#30 tag 24jam
Gandeng Syailendra Capital, BTN (BBTN) Hadirkan Dua Produk Reksa Dana Anyar
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bersama dengan Syailendra Capital menghadirkan dua produk reksa dana anyar. [556] url asal
#bank-tabungan-negara #btn #bbtn #syailendra-capital #reksa-dana #syailendra-pendapatan-tetap-premium #syailendra-msci-indonesia-value-index-fund #sptp #smsci
(Bisnis.Com - Market) 27/09/24 07:28
v/15614294/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bersama dengan Syailendra Capital menghadirkan dua produk reksa dana unggulan baru.
Kedua produk itu di antaranya Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP) untuk nasabah dengan profil risiko moderat dan Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (SMSCI) untuk nasabah yang memiliki profil risiko agresif.
Direktur SME and Retail Funding BTN Muhammad Iqbal menilai positif kerja sama dalam menghadirkan pilihan investasi reksa dana bersama dengan Syailendra Capital.
Menurut Iqbal, kerja sama itu bakal efektif mendorong pilihan produk yang sesuai dengan karakteristik investasi dan profil risiko nasabah.
“Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan AUM reksa dana secara keseluruhan naik lebih dari 20% hingga akhir tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Iqbal lewat siaran pers, Kamis (26/9/2024).
Menurut Iqbal, untuk memasarkan dua produk reksa dana tersebut, BTN akan memanfaatkan aplikasi BTN Mobile yang telah memiliki fitur “Reksa Dana” sejak dua bulan lalu.
Melalui fitur ini, para nasabah bisa mendapatkan informasi terkini tentang reksa dana, kemudahan dalam pembelian dan penjualan reksa dana, serta memantau portofolio investasi secara real time.
Selain itu, BTN juga akan mengandalkan personil BTN Prioritas yang telah memiliki sertifikasi menjual produk reksa dana di 57 outlet prioritas perseroan di seluruh Indonesia.
Iqbal berharap, adanya kerja sama dengan Syailendra Capital ini akan membuat transaksi reksa dana nasabah BTN terus tumbuh pada tahun 2024. Pada Semester I tahun 2024, AUM reksa dana secara keseluruhan sudah tumbuh lebih dari 15% dengan jumlah nasabah yang memiliki produk reksa dana naik sekitar 10%.
“Sampai dengan saat ini transaksi produk Syailendra Capital yang dijual di BTN sudah terjual lebih dari Rp80 miliar. Tentunya target yang kami harapkan dengan adanya produk Syailendra Capital ini adalah meningkatkan AUM reksa dana BTN secara keseluruhan ke posisi 20% secara YoY dan nasabah yang memiliki produk reksa dana naik ke 15% YoY,” kata Iqbal.
Sementara itu, Direktur Marketing Syailendra Capital Harnugama menambahkan, peningkatan total aset di pasar saham dan obligasi menjadi sinyal positif yang menunjukkan makin banyak masyarakat yang tertarik dan sadar akan pentingnya berinvestasi.
“Itulah yang mendasari kami untuk menyambut kolaborasi dengan salah satu bank yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia, BTN. Apalagi BTN baru meluncurkan fitur “Reksa Dana” di aplikasi BTN Mobile,” kata Harnugama.
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (SMSCI) Kelas A merupakan reksa dana indeks yang dikelola untuk memperoleh hasil investasi menyerupai indeks MSCI Indonesia Value. Produk ini berisi saham-saham large cap/blue chip (berkapitalisasi besar) yang undervalued (murah), sehingga berpotensi memberikan performa optimal dalam jangka panjang.
Per 23 September 2024, selama 3 tahun terakhir, SMSCI berhasil mencetak return sebesar 30,85%, mengalahkan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang berkinerja 26,58% pada periode yang sama.
Sedangkan, Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP) merupakan Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), dengan fokus mengalokasikan dana 80% - 100% pada Efek Bersifat Utang (Obligasi) Pemerintah maupun Korporasi.
Per 23 September, selama 3 tahun terakhir, SPTP berhasil cetak return sebesar 18,87%, mengalahkan indeks reksa dana pendapatan tetap yang berkinerja 10,34% pada periode yang sama.
“Kami berharap, tren ini dapat terus dijaga terlebih dengan adanya kerja sama dengan BTN yang diharapkan dapat menyasar ke lapisan masyarakat Indonesia yang lebih luas,” kata Victor.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual reksa dana. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
BTN & Syailendra Capital Kerja Sama Hadirkan 2 Produk Reksa Dana
Kolaborasi ini dilakukan melalui fitur BTN Mobile dan distribusi langsung oleh tenaga profesional BTN. [813] url asal
#btn #syailendra-capital #reksa-dana
(detikFinance) 26/09/24 16:54
v/15592439/
Jakarta - Pasar saham dan obligasi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif dan menjadi daya tarik bagi investor Tanah Air. Data Bursa Efek Indonesia menyebutkan jumlah investor di pasar modal Indonesia telah mencapai 13,6 juta pada Agustus 2024 lalu, menunjukkan minat masyarakat yang semakin besar terhadap investasi.
Di luar dari capaian tersebut, total aset yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan pertumbuhan positif dengan mencatatkan peningkatan sebesar 6% dari Rp 7.744 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 8.553 triliun pada Agustus 2024.
Total dana kelolaan reksa dana (Asset Under Management) juga bertumbuh sebesar 2,12% hingga Agustus 2024, mencapai Rp 810,59 triliun.
Melihat tren positif ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi berkolaborasi dengan Syailendra Capital. Kerja sama ini ditandai dengan hadirnya dua produk reksa dana unggulan milik Syailendra yang bisa diakses secara digital melalui aplikasi BTN Mobile ataupun secara offline melalui tenaga profesional BTN yang dapat memberikan portfolio advisory service yang telah tersebar diseluruh kota besar di Indonesia.
Direktur SME and Retail Funding BTN Muhammad Iqbal mengatakan BTN sangat menyambut baik sinergi dengan Syailendra Capital dalam menghadirkan pilihan investasi reksa dana untuk nasabah.
Kerja sama ini diyakini akan memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak, serta dapat meningkatkan layanan reksa dana dengan memberikan pilihan produk yang sesuai dengan karakteristik investasi dan profil risiko nasabah. Hal itu diungkapkan olehnya di acara bertajuk 'Riding Market Momentum Through A Diversified Wealth Portfolio' di Jakarta, hari ini.
"BTN berharap kedepan bisa menjadi salah satu top of mind nasabah dalam melakukan investasi reksa dana. Untuk itu, kami berharap kerjasama ini dapat meningkatkan AUM Reksa Dana secara keseluruhan naik lebih dari 20% hingga akhir tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9/2024).
Adapun produk yang dikerjasamakan adalah Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP) untuk nasabah yang memiliki profil risiko moderat dan Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (SMSCI) untuk nasabah yang memiliki profil risiko agresif.
Menurut Iqbal, untuk memasarkan dua produk reksa dana tersebut, BTN akan memanfaatkan aplikasi BTN Mobile yang telah memiliki fitur 'Reksa Dana' sejak dua bulan lalu. Melalui fitur ini, para nasabah juga bisa mendapatkan informasi terkini tentang reksa dana, kemudahan dalam pembelian dan penjualan reksa dana, serta memantau portofolio investasi secara real time.
"Selain itu, BTN akan mengandalkan personil BTN Prioritas yang telah memiliki sertifikasi menjual produk Reksa Dana di 57 outlet prioritas perseroan di seluruh Indonesia," jelasnya.
Iqbal berharap adanya kerja sama dengan Syailendra ini akan membuat transaksi reksa dana nasabah BTN terus tumbuh pada tahun 2024. Pada Semester I tahun 2024, AUM Reksa Dana secara keseluruhan sudah tumbuh lebih dari 15% dengan jumlah nasabah yang memiliki produk reksa dana naik sekitar 10%.
"Sampai dengan saat ini transaksi produk Syailendra yang dijual di Bank BTN sudah terjual lebih dari Rp80 miliar. Tentunya target yang kami harapkan dengan adanya produk Syailendra ini adalah meningkatkan AUM Reksa Dana Bank BTN secara keseluruhan ke posisi 20% secara YoY dan Nasabah yang memiliki produk Reksa Dana naik ke 15% YoY," ungkap Iqbal.
Sementara itu, Direktur Marketing Syailendra Capital Harnugama menambahkan peningkatan total aset di pasar saham dan obligasi adalah sinyal positif yang menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang tertarik dan sadar akan pentingnya berinvestasi. Menurutnya, kesempatan ini perlu ditangkap oleh para pelaku industri keuangan untuk memberikan akses investasi yang aman dan terpercaya.
"Itulah yang mendasari kami untuk menyambut kolaborasi dengan salah satu bank yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia, BTN. Apalagi BTN baru meluncurkan fitur 'Reksa Dana' di aplikasi BTN Mobile. Hal inilah yang menjadi alasan utama BTN untuk menggandeng Syailendra Capital dengan tahap awal menghadirkan dua produk unggulannya yakni Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (SMSCI) Kelas A dan Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP)," kata Harnugama.
Lebih jauh Harnugama memaparkan, Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (SMSCI) Kelas A merupakan reksa dana indeks yang dikelola untuk memperoleh hasil investasi menyerupai indeks MSCI Indonesia Value.
Produk ini berisi saham-saham large cap/blue chip (berkapitalisasi besar) yang undervalued (murah), sehingga berpotensi memberikan performa optimal dalam jangka panjang. Per 23 September 2024, selama 3 tahun terakhir, SMSCI berhasil cetak return sebesar 30,85%, mengalahkan indeks harga saham gabungan yang berkinerja 26,58% pada periode yang sama.
Sedangkan, Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP) merupakan Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) yang fokus mengalokasikan dana 80% - 100% pada Efek Bersifat Utang (Obligasi) Pemerintah maupun Korporasi. Per 23 September, selama 3 tahun terakhir, SPTP berhasil cetak return sebesar 18,87%, mengalahkan indeks reksa dana pendapatan tetap yang berkinerja 10,34% pada periode yang sama.
"Kesadaran masyarakat untuk mulai berinvestasi di pasar modal kian dilirik sebagai salah satu cara untuk membangun kekayaan jangka panjang. Kami berharap, tren ini dapat terus dijaga terlebih dengan adanya kerja sama dengan BTN yang diharapkan dapat menyasar ke lapisan masyarakat Indonesia yang lebih luas," tutupnya.
Simak juga Video: Bos BTN Sebut 30% Debitur KPR Subsidi Wanita Lajang
BTPN sediakan produk reksa dana Syailendra Capital di aplikasi Jenius
PT Bank BTPN Tbk menghadirkan lima produk reksa dana dari manajer investasi Syailendra Capital yang kini dapat diakses secara mudah oleh nasabah melalui ... [488] url asal
#btpn #syailendra-capital #jenius #reksa-dana #investasi
(Antara) 12/08/24 17:23
v/14333559/
Jakarta (ANTARA) - PT Bank BTPN Tbk menghadirkan lima produk reksa dana dari manajer investasi Syailendra Capital yang kini dapat diakses secara mudah oleh nasabah melalui platform perbankan digital Jenius.
Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto menyampaikan pihaknya selalu menyeleksi produk-produk investasi terbaik yang tersedia di Jenius.
Menurut dia, Syailendra Capital dapat memenuhi kebutuhan investasi nasabah Jenius mengingat manajer investasi itu berpengalaman selama lebih dari 17 tahun.
"Produk investasi seperti reksa dana ini menjadi produk yang sangat strategis di Jenius dan akan terus kami dorong ke depannya, terutama melalui layanan digital. Bahkan hari ini, nasabah bisa mulai investasi di reksa dana mulai dari Rp10.000," kata Darmadi di Jakarta, Senin.
Kelima produk reksa dana tersebut salah satunya kategori reksa dana pasar uang (RDPU) yang dinamakan Syailendra Dana Kas.
Produk ini ditujukan bagi investor dengan profil risiko konservatif karena sifat produk yang sangat minim volatilitas dan ideal untuk investasi dengan target jangka pendek (1 tahun) karena bersifat sangat likuid.
Produk kedua yaitu kategori reksa dana pendapatan tetap (RDPT) yang disebut Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP).
Produk ini berfokus mengalokasikan dana 80-100 persen pada efek bersifat utang atau obligasi pemerintah maupun korporasi.
Selanjutnya, terdapat produk Syailendra Fixed Income Fund (SFIF) yang merupakan kategori reksa dana pendapatan tetap (RDPT).
SFIF berfokus mengalokasikan dana 80-100 persen ke surat utang negara (SUN), sukuk, dan obligasi korporasi.
Ada pula Syailendra MSCI Value Index Fund (SMSCI) Kelas A atau kategori reksa dana index yang mengacu ke indeks MSCI dan berisi saham-saham murah (undervalued) yang berpotensi memberikan performa optimal dalam jangka panjang.
Terakhir, Jenius menghadirkan produk Syailendra Equity Opportunity Fund (SROF) Kelas A yang merupakan kategori reksa dana saham yang dikelola dengan strategi konsentrasi untuk memperoleh imbal hasil (return) melebihi IHSG.
Seluruh produk reksa dana dapat diakses pengguna Jenius melalui halaman fitur “Wealth”. Melalui fitur tersebut, pengguna bisa mendapatkan dan memonitor informasi total investasi yang dimiliki dan informasi return dalam rupiah beserta nilai persentasenya.
Sementara itu, Chief Executive Officer Syailendra Capital Fajar R Hidajat menambahkan melalui kerja sama ini, pihaknya bersama Bank BTPN bangga dan antusias karena sekaligus dapat ikut mengembangkan pasar modal khususnya industri reksa dana di Indonesia.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya peranan manajer investasi dan pelaku di industri keuangan lainnya untuk meningkatkan literasi keuangan terutama peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk investasi reksa dana.
Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juni 2024 mencatat jumlah investor reksa dana mencapai 12,3 juta investor. Jumlah investor reksa dana tersebut bahkan didominasi oleh investor individu yang mencapai porsi 99,89 persen.
Fajar mengatakan, peningkatan jumlah pertumbuhan investor reksa dana menunjukkan sebuah tren yang positif. Oleh sebab itu, tren tersebut harus disambut baik oleh para pelaku di industri.
"Hal ini perlu disambut baik oleh para pelaku industri, salah satunya dengan berkolaborasi dan menciptakan layanan investasi yang mudah diakses, aman, dan terpercaya. Inilah yang melatarbelakangi kerja sama antara Syailendra Capital dan Bank BTPN," kata Fajar.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2024