Bisnis.com, JAKARTA — PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge mencatatkan pertumbuhan pesat labanya pada semester I/2024. Bagaimana proyeksi kinerja sahamnya?
Berdasarkan laporan keuangan, WIFI telah meraup laba bersih pada semester I/2024 sebesar Rp89,83 miliar, tumbuh pesat 878,5% secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun, WIFI mencatat pendapatan bersih sebesar Rp309,01 miliar pada semester I/2024, tumbuh 40,1% yoy.
Analis NH Korindo Richard Jonathan Halim mengatakan kinerja cuan WIFI memang sedang moncer terdorong bisnis telekomunikasi. NH Korindo merekomendasikan maintain buy dengan target harga baru di Rp424.
"Target ini cukup koservatif melihat potensi pertumbuhan perusahaan masih belum sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan dan harga saham saat ini," kata Richard pada beberapa waktu lalu.
Harga saham WIFI telah mencatatkan peningkatan 1,44% pada perdagangan hari ini, Kamis (28/8/2024) ditutup ke level Rp282. WIFI pun mencatatkan peningkatan pesat harga saham 83,12% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd).
Meski begitu, NH Korindo mencatat terdapat risiko yang perlu diperhatikan dari saham WIFI, yakni kesalahan implementasi strategi, perkembangan teknologi yang cepat, tantangan regulasi domestik, dan volatilitas pasar.
Sebelumnya, Direktur Surge Gilman Nugraha mengatakan kinerja keuangan perseroan pada semester I/2024 terdorong oleh bisnis telekomunikasi dan periklanan.
Tercatat, sektor bisnis periklanan berkontribusi sebesar 59,30% dari total pendapata perseroan dan tumbuh 40,54% yoy. Sementara, sektor telekomunikasi berkontribusi sebesar 37,85% dari total pendapatan WIFI dan tumbuh sebesar 170,49% yoy.
Segmen bisnis lainnya, yakni produk digital berkontribusi sebesar 2,85% dari total pendapatan perseroan. Segmen bisnis ini mengalami penurunan 80,8% yoy.
Gilman mengatakan guna menjaga kinerja keuangan agar tetap bertumbuh, Surge menyiapkan sejumlah strategi. Surge misalnya berupaya menjalankan perluasan pengembangan jaringan infrastruktur jaringan serat optik di berbagai segmen.
Surge memang berupaya mengembangkan bisnis telekomunikasi yang masih memiliki potensi besar. Terdapat 85% pasar fix broadband yang belum tergarap di Indonesia.
"Memang pengguna internet di Indonesia banyak. Akan tetapi masih relay on mobile data, belum banyak yang pakai fix broadband," kata Gilman dalam public expose WIFI pada Selasa (27/8/2024).
Surge juga menjalankan strategi peningkatan kerja sama dengan berbagai mitra. Hal ini dilakukan untuk ekspansi bisnis internet yang menjangkau 25 juta rumah tangga.
"Sudah disclose dengan PGN [Pertamina Gas Negara] untuk pengembangan ICT dan sambungan gas ke rumah," kata Gilman.
Surge dan anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) memang telah menjalin berbagai kerja sama dengan PGN untuk mengembangkan jaringan pipa gas dan layanan ICT bagi 2,5 juta rumah tangga.
WIFI juga telah menjalin kemitraan strategis dengan Nokia untuk mempercepat pengembangan konektivitas yang terjangkau dengan memanfaatkan teknologi terbaru dari Nokia.
Selain itu, Surge telah memulai kerja sama dengan perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo yakni Arsari Group. Dalam kerja sama itu, Arsari Group melalui Arsari Sentra Data akan berinvestasi pada WIFI.
Melalui anak usahanya itu, WIFI juga menerbitkan obligasi senilai Rp600 miliar untuk mendukung kebutuhan ekspansi infrastruktur konektivitas.
Strategi lainnya, WIFI menjalankan peningkatan kemitraan dengan berbagai mitra teknologi global. Selain itu, WIFI berupaya untuk menjalankan pengembangan ekosistem digital.