#30 tag 24jam
Karena Dua Hal Ini, Kita Bisa Terhalang Masuk Surga
Orang yang mempunyai dua sifat ini tak bisa masuk surga. [269] url asal
#hadits #syarah-hadits #ulama #islam #makkah #pelit #surga #neraka
(Republika - Iqra) 14/10/24 14:00
v/16527184/
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Dalam sebuah hadits disebutkan:
Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang penipu tak akan masuk surga, demikian pula orang yang kikir dan orang yang mengungkit-ungkit pemberian." (HR Tirmidzi).
Pakar hadis dari India, Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi, dalam kitab Fadhilah Sedekah, menjelaskan bahwa para ulama berkata bahwa orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang disebutkan dalam hadis di atas tidak akan masuk surga. Jika dalam diri seorang mukmin ditemukan sifat-sifat ini, maka Allah SWT terlebih dulu akan memberikan taufik kepadanya untuk bertaubat dari perbuatan itu.
Jika tidak, maka orang yang tetap berbuat perilaku penipu, pelit, dan mengungkit-ungkit pemberian, akan dimasukkan ke dalam neraka terlebih dulu untuk dibersihkan dosa-dosanya. Setelah itu, barulah orang itu dimasukkan ke surga.
"Akan tetapi, walaupun untuk beberapa saat saja, dimasukkan ke dalam neraka tentu tidak dapat dianggap remeh," kata Syekh Maulana Muhammad Zakariyya.
Maulana Zakariyya menyebut hadis lainnya soal orang-orang yang pelit. Yaitu, "Abu Hurairah RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Orang-orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Dan, orang-orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya seorang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah dariapda seorang ahli ibadah yang kikir." (HR Tirmidzi).
Maulana Zakariyya menjelaskan, orang yang sedikit mengerjakan shalat sunah tapi dermawan lebih disukai Allah dari pada orang yang banyak beribadah dan mengerjakan shalat sunah panjang-panjang. Yang dimaksud ahli ibadah adalah orang yang banyak mengerjakan shalat sunah. Sedangkan mengerjakan amalan fardhu itu merupakan kewajiban setiap orang, baik dermawan ataupun tidak.
Hikmah Sabar Saat Menderita karena Sakit: Surga
Ada ganjaran surga bagi seseorang yang mengidap penyakit. [302] url asal
#sakit #penyakit #surga #sabar-saat-sakit #sabar-saat-menderita-sakit #syarah-hadits
(Republika - Iqra) 05/09/24 14:00
v/14940969/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Bila kita sakit, selain kita berusaha untuk sembuh dengan berobat, kita juga sangat dianjurkan untuk sabar. Karena, ada keutamaan di balik sabar saat penyakit melanda kita.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
عَن عَطَاءُ بْنُ أَبِى رَبَاحٍ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عَبَّاسٍ أَلاَ أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى . قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ إِنِّى أُصْرَعُ ، وَإِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِى . قَالَ « إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ » . فَقَالَتْ أَصْبِرُ . فَقَالَتْ إِنِّى أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ ، فَدَعَا لَهَا
Dari ‘Atho’ bin Abi Robaah, ia berkata bahwa Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Wanita yang berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdo’alah pada Allah untukku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdo’a pada Allah supaya menyembuhkanmu.” Wanita itu pun berkata, “Aku memilih bersabar.” Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdo’alah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut. (HR Muslim).
Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah II menjelaskan, penyakit yang diturunkan kepada seorang mukmin berfungsi sebagai cobaan. Kalau dia berhasil melewati cobaan tersebut maka Allah akan menaikkan derajatnya, bila tidak maka dia hanya akan mendapat kesia-siaan.
Salah satu indikator seorang mukmin berhasil melewati cobaan berupa penyakit adalah dia bersabar dalam menghadapi penyakitnya. Bahkan dalam hadits di atas disebutkan ada salah seorang manusia yang menjadi ahli surga hanya karena dia bersabar ketika menderita penyakit yang berat.
Ini menandakan pahala bersabar dalam menghadapi penyakit pahalanya sangat besar. Dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 155, Allah berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
wa lanabluwannakum bisyai'im minal-khaufi wal-jû‘i wa naqshim minal-amwâli wal-anfusi wats-tsamarât, wa basysyirish-shâbirîn
Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar,
Kedudukan Terendah dan Paling Tinggi Penghuni Surga Serta Cara Meraihnya di Dunia
Surga adalah balasan untuk orang beriman dan beramal saleh [277] url asal
#surga #kedudukan-surga #nikmat-surga #penghuni-surga #ciri-ciri-surga #peringkat-surga
(Republika - Iqra) 17/08/24 07:12
v/14503346/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Meski sudah sama-sama berada di surga dan merasakan nikmatnya, tetapi para penghuni surga tidak mempunyai kedudukan yang sama.
Kemudian Jarir membaca ayat
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
“Dan bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya” (QS Thaha: 130) (HR. Bukhori no 554, Muslim no 633)
Karena dua waktu di surga ini adalah waktu-waktu penglihatan bagi penghuni surga yang istimewa, Nabi SAW mengkhususkan secara rutin sholat pada dua waktu ini di dunia, sehingga barangsiapa yang memelihara kedua sholat ini di dunia pada dua waktu ini, dan sholat dengan bentuk, penghormatan, kekhusyuan, dan adab yang maksimal, diharapkan ia akan termasuk di antara orang-orang yang melihat Allah pada dua waktu ini di surga, terutama jika setelah itu ia memelihara zikir dan semua jenis ibadah hingga matahari terbit atau terbenam.
Gambaran
Gambaran nikmat surga banyak diabadikan baik dalam Alquran ataupun hadits Rasulullah SAW. Dalam hadits-hadits yang disampaikan Imam Abu Al Husain Muslim bin Al Hajjaj Al Qusyairi An Naisaburi atau Imam Muslim, Rasulullah SAW mengungkapkan nikmat surga yang tidak terbayangkan oleh manusia.Hadits-hadits tersebut tertulis dalam Shahih Muslim.
Rasulullah mengungkapkan bahwa nikmat surga belum pernah terlintas di benak manusia. Artinya manusia tidak bisa membayangkan betapa nikmatnya surga yang diperuntukkan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Nabi Muhammad SAW bersabda:
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بشر
“Allah SWT berfirman: Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas di benak manusia untuk hamba-hamba-Ku yang saleh.” (HR Muslim)
Hadits ini sesuai dengan surat As Sajdah Ayat 17:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”
Mengapa Kita Dianjurkan Meminta Surga yang Paling Tertinggi
Betapa beruntung dan bahagia bagi kaum Muslimin yang mendiami surga tersebut. [337] url asal
#surga #surga-firdaus #islam #makkah #doa-meminta-surga #akhirat
(Republika - Iqra) 13/08/24 05:30
v/14356236/
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk meminta surga Tertinggi, firdaus. Betapa beruntung dan bahagia bagi kaum Muslimin yang mendiami surga tersebut.
Melalui pesan Telegram Ustadz Najmi Umar Bakkar, yang diterima Republika.co.id, beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ فَسَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ، وَأَعْلَى الجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ
"Apabila kalian meminta kepada Allah, maka minta kepada-Nya (Surga) Firdaus. Karena sesungguhnya Surga Firdaus itu adalah Surga yang paling tengah, dan juga yang paling tinggi. Di atasnya ada 'Arsy Ar-Rahman, dan darinya mengalir sungai-sungai Surga." (HR Bukhari no 7423, hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)
Berikut doa meminta surga Firdaus:
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ الْفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى بِغَيْرِ حِسَاب وَلاَ عَذَاب
Allahumma innii as-alukal jannatal firdausal a'laa bighoiri hisaab wa laa 'adzaab
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu Surga Firdaus yang paling tinggi dengan tanpa Dihisab dan Diadzab"
Anjuran Doa
Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah yang diterbitkan oleh Pustaka Kalbu, menjelaskan, doa adalah senjatanya orang beriman.
Setiap kita punya kebutuhan, maka hendaklah manusia berdoa kepada Allah SWT, mohonlah kepada Allah SWT agar keinginan terpenuhi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS al-Baqarah ayat 186)
Sebanyak apa pun kebutuhan manusia, mintalah kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dalam surat Al-Mumin ayat 60, Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."
Buya Alfis Chaniago menjelaskan, janganlah manusia berdoa kepada selain Allah SWT. Karena, tidak ada satu pun yang mengabulkan doa manusia selain Allah SWT. Dalam surat Al Ahqaf ayat 5, Allah SWT berfirman:
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئئِهِمْ غَٰففِلُونَ
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)-nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?”
Saat Dibangkitkan, Manusia dalam Keadaan Telanjang
Manusia dibawa ke Padang Mahsyar dalam kondisi telanjang. [501] url asal
#kiamat #padang-mahsyar #akhirat #surga #neraka
(Republika - Iqra) 10/08/24 07:00
v/14017118/
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG --Setiap individu umat manusia kelak akan dibangkitkan pada hari kiamat dan akan digiring ke Padang Mahsyar, dalam kondisi tanpa busana.
Pernyataan ini banyak ditemukan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW. Di antara fakta yang menarik adalah, sosok yang akan pertama kali ditutupi busana adalah Nabi Ibrahim alaihissalam.
Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berdiri berkhutbah menyampaikan suatu nasehat ditengah-tengah kami, beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian dikumpulkan menuju Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan kulup 'Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.' (Al Anbiyaa: 104) Ingat, sesungguhnya makhluk pertama yang diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim 'alaihis salaam. Ingat, sesungguhnya beberapa orang dari ummatku akan didatangkan lalu mereka diambil ke golongan kiri, aku berkata: 'Wahai Rabb, sahabat-sahabatku.' Dikatakan: 'Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka buat-buat sepeninggalmu.' Lalu aku mengucapkan seperti perkataan seorang hamba shalih: 'Aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka namun tatkala Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka dan Engkau Maha menyaksikan terhadap segala sesuatu. Jika Engkau siksa mereka maka sesungguhnya mereka adalah hambaMu.' (Al Maaidah: 117-118) lalu dijawab: Mereka senantiasa kembali ke belakang (murtad) sejak kau tinggalkan mereka." Disebutkan dalam hadits Waki' dan Mu'adz: Lalu dikatakan: "Sesungguhnya kau tidak tahu apa yang mereka buat-buat sepeninggalmu."
Ini bukan berarti bahwa Rasulullah SAW tidak mulia. Justru dalam riwayat lain, 70 ribu malaikat menutupi Baginda Muhammad SAW.
Imam Al Qurthubi dalam karyanya At-Tadzkirah bi Ahwal Mauta wa Umur al-Akhirat menjelaskan kondisi Rasulullah SAW ketika kelak dibangkitkan dari alam kubur. Dia mengutip riwayat berikut:
“Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah membertahukan kepada kami Khalid bn Yazid dari Sa’id bin Abi Hilal dari Nabih bin Wahab, bahwa Ka’ab berkunjung ke Aisyah RA lalu mereka mengisahkan Rasulullah SAW. Ka’b menyatakan, “Tidaklah sekali fajar pun terbit kecuali 70 ribu malaikat menyelimuti makam dan melebarkan sayap mereka bershalawat kepada Nabi SAW, 70 ribu pada waktu malam, dan 70 ribu lagi, kemudian ketika bumi terbelah (datang kiamat) maka Rasulullah SAW akan keluar bersama 70 ribu malaikat yang menutupinya.” (HR Baihaqi dan Abu Nai’m)
Saat mengomentari hadits ini, Imam Al Qurthubi menyatakan teks dalil ini menunjukkan bahwa teks hadits ini menjadi salah satu dalil kuat bahwa setiap umat manusia akan dibangkitkan dari alam kubur mereka dalam kondisi telajang, demikian juga ketika mereka akan digiring ke Padang Mahsyar.
Imam Al Qurthubi juga mengutip riwayat dari At-Tirmidzi dalam Nawadir al-Ushul keterangan sebagai berikut:
Telah mengabarkan kepada kami Sa’id bin Maslamah dari Isma’il bin Umayyah dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah keluar suatu hari lalu masuk masjid sedangkan Abu Bakar berada di sisi kanannya sedangkan Umar bin Khattab di sebelah kirinya, sementara Rasulullah SAW menggandeng kedua tangannya. Rasulullah SAW bersabda, “Beginilah kami akan dibangkitkan kelak pada hari kiamat.”
Apakah Aku akan Masuk Surga?
Ada pertanyaan dari seseorang tentang apakah dia akan masuk surga. [251] url asal
#surga #surga-neraka #amalan-masuk-surga #akhirat #kiamat #neraka
(Republika - Iqra) 09/08/24 07:36
v/13884204/
REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK -- Para sahabat nabi Muhammad selalu antusias dalam menggali ilmu kepada Rasulullah SAW. Termasuk, bertanya kepada nabi Muhammad ﷺ, termasuk menanyakan bagaimana jalan menuju surga.
Dikutip dari Hadits Arbain An-Nawawi,“ Dari Abu ‘Abdillah Jabir bin ‘Abdillah Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata:
عَنْ أَبِيْ عَبْدِ اللهِ جَابِر بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ –رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا- أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: يَارَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ وَحَرَّمْتُ الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئًا أَأَدْخُلُ الَجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ
”Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengerjakan sholat-sholat wajib (lima waktu), puasa Ramadhan, aku menghalalkan apa yang halal dan aku mengharamkan apa yang haram serta aku tidak akan menambahnya dengan sesuatupun selain itu, apakah aku akan masuk surga?” Beliau menjawab:”Ya (HR. Muslim)
Kandungan Hadits:
1. Para sahabat sangat berantusias untuk bertanya kepada Nabi ﷺ.
2. Tujuan dari kehidupan ini ialah masuk surga.
3. Urgensi shalat fardhu, dan bahwa ia adalah sebab untuk masuk surga beserta amalan lainnya yang disebutkan dalam hadits ini.
4. Urgensi puasa.
5. Wajibnya menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Yakni, manusia mengerjakan yang halal karena meyakini kehalalannya, dan menjauhi yang haram karena meyakini keharamannya. Tetapi mengenai yang halal, manusia diberi pilihan; jika suka, ia boleh melakukannya dan jika suka, ia boleh tidak melakukannya. Adapun yang haram, maka manusia wajib menjauhinya, dan ini harus disertai keyakinan. Kamu mengerjakan yang halal karena meyakini kehalalannya, dan kamu menjauhi yang haram karena meyakini keharamannya.
6. Pertanyaan itu diulang kembali dalam jawaban; karena sabda beliau, "Ya," yakni, kamu masuk surga. An-Nawawi rahimahullah berkata, "Makna (Aku mengharamkan yang haram), ialah aku menjauhinya. Dan harus dikatakan, 'Aku menjauhinya karena meyakini keharamannya.' Wallahu a'lam.
Masuk Surga dengan Cara Merangkak
Abdurrahman bin Auf disebut Rasulullah sebagai contoh kebangkitan seorang Muslim. [509] url asal
#masuk-surga #abdurrahman-bin-auf #kisah-sahabat-nabi #kisah-nabi #kisah-rasulullah
(Republika - Khazanah) 04/08/24 07:29
v/13208093/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkat kedekatannya sebagai sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq, Abdurrahman bin Auf menjadi salah seorang laki-laki yang paling awal masuk Islam. Sejarah mencatat, saudagar yang brilian itu merupakan orang kedelapan yang menyatakan diri Muslim kepada Rasulullah SAW pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi.
Begitu mengucapkan dua kalimat syahadat, kecintaannya terhadap Islam melampaui sayangnya terhadap dunia dan segala harta benda.
Seperti dinarasikan kitab Al-'Asyratu al-Mubasysyaruna bi al-Jannati karya Abdullatif Ahmad 'Aasyur (1988), Abdurrahman telah teguh hatinya berjuang di jalan Allah. Ia mengorbankan harta benda serta jasadnya untuk kejayaan Islam.
Dalam Perang Uhud, misalnya, Abdurrahman mendapatkan 20 luka parah di tubuhnya. Salah satunya bahkan menyebabkan dirinya pincang dan beberapa giginya rontok sehingga mengurangi kemampuannya berbicara lancar.
Abdurrahman dikenal luas sebagai saudagar sukses, sebagaimana sahabatnya, Abu Bakar. Namun, kekayaan itu tidak menghalanginya dari beribadah kepada Allah. Ia merupakan salah satu pilar dakwah Islam yang telah dibina langsung Rasulullah.
Ketika peristiwa hijrah ke Madinah, Abdurrahman meninggalkan seluruh harta dan aset perdagangannya dirampas kaum kafir Quraisy di Makkah. Begitu pula sebelumnya, ketika ia ikut dalam rombongan Muslim hijrah ke negeri Habasyah.
Namun, kepergiannya dari kampung halaman belakangan menunjukkan kepiawaiannya berniaga. Mayoritas penduduk setempat Kota Madinah, yakni kaum Anshar, bekerja sebagai petani. Hal yang kontras dengan karakteristik orang Makkah yang kebanyakan pedagang.
Ikatan persaudaraan dibentuk Rasulullah dengan tujuan mengasimilasikan dua potensi tersebut. Abdurrahman dipersaudarakan dengan Sa'ad ibnu ar-Rabi' al-Autsari, sosok kaya raya di Madinah.
Saad berkata, "Hartaku separuhnya untukmu (Abdurrahman) dan aku akan berusaha menikahkan kamu (dengan perempuan Anshar)."
Mendengar itu, Abdurrahman menjawab, "Semoga Allah memberkahi keluargamu dan hartamu. Tunjukkan saja, di mana tempat pasar perdagangan?"
Selama di Madinah, Abdurrahman merintis perniagaan keju dan minyak samin. Tidak membutuhkan waktu lama, laba perdagangan kian meningkat. Oleh Rasulullah SAW, apa yang dilakukan Abdurrahman dijadikan contoh bagaimana seorang Muslim bangkit.
Nabi SAW bersabda ketika ditanya perihal penghasilan apa yang paling baik, "Apa yang dihasilkan orang dari pekerjaan tangannya dan semua jual beli mabrur" (HR Bukhari dan al-Hakim).
Di Madinah, kaum Muslimin dari kalangan Anshar, terutama Muhajirin, mulai bangkit dari keterpurukan. Tidak ada di antara mereka yang menganggur dari pekerjaan.
Besarnya kafilah dagang Abdurrahman digambarkan dalam riwayat Imam Ahmad dari Anas RA. Ketika Aisyah RA sedang di rumahnya, ia mendengar suara gaduh menggema di Kota Madinah.
Sang ummul mukminin bertanya, "Apa itu?"
Maka dijawab, "(Itu) kafilah unta milik Abdurrahman yang tiba dari Syam, membawa segala macam barang sebanyak 700 unta."
Aisyah berkata, "Aku pernah mendengar Nabi SAW bersabda, 'Aku lihat Abdurrahman memasuki surga dengan merangkak."
Kesaksian Aisyah itu akhirnya sampai kepada Abdurrahman, yang lantas menyedekahkan muatannya itu untuk berjihad di jalan Allah. Ia tidak ingin harta bendanya memperlambat langkah kakinya kelak memasuki surga.
Kecintaan Abdurrahman kepada Rasulullah SAW ditunjukkan dalam beragam cara. Ketika perniagaannya sudah berkembang pesat, Abdurrahman diberi anjuran oleh Nabi SAW, "Wahai Abdurrahman, kamu sekarang menjadi orang kaya dan kamu akan masuk surga dengan merangkak. Pinjamkanlah hartamu kepada Allah agar lancar kedua kakimu" (HR al-Hakim dalam al-Mustadrak).
Maksud dari "meminjamkan harta kepada Allah" ialah banyak-banyak bersedekah dan infak untuk kepentingan syiar Islam.
Takut kepada Allah Meskipun Dijamin Surga
Abu Bakar adalah ahli surga. [441] url asal
#surga #abu-bakar #abu-bakar-ash-shiddiq #islam #infak
(Republika - Khazanah) 01/08/24 23:09
v/12963188/
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq Radhiyallahu Anhu adalah orang yang paling utama di antara seluruh manusia di dunia ini selain para nabi. Abu Bakar dipastikan termasuk ahli surga.
Baginda Rasulullah SAW memberi kabar gembira bahwa Abu Bakar adalah ahli surga. Bahkan, dikatakan akan menjadi pimpinan kaum tua yang akan masuk surga. Semua pintu surga akan memanggil namanya dan menyampaikan kabar gembira kepadanya.
Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, "Orang yang paling dahulu masuk surga di kalangan umatku adalah Abu Bakar."
Meskipun demikian, Abu Bakar juga berkata, "Alangkah bahagianya, jika aku menjadi sebatang pohon yang akhirnya ditebang." Abu Bakar juga berkata, "Alangkah bahagianya, jika aku menjadi rumput yang dimakan hewan."
Kadangkala Abu Bakar juga berkata, "Alangkah bahagianya, jika aku menjadi sehelai bulu di badan seorang mukmin."
Suatu ketika, Abu Bakar pernah berada di dalam sebuah kebun dan melihat seekor burung yang sedang berkicau. Sambil menarik napas berat, Abu Bakar berkata, "Wahai burung, alangkah beruntungnya hidupmu. Kamu makan, minum, dan beterbangan di antara pepohonan, tetapi di akhirat tidak ada hisab bagimu. Alangkah bahagianya, jika Abu Bakar menjadi sepertimu" (dari kitab Tharikhul Khulafa).
Sayyidina Rabi'ah Aslami Radhiyallahu anhu bercerita, "Suatu ketika pernah terjadi kesalahpahaman antara aku dan Abu Bakar. Dia berbicara kasar kepadaku sehingga aku tersinggung. Ketika dia menyadari kesalahannya, dia berkata kepadaku, 'Ucapkanlah kata-kata kasar kepadaku sebagai balasan'. Namun, aku menolaknya."
Abu Bakar berkata lagi, "Kamu harus mengucapkannya. Jika tidak, akan aku adukan kepada Rasulullah SAW."
Sementara, Rabi'ah Aslami tetap tidak menjawab apa pun. Lalu, Abu Bakar bangun dan pergi meninggalkanku. Ketika itu, beberapa orang dari kabilahku (Banu Aslam) yang menyaksikan kejadian tersebut berkata, "Orang ini aneh sekali. la sendiri yang bersalah dan ia sendiri yang mengadukannya kepada baginda Rasulullah SAW."
Rabi'ah Aslami berkata, "Tahukah kamu siapa dia? Dialah Abu Bakar. Jika ia marah kepadaku, tentu baginda Rasulullah SAW kekasih Allah SWT akan marah kepadaku, dan jika beliau marah, Allah SWT pun akan marah. Jika demikian, maka Rabi'ah dipastiakan binasa."
Kemudian aku pergi menemui Nabi Muhammad SAW dan menceritakan kejadian tersebut. Rasulullah SAW bersabda, "Sikapmu benar, memang sebaiknya kamu tidak membalasnya, tetapi katakanlah, 'Semoga Allah SWT memaafkan kamu, wahai Abu Bakar'."
Kitab Kisah-Kisah Sahabat yang ditulis Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi diterbitkan Pustaka Ramadhan, menjelaskan, inilah contoh perasaan takut kepada Allah SWT. Hanya karena sepotong kalimat yang sepele, Abu Bakar demikian takut balasannya (di akhirat).
Abu Bakar sangat cemas dan khawatir, sehingga ia sendiri yang minta dibalas, bahkan mengadukannya kepada Nabi Muhammad SAW agar Rabi'ah membalasnya.
Pada hari ini, kita mudah untuk saling mencaci tanpa rasa khawatir sedikit pun akan balasan perbuatan kita kelak di akhirat atau hari hisab.
Viral Lagu Gala Bunga Matahari, Ternyata Surga tak Hanya Dilintasi Sungai Susu
Surga juga dialiri sungai dari khamr dan madu yang disaring. [577] url asal
#lagu-sal-priadi #gala-bunga-matahari #gambaran-surga #surga-mengalir-susu #bagaimana-rupa-surga #surga-yang-dialiri-susu #sungai-sungai-di-surga #sungai-di-surga-yang-dialiri-susu
(Republika - Iqra) 30/07/24 14:19
v/12678165/
REPUBLIKA.CO.ID, Lagu Sal Priadi berjudul Gala Bunga Matahari mendapat banyak apresiasi dan diulas di dunia maya. Lagu yang bercerita tentang kerinduan seseorang kepada dia yang sudah meninggal ini terinspirasi dari beberapa ayat Alquran yang menggambarkan tentang surga. Berikut kutipan lirik dari lagu tersebut yang dikutip dari akun Youtube Visioneight.
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Salah satu kutipan dari ayat Alquran bercerita tentang sungai-sungai yang mengalir di dalam surga. Diantaranya, yakni tertera dalam QS Muhammad ayat 15.
مَثَلُالْجَنَّةِالَّتِيوُعِدَالْمُتَّقُونَفِيهَاأَنْهَارٌمِنْمَاءٍغَيْرِآسِنٍوَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُوَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَوَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّىوَلَهُمْفِيهَامِنْكُلِّالثَّمَرَاتِوَمَغْفِرَةٌمِنْرَبِّهِمْكَمَنْهُوَخَالِدٌفِيالنَّارِوَسُقُوامَاءًحَمِيمًافَقَطَّعَأَمْعَاءَهُمْ(15)
(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhannya, sama dengan orang yang kekal di dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?
Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menggambarkan beberapa sifat dan jenis dari sungai di surga.
Sifat dan Jenis Sungai di Surga
1. Tidak berubah rasa dan baunya
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah, mengungkapkan, sungai-sungai yang dimaksud memiliki makna airnya tidak berubah rasa dan baunya. Orang-orang Arab mengatakan terhadap air yang berubah baunya dengan sebutan asin. Di dalam hadis yang marfu' yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, gairu asin artinya yang jernih dan tidak keruh.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Al-A'masy, dari Abdullah ibnu Murrah, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud r.a. telah mengatakan bahwa sungai-sungai di surga itu berhulu dari gunung minyak kesturi.
2. Sungai yang dialiri susu
Ayat ini juga mengisahkan sungai surga yang dialiri air susu.
{وَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُ}
dan sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya. (QS Muhammad: 15)
Bahkan warnanya sangat keruh dan rasanya sangat manis lagi berlemak Di dalam sebuah hadis marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْضُرُوعالْمَاشِيَةِ".
Tidak dikeluarkan dari tetek hewan ternak.
3. Sungai yang dialiri khamr
Tidak hanya sungai susu, di surga juga terdapat aliran sungai dari khamr yang lezat rasanya dan tidak memabukkan. Firman Allah Swt.:
{وَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَ}
dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya. (QS Muhammad: 15)
Yakni bau dan rasanya tidak buruk seperti yang ada pada khamr di dunia melainkan warna, bau, rasa, dan pengaruhnya sangat baik. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{لَافِيهَاغَوْلٌوَلاهُمْعَنْهَايُنزفُونَ}
Tidak ada dalam khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karena (meminum)nya. (Ash-Shaffat: 47)
Di dalam hadis Marfu’ disebutkan:
"لَمْتَعْصُرْهَاالرِّجَالُبِأَقْدَامِهَا".
Tidak diperas dengan kaki-kaki kaum lelaki.
4. Sungai dari madu
{وَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّى}
dan sungai-sungai dari madu yang disaring. (Muhammad: 15)
Yaitu sangat jernih, indah warnanya, rasanya, dan baunya. Di dalam hadis yang marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْبُطُونِالنَّحْلِ"
yang bukan dikeluarkan dari perut lebah.
قَالَالْإِمَامُأَحْمَدُ:حَدَّثَنَايَزِيدُبْنُهَارُونَ،أَخْبَرَنَاالجُريري،عَنْحَكِيمِبْنِمُعَاوِيَةَ،عَنْأَبِيهِقَالَ:سَمِعْتُرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُ: "فِيالْجَنَّةِبَحْرُاللَّبَنِ،وَبَحْرُالْمَاءِ،وَبَحْرُالْعَسَلِ،وَبَحْرُالْخَمْرِ،ثُمَّتَشَقَّقُالْأَنْهَارُمِنْهَابَعْدُ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Al-Jariri, dari Hakim ibnu Mu'awiyah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Di dalam surga terdapat sungai susu, sungai air, sungai madu, dan sungai khamr, kemudian semua sungai terbelah darinya sesudah itu.
Viral Lagu Gala Bunga Matahari, Ternyata Surga tak Hanya Dilintasi Sungai Susu
Surga juga dialiri sungai dari khamr dan madu yang disaring. [571] url asal
#lagu-sal-priadi #gala-bunga-matahari #gambaran-surga #surga-mengalir-susu #bagaimana-rupa-surga #surga-yang-dialiri-susu #sungai-sungai-di-surga #sungai-di-surga-yang-dialiri-susu
(Republika - Khazanah) 30/07/24 14:19
v/12652273/
REPUBLIKA.CO.ID, Lagu Sal Priadi berjudul Gala Bunga Matahari mendapat banyak apresiasi dan diulas di dunia maya. Lagu yang bercerita tentang kerinduan seseorang kepada dia yang sudah meninggal ini terinspirasi dari beberapa ayat Alquran yang menggambarkan tentang surga.Berikut kutipan lirik dari lagu tersebut yang dikutip dari akun Youtube Visioneight
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Salah satu kutipan dari ayat Alquran bercerita tentang sungai-sungai yang mengalir di dalam surga. Diantaranya, yakni tartera dalam QS Muhammad ayat 15.
مَثَلُالْجَنَّةِالَّتِيوُعِدَالْمُتَّقُونَفِيهَاأَنْهَارٌمِنْمَاءٍغَيْرِآسِنٍوَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُوَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَوَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّىوَلَهُمْفِيهَامِنْكُلِّالثَّمَرَاتِوَمَغْفِرَةٌمِنْرَبِّهِمْكَمَنْهُوَخَالِدٌفِيالنَّارِوَسُقُوامَاءًحَمِيمًافَقَطَّعَأَمْعَاءَهُمْ(15)
(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhannya, sama dengan orang yang kekal di dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?
Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menggambarkan beberapa sifat dan jenis dari sungai di surga.
1. Tidak berubah rasa dan baunya
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah, mengungkapkan, sungai-sungai yang dimaksud memiliki makna airnya tidak berubah rasa dan baunya. Orang-orang Arab mengatakan terhadap air yang berubah baunya dengan sebutan asin. Di dalam hadis yang marfu' yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, gairu asin artinya yang jernih dan tidak keruh.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Al-A'masy, dari Abdullah ibnu Murrah, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud r.a. telah mengatakan bahwa sungai-sungai di surga itu berhulu dari gunung minyak kesturi.
2. Sungai yang dialiri susu
Ayat ini juga mengisahkan sungai surga yang dialiri air susu.
{وَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُ}
dan sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya. (QS Muhammad: 15)
Bahkan warnanya sangat keruh dan rasanya sangat manis lagi berlemak Di dalam sebuah hadis marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْضُرُوعالْمَاشِيَةِ".
Tidak dikeluarkan dari tetek hewan ternak.
3. Sungai yang dialiri khamr
Tidak hanya sungai susu, di surga juga terdapat aliran sungai dari khamr yang lezat rasanya dan tidak memabukkan. Firman Allah Swt.:
{وَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَ}
dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya. (QS Muhammad: 15)
Yakni bau dan rasanya tidak buruk seperti yang ada pada khamr di dunia melainkan warna, bau, rasa, dan pengaruhnya sangat baik. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{لَافِيهَاغَوْلٌوَلاهُمْعَنْهَايُنزفُونَ}
Tidak ada dalam khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karena (meminum)nya. (Ash-Shaffat: 47)
Di dalam hadis Marfu’ disebutkan:
"لَمْتَعْصُرْهَاالرِّجَالُبِأَقْدَامِهَا".
Tidak diperas dengan kaki-kaki kaum lelaki.
4. Sungai dari madu
{وَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّى}
dan sungai-sungai dari madu yang disaring. (Muhammad: 15)
Yaitu sangat jernih, indah warnanya, rasanya, dan baunya. Di dalam hadis yang marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْبُطُونِالنَّحْلِ"
yang bukan dikeluarkan dari perut lebah.
قَالَالْإِمَامُأَحْمَدُ:حَدَّثَنَايَزِيدُبْنُهَارُونَ،أَخْبَرَنَاالجُريري،عَنْحَكِيمِبْنِمُعَاوِيَةَ،عَنْأَبِيهِقَالَ:سَمِعْتُرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُ: "فِيالْجَنَّةِبَحْرُاللَّبَنِ،وَبَحْرُالْمَاءِ،وَبَحْرُالْعَسَلِ،وَبَحْرُالْخَمْرِ،ثُمَّتَشَقَّقُالْأَنْهَارُمِنْهَابَعْدُ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Al-Jariri, dari Hakim ibnu Mu'awiyah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Di dalam surga terdapat sungai susu, sungai air, sungai madu, dan sungai khamr, kemudian semua sungai terbelah darinya sesudah itu.
Empat Perempuan Bisa Antarkan Mukmin ke Surga
Ada empat sosok perempuan yang bisa antarkan seseorang ke surga. [391] url asal
#perempuan-muslimah #mukmin #masuk-surga #empat-sosok-wanita
(Republika - Khazanah) 30/07/24 11:57
v/12640484/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masuk surga adalah cita-cita seluruh Muslimin. Khususnya bagi seorang Mukmin, ada empat sosok perempuan yang dapat menjadi jalannya meraih jannah.
Syekh Ramadhan Abdul Muiz dari Mesir dalam sebuah program televisi menjelaskan tentang keempat wanita yang dimaksud. Berikut penjabarannya.
Pertama, ibu. Seorang Mukmin dapat dengan mudah masuk ke dalam surga Allah apabila dia selama di dunia berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama ibu. Bunda adalah perempuan pertama yang harus dihormati setiap laki-laki Muslim. Hal itu berdasar sabda Nabi Muhammad SAW.
Seseorang pernah bertanya kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?"
Nabi menjawab, "Ibumu."
"Kemudian, siapa lagi?"
Nabi SAW mengatakan, "Ibumu."
"Lalu siapa lagi?"
"Ibumu," demikian jelas Rasulullah SAW, berturut-turut.
"Kemudian, siapa lagi?"
"Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR Bukhari)
Dalam hadis lain juga disebutkan. Suatu ketika, Jahimah mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, "Aku ingin berperang bersamamu dan aku datang untuk meminta petunjukmu."
Rasulullah SAW bertanya, "Apakah kamu mempunyai ibu?"
"Ya," jawabnya.
"Lazimkanlah ibumu karena surga berada di bawah telapak kakinya" (HR Nasai, Ibnu Majah, dan Hakim).
Kedua, istri. Seorang Mukmin bisa dengan mudah masuk ke dalam surga apabila dia berbuat baik kepada istrinya. Dalam arti, memberikan ap-apa yang menjadi hak istri, termasuk menggaulinya dengan baik, bersikap lemah lembut, serta tidak menganiayanya. Allah SWT berfirman:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Dan pergaulilah istrimu dengan (akhlak yang) baik. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak" (QS an-Nisa ayat 19).
Rasulullah SAW bersabda, “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya” (HR Tirmidzi).
Ketiga, saudara perempuan. "Adapun yang selanjutnya, dia adalah saudara perempuanmu. Bila kamu memiliki saudara perempuan dan engkau berbuat baik padanya, dia akan memasukkanmu ke surga karena kebaikanmu dan hubungan baikmu dengannya," kata Syekh Ramadhan Abdul Muiz.
Nabi SAW bersabda, “Siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu merawatnya dengan baik serta bertakwa kepada Allah atasnya, maka ia akan masuk surga” (HR Ibnu Hibban).
Terakhir, anak perempuan. Hadis di atas juga menjadi landasan bahwa seorang Mukmin yang memiliki anak perempuan maka dapat menjadikannya masuk ke dalam surga. Itu apabila dia mampu mendidik anak perempuannya sehingga taat kepada Allah SWT.
Siapa Golongan yang Diganjar Surga dengan Sungai Indah?
Ada golongan yang diganjar surga dengan sungai yang indah. [931] url asal
#surga #islam #sungai-di-surga #akhirat #kiamat
(Republika - Iqra) 28/07/24 13:09
v/12412412/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alquran seringkali menyebut surga yang dialiri sungai-sungai. Seakan-akan di surga dihiasi banyak sungai yang indah dan jernih airnya.
Bahkan surga yang diperuntukan bagi golongan orang pertama yang memeluk Islam yakni orang-orang yang pertama beriman kepada Nabi Muhammad SAW (surganya) dilengkapi sungai-sungai yang mengalir. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat ini.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Was-sābiqūnal-awwalūna minal-muhājirīna wal-anṣāri wal-lażīnattaba‘ūhum bi'iḥsān(in), raḍiyallāhu ‘anhum wa raḍū ‘anhu wa a‘adda lahum jannātin tajrī taḥtahal-anhāru khālidīna fīhā abadā(n), żālikal-fauzul-‘aẓīm(u).
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (QS At-Taubah Ayat 100)
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang pertama-tama masuk Islam, baik dari kalangan Muhajirin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah, maupun dari kalangan Ansar, yaitu penduduk kota Madinah yang menyambut dengan baik kedatangan Rasulullah dan Muhajirin, dan begitu pula para sahabat yang lain yang mengikuti perintah Rasulullah dengan sebaik-baiknya, ketiga golongan ini merupakan orang-orang mukmin yang paling tinggi martabatnya di sisi Allah, disebabkan keimanan mereka yang teguh, serta amal perbuatan mereka yang baik dan ikhlas, sesuai dengan tuntutan Rasulullah SAW.
Allah senang dan rida kepada mereka, sebaliknya mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan pahala yang amat mulia bagi mereka, yaitu surga Jannatun-na’īm yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, di sana mereka akan memperoleh kenikmatan yang tidak terhingga. Mereka akan kekal di sana selama-lamanya. Itulah kemenangan terbesar yang akan mereka peroleh.
Yang dimaksud dengan as-Sābiqūnal Awwalūn dari kalangan Muhajirin ialah mereka yang telah berhijrah dari Makkah ke Madinah sebelum terjadinya “Perjanjian Hudaibiyah, karena sebelum perjanjian tersebut, kaum musyrikin senantiasa mengusir kaum Muslimin dari kampung halaman mereka, dan membunuh sebagian dari mereka, serta menghalang-halangi siapa saja yang ingin berhijrah. Tidak ada cara lain bagi seorang mukmin untuk menyelamatkan diri dari kejahatan kaum musyrikin, kecuali menjauhkan diri dari mereka, atau menyerah kepada kehendak dan kemauan mereka.
Orang-orang yang memilih cara yang pertama, yaitu meninggalkan kota Makkah dan hijrah ke Madinah adalah orang-orang yang benar-benar beriman, tidak ada seorang munafikpun di antara mereka. Mereka meninggalkan kampung halaman karena keimanan yang murni, keikhlasan, dan perjuangan untuk menegakkan agama Islam.
Dikenal juga sebagai as-Sābiqūnal Awwalūn yaitu orang-orang yang pertama masuk Islam dan menyatakan imannya kepada Nabi Muhammad SAW dari kalangan keluarga adalah Siti Khadijah, ‘Ali bin Abi Talib, dan Zaid bin Hariṡah. Sedang dari kalangan luar ialah Abu Bakar As-siddiq, orang yang menemani Rasulullah SAW waktu hijrah ke Madinah.
Di samping itu, terdapat pula para sahabat yang dikelompokkan dalam as-Sabiqunal Awwalun yang oleh Rasulullah SAW telah dinyatakan sebagai orang-orang yang pasti masuk surga.
Di antara mereka adalah Usman bin ‘Affan, Hamzah, dan lainnya. Yang dimaksud dengan golongan pertama, as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Ansar ialah penduduk kota Madinah yang telah menyatakan ikrar kesetiaan mereka kepada kerasulan Nabi Muhammad SAW di Aqabah, suatu tempat di Mina, pada tahun ke-11 dari kerasulan Nabi Muhammad SAW. Ketika itu mereka berjumlah tujuh orang. Kemudian pada periode berikutnya, yaitu pada tahun ke-12, terjadi pula ikrar kesetiaan di tempat yang sama, yaitu Aqabah, kali ini diikuti tujuh puluh orang lelaki dan dua orang perempuan. Jejak mereka diikuti oleh yang lainnya setelah mereka didatangi oleh utusan Rasulullah yang bernama Abu Zurarah Mus’ab bin ‘Umar bin Hasyim yang membacakan ayat-ayat Alquran dan mengajarkan pengetahuan agama kepada mereka.
Demikian pula, termasuk kelompok as-Sabiqunal Awwalun ialah mereka yang telah beriman pada saat tibanya Rasulullah SAW di Madinah. Kekuatan dan persatuan Islam tumbuh dan berkembang sesudah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Pada saat itulah muncul kaum munafik yang berpura-pura menyokong agama Islam.
Hal ini dijelaskan dalam firman Allah yang turun mengenai hal ihwal Perang Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijri.
Firman Allah, "(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, 'Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu agamanya'.” (QS al-Anfal Ayat 49)
Dalam kelompok orang-orang munafik yang disebutkan dalam ayat ini, tidak terdapat seorangpun dari kalangan kaum Muhajirin dan kaum Ansar yang mendapat gelar as-Sābiqūnal Awwalūn seperti yang tersebut di atas, walaupun kaum Anṣar itu semuanya berasal dari Bani ‘Aus dan Khazraj.
Yang dimaksud dengan golongan kedua, “allazīnat tabu’ūhum bi ihsān” (orang-orang yang telah mengikuti kaum as-Sābiqūnal Awwalūn dari kalangan Muhajirin dan Ansar dengan baik) ialah mereka yang ikut berhijrah ke Madinah dan berjuang menegakkan agama Islam atau mereka yang membuktikan satunya perbuatan dan perkataan setelah mendapatkan bimbingan dan pelajaran dari kaum as-Sābiqūnal Awwalūn dari kalangan Muhajirin dan Ansar, yang merupakan pemimpin-pemimpin yang layak diikuti, dan dijadikan suri teladan dalam tingkah laku, perbuatan, ucapan, dan perjuangan menegakkan agama Allah.
Singkatnya mereka adalah orang-orang yang mengikuti as-Sābiqūnal Awwalūn dalam ketaatan dan ketakwaan sampai Hari Kiamat. Adapun golongan ketiga, yaitu orang-orang yang munafik hanya mengikuti jejak as-Sābiqūnal Awwalūn secara lahiriyah semata, tidak dengan niat yang tulus atau hanya mengikutinya dalam beberapa hal saja, sedang dalam hal-hal lainnya mereka mengingkarinya. (Tafsir Kementerian Agama)