JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyarankan masyarakat membuat ventilasi di dapur untuk mencegah ledakan tabung gas yang sering terjadi.
"Harus ada ventilasi. Lalu di dapur itu diberikan exhaust agar ada sirkulasi udara," ujar Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat dihubungi, Jumat (2/8/2024).
Ledakan tabung gas yang disebabkan oleh kebocoran selama ini karena gas tidak bisa keluar dari dapur.
Hal itu disebabkan tidak adanya ventilasi sehingga tak ada sikulasi udara.
"Makannya harus segera dievakuasi keluar, ke udara. Jadi tidak terlalu beresiko," kata Satriadi.
Selain itu, masyarakat juga harus mengetahui indikasi saat terjadi kebocoran gas di dapur. Dengan harapan mereka bisa menangani permasalahan secara dini.
"Kalau gas itu kan ciri-cirinya cuma bau. Kalau tercium bau artinya ada kebocoran, apalagi kalau bunyi. Kalau sudah ada indikasi itu, pertama evakuasi tabung," kata Satriadi.
Tabung gas yang bocor itu dievakuasi ke luar rumah. Caranya gas yang bermasalah bisa ditutup dengan menggunakan karung, handuk atau kain basah.
"Terus diselimuti, lalu bawa ke luar rumah, sudah. Kalau gas itu ada kadarnya beberapa lama, lalu ada percikan itu menimbulkan ledakan. Tetapi kalau sedikit, kadar gasnya itu tidak terjadi ledakan," kata Satriadi.
Ledakan tabung gas baru-baru ini terjadi di rumah warga Jalan Kaliandra Blok C7, Cengkareng Barat, Jakarta Barat pada Kamis (1/8/2024) kemarin.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Terdengar suara dentuman yang mengundang warga untuk mendatangi pusat suara.
“Suaranya ledakannya keras banget, kayak bom kali ya,” ujar seorang warga berinisial M (50) kepada wartawan di lokasi, Kamis.
Akibat kejadian ledakan tabung gas itu, dua rumah hancur dan delapan orang menjadi korban. Empat orang selamat dan tiga lainnya luka-luka.
Kini, ketiga korban telah dievakuasi ke rumah sakit kawasan Cengkareng dan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus serupa sebelumnya juga pernah juga terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Waktunya tak lama, hanya selang satu hari.
Ledakan tabung gas 12 kilogram terjadi di rumah tingkat wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Februari 2024.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menyatakan ledakan itu diduga kuat disebabkan karena adanya kebocoran.
Kebocoran terjadi saat tabung gas hendak digunakan untuk memasak pemiliknya.
Selang satu hari, kejadian dengan kasus yang sama terjadi di minimarket Jalan Brigjend Katamso, Palmerah, Jakarta Barat.
Meski ledakan itu tidak menimbulkan efek yang parah, namun menyebabkan kebakaran di bagian gudang minimarket.