#30 tag 24jam
Viral Lagu Gala Bunga Matahari, Ternyata Surga tak Hanya Dilintasi Sungai Susu
Surga juga dialiri sungai dari khamr dan madu yang disaring. [577] url asal
#lagu-sal-priadi #gala-bunga-matahari #gambaran-surga #surga-mengalir-susu #bagaimana-rupa-surga #surga-yang-dialiri-susu #sungai-sungai-di-surga #sungai-di-surga-yang-dialiri-susu
(Republika - Iqra) 30/07/24 14:19
v/12678165/
REPUBLIKA.CO.ID, Lagu Sal Priadi berjudul Gala Bunga Matahari mendapat banyak apresiasi dan diulas di dunia maya. Lagu yang bercerita tentang kerinduan seseorang kepada dia yang sudah meninggal ini terinspirasi dari beberapa ayat Alquran yang menggambarkan tentang surga. Berikut kutipan lirik dari lagu tersebut yang dikutip dari akun Youtube Visioneight.
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Salah satu kutipan dari ayat Alquran bercerita tentang sungai-sungai yang mengalir di dalam surga. Diantaranya, yakni tertera dalam QS Muhammad ayat 15.
مَثَلُالْجَنَّةِالَّتِيوُعِدَالْمُتَّقُونَفِيهَاأَنْهَارٌمِنْمَاءٍغَيْرِآسِنٍوَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُوَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَوَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّىوَلَهُمْفِيهَامِنْكُلِّالثَّمَرَاتِوَمَغْفِرَةٌمِنْرَبِّهِمْكَمَنْهُوَخَالِدٌفِيالنَّارِوَسُقُوامَاءًحَمِيمًافَقَطَّعَأَمْعَاءَهُمْ(15)
(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhannya, sama dengan orang yang kekal di dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?
Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menggambarkan beberapa sifat dan jenis dari sungai di surga.
Sifat dan Jenis Sungai di Surga
1. Tidak berubah rasa dan baunya
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah, mengungkapkan, sungai-sungai yang dimaksud memiliki makna airnya tidak berubah rasa dan baunya. Orang-orang Arab mengatakan terhadap air yang berubah baunya dengan sebutan asin. Di dalam hadis yang marfu' yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, gairu asin artinya yang jernih dan tidak keruh.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Al-A'masy, dari Abdullah ibnu Murrah, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud r.a. telah mengatakan bahwa sungai-sungai di surga itu berhulu dari gunung minyak kesturi.
2. Sungai yang dialiri susu
Ayat ini juga mengisahkan sungai surga yang dialiri air susu.
{وَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُ}
dan sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya. (QS Muhammad: 15)
Bahkan warnanya sangat keruh dan rasanya sangat manis lagi berlemak Di dalam sebuah hadis marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْضُرُوعالْمَاشِيَةِ".
Tidak dikeluarkan dari tetek hewan ternak.
3. Sungai yang dialiri khamr
Tidak hanya sungai susu, di surga juga terdapat aliran sungai dari khamr yang lezat rasanya dan tidak memabukkan. Firman Allah Swt.:
{وَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَ}
dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya. (QS Muhammad: 15)
Yakni bau dan rasanya tidak buruk seperti yang ada pada khamr di dunia melainkan warna, bau, rasa, dan pengaruhnya sangat baik. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{لَافِيهَاغَوْلٌوَلاهُمْعَنْهَايُنزفُونَ}
Tidak ada dalam khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karena (meminum)nya. (Ash-Shaffat: 47)
Di dalam hadis Marfu’ disebutkan:
"لَمْتَعْصُرْهَاالرِّجَالُبِأَقْدَامِهَا".
Tidak diperas dengan kaki-kaki kaum lelaki.
4. Sungai dari madu
{وَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّى}
dan sungai-sungai dari madu yang disaring. (Muhammad: 15)
Yaitu sangat jernih, indah warnanya, rasanya, dan baunya. Di dalam hadis yang marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْبُطُونِالنَّحْلِ"
yang bukan dikeluarkan dari perut lebah.
قَالَالْإِمَامُأَحْمَدُ:حَدَّثَنَايَزِيدُبْنُهَارُونَ،أَخْبَرَنَاالجُريري،عَنْحَكِيمِبْنِمُعَاوِيَةَ،عَنْأَبِيهِقَالَ:سَمِعْتُرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُ: "فِيالْجَنَّةِبَحْرُاللَّبَنِ،وَبَحْرُالْمَاءِ،وَبَحْرُالْعَسَلِ،وَبَحْرُالْخَمْرِ،ثُمَّتَشَقَّقُالْأَنْهَارُمِنْهَابَعْدُ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Al-Jariri, dari Hakim ibnu Mu'awiyah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Di dalam surga terdapat sungai susu, sungai air, sungai madu, dan sungai khamr, kemudian semua sungai terbelah darinya sesudah itu.
Viral Lagu Gala Bunga Matahari, Ternyata Surga tak Hanya Dilintasi Sungai Susu
Surga juga dialiri sungai dari khamr dan madu yang disaring. [571] url asal
#lagu-sal-priadi #gala-bunga-matahari #gambaran-surga #surga-mengalir-susu #bagaimana-rupa-surga #surga-yang-dialiri-susu #sungai-sungai-di-surga #sungai-di-surga-yang-dialiri-susu
(Republika - Khazanah) 30/07/24 14:19
v/12652273/
REPUBLIKA.CO.ID, Lagu Sal Priadi berjudul Gala Bunga Matahari mendapat banyak apresiasi dan diulas di dunia maya. Lagu yang bercerita tentang kerinduan seseorang kepada dia yang sudah meninggal ini terinspirasi dari beberapa ayat Alquran yang menggambarkan tentang surga.Berikut kutipan lirik dari lagu tersebut yang dikutip dari akun Youtube Visioneight
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Salah satu kutipan dari ayat Alquran bercerita tentang sungai-sungai yang mengalir di dalam surga. Diantaranya, yakni tartera dalam QS Muhammad ayat 15.
مَثَلُالْجَنَّةِالَّتِيوُعِدَالْمُتَّقُونَفِيهَاأَنْهَارٌمِنْمَاءٍغَيْرِآسِنٍوَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُوَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَوَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّىوَلَهُمْفِيهَامِنْكُلِّالثَّمَرَاتِوَمَغْفِرَةٌمِنْرَبِّهِمْكَمَنْهُوَخَالِدٌفِيالنَّارِوَسُقُوامَاءًحَمِيمًافَقَطَّعَأَمْعَاءَهُمْ(15)
(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhannya, sama dengan orang yang kekal di dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?
Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menggambarkan beberapa sifat dan jenis dari sungai di surga.
1. Tidak berubah rasa dan baunya
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah, mengungkapkan, sungai-sungai yang dimaksud memiliki makna airnya tidak berubah rasa dan baunya. Orang-orang Arab mengatakan terhadap air yang berubah baunya dengan sebutan asin. Di dalam hadis yang marfu' yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, gairu asin artinya yang jernih dan tidak keruh.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Al-A'masy, dari Abdullah ibnu Murrah, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud r.a. telah mengatakan bahwa sungai-sungai di surga itu berhulu dari gunung minyak kesturi.
2. Sungai yang dialiri susu
Ayat ini juga mengisahkan sungai surga yang dialiri air susu.
{وَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُ}
dan sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya. (QS Muhammad: 15)
Bahkan warnanya sangat keruh dan rasanya sangat manis lagi berlemak Di dalam sebuah hadis marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْضُرُوعالْمَاشِيَةِ".
Tidak dikeluarkan dari tetek hewan ternak.
3. Sungai yang dialiri khamr
Tidak hanya sungai susu, di surga juga terdapat aliran sungai dari khamr yang lezat rasanya dan tidak memabukkan. Firman Allah Swt.:
{وَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَ}
dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya. (QS Muhammad: 15)
Yakni bau dan rasanya tidak buruk seperti yang ada pada khamr di dunia melainkan warna, bau, rasa, dan pengaruhnya sangat baik. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{لَافِيهَاغَوْلٌوَلاهُمْعَنْهَايُنزفُونَ}
Tidak ada dalam khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karena (meminum)nya. (Ash-Shaffat: 47)
Di dalam hadis Marfu’ disebutkan:
"لَمْتَعْصُرْهَاالرِّجَالُبِأَقْدَامِهَا".
Tidak diperas dengan kaki-kaki kaum lelaki.
4. Sungai dari madu
{وَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّى}
dan sungai-sungai dari madu yang disaring. (Muhammad: 15)
Yaitu sangat jernih, indah warnanya, rasanya, dan baunya. Di dalam hadis yang marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْبُطُونِالنَّحْلِ"
yang bukan dikeluarkan dari perut lebah.
قَالَالْإِمَامُأَحْمَدُ:حَدَّثَنَايَزِيدُبْنُهَارُونَ،أَخْبَرَنَاالجُريري،عَنْحَكِيمِبْنِمُعَاوِيَةَ،عَنْأَبِيهِقَالَ:سَمِعْتُرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُ: "فِيالْجَنَّةِبَحْرُاللَّبَنِ،وَبَحْرُالْمَاءِ،وَبَحْرُالْعَسَلِ،وَبَحْرُالْخَمْرِ،ثُمَّتَشَقَّقُالْأَنْهَارُمِنْهَابَعْدُ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Al-Jariri, dari Hakim ibnu Mu'awiyah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Di dalam surga terdapat sungai susu, sungai air, sungai madu, dan sungai khamr, kemudian semua sungai terbelah darinya sesudah itu.
Siapa Golongan yang Diganjar Surga dengan Sungai Indah?
Ada golongan yang diganjar surga dengan sungai yang indah. [931] url asal
#surga #islam #sungai-di-surga #akhirat #kiamat
(Republika - Iqra) 28/07/24 13:09
v/12412412/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alquran seringkali menyebut surga yang dialiri sungai-sungai. Seakan-akan di surga dihiasi banyak sungai yang indah dan jernih airnya.
Bahkan surga yang diperuntukan bagi golongan orang pertama yang memeluk Islam yakni orang-orang yang pertama beriman kepada Nabi Muhammad SAW (surganya) dilengkapi sungai-sungai yang mengalir. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat ini.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Was-sābiqūnal-awwalūna minal-muhājirīna wal-anṣāri wal-lażīnattaba‘ūhum bi'iḥsān(in), raḍiyallāhu ‘anhum wa raḍū ‘anhu wa a‘adda lahum jannātin tajrī taḥtahal-anhāru khālidīna fīhā abadā(n), żālikal-fauzul-‘aẓīm(u).
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (QS At-Taubah Ayat 100)
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang pertama-tama masuk Islam, baik dari kalangan Muhajirin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah, maupun dari kalangan Ansar, yaitu penduduk kota Madinah yang menyambut dengan baik kedatangan Rasulullah dan Muhajirin, dan begitu pula para sahabat yang lain yang mengikuti perintah Rasulullah dengan sebaik-baiknya, ketiga golongan ini merupakan orang-orang mukmin yang paling tinggi martabatnya di sisi Allah, disebabkan keimanan mereka yang teguh, serta amal perbuatan mereka yang baik dan ikhlas, sesuai dengan tuntutan Rasulullah SAW.
Allah senang dan rida kepada mereka, sebaliknya mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan pahala yang amat mulia bagi mereka, yaitu surga Jannatun-na’īm yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, di sana mereka akan memperoleh kenikmatan yang tidak terhingga. Mereka akan kekal di sana selama-lamanya. Itulah kemenangan terbesar yang akan mereka peroleh.
Yang dimaksud dengan as-Sābiqūnal Awwalūn dari kalangan Muhajirin ialah mereka yang telah berhijrah dari Makkah ke Madinah sebelum terjadinya “Perjanjian Hudaibiyah, karena sebelum perjanjian tersebut, kaum musyrikin senantiasa mengusir kaum Muslimin dari kampung halaman mereka, dan membunuh sebagian dari mereka, serta menghalang-halangi siapa saja yang ingin berhijrah. Tidak ada cara lain bagi seorang mukmin untuk menyelamatkan diri dari kejahatan kaum musyrikin, kecuali menjauhkan diri dari mereka, atau menyerah kepada kehendak dan kemauan mereka.
Orang-orang yang memilih cara yang pertama, yaitu meninggalkan kota Makkah dan hijrah ke Madinah adalah orang-orang yang benar-benar beriman, tidak ada seorang munafikpun di antara mereka. Mereka meninggalkan kampung halaman karena keimanan yang murni, keikhlasan, dan perjuangan untuk menegakkan agama Islam.
Dikenal juga sebagai as-Sābiqūnal Awwalūn yaitu orang-orang yang pertama masuk Islam dan menyatakan imannya kepada Nabi Muhammad SAW dari kalangan keluarga adalah Siti Khadijah, ‘Ali bin Abi Talib, dan Zaid bin Hariṡah. Sedang dari kalangan luar ialah Abu Bakar As-siddiq, orang yang menemani Rasulullah SAW waktu hijrah ke Madinah.
Di samping itu, terdapat pula para sahabat yang dikelompokkan dalam as-Sabiqunal Awwalun yang oleh Rasulullah SAW telah dinyatakan sebagai orang-orang yang pasti masuk surga.
Di antara mereka adalah Usman bin ‘Affan, Hamzah, dan lainnya. Yang dimaksud dengan golongan pertama, as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Ansar ialah penduduk kota Madinah yang telah menyatakan ikrar kesetiaan mereka kepada kerasulan Nabi Muhammad SAW di Aqabah, suatu tempat di Mina, pada tahun ke-11 dari kerasulan Nabi Muhammad SAW. Ketika itu mereka berjumlah tujuh orang. Kemudian pada periode berikutnya, yaitu pada tahun ke-12, terjadi pula ikrar kesetiaan di tempat yang sama, yaitu Aqabah, kali ini diikuti tujuh puluh orang lelaki dan dua orang perempuan. Jejak mereka diikuti oleh yang lainnya setelah mereka didatangi oleh utusan Rasulullah yang bernama Abu Zurarah Mus’ab bin ‘Umar bin Hasyim yang membacakan ayat-ayat Alquran dan mengajarkan pengetahuan agama kepada mereka.
Demikian pula, termasuk kelompok as-Sabiqunal Awwalun ialah mereka yang telah beriman pada saat tibanya Rasulullah SAW di Madinah. Kekuatan dan persatuan Islam tumbuh dan berkembang sesudah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Pada saat itulah muncul kaum munafik yang berpura-pura menyokong agama Islam.
Hal ini dijelaskan dalam firman Allah yang turun mengenai hal ihwal Perang Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijri.
Firman Allah, "(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, 'Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu agamanya'.” (QS al-Anfal Ayat 49)
Dalam kelompok orang-orang munafik yang disebutkan dalam ayat ini, tidak terdapat seorangpun dari kalangan kaum Muhajirin dan kaum Ansar yang mendapat gelar as-Sābiqūnal Awwalūn seperti yang tersebut di atas, walaupun kaum Anṣar itu semuanya berasal dari Bani ‘Aus dan Khazraj.
Yang dimaksud dengan golongan kedua, “allazīnat tabu’ūhum bi ihsān” (orang-orang yang telah mengikuti kaum as-Sābiqūnal Awwalūn dari kalangan Muhajirin dan Ansar dengan baik) ialah mereka yang ikut berhijrah ke Madinah dan berjuang menegakkan agama Islam atau mereka yang membuktikan satunya perbuatan dan perkataan setelah mendapatkan bimbingan dan pelajaran dari kaum as-Sābiqūnal Awwalūn dari kalangan Muhajirin dan Ansar, yang merupakan pemimpin-pemimpin yang layak diikuti, dan dijadikan suri teladan dalam tingkah laku, perbuatan, ucapan, dan perjuangan menegakkan agama Allah.
Singkatnya mereka adalah orang-orang yang mengikuti as-Sābiqūnal Awwalūn dalam ketaatan dan ketakwaan sampai Hari Kiamat. Adapun golongan ketiga, yaitu orang-orang yang munafik hanya mengikuti jejak as-Sābiqūnal Awwalūn secara lahiriyah semata, tidak dengan niat yang tulus atau hanya mengikutinya dalam beberapa hal saja, sedang dalam hal-hal lainnya mereka mengingkarinya. (Tafsir Kementerian Agama)
Surga Dihiasi Sungai-Sungai Untuk Orang Beriman dan Beramal Shaleh
Sungai-sungai di surga digambarkan sangat indah. [435] url asal
#sungai #sungai-di-surga #islam #alquran #tafsir-alquran
(Republika - Iqra) 28/07/24 10:47
v/12403602/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sungai-sungai di surga digambarkan sangat indah, airnya jernih bisa diminum dan pesonanya sangat indah hingga membuat damai nan bahagia jika memandangnya. Surat Al-Baqarah Ayat 25 menjelaskan adanya sungai-sungai yang menghiasi surga.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Wa basysyiril-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal- anhār(u), kullamā ruziqū minhā min ṡamaratir rizqā(n), qālū hāżal-lażī ruziqnā min qablu wa utū bihī mutasyābihā(n), wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidūn(a).
Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah Ayat 25)
Pada ayat ini, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar menyampaikan “berita gembira” kepada orang-orang yang beriman. Sifat-sifat berita gembira itu ialah berita yang dapat menimbulkan kegembiraan dalam arti yang sebenarnya bagi orang-orang yang menerima atau mendengar berita itu.
“Berita gembira” hanya ditujukan kepada mereka yang bekerja dan berusaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang digariskan oleh agama. Karena itulah Allah menyuruh Nabi Muhammad SAW menyampaikan berita gembira itu kepada mereka yang beriman dan berbuat baik.
Iman yang dihargai Allah adalah iman yang hidup, yakni iman yang dibuktikan dengan amal kebajikan. Sebaliknya, Allah tidak menghargai amal apabila tidak berdasarkan iman yang benar.
“Amal” (perbuatan) ialah mewujudkan suatu perbuatan atau pekerjaan, baik berupa perkataan, perbuatan atau pun ikrar hati, tetapi yang biasa dipahami dari perkataan “amal” ialah perbuatan anggota badan. Amal baik mewujudkan perbuatan yang baik seperti yang telah ditentukan oleh agama.
Pada ayat di atas Allah SWT menyebut perkataan “beriman” dan “berbuat baik”, karena “berbuat baik” itu adalah hasil daripada “iman”. Pada ayat di atas ini juga disebut balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman, yaitu surga dengan segala kenikmatan yang terdapat di dalamnya.
“Surga” menurut bahasa berarti “taman” yang indah dengan tanam-tanaman yang beraneka warna, menarik hati orang yang memandangnya. Yang dimaksud dengan “surga” di sini tempat yang disediakan bagi orang yang beriman di akhirat nanti.
Surga termasuk alam gaib, tidak diketahui hakikatnya oleh manusia, hanya Allah saja yang mengetahuinya. Yang perlu dipercaya adalah bahwa surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan jasmani dan rohani yang disediakan bagi orang yang beriman. Bentuk kenikmatan itu tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi. (Tafsir Kementerian Agama)
Mengenal Sungai Jelmaan Surga di Bumi yang Diwasiatkan Rasulullah
Rasulullah SAW pernah mengatakan ada sejumlah sungai merupakan 'jelmaan' dari surga. [377] url asal
#sungai-di-surga #tiga-sungai-di-surga #sungai-nil #sungai-jelmaan-surga #sungai-menjelma #sungai-jelmaan-surga-di-dunia #sungai-sungai-surga-di-dunia #sungai-eufrat #sungai-di-mesir #indahnya-sungai-n
(Republika - Khazanah) 26/07/24 08:49
v/12159227/
REPUBLIKA.CO.ID, Sungai merupakan fenomena alam yang mengalirkan air dari sumbernya yang terletak di dataran tinggi, menuju muara terakhirnya di samudra lepas. Sungai-sungai yang ada di muka bumi memiliki fungsi vital dalam menyokong kehidupan umat manusia.
Inilah mengapa, dalam hadis riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW pernah mengatakan ada sejumlah sungai yang merupakan "jelmaan" dari surga. Meski ada banyak nama sungai di dunia, hanya ada empat sungai yang disebutkan Rasul, yakni Sungai Seihan, Jeihan, Nil, dan Eufrat. "Semuanya adalah sungai-sungai surga," kata Rasul bersabda dalam riwayat Muslim.
Dalam banyak penjelasannya, konon sumber mata air sungai-sungai tersebut adalah jelmaan dari surga lapisan yang paling bawah. Sumber mata air ini dilindungi oleh sepasang sayap malaikat Jibril. Ia menitipkannya pada gunung yang kemudian mengalirkannya ke Bumi. Berikut ini adalah sungai yang diberkahi itu:
Seihan
Seihan merupakan sungai terbesar yang berada di Yordania (dahulu wilayah Syam) dan juga termasuk sungai terpanjang di Turki karena airnya mengalir sampai ke Laut Mediterania. Panjang Sungai ini adalah 560 km.
Aliran air sungai ini mengalir dari perbukitan Anadolu di pegunungan Ante Toros. Sungai ini melewati Adana, dan bermuara di Laut Tengah, di timur laut Teluk Iskandarun. Anak sungai utamanya adalah Zamant dan Goksu yang bersatu di Aladag. Adana kemudian membentuk Sungai Seyhan. Di Adana, aliran Sungai Seihan dibendung menjadi sebuah dam yang berfungsi untuk irigasi, tenaga listrik, dan pengendali banjir.
Sungai Nil dan Sungai Eufrat..
Nil
Sungai dengan panjang 6.650 km ini merupakan sungai terpanjang di dunia yang membelah sembilan negara, di antaranya, Etiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Ruwanda, Burundi, Sudan, dan Mesir.
Aliran airnya berasal dari pegunungan Kilimanjoro, Afrika Timur, dan mengalir dari arah selatan ke utara dan bermuara di Laut Tengah. Sungai ini selain kaya manfaat juga sarat dengan sejarah. Di pinggiran sungai inilah, peradaban datang silih berganti.
Eufrat
Sungai dengan panjang 2.781 km ini melintasi tiga negara, yaitu Turki, Suriah, Irak. Bersama Tigris, sungai ini mencatat sejarah panjang dalam peradaban kuno Mesopotamia. Banyak kota purba berdiri di tebing sungai ini, seperti Kota Mari, Sippar, Nippur, Shuruppak, Uruk, dan Eridu. Lembah sungai ini juga membentuk pusat imperium Babilonia dan Assyria.
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, sungai ini akan mengering menjelang kiamat. Muncullah pegunungan emas yang hanya menimbulkan kekacauan. "Siapa yang menghadirinya, janganlah mengambilnya sedikit pun," kata Rasul bertitah.