#30 tag 24jam
PM Inggtis Bertekad Seret Para Perusuh Sayap Kanan ke Jalur Hukum
PM Keir Starmer menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas aksi premanisme sayap kanan di Inggris. [804] url asal
#pm-inggris #keir-starmer #perusuh-sayap-kanan #penikaman-massal-di-southport
(MedCom - Internasional) 05/08/24 14:22
v/13380171/
London: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertekad menyeret semua perusuh sayap kanan ke jalur hukum atas tindakan mereka yang memicu kerusuhan dalam beberapa hari terakhir.
Kerusuhan ini, yang dipicu penikaman massal beberapa hari lalu, merupakan kekacauan terburuk di Inggris dalam 13 tahun terakhir.
Mengutip dari Channel News Asia, Senin, 5 Agustus 2024, para demonstran anti-imigrasi yang mengenakan topeng memecahkan beberapa jendela di sebuah hotel yang digunakan untuk menampung pencari suaka di Rotherham, South Yorkshire.
Kerusuhan ini dipicu oleh misinformasi tentang penikaman massal di Southport pada hari Senin, dan telah melanda beberapa kota, yang mana para demonstran anti-imigrasi bentrok dengan polisi dalam insiden ini.
Kekerasan ini menjadi tantangan besar bagi Starmer, yang baru saja terpilih sebulan yang lalu setelah memimpin Partai Buruh meraih kemenangan telak atas Partai Konservatif.
"Saya jamin Anda akan menyesal telah mengambil bagian dalam kekacauan ini. Baik secara langsung maupun mereka yang menggerakkan aksi ini secara online, dan kemudian melarikan diri," kata Starmer dalam pidato televisi.
Ia menambahkan bahwa tidak ada pembenaran untuk apa yang disebutnya "premanisme sayap kanan" dan berjanji akan membawa para pelaku ke pengadilan.
Pembakaran dan Penjarahan
Rekaman yang ditayangkan di BBC menunjukkan perusuh memaksa masuk ke dalam Holiday Inn Express di Rotherham. Mereka juga mendorong tempat sampah yang terbakar ke dalam gedung. Tidak jelas apakah ada pencari suaka di dalamnya.
Sepuluh petugas terluka dalam insiden ini, namun polisi setempat mengatakan tidak ada staf hotel atau klien yang terluka.
Di kota Middlesbrough, Inggris timur laut, ratusan pengunjuk rasa berhadapan dengan riot police atau polisi anti huru-hara yang membawa perisai. Beberapa dari mereka melempar batu bata, kaleng, dan pot ke arah petugas. Para pengunjuk rasa juga merampas kamera dari kru AFP dan merusaknya, namun tidak ada jurnalis yang terluka.
Kerusuhan yang baru ini terjadi setelah polisi mengatakan lebih dari 150 orang telah ditangkap sejak Sabtu menyusul bentrokan di aksi unjuk rasa sayap kanan di Liverpool, Manchester, Bristol, Blackpool, dan Hull, serta Belfast di Irlandia Utara.
Para perusuh melemparkan batu bata, botol, dan suar ke arah polisi yang melukai beberapa petugas, menjarah dan membakar toko, sementara demonstran meneriakkan hinaan anti-Islam saat bentrok dengan pengunjuk rasa tandingan.
Kekerasan ini adalah yang terburuk di Inggris sejak musim panas 2011 ketika terjadi kerusuhan luas setelah pembunuhan seorang pria berdarah campuran oleh polisi di London utara.
Para pemimpin agama Kristen, Muslim, dan Yahudi di Liverpool mengeluarkan seruan bersama untuk ketenangan.
"Kami sekarang melihatnya (masalah) membanjiri kota-kota besar dan kecil," kata Tiffany Lynch dari Federasi Polisi Inggris dan Wales.
Minggu malam, polisi Staffordshire mengatakan sebuah hotel lain yang diketahui menampung pencari suaka menjadi sasaran di dekat Birmingham. "Sekelompok besar orang" telah "melemparkan proyektil, memecahkan jendela, menyalakan api dan menargetkan polisi" di hotel di kota Tamworth, dengan satu petugas terluka, kata pernyataan itu.
Kerusuhan pertama kali terjadi di Southport pada Selasa malam setelah serangan penusukan yang brutal di sebuah pesta dansa bertema Taylor Swift di kota pesisir barat laut itu, sebelum menyebar ke seluruh Inggris.
Rumor Palsu
Kerusuhan ini dipicu oleh rumor palsu di media sosial tentang latar belakang tersangka, Axel Rudakubana, remaja Inggris berusia 17 tahun yang dituduh membunuh tiga anak dan melukai 10 orang lainnya.
Polisi menyalahkan kekerasan ini pada pendukung dan organisasi terkait English Defence League (EDL), sebuah organisasi anti-Islam yang didirikan 15 tahun lalu yang pendukungnya terkait dengan hooliganisme sepak bola.
Para penghasut menargetkan setidaknya dua masjid, dan kementerian dalam negeri Inggris mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka menawarkan keamanan darurat baru untuk tempat-tempat ibadah Islam.
Unjuk rasa ini telah diiklankan di saluran media sosial sayap kanan dengan spanduk "Cukup sudah".
Para peserta mengibarkan bendera Inggris dan Inggris Raya sambil meneriakkan slogan-slogan seperti "Hentikan perahu" yang merujuk pada migran ilegal yang menyeberangi Selat Inggris dari Prancis.
Para demonstran anti-fasis mengadakan demonstrasi tandingan di banyak kota, termasuk Leeds di mana mereka meneriakkan, "Nazi keluar dari jalan kami", sementara para pengunjuk rasa ekstrem kanan meneriakkan, "Anda bukan orang Inggris lagi".
Tidak semua pertemuan berubah menjadi kekerasan. Sebuah aksi damai di Aldershot, Inggris selatan, pada hari Minggu, melihat para peserta membawa plakat yang bertuliskan "Hentikan invasi" dan "Kami bukan sayap kanan, kami adalah orang Inggris".
"Orang-orang sudah muak dengan pernyataan bahwa Anda seharusnya malu jika Anda berkulit putih dan kelas pekerja, tetapi saya bangga menjadi kelas pekerja kulit putih," kata Karina (41) kepada AFP di Nottingham pada hari Sabtu.
Para pengamat mengatakan bahwa para demonstran mungkin merasa diberanikan oleh naiknya elemen anti-imigrasi dalam politik Inggris.
Pada pemilihan bulan lalu, partai Reform UK yang dipimpin oleh pemandu sorak, Brexit Nigel Farage, meraih 14 persen suara, yaitu salah satu persentase suara terbesar untuk partai sayap kanan di Inggris.
Carla Denyer, salah satu pemimpin partai sayap kiri Green, mengatakan kerusuhan ini harus menjadi "peringatan bagi semua politisi yang secara aktif mempromosikan atau mengalah" pada retorika anti-imigrasi. (Shofiy Nabilah)
Baca juga: Kerusuhan Sayap Kanan Meluas, Komunitas Muslim Inggris Ketakutan
(WIL)
Kerusuhan Sayap Kanan Meluas, Komunitas Muslim Inggris Ketakutan
Kerusuhan pecah di banyak kota di Inggris atas penikaman mematikan yang secara keliru dikaitkan ke kelompok Muslim. [426] url asal
#komunitas-muslim-inggris #kerusuhan-sayap-kanan #penikaman-southport #keir-starmer
(MedCom - Internasional) 05/08/24 12:52
v/13372318/
London: Kerusuhan kelompok sayap kanan yang dipicu penikaman beberapa hari lalu terus meluas di berbagai kota di Inggris. Hal ini membuat komunitas Muslim di seluruh Inggris ketakutan, karena mereka menjadi sasaran kemarahan para perusuh sayap kanan.
Kekacauan ini dipicu penikaman mematikan di Southport yang secara keliru dikaitkan dengan kelompok Muslim.
Dikutip dari Middle East Eye, Senin, 5 Agustus 2024, kerusuhan meletus selama lima malam berturut-turut di beberapa kota termasuk London, Liverpool, Manchester, Sunderland, Belfast, dan Hull. Ini terjadi setelah tiga anak tewas ditikam dan delapan lainnya terluka parah dalam serangan di sebuah kelas tari bertema Taylor Swift di Southport.
Axel Rudakubana, remaja 17 tahun yang lahir dari orang tua Kristen asal Rwanda, telah didakwa atas pembunuhan tersebut. Meski usianya di bawah 18 tahun, Hakim Andrew Menary memutuskan untuk mengungkapkan identitas Rudakubana demi kepentingan publik, menyeimbangkan risiko terhadap keluarga tersangka dengan kepentingan publik dalam melaporkan identitasnya secara akurat.
Pada Sabtu sore, kekerasan pecah di beberapa kota di Inggris dan Irlandia Utara. Video dari Hull menunjukkan seorang pria Asia diserang oleh massa pria kulit putih yang menyalahkan Muslim dan imigran atas penikaman tersebut. Insiden serupa terjadi di Bristol dan Manchester, di mana pria kulit hitam diserang oleh kelompok pria kulit putih bertopeng.
Video di media sosial dari Manchester menunjukkan supermarket Sainsbury's Local terpaksa tutup setelah diserbu oleh perusuh yang mencuri barang-barang seperti botol anggur dan kaleng bir.
'Menyebar Kebencian'
Di Leeds, sekitar 150 orang, kebanyakan pria, terlihat membawa bendera Saint George's Cross dan berteriak "Anda bukan orang Inggris lagi.” Sementara itu, ratusan demonstran tandingan, yang jumlahnya jauh lebih banyak dari massa sayap kanan, terdengar mengatakan "Sampah Nazi, pergi dari jalanan kami."
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan para pemuda mengenakan balaclava melempar batu bata, kembang api, dan suar ke arah polisi, sementara toko-toko dijarah.
Setelah serangan tersebut, kelompok-kelompok Muslim berkumpul untuk melindungi masjid dan tempat ibadah lainnya dari perusuh sayap kanan. Banyak Muslim mengatakan dalam rekaman yang dibagikan secara online bahwa mereka berada di jalan untuk mendukung polisi dan tidak akan melakukan serangan terhadap perusuh sayap kanan.
Kekerasan ini, yang mengakibatkan banyak penangkapan dan menempatkan komunitas Muslim Inggris dalam ketegangan, menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Perdana Menteri Partai Buruh, Keir Starmer, yang baru berusia satu bulan.
Starmer menuduh "preman" mengambil alih kesedihan bangsa untuk "menyebarkan kebencian" dan berjanji bahwa mereka yang melakukan tindakan kekerasan akan "menghadapi kekuatan penuh hukum." Namun, pemerintahannya dikritik karena gagal menjangkau pemimpin komunitas Muslim Inggris dan kelompok-kelompok terkait. (Shofiy Nabilah)
Baca juga: Massa Anti-Islam Rusuh di Inggris Usai Penikaman Bocah, Padahal Pelaku Bukan Muslim
(WIL)
Massa Anti-Islam Rusuh di Inggris Usai Penikaman Bocah, Padahal Pelaku Bukan Muslim
Massa sayap kanan Inggris menyerbu sebuah hotel yang diduga digunakan untuk menampung migran di Rotherham pada Minggu. [526] url asal
#inggris #islamofobia #sayap-kanan #kerusuhan #bentrokan
(MedCom - Internasional) 05/08/24 12:03
v/13368562/
Rotherham: Massa sayap kanan Inggris menyerbu sebuah hotel yang diduga digunakan untuk menampung migran di Rotherham pada Minggu, dalam kerusuhan yang berlangsung selama lima hari berturut-turut. Kerusuhan ini dipicu oleh penikaman mematikan di Southport yang secara keliru dikaitkan dengan Muslim dan migran.Dilansir dari Middle East Eye, rekaman yang disiarkan oleh BBC menunjukkan puluhan perusuh memaksa masuk ke Holiday Inn Express di Rotherham setelah memecahkan jendela dan membakar tempat sampah di luar gedung. Satu petugas polisi terluka dalam serangan tersebut karena massa yang beberapa mengenakan bendera Inggris, melemparkan batu bata, botol bir, dan proyektil lainnya ke arah petugas.
Para perusuh terdengar meneriakkan nama aktivis sayap kanan Tommy Robinson di berbagai siaran langsung di TikTok saat mereka melemparkan proyektil ke petugas polisi yang mengenakan riot gear atau pakaian dan peralatan anti huru-hara.
Kemudian pada hari Minggu, riot police atau polisi anti huru-hara dikerahkan ke Middlesbrough saat sekelompok pria marah turun ke jalan. Di Bolton, pihak berwenang mengeluarkan surat perintah pembubaran yang memberikan kekuasaan tambahan kepada petugas untuk menangani perilaku anti-sosial.
Sekelompok pria dan wanita kulit putih di Bolton terdengar meneriakkan kata-kata rasis kepada polisi dalam berbagai siaran langsung di TikTok saat mereka mencoba membubarkan mereka, seperti "Paki-wannabe" dan "Paki".
Kekerasan ini terjadi setelah setidaknya 90 orang ditangkap pada hari Sabtu dalam kerusuhan di kota-kota besar termasuk Manchester, Liverpool, dan Hull. Sebuah massa di Liverpool membakar sebuah perpustakaan, meninggalkan sebagian bangunan dalam reruntuhan.
Sementara itu, video dari Hull menunjukkan seorang pria Asia diserang oleh massa pria kulit putih yang menyalahkan Muslim dan imigran atas serangan penikaman di Southport.
Kerusuhan terhadap Muslim dan imigrasi meletus di Southport pada hari Selasa setelah tiga anak tewas dan delapan lainnya terluka parah dalam serangan penikaman di sebuah kelas tari bertema Taylor Swift.
Ratusan orang bertopeng melemparkan batu bata, pot tanaman, dan tempat sampah kosong ke arah Masjid Southport Islamic Society dan riot police setelah kampanye misinformasi yang secara keliru mengklaim penyerang adalah seorang Muslim. Padahal pelaku bukanlah Muslim.
Axel Rudakubana, seorang remaja 17 tahun yang lahir dari orang tua Kristen asal Rwanda, telah didakwa atas pembunuhan tersebut.
Kekerasan yang mengakibatkan banyak penangkapan dan membuat komunitas Muslim Inggris gelisah ini menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Perdana Menteri Partai Buruh, Keir Starmer, yang baru berusia satu bulan. Kasus ini juga menyoroti para penghasut sayap kanan yang terkait dengan hooliganisme sepak bola di saat elemen-elemen anti-imigrasi meraih kesuksesan elektoral dalam politik Inggris.
Starmer menuduh "preman" “membajak” kesedihan bangsa untuk "menabur kebencian" dan berjanji bahwa mereka yang melakukan tindakan kekerasan akan "menghadapi kekuatan penuh hukum". Namun, pemerintahannya dikritik karena gagal menjangkau para pemimpin dan kelompok masyarakat Muslim Inggris.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, Dewan Muslim Inggris (MCB) mengatakan ratusan masjid meningkatkan keamanan mereka setelah kelompok sayap kanan "meneror komunitas Muslim," memicu "kecemasan dan ketakutan."
"Apa yang kita lihat di jalan-jalan Inggris (adalah) konsekuensi dari Islamofobia yang tidak terkendali: dapat diterima, kuat, dan sangat nyata dalam masyarakat kita saat ini," kata Zara Mohammed, sekretaris jenderal MCB, dalam pernyataan tersebut.
"Pemerintah benar untuk berbicara menentang ekstremisme yang disaksikan di jalan-jalan kita, tetapi pemerintah diam saja terhadap Islamofobia yang memicu ekstremisme tersebut,” pungkas Mohammed. (Shofiy Nabilah)
(FJR)
Saat Zionis Rangkul Sayap Kanan Prancis dan Kalah di Pemilu | Republika Online
Yahudi Prancis mendukung sayap kanan yang punya sejarah antisemitisme. [806] url asal
#sayap-kiri-prancis #sayak-kanan-prancis-kalah #sayap-kanan-prancis #zionis-dan-sayap-kanan #zionis-di-prancis
(Republika - News) 08/07/24 16:59
v/10091175/
REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Pemilu Prancis menguak tindakan para Zionis merangkul kelompok yang terang-terangan benci dengan bangsa Yahudi ketimbang harus berkubu dengan mereka yang pro-Palestina. Bagaimanapun, keberhasilan koalisi sayap kiri yang dipimpin Insoumise La France mengejutkan komunitas Yahudi di Prancis dan pihak-pihak di Israel.
Harapan mereka bahwa kelompok sayap kanan akan memenangkan pemilu dan membela Israel dikandaskan dalam pemilihan tahap kedua pada Ahad (7/7/2024). Media Yahudi Forward melansir, kelompok sayap kanan sedianya musuh lama Yahudi Prancis.
Pendiri gerakan itu, Jean-Marie Le Pen, telah berulang kali dihukum karena ujaran kebencian dan penyangkalan Holocaust. Sedangkan pendiri lainnya, Pierre Bousequet sempat bertugas di Waffen-SS Partai Nazi saat Jerman menguasai Prancis. Kandidat National Rally dalam pemilu ini juga kedapatan melakukan tindakan yang jelas-jelas antisemit seperti mengenakan yarmulk bergambar swastika.
Pembawa panji terkini sayap kanan Prancis, Marie Le Pen, yang merupakan putri Jean-Marine, mencoba mengobati citra partainya. Ia mendekati kelompok Zionis di Prancis dan pelan-pelan mengubah citra antisemit partainya dengan lebih terfokus menargetkan umat Islam dan imigran di Prancis.
Kemudian terjadilah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang dibalas dengan perang genosida Israel di Jalur Gaza. Beberapa politisi sayap kiri menolak untuk secara eksplisit mengutuk serangan Hamas terhadap Israel. Le Pen, sementara itu, mengecam serangan Hamas, dan mendorong posisi pro-Israel.
CRIF, organisasi payung Yahudi Perancis, kemudian mendesak komunitas tersebut untuk menolak kelompok sayap kanan dan sayap kiri. Namun menjelang pemungutan suara hari Minggu, ketika dihadapkan dengan kebangkitan Insoumise La France, beberapa suara terkemuka Yahudi menyerukan masyarakat untuk memilih partai Le Pen.
Salah satu ekspresi dukungan yang mencolok terhadap National Rally datang dari Serge Klarsfeld, seorang penyintas Holocaust Perancis yang terkenal karena memburu penjahat Nazi dan mendesak agar mereka diadili.
“Nasional Rally mendukung orang Yahudi, mendukung negara Israel,” kata Klarsfeld, 88 tahun, dalam wawancara yang disiarkan televisi secara nasional bulan lalu. “Ketika ada partai anti-Yahudi dan partai pro-Yahudi, saya akan memilih partai pro-Yahudi.”
Kelompok kiri yang dipimpin partai Insoumise La France berulang kali menegaskan dukungannya terhadap Palestina. Bahkan sejak awal 2010, Jean-Luc Mélenchon, pemimpin Insoumise La France telah membela Palestina melawan Israel dan mengkritik CRIF dengan menuduhnya menganut komunitarianisme.
Perlu diingat bahwa CRIF di Perancis, seperti AIPAC di Amerika Serikat, melakukan lobi dengan penuh semangat untuk mendukung Israel, khususnya di kalangan politikus. Pada 2014, Mélenchon mendukung demonstrasi anti-Israel dan gerakan BDS (Boikot, Divestasi, dan Sanksi).
Sejak 7 Oktober, kritik Yahudi Prancis terhadap Mélenchon menjadi semakin ganas. Tujuannya untuk mengalihkan perhatian dari serangan genosida yang dilancarkan terhadap Gaza dan melarang diskusi mengenai hal tersebut.
Kantor media Pressenza melansir bahwa tuduhan antisemitisme lebih langsung dan kini menyasar Insoumise La France secara keseluruhan. Mélenchon menolak untuk mematuhi pemerintah Prancis yang menggambarkan Hamas sebagai organisasi teroris.
Menurut dia, Hamas adalah pasukan kombatan yang berperang melawan pendudukan wilayah mereka. Oleh karena itu, ia menolak menganggap pembantaian tanggal 7 Oktober sebagai tindakan teroris dan melihatnya sebagai kejahatan perang. Ia juga mengkritik presiden Majelis Nasional, Yaël Braun-Pivet, yang pergi ke Israel saat bom Israel menghujani Gaza. Ia juga berani menyebut Negara Israel sebagai negara genosida.
Sikap tersebut diklaim berdampak pada Insoumise La France secara keseluruhan, karena pernyataan Mélenchon dituding merupakan bagian dari strategi yang diambil partai tersebut untuk menarik lingkungan kelas pekerja yang memiliki jumlah pemilih Muslim yang signifikan. Sebuah survei mengungkapkan bahwa 92 persen orang Yahudi di Prancis percaya bahwa Insoumise La France mendorong bangkitnya antisemitisme.
Pada akhirnya, kemenangan partai politik sayap kanan pada putaran pertama pemilu Prancis berhasil diadang oleh koalisi sayap kiri dalam pemilihan tahap dua pada Ahad. Pengakuan atas kedaulatan Palestina jadi salah satu janji pertama yang diucapkan politikus sayap kiri.
“Kami akan memiliki perdana menteri dari Front Populer Baru,” Jean-Luc Mélenchon, pemimpin sayap kiri Prancis, memposting di X pada Ahad malam. “Kami akan dapat memutuskan banyak hal melalui keputusan. Di tingkat internasional, kita harus setuju untuk mengakui Negara Palestina.”
Tidak ada partai yang memenangkan mayoritas dalam putaran kedua pemilihan parlemen Prancis pada Ahad, di mana seluruh 577 kursi Majelis Nasional diperebutkan. Menurut Le Monde, aliansi sayap kiri Front Populer Baru memenangkan 182 kursi sementara Ensemble yang berhaluan tengah, yang didukung oleh Presiden Emmanuel Macron, memenangkan 168 kursi.
Partai sayap kanan National Rally, yang dipimpin oleh Marine Le Pen, memenangkan 143 kursi. Ini sebuah hasil yang mengecewakan bagi partai tersebut setelah memimpin putaran pertama pemungutan suara seminggu yang lalu dan tampaknya berada dalam jarak yang sangat dekat untuk mendapatkan mayoritas kursi di parlemen.
Banyak orang Yahudi Perancis mengatakan bahwa retorika pro-Palestina dari sayap kiri telah membuka pintu bagi antisemitisme. Patut dicatat bahwa tudingan antisemitisme di Eropa tak hanya soal rasisme terhadap etnis Yahudi. Kerap kali, kritik terhadap negara Israel juga dimasukkan dalam antisemitisme.
Kini, kebuntuan tampaknya terjadi di masa depan Prancis. Setelah pencalonan, Perdana Menteri Gabriel Attal yang berhaluan tengah dan memiliki akar Yahudi, mengatakan dia berencana untuk mundur.
Kemenangan Aliansi Kiri Guncang Pemilu Prancis, Sayap Kanan Kalah dari Sentris
Tidak ada satu pun dari ketiga blok utama yang berhasil mencapai 289 kursi yang diperlukan untuk mengendalikan Majelis Nasional Prancis [481] url asal
#prancis #pemilu-prancis #sayap-kiri #sayap-kanan #marine-le-pen #emmanuel-macron #pemilu-parlemen-prancis #majelis-nasional-prancis
(MedCom - Internasional) 08/07/24 12:27
v/10074920/
Paris: Kejutan terjadi di pemilihan umum parlemen Prancis putaran kedua, di mana hasilnya berada di luar ekspektasi banyak orang.Aliansi partai sayap kiri memperoleh kursi terbanyak, namun tidak berhasil memperoleh mayoritas kursi walau mengalahkan sayap kanan dan sentris. Hal ini menyebabkan parlemen Prancis berada dalam posisi menggantung, dan mungkin akan mengalami kebuntuan politik.
Hasil pemilu ini mengejutkan banyak pihak, di mana partai sayap kanan diprediksi meraih kursi terbanyak.
Melansir dari ITV pada Senin, 8 Juli 2024, hasil akhir pemilu Prancis hingga menunjukkan aliansi kiri New Popular Front atau Front Populer Baru mendapatkan 182 kursi. Sedangkan partai sentris pimpinan Presiden Emmanuel Macron meraih 163 kursi, dan Marine Le Pen dari sayap kanan National Rally (RN) 143 kursi.
Dengan hasil ini, tidak ada satu pun dari ketiga blok utama yang berhasil mencapai 289 kursi yang diperlukan untuk mengendalikan Majelis Nasional Prancis yang memiliki total 577 kursi.
Ketidakpastian politik ini berpotensi mengguncang pasar di Prancis dan ekonomi negara yang merupakan terbesar kedua di Uni Eropa. Situasi ini juga dapat memiliki dampak signifikan terhadap perang di Ukraina dan diplomasi global.
Perdana Menteri Gabriel Attal, yang berencana mengajukan pengunduran diri pada Senin ini, mengatakan bahwa, "Negara kami menghadapi situasi politik yang belum pernah terjadi sebelumnya dan bersiap untuk menyambut dunia dalam beberapa minggu." Dengan Olimpiade yang semakin dekat, ia mengatakan bahwa dirinya siap untuk tetap menduduki posisinya.
Baca juga: Pemilu Putaran Kedua Prancis Dimulai, Sayap Kanan di Atas Angin
Kiri Ekstrem
Macron menyerukan pemilu pada 9 Juni lalun untuk memberikan apa yang disebutnya sebagai ‘klarifikasi’ setelah peningkatan dukungan untuk partai sayap kanan dalam pemilu Parlemen Eropa.Lonjakan suara sayap kanan memotivasi partai-partai kiri untuk bersatu dalam aliansi baru, yang berencana menjalankan program belanja publik yang mahal dan mengambil sikap tegas terhadap Israel terkait konflik dengan Hamas.
Macron menggambarkan aliansi kiri sebagai "ekstrem," dan memperingatkan bahwa program ekonominya bisa menghancurkan Prancis, yang sudah dikritik oleh pengawas Uni Eropa karena utangnya.
Namun, seiring proyeksi dan penghitungan suara yang menunjukkan Front Populer Baru memperoleh kursi terbanyak, para pemimpinnya segera mendorong Macron untuk memberi mereka kesempatan pertama membentuk pemerintahan dan mengusulkan perdana menteri untuk berbagi kekuasaan dengan presiden.
Pemimpin yang paling menonjol dari aliansi sayap kiri, Jean-Luc Mélenchon, mengatakan bahwa aliansinya "siap untuk memerintah."
Meskip National Rally gagal meraih mayoritas absolut yang akan memberikan Prancis pemerintahan sayap kanan pertama sejak Perang Dunia II, partai anti-imigrasi dengan hubungan historis dengan antisemitisme dan rasisme ini memperoleh kursi lebih banyak dari sebelumnya di Majelis Nasional.
Banyak pemilih menganggap bahwa menjaga sayap kanan dari kekuasaan merupakan hal penting. Mereka pun mendukung kandidat dari selain sayap kanan di putaran kedua.
Pemimpin National Rally, Marine Le Pen, yang diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai presiden untuk keempat kalinya di tahun 2027, mengatakan bahwa pemilu ini merupakan langkah awal menuju "kemenangan di masa depan."
"Gelombang sedang naik," katanya. "Kali ini tidak naik cukup tinggi."
"Kenyataannya adalah bahwa kemenangan kita hanya tertunda," tambahnya. (Shofiy Nabilah)
(WIL)