#30 tag 24jam
Ulang Tahun ke-16 Whitepaper Bitcoin: Apa Artinya Bagi Kita?
Memperingati ulang tahun whitepaper Bitcoin yang ke-16: Refleksi atas ide, tantangan, dan dampaknya yang mengubah dunia. [662] url asal
#bitcoin #blockchain #btc #satoshi-nakamoto #whitepaper-bitcoin
(BlockChain-Media) 31/10/24 13:30
v/17269484/
Siapa sangka, sebuah dokumen yang dirilis pada tahun 2008 oleh sosok misterius bernama Satoshi Nakamoto akan mengubah dunia keuangan selamanya? Ya, kita sedang berbicara tentang whitepaper Bitcoin, fondasi dari mata uang digital pertama dan terbesar di dunia.
Kini, tepat pada ulang tahun whitepaper Bitcoin yang ke-16, kita merayakan perjalanan luar biasa ini, yang tidak hanya mengguncang sistem keuangan global, tetapi juga menciptakan sebuah gerakan besar untuk kebebasan finansial dan desentralisasi.
Whitepaper Bitcoin: Dari Ide Radikal Menjadi Sistem Keuangan yang RevolusionerDulu, ide tentang uang digital yang tidak diatur oleh pemerintah dianggap tidak masuk akal. Bayangkan saja, uang yang bisa kalian kirim ke teman di belahan dunia lain hanya dalam hitungan menit, tanpa perlu antri di bank.
Namun, hari ini, Bitcoin telah menjelma menjadi kenyataan. Ini bukan sekadar eksperimen; kini aset digital tersebut telah bernilai triliunan dolar, diperdagangkan secara global, dan diakui oleh berbagai institusi keuangan besar.

Perjalanannya dari yang awalnya hanya sekadar ide eksperimen radikal yang tertuang pada whitepaper Bitcoin, kini telah menjadi aset yang mapan menunjukkan ketahanan dan inovasi yang luar biasa.
Banyak investor yang melihatnya sebagai “emas digital,” sebuah pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Ini adalah transisi yang menunjukkan penerimaan yang luas terhadap potensi Bitcoin sebagai penyimpan nilai.
Bitcoin, Lebih dari Sekadar “Uang”Saat ini, Bitcoin bukan hanya sekadar alat pembayaran digital; ini adalah simbol kebebasan finansial. Tepat pada momen ulang tahun whitepaper Bitcoin, kita kembali diingatkan tentang visinya untuk menawarkan cara menghindari kendali pemerintah dan sistem perbankan yang sering dianggap tidak adil.
Di negara-negara dengan rezim otoriter, misalnya, Bitcoin bisa menjadi penyelamat, memungkinkan individu untuk menyimpan kekayaan mereka dengan aman dan melakukan transaksi tanpa bergantung pada mata uang fiat yang sering dikendalikan oleh otoritas represif.
Selain itu, Bitcoin juga memberikan akses bagi mereka yang tidak memiliki layanan perbankan tradisional. Di negara-negara berkembang, di mana infrastruktur keuangan terbatas, Bitcoin dan teknologi blockchain yang mendasarinya membuka peluang bagi banyak orang untuk terlibat dalam ekonomi global.
Ini adalah langkah besar menuju inklusi keuangan, yang memungkinkan individu di seluruh dunia memiliki kendali penuh atas kekayaan mereka.
Inovasi Blockchain yang Mengubah SegalanyaPada ulang tahun whitepaper Bitcoin ini, kita mengingat kembali bagaimana Bitcoin melahirkan teknologi blockchain yang revolusioner, yang bisa kita bayangkan sebagai buku besar digital yang aman dan transparan. Setiap transaksi tercatat dengan rapi dan tidak dapat diubah, memberikan jaminan akan integritas data.
Lebih dari sekadar mengubah cara kita memandang uang, teknologi ini juga membuka pintu bagi inovasi-inovasi baru seperti smart-contracts, NFT, DeFi, dan masih banyak lainnya.
Salah satu inovasi yang sangat menarik adalah Lightning Network, yang memungkinkan transaksi berlangsung lebih cepat dan murah. Dengan demikian, Bitcoin semakin praktis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Seiring perkembangan ekosistem ini, terlihat jelas bahwa Bitcoin berperan penting dalam mendorong pengembangan infrastruktur keuangan yang lebih canggih dan terdesentralisasi.
Namun, manfaat blockchain tidak terbatas pada sektor keuangan saja. Teknologi ini kini mulai diterapkan dalam berbagai bidang, seperti sistem pemilihan yang lebih transparan dan pengelolaan sistem kesehatan yang aman.
Dengan beragam aplikasi tersebut, jelas bahwa potensi blockchain sangat luas dan dapat memberikan dampak positif di berbagai aspek kehidupan.
Whitepaper Bitcoin: Revolusi yang Mengguncang Regulasi!Namun, perjalanan Bitcoin tidak selalu mulus. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari regulasi yang ketat hingga fluktuasi harga yang tinggi. Sejak awal, banyak negara berusaha mengatur atau bahkan melarangnya.
Memperingati ulang tahun whitepaper Bitcoin kali ini, kita diingatkan kembali pada ideologi Satoshi Nakamoto: menciptakan sistem keuangan inklusif yang mengedepankan akses dan kebebasan finansial. Meski sering dikaitkan dengan aktivitas ilegal, inti dari Bitcoin adalah mendorong kemandirian finansial bagi semua.
Seiring waktu, semakin banyak negara menerima kehadiran Bitcoin, menyadari bahwa melarangnya sepenuhnya bukan solusi yang realistis. Tokoh yang dulu mengecam Bitcoin, seperti Donald Trump, kini bahkan mendukungnya.
Perubahan besar dalam pandangan publik ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan regulasi masih ada, Bitcoin telah membuktikan diri sebagai kekuatan yang tak bisa diabaikan dalam dunia keuangan.
Meski masa depannya masih penuh ketidakpastian, satu hal yang pasti: Bitcoin telah mengubah lanskap keuangan global. Ini adalah aset yang sangat volatil, tetapi juga sangat menarik. [dp]
Christopher Tahir: Kisah di Balik Penerjemahan Whitepaper Bitcoin ke Bahasa Indonesia
Christopher Tahir merefleksikan 16 tahun whitepaper Bitcoin, yang pada 2018 ia terjemahkan ke Bahasa Indonesia bersama dua orang lainnya. [1,525] url asal
#bitcoin #blockchain #btc #cryptoccurency #satoshi-nakamoto #whitepaper-bitcoin
(BlockChain-Media) 31/10/24 00:18
v/17227312/
Redaksi Blockchainmedia.id bertemu lagi dengan Christopher Tahir, Co-FounderCryptoWatch, yang pada tahun 2018 bersama dua rekan lain (Gregorius Airlangga dan K Hendrawan), berinisiatif menerjemahkanwhitepaper Bitcoin ke dalam Bahasa Indonesia.
Dalam persuaan kami di Telegram kemarin (30/10/2024), dia merefleksikan momen penting hari ini (31/10/2024), yakni hari jadi ke-16 penerbitan whitepaper karya Satoshi Nakamoto itu, termasuk pendapatnya tentang masa depan kripto wahid ini.
Cerita Christopher Tahir pada tahun 2018 terkait upaya penerjemahan itu bisa Anda baca di tautan ini. Sedangkan untuk whitepaper versi Bahasa Indonesia, “Bitcoin: Sebuah Sistem Uang Tunai Elektronik Peer-to-Peer”, dapat dibaca di sini.
Kilas Balik Whitepaper Bitcoin Karya Satoshi NakamotoWhitepaper Bitcoin pertama kali diumumkan oleh Satoshi Nakamoto di forum The Cryptography Mailing List di situs Metzdowd.com pada 31 Oktober 2008.

Nah, dalam pengumuman terbitnya, Satoshi membagikan tautan ke whitepaper berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System”. Isinya adalah deskripsi singkat cukup teknis sepanjang 9 halaman tentang visinya untuk sistem uang elektronik yang terdesentralisasi. File PDF whitepaper itu diunggah Satoshi ke situs Bitcoin.org.
“I’ve been working on a new electronic cash system that’s fully peer-to-peer, with no trusted third party. The paper is available at: http://www.bitcoin.org/bitcoin.pdf,” tulis Satoshi di forum itu, pada Jumat (31/10/2008) pukul 18:10:00 UTC. Salinan lengkap pengumuman itu dapat dibaca disini berikut laman aslinya ini.
Blockchain Bitcoin sendiri diluncurkan pada 3 Januari 2009 saat Satoshi Nakamoto menambang block pertama, yang dikenal sebagai Genesis Block atau Block #0. Block ini berisi transaksi pertama di jaringan Bitcoin dan menjadi awal dari blockchain pertama di dunia itu.
Dalam block pertama ini, Satoshi juga menyisipkan pesan yang berbunyi: “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks.” Pesan ini mengacu pada judul berita di surat kabar Inggris, The Times, pada hari yang sama, menyoroti krisis keuangan global dan perlunya sistem keuangan yang terdesentralisasi.
Sebuah Refleksi dan Proyeksi olehChristopher TahirWawancara Blockchainmedia.id dengan Christopher Tahir, “si anak Medan”, kali ini mengeksplorasi dan merefleksikan perjalanan panjang Bitcoin dari sebuah konsep dan eksperimen mata uang digital hingga menjadi salah satu aset unggulan yang bersaing dengan emas dan pasar saham.
Sejumlah tonggak bersejarah menjadi sorotan, mulai dari peluncuran Bitcoin Futures di CME pada 2017, kehadiran Spot Bitcoin ETF pertama di AS pada Januari 2024, hingga persetujuan SEC atas produk option untuk Spot Bitcoin ETF di bursa efek Amerika Serikat. Bitcoin pun diproyeksikan mencetak rekor harga baru di tahun ini, menunjukkan kinerja yang semakin kuat di pasar global.
Tak hanya di AS, perkembangan Bitcoin juga menggema di Asia, terutama di Hong Kong yang kini dikenal sebagai pusat kripto Asia berkat regulasi yang mendukung industri tersebut.
Sementara itu, Indonesia terus menunjukkan adopsi kripto yang signifikan, tercatat sebagai negara dengan adopsi kripto tertinggi ketiga secara global menurut kajian Chainalysis pada 2024, dan siap mendorong perdagangan berjangka aset kripto di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) per Januari 2025.
Kita sedikit kilas balik ke tahun 2018 silam, bagaimana proses awal Anda mengenal Bitcoin hingga akhirnya memutuskan untuk menerjemahkan whitepaper-nya ke dalam Bahasa Indonesia?
Saya mengetahui nama Bitcoin sejak tahun 2012, tetapi tidak pernah menyentuhnya dikarenakan sentimen dari Wall Street. Namun, pada tahun 2017, melalui teman saya, Danny Taniwan, beliau menjelaskan dan memperkenalkannya lebih jauh. Namun, di kala itu saya lihat banyak yang mengalami kesulitan mengenal Bitcoin dikarenakan kendala bahasa, sehingga saya berinisiatif menerjemahkannya, walaupun terbilang masih jauh dari sempurna.
Christopher mengenang kembali proses itu. Ya, yang pasti whitepaper yang asli itu sangat teknis isinya. Tapi, Google membantu kami. Untuk beberapa kalimat dan istilah yang memiliki padanan dalam Bahasa Indonesia, kami menulis setepat mungkin. Sedangkan istilah-istilah teknis lainnya, yang bagi kami justru nanti membingungkan pembaca tidak kami terjemahkan. Kami biarkan seperti aslinya. Syukurlah kami bisa menyelesaikan dalam tempo tiga hari.
Sebenarnya prosesnya sederhana. Pertama, saya unduh versi asli yang berbahasa Inggris. Kemudian saya terjemahkan dan unggah kembali ke akun Github milik Will Binns. Nah, di website itu ada mekanisme tersendiri untuk mengunggahnya sebelum bisa disetujui dan diterbitkan, termasuk format naskahnya yang telah disediakan. Kemudian, kalau ada perubahan, ada aturan lainnya dalam proses update dan lain-lain. Setelah diunggah ada tim administrator yang menyetujuinya, salah satunya adalah K. Hendrawan yang namanya tercantum sebagai penerjemah ke-3.

Menurut Anda, apa yang membuat Bitcoin terus berkembang dari sekadar ide hingga menjadi aset kelas wahid yang kini bersaing dengan emas dan pasar saham?
Karena tiadanya pusat pengendali karena desentralisasi dan juga adopsi, serta semangat untuk mengubah tatanan keuangan yang sudah ada.
Bagaimana pandangan Anda tentang momen peluncuran Bitcoin Futures di CME pada tahun 2017? Apakah ini memberikan dampak signifikan terhadap adopsi Bitcoin di pasar finansial?
Peluncuran “bitcoin” (pakai “b” kecil karena mengacu pada nama koin) Futures di CME terbilang hanya menjadi proyek spekulasi, karena tidak memberikan dampak positif pada bitcoin, namun malah membuka ruang spekulasi bagi pemain besar tanpa harus memiliki koin aslinya. Selain itu, dengan besarnya pengaruh dari institusi, trader ritel malah terpengaruh dengan mengacu tidak mengacu pada harga bitcoin di pasar spot, tetapi justru ke pasar futures. Inilah yang menurut saya sangatlah keliru.
Pernyataan Christopher ini menyiratkan bahwa mengacu pada harga futures adalah “sangatlah keliru” menunjukkan bahwa harga futures mungkin tidak selalu mencerminkan nilai intrinsik atau kondisi pasar Bitcoin yang sebenarnya. Ini bisa berpotensi menyesatkan trader ritel dalam pengambilan keputusan investasi mereka.
Apa arti peluncuran Spot Bitcoin ETF pada Januari 2024 di pasar AS bagi perkembangan industri kripto secara keseluruhan?
Peluncuran ETF itu menandakan legitimasi bitcoin bagi institusi investasi dan pemerintah dikarenakan secara sah dianggap aset yang layak diinvestasikan. Selain itu, peluncurannya memberi peluang pada institusi untuk memiliki bitcoin lebih dekat lagi dengan unsur spekulasi yang lebih rendah.
Dengan adanya persetujuan SEC terhadap produk options untuk Spot Bitcoin ETF di bursa efek AS, apa dampak yang mungkin terjadi pada adopsi Bitcoin di kalangan investor institusi, apakah ini mencerminkan keinginan AS untuk mendominasi di pasar kripto global?
Kontrak options memberikan efek daya ungkit (leverage) pada institusi tanpa ada risiko yang menyeret modal mereka hingga habis (asumsi mereka mengambil posisi long saja), sehingga dengan adanya kontrak seperti itu, ini akan memberi institusi peluang spekulasi lebih tinggi, namun tidak untuk ritel. Dikarenakan kontrak options adalah kontrak di pasar derivatif yang rumit dipelajari, sehingga memberikan barrier of entry bagi ritel.
Bagaimana Anda melihat kinerja Bitcoin di tahun 2024 ini? Apakah menurut Anda Bitcoin dapat mencetak rekor harga baru seperti yang diproyeksikan oleh para analis?
Saya perkirakan tahun ini bitcoin masih bisa mencetak rekor barunya lagi, namun jauhnya rekor dari harga sekarang dipenuhi oleh ketidakpastian seperti ekonomi, bank sentral, dan pemilu AS. Memang faktor-faktor tersebut tidak secara langsung berdampak, namun likuiditas besar masih memantau faktor itu untuk membuat keputusan investasi.
Indonesia tercatat sebagai negara ketiga dengan tingkat adopsi kripto tertinggi secara global menurut kajian Chainalysis 2024. Apa pandangan Anda mengenai adopsi kripto di Indonesia dan potensinya ke depan?
Hal ini dikarenakan ada ‘janji’ cepat kaya dari kripto, sehingga ini menjadi faktor utama tingginya adopsi ini. Namun, kalau ‘lagu’ ini tidak bertahan, maka ada potensi terjadi ‘seleksi alam’ investor lagi seperti siklus-siklus sebelumnya.
Pernyataan itu menjelaskan bahwa tingginya adopsi cryptocurrency disebabkan oleh harapan untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat, yang menarik banyak investor baru. Namun, jika tren ini tidak berkelanjutan dan pasar mengalami penurunan, akan terjadi “seleksi alam” di mana hanya investor yang berpengetahuan dan berkomitmen yang akan bertahan, sementara mereka yang hanya terlibat karena harapan cepat kaya akan keluar dari pasar.
Bagaimana pandangan Anda mengenai regulasi perdagangan kripto berjangka di Indonesia yang akan segera dipercepat? Apakah ini memberikan dampak positif terhadap ekosistem kripto?
Tentunya ini akan berdampak positif, namun tentunya dampak positif ini hanya akan berdampak kepada pada spekulan, bukan investor. Alangkah baiknya kalau peluncuran ini dibarengi edukasi cara mengelola risiko dengan baik.
Apa yang menurut Anda menjadi pendorong utama bagi peningkatan adopsi Bitcoin di Indonesia, dan bagaimana faktor ini berkontribusi pada posisi global Indonesia dalam adopsi kripto?
Dikarenakan adanya mimpi untuk cepat kaya dikarenakan ada beberapa cerita zero to hero di kripto Indonesia, sehingga banyak yang bermimpi serupa dan mengadopsi kripto.
Sejauh mana Anda melihat peran edukasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya di Indonesia?
Sangat besar, dikarenakan kesalahan edukasi dapat berdampak pada cara pandang dan pola pikir secara jangka panjang.
Apa saja tantangan yang dihadapi Indonesia dalam upaya mengembangkan ekosistem kripto yang lebih mapan?
Edukasi yang mumpuni dan kemauan orang-orang, terutama pelaku industri untuk berbagi. Namun, perlu juga diskusi di antara pelaku industri, pembuat kebijakan, dan juga pengamat berdiskusi untuk ekosistem lebih sehat.
Refleksi Christopher Tahir mengenai 16 tahun penerbitan whitepaper Bitcoin memberikan pandangan dan proyeksi bernilai berikut pendapat kritisnya tentang perjalanan Bitcoin dari sebuah konsep hingga menjadi aset yang signifikan dalam dunia keuangan.
Dengan peluncuran Bitcoin Futures di CME pada 2017 hingga Spot Bitcoin ETF di tahun 2024 yang baru-baru ini diperkenalkan dan secara khusus adopsi masif aset kripto di Tanah air, perkembangan ini menunjukkan semakin tingginya legitimasi dan adopsi Bitcoin di kalangan investor institusi.
Meskipun adopsi cryptocurrency di Indonesia terus meningkat, tantangan seperti kebutuhan edukasi yang lebih baik dan diskusi antara pelaku industri dan pembuat kebijakan tetap menjadi perhatian untuk membangun ekosistem kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan. [ps]
Ada Patung Satoshi Nakamoto di Lugano: Desain Unik yang Penuh Makna
Patung Satoshi Nakamoto di Lugano bisa menghilang dari pandangan! Bagaimana desainnya mencerminkan anonimitasnya? [522] url asal
#patung-satoshi-nakamoto #satoshi-nakamoto
(BlockChain-Media) 26/10/24 11:00
v/17012349/
Pada hari Jumat (25/10/2024), Kota Lugano di Swiss menghadirkan patung Satoshi Nakamoto, Pencipta Bitcoin yang identitasnya masih misterius. Patung ini diresmikan dalam acara tahunan Plan ₿ Forum, yang merupakan kolaborasi antara Tether dan kota Lugano.
Forum tersebut bertujuan untuk mempromosikan adopsi Bitcoin serta teknologi blockchain di Lugano, yang semakin dikenal sebagai Bitcoin City karena adopsi kripto yang pesat.
Patung Satoshi Nakamoto dengan Desain UnikBerdasarkan laporan Bitcoin Magazine, patung ini memiliki desain yang unik dengan efek menghilang seiring perubahan sudut pandang orang yang melihatnya.
Desain ini melambangkan cara Satoshi Nakamoto perlahan menghilang dari pandangan publik setelah Bitcoin mulai berkembang, sebuah simbol dari anonimitasnya yang terus dipertahankan hingga kini.

Patung ini ditempatkan di Villa Ciani, dan menjadi daya tarik baru di tengah komunitas kripto internasional yang terus tumbuh di Lugano.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menekankan pentingnya patung ini sebagai simbol dari desentralisasi.
“Patung Satoshi Nakamoto berdiri sebagai bukti dari dampak revolusioner Bitcoin dan gagasan desentralisasi. Keputusan Satoshi untuk mundur dan membiarkan komunitas memimpin menunjukkan esensi sejati dari desentralisasi,” ujar Ardoino.
Lugano: Pusat Inovasi DigitalSelain sebagai penghormatan kepada Pencipta Bitcoin, patung ini juga mencerminkan visi inovatif Kota Lugano. Wali Kota Lugano, Michele Foletti, mengungkapkan bahwa kota ini terus berkembang sebagai pusat inovasi digital, dengan dukungan penuh terhadap teknologi blockchain dan aset digital.
“Lugano dengan cepat menjadi pusat terkemuka untuk inovasi digital, dan patung ini tidak hanya menghormati Satoshi Nakamoto, tetapi juga mewujudkan semangat berpikiran maju yang mendorong kota kami,” ujar Foletti.
Lugano memang telah menjadi sorotan di dunia kripto, terutama setelah meluncurkan inisiatif Plan ₿ pada 2021, yang memungkinkan penggunaan Bitcoin untuk berbagai pembayaran sehari-hari di kota tersebut.
Dari toko roti hingga restoran, Bitcoin diterima sebagai alat pembayaran yang sah, memperkuat reputasi Lugano sebagai pusat ekonomi berbasis blockchain.
Mengingatkan pada Patung di BudapestIni bukan kali pertama patung Satoshi Nakamoto diresmikan. Sebelumnya, pada tahun 2021, patung pertama Satoshi diresmikan di Budapest, Hungaria.
Namun, berbeda dengan patung di Budapest yang berbentuk bust atau patung setengah badan, patung di Lugano dibuat dalam ukuran tubuh penuh. Patung ini bukan sekadar penghormatan, tetapi juga representasi dari perpaduan seni dan teknologi Bitcoin.
Pengunjung diharapkan dapat merenungkan makna dari identitas Satoshi yang misterius dan dampak Bitcoin terhadap dunia keuangan.
Kontroversi Dokumenter HBOPatung ini diresmikan di tengah perdebatan mengenai identitas Satoshi Nakamoto. Baru-baru ini, sebuah dokumenter HBO mengklaim telah menemukan identitas sebenarnya dari Pencipta Bitcoin.
Namun, individu yang diduga sebagai Satoshi dalam dokumenter tersebut, seorang pengembang kriptografi bernama Peter Todd, secara tegas membantah klaim tersebut.
“Saya bukan Satoshi Nakamoto,” tegas Peter Todd.
Kontroversi ini menambah misteri di sekitar identitas Satoshi, membuat patung di Lugano semakin relevan sebagai simbol dari anonimitas dan dampak global Bitcoin.
Dengan diresmikannya patung ini, Lugano semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota yang paling mendukung perkembangan teknologi digital dan blockchain.
Patung Satoshi Nakamoto ini diharapkan menjadi landmark baru yang menarik perhatian wisatawan serta komunitas kripto dari seluruh dunia. Selain itu, patung ini juga mengingatkan kita akan pentingnya inovasi desentralisasi yang telah mengubah dunia keuangan global.
Sebagai simbol dari era digital yang penuh dengan inovasi, anonimitas dan desentralisasi, patung ini tidak hanya menghormati Pencipta Bitcoin, tetapi juga mendorong masyarakat untuk terus merenungkan dampak teknologi kripto terhadap dunia. [st]
Misteri Satoshi Nakamoto: Mengapa Kita Tak Perlu Tahu Siapa Dia Sebenarnya?
Jelajahi misteri identitas Satoshi Nakamoto dan dampaknya terhadap Bitcoin dalam artikel yang membahas asumsi, bukti, dan kontroversi. [659] url asal
#bitcoin #peter-todd #satoshi #satoshi-nakamoto
(BlockChain-Media) 09/10/24 18:15
v/16209821/
Identitas Satoshi Nakamoto adalah salah satu misteri terbesar dalam sejarah cryptocurrency. Dokumenter HBO baru-baru ini menyoroti Peter Todd sebagai sosok yang mungkin adalah pencipta Bitcoin.
Namun, dengan semua tuduhan dan kontroversi ini, penting untuk mempertanyakan apakah kita benar-benar ingin mengetahui siapa Satoshi Nakamoto.
Asumsi Peter Todd Sebagai Satoshi NakamotoDalam dokumenter HBO terbaru berjudul Money Electric: The Bitcoin Mystery, pembuat film Cullen Hoback mengidentifikasi Peter Todd sebagai Satoshi, pencipta Bitcoin yang hingga kini identitasnya misterius.

Peter Todd adalah seorang pengembang asal Kanada yang berusia 39 tahun, dikenal sebagai kontributor inti dalam pengembangan Bitcoin. Namun, Todd telah dengan tegas membantah klaim tersebut.
“Saya bukan Satoshi,” tegasnya di X.
Meskipun klaim Hoback menarik perhatian, banyak yang meragukan kesahihan bukti yang disajikan setelah dokumenter tersebut dirilis.
BitMEX Research juga menyatakan bahwa “bukti” yang menunjukkan Todd sebagai Nakamoto melalui kebetulan pada forum Bitcointalk terlihat sangat tidak masuk akal.
“Ini jelas tidak masuk akal! Ini hanya contoh Todd yang membalas Satoshi Nakamoto dengan komentar yang sinis, pedantik, dan akurat,” jelasnya.
Dasar yang digunakan untuk asumsi tersebut memang terlihat tidak kuat karena hanya kebetulan yang diasumsikan bahwa dia salah menggunakan akun.
Dugaan Sosok Satoshi Nakamoto Semakin Kuat Mengarah ke Nick Szabo
Konsekuensi Mengetahui Identitas Satoshi NakamotoDengan berkembangnya teori bahwa Todd adalah pencipta Bitcoin, muncul pertanyaan besar: Apakah kita benar-benar ingin mengetahui siapa Satoshi Nakamoto?
Membongkar identitas Satoshi Nakamoto bisa saja merusak esensi dari Bitcoin dan blockchain itu sendiri. Salah satu daya tarik terbesar dari Bitcoin adalah desentralisasi dan anonimitasnya.
Satoshi Nakamoto tidak hanya menciptakan cryptocurrency pertama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar penting yang mendorong kebebasan finansial dan keadilan bagi semua orang.
Mengetahui identitas Satoshi bisa memicu perubahan pandangan tentang Bitcoin, merusak kepercayaan di antara penggunanya, dan bahkan menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Dilansir dari laporan Politico, Todd sering kali bercanda mengklaim dirinya adalah Satoshi, namun itu bukan karena dia benar-benar pencipta Bitcoin, melainkan sebagai ekspresi solidaritas terhadap upaya menjaga privasi.
Seperti yang dinyatakan oleh Nic Carter, partner pendiri Castle Island Ventures.
“Tidak ada misteri yang lebih besar dalam sejarah,” ungkapnya.
Mengetahui siapa Satoshi Nakamoto bisa memberikan keuntungan bagi pihak-pihak tertentu, tetapi di sisi lain, bisa mengancam integritas Bitcoin. Oleh karena itu, ada baiknya sosok asli pencipta tersebut tidak terbongkar.
“Faktanya, Satoshi berhasil menciptakan sesuatu yang sangat magis, saya secara pribadi berharap kita tidak pernah mengetahui siapa Satoshi,” tambahnya.
Bahkan sebelumnya 10x Research menggunakan Prinsip Razor dengan menyiratkan bahwa Nick Szabo adalah sosok di balik Satoshi Nakamoto, karena sejumlah karyanya mendekati dengan sistem di Bitcoin, khususnya terkait sistem smart contract, pendekatan jaringan desentralistik dan peer-to-peer dan sistem Bit Gold yang pernah dirancangnya.
Bukti dan KetidakpastianBukti yang disajikan dalam dokumenter untuk mendukung teori bahwa Todd adalah Satoshi tidaklah cukup kuat.
Meskipun Todd memiliki pengetahuan mendalam tentang Bitcoin dan pernah berkomunikasi dengan Nakamoto, ini tidak membuktikan bahwa dia adalah pencipta Bitcoin.
Banyak anggota komunitas crypto yang juga skeptis, termasuk Jameson Lopp, salah satu pendiri perusahaan Bitcoin Casa.
“Di mana pun Satoshi berada, saya suka berpikir mereka sedang tertawa tentang kebodohan ini,” tulisnya di X.
Dalam konteks ini, kita dihadapkan pada dilema: Apakah kita ingin berpegang pada anggapan bahwa satu individu adalah pencipta dari sesuatu yang lebih besar, atau kita menerima bahwa Bitcoin dan ide-ide di baliknya adalah hasil dari kolaborasi banyak individu?
Pertanyaan terakhir tentu lebih sesuai dengan inti desentralisasi yang diciptakan Satoshi Nakamoto sebagai fondasi dasar Bitcoin.
Mengapa Misteri Harus Tetap AdaMengetahui identitas Satoshi Nakamoto bukan hanya tentang kepuasan rasa ingin tahu. Ini adalah tentang melindungi nilai-nilai yang telah dibangun oleh Bitcoin selama lebih dari satu dekade.
Dengan segala kontroversi dan skandal yang melibatkan Peter Todd, serta penolakan tegasnya untuk diidentifikasi sebagai Satoshi, kita seharusnya lebih berhati-hati dalam menggali siapa sebenarnya di balik nama tersebut.
Dengan mempertahankan misteri ini, kita tidak hanya melindungi warisan Satoshi tetapi juga masa depan Bitcoin.
Ada baiknya apabila kita biarkan identitas Satoshi tetap menjadi misteri lalu fokus pada potensi masa depan cryptocurrency dan teknologi blockchain, daripada terjebak dalam teori konspirasi yang tidak berujung. [dp]
Benarkah Len Sassaman Adalah Satoshi Nakamoto si Pencipta Bitcoin? Ini Buktinya!
Sebuah film dokumenter HBO yang akan datang berjudul Money Electric: The Bitcoin Mystery dikabarkan akan mengungkap identitas asli Satoshi Nakamoto, pencipta... | Halaman Lengkap [342] url asal
#bitcoin #bitcoin-adalah #harga-bitcoin #investasi-bitcoin #satoshi-nakamoto
(SINDOnews Ekbis) 08/10/24 14:15
v/16189510/
JAKARTA - Sebuah film dokumenter HBO yang akan datang berjudul "Money Electric: The Bitcoin Mystery" dikabarkan akan mengungkap identitas asli Satoshi Nakamoto, pencipta misterius Bitcoin.Film dokumenter tersebut mengarah pada Len Sassaman, seorang ahli kriptografi yang meninggal dunia 2011, sebagai sosok di balik nama samaran Satoshi.
Siapakah Len Sassaman?
Len Sassaman lahir pada 9 April 1980. Ia adalah seorang ahli kriptografi dan pejuang privasi yang berperan penting dalam komunitas cypherpunk. Sassaman menemukan bakatnya dalam pemrograman di usia muda dan mengejar karir di bidang ilmu komputer.Perjalanan Karir Sassaman
1999: Pindah ke San Francisco Bay Area dan aktif dalam komunitas cypherpunk, termasuk berkontribusi dalam mailing list cypherpunk di mana Bitcoin pertama kali diumumkan oleh Satoshi Nakamoto.
Studi Lanjut: Melanjutkan studi di Katholieke Universiteit Leuven di Belgia di bawah bimbingan ahli kriptografi ternama, David Chaum dan Bart Preneel.
Reputasi di Bidang Kriptografi: Melalui penelitiannya dengan kelompok Computer Security and Industrial Cryptography (COSIC), Sassaman mendapatkan reputasi yang kuat di bidang kriptografi dan teknologi peningkat privasi.
Tragedi dan Penghormatan
Pada 2011, Len Sassaman meninggal dunia. Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya, sebuah obituari untuk Sassaman diabadikan di jaringan Bitcoin.Klaim Dokumenter HBO
Dokumenter HBO "Money Electric: The Bitcoin Mystery" menunjukkan bahwa Len Sassaman adalah pendiri Bitcoin, dengan mengutip latar belakangnya dalam budaya cypherpunk sebagai bukti."Saya pikir orang-orang akan memperdebatkannya dan itu tidak masalah. Itulah sifat dari ruang ini. Kami memiliki lebih banyak bukti daripada yang dapat kami masukkan ke dalam film," ujar Cullen Hoback, pembuat film dalam wawancara dengan Fast Company.
"Jika film ini adalah dokumenter, seharusnya netral hingga positif untuk BTCUSD, mengingat bahwa Len meninggal pada tahun 2011 (RIP)," beber Alex Thorn, kepala penelitian di Galaxy Digital.
Perdebatan dan Spekulasi
Klaim dalam dokumenter HBO ini tentu saja memicu perdebatan dan spekulasi di kalangan komunitas kripto. Beberapa orang meragukan klaim tersebut, sementara yang lain menganggapnya masuk akal."Len Sassaman adalah kandidat cocok untuk menjadi Satoshi, tetapi saya benar-benar berpikir itu adalah Hal Finney,? beber seorang penggunaReddit.
Bukti Ini Perkuat Teori Len Sassaman sebagai Pencipta Bitcoin
Temuan bukti baru semakin memperkuat bahwa Len Sassaman sebenarnya adalah sosok asli yang menciptakan Bitcoin. [442] url asal
#bitcoin #len-sassaman #satoshi-nakamoto
(BlockChain-Media) 07/10/24 17:33
v/16117404/
Misteri seputar identitas Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin, terus memikat perhatian banyak orang. Dalam upaya untuk mengungkap siapa sebenarnya sosok di balik nama ini, berbagai teori telah muncul. Salah satu teori yang semakin menarik perhatian adalah bahwa Len Sassaman, seorang ahli kriptografi dan akademisi, mungkin memiliki hubungan dengan identitas Satoshi. Berbagai petunjuk yang terungkap dalam penelitian terbaru semakin mendukung hipotesis ini.
Konspirasi Len Sassaman Sebagai Pencipta BitcoinNama Satoshi Nakamoto saat ini masih menjadi legenda dan misteri yang belum terpecahkan dan menjadi teka-teki yang menarik perhatian. Teori terbaru mengaitkan Satoshi dengan Len Sassaman, seorang ahli kriptografi yang dikenal dengan karya-karyanya di bidang privasi dan desentralisasi.
Misteri di balik Satoshi Nakamoto semakin menarik dengan hadirnya dokumenter HBO berjudul Money Electric: The Bitcoin Mystery, yang akan tayang pada 8 Oktober 2024. Disutradarai oleh Cullen Hoback, film ini berjanji untuk mengungkap petunjuk baru mengenai identitas asli Satoshi.

Namun, aktivitas ini menurun pada akhir musim semi dan akhir tahun, yang biasanya menjadi waktu yang padat bagi seorang akademisi seperti Len Sassaman yang sedang mengejar gelar Doktor. Pada periode tersebut, mereka umumnya dihadapkan pada ujian dan tugas yang perlu dinilai.
Tidak hanya itu saja, sebelumnya peneliti keamanan, Dan Kaminsky, memperlihatkan bahwa pencipta Bitcoin adalah seorang jenius dengan struktur kode yang mengesankan.
Saat mencoba menyerang kode Satoshi, ia menemukan pesan “Attack Removed” di setiap titik yang dicoba, menunjukkan bahwa Satoshi sudah mengantisipasi serangan tersebut.
“Saya menemukan bug yang cantik, tetapi setiap kali saya mencoba menyerang, ada satu baris yang menangani masalahnya,” kata Kaminsky.
Kaminsky juga menggambarkan Satoshi sebagai “programmer kelas dunia” yang memahami ekonomi, kriptografi, dan jaringan peer-to-peer dan menegaskan bahwa Satoshi memiliki keahlian luar biasa dalam menciptakan Bitcoin.
“Entah ada tim yang mengerjakan ini, atau orang ini adalah seorang jenius,” ujarnya.
Dari sini, dapat disimpulkan bahwa Satoshi Nakamoto adalah seorang jenius yang sangat kental dengan seorang akademisi seperti Len Sassaman.
Kemampuannya dalam mengembangkan Bitcoin mencerminkan pemahaman mendalam tentang kriptografi, ekonomi, dan sistem jaringan. Kecerdasan akademis sering kali ditandai oleh kombinasi pengetahuan yang mendalam, keterampilan analitis, dan kemampuan berpikir kritis.
Len Sassaman, Sosok Satoshi yang Sebenarnya?Dengan berbagai temuan yang ada, apakah ini semua kebetulan? Dengan semua petunjuk dan analisis yang terkumpul, kita semakin mendekati pemahaman tentang siapa Satoshi Nakamoto yang sebenarnya.
Len Sassaman, dengan latar belakang akademis dan keahlian dalam kriptografi, memiliki atribut yang sangat cocok dengan sosok misterius ini.
Apakah mungkin Satoshi adalah Len Sassaman? Bukti yang ada menunjukkan bahwa kita tidak boleh mengabaikan kemungkinan ini. Sementara misteri di balik identitas Satoshi masih menyelimuti, setiap petunjuk yang ditemukan menambah kedalaman pada narasi yang mengelilinginya.
Keterlibatan Len dalam komunitas kriptografi dan pengalamannya di Eropa memberikan gambaran baru yang menarik tentang siapa sebenarnya pencipta Bitcoin. [dp]
Perburuan Satoshi Nakamoto Berlanjut: Petunjuk Baru Muncul
Perburuan Satoshi Nakamoto terus berlanjut dengan munculnya berbagai teori dan petunjuk baru mengenai pencipta Bitcoin tersebut. [399] url asal
#bitcoin #craig-wright #len-sassaman #satoshi #satoshi-nakamoto
(BlockChain-Media) 04/10/24 20:30
v/15977590/
Misteri di balik pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, masih terus menyita perhatian. Berbagai spekulasi, teori, dan klaim kembali muncul, memperlihatkan betapa pentingnya mengungkap identitas asli tokoh ini bagi dunia kripto.
Baru-baru ini, dokumenter HBO yang akan tayang pada 8 Oktober 2024 mendatang mengklaim akan mengungkap petunjuk baru soal siapa sebenarnya sosok di balik Satoshi Nakamoto. Rencana tayang film ini bertepatan dengan peringatan ke-16 terbitnya whitepaper “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System” yang akan jatuh pada 31 Oktober 2024.
Film Dokumenter HBO dan Klaim BaruSalah satu petunjuk terbaru datang dari film dokumenter HBO berjudul Money Electric: The Bitcoin Mystery.
Film ini disutradarai oleh Cullen Hoback, yang sebelumnya dikenal lewat karya dokumenternya “Q: Into the Storm,” di mana ia berhasil mengidentifikasi beberapa pencetus teori konspirasi QAnon. Hoback kini beralih mengungkap misteri di balik pencipta Bitcoin yang telah lama menghilang.

Meskipun Sassaman meninggal karena bunuh diri pada 2011 setelah bertahun-tahun berjuang melawan depresi, sejarah panjangnya dalam dunia kriptografi membuat banyak orang meyakini bahwa dia adalah sosok di balik Bitcoin.
Misteri Satoshi Nakamoto yang Masih Terus BerlanjutPerburuan terhadap Satoshi Nakamoto tampaknya masih jauh dari kata selesai dan mungkin tidak akan pernah selesai. Dengan berbagai spekulasi dan teori yang terus bermunculan, dari Craig Wright hingga Len Sassaman, dunia kripto terus menanti kepastian.
Apakah dokumenter HBO yang akan datang ini akhirnya akan mengungkap identitas sebenarnya dari sosok pencipta Bitcoin? Ataukah ini hanya akan menjadi tambahan babak baru dalam rangkaian teori yang sudah lama beredar?
Meski demikian, satu hal yang pasti: selama Satoshi Nakamoto tetap dalam bayang-bayang, dunia akan terus penasaran, dan misteri ini akan tetap menjadi salah satu teka-teki terbesar dalam sejarah keuangan digital.
Sosok Cullen HobackCullen Hoback adalah seorang sutradara, produser, dan pembuat film dokumenter asal Amerika Serikat yang dikenal karena mengeksplorasi isu-isu sosial, politik, dan privasi digital melalui karyanya. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah dokumenter Terms and Conditions May Apply (2013), yang mengulas dampak dari syarat dan ketentuan dalam perjanjian layanan digital terhadap privasi pengguna internet.
Hoback juga dikenal sebagai sutradara dokumenter Q: Into the Storm (2021), yang meneliti gerakan konspirasi QAnon dan mencari tahu siapa sosok di balik “Q”. Dokumenter ini tayang di HBO dan mendapat perhatian luas karena eksplorasinya terhadap fenomena online dan dampaknya pada dunia nyata. Dengan pendekatan kritis terhadap privasi dan media sosial, Hoback sering membahas bagaimana teknologi mempengaruhi masyarakat, baik dalam aspek privasi pribadi maupun kebebasan informasi. [dp]
