pola yang sama adalah tanda bahwa Anda belum meluangkan waktu untuk berkembang dan merenung. Lihatlah dengan jujur hubungan masa lalu Anda dan identifikasi kecenderungan atau pilihan tidak sehat yang Anda buat. Berusahalah untuk mengatasi masalah ini sebelum memulai hubungan baru, sehingga Anda dapat menciptakan dinamika yang lebih sehat.
13. Terus Melakukan Hubungan Singkat dan Intens
Meskipun mungkin tampak mengasyikkan, kencan terus-menerus mungkin berarti Anda menghindari keintiman dan koneksi yang sebenarnya. Jika Anda mendapati diri Anda berpindah dari satu orang ke orang lain tanpa membentuk ikatan yang lebih dalam, itu mungkin pertanda Anda takut dengan komitmen sejati. Pikirkan mengapa Anda menjaga hal-hal dangkal.
14. Harga Diri Anda Tergantung Memiliki Pasangan
Nilai Anda harus datang dari dalam, bukan dari validasi eksternal yang Anda peroleh dari suatu hubungan. Jika Anda merasa nilai Anda ditentukan oleh apakah Anda memiliki pasangan atau tidak, berusahalah membangun rasa percaya diri yang kuat. Ingatlah bahwa Anda layak mendapatkan cinta dan rasa hormat, apa pun status hubungan Anda.
15. Jauh di lubuk hati, Anda Tahu Ini Bukan Saat yang Tepat.
Terkadang, Anda hanya punya firasat bahwa Anda belum siap. Dengarkan intuisi itu! Lebih baik jujur pada diri sendiri dan luangkan waktu yang Anda perlukan daripada memaksakan sesuatu yang tidak seharusnya.
Ciri-ciri Pertemanan Toxic yang Bisa Merusak Kesehatan Mental
Cara menghindari pertemanan toxic dan ciri-ciri hubungan pertemanan toxic [653] url asal
#pertemanan-toxic #toxic-relationship #hubungan-toxic
(Bisnis.Com) 13/09/24 10:32
v/14979185/
Bisnis.com, JAKARTA - Persahabatan bisa menjadi salah satu sumber kebahagiaan terbesar dalam hidup.
Persahabatan yang berkualitas penting bagi kesehatan kita secara keseluruhan, meningkatkan kepuasan dalam hidup kita.
Di sisi lain, persahabatan juga bisa menjadi sumber stres yang besar, terutama ketika hubungan pertemanan Anda tidak seimbang.
Hal itu berdampak negatif pada kesehatan kita, sama seperti dampak positifnya pada hubungan yang baik.
Kata "beracun" atau toxic, sering dilontarkan akhir-akhir ini, dan ini juga berlaku pada pertemanan yang bisa bersifat beracun.
“Perilaku beracun adalah cara bertindak yang merendahkan atau menyulut kemarahan orang lain dan umumnya membuat mereka merasa buruk tentang diri mereka sendiri dan hubungan Anda,” kata Dr. Patrice Le Goy dilansir dari verywell.
Bagaimana cara mengetahui apakah Anda berada dalam pertemanan yang beracun, dan apa yang harus Anda lakukan?
Berikut tanda-tanda pertemanan toxic yang harus diwaspadai.
1. Mereka Berperilaku Egois
Le Goy menjelaskan bahwa "teman yang beracun mungkin hanya fokus pada diri mereka sendiri dan kebutuhannya, dan tidak bertanya tentang Anda atau memastikan kebutuhan Anda terpenuhi."
Berapa banyak waktu di setiap hangout atau panggilan telepon yang dihabiskan untuk mereka, dibandingkan Anda? Kehidupan secara umum harus 50:50 dengan teman-teman, tidak selalu fokus pada satu orang atau orang lain.
2. Mereka Kritis terhadap Anda
Apakah Anda merasa setiap kali Anda berbicara dengan teman Anda, dia selalu mengatakan sesuatu yang negatif tentang Anda? Ini bisa berupa kritik terhadap perilaku Anda, penampilan Anda, hubungan Anda, kinerja Anda di tempat kerja, keluarga Anda, atau elemen lain dalam hidup Anda.
Teman dimaksudkan untuk menyemangati Anda, bukan membuat Anda khawatir bahwa Anda tidak cukup baik.
3. Mereka Terlalu Kompetitif
Inti dari persahabatan adalah dukungan, dan teman-teman pasti ingin Anda melakukannya dengan baik.
Jika teman Anda bersikap cemburu ketika Anda memberi tahu dia kabar baik yang Anda terima, atau jika dia terus-menerus menunjukkan hal-hal yang membuat hidupnya lebih baik, itu adalah perilaku beracun.
4. Mereka Menjatuhkan Anda
Anda tahu bahwa Anda mempunyai teman yang beracun jika Anda menyadari bahwa setiap kali Anda berinteraksi dengannya, Anda merasa lebih buruk daripada sebelumnya.
Hal ini bisa terjadi karena mereka kritis, manipulatif, atau bersaing dengan Anda. Apa pun alasannya, jika Anda meninggalkan interaksi dengan perasaan yang lebih buruk dan bukannya lebih baik, itu berarti ada masalah.
5. Mereka Memanipulasi Anda
Teman tidak boleh menyalahkan satu sama lain dalam suatu aktivitas.
Anda tidak boleh meninggalkan hangout dengan perasaan seolah-olah Anda telah melakukan hal-hal yang tidak Anda inginkan hanya untuk menyenangkan teman Anda.
Saat Anda menunjukkan manipulasinya kepada mereka, jika mereka memberi tahu Anda bahwa Anda salah, mereka mungkin akan membuat Anda marah. Itu juga merupakan sifat beracun.
6. Mereka Tidak Dapat Dipercaya
Rahasia Anda harus disimpan oleh teman-teman Anda, dan Anda tidak perlu khawatir tentang hal itu.
Mereka mungkin berbagi rahasia atau gosip tentang Anda dengan teman-teman lain. Jika Anda merasa tidak bisa memercayai seseorang atau tidak menginginkan yang terbaik untuk Anda, kemungkinan besar dia adalah teman yang beracun.
7. Dramanya Tidak Pernah Berhenti
Teman-teman yang beracun membawa drama ini ke mana pun mereka pergi. Sikap egois seperti ini juga bisa menjadi tanda narsisme.
8. Mereka tidak tulus
Mungkin teman Anda mengakui kesalahannya pada Anda, tetapi Anda merasa permintaan maafnya tidak tulus. Atau mungkin ketika mereka ingin mengatakan sesuatu yang baik kepada Anda, naluri Anda mengatakan bahwa mereka tidak bersungguh-sungguh.
Mereka mungkin mengatakan sesuatu yang baik karena mereka menginginkan sesuatu dari Anda. Perhatikan tindakan teman Anda, bukan hanya perkataannya.
9. Mereka tidak dapat diandalkan
Anda harus bisa mengandalkan teman-teman Anda.
Jika mereka tidak pernah ada ketika Anda membutuhkan bantuan atau butuh mereka di sekitar Anda, dan sepertinya hanya ada saat mereka membutuhkan Anda, Anda mungkin berurusan dengan teman yang beracun.
10. Mereka Mengisolasi Anda
Teman yang beracun mungkin mencoba menciptakan jarak antara Anda dan hubungan lain dalam hidup Anda.
Hal ini bisa dilakukan dengan mengkritik pasangan, menyebarkan gosip tentang teman, atau bahkan berbicara negatif tentang rekan kerja.
Teman yang beracun akan melakukan ini agar Anda menjadi lebih bergantung padanya, sehingga semakin terjebak dalam persahabatan.
Kenali 8 Tanda Laki-laki Green Flag dalam Hubungan Asmara
Terdapat beberapa pertanda laki-laki green flag yang membuat kualitas hubungan kamu menjadi sehat. [837] url asal
#relationship #laki-laki #green-flag #ciri-laki-laki-green-flag
(Kompas.com) 19/07/24 13:01
v/11302862/
KOMPAS.com - Green flag dan Red flag menjadi dua istilah yang kerap kali digunakan untuk menggambarkan sifat atau karakter pasangan dalam hubungan asmara.
Ketika menjalin hubungan, tentunya para kaum hawa mengidam-idamkan sosok laki-laki yang dikategorikan green flag dan memberikan keamanan terhadapnya. Terlebih bagi mereka yang pernah terjebak dalam hubungan yang toxic.
Konselor kesehatan mental klinis berlisensi, Dr. Shanita Brown, PhD, mengungkap laki-laki green flag akan membentuk ikatan hubungan yang lebih sehat bagi kedua pihak.
“Green flag adalah indikator positif bahwa suatu hubungan berpotensi berkembang menjadi hubungan yang aman, sehat, dan langgeng,” kata Dr. Brown, seperti dilansir SELF Magazine, Jumat (19/7/2024).
Karenanya, kamu perlu mengenali beberapa tanda green flag laki-laki untuk membangun hubungan yang sehat. Berikut selengkapnya.
1. Menghormati batasan
Setiap orang memiliki batasannya sendiri, meskipun mereka terlibat dalam hubungan asmara. Oleh karenanya, Dr. Brown mengungkap salah satu pertanda laki-laki yang green flag yaitu sosok yang bisa memahami batasan pasangannya.
Hal ini ia lakukan untuk memastikan kamu merasa nyaman dan aman. Di sisi lain, ketika seseorang tidak menghormati dan melanggar batasan, itu adalah tanda bahaya besar.
“Seseorang yang baik akan menerima individualitas dan berpikiran terbuka terhadap batasan yang kamu terapkan untuk dirimu sendiri,” jelasnya.
2. Komunikatif dan mampu mengekspresikan perasaan
Tidak semua orang mampu berkomunikasi dengan baik dan mengekspresikan perasaannya kepada pasangannya. Padahal komunikasi menjadi kunci keberhasilan sebuah hubungan.
Laki-laki yang tergolong green flag tidak akan membuat kamu bingung dan menerka-nerka perasaan dan kemauannya. Ia akan mengkomunikasikan apa yang ia ingin sampaikan dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.
3. Menjadi support system yang baik
Laki-laki yang green flag tidak akan iri akan pencapaian pasangannya, justru ia akan membuat kamu merasa seperti di dalam satu tim yang mendukung keinginan kamu.
Psikolog klinis berlisensi, Kelly E. Green, PhD mengungkap bahwa laki-laki green flag akan memberikan dukungan terbaiknya pada pasangan. Ia pun akan berkolaborasi untuk mengatasi stress dan menenangkan pasangannya.
“Anda bekerja sama dan mendukung satu sama lain, dan tidak ada orang yang mendominasi pengambilan keputusan,” kata Dr. Green.
4. Memberikan ruang untuk diri sendiri
Tidak semua orang ingin selalu menghabiskan seluruh waktunya bersama pasangan. Sebab, sebagian orang juga masih ingin menjalankan hobi dan minatnya meskipun memiliki pasangan.
Dr. Green menyebutkan salah satu tanda green flag laki-laki yaitu memberikan ruang sendiri untuk pasangannya. Ia pun tidak akan marah atau mendiamkan kamu setelah kamu menghabiskan waktu tanpanya.
“Tidak ada rasa iri atau dendam ketika kamu menghabiskan waktu bersama orang-orang penting lainnya dalam hidup kamu, dan kamu tidak merasa bersalah karena meluangkan waktu untuk diri sendiri,” kata Dr. Green.
5. Memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain
Memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain seperti keluarga dan teman dekat menjadi sinyal menjanjikan yang harus kamu perhatikan pada laki-laki green flag.
Psikolog klinis berlisensi Rachel Riley Fancher, PsyD, mengungkap bahwa cara mereka berkomunikasi dengan orang lain bisa menunjukkan karakter diri seseorang yang sesungguhnya, loh.
“Kamu menginginkan pasangan yang memiliki hubungan baik dengan banyak orang, namun bersedia memberikan ruang untuk kamu dalam hidupnya,” imbuh Dr. Fancher.
6. Menepati janji
Meskipun belum ada komitmen serius dalam hubungan kamu, fakta bahwa seseorang menepati rencana dan tanggung jawabnya merupakan tanda positif yang perlu diperhatikan.
Seseorang yang menepati janjinya bukan hanya menunjukkan rasa hormatnya terhadap kamu, namun juga diri mereka sendiri, karena menghormati komitmen akan membangun harga diri.
“Pasangan yang baik adalah seseorang yang menunjukkan bahwa kamu dapat mengandalkan mereka untuk hadir pada saat penting dan bahwa mereka mengutamakan kepentingan kamu,” kata Dr. Fancher.
7. Dapat diandalkan
Pasangan yang berkualitas tidak hanya menepati komitmennya, melainkan juga konsisten dalam tindakannya secara umum. Mereka menunjukkan bahwa Anda dapat mengandalkan mereka.
Meskipun suasana hati bisa saja berubah-ubah, namun secara umum, kamu bisa memahami bahwa pasangan kamu tetap bisa diandalkan dan tidak membuatmu gelisah.
“Konsistensi ini memungkinkan kamu untuk merasa damai, bukannya selalu merasa waspada atau gelisah, seperti yang kamu lakukan dalam hubungan yang tidak sehat,” tambah Dr. Brown.
8. Nyaman menjadi dirimu sendiri
Seseorang yang meremehkan kamu atau tampaknya tidak menghargai dirimu adalah tanda bahaya besar. Itulah sebabnya orang yang bisa memberi perasaan nyaman pada diri sendiri bisa menjadi tanda green flag yang penting.
Menjadi diri sendiri tanpa takut mendapatkan komentar negatif maupun diremehkan oleh pasangan adalah pertanda kamu mendapatkan laki-laki yang green flag.
Laki-laki green flag akan menerima diri pasangannya sepenuhnya. Ini menandakan bahwa ia menghargai dan menghormatimu dan bisa membuat kamu merasa sangat nyaman dengan diri sendiri.
5 Zodiak Paling Ekstrovert, Ada Leo dan Libra
Ada beberapa zodiak yang secara alami ekstrovert, sehingga tidak mengherankan mereka punya banyak teman. Apa saja? [460] url asal
#relationship #zodiak-paling-ekstrovert #zodiak-yang-ekstrovert
(Kompas.com) 17/07/24 17:17
v/11086533/
JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa orang dapat dengan mudah kehabisan baterai sosial mereka saat bertemu dengan banyak orang, kecuali mereka yang ekstrovert.
Justru, para ekstrovert senang bertemu dan mengobrol dengan banyak orang karena membuat mereka senang. Biasanya, mereka juga menjadi life of the party karena sifatnya yang asyik.
Memiliki teman yang sifatnya ekstrovert dapat membuat hari-harimu lebih menarik. Jika tertarik, berikut lima zodiak paling ektrosvert dalam astrologi, seperti dilansir Love to Know, Rabu (17/7/2024).
Zodiak paling ekstrovert
1. Leo
Leo adalah zodiak yang paling ekstrovert dan seringkali ingin semua perhatian tertuju pada mereka.
Zodiak dengan kepercayaan diri tinggi ini tumbuh dengan energi orang lain, yang membuatnya dapat menarik orang-orang baru.
Tidak peduli seberapa besar lingkaran pertemanan seorang Leo, mereka selalu siap memberikan ruang untuk lebih banyak teman baru.
2. Aries
Aries merupakan zodiak yang penuh energi dan selalu ikut dalam hal-hal yang menyenangkan. Energinya yang tinggi menular dan orang-orang bergantung pada hal tersebut.
Ibaratnya, sebuah pesta tidak akan dimulai sampai seorang Aries masuk. Mereka juga zodiak api yang bersinar terang dan membuat orang-orang meresponsnya.
Tidak suka melihat orang lain tampak tidak menikmati waktunya, para Aries akan melakukan apapun agar orang-orang tersebut ikut merasakan kesenangan.
3. Sagitarius
Zodiak ini adalah yang paling ramah dan akan basa-basi dengan siapa saja. Menurut mereka, seseorang tidak bisa mendapatkan petualangan terbaik jika tidak tahu cara berteman dengan warga lokal.
Akan tetapi, Sagitarius juga memiliki momen introvert ketika membutuhkan ruang untuk diri sendiri dan berhubungan dekat dengannya.
4. Gemini
Gemini adalah zodiak yang cukup sosial, suka berpindah dari satu pesta ke pesta lainnya, dan menjaga “kalender sosial” mereka tetap terisi.
Namun, tidak seperti beberapa zodiak lainnya, menjadi pusat perhatian bisa melelahkan Gemini. Mereka memang senang terlibat, tetapi tidak ingin menjadi yang selalu diperhatikan.
5. Libra
Beberapa orang mengira, zodiak ini akan menduduki peringkat pertama sebagai zodiak paling ekstrovert dalam astrologi. Sebab, mereka pandai menavigasikan percakapan apapun.
Namun, menjadi zodiak yang “diplomatis” memang tidak secara otomatis membuat Libra dapat menarik perhatian orang.
Meski begitu, Libra tidak perlu bekerja keras untuk menjadi seorang ekstrovert untuk menarik perhatian orang. Sebab, orang-orang yang akan tertarik kepada Libra.
Waspadai, Contoh Micro Cheating dalam Hubungan
Meski tidak selalu terjadi secara fisik atau langsung, tetapi micro cheating dapat merusak kepercayaan dan keintiman emosional dalam hubungan. [480] url asal
#relationship #micro-cheating #contoh-micro-cheating #micro-cheating-dalam-hubungan
(Kompas.com) 14/07/24 19:36
v/10769674/
KOMPAS.com - Mengenali contoh-contoh kasus micro cheating bisa menjadi langkah awal untuk menghindari diri kita maupun pasangan terjebak di dalam ketidaksetiaan.
Adapun secara umum micro cheating adalah tindakan kecil yang mengaburkan batas kesetiaan dalam hubungan, tetapi tidak selalu merupakan bentuk perselingkuhan secara langsung, seperti dijelaskan oleh psikolog sekaligus pendiri On Par Theraphy Brianna Paruolo melalui laman Today.
Meski tidak selalu terjadi secara fisik atau langsung, tetapi micro cheating dapat merusak kepercayaan dan keintiman emosional dalam hubungan.
"Apa yang didefinisikan sebagai perselingkuhan tidak hanya berkaitan dengan keintiman fisik tetapi juga interaksi digital yang tampaknya dapat mengancam eksklusitivitas hubungan bersama pasangan," ujar Paruolo.
Contoh micro cheating
Berikut contoh micro cheating dalam hubungan, seperti dilansir dari laman Marriage dan Verywell Mind:
1. Mengaku lajang, padahal sedang berada dalam hubungan resmi
2. Secara rahasia masih intens berkontak dengan mantan kekasih
3. Masih menggunakan aplikasi kencan saat sudah punya pasangan
4. Terlalu dekat dengan seseorang
5. Intens berkontak dengan orang yang kita sukai dan selalu berusaha membuatnya kagum
6. Membicarakan tentang seks bersama seseorang yang bukan pasangan
7. Bertemu intens dengan seseorang jenis tanpa memberi tahu pasangan
8. Selalu menyukai unggahan seseorang di media sosial
9. Berbohong kepada pasangan ketika ditanya dengan siapa kita sedang berbicara atau berkirim pesan
10. Mengejar seseorang yang kita sukai
11. Menggoda seseorang yang kita sukai secara verbal
12. Memuji dan memberikan perhatian spesial pada seseorang selain pasangan
13. Berkontak fisik intim dengan seseorang selain pasangan, seperti memegang, memeluk, atau mencium
Jika mendapati pasangan melakukan micro cheating
Beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika mendapati pasangan melakukan dugaan micro cheating antara lain:
Pertama, tetap tenang, jangan langsung bereaksi secara emosional untuk menghindari kesalahpahaman. Tunggu sampai kita bisa memproses situasinya.
Kemudian, jaga komunikasi terbuka. Diskusikan kekhawatiran kita dengan pasangan di lingkungan yang aman. Jelaskan perasaan kita dan mengapa tindakan yang dilakukan pasangan membuat kita merasa terganggu. Dengarkan juga perspektif pasangan.
Lalu, tetapkan batasan. Tentukan perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam hubungan.
Bangun kembali kepercayaan. Adanya kasus micro cheating tidak harus membuat kita mengakhiri hubungan, tetapi membutuhkan usaha kedua belah pihak. Masing-masing individu perlu mengambil tanggung jawab dan berupaya membangun kembali komunikasi dan kepercayaan.
Terakhir, cari dukungan: Jika kesulitan menghadapinya, tak masalah mencari terapi individual untuk memproses perasaan kita. Terapi pasangan juga dapat membantu kita mengatasi situasi bersama dan memperkuat ikatan.
Arti Kata Parasosial yang Sering Digunakan di Media Sosial
Salah satu kata yang kerap muncul di medsos adalah parasosial. Arti parasosial merujuk pada hubungan satu arah. Halaman all [438] url asal
#parasosial #parasocial-relationship #apa-yang-dimaksud-dengan-parasosial #parasocial #arti-parasosial
(Kompas.com) 12/07/24 16:35
v/10541232/
KOMPAS.com - Di media sosial (medsos), ada banyak bahasa gaul yang biasa digunakan pengguna. Salah satunya seperti kata parasosial. Saking seringnya dipakai, sebagian dari Anda mungkin juga sudah sempat melihat kata tersebut berseliweran di media sosial.
Meski sering dipakai, tak semua pengguna telah mengetahui arti parasosial. Dalam hal ini, Anda mungkin ingin mengetahui arti dari salah satu kata yang kerap dipakai di medsos tersebut. Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan parasosial?
Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini mengenai arti parasosial yang kerap digunakan di medsos.
Arti parasosial yang sering dipakai di medsos
Di medsos, kata parasosial biasa disebut juga dengan parasocial. Kata ini umum dipakai untuk membicarakan suatu hubungan sosial, yang biasanya berkaitan dengan hubungan antara penggemar dan artis.
Kata parasocial biasanya akan dipakai untuk menunjukkan jika seseorang memiliki hubungan dengan artis tertentu. Lantaran parasosial menjelaskan tentang hubungan, kata ini kerap pula disebut dengan parasocial relationship.
Dari kebiasaan penggunaannya ini, lantas apa arti parasosial yang sering dipakai di medsos?
Arti parasosial adalah hubungan atau relasi yang bersifat satu arah, yang mana satu pihak berusaha membangun kedekatan yang kuat, tetapi pihak lain tidak mengetahuinya.
Dalam parasocial relationship, seseorang merasa punya kedekatan emosional dengan orang lain, meski orang lain itu tidak mengetahuinya. Komunikasi yang terbangun di parasosial lebih sering bersifat tidak langsung karena hanya satu pihak yang berinteraksi.
Dalam sehari-hari, parasosial bisa ditemukan pada hubungan antara seorang penggemar dengan artis, fans dengan idola, atau seseorang dengan karakter favorit di film atau buku. Dalam hubungan ini, penggemar bisa seakan memiliki kedekatan dengan idolanya.
Penggemar bakal melakukan upaya lebih untuk mengenal dan membagun kedetakan emosional dengan idolanya, meski sang artis atau idola tidak mengenalnya balik secara proporsional.
Dengan arti parasosial yang demikian, tak heran jika istilah ini kerap dipakai di medsos buat menunjukkan hubungan antara penggemar dan artis.
Jika terdapat pengguna yang memakai kata ini di medsos, artinya mereka ingin menunjukkan bahwa memiliki kegemaran dengan salah satu tokoh. Itulah penjelasan mengenai arti parasosial sebagai salah satu kata yang sering digunakan di medsos, semoga bermanfaat.
12 Tanda Green Flag dalam Hubungan Asmara
Mengenali tanda 'green flag' dalam hubungan adalah hal yang penting sebagai investasi kualitas hubungan jangka panjang. [954] url asal
#relationship #green-flag-artinya #green-flag-dalam-hubungan #green-flag #tanda-green-flag-dalam-hubungan
(Kompas.com) 11/07/24 20:05
v/10450918/
KOMPAS.com - Mengenali tanda "green flag" dalam hubungan adalah hal yang penting sebagai investasi kualitas hubungan jangka panjang.
Adapun green flag artinya indikasi bahwa seseorang atau hubungan memiliki potensi untuk masa depan yang sehat dan menyenangkan.
"Green flag muncul dalam kata-kata dan perilaku seseorang, dan dengan dapat mengajarkan kita tentang integritas dan karakter yang baik," ujar terapis hubungan Suzy Daren, LMFT, seperti dilansir dari Cosmopolitan.
Green flag mungkin berbeda dengan kualitas yang kita impikan dari pasangan ketika remaja, misalnya berdasarkan penampilan atau chemistry.
Lalu, seperti apa tanda green flag dalam hubungan? Berikut ulasannya.
Tanda green flag dalam hubungan
1. Saling mendengarkan
Setiap orang ingin didengar dan dipahami, begitu pula pasangan kita. Hal ini sering luput terutama jika hubungan telah berlangsung cukup lama.
Jika pasanganmu mendengarkan, bahkan merespons dengan pertanyaan yang penuh perhatian, memberikan ruang berdiskusi, dan mencari tahu apa yang kamu rasakan, maka bisa dikatakan itu adalah tanda green flag.
"Dalam hubungan yang begitu dekat, aktif mendengar bisa mendorong tingkat keintiman emosional yang lebih tinggi," ujar terapis keluarga dan pernikahan berlisensi, Tiana Leeds, MA, LMFT kepada Mind Body Green.
2. Nyaman membicarakan perasaan
Bisa mengungkapkan isi perasaan dan emosi adalah tanda green flag lainnya dalam hubungan asmara. Kamu juga bisa melihat kualitas ini pada calon pasangan.
Hubungan yang sehat melibatkan kedua belah pihak untuk saling mengenali emosi satu sama lain, apa penyebabnya, dan apa yang dibutuhkan pasangannya.
Jadi, mampu dengan nyaman menyampaikan itu adalah sesuatu yang baik.
3. Responsif
Komitmen pekerjaan dan kehidupan seringkali mengganggu perhatian kita dari sebuah hubungan, seperti dilansir dari Today.
Namun, sekadar meluangkan waktu beberapa menit untuk membalas pesan atau menelepon pasangan tentu tidak memberatkan, bukan? Terutama pada saat-saat genting.
Pada hubungan yang menunjukkan tanda green flag, dua individu saling bersedia mengabari pasangannya secara rutin.
4. Komunikasi yang lancar
Komunikasi yang baik adalah tanda positif dalam hubungan apapun, termasuk asmara.
Memang, kita tidak langsung bisa sepenuhnya nyaman berkomunikasi terutama dengan orang baru. Namun, bukan berarti kita tidak berupaya membangunnya.
Indikator komunikasi yang baik dalam hubungan adalah sama-sama memahami ekspektasi satu sama lain, menyampaikan perasaan ketika ada konflik, dan mengekspresikan rasa tidak nyaman pada situasi tertentu.
Komunikasi terbuka akan membantu hubungan bertumbuh.
5. Punya pandangan yang sama
Apa prioritasmu? Apa yang kamu yakini sepenuh hati? Apa moral dan nilai yang kamu pegang selama hidup?
Hal-hal seperti ini harus selaras dalam hubungan. Memiliki pandangan yang sama tentang kehidupan sangat penting, terutama jika kita berencana memiliki hubungan jangka panjang.
Unsplash Ilustrasi pasangan.
6. Selalu melibatkan kita saat membuat rencana
Hubungan yang sehat memerlukan keseimbangan dalam berbagai aspek.
Memberikan ruang masing-masing untuk mengekspresikan diri adalah hal yang penting, tetapi penting pula untuk memastikan apa yang kita lakukan sejalan dengan ketertarikan pasangan.
Bahkan, untuk hal sesederhana memilih tempat makan, pastikan pasangan juga dilibatkan dalam memilih.
Misalnya, jika pasangan kita terus menerus mengajak kita menonton pertandingan olahraga yang tidak kita sukai, maka itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak begitu peduli dengan keinginan dan kebutuhan kita.
7. Menunjukkan dukungan
Pasangan yang baik selalu menyampaikan dukungannya pada setiap pilihan kita, misalnya tentang tempat tinggal dan pekerjaan.
Termasuk ketika tidak menyetujuinya sekalipun, pasangan yang baik akan memberikan saran agar pilihan kita tidak salah dan sebaliknya.
8. Mau menjadi rapuh
Keterikatan emosional akan terbentuk ketika diri kita mau membuka diri dan bersedia menjadi rapuh.
Daripada terus berusaha kuat, membuka diri terhadap pasangan adalah hal yang penting sehingga kita membukakan pintu untuk rasa peduli dan afeksi.
Seseorang yang secara emosional tidak hadir dan selalu tampak takut dengan keintiman emosional berarti membentengi dirinya dari risiko-risiko itu, yang mana ini tidak menjadikan mereka orang yang jahat, tetapi mungkin tidak siap untuk membangun hubungan asmara dengan kita.
9. Tahu apa yang diinginkan
Tanda green flag dalam hubungan juga termasuk mengetahui apa yang diinginkan. Mereka juga harus paham apa yang kita cari dalam hubungan tersebut.
Misalnya, menunjukkan sejak awal bahwa dia ingin membangun relasi serius yang bermuara pada pernikahan, yang mana itu sejalan dengan visi kita dalam menjalin hubungan, maka itu merupakan gleen flag.
10. Memperlakukan orang lain dengan baik
Tak hanya memperlakukan diri kita dengan baik, penting pula untuk memastikan sikap baik pasangan atau calon pasangan baik pada orang-orang di sekitar kita dan dilakukan secara konsisten.
Bagaimana mereka memperlakukan orang-orang dalam hidupnya merefleksikan bagaimana mereka mungkin akan memperlakukan kita ketika sudah membangun hubungan asmara.
Tidak ada orang yang 100 persen sempurna, tapi secara umum, kita tentu ingin bersama dengan orang yang secara konsisten berusaha menjadi baik bagi orang lainnya.
11. Stabil
Tanda green flag dalam hubungan yang satu ini mungkin banyak terabaikan.
Stabil maksudnya mereka memperlakukan kita secara konsisten, terlepas dari apapun situasinya.
Ketidakpastian dan hal-hal tidak terprediksi bisa menjadi red flag dalam hubungan. Sebab, jika kita tidak tahu perilaku asli pasangan, kita mungkin akan menemui banyak masalah di masa depan.
12. Berusaha menjadi lebih baik
Tidak ada orang yang sempurna, termasuk dalam membangun asmara. Namun, penting memastikan bahwa pasangan kita selalu berusaha menjadi individu maupun pasangan yang lebih baik.
Jika dia mau menerima masukan tanpa menjadi defensif, bertanggung jawab terhadap masalah dan apa yang dilakukannya, serta aktif menjadi pribadi yang mau berubah, maka itu bisa menjadi tanda green flag.
Apa Itu Green Flag dalam Hubungan? Ketahui Artinya
Ketika kamu mencari pasangan, carilah yang memberi sinyal 'green flag', bukan justru 'red flag'. [391] url asal
#relationship #green-flag-artinya #apa-itu-green-flag #apa-itu-green-flag-dalam-hubungan #green-flag-dalam-hubungan #green-flag
(Kompas.com) 11/07/24 19:06
v/10445906/
KOMPAS.com - Ada berbagai istilah dalam hubungan yang mungkin kamu dengar sehari-hari, termasuk salah satunya "greem flag".
Ini adalah sinyal positif dalam sebuah hubungan atau individu. Untuk itu, jika menemukan pasangan yang "green flag", sebaiknya kamu menjaganya karena mungkin dialah orangnya.
Jika masih mencari tahu green flag artinya apa, cobalah membaca ulasan singkat berikut.
Arti green flag dalam hubungan
Green flag artinya indikasi bahwa seseorang atau hubungan memiliki potensi untuk masa depan yang sehat dan menyenangkan.
"Green flag muncul dalam kata-kata dan perilaku seseorang, dan dengan dapat mengajarkan kita tentang integritas dan karakter yang baik," ujar terapis hubungan Suzy Daren, LMFT, seperti dilansir dari Cosmopolitan.
Green flag mungkin berbeda dengan kualitas yang kita impikan dari pasangan ketika remaja, misalnya berdasarkan penampilan atau chemistry.
Namun, tak jarang hal-hal semacam itu membawa kita pada kekecewaan tanpa dasar yang sehat.
Sebaliknya, interaksi antar-pasangan, serta dunia sekitarnya secara konsisten bisa menjadi indikasi apakah seseorang atau sebuah hubungan tergolong green flag.
Meskipun tidak ada orang yang sempurna-dan pasti memiliki satu atau dua kekurangan, mengidentifikasi green flag dapat menunjukkan bahwa seseorang bisa menjadi pasangan yang hebat
"Hal ini akan meningkatkan kemungkinan bahwa calon pasangan memiliki kedewasaan dan sumber daya untuk berkomitmen pada hubungan yang sehat," tuturnya.
Beberapa tanda green flag dalam hubungan, seperti dilansir dari Comspolitan dan Times of India, antara lain:
- Memberikan ruang personal satu sama lain
- Saling percaya
- Baik dalam berkomunikasi
- Masing-masing merasa nyaman saat bersama
- Punya tujuan yang sama
- Suportif
- Pendengar yang baik
- Saling menghormati, termasuk pandangan masing-masing
- Mau bertumbuh bersama
- Sama-sama berusaha demi hubungan
Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram anEin Beitrag geteilt von KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle)
Red Flag: Sinyal Kecil dari Masalah Besar - kumparan.com
Mengenal red flag sebagai sinyal pringatan terhadap potensi bahasa yang harus diwaspadai dan memiliki kewaspadaan diri atau self awareness adalah salah satu cara untuk dapat menghadapinya. [796] url asal
#red-flag #relationship #kehidupan
(Kumparan.com - News) 10/07/24 12:10
v/10299911/
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai situasi yang memerlukan keputusan penting, baik dalam hubungan pribadi, pekerjaan, keuangan, atau kesehatan. Salah satu alat yang dapat membantu kita dalam membuat keputusan yang lebih baik dengan memahami sinyal red flag atau tanda peringatan. Red flag adalah sinyal awal dari potensi masalah atau bahaya yang harus diwaspadai. Artikel ini akan membahas pengertian red flag dan cara mengidentifikasinya, serta pentingnya mawas diri dalam merespons red flag.
Red flag dapat diibaratkan sebagai bendera merah yang menunjukkan adanya potensi bahaya atau masalah di depan kita. Dalam berbagai konteks, red flag muncul sebagai tanda-tanda atau sinyal yang menunjukkan bahwa sesuatu mungkin tidak berjalan seperti yang diharapkan. Misalnya, dalam hubungan pribadi, red flag bisa berupa perilaku pasangan yang mengontrol atau manipulatif. Dalam konteks pekerjaan, red flag bisa muncul sebagai perubahan kebijakan yang tidak jelas atau seringnya perubahan mendadak dalam struktur organisasi. Di dunia keuangan, red flag bisa berupa tawaran investasi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, dan dalam kesehatan, red flag bisa berupa gejala yang tidak kunjung membaik.
Pentingnya memperhatikan red flag terletak pada kemampuannya untuk memberikan peringatan dini tentang potensi masalah yang lebih besar di masa depan. Red flag membantu kita untuk tidak hanya mengidentifikasi masalah tetapi juga untuk mencegah masalah tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius. Masalah-masalah tersebut mencakup berbagai hal, termasuk kerugian finansial, kesehatan yang memburuk, atau hubungan yang semakin merusak. Dengan demikian, red flag bukan hanya tanda bahaya, tetapi juga sebuah indikator yang dapat kita gunakan untuk melindungi diri kita dari risiko yang lebih besar.
Ada beberapa langkah penting yang dapat kita lakukan untuk mengindentifikasi potensi red flag dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, perhatikan tanda-tanda awal dari situasi atau perilaku yang terasa tidak biasa atau tidak sesuai dengan harapan. Misalnya, jika pasangan Anda sering menanyakan setiap aktivitas Anda tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi tanda adanya perilaku kontrol. Kedua, evaluasi konsistensi perilaku tersebut. Apakah perilaku ini merupakan pola yang konsisten atau hanya muncul dalam situasi tertentu? Misalnya, perubahan kebijakan di tempat kerja yang tidak konsisten bisa menjadi indikator adanya masalah dalam manajemen. Langkah ketiga adalah memeriksa sumber informasi. Pastikan informasi yang Anda terima berasal dari sumber yang terpercaya dan tidak hanya satu perspektif. Misalnya, jika Anda ditawari investasi, periksa latar belakang perusahaan dan cari ulasan dari sumber yang independen. Langkah keempat adalah meminta umpan balik dari orang lain. Diskusikan situasi Anda dengan teman atau keluarga untuk mendapatkan pandangan yang objektif. Mereka mungkin dapat memberikan perspektif yang Anda tidak pikirkan sebelumnya. Selanjutnya, gunakan intuisi Anda. Kadang-kadang, perasaan tidak nyaman atau cemas dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih besar.
Namun bagaimanapun juga, bagian terpenting dari memahami potensi dari red flag dalam kehidupan adalah sikap kewaspadaan diri. Mawas diri atau self-awareness berperan penting dalam mengidentifikasi dan merespons red flag. Mawas diri adalah kemampuan untuk memahami perasaan, reaksi, dan motivasi diri sendiri. Dengan memiliki kesadaran ini, kita dapat dengan lebih baik menilai apakah red flag mencerminkan masalah dalam situasi atau dalam diri kita sendiri. Misalnya, jika Anda tergoda oleh tawaran investasi yang berisiko tinggi, tanyakan pada diri sendiri apakah ini mencerminkan kebiasaan Anda dalam mencari keuntungan cepat atau ketidakpastian keuangan.
Identifikasi red flag juga melibatkan pengamatan terhadap pola perilaku. Apakah red flag yang terlihat merupakan bagian dari pola yang lebih besar atau hanya kejadian sporadis? Menyadari pola ini membantu Anda untuk melihat masalah dari perspektif yang lebih luas dan mencegah kita terjebak dalam situasi yang tidak sehat. Selain itu, tanyakan kepada orang lain untuk mendapatkan perspektif tambahan. Kadang-kadang, pandangan orang lain dapat membantu kita melihat red flag yang mungkin terabaikan. Analisis dampak jangka panjang dari red flag adalah langkah penting berikutnya. Pertimbangkan bagaimana red flag dapat mempengaruhi masa depan Anda dan ambil langkah yang tepat untuk mengatasi atau mengelola situasi tersebut. Jika red flag menunjukkan risiko yang signifikan, seperti dalam kasus investasi atau kesehatan, pertimbangkan bagaimana hal tersebut bisa mempengaruhi kehidupan Anda dalam jangka panjang. Kenali juga batasan diri Anda. Jika Anda merasa tidak mampu mengatasi masalah sendirian, carilah bantuan dari ahli atau profesional yang dapat membantu Anda mengatasi situasi tersebut. Terakhir, tetapkan tujuan dan rencanakan langkah tindakan berdasarkan refleksi dan evaluasi Anda terhadap red flag. Buatlah rencana yang spesifik, terukur, dan realistis untuk mengatasi red flag. Misalnya, jika Anda mengidentifikasi red flag dalam hubungan pribadi, tetapkan tujuan untuk memperbaiki komunikasi atau mencari terapi pasangan.
Singkatnya, red flag adalah alat yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan. Dengan mengenali red flag dan memiliki kewaspadaan diri, kita dapat lebih baik dalam menghadapi potensi masalah dan mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi diri kita. Red flag bukan hanya tanda bahaya, tetapi juga kesempatan untuk melakukan evaluasi dan membuat keputusan yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan. Jangan abaikan red flag yang muncul; jadikan mereka sebagai alat untuk melindungi diri dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik.