#30 tag 24jam
Prediksi Bullish XRP: Bisa Seperti Lonjakan Besar Tahun 2017-2018
Analis popular prediksi XRP akan alami breakout bullish besar, mirip lonjakan 2017-2018. Komunitas kripto beri tanggapan beragam. [470] url asal
#harga-xrp #prediksi-xrp #ripple #xrp
(BlockChain-Media) 20/10/24 11:00
v/16737442/
Dalam beberapa hari terakhir, Koin Ripple XRP telah menjadi salah satu altcoin yang paling banyak dibicarakan di pasar kripto. Berdasarkan prediksi dari Javon Marks, seorang analis kripto yang popular, XRP tampaknya berada di ambang pergerakan bullish besar.
Menurut Marks, pola Relative Strength Index (RSI) yang telah terkonfirmasi mengindikasikan adanya potensi breakout bullish dari Pola Pennant yang telah terbentuk hampir selama 7 tahun.
Breakout ini diprediksi bisa menghasilkan pergerakan yang mirip dengan lonjakan dinamis XRP pada tahun 2017-2018.
“Pola RSI yang telah terkonfirmasi menunjukkan potensi breakout bullish dari pola Pennant yang terbentuk selama hampir tujuh tahun. Pergerakan bullish ini bisa serupa dengan reli XRP pada 2017-2018,” ujar Javon Marks dalam sebuah tweet.

Analisis optimis ini memicu berbagai tanggapan di platform X (sebelumnya Twitter). Beberapa pengguna mendukung prediksi bullish XRP dari Marks dan tetap optimis terhadap potensi XRP, sementara yang lain merasa skeptis.
Salah satu pengguna X yang mendukung pandangan optimis ini berkomentar bahwa XRP masih memiliki potensi besar di masa depan, terutama setelah melalui beberapa tantangan regulasi yang dihadapi Ripple.
Namun, ada juga suara yang lebih pesimis. Salah satu pengguna X yang menggunakan nama akun anonim bahkan menyatakan keyakinannya bahwa XRP akan kehilangan tempatnya di jajaran koin kripto papan atas.
Dia mengatakan bahwa Dogecoin, yang juga merupakan salah satu altcoin popular, kemungkinan besar akan melampaui XRP dalam kapitalisasi pasar selama siklus pasar kripto ini.
“Dogecoin akan melampaui XRP dalam kapitalisasi pasar secara permanen di siklus ini, dan saya juga yakin XRP tidak akan lagi menjadi salah satu dari 10 koin teratas. Jika Anda memiliki XRP, sebaiknya potong kerugian Anda dan cari aset yang lebih baik kinerjanya,” ujar salah satu pengguna X yang skeptis.
Sementara beberapa analis melihat XRP masih memiliki ruang untuk tumbuh, ada yang khawatir bahwa pasar mungkin telah bergerak terlalu jauh dari dominasi XRP.
Ripple dan Berita Terbaru Mengenai XRPSelain prediksi teknikal untuk XRP, Ripple sendiri telah membuat beberapa langkah strategis yang memperkuat kehadirannya di pasar kripto global.
Baru-baru ini, Ripple mengumumkan kemitraan baru dengan beberapa institusi keuangan besar, yang akan meningkatkan adopsi XRP sebagai solusi likuiditas untuk pembayaran lintas batas.
Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses transaksi dan menurunkan biaya pengiriman uang internasional.
Selain itu, Ripple juga terus menghadapi tantangan hukum dari SEC AS. Meskipun pengadilan sempat memberikan keputusan yang sebagian menguntungkan Ripple, ketidakpastian regulasi masih menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi pergerakan harga XRP di masa depan.
Namun, banyak investor yang optimis bahwa kemenangan penuh di pengadilan akan menjadi katalis besar untuk kenaikan harga XRP.
Dengan analisis teknikal yang menjanjikan dan langkah-langkah strategis Ripple di pasar global, XRP tampaknya berada di persimpangan penting dalam perjalanan kriptonya.
Apakah XRP akan kembali ke kejayaannya seperti di tahun 2017-2018, atau justru akan tergeser oleh altcoin lain seperti Dogecoin, ini masih menjadi topik perdebatan panas di kalangan investor kripto. [st]
Ripple Gandeng Beberapa Bursa dan Mitra untuk Peluncuran RLUSD di Ethereum dan XRPL
Ripple perkenalkan RLUSD dengan dukungan dari bursa kripto terkemuka, siap meluncur di XRP Ledger dan Ethereum. [434] url asal
(BlockChain-Media) 16/10/24 11:30
v/16547253/
Ripple telah mengumumkan kerja sama dengan beberapa platform dan bursa kripto terkemuka untuk peluncuran stablecoin barunya, RLUSD.
Stablecoin ini direncanakan akan hadir di jaringan XRP Ledger dan Ethereum, membuka akses bagi pengguna untuk bertransaksi menggunakan aset yang dipatok dengan nilai US$1.
Stablecoin anyar ini juga didukung oleh simpanan dolar AS, obligasi jangka pendek pemerintah AS, dan aset setara kas lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Ripple untuk memperkuat posisinya dalam pasar stablecoin yang terus berkembang.
Peluncuran RLUSD dan Dukungan MitraDalam upaya memastikan likuiditas, Ripple menggandeng beberapa bursa terkemuka, termasuk Uphold, Bitstamp, Bitso, MoonPay, Independent Reserve, CoinMENA dan Bullish. Mitra ini akan memainkan peran penting dalam menyediakan akses dan kemudahan transaksi bagi pengguna RLUSD.
Selain itu, market maker seperti B2C2 dan Keyrock akan berperan dalam menyediakan likuiditas yang stabil di pasar.
Stablecoin RLUSD akan mendukung transaksi lintas batas dan penggunaan dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang semakin banyak diminati.
“RLUSD bertujuan untuk menyediakan stabilitas nilai dengan dukungan penuh dari cadangan dolar AS,” ujar seorang perwakilan Ripple.
Dukungan ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan bagi pengguna dalam bertransaksi, terutama di tengah volatilitas pasar kripto.
Pengujian Beta dan Persetujuan RegulasiSaat ini, RLUSD masih dalam tahap pengujian beta dengan mitra-mitra Ripple. Stablecoin ini belum tersedia untuk pembelian atau perdagangan publik karena masih menunggu persetujuan dari otoritas regulasi.
Ripple mengingatkan pengguna untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mungkin mengklaim menawarkan akses awal ke RLUSD.
Sebagai bagian dari transparansi, Ripple juga berkomitmen untuk menerbitkan laporan bulanan dan mengaudit cadangan RLUSD melalui firma akuntansi independen. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap RLUSD sebagai stablecoin yang aman dan transparan.
“RLUSD masih dalam fase pengujian dan membutuhkan persetujuan regulasi sebelum dapat digunakan secara luas,” ujar perwakilan Ripple.
Manfaat dan Tantangan di Pasar StablecoinPeluncuran RLUSD menempatkan Ripple dalam persaingan langsung dengan stablecoin terkemuka lainnya seperti USDT dan USDC, yang saat ini mendominasi pasar stablecoin global dengan pangsa lebih dari 90 persen.
Keberadaan RLUSD diharapkan dapat memperluas pilihan bagi pengguna dan menciptakan ekosistem yang lebih beragam, baik di jaringan XRP Ledger maupun Ethereum.
Ripple berharap RLUSD dapat terintegrasi dengan solusi pembayaran lintas batas mereka, seiring dengan rencana perluasan penggunaan di berbagai aplikasi DeFi dan pasar kripto lainnya.
Penggunaan stablecoin dalam pembayaran lintas batas dapat menjadi solusi untuk mempercepat transaksi dan mengurangi biaya yang sering menjadi hambatan dalam sistem keuangan tradisional.
Namun, perjalanan RLUSD tidak tanpa tantangan. Ripple harus menghadapi hambatan regulasi dari berbagai yurisdiksi, termasuk tuduhan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait aset digital yang tidak terdaftar.
Meskipun Ripple telah mencapai kesepakatan terkait denda dengan SEC, regulasi tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam peluncuran stablecoin ini. [st]
Ripple Mencetak 4,5 Juta RLUSD dalam Sehari, Siap Dominasi Stablecoin
Ripple mencetak 4,5 juta RLUSD stablecoin dalam sehari, siap mendobrak pasar kripto dengan fitur inovatif. [493] url asal
(BlockChain-Media) 15/10/24 10:00
v/16494325/
Ripple telah mengambil langkah besar dalam usahanya untuk memperkuat posisinya di pasar stablecoin.
Berdasarkan data dari Etherscan, hanya dalam waktu 24 jam, perusahaan tersebut berhasil mencetak 4,5 juta RLUSD, stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS, yang sedang dalam tahap pengujian.
Pencetakan ini terjadi di RLUSD Treasury, dan batch tambahan sebesar 260.000 RLUSD juga ditambahkan, sehingga total mencapai 4,76 juta RLUSD. Langkah ini menunjukkan kesiapan Ripple untuk meluncurkan stablecoin ini dalam skala yang lebih luas pada akhir tahun 2024.
Pengujian RLUSD di XRP Ledger dan EthereumSejak Agustus 2024, Ripple telah menguji RLUSD di jaringan XRP Ledger dan Ethereum. Stablecoin ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam transaksi lintas batas dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi.
Pencetakan besar-besaran ini merupakan bagian dari fase beta yang lebih luas, di mana Ripple sedang memastikan RLUSD dapat memenuhi standar keamanan dan efisiensi tertinggi.
Setelah lolos dari tahap pengujian dan mendapatkan persetujuan regulasi, stablecoin ini diharapkan mampu bersaing dengan pemain besar lainnya seperti Tether.
Manfaat Utama RLUSD: Menggunakan XRP sebagai Auto-BridgeSalah satu inovasi utama dari RLUSD adalah penggunaannya bersama XRP sebagai auto-bridge asset. Fitur ini memungkinkan RLUSD menjadi lebih likuid dan efisien dalam hal transaksi lintas blockchain.
Auto-bridge ini juga diharapkan mampu mempermudah konversi RLUSD ke aset lainnya, meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi biaya, terutama dalam konteks pembayaran lintas batas. Fitur ini menjadikan RLUSD tidak hanya sebagai stablecoin biasa, tetapi juga alat yang sangat kuat untuk transaksi global.
Langkah Ripple ini dipandang sebagai strategi untuk memanfaatkan jaringan XRP Ledger dan Ethereum secara maksimal, memberikan solusi kripto yang lebih mudah diakses dan terjangkau bagi pengguna di seluruh dunia.
Tantangan dan Peluang di Pasar StablecoinMeskipun RLUSD sedang dalam fase pengujian, Ripple tetap menghadapi tantangan besar. Persaingan di pasar stablecoin sangat ketat, dengan Tether dan USD Coin (USDC) yang sudah mapan dan memiliki pangsa pasar signifikan.
Namun, Ripple optimis bahwa dengan integrasi auto-bridge XRP dan fokus pada keamanan serta kecepatan transaksi, RLUSD dapat menawarkan alternatif yang lebih baik.
Selain itu, potensi gangguan dari kasus hukum yang sedang berlangsung dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) masih menjadi risiko besar bagi Ripple.
Kasus ini telah menyoroti status XRP sebagai sekuritas, meskipun pengadilan memutuskan sebagian kemenangan untuk Ripple pada Juli 2023. Kendati demikian, Ripple tetap maju dengan proyek stablecoin-nya dan memperluas jangkauan operasinya.
Dampak pada Harga XRPSelain memperkuat posisinya di pasar stablecoin, pencetakan besar RLUSD ini juga diharapkan memiliki dampak positif pada harga XRP.
Seperti yang terjadi pada Ethereum ketika stablecoin DAI diluncurkan, peningkatan penggunaan stablecoin biasanya membawa peningkatan likuiditas ke jaringan blockchain yang mendukungnya. Beberapa analis memperkirakan bahwa peluncuran RLUSD dapat memicu lonjakan harga XRP.
Dalam beberapa hari terakhir, harga XRP telah menunjukkan tren stabil, dengan formasi pola grafik yang menunjukkan potensi breakout.
Jika harga berhasil menembus resistensi di sekitar US$0,626, peningkatan hingga 9 persen bisa terjadi. Namun, sebaliknya, jika terjadi koreksi, harga dapat kembali ke support di kisaran US$0,568 hingga US$0,573. [st]
Whale Ripple Borong US$40 Juta XRP, Harga Bakal Naik Signifikan?
Whale Ripple beli lebih dari US$40 juta XRP dalam beberapa hari terakhir. Apa arti dari aktivitas ini untuk harga XRP ke depan? [247] url asal
(BlockChain-Media) 13/10/24 10:07
v/16394216/
Dalam beberapa hari terakhir, para whale Ripple telah mendapat sorotan setelah melakukan pembelian besar, mengakumulasi XRP senilai puluhan juta dolar AS.
“Whale telah membeli US$40 juta XRP dalam 48 jam terakhir,” ujar analis on-chain Ali Martinez dalam sebuah tweet.
Pembelian ini menunjukkan aktivitas yang intens di kalangan investor besar XRP, yang sering kali menjadi indikator penting bagi kondisi pasar kripto. Pergerakan whale yang terus membeli XRP dalam jumlah besar bisa menjadi tanda positif bagi masa depan aset ini, terutama jika permintaan terus meningkat.
Beberapa prediksi menunjukkan bahwa XRP dapat mencapai lonjakan besar jika berhasil melewati level resistensi tertentu.
Selain itu, dengan semakin banyaknya institusi keuangan dan proyek kripto yang mengadopsi teknologi Ripple, ada optimisme bahwa XRP akan terus berkembang sebagai aset yang relevan di pasar kripto global.
Adanya dukungan dari berbagai lembaga ini membantu memperkuat ekosistem Ripple, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap XRP.
Apa Arti Pembelian Whale XRP bagi Investor Ritel?Bagi investor ritel, aktivitas whale dapat menjadi petunjuk yang berguna dalam mengambil keputusan investasi.
Meskipun investor ritel mungkin tidak memiliki akses ke informasi pasar yang sama dengan whale, mengikuti pola pembelian whale bisa memberikan wawasan mengenai tren jangka pendek hingga menengah.
Jika whale terus mengakumulasi XRP, ini bisa menjadi sinyal bahwa mereka mengantisipasi kenaikan harga yang signifikan dalam beberapa waktu mendatang.
Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto terkenal dengan volatilitasnya yang tinggi, dan meskipun aktivitas whale dapat memberikan indikasi positif, tetap ada risiko yang harus diperhatikan oleh setiap investor. [st]
Ripple Tawarkan Kustodian Kripto Aman dengan Integrasi XRP Ledger
Ripple menawarkan solusi kustodian kripto aman, mendukung tokenisasi aset dan layanan trading melalui XRP Ledger. [584] url asal
#ripple #ripple-custody #xrp-ledger #xrpl
(BlockChain-Media) 11/10/24 10:30
v/16297855/
Ripple belum lama ini telah mengumumkan peluncuran solusi penjagaan aset digital yang inovatif, Ripple Custody, yang ditujukan untuk lembaga keuangan dan perusahaan fintech.
Dengan integrasi ke XRP Ledger (XRPL), solusi ini memungkinkan institusi untuk menyimpan, mengelola dan memperdagangkan aset kripto dengan aman dan efisien.
Peluncuran ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan penjagaan aset digital yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan investasi di sektor kripto dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).
Fitur-Fitur Unggulan Ripple CustodyRipple Custody hadir dengan berbagai fitur baru yang dirancang untuk memberikan layanan penjagaan kelas bank yang aman dan sesuai dengan standar kepatuhan global. Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan untuk melakukan tokenisasi aset, baik itu dalam bentuk mata uang fiat, kripto, atau aset dunia nyata.
Dengan tokenisasi, lembaga keuangan dapat mengelola aset-aset ini secara digital dan melakukan transfer dengan cepat menggunakan XRP Ledger, yang menawarkan biaya transaksi rendah melalui platform desentralisasi mereka.
“Dengan fitur-fitur baru, Ripple Custody memperluas kemampuannya untuk melayani bisnis kripto dan fintech yang sedang berkembang pesat dengan penyimpanan aset digital yang aman dan terukur,” ujar Wakil Presiden Senior Produk di Ripple, Aaron Slettehaugh, dilansir dari CNBC.
Selain itu, platform ini dilengkapi dengan modul keamanan perangkat keras berbasis AWS Cloud (HSM) untuk memastikan keamanan data, serta integrasi layanan penyaringan transaksi melalui sistem pemantauan risiko.
Sistem ini memungkinkan pengguna untuk memantau transaksi secara real-time dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Hal ini sangat penting bagi bank dan fintech yang perlu menjaga reputasi mereka di tengah pengawasan ketat terhadap kegiatan keuangan digital.
Meningkatkan Keamanan dan SkalabilitasPeluncuran Ripple Custody juga menandai langkah signifikan Ripple dalam memperkuat posisinya di pasar penjagaan aset digital yang diperkirakan akan mencapai nilai US$16 triliun pada tahun 2030.
Dengan peningkatan permintaan terhadap penyimpanan kripto yang aman, Ripple menawarkan platform yang tidak hanya aman tetapi juga dapat diskalakan sesuai dengan pertumbuhan bisnis.
Selain itu, Ripple Custody menawarkan kerangka kebijakan operasional yang telah dikonfigurasi sebelumnya, memudahkan lembaga keuangan untuk mengimplementasikan dan mengelola sistem ini.
Dengan kemampuan integrasi yang luas, Ripple membantu institusi untuk memperluas layanan mereka, terutama di pasar kripto yang terus berkembang. Platform ini juga memungkinkan perdagangan aset token dengan biaya yang lebih rendah melalui decentralized exchange (DEX) yang sudah ada di XRP Ledger.
Dampak Besar bagi Industri KeuanganSolusi kustodian ini tidak hanya diperuntukkan bagi institusi besar seperti bank, tetapi juga terbuka untuk perusahaan fintech yang sedang berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak lembaga keuangan tradisional mulai melihat potensi besar dari penyimpanan aset digital.
Dengan adanya regulasi yang lebih ketat dan meningkatnya ekspektasi pelanggan terkait keamanan, Ripple Custody diharapkan dapat menjadi solusi yang menarik bagi institusi yang ingin berpartisipasi dalam ekosistem digital tanpa mengorbankan keamanan.
Perlu dicatat bahwa Ripple Custody telah mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 250 persen dari tahun ke tahun.
Beberapa bank besar seperti DBS, Societe Generale-FORGE dan BBVA Swiss sudah menggunakan layanan ini untuk mengamankan aset digital mereka. Layanan ini tidak hanya beroperasi di AS, tetapi juga di negara-negara seperti Jerman, Prancis, Inggris, Singapura dan Hong Kong.
Meski begitu, tantangan masih ada di depan, terutama terkait dengan regulasi yang berbeda di setiap negara.
Namun, Ripple telah menyiapkan infrastruktur yang sesuai dengan standar global dan terus mengembangkan fitur baru, seperti integrasi dengan penyedia kepatuhan tambahan yang diharapkan akan tersedia secara umum pada awal 2025.
Solusi ini tidak hanya meningkatkan akses ke likuiditas tetapi juga memperkuat peran Ripple sebagai pemimpin dalam teknologi keuangan digital.
Dengan semakin banyaknya lembaga yang mulai memperdagangkan aset kripto dan tokenisasi aset dunia nyata, Ripple Custody memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan ekosistem kripto di masa depan. [st]
Palau Luncurkan Stablecoin dengan Ripple, Dukung Ekonomi Digital
Palau berkolaborasi dengan Ripple untuk meluncurkan stablecoin yang dipatok dolar AS untuk mendorong transaksi dan inklusi keuangan. [537] url asal
(BlockChain-Media) 10/10/24 11:00
v/16243546/
Pemerintah Palau terus memimpin inovasi di kawasan Pasifik dengan peluncuran Palau Invest, sebuah platform obligasi tabungan digital berbasis blockchain yang bekerja sama dengan perusahaan Jepang, Soramitsu, dan hadirkan stablecoin dengan menggandeng Ripple.
Langkah ini tidak hanya menandai kemajuan teknologi keuangan di negara tersebut, tetapi juga menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan warga secara langsung dalam pendanaan proyek infrastruktur domestik.
Peluncuran Palau Invest bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi warga Palau untuk berinvestasi dalam proyek-proyek penting seperti pembangunan perumahan, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), serta infrastruktur transportasi seperti jalan raya.
Dengan sistem berbasis blockchain, setiap warga yang memiliki smartphone akan dapat membeli obligasi tabungan melalui aplikasi yang mudah digunakan.
“Inisiatif ini akan mendukung penciptaan lapangan kerja, mempercepat pembangunan ekonomi dan memperluas peluang bisnis di seluruh negeri,” ungkap Presiden Palau, Surangel Whipps Jr.
Infrastruktur ini didukung oleh teknologi blockchain Hyperledger Iroha 2, yang memberikan transparansi dan keamanan dalam transaksi obligasi. Melalui penggunaan teknologi ini, diharapkan partisipasi warga dalam program ini akan tumbuh pesat, karena mereka dapat dengan mudah mengakses obligasi digital tersebut.
Proyek ini juga mencerminkan langkah maju dalam transformasi digital di sektor keuangan Palau, dengan bantuan teknis dari pemerintah Jepang.
Kolaborasi dengan Ripple untuk StablecoinSelain program obligasi tabungan digital, Palau juga bekerja sama dengan Ripple untuk meluncurkan Palau Stablecoin (PSC) yang dipatok dengan nilai US$1. Stablecoin ini diharapkan akan membantu meningkatkan stabilitas moneter dan mempercepat transaksi keuangan di Palau.
Diluncurkan sebagai bagian dari proyek kolaboratif sejak tahun 2021, stablecoin ini sekarang sedang dalam fase uji coba yang melibatkan ratusan karyawan pemerintah serta beberapa pedagang lokal.
Stablecoin ini berjalan di XRP Ledger, sebuah platform blockchain yang dikenal dengan efisiensi dan ramah lingkungan.
Dengan dukungan dari Ripple, Palau dapat mengelola siklus hidup stablecoin ini secara holistik, mulai dari distribusi hingga transaksi, serta menjamin bahwa nilai stablecoin tetap stabil dengan cadangan dolar AS yang setara.
Pemerintah Palau juga berharap bahwa adopsi stablecoin ini akan membantu mengurangi biaya transaksi bagi warganya, mempercepat transaksi, dan mendorong inklusi keuangan.
Dampak Ekonomi dan Inovasi KeuanganPeluncuran Palau Invest dan stablecoin PSC membawa berbagai manfaat bagi warga dan pemerintah Palau. Selain memberikan akses mudah ke obligasi tabungan digital, proyek ini juga memperkuat sistem keuangan negara.
Dengan adanya stablecoin yang terintegrasi dalam ekosistem keuangan digital, biaya transaksi diharapkan dapat berkurang signifikan, yang pada akhirnya dapat mengurangi ketergantungan Palau pada sistem perbankan konvensional berbasis AS.
Selain itu, proyek ini memungkinkan pemerintah untuk mengumpulkan dana secara lokal untuk proyek infrastruktur, tanpa harus bergantung pada pendanaan eksternal. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya menguntungkan dari segi ekonomi, tetapi juga memberikan kemandirian finansial yang lebih besar bagi negara.
Keberhasilan program-program blockchain ini berpotensi menjadikan Palau sebagai model bagi negara-negara kecil lainnya yang ingin memanfaatkan teknologi untuk mendukung perkembangan ekonomi.
Dengan penggunaan blockchain dalam obligasi tabungan dan stablecoin, Palau menunjukkan bahwa negara dengan populasi kecil dapat memimpin dalam adopsi teknologi keuangan inovatif. Proyek-proyek ini juga sejalan dengan upaya global untuk mempromosikan keuangan digital yang inklusif dan efisien.
Palau terus menunjukkan bahwa ukuran bukanlah penghalang untuk berinovasi. Melalui penggunaan teknologi blockchain, negara ini tidak hanya meningkatkan efisiensi sistem keuangan domestik tetapi juga memberikan contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberdayakan warganya dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. [st]
Film Dokumenter XRP Unleashed Siap Tayang di November 2024
XRP Unleashed segera hadir November ini, mengupas perjalanan Ripple & tantangan hukum, eksklusif di Amazon dan Apple TV. [523] url asal
(BlockChain-Media) 07/10/24 11:00
v/16100631/
Fruition Production, sebuah studio film dan game terkemuka di Los Angeles, akan segera merilis sebuah film dokumenter blockbuster berjudul XRP Unleashed pada November 2024.
Film ini akan menyoroti perjalanan XRP, salah satu aset digital paling popular dan dampaknya pada dunia keuangan global.
Dengan rencana peluncuran di platform seperti Amazon Prime dan Apple TV, dokumenter ini diproduksi dan didistribusikan secara independen untuk menjaga kendali kreatif penuh dari pihak studio.
Fokus pada Kasus Hukum RippleFilm dokumenter ini diharapkan akan menarik perhatian luas, terutama karena fokusnya pada masalah hukum yang dihadapi oleh Ripple Labs, perusahaan di balik XRP. Ripple telah terlibat dalam pertarungan hukum dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait apakah XRP harus dianggap sebagai sekuritas.
Melalui wawancara dengan para ahli hukum, analis keuangan, dan tokoh-tokoh kripto, film ini akan memberikan pandangan mendalam tentang dampak kasus ini terhadap XRP dan industri kripto secara keseluruhan.
Salah satu aspek yang menarik adalah bahwa CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menolak untuk berpartisipasi dalam proyek ini.
Namun, Fruition Production berhasil mendapatkan wawancara dengan CTO Ripple David Schwartz, yang membahas teknologi di balik XRP dan potensinya dalam memajukan industri keuangan global.
Keputusan untuk melakukan distribusi mandiri menjadi pilihan strategis bagi Fruition Production. Menurut pihak studio, bekerja sama dengan platform besar seperti Netflix bisa melibatkan banyak perantara yang berpotensi mengurangi pesan yang ingin disampaikan.
Dengan mendistribusikan film ini secara independen, Fruition Production memastikan bahwa pesan asli tetap utuh dan dapat menjangkau audiens yang lebih luas tanpa kompromi.
Pendekatan ini juga memungkinkan mereka untuk menghindari kendala birokrasi yang sering kali memperlambat proses rilis.
Penonton akan dapat menyewa film dokumenter ini pada tahap awal rilisnya, dan studio juga mempertimbangkan untuk menjadikan film ini tersedia di platform yang didukung iklan di masa mendatang, agar lebih mudah diakses oleh khalayak luas.
Teknologi dan Aplikasi XRPXRP Unleashed tidak hanya akan mengupas kasus hukum Ripple tetapi juga akan mengeksplorasi teknologi yang mendukung XRP.
Film ini akan menjelaskan bagaimana XRP memungkinkan transfer nilai yang instan dan berbiaya rendah, yang dapat merevolusi pembayaran lintas batas.
Selain itu, film ini akan membahas potensi XRP dalam berbagai aplikasi, termasuk tokenisasi aset dan mata uang digital bank sentral (CBDC), yang saat ini menjadi topik hangat di sektor keuangan.
Selain itu, dokumenter ini diharapkan memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi oleh XRP dan Ripple dalam menghadapi regulasi yang ketat.
Dengan meningkatnya minat pada aset digital di seluruh dunia, film ini akan menjadi panduan yang komprehensif bagi mereka yang ingin memahami posisi XRP dalam ekosistem kripto global.
Reaksi dari Komunitas KriptoKabar tentang peluncuran film dokumenter ini telah menarik perhatian komunitas kripto. Banyak yang penasaran bagaimana film ini akan menggambarkan XRP dan masa depannya.
Di sisi lain, beberapa anggota komunitas kecewa karena Brad Garlinghouse tidak muncul dalam dokumenter ini, meskipun keterlibatan David Schwartz memberikan kredibilitas yang cukup untuk menjelaskan aspek teknis XRP.
Dengan trailer yang akan dirilis beberapa minggu sebelum pemutaran perdana, XRP Unleashed diperkirakan akan memicu diskusi di antara para penggemar kripto dan pengamat industri keuangan.
Bagi mereka yang mengikuti perkembangan XRP, film ini bisa memberikan perspektif baru tentang peran XRP dalam sistem keuangan masa depan, terutama di tengah berbagai tantangan hukum dan regulasi yang masih berlangsung. [st]
Ripple dan Mercado Hadirkan Solusi Pembayaran Kripto di Brasil
Ripple meluncurkan Ripple Payments di Brasil bersama Mercado Bitcoin, menghadirkan solusi pembayaran kripto cepat dan efisien. [910] url asal
(BlockChain-Media) 04/10/24 14:00
v/15963252/
Ripple, penyedia infrastruktur aset digital terkemuka, mengumumkan peluncuran Ripple Payments di Brasil. Mercado Bitcoin, bursa cryptocurrency terbesar di Amerika Latin, akan menjadi pelanggan pertama yang memanfaatkan solusi pembayaran end-to-end. Di pasar spot, harga XRP terdepak sebesar 11 persen selama sepekan terakhir.
Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kehadirannya di pasar cryptocurrency yang sedang berkembang pesat. Peluncuran ini menandai tonggak penting bagi Ripple, yang telah mengembangkan teknologi untuk memfasilitasi transaksi lintas negara dengan lebih cepat dan lebih efisien.
Dengan solusi ini, bisnis dapat memanfaatkan teknologi blockchain untuk melakukan pembayaran lintas negara dengan lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien.
Pelanggan dapat memindahkan dana di seluruh dunia 24 jam sehari, 365 hari setahun, dan menyelesaikan pembayaran dalam hitungan menit.
“Ripple Payments menawarkan kemampuan unik yang penting bagi bisnis kripto, memungkinkan mereka untuk menyederhanakan operasi, mengoptimalkan likuiditas, dan pada akhirnya meningkatkan margin melalui penyelesaian pembayaran secara real-time,” ujar Silvio Pegado, Direktur Pelaksana untuk LATAM, Kamis (03/10/2024).
Brasil dikenal sebagai salah satu pemimpin dalam pasar cryptocurrency, dengan pendekatan progresif terhadap kebijakan dan meningkatnya adopsi institusional dan pengembang. Keputusan untuk meluncurkan Ripple Payments di Brasil didorong oleh faktor-faktor ini, menjadikannya pasar yang alami untuk ekspansi.
Ripple telah membuka kantor lokal di Brasil pada tahun 2019 dan meluncurkan solusi pembayaran yang didukung cryptocurrency pertamanya di pasar tersebut bersama Travelex Bank pada tahun 2022.
Salah satu keunggulan dari solusi Ripple Payments adalah penggunaan rekening non-residen, yang memungkinkan pengguna untuk membayar langsung dalam Reais.
Ini memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan mempermudah proses pembayaran lintas negara.
“Idenya adalah untuk menyediakan transfer yang disederhanakan melalui keahlian Ripple, mitra internasional kami yang berspesialisasi dalam pembayaran lintas negara,” kata Jordan Abud, Kepala Perbankan di Mercado Bitcoin pada siaran pers tersebut, Kamis (03/10/2024).
Ripple Payments menawarkan berbagai manfaat bagi bisnis Brasil. Dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam membangun solusi untuk institusi keuangan, Ripple telah memenuhi standar regulasi, kepatuhan, dan keamanan yang ketat. Proses onboarding yang disederhanakan memungkinkan bisnis untuk dengan cepat mengintegrasikan dan memanfaatkan Ripple Payments.
Ini membantu perusahaan untuk mempercepat waktu peluncuran mereka ke pasar dan memanfaatkan jaringan keuangan global yang lebih luas melalui kripto.
Akses likuiditas 24 jam memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan likuiditas sesuai permintaan di berbagai mata uang kapan saja, sehingga memastikan transaksi yang efisien dan tepat waktu.
Mereka berkomitmen untuk memberikan layanan yang dapat diandalkan dan aman bagi klien mereka di Brasil. Keberhasilan implementasi Ripple Payments di Brasil diharapkan dapat memicu lebih banyak perusahaan untuk beralih ke solusi berbasis blockchain untuk pembayaran internasional.
Selain Brazil, mereka juga sedang merencanakan memperluas ekspansinya dengan peluncuran stablecoin terbarunya, Ripple USD (RLUSD), yang direncanakan akan diluncurkan di negara atau wilayah di luar AS yang telah memiliki lisensi.
Dalam sebuah wawancara, Presiden Ripple, Monica Long, mengungkapkan bahwa Jepang memiliki potensi besar untuk adopsi stablecoin ini. Kemenangan Ripple atas SEC sebelumnya memberikan kepastian hukum yang penting bagi industri kripto dan memungkinkan mereka untuk terus berkembang.
Dalam ekosistem Ripple, RLUSD diharapkan memainkan peran penting dalam meningkatkan likuiditas dan efisiensi transaksi. Long menyatakan bahwa stablecoin ini tidak akan menggantikan XRP, tetapi akan saling melengkapi.
Sementara XRP akan tetap digunakan untuk transaksi dengan aset berkapitalisasi pasar lebih kecil, RLUSD akan menjadi instrumen yang kuat untuk transaksi bernilai besar. Ini menunjukkan bahwa Ripple berupaya untuk menyediakan solusi yang beragam bagi klien dan pengguna mereka.
Dengan semua langkah ini, Ripple semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam ekosistem aset digital global dan berkomitmen untuk meningkatkan adopsi blockchain dan kripto di berbagai negara.
Harga XRP AnjlokHarga XRP anjlok pada hari Kamis, sehari setelah Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) mengajukan banding atas putusan pengadilan tahun 2023 yang memutuskan bahwa XRP tidak dianggap sebagai sekuritas saat dijual kepada investor ritel di bursa. Pada Jumat petang, harga kripto besutan Ripple itu anjlok 2 persen dalam 24 jam terakhir di kisaran US$0,52.
Berdasarkan data dari Coin Metrics, nilai XRP sebelumnya ambrol lebih dari 8 persen menjadi setara 53 sen. Dalam sepekan terakhir, setali tiga uang dengan kripto lain, XRP terdepak ke bawah sebesar 11 persen.

Ripple, pemegang XRP terbesar, meraih kemenangan parsial pada musim panas lalu setelah berjuang selama tiga tahun berkasus dengan SEC. Hakim Distrik AS Analisa Torres memberikan keputusan tersebut, yang dianggap sebagai kemenangan penting bagi industri kripto. Meski begitu, meskipun XRP tidak dianggap sebagai sekuritas saat dijual kepada investor ritel di bursa, XRP masih diklasifikasikan sebagai penawaran sekuritas tidak terdaftar jika dijual kepada investor institusional.
Ripple menolak memberikan komentar langsung, tetapi mengacu pada unggahan CEO Brad Garlinghouse dan Kepala Bagian Hukum Stuart Alderoty di X pada Rabu malam.
Alderoty menyatakan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding balasan dan menyebut keputusan SEC untuk banding sebagai langkah “mengecewakan, namun tidak mengejutkan.” SEC di bawah kepemimpinan Gary Gensler terkenal karena tidak memberikan panduan yang jelas bagi bisnis kripto, malah memilih untuk mengatur melalui tindakan penegakan hukum.
Gary Gensler Diduga Rekrut Pegawai Berdasarkan Afiliasi Politik di SEC
“Status XRP sebagai non-sekuritas adalah hukum yang berlaku saat ini. Dan itu tidak berubah meskipun ada banding yang salah arah. Dan membuat frustrasi ini,” kata Garlinghouse di X.
Sebelumnya pada Rabu, Bitwise Asset Management, mengajukan pendaftaran untuk ETF XRP pertama, dua hari setelah mendaftarkan produk XRP trust di Delaware. Grayscale, yang juga memiliki ETF Bitcoin (GBTC) dan Ether (ETHE), memperkenalkan produk trust serupa pada September.
XRP, yang diciptakan oleh para pendiri Ripple, adalah native crypto dari XRP Ledger, yang digunakan Ripple dalam bisnis pembayaran lintas batasnya. Ini adalah kripto terbesar kelima berdasarkan kapitalisasi pasar, tidak termasuk stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC). [dp]
SEC Naik Banding, Ripple Tetap Siap Hadapi Tantangan
SEC naik banding atas keputusan Ripple. Bagaimana langkah ini memengaruhi Ripple dan masa depan XRP dalam industri kripto global? [596] url asal
(BlockChain-Media) 03/10/24 11:30
v/15904250/
Pada 2 Oktober 2024, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) secara resmi mengajukan banding atas putusan dalam gugatan hukum mereka melawan Ripple Labs, yang dibagikan oleh mantan Jaksa Federal James K. Filan.
Gugatan yang telah berlangsung sejak Desember 2020 ini mencakup tuduhan bahwa penjualan koin XRP oleh Ripple merupakan penjualan sekuritas yang tidak terdaftar.
Namun, putusan penting pada tahun 2023 oleh Hakim Analisa Torres memberikan hasil yang membingungkan. Hakim Torres menyatakan bahwa penjualan XRP di pasar sekunder, seperti melalui bursa kripto, tidak dapat dianggap sebagai penjualan sekuritas.
Meskipun demikian, penjualan langsung kepada investor institusi oleh pendiri Ripple tetap dikategorikan sebagai penjualan sekuritas.
Alasan di Balik Banding SECKeputusan hakim tersebut dinilai oleh banyak pihak sebagai kemenangan besar bagi Ripple dan industri kripto secara keseluruhan.
Dalam putusan tersebut, Hakim Torres menjelaskan bahwa XRP tidak memenuhi semua kriteria dalam Howey Test, yang digunakan untuk menentukan apakah suatu aset keuangan adalah kontrak investasi atau tidak.
Kegagalan XRP untuk memenuhi tes ini membuatnya tidak dianggap sebagai sekuritas dalam konteks penjualan sekunder.
Namun, SEC berpendapat bahwa putusan ini salah, terutama terkait penjualan di pasar sekunder. Menurut mereka, penjualan XRP di bursa harus tetap dianggap sebagai penjualan sekuritas yang tidak terdaftar.
Oleh karena itu, SEC memutuskan untuk mengajukan banding untuk menantang putusan tersebut dan mencari kejelasan hukum yang lebih lanjut.
Implikasi bagi Ripple dan Industri KriptoBanding yang diajukan oleh SEC ini memiliki dampak besar, tidak hanya bagi Ripple tetapi juga bagi seluruh ekosistem kripto. Jika SEC berhasil memenangkan banding, ini dapat membuka jalan bagi pengawasan dan regulasi yang lebih ketat terhadap aset kripto lainnya, terutama terkait dengan penjualan di bursa.
Sebaliknya, jika putusan sebelumnya dipertahankan, hal ini dapat memberikan kepastian hukum yang lebih besar bagi industri kripto di AS dan memperkuat posisi Ripple di pasar.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menegaskan bahwa Ripple siap untuk menghadapi proses hukum ini selama yang diperlukan.
” Meskipun kami akan berjuang di pengadilan selama yang kami perlukan, mari kita perjelas, status XRP sebagai non-sekuritas adalah hukum yang berlaku saat ini dan itu tidak berubah bahkan dalam menghadapi banding yang salah arah,”ujar Garlinghouse dalam sebuah tweet.
Garlinghouse juga menekankan bahwa keputusan banding ini dapat menambah panjang perjalanan hukum yang telah berlangsung hampir empat tahun ini.
Penundaan Rilis Produk Ripple dan Potensi Dampak PasarSelain dampak hukum, banding ini juga dapat memperlambat langkah Ripple dalam mengembangkan produk dan layanan baru yang berbasis XRP. Salah satu contohnya adalah XRP Trust yang diajukan oleh perusahaan investasi Bitwise baru-baru ini.
Produk investasi itu dirancang untuk menyediakan opsi investasi berbasis XRP bagi investor institusional.
Namun, dengan adanya banding dari SEC, ada kemungkinan bahwa persetujuan dari SEC untuk trust ini akan tertunda, sehingga memperlambat adopsi XRP oleh investor besar.
Di pasar, harga XRP mengalami tekanan setelah pengajuan banding oleh SEC. Penurunan harga ini mencerminkan ketidakpastian yang dirasakan oleh investor terkait prospek masa depan Ripple dan XRP.
Meski begitu, komunitas kripto tetap optimis bahwa Ripple akan terus maju dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri kripto global.
Proses banding ini kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun, sebelum mencapai keputusan final.
SEC akan membawa kasus ini ke Pengadilan Banding Sirkuit ke-2 AS, yang akan meninjau kembali argumen dari kedua belah pihak.
Jika pengadilan banding mendukung putusan sebelumnya, ini akan memperkuat posisi Ripple di pasar, sementara jika putusan dibatalkan, Ripple mungkin menghadapi tantangan hukum yang lebih berat.
Namun, hasil akhir dari kasus ini kemungkinan tidak akan dicapai sebelum tahun 2026, memperpanjang ketidakpastian bagi Ripple dan industri kripto.
Para ahli hukum memprediksi bahwa proses hukum ini akan tetap menjadi sorotan utama karena dampaknya terhadap regulasi kripto di masa depan. [st]
ETF XRP Semakin Dekat, Ini Langkah Terbaru dari Bitwise
Bitwise ajukan permohonan ETF XRP di Delaware, memicu perhatian komunitas kripto dan peluang baru untuk investor institusional. [263] url asal
(BlockChain-Media) 02/10/24 13:00
v/15858357/
Bitwise tampaknya semakin mendekati peluncuran ETF XRP setelah mengajukan permohonan resmi di negara bagian Delaware. Permohonan ini menjadi sorotan dalam komunitas kripto, mengingat potensi dampaknya bagi eksposur institusional terhadap XRP.
Pada tanggal 30 September 2024, permohonan untuk Exchange-Traded Fund Bitwise XRP muncul di situs web Divisi Korporasi Negara Bagian Delaware. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Cointelegraph setelah berbicara langsung dengan perwakilan Bitwise.

Aktivitas akumulasi ini menunjukkan bahwa investor besar masih percaya pada potensi kenaikan harga XRP dalam waktu dekat.
Whale Ripple Borong 470 Juta XRP, Harga Siap Meroket?
Apakah ETF XRP Akhirnya Datang?Peluncuran ETF XRP oleh Bitwise, jika disetujui, akan menjadi produk revolusioner yang mengubah cara investor ritel dan institusional berinteraksi dengan mata uang kripto.
Saat ini, Grayscale telah meluncurkan XRP Trust, namun Bitwise tampaknya lebih dulu dalam pengajuan resmi ETF XRP, yang tentu membutuhkan persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat.
XRP dipandang sebagai salah satu aset kripto dengan potensi besar di sektor keuangan, terutama untuk penyelesaian pembayaran lintas batas.
Namun, tantangan utama yang masih harus dihadapi adalah persetujuan dari SEC. Regulasi di AS terkait Exchange-Traded Fund kripto sangat ketat, tetapi dengan meningkatnya sentimen bullish di pasar, banyak yang optimis bahwa ETF XRP bisa mendapatkan lampu hijau di masa depan.
Selain itu, Grayscale masih memiliki rencana untuk mengonversi trust mereka menjadi ETF, namun hal itu tampaknya akan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan apa yang dilakukan Bitwise.
Kombinasi antara permohonan ETF Bitwise, akumulasi oleh whale, dan momentum positif di pasar menjadikan XRP sebagai salah satu mata uang kripto paling menarik untuk diikuti di bulan-bulan mendatang. [dp]
Whale Ripple Borong 470 Juta XRP, Harga Siap Meroket?
Para whale Ripple membeli lebih dari 470 juta XRP dalam 10 hari terakhir. Ini meningkatkan sentimen bullish di pasar XRP! [576] url asal
#ripple #whale #whale-xrp #xrp
(BlockChain-Media) 01/10/24 11:30
v/15806768/
Ripple (XRP) baru-baru ini menarik perhatian komunitas kripto setelah data menunjukkan bahwa dalam 10 hari terakhir, para whale telah membeli lebih dari 470 juta XRP.
Pergerakan ini tercatat oleh beberapa analisis blockchain, termasuk Ali Martinez, yang mengamati adanya transaksi besar-besaran yang menunjukkan akumulasi XRP oleh para whale ini.
“Whale Ripple telah membeli lebih dari 470 juta XRP dalam 10 hari terakhir!” ujar Ali.
Transaksi tersebut melibatkan pemindahan jutaan XRP dari bursa kripto terbesar di Korea Selatan, Upbit, ke sejumlah dompet yang tidak diketahui pemiliknya.
???? 26,000,000 #XRP (16,026,558 USD) transferred from #Upbit to unknown wallethttps://t.co/ZjbRUcRZ4g
— Whale Alert (@whale_alert) September 28, 2024
Whale Alert, pelacak data blockchain terkemuka, mengonfirmasi beberapa transaksi besar ini, termasuk dua transaksi masing-masing sebesar 31 juta XRP dan satu transaksi sebesar 26 juta XRP.
Aktivitas akumulasi ini menunjukkan bahwa para pemain besar di pasar kripto percaya pada potensi kenaikan harga XRP dalam waktu dekat.
Kenaikan Harga XRP, Sentimen Bullish Semakin MenguatPembelian besar-besaran oleh para whale ini telah berdampak signifikan pada harga XRP. Dalam 10 hari terakhir, harga XRP mengalami peningkatan hingga 8 persen dalam sepekan terakhir, mencapai titik tertinggi di level US$0,665 pada tanggal 29 September.
Namun, harga ini kemudian menemukan sedikit resistensi dan mengalami penurunan, tetapi tetap menunjukkan tren yang positif.
Saat ini, XRP diperdagangkan di sekitar US$0,6307, yang menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan aset kripto utama lainnya, seperti Bitcoin yang justru mengalami penurunan hingga 3 persen dalam 24 jam terakhir.
Tren kenaikan harga ini sejalan dengan optimisme komunitas XRP. Sebanyak 86 persen dari komunitas XRP menyatakan pandangan bullish terhadap masa depan XRP.
Angka ini diperoleh dari lebih dari 22.000 pemilih yang percaya bahwa XRP memiliki peluang besar untuk terus naik nilainya dalam beberapa waktu ke depan.
Pergerakan Harga XRP Melampaui Kripto Utama LainnyaDalam beberapa hari terakhir, XRP berhasil melewati beberapa level resistensi kunci, yang menjadi pertanda positif bagi pergerakan harga di masa mendatang.
Tidak hanya itu, volume perdagangan XRP di bursa Upbit mengalami peningkatan yang sangat signifikan, menjadikannya salah satu kripto yang paling banyak diperdagangkan di bursa tersebut.
Hal ini menandakan bahwa minat para pedagang di Korea Selatan terhadap XRP semakin meningkat, dan mereka dikenal sebagai salah satu pendorong utama kenaikan harga di pasar kripto.
Kenaikan harga XRP ini bahkan berhasil mengungguli banyak kripto utama lainnya, yang mengalami penurunan karena aksi ambil untung atau take profit yang dilakukan oleh para investor.
Ini menandakan bahwa XRP memiliki momentum yang kuat untuk terus meningkat dan menjadi perhatian utama para investor yang ingin mencari keuntungan di pasar kripto.
Rilis 1 Milyar XRP oleh Ripple pada 1 OktoberSelain pembelian besar-besaran oleh para whale, Ripple juga memiliki rencana untuk merilis 1 milyar XRP pada hari ini (1/10/2024) sebagai bagian dari program escrow koin yang telah dijadwalkan.
Token yang dirilis ini akan memiliki nilai sekitar US$640 juta berdasarkan harga saat ini. Meskipun rilis koin dalam jumlah besar seringkali dapat memberikan tekanan turun pada harga suatu aset, sentimen bullish yang kuat di antara komunitas XRP menunjukkan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi momentum positif XRP secara signifikan.
Para investor percaya bahwa jika XRP berhasil menembus dan mempertahankan level US$0,65 sebagai support, harga dapat terus bergerak ke atas, bahkan mencapai target harga di kisaran US$0,74 hingga US$0,90.
Namun, jika terjadi aksi ambil untung dan harga turun ke bawah level US$0,64, support berikutnya diperkirakan ada di kisaran level US$0,58. [st]
RLUSD Ripple Kian Dekat Perilisan, 99 Persen Token Dicetak dalam 24 Jam
Ripple mencetak 99 persen token RLUSD dalam 24 jam, menandakan peluncuran stablecoin ini kian dekat meski ada tantangan regulasi. [574] url asal
(BlockChain-Media) 30/09/24 11:30
v/15764575/
Ripple telah membuat langkah besar menuju peluncuran stablecoin RLUSD dengan mencetak sekitar 99 persen dari total pasokan RLUSD dalam 24 jam. Langkah ini menunjukkan keseriusan Ripple dalam meluncurkan stablecoin ini meskipun sedang menghadapi tantangan regulasi.
“Dalam 24 jam terakhir total 800.000 RLUSD dicetak di Ethereum dan XRP Ledger, 99 persen dari total pasokan telah dicetak,” ungkap validator dunL XRPL, Vet, dalam sebuah tweet.
Fase Uji Coba RLUSD Mengalami PeningkatanRipple telah memperkuat fase uji coba stablecoin-nya dengan mencetak 800.000 token RLUSD dalam waktu singkat di kedua jaringan blockchain tersebut.
Proses ini dimulai pada April, ketika Ripple kali pertama mengumumkan rencana pengembangan stablecoin yang bertujuan untuk memfasilitasi transfer uang lintas negara dengan cepat dan efisien.
Pencetakan token RLUSD dalam jumlah besar ini juga diyakini sebagai bagian dari uji coba system stress, mempersiapkan peluncuran skala penuh dalam waktu dekat.
Beberapa pihak di komunitas kripto memperkirakan bahwa Ripple tengah mendekati tahap akhir pengujian sebelum akhirnya meluncurkan RLUSD ke publik.
Sebelumnya, pada hari Jumat (27/9/2024), Ripple juga mencetak 50.000 token RLUSD, menambah jumlah yang sudah ada dari 5.515 dan 485 token RLUSD yang dicetak beberapa hari sebelumnya.
Lonjakan jumlah pencetakan ini menunjukkan bahwa Ripple sedang dalam tahap pengujian yang serius, memastikan bahwa sistem stablecoin-nya akan berjalan dengan lancar saat resmi diluncurkan.
Menghadapi Tantangan Hukum dan RegulasiPeluncuran stablecoin RLUSD ini terjadi meskipun Ripple tengah berada di tengah perselisihan hukum dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Pada Agustus 2024, hakim di Pengadilan Distrik Selatan New York memutuskan beberapa poin dalam kasus antara Ripple dan SEC, di mana kedua belah pihak mengalami kemenangan dan kekalahan.
Hakim menolak teori disgorgement dari SEC karena tidak ada bukti kerugian investor dari penjualan XRP Ripple. Namun, Ripple tetap dikenai denda sebesar US$125 juta, jumlah yang lebih rendah dari tuntutan awal SEC yang mencapai US$876 juta.
Sebagai bagian dari keputusan pengadilan, Ripple juga dilarang melakukan pelanggaran di masa depan terhadap Pasal 5 Undang-Undang Sekuritas.
Lebih lanjut, pengadilan menolak permintaan Ripple untuk menghapus disqualifikasi aktor buruk, yang akan melarang perusahaan menggunakan pengecualian Regulation D untuk penawaran sekuritas selama lima tahun ke depan.
Meskipun demikian, Ripple tetap optimis dapat melanjutkan peluncuran RLUSD setelah mendapatkan persetujuan regulasi yang diperlukan.
Strategi Pencetakan dan Burn TokenSelain mencetak sejumlah besar token RLUSD, Ripple juga menerapkan mekanisme burn token untuk menjaga stabilitas dan nilai RLUSD. Baru-baru ini, Ripple telah membakar 100 token RLUSD dalam dua tahap terpisah.
Mekanisme burn ini penting untuk mengendalikan tekanan inflasi pada nilai stablecoin dan memastikan nilainya tetap terikat pada mata uang dolar AS.
Pencetakan dan burn token merupakan bagian dari strategi Ripple dalam menguji model ekonomi RLUSD. Proses ini dirancang untuk menjaga likuiditas dan stabilitas token di kedua jaringan, XRP Ledger dan Ethereum.
Hal ini sangat penting untuk memastikan RLUSD dapat digunakan dalam aplikasi dunia nyata, terutama dalam hal likuiditas dan transaksi lintas batas.
Seiring dengan perkembangan uji coba RLUSD, para ahli di industri keuangan mulai memperhatikan potensi dampaknya.
Chief Investment Officer dari Bitwise, Matt Hougan, menyatakan optimisme terhadap proyek stablecoin Ripple dan memprediksi bahwa kasus hukum dengan SEC akan segera terselesaikan.
Jika kasus ini berakhir dengan hasil yang positif, kemungkinan besar akan memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan oleh pasar kripto.
Hougan juga menyebutkan bahwa setelah masalah hukum diselesaikan, pasar mungkin akan bergerak menuju peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) XRP, yang akan semakin memvalidasi posisi XRP di pasar keuangan. Hal ini tentunya akan menjadi dorongan besar bagi harga XRP dan ekosistem Ripple secara keseluruhan. [st]