Anggota Dewan Pengarah BPIP Said Aqil Siradj sebut Paskibraka putri berjilbab tak perlu diminta lepas jilbab karena justru bentuk nyata kebhinnekaan Halaman all [734] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) K.H. Said Aqil Siradj menilai bahwa tidak perlu ada penyeragaman bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) putri dengan melepas jilbab.
Sebab, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengatakan, mengenakan jilbab merupakan manifestasi dari nilai filosofi Bhinneka Tunggal Ika.
"Menurut saya, itu justru manifestasi dari kebhinnekaan, jangan diseragamkanlah. Kita jangan diseragamkan, kita ini bhineka, jangan diseragamkan, malah membikin kita jadi eksklusif jadinya," kata Said Aqil ditemui usai acara Konsolidasi Kebangsaan di Kuningan, Jakarta, Kamis (15/8/2024), dikutip dari Antaranews.
Bahkan, dia menyebut, memfasilitasi Paskibraka putri untuk menggunakan jilbab merupakan bagian dari toleransi.
"Umat Islam toleran dengan teman yang tidak pakai jilbab, yang enggak berjilbabnya harus menghargai yang pakai jilbab. Itulah yang namanya kebinekaan yang harus kita pelihara, kita jaga. Ada yang pakai jilbab, ada yang tidak jilbab, luar biasa sebenarnya,” ujarnya.
Said Aqil pun mengingatkan pesan dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang meminta aturan penyeragaman Paskibrakan putri tersebut dicabut karena menimbulkan polemik.
"Saya dengar dari Istana, Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin sudah meminta agar itu dicabut, dari Istana Wakil Presiden saya tahu," katanya.
Lebih lanjut, Said Aqil mengaku tidak ikut membuat kebijakan mengenai pemakainan jilbab pada Paskibraka putri tersebut.
"Ya dewan pengarah kan tidak menentukan. Memberikan pengarahan, bukan teknis, ya," katanya.
Diberitakan sebelumnya, pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PPI) menyayangkan adanya 18 calon paskibraka putri tingkat nasional yang lepas jilbab saat pengukuhan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Selasa, 13 Agustus 2024.
"Tentunya BPIP selaku Pengelola dan Penanggung Jawab Program Paskibraka bersedia mengevaluasi semua kebijakan dan keputusan-keputusannya yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila," kata Gousta dalam konferensi pers di Kantor PPI, Jakarta, Rabu (14/8/2024).
Menurut Gousta, kejadian ini sudah menimbulkan gejolak di berbagai daerah. Oleh karenanya, PPI Pusat memberikan sikap menolak tegas kebijakan yang melarang Paskibraka putri mengenakan jilbab.
Dia juga berharap, BPIP mengklarifikasi soal ini agar tidak menimbulkan kegaduhan publik.
"Kami, pengurus pusat meminta klarifikasi dari BPIP selaku penanggungjawab program kenapa hal ini bisa terjadi, dan kami harapkan ini adalah hal yang terakhir kali dan tidak ada lagi hal-hal seperti ini untuk upacara yang akan datang," ungkapnya.
Gousta juga meminta pada saat Upacara Hari Kemerdekaan nanti semua Paskibraka putri yang memang mengenakan jilbab tidak lagi diminta melepaskan jilbabnya.
BPIP minta maaf
Menanggapi pernyataan PPI dan ramainya kritikan dari publik, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan permintaan maaf.
"BPIP menyampaikan terima kasih atas peran media memberitakan Paskibraka selama ini. BPIP juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas pemberitaan yang berkembang. BPIP mengapresiasi seluruh aspirasi masyarakat yang berkembang tersebut," ujar Yudian dilansir siaran pers BPIP pada Selasa.
Dia lantas menegaskan bahwa BPIP tidak melakukan pemaksaan terhadap 18 Paskibraka putri untuk melepaskan jilbabnya.
"Penampilan Paskibraka putri dengan mengenakan pakaian, atribut dan sikap tampang sebagaimana terlihat pada saat pelaksanaan tugas kenegaraan yaitu Pengukuhan Paskibraka adalah kesukarelaan mereka dalam rangka mematuhi peraturan yang ada," katanya.
Namun, Yudian memastikan bahwa paskibraka putri hanya melepas hijab saat pengukuhan paskibraka dan pengibaran sang Merah Putih pada upacara kenegaraan saja.
Dalam kesempatan lain, menurut dia, paskibraka yang berhijab bisa mengenakan jilbabnya.
Istana pastikan Paskibraka putri tetap kenakan jilbab
Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono memastikan bahwa paskibraka putri tetap memakai jilbab khusus saat bertugas pada upacara HUT ke-79 RI di IKN Nusantara.
"Adik-adik putri (paskibraka) harus (menggunakan jilbab) sebagaimana mereka mendaftar menggunakan jilbab, ya tetap digunakan," kata Heru Budi di Balai Kota, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada 14 Agustus 2024.
Heru Budi juga memerintahkan Paskibraka putri tetap mengenakan jilbab sesuai identitas mereka saat mendaftar.
"Jadi kan mereka masuk istana mereka sudah seperti itu. Perintah kami adalah meminta seluruh adik-adik putri memang menggunakan jilbab," ujarnya.
JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2021, Kiai Haji (KH) Said Aqil Siroj ikut merespons soal dinamika PBNU dan PKB yang terjadi belakangan ini. Menurut Kiai Said, kritikan dan serangan PBNU sebaiknya direspons secara positif oleh kader PKB sebagai jamu yang menyehatkan.
Pasalnya, Kiai Said optimistis, makin PBNU mengkritik PKB, maka PKB makin sehat dan kuat.
"Jadikan apa yang dihadapi hari ini sebagai cambuk. Jadikan sebagai jamu, pahit, tidak apa-apa asal sembuh. Semakin mereka (PBNU) mengkritik PKB, PKB makin sehat dah kuat," ujar Kiai Said dalam Istigosah Kubro yang digelar DPC PKB Bandung, Sabtu (10/8/2024).
Kiai Said mengapresiasi PKB di bawah kepemimpinan Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Menurut dia, Cak Imin telah menoreh prestasi terutama peningkatan hasil Pileg 2024 dari 58 kursi menjadi 68 kursi.
"Itu semua berkat Gus Muhaimin, dan temen-teman PKB di pusat dan daerah," kata Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon.
Kiai Said menyaksikan sendiri bagaimana PKB Bandung solid dan jaya. Hal tersebut, kata dia, terjadi karena adanya kekompakan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB.
"Tanpa kekompakan antara NU dan PKB, tidak mungkin sukses," tegas dia.
Kiai Said juga menceritakan dirinya masuk dalam tim lima pendiri PKB. Tim lima bertugas membuat konsep PKB baik muqadimah maupun AD/ART.
"Dari lima orang anggota tim lima, tiga orang telah meninggal dunia, dan dua orang masih hidup, yakni, saya dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Tiga orang yang telah berpulang, Bapak Rozi Munir, Bapak Ahmad Bagdja, dan Bapak Mustopa Zuhad," ungkap Kiai Said.
Lebih lanjut, Kiai Said mengaku optimistis lambat laun langkah PKB makin mantap. Terutama, kata dia, PKB makin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi politik.
"Alhamdulillah berkat kerja keras Gus Muhaimin dan seluruh kader PKB dari tingkat pusat maupun daerah," pungkas Kiai Said yang juga menjabat Mutasyar PBNU periode 2022-2027.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Jakarta: Said Aqil Siroj merespons konflik yang terjadi antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketum PBNU periode 2010-2021 itu menilai situasi yang terjadi harus dijadikan sebagai cambuk agar PKB lebih kuat.
"Jadikan apa yang dihadapi hari ini sebagai cambuk. Jadikan sebagai jamu, pahit, tidak papa asal sembuh. Semakin mereka mengkritik PKB, PKB semakin sehat dah kuat," kata Said melalui keterangan tertulis, Minggu, 11 Agustus 2024.
Said menyampaikan PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin maju. Perolehan kursi PKB di DPR pusat bertambah, dari 58 kursi menjadi 68 kursi. "Itu semua berkat Gus Muhaimin, dan temen-teman PKB di pusat dan daerah," ungkap anggota tim lima pendirian PKB itu .
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode masa khidmat 2010-2021 KH Said Aqil Siradj ikut bersuara terkait konflik antara PBNU dan PKB yang meruncing. Menurutnya, kritik-kritik dari PBNU terhadap PKB justru bakal membuat PKB semakin kuat.
Dia menilai, serangan, kritikan, dan penggerogotan yang terjadi hari ini sebagai cambuk atau jamu bagi PKB. Menurutnya, jamu memang terasa pahit tetapi bisa menyehatkan.
"Jadikan apa yang dihadapi hari ini sebagai cambuk. Jadikan sebagai jamu, pahit, tidak apa-apa asal sembuh," kata Said Aqil dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/8/2024).
Kiai Said yang dulunya merupakan anggota Tim Lima Pendiri PKB itu mengatakan, PKB di bawah kepemimpinan Abdul Muhaimin sejauh ini semakin maju. Pasalnya, kata dia, perolehan kursi di tingkat pusat bertambah, dari 58 kursi menjadi 68 kursi.
"Itu semua berkat Gus Muhaimin, dan teman-teman PKB di pusat dan daerah," kata dia.
Dia pun mencontohkan bahwa saat ini pengurus wilayah PKB di daerah Bandung sedang dalam kondisi yang solid. Menurutnya, kekompakan itu buah dari sinergi antara PKB dan NU di wilayah tersebut.
Dengan adanya dinamika yang terjadi saat ini, dia meyakini lambat laun PKB akan semakin kuat dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Di samping itu, dia menjelaskan bahwa tokoh pendiri PKB terdiri dari lima orang, yang kemudian disebut dengan Tim Lima. Dari lima anggota tersebut, kata dia, tiga orang sudah wafat.
"Dua orang masih hidup. Yakni, saya dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Tiga orang yang telah berpulang, Bapak Rozi Munir, Bapak Ahmad Bagdja, dan Bapak Mustopa Zuhad," kata dia.
Sebelumnya, PBNU telah membentuk tim lima atau panitia khusus (pansus) yang bertujuan untuk merebut PKB agar kembali kepada ideologi awalnya.
Hal tersebut dilakukan lantaran elite PBNU melihat PKB tidak lagi berada dalam jalur ideologi NU dan hanya dikuasai oleh Muhaimin Iskandar serta kroni-kroninya saja. Pembentukan pansus ini menyerupai tim yang awalnya melahirkan PKB di masa lalu.