KOMPAS.com - Pelatih strikertimnas Indonesia, Yeom Ki-hun, memberi pendapatnya mengenai kualitas stiker nasional setelah melakukan pengamatan pada laga-laga yang berlangsung di Liga 1 2024-2025.
Penyerang lokal memiliki potensi, tetapi masih butuh usaha lebih untuk bisa mencapai level yang diinginkan.
Ia mengatakan, dominasi penyerang asing memang cukup menyulitkan penyerang lokal di Liga 1. Namun, ia melihat secara kualitas teknik penyerang Indonesia bisa terus berkembang.
"Ketika saya menonton pertandingan liga di Indonesia, saya melihat banyak pemain kunci yang merupakan pemain asing," kata Yeom Ki-hun saat wawancara eksklusif di kanal YouTube timnas Indonesia.
"Namun dari segi kemampuan, saya tidak merasa pemain Indonesia kalah dalam hal teknis," ujarnya.
Beberapa waktu lalu Yeom Ki-hun mendapatkan mandat khusus dari pelatih utama Shin Tae-yong untuk mencari solusi sektor serang Garuda.
Seperti diketahui, timnas Indonesia sukses membangun pertahanan yang solid.
Hasil imbang di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan dua negara langganan Piala Dunia seperti Australia dan Arab Saudi menjadi buktinya.
Sayangnya, hal itu tidak dibarengi dengan konsistensi lini depan.
Keberadaan pelatih asal Korea Selatan itu membantu penyerang-penyerang timnas Indonesia untuk menemukan potensi terbaiknya.
Tidak terkecuali penyerang-penyerang yang berkarier di Liga 1 Indonesia.
Dokumentasi PSS Sleman Pemain PSS Sleman Hokky Caraka selebrasi usai menjebol gawang Barito Putera pada laga pekan ke-8 Liga 1 2024-2025 yang berakhir dengan skor 3-0 di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (20/10/2024) malam.Hokky Caraka salah satunya, saat ini tampil lebih matang setelah menjalani gemblengan di pemusatan latihan timnas. Sejauh ini, ia sudah mencatatkan tiga gol dan satu assist untuk timnya, PSS Sleman.
Menurut Yoem Ki-hun, tidak bijaksana membanding-bandingan dan menuntut hal yang berlebihan. Ia mengakui secara kualitas sepak bola Indonesia masih belum bisa disamakan dengan Korea Selatan, baik itu level kompetisi maupun pemainnya.
Akan tetapi, itu bukan hal yang buruk karena ia melihat pemain Indonesia punya ruang untuk berkembang. Tinggal bagaimana memaksimalkan potensi tersebut untuk bisa mencapai harapan yang diinginkan.
"Meski begitu jika dibandingkan dengan Korea, memang masih ada banyak hal yang perlu ditingkatkan," kata mantan pelatih Suwon Samsung Bluewings ini.
"Namun, saya yakin ke depannya sepak bola Indonesia terus berprogres," katanya.
Karena masih terlalu dini untuk mengukur batas kemampuan pemain Indonesia sebab dari segi kompetisi saja, Liga 1 Indonesia, terus berkembang dan semakin kompetitif.
"Para pemain pasti bisa berkembang lebih baik. Jadi, ya Liga Korea memang berada di level yang lebih tinggi dibanding Liga Indonesia," tutur Yoem Ki-hun.
"Namun, saya percaya bahwa Liga Indonesia juga memiliki potensi untuk berkembang menjadi liga yang lebih kompetitif dari sekarang," katanya.