JAKARTA, investor.id - Empat emiten konstruksi sahamnya melambung pada sesi I perdagangan 15 Agustus 2024. Hal tersebut membuat saham keempatnya mencuri perhatian para pelaku pasar modal.
Keempat emiten itu adalah PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK).
Saham JKON memimpin dengan lesatan 21,11% ke Rp 109. Sebanyak 184,9 juta saham ditransaksikan, frekuensi 7.883 kali, dan nilai transaksi Rp 19,61 miliar.
Kemudian saham ACST menguat 21,05% ke Rp 138. Sejumlah 70,2 juta saham ACST diperdagangkan, frekuensi 3.802 kali, dan nilai transaksi Rp 9,18 miliar.
Lalu saham WIKA +16,46% ke Rp 368. Di mana terdapat 777,61 juta saham ditransaksikan, frekuensi 46.119 kali, dan nilai transaksi Rp 277,12 miliar. Saham WIKA pun menjadi saham teraktif yang ditransaksikan di sesi I.
Selanjutnya saham DGIK naik 11,49%. Terdapat 12,85 juta saham ditransaksikan, frekuensi 1.268 kali, dan nilai transaksi Rp 1,22 miliar.
WIKA
Kenaikan saham BUMN Wijaya Karya (WIKA) sejalan dengan evaluasi yang dilakukan MSCI. Di mana mereka telah mengumumkan evaluasi untuk indeks saham Global Standard Index dan Small Cap Index dengan periode efektif pada 2 September–25 November 2024.
Salah satu hasilnya adalah memasukkan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam perhitungan MSCI Indonesia Small Cap.
Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, WIKA belum menyampaikan laporan keuangan (lapkeu) untuk periode 30 Juni 2024 atau semester I-2024.
Sebelumnya Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengungkapkan perseroan bermaksud untuk melaksanakan limited review atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan.
Hal itu dilakukan, lanjutnya, dalam rangka pelaksanaan aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Wijaya Karya (WIKA).
“Berkenaan dengan hal tersebut, maka perseroan akan menyampaikan laporan keuangan limited review yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya dalam surat tertanggal 25 Juni 2024.
Adapun pada kuartal I-2024, WIKA membukukan rugi bersih Rp 1,1 triliun. Meningkat dibandingkan Rp 521 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News