#30 tag 24jam
Visions of Mana, Dunia Fantasi yang Selalu Menarik
Game RPG, terutama yang berasal dari Jepang, tidak asing dengan kiasan dan tradisi. [695] url asal
#review-game-indonesia #bandai-namco #games #visions-of-mana #review-visions-of-mana
(MedCom) 02/11/24 17:25
v/17373792/
Jakarta: Game RPG, terutama yang berasal dari Jepang, tidak asing dengan kiasan dan tradisi. Beberapa seri game ini mampu memberikan kesan bagus. Visions of Mana tampaknya menjadi game berikutnya yang ingin memberikan kesan ini. Seperti seri game RPG besar lainnya, ia berlandaskan tema dan motif yang sudah dikenal (Pohon Mana, pedang legendaris, dan sebagainya). Namun, game ini tetap punya ceritanya sendiri dengan karakter dan petualangan yang sama sekali baru.Visions of Mana mengangkat dunia fantasi yang dibangun dengan delapan elemen yang berbeda, dan semuanya dijaga secara aman dan makmur oleh Pohon Mana atau Mana Tree. Pohon ini juga harus dirawat dengan mengirimkan perwakilan ditemani oleh pengawal atau disebut Soul Guard. Jika seorang Alm gagal berziarah, kampung halaman mereka akan hancur karena kekurangan Mana.

Tidak bisa sembarangan, wakil atau Alm dari setiap peradaban dan elemen ini ditunjuk setiap empat tahun, kemudian mereka harus bertualang menuju Mana Tree. Tanggung jawab itu sekarang terletak pada Val, bersama anggota lainnya. Perjalanan Val pada akhirnya akan berhadapan dengan serangkaian peristiwa, hingga menguak sebuah rahasia yang mengejutkan.
Sepanjang permainan, saya melihat Visions of Mana punya cerita yang lumayan sederhana tapi terasa solid. Ia mengingatkan saya dengan era PS2 yang penuh dengan game RPG yang punya cerita terbaik, dan beberapa di antaranya memang merupakan buatan Square Enix. Ceritanya memang sangat fantasi dan punya ciri khas seri Mana. Model open world pada dunia fantasi yang lumayan luas pada game ini memang sudah jarang ditemui, dan memainkannya cukup memberikan penyegaran.
Mulai dari wilayah rahasia yang bisa diakses dengan elemen khusus, hingga mini boss yang cukup menantang tetapi tidak membuat pemainnya kesal, memastikan kita sebagai gamer dibuat penasaran untuk menjelajah. Di sisi lain, beberapa wilayah terasa kurang hidup, sehingga seringkali membuat saya ingin melewatinya secara cepat. Rasa ini juga muncul saat mengunjungi beberapa kota atau desa yang berdampak pada jalan cerita. Satu kekurangannya lagi adalah pilihan side quest yang rasanya terlalu hambar dan hadiahnya seingkali tidak menarik pula.

Sistem pertarungan juga lumayan menarik. Gaya yang dinamis pada Visions of Mana memungkinkan kita dapat menghindar, melompat, berlari lebih cepat, dan menekan serangkaian kombo yang berbeda. Tak lupa dengan skill khusus yang menggunakan MP dari hasil experience. Beberapa skill diambil dari Seed, dan biasanya sudah memiliki elemennya sendiri.
Anggota party aktif pada Visions of Mana terdiri dari tiga karakter, dan masing-masing dapat beralih hingga delapan kelas dan tiga jenis senjata yang berbeda. Sebagai contoh Val dapat menggunakan tombak atau pedang. Kelas karakter berhubungan dengan elemen vessel, dan hanya satu karakter yang dapat menggunakannya pada satu waktu.

Elemen vessel memberikan kemampuan spesial dan membuat karakter seperti pahlawan bertopeng yang memiliki daya serang lebih kuat. Fleksibilitas memungkinkan kita bereksperimen terhadap penggunaan elemen vessel, sampai akhirnya menemukan preferensi terbaik. Memang, beberapa jam pertama bermain Visions of Mana membuat saya khawatir bahwa pertempuran akan terasa repetitif. Ternyata, saat sudah mendapatkan akses ke banyak kelas dan skill, rasa penasaran untuk bereksperimen dengan anggota party semakin besar, belum lagi dengan pilihan skill yang membuat daya serang lebih efektif.
Game RPG Jepang biasanya menyediakan jam bermain yang lama. Begitu juga dengan Visions of Mana, yang membuat saya meluangkan waktu sekitar 50 jam untuk menamatkannya. Ini sudah termasuk sekitar 10 jam untuk menjalankan side quest, yang pada akhirnya saya baru sadar bahwa seharusnya tak perlu terlalu lama untuk mengerjakannya. Ambisi untuk grinding demi meningkatkan level dan membuka skill baru juga membuat saya cukup lama teralihkan sebelum kemudian fokus pada cerita utama.

Kesimpulan
Veteran seri Mana akan menemukan banyak hal untuk nostalgia pada Visions of Mana. Walau rasanya sudah bisa menebak kisah yang akan dibawa game ini berkaca dari beberapa seri sebelumnya, saya tetap bisa dibuat penasaran dengan dunianya.
Di balik side quest yang rasanya kurang menggairahkan, cerita utamanya tetap menarik, ditambah mekanisme agak kompleks dibalut dengan gameplay yang cenderung simpel. Begitu juga dengan karakter dan kustomisasi anggota party yang lumayan baik. Ia mungkin tidak sebagus game AAA lainnya yang sekarang sedang ramai dimainkan orang, tetapi Visions of Mana masih cocok untuk mengisi waktu gaming kita.
| PLATFORM: | PS4, PS5, PC, Xbox Series X/S |
| DEVELOPER: | Ouka Studios |
| PUBLISHER: | Square Enix |
| TANGGAL RILIS: | 29 Agustus 2024 |
| GENRE: | Action-RPG |
- Dunia indah
- Eksperimen anggota party
- Cerita mengesankan
- Side quest repetitif
- Beberapa wilayah terasa kurang hidup
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Nostalgia di Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics
Di masa kejayaannya, Marvel vs. Capcom adalah salah satu game pertarungan crossover populer. [684] url asal
#review-game-indonesia #capcom #marvel-vs-capcom-fighting-collection-arcade-classics #review-game-capcom
(MedCom) 06/10/24 19:19
v/16069012/
Jakarta: Di masa kejayaannya, Marvel vs. Capcom adalah salah satu game pertarungan crossover populer. Bukan di konsol, keberadaannya bisa kita jumpai di setiap wahana arcade--sebuah konsep yang juga merupakan peninggalan masa lalu. Benar, ini adalah masa lalu, dan untuk sementara waktu, para penggemar percaya bahwa franchise crossover kesayangan mereka sudah hilang seiring berjalannya waktu seperti halnya arcade.Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics menyatukan keenam game fighting yang populer pada era tersebut. Ia menghadirkan nuansa nostalgia dari setiap game sekaligus memberikan kehidupan baru ke dalamnya dengan fitur-fitur modern, menciptakan koleksi yang mampu memperkenalkan kembali game klasik ini ke gamer era kini.

Koleksi utama Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics ada di game pertarungan atau fighting. Masing-masing dari enam game pertarungan dalam koleksi ini adalah versi arcade. Saya melihat ini adalah keputusan yang tepat, yang berarti setiap serinya menghadirkan elemen sejatinya.
Beberapa judul game ini mungkin lebih mudah dikenali, dan saya sendiri melihat ada beberapa seri yang belum pernah dicoba. Namun, antara satu seri dengan yang lainnya terasa punya unsur evolusi, dan memainkannya satu per satu seperti melihat proses evolusi tersebut.

Misalnya, X-Men: Children of the Atom yang mengikuti gaya Street Fighter, menampilkan 13 petarung dari versi buku komiknya. Marvel vs. Capcom 2, di sisi lain, menampilkan lebih dari 50 karakter yang bisa melakukan kombo udara tag-team yang gila dengan gerakan super yang memenuhi layar. Ini bisa dibilang kapsul waktu yang indah tidak hanya untuk game pertarungan, tetapi juga era tertentu dalam sejarah Marvel Comics.
Jika kamu perlu istirahat dari pertarungan langsung, Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics juga menyertakan The Punisher tahun 1993. Gamer beat 'em up yang penuh gaya ini memungkinkan kita dan seorang teman (bermain sebagai Nick Fury) meninju dan menembak rombongan preman Kingpin. Punisher terlihat sebagai game penyeimbang di seri ini.

Misalnya, X-Men: Children of the Atom yang mengikuti gaya Street Fighter, menampilkan 13 petarung dari versi buku komiknya. Marvel vs. Capcom 2, di sisi lain, menampilkan lebih dari 50 karakter yang bisa melakukan kombo udara tag-team yang gila dengan gerakan super yang memenuhi layar. Ini bisa dibilang kapsul waktu yang indah tidak hanya untuk game pertarungan, tetapi juga era tertentu dalam sejarah Marvel Comics.
Ditambah lagi, dari unsur historis, ini adalah game Marvel pertama yang dikembangkan Capcom.
Salah satu seri favorit saya adalah Marvel vs. Capcom. Selain mengembalikan nostalgia saat masih sekolah, game ini menawarkan tempo pertarungan yang cepat dan memberikan pengaturan combo yang mudah.
Pilihan karakter yang unik dengan kemampuan mereka yang memberikan kita kesempatan untuk menciptakan combo secara kreatif adalah beberapa alasan saya untuk memainkannya di rental PS ketimbang bermain game sepakbola. Kelebihan ini kemudian hadir pada seri selanjutnya, Marvel vs. Capcom 2, dengan menghadirkan lebih banyak tipe bertarung karakter dan combo yang semakin variatif.

Tidak tertutup kemungkinan kita akan bosan bermain melawan CPU. Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics telah menyediakan mode multiplayer, baik secara couch atau melawan teman di satu layar yang sama, maupun secara online. Ini memungkinkan kita mencoba kreativitas combo yang sebelumnya sudah dicoba saat melawan CPU.
Untuk game The Punisher sendiri sudah ada mode multiplayer co-op online. Pada game fighting dalam mode online, kita bisa memilih pertandingan kasual atau peringkat, mengejar skor tinggi di papan peringkat, atau sekadar bermain bersama teman.
Satu-satunya kekurangan Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics adalah tidak ada dukungan cross platform. Padahal, saat ini crossplay telah menjadi tren di industri game. Mudah-mudahan game ini menerima patch di masa depan untuk memperbaiki hal ini agar bisa menyatukan basis pemain secara keseluruhan.

Kesimpulan
Ada satu dekade evolusi game di Marvel vs. Capcom Fighting Collection: Arcade Classics, dan saat itu merupakan puncak dari kejayaan game pertarungan Capcom. Dirangkai dengan sangat tepat agar sesuai ekspektasi penggemar, Capcom telah menghadirkan satu pake game lengkap yang membawa nostalgia luar biasa. Tak ada salahnya untuk gamer baru mencoba game ini, demi melihat bahwa game bagus tak selalu bergantung pada kualitas visual kekinian.
- Nostalgia paket lengkap
- The Punisher penyeimbang yang tepat
- Mode online esensial
- Tetap ada extras
- Multiplayer belum cross-platform
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Warhammer 40.000: Space Marine 2, Kejayaan Ultramar
Hampir 200 tahun setelah peristiwa game pertama, Space Marine 2 dibuka dengan Titus diizinkan untuk kembali ke Ultramarines. [874] url asal
#games #review-game-indonesia #focus-entertainment #warhammer-space-marine-2 #warhammer-40k #warhammer-40-000-space-marine-2 #review-space-marine-2 #space-marine-2
(MedCom) 16/09/24 21:26
v/15116641/
Jakarta: Sudah lebih dari sepuluh tahun sejak terakhir kali kita melihat Kapten Titus dari Ultramarines berhadapan dengan Orks dan Chaos, jadi sudah saatnya untuk melanjutkan kisahnya dalam Warhammer 40.000: Space Marine 2. Walaupun developer gamenya berbeda, sebagai penggemar franchise Warhammer seadanya, saya bisa mengatakan bahwa sekuel ini sangat bagus.Hampir 200 tahun setelah peristiwa game pertama, Space Marine 2 dibuka dengan Titus diizinkan untuk kembali ke Ultramarines dengan penurunan pangkat setelah dianggap bersih. Tanpa istirahat, Titus segera diterjunkan ke dalam misi panjang yang berawal dari serangan Tyranid ke sebuah tata surya lokal.
Space Marine 2 membawa pemain dan Titus ke dalam Perang Tirani Keempat. Tidak tanpa misteri, masa lalu Titus pada seri pertamanya perlahan-lahan dibahas walau tidak menyeluruh. Ini memberikan elemen penting terhadap cerita dan rasa kecurigaan rekan setim terhadapnya.

Sama seperti pendahulunya, pertarungan di Space Marine 2 adalah perpaduan antara aksi tembak menembak sudut pandang orang ketiga dan hack-and-slash. Merobek Tyranids dan mencabik Chaos Space Marines, membuat suasana pertarungan jarak dekat lebih sadis dan seru dari seri pertama.
Ini termasuk animasi ketika musuh meledak dan memproyeksikan darah merah ke langit seperti air mancur akibat setiap pukulan senjata jarak dekat. Untuk jarak jauh, Titus bisa memanfaatkan senjata standar khas dunia Warhammer 40.000: Boltgun. Ada juga Melta dan Plasma Pistol yang menawarkan daya rusak yang lebih baik, tetapi harus ditebus dengan kecepatan menembak atau jumlah amunisi yang sedikit.
Menghadapi Tyranids membuat para Ultramarines di sini seperti pahlawan super. Jumlah lawan yang masif seringkali membuat saya merasa mustahil untuk mengalahkan mereka. Namun, Ultramarines adalah pasukan khusus dengan kekuatan yang luar biasa, dan Titus beserta timnya tak pernah punya rasa takut untuk menghadapi kawanan Hormagaunts.

Tidak bisa diremehkan, kemunculan mereka biasanya dibarengi dengan musuh yang lebih kuat Tyranid Warriors, Zoanthropes, dan Lictors. Beberapa musuh ini bisa dibilang sama kuatnya dengan Ultramarines, oleh karena itu Titus harus menggunakan strategi yang apik. Salah satu caranya adalah dengan menangkis serangan pada momen yang tepat agar bisa melancarkan serangan balasan dengan damage yang lebih besar.
Desain level Space Marine 2 juga cukup linier. Kadang-kadang ada momen di mana kita dapat menjelajah keluar dari jalur terpencil untuk menemukan log audio dan persediaan. Rute setiap level biasanya cukup mudah, walau tidak selalu terasa seperti itu.
Rancangan setiap level memastikan bahwa kita seperti bagian kecil dari perang yang jauh lebih besar. Baik itu pertempuran intens yang berkecamuk di latar belakang hingga cara kelompok Gargoyle menyelimuti langit, dunia selalu terasa hidup, bahkan ketika kematian terjadi di sekitarnya, ini semakin diperkaya oleh pembangunan dunia dan desain lingkungan game.

Dari kota metropolitan Avarax yang membentang di planet, tempat menara megah tampak membubung ke luar angkasa, hingga interior gothic dari planet pemakaman Demerium, dan hutan Kadaku yang lebat dan menindas, setiap bingkai Space Marine 2 dibuih dengan perhatian pada detail terkecil.
Cadian sering berlutut dan berbicara dengan bisikan diam saat kita mendekat, Cogitator retro-futuristik berputar hidup di atas Battle Barge, dan jika teliti, kita juga akan melihat Komisaris memberikan hukuman kepada tentara yang dinyatakan bersalah karena pengecut.
Selain cerita utama, terdapat PvE Space Marine 2. Sepanjang kampanye, Titus akan mengeluarkan perintah ke regu sekunder Ultramarine, dengan misi mereka terjadi bersamaan dengan misi Titus.
Mode operasi saat ini terdiri dari enam misi ini, dan pada mode inilah tim kedua dan ketiga pada cerita utama muncul. Ini membuat mereka juga penting secara narasi. Namun, ada baiknya untuk memainkan mode PvE setelah cerita utama selesai. Tujuannya adalah untuk mencegah spoiler. Pada mode ini juga kita bisa memilih kelas Ultramarines lebih spesifik.


Total ada enam kelas unik, mulai dari Sniper hingga kelas Assault yang dilengkapi jump-pack. Masing-masing memiliki akses ke berbagai macam senjata, fasilitas, dan kemampuan tertentu. Saya sendiri menyukai Assault, yang menggunakan palu besar yang dapat menghantam musuh dalam jumlah masif.
Serangannya juga dapat mengalahkan lawan dengan level yang lebih tinggi secara cepat. Kelas lain juga memiliki kemampuan yang dapat membantu rekan satu tim dalam pertempuran, seperti Bulwark yang memegang pedang dan perisai, yang dapat menempelkan banner untuk memulihkan armor ke anggota regu di dekatnya.

Kita dapat memainkan mode Campaign dan Operation dengan maksimal dua pemain lain, tetapi variasi kelas memastikan bahwa Operation adalah pengalaman co-op yang jauh lebih menarik. Ketika salah satu mode dimainkan solo, bot menenmani kita lumaya kompeten.
Mereka dapat bertahan dan menyerang, serta mengerahkan kemampuan kelas mereka kapan pun mereka bisa. Space Marine 2 jelas merupakan game yang lebih baik dengan teman-teman, dan juga baik untuk dimainkan sendirian. Jangan lupa juga untuk mencoba mode PvP yang mempertemukan 6 pemain dalam satu map untuk saling mengalahkan.
Kesimpulan
Warhammer 40.000: Space Marine 2 bisa dibilang hampir sempurna. Dengan Campaign yang berisi, mode PvE dan PvP yang lumayan bagus, ada potensi ratusan jam gameplay di sini. Jauh lebih menyenangkan bermain ini secara kooperatif dengan teman.
Untuk konten tambahannya sendiri, pihak Saber Interactive sudah memiliki roadmap untuk 12 bulan ke depan yang menambahkan lebih banyak lagi dalam hal kosmetik, senjata, mode, dan banyak lagi.
| PLATFORM: | PC, PS5, Xbox Series X/S, |
| DEVELOPER: | Saber Interactive |
| PUBLISHER: | Focus Entertainment |
| TANGGAL RILIS: | 9 September 2024 |
| GENRE: | Third-Person Shooter, Hack and Slash |
- Jumlah musuh masif dan seru
- Pertempuran intensif dan sesuai fantasy Warhamme 40K
- Pilihan senjata lengkap
- Dunia permainan dan grafis bagus
- Cerita epik
- Akses ke perk saat mode Operations kurang fleksibel
(MMI)
Shin Megami Tensei V: Vengeance, Dunia Kelam Tapi Seru
Ia merupakan pembaruan dari judul yang pernah dirilis pada tahun 2021. [800] url asal
#review-game-indonesia #games #shin-megami-tensei-v-vengeance #review-shin-megami-tensei-v-vengeance
(MedCom) 08/07/24 16:58
v/10093828/
Jakarta: Shin Megami Tensei bagi saya adalah franchise game baru. Banyak orang yang telah memainkan seri ini sejak era konsol PS2. Masuk era sekarang, Shin Megami Tensei V: Vengeance merupakan seri terbaru yang tidak sepenuhnya baru. Ia merupakan pembaruan dari judul yang pernah dirilis pada tahun 2021.Penambahan kata Vengeance memastikan ia mendapatkan beberapa pembaruan dari aspek konten, sementara grafisnya tak berbeda dengan versi yang sudah meluncur secara eksklusif di Nintendo Switch. Saya awalnya sempat bingung saat mulai memainkannya, karena monster yang ada semuanya tak berbeda dari seri Persona. Ternyata SMT sangat berbeda. Begini review Shin Megami Tensei V: Vengeance.
Pada awal permainan, kita akan dihadapkan pada dua pilihan Canon: versi Original atau Vengeance. Memilih Vengeance akan mengaktifkan cerita terbaru, dan sang narator akan menjelaskan pada Canon ini bahwa akan muncul kekacauan akibat sebuah jiwa terlarang.

Pertama kali melihat nuansa dunianya, sangat jelas Shin Megami Tensei V: Vengeance menawarkan kesan yang kelam dan dunia yang penuh rasa ketakutan. Ini mungkin karena latar belakang cerita utama yang mengisahkan perselisihan antara Surga dan Neraka atau Heaven dan Hell, dengan manusia yang berada di tengah pertempuran ini. Untungnya, manusia tidak sendirian, dipimpin oleh malaikat agung yang menganggap diri mereka paling benar, beberapa manusia punya kemampuan untuk menghadapi serbuan iblis, yang dipimpin oleh Qadistu.
Qadistu terdiri dari 4 monster yang punya misi atau agenda tersendiri, berhubungan dengan hal terlarang yang selama ini disegel oleh Sang Pencipta. Hal terlarang ini bernama Pengetahuan (Knowledge), menyimpan rahasia sekaligus asal muasal perselisihan antara Heaven dan Hell. Dari penjelasan singkat ini, tergambarkan bahwa Shin Megami Tensei V: Vengeance punya nuansa yang sangat religius. Jangan terlalu khawatir karena sepanjang permainan kita tidak akan bertemu dengan ayat-ayat dari agama tertentu. Justru kita akan melihat sosok malaikat atau iblis dengan postur atau perawakan fantasi yang tidak wajar.


Penggambaran dunia Shin Megami Tensei V: Vengeance memang cukup kelam, didominasi oleh warna gelap seperti langit di salah satu wilayah Tokyo yang tak pernah cerah. Dalam konteks SMT, monster bisa mengakses dunia manusia dengan mudah, ditambah perseteruan akibat bangsa iblis ingin mengambil jiwa manusia sebanyak mungkin. Selain Tokyo tempat tinggal karakter utama, kita akan diajak untuk menjelajah dunia paralel yang tak lain adalah panggung utama game ini.
Setiap peta permainan menggunakan nama depan Da’at, dan terdiri dari beberapa distrik di Tokyo. Dunia paralel ini merupakan gambaran masa lalu saat pertempuran besar terjadi. Setiap Da’at berukuran cukup luas, bebas untuk dijelajah, dan beberapa lokasi ada baiknya dikunjungi belakangan saat level kita lebih kuat. Satu hal yang penting dari setiap Da’at adalah pemandangan indah yang luas dan punya karakteristik masing-masing. Di sisi lain, beberapa bagian wilayah Da’at rasanya terlalu kosong.
Sementara Persona sangat bisu, para monster di dalam SMT lebih punya akal dan banyak bersuara. Beberapa monster tak perlu kita taklukan, mereka seringkali hanya mengajak interaksi atau memberikan misi sampingan. Misi sampingan atau side quest ini jumlahnya sangat banyak, dan beberapa diantaranya tidak bisa langsung selesai. Ada baiknya untuk mengambil side quest ini karena memberikan banyak sekali experience point. Shin Megami Tensei V: Vengeance juga memungkinkan kita menggabungkan monster demi menciptakan varian baru.


Terdapat beberapa monster spesial yang tercipta menggunakan tiga monster khusus. Cara untuk mendapatkan monster ini juga mudah, dalam setiap pertarungan kita bisa mengajak negosiasi agar bisa bergabung. Beberapa monster yang menjadi anggota party pemain juga sesekali akan mengajak ngobrol di tempat aman bernama Demon Haunt, yang hasilnya memberikan motivasi dan meningkatkan status levelnya. Menggabungkan monster juga dapat mewarisi skill sesuai pilihan kita. Sangat penting untuk memiliki beberapa monster companion dengan spesialisasi dan elemen khusus agar serangan sangat variatif.
Sistem bertarung Shin Megami Tensei V: Vengeance adalah turn-based, yang berarti menyerang secara bergiliran. Sebagai Nahobino yang tampilannya seperti pahlawan super, pemain akan punya peluang untuk menyerang lebih banyak memanfaatkan status karakter dan menyerang dengan elemen kelemahan dari sang lawan. Satu serangan khusus bernama Magatsuhi akan memberikan buff atau daya serang yang meningkat jauh, dan penggunaannya bisa berkali-kali dalam satu pertarungan. Untuk sebagian orang, ini mungkin akan memudahkan permainan.

Serangan yang memberikan efek weakness dan critical memungkinkan satu aksi tambahan, dengan maksimal hingga dua kali serangan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah hanya anggota party manusia yang dapat menggunakan item, seperti untuk menyembuhkan HP atau menyerang dengan Gem dan Shard. Sedangkan monster berfokus pada serangan menggunakan skill.
Kesimpulan
Sebagai pemain baru, saya sangat menyukai Shin Megami Tensei V: Vengeance. Satu perbedaan yang sangat terasa dengan Persona adalah dunianya yang lebih kelam dan cara hidup manusia di dalamnya yang lebih keras. Meskipun begitu, ia mampu menyediakan cerita yang keren, dunia permainan yang luas dan bikin penasaran untuk dijelajahi, serta sistem fusion yang membuat kita semangat untuk membuka berbagai kemungkinan monster yang tercipta.
- Dunia Da'at luas
- Banyak kemungkinan fusion monster
- Cerita seru
- Pilihan monster sangat banyak
- Side quest punya manfaat
- Beberapa sisi Da'at terasa sepi
(MMI)