KOMPAS.com – Berkunjung ke pantai lalu bermain air dan ombak, memang merupakan aktivitas yang menyenangkan.
Namun, ada bahaya yang mengintai di balik keseruan bermain ombak di pantai, yakni rip current.
Arus ini adalah aliran air yang menjauh dari pantai menuju tengah laut. Wisatawan yang terseret rip current bisa tenggelam dan meninggal dunia apabila tidak segera diselamatkan.
Dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rip current terbentuk saat adanya pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai, sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan tinggi.
Kasus wisatawan tenggelam karena terseret rip current kerap terjadi di kawasan pantai selatan Jawa, seperti Parangtritis.
Berikut ini yang harus dilakukan jika Anda terjebak dalam rip current, dilansir dari CNN Travel:
Tetap tenang. Rip current tidak menarik Anda ke bawah air, tetapi membawa Anda menjauh dari pantai (tetap di permukaan).
Jangan berenang melawan arus. Cobalah melarikan diri dengan berenang keluar menyamping lalu mengikuti garis pantai. Anda mungkin bisa keluar dari arus dengan mengapung berenang dan mengikuti arus keluar.
Jika Anda dalam kesulitan, teriak dan lambai untuk meminta bantuan.
National Oceanic and Atmospheric Administration Penjelasan fenomena RIP Current.
Keterampilan dasar berenang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan diri dari rip current, sehingga Anda tetap bisa mengapung atau berenang keluar arus dan kembali ke pantai.
Jika Anda tidak terlatih, jangan coba-coba menyelamatkan orang yang terseret arus. Cari penjaga pantai untuk melakukan penyelamatan.