BANTEN, KOMPAS.com - Perkembangan digital membuat semua hal kian praktis, termasuk urusan belanja kebutuhan sehari-hari.
Namun, pesatnya perkembangan teknologi, bisa saja berdampak negatif bagi sebagian orang. Misalnya, e-commerce yang sering dikaitkan dengan sepinya pengunjung pasar tradisional saat ini.
"Pengunjung pasar rakyat (pasar tradisional) tinggal 80 persen. Kami berharap jumlah pengunjung pasar ini bisa bertambah lagi, seperti sebelum Covid-19," ujar Orok Sukmana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Banten.
"Tantangan kita ini ya menghadapi pasar modern dan e-commerce," tambah Orok dalam acara Festival Pasar Rakyat Adira Finance di Pasar Rangkasbitung, Sabtu (7/9/2024).
Padahal, menurut Orok, banyak masyarakat yang ekonominya bergantung pada keberlangsungan pasar tradisional.
Terutama bagi para pedagang dan juru parkir yang pendapatan sehari-harinya didapat dari pasar tradisional.
Sependapat dengan hal tersebut, Yusron, Head of Syariah Adira Finance, menuturkan, pasar tradisional memang termasuk penyangga ekonomi nasional.
"Pasar tradisional merupakan sumber pendapatan pihak terkait, ada pedagangnya. Juga termasuk sumber pedapatan daerah karena dari pasar ini ada retribusi," kata Yusron dalam kesempatan yang sama.
Perputaran uang di pasar tradisional juga cukup tinggi. Sebab, menurut Yusron, pasar tradisional membuka kesempatan kerja yang besar bagi masyarakat sekitar.
"Dari sisi parkirnya saja, uang yang berputar cukup tinggi. Jadi, perputaran ekonominya banyak sekali," tutur Yusron.
Kurang memadai
Selain kemunculan pesaing pasar tradisional, fasilitas pasar rakyat sendiri juga dinilai kurang memadai sehingga banyak orang enggan datang ke pasar tradisional.
Kompas.com/Krisda Tiofani Festival Pasar Rakyat (FPR) 2024 digelar di Pasar Rangkasbitung selama dua hari pada 7-8 September 2024.Pasar tradisional dinilai bukan hanya sebagai tempat bertransaksi, melainkan berinteraksi dengan sesama pengunjung atau masyarakat.
"Tentunya bisa datang ke sini untuk berwisata juga ya. Kan senang kita kalau misalnya datang nyaman dan bersih," ungkap Orok.
"Kalau di mal dan pasar modern, memang fasilitasnya lebih oke, tetapi keunggulannya pasar tradisional, pengunjung tidak perlu membawa banyak uang untuk belanja," tambahnya.
Mulai dari Rp 50.000-100.000, pengunjung pasar bisa membeli aneka sayur, buah, ikan, daging, sampai kebutuhan sandang di pasar tradisional.