PULANG PISAU, investor.id – PT Citra Borneo Indah Group (CBI), pengendali PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), tengah menjajaki peluang kerja sama dengan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Chief of Sustainability Officer (CSO) CBI Henky Satrio Wibowo menyampaikan, perseroan sudah berdiskusi dengan Unilever dan mengirimkan non-disclosure agreement (NDA) agar perusahaan di bawah naungan Grup CBI menjadi pemasok UNVR. Bahkan, pihak Unilever sudah melakukan pemeriksaan ulang (cross check) atas data-data yang CBI kirimkan.
“Jadi, tinggal follow-up ke depannya saja. Saya sifatnya menunggu dari Unilever untuk diskusi lagi. Apa-apa data yang diperlukan supaya kami bisa comply,” ucap Henky dikutip, Kamis (3/10/2024).
Menurut dia, hubungan antara CBI dan Unilever saat ini sudah cukup engaged. Harapannya, melalui diskusi bersama Unilever tersebut, ke depan CBI bisa mencapai kesepakatan (deal) dengan Unilever.
“Untuk saat ini, kami memang belum sebagai supplier. Kami lewat pihak ketiga,” beber Henky.
CBI dan Unilever sebelumnya pernah menjalin kemitraan. Namun, Henky bercerita, pada 2016 Unilever mengeluarkan suspension list, sehingga pada 2020-2021 CBI melakukan pembenahan untuk mematuhi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Hasilnya, pada 2022 CBI sudah berstandar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan bersertifikasi RSPO pada akhir 2023. “Jadi, ISPO kami all 100% dan RSPO 100% di akhir 2023,” ujarnya.
RSPO merupakan kewajiban agar perusahaan senantiasa bertanggung jawab terhadap semua hal ketika menjalankan unit bisnisnya. “Jadi, sustainability itu holistik dan sustainability itu berkaitan dengan bagaimana kami memastikan produk kami bertanggung jawab dan bisa dijual,” tandas Henky.
Capex Sustainability
Terbukti, CBI Group mengalokasikan senilai Rp 14 sampai 16 miliar setiap tahun untuk mendukung program berkelanjutan (sustainability) atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
CBI juga sudah menjalankan empat program Remediation and Compensation Plan (RaCP) di wilayah kerja Provinsi Kalimantan Tengah.
Keempat program tersebut seperti program pra-pelepasliaran Orangutan di Pulau Salat, program pendampingan hutan kemasyarakatan di daerah Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kemudian, program hutan kemasyarakatan di Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, serta program pendampingan Hutan Desa di Desa Petak Puti, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News