#30 tag 24jam
4 Fakta Menarik Lagu Gala Bunga Matahari Milik Sal Priadi
Berikut 4 fakta menarik lagu Gala Bunga Matahari milik Sal Priadi, yang menjadi trending 1 di Youtube. [511] url asal
#musik #lagu #lirik-lagu #lagu-viral #musik-viral #sal-priadi #gala-bunga-matahari #fakta-menarik-gala-bunga-matahari
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/08/24 20:34
v/14078648/
Bisnis.com, JAKARTA - Sal Priadi sukses menggebrak dunia musik dengan merilis lagu sentimental berjudul Gala Bunga Matahari.
Lagu tersebut masuk ke dalam albumnya, Markers and Such Pens Flashdisks. Tak hanya viral, lagu ini juga menjadi trending 1 di media sosial TikTok dan Youtube.
Baru-baru ini, Sal Priadi juga merilis Music Video (MV) Gala Bunga Matahari dengan menggaet Gempita Nora Masten dan Landung Simatupang.
Gala Bunga Matahari merupakan lagu yang menggambarkan kesedihan yang lambat laun berubah menjadi rasa ikhlas.
Secara garis besar, lagu ini menceritakan keadaan seseorang yang mencoba berdamai dengan keadaan setelah ditinggal pergi oleh seseorang yang dicinta.
Berikut ini 4 fakta menarik lagu Gala Bunga Matahari yang dinyanyikan oleh Sal Priadi:
1. Lagu Tersedih 2024
Gala Bunga Matahari pantas dinobatkan menjadi lagu tersedih di tahun 2024 karena lirik dan melodinya.
Sal Priadi sukses menyihir para pendengarnya, dengan terus meneteskan air mata saat mendengarkan lagu ini.
Banyak netizen yang kemudian menangis setelah mendengarkan lagu tersebut. Lagu ini juga terus menjadi trending topik di Twitter.
Lagu ini menjadi anthem bagi mereka yang merayakan kerinduan terhadap seseorang yang tak bisa lagi ditemui di dunia.
2. Trending Nomor 1
Sejak pertama dirilis, Gala Bunga Matahari langsung membuat hati para pendengarnya hangat.
Bahkan saat Sal Priadi merilis Music Video (MV) pada 8 Agustus 2024 lalu, netizen langsung memberikan apresiasi terbaiknya.
MV Gala Bunga Matahari langsung menjadi trending nomor 1 di Youtube dengan ditonton 4,2 juta orang dalam 2 hari.
3. Syuting MV Dilakukan di Jogja
Adapun pembuatan MV Gala Bunga Matahari dilakukan di daerah Yogyakarta, tepatnya di Desa Wisata Potrobayan dan Gumuk Pasir Parangkusumo.
Dalam MV terlihat Landung Simatupang berdiri di samping sungai. Sungai tersebut terkenal sebagai tempat berkemah.
Kemudian di Gumuk Pasir Parangkusumo, digunakan untuk scene Gempi yang diceritakan sedang berada di Bulan.
4. Merujuk Kitab Suci
Beberapa lirik lagu Gala Bunga Matahari merujuk pada Kitab Suci yang menggambarkan keadaan seseorang setelah meninggal.
Inspirasi yang tertuang dalam lirik lagu yakni menceritakan tentang surga, sungai air susu, hingga penyakit hiang dan orang-orang akan kembali muda.
Lirik Lagu Gala Bunga Matahari
Berikut lirik lagu Gala Bunga Matahari - Sal Priadi, yang dikutip dari Musixmatch:
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
'Kan kuceritakan padamu
Bagaimana hidupku tanpamu
Kangennya masih ada di setiap waktu
Kadang aku menangis bila aku perlu
Tapi aku sekarang sudah lebih lucu
Jadilah menyenangkan s'perti katamu
Jalani hidup dengan penuh sukacita
Dan percaya kau ada di hatiku s'lamanya, oh-oh
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak sekarang
Janji kita pasti 'kan bertemu lagi
Viral Lirik Lagu Sal Priadi, Begini Hadits tentang Roh yang 'Mampir' dan Menjawab Salam
Rasulullah mensyariatkan kepada umatnya agar mengucapkan salam kepada ahli kubur [723] url asal
#sal-priadi #lagu-sal-priadi #gala-bunga-matahari #roh #roh-manusia-di-alam-dunia #bagaimana-roh-menjawab-salam-manusia #roh-yang-mampir #mungkinkah-roh-mampir-ke-alam-dunia #roh-menjawab-salam #roh-me
(Republika - Khazanah) 31/07/24 07:57
v/12716893/
REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu lagu viral yang sedang menarik perhatian warganet yakni lagu Gala Bunga Matahari yang dinyanyikan Sal Priadi. Tembang tersebut mengungkap tentang kerinduan seseorang terhadap dia yang sudah tiada di alam yang berbeda.
Berikut kutipan lirik dari lagu tersebut yang dikutip dari akun Youtube Visioneight.
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Dalam lirik ini, diceritakan apakah mungkin dia yang sudah berbeda alam bisa bertemu dengan keluarga, teman, atau kekasihnya di dunia. Dunia Roh sesungguhnya menjadi bahan pembahasan yang penting di dalam Islam.
Setelah dicabut nyawa dari raga, manusia pun mempertanggungjawabkan segenap amal perbuatannya. Ibnu Qayyim al Jauzi dalam bukunya, Roh, menjelaskan, roh terdiri dari dua macam. Satu roh yang mendapatkan siksaan kedua orah yang mendapat kenikmatan. Roh yang mendapatkan siksaan akan disibukkan oleh siksaan yang menimpanya. Dia tidak bisa saling berkunjung dan bertemu.
Sementara itu, para roh yang mendapat kenikmatan mendapat kebebasan dan tidak terbelenggu. Mereka pun bisa saling berkunjung dan bertemu serta mengingatkan apa yang pernah terjadi di dunia dan apa yang akan dialami para penghuni dunia lainnya. Setiap roh bersama pendampingnya, yang menyerupai amalnya. Roh Nabi SAW berada di sisi Pendamping Yang Maha Tinggi.
“Dan siapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya) mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu para nabi, para shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang shalih dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa: 69).
Menurut Ibnu Qayyim, kebersamaan ini berlaku di dunia, di alam Barzakh dan di hari pembalasan. Di tiga alam ini, seseorang bersama orang lain yang dicintainya.
Dari hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya, Yahya bin Abdurrahman bin Abu Labibah, dari kakeknya, dia berkata, “Ketika Bisyr bin Al-Bara’ bin Ma’rur meninggal dunia, aku justru melihat kegembiraan memancar dari muka Ummu Bisyr. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, dia senantiasa berharap meninggal lebih dahulu dari Bani Salamah. Lalu apakah orang-orang yang sudah meninggal itu bisa saling mengenal sehingga aku dapat mengirimkan salam kepadanya?”
Beliau menjawab, “Benar. Demi diriku yang ada di tangan-Nya wahai Ummu Bisyr. Mereka saling mengenal sebagaimana burung di pucuk pohon yang juga saling mengenal.”
Tidaklah seseorang dari Bani Salamah yang akan meninggal, melainkan Ummu Bisyr menemui orang itu dan berkata kepadanya, “Wahai fulan, semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu.” Orang itu menjawab, “Semoga kesejahteraan juga dilimpahkan kepadamu.” Ummu Bisyr pun berkata, “Tolong sampaikan salam kepada Bisyr.”
Karena itu, Ibnu Qayyim Al Jauziy juga mengutip sebuah hadis yang bersumber dari Ibnu Abdil Barr. Rasulullah SAW bersabda, “ Tidaklah ada diantara orang Muslim yang lewat di dekat kubur saudaranya yang dikenalnya selagi di dunia lalu dia mengucapkan salam kepadanya melainkan Allah mengembalikan rohnya kepadanya hingga dia membalas salamnya itu.”
Menurut Ibnu Qayyim, ini merupakan nash yang menunjukkan orang yang sudah meninggal dunia dan terbujur di dalam kuburnya bisa mengetahuinya dan membalas salamnya.
Rasulullah SAW mensyariatkan kepada umatnya agar mengucapkan salam kepada para ahli kubur, seperti salam yang mereka ucapkan kepada lawan bicara dengan lafaz, “Salam sejahtera atas kalian, tempat tinggal orang-orang Mukmin.”
Orang-orang salaf telah menyepakati hal ini dan banyak atsar yang diriwayatkan dari mereka jika orang yang meninggal dunia dapat mengetahui ziarah orang yang masih hidup di atas kuburnya. Dia merasa gembira karena kedatangannya itu.
Abu Bakar bin Abdullah bin Muhammad bin Ubaid bin Abud-Dunya mengatakan di dalam Kitabul Qubur tentang orang yang sudah meninggal dunia dan mengetahui kedatangan orang yang masih hidup. Dari Aisyah Ra, dia berkata,” Rasulullah SAW bersabda, “Tidakkah seseorang menziarahi kubur saudaranya dan duduk di sisinya melainkan ia mendengarnya dan menjawab perkataannya hingga dia bangkit.”
Ibnu Qayyim menjelaskan, ketika menziarahi kuburan itu seorang Muslim bisa menyebut nama-nama orang yang ada di kuburan itu. Sekiranya mereka tidak bisa mendengar dan mengetahuinya, lalu buat apa orang Muslim berziarah kubur? Inilah logika ziarah kubur yang bahkan tradisi ini pun dikenal berbagai umat manusia. Begitu pula salam kepada para penghuni ziarah kubur. Sebab, salam yang disampaikan kepada orang yang tidak mengetahui dan mendengarnya adalah sesuatu yang mustahil.
اَلسَّلَامُعَلَيْكُمْأَهْلَالدِّيَارِمِنَالْمُؤْمِنِيْنَوَالْمُسْلِمِيْنَ،وَإِنَّاإِِنْشَاءَاللَّهُبِكُمْلَا
حِقُوْنَ،نَسْأَلُاللَّهَلَنَاوَلَكُمُالْعَافِيَةَ
"Assalamu'alaikum ahlad-diyaar minal mu'miniina wal muslimiin. Wa inna insyaa alloohu bikum laahiquun. Nasalullooha lanaa walakumul 'aafiyah."
"Semoga kesejahteraan terlimpah kepada kalian, para penghuni kubur, dari kaum Mukminin dan muslimin, dan sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian". (HR Ibnu Majah
Viral Lagu Gala Bunga Matahari, Ternyata Surga tak Hanya Dilintasi Sungai Susu
Surga juga dialiri sungai dari khamr dan madu yang disaring. [577] url asal
#lagu-sal-priadi #gala-bunga-matahari #gambaran-surga #surga-mengalir-susu #bagaimana-rupa-surga #surga-yang-dialiri-susu #sungai-sungai-di-surga #sungai-di-surga-yang-dialiri-susu
(Republika - Iqra) 30/07/24 14:19
v/12678165/
REPUBLIKA.CO.ID, Lagu Sal Priadi berjudul Gala Bunga Matahari mendapat banyak apresiasi dan diulas di dunia maya. Lagu yang bercerita tentang kerinduan seseorang kepada dia yang sudah meninggal ini terinspirasi dari beberapa ayat Alquran yang menggambarkan tentang surga. Berikut kutipan lirik dari lagu tersebut yang dikutip dari akun Youtube Visioneight.
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Salah satu kutipan dari ayat Alquran bercerita tentang sungai-sungai yang mengalir di dalam surga. Diantaranya, yakni tertera dalam QS Muhammad ayat 15.
مَثَلُالْجَنَّةِالَّتِيوُعِدَالْمُتَّقُونَفِيهَاأَنْهَارٌمِنْمَاءٍغَيْرِآسِنٍوَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُوَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَوَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّىوَلَهُمْفِيهَامِنْكُلِّالثَّمَرَاتِوَمَغْفِرَةٌمِنْرَبِّهِمْكَمَنْهُوَخَالِدٌفِيالنَّارِوَسُقُوامَاءًحَمِيمًافَقَطَّعَأَمْعَاءَهُمْ(15)
(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhannya, sama dengan orang yang kekal di dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?
Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menggambarkan beberapa sifat dan jenis dari sungai di surga.
Sifat dan Jenis Sungai di Surga
1. Tidak berubah rasa dan baunya
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah, mengungkapkan, sungai-sungai yang dimaksud memiliki makna airnya tidak berubah rasa dan baunya. Orang-orang Arab mengatakan terhadap air yang berubah baunya dengan sebutan asin. Di dalam hadis yang marfu' yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, gairu asin artinya yang jernih dan tidak keruh.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Al-A'masy, dari Abdullah ibnu Murrah, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud r.a. telah mengatakan bahwa sungai-sungai di surga itu berhulu dari gunung minyak kesturi.
2. Sungai yang dialiri susu
Ayat ini juga mengisahkan sungai surga yang dialiri air susu.
{وَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُ}
dan sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya. (QS Muhammad: 15)
Bahkan warnanya sangat keruh dan rasanya sangat manis lagi berlemak Di dalam sebuah hadis marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْضُرُوعالْمَاشِيَةِ".
Tidak dikeluarkan dari tetek hewan ternak.
3. Sungai yang dialiri khamr
Tidak hanya sungai susu, di surga juga terdapat aliran sungai dari khamr yang lezat rasanya dan tidak memabukkan. Firman Allah Swt.:
{وَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَ}
dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya. (QS Muhammad: 15)
Yakni bau dan rasanya tidak buruk seperti yang ada pada khamr di dunia melainkan warna, bau, rasa, dan pengaruhnya sangat baik. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{لَافِيهَاغَوْلٌوَلاهُمْعَنْهَايُنزفُونَ}
Tidak ada dalam khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karena (meminum)nya. (Ash-Shaffat: 47)
Di dalam hadis Marfu’ disebutkan:
"لَمْتَعْصُرْهَاالرِّجَالُبِأَقْدَامِهَا".
Tidak diperas dengan kaki-kaki kaum lelaki.
4. Sungai dari madu
{وَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّى}
dan sungai-sungai dari madu yang disaring. (Muhammad: 15)
Yaitu sangat jernih, indah warnanya, rasanya, dan baunya. Di dalam hadis yang marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْبُطُونِالنَّحْلِ"
yang bukan dikeluarkan dari perut lebah.
قَالَالْإِمَامُأَحْمَدُ:حَدَّثَنَايَزِيدُبْنُهَارُونَ،أَخْبَرَنَاالجُريري،عَنْحَكِيمِبْنِمُعَاوِيَةَ،عَنْأَبِيهِقَالَ:سَمِعْتُرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُ: "فِيالْجَنَّةِبَحْرُاللَّبَنِ،وَبَحْرُالْمَاءِ،وَبَحْرُالْعَسَلِ،وَبَحْرُالْخَمْرِ،ثُمَّتَشَقَّقُالْأَنْهَارُمِنْهَابَعْدُ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Al-Jariri, dari Hakim ibnu Mu'awiyah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Di dalam surga terdapat sungai susu, sungai air, sungai madu, dan sungai khamr, kemudian semua sungai terbelah darinya sesudah itu.
Viral Lagu Gala Bunga Matahari, Ternyata Surga tak Hanya Dilintasi Sungai Susu
Surga juga dialiri sungai dari khamr dan madu yang disaring. [571] url asal
#lagu-sal-priadi #gala-bunga-matahari #gambaran-surga #surga-mengalir-susu #bagaimana-rupa-surga #surga-yang-dialiri-susu #sungai-sungai-di-surga #sungai-di-surga-yang-dialiri-susu
(Republika - Khazanah) 30/07/24 14:19
v/12652273/
REPUBLIKA.CO.ID, Lagu Sal Priadi berjudul Gala Bunga Matahari mendapat banyak apresiasi dan diulas di dunia maya. Lagu yang bercerita tentang kerinduan seseorang kepada dia yang sudah meninggal ini terinspirasi dari beberapa ayat Alquran yang menggambarkan tentang surga.Berikut kutipan lirik dari lagu tersebut yang dikutip dari akun Youtube Visioneight
Mungkinkah, mungkinkah
Mungkinkah kau mampir hari ini?
Bila tidak mirip kau
Jadilah bunga matahari
Yang tiba-tiba mekar di taman
Meski bicara dengan bahasa tumbuhan
Ceritakan padaku
Bagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benar
Dilintasi dengan air susu?
Juga badanmu tak sakit-sakit lagi
Kau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawaban
Hati yang gembira, sering kau tertawa
Benarkah orang bilang
Ia memang suka bercanda?
Salah satu kutipan dari ayat Alquran bercerita tentang sungai-sungai yang mengalir di dalam surga. Diantaranya, yakni tartera dalam QS Muhammad ayat 15.
مَثَلُالْجَنَّةِالَّتِيوُعِدَالْمُتَّقُونَفِيهَاأَنْهَارٌمِنْمَاءٍغَيْرِآسِنٍوَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُوَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَوَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّىوَلَهُمْفِيهَامِنْكُلِّالثَّمَرَاتِوَمَغْفِرَةٌمِنْرَبِّهِمْكَمَنْهُوَخَالِدٌفِيالنَّارِوَسُقُوامَاءًحَمِيمًافَقَطَّعَأَمْعَاءَهُمْ(15)
(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhannya, sama dengan orang yang kekal di dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?
Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menggambarkan beberapa sifat dan jenis dari sungai di surga.
1. Tidak berubah rasa dan baunya
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Qatadah, mengungkapkan, sungai-sungai yang dimaksud memiliki makna airnya tidak berubah rasa dan baunya. Orang-orang Arab mengatakan terhadap air yang berubah baunya dengan sebutan asin. Di dalam hadis yang marfu' yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, gairu asin artinya yang jernih dan tidak keruh.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Al-A'masy, dari Abdullah ibnu Murrah, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud r.a. telah mengatakan bahwa sungai-sungai di surga itu berhulu dari gunung minyak kesturi.
2. Sungai yang dialiri susu
Ayat ini juga mengisahkan sungai surga yang dialiri air susu.
{وَأَنْهَارٌمِنْلَبَنٍلَمْيَتَغَيَّرْطَعْمُهُ}
dan sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya. (QS Muhammad: 15)
Bahkan warnanya sangat keruh dan rasanya sangat manis lagi berlemak Di dalam sebuah hadis marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْضُرُوعالْمَاشِيَةِ".
Tidak dikeluarkan dari tetek hewan ternak.
3. Sungai yang dialiri khamr
Tidak hanya sungai susu, di surga juga terdapat aliran sungai dari khamr yang lezat rasanya dan tidak memabukkan. Firman Allah Swt.:
{وَأَنْهَارٌمِنْخَمْرٍلَذَّةٍلِلشَّارِبِينَ}
dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya. (QS Muhammad: 15)
Yakni bau dan rasanya tidak buruk seperti yang ada pada khamr di dunia melainkan warna, bau, rasa, dan pengaruhnya sangat baik. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{لَافِيهَاغَوْلٌوَلاهُمْعَنْهَايُنزفُونَ}
Tidak ada dalam khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karena (meminum)nya. (Ash-Shaffat: 47)
Di dalam hadis Marfu’ disebutkan:
"لَمْتَعْصُرْهَاالرِّجَالُبِأَقْدَامِهَا".
Tidak diperas dengan kaki-kaki kaum lelaki.
4. Sungai dari madu
{وَأَنْهَارٌمِنْعَسَلٍمُصَفًّى}
dan sungai-sungai dari madu yang disaring. (Muhammad: 15)
Yaitu sangat jernih, indah warnanya, rasanya, dan baunya. Di dalam hadis yang marfu' disebutkan:
"لَمْيَخْرُجْمِنْبُطُونِالنَّحْلِ"
yang bukan dikeluarkan dari perut lebah.
قَالَالْإِمَامُأَحْمَدُ:حَدَّثَنَايَزِيدُبْنُهَارُونَ،أَخْبَرَنَاالجُريري،عَنْحَكِيمِبْنِمُعَاوِيَةَ،عَنْأَبِيهِقَالَ:سَمِعْتُرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَقُولُ: "فِيالْجَنَّةِبَحْرُاللَّبَنِ،وَبَحْرُالْمَاءِ،وَبَحْرُالْعَسَلِ،وَبَحْرُالْخَمْرِ،ثُمَّتَشَقَّقُالْأَنْهَارُمِنْهَابَعْدُ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Al-Jariri, dari Hakim ibnu Mu'awiyah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Di dalam surga terdapat sungai susu, sungai air, sungai madu, dan sungai khamr, kemudian semua sungai terbelah darinya sesudah itu.