#30 tag 24jam
Indonesia Jadi Pasar Penting Jam Mewah, Mengapa?
Indonesia sangat penting bagi pembuat jam, selain karena populasinya besar, juga potensinya besar. [829] url asal
#tag-heuer-monaco #jam-tangan-mekanik #jam-tangan-swiss #tag-heuer-formula-1 #jam-tangan-tag-heuer #arloji-tag-heuer
(Kompas.com) 31/07/24 18:38
v/12767532/
KOMPAS.com - Beberapa bulan terakhir, petinggi-petinggi merek jam mewah berkunjung ke Indonesia. Salah satunya adalah CEO TAG Heuer Julien Tornare.
Mengapa kunjungan ke Indonesia dianggap penting? Hampir semua yang datang mengungkapkan bahwa Indonesia adalah pasar yang potensial dan berkembang dengan cepat.
"Indonesia sangat penting bagi pembuat jam, selain karena populasinya besar, juga potensinya besar. Ketika saya berkunjung ke sini, saya melihat di mal banyak brand mewah, tingkat pembelian tinggi, dan orang makin tertarik pada jam tangan dan barang-barang luxury," ujar Julien Tornare awal bulan Juli 2024 di butik TAG Heuer, Senayan City.
"Indonesia adalah negara besar yang berkembang cepat, jadi kami harus ada di sini. Saya senang bahwa TAG Heuer memiliki posisi kuat di sini. Ini adalah pasar yang menjanjikan," lanjutnya.
Menurut Tornare, TAG Heuer sudah dikenal oleh kalangan penyuka jam di Indonesia. Bahkan bersama partnernya Time International, TAG Heuer sudah memiliki 5 butik di Indonesia.
"Indonesia adalah pasar yang besar bagi TAG Heuer. Brand ini dikenal luas di sini, posisi kami bagus, kami memiliki 5 butik, dan produk kami disukai, dan saya rasa orang Indonesia makin memahami soal jam tangan, jadi ini adalah hal yang baik," paparnya
Bukan hanya untuk TAG Heuer, tapi bagi industri jam secara umum, adalah hal yang baik ketika banyak orang semakin tertarik dan memahami jam tangan.
"Mungkin mereka tidak langsung beli, tapi mereka mulai tertarik pada jam mekanis Swiss, dan ini sangat bagus. Apalagi populasi Indonesia sangat besar dan kelas menengahnya berkembang makin banyak. Ini sebabnya kita perlu mengkomunikasikan brand kami ke pasar, dan kami harus lebih memperkuat kehadiran kami di sini."
TAG Heuer Monaco Purple DialDikatakan Tornare, pasar Asia menyukai brand yang memiliki nama besar dan sejarah yang panjang. Hal ini ocok dengan heritage TAG Heueryang sudah berdiri sejak 64 tahun lalu.
"Memang saat ini dunia semakin terhubung, jadi rasanya tidak banyak perbedaan antara pasar satu dengan lainnya. Tapi sebagai brand besar kita harus punya pesan dan aktivitas yang kuat di semua pasar."
Di Asia salah satu penekanannya adalah soal kualitas brand ini dan soal pengetahuan pasar tentang TAG Heuer.
"Memang banyak orang mengenal TAG Heuer, tapi kebanyakan hanya tahu soal produk saat ini, banyak yang tidak mengenal sejarahnya. Padahal di Asia orang lebih percaya brand yang punya sejarah lama," ujar Tornare.
"Ini tidak berarti kami mau jadi brand kuno. Kami mau jadi brand modern, kontemporer, dinamis, tapi penting untuk menyampaikan bahwa TAG Heuer adalah brand yang sudah ada sejak lama, dan 164 tahun bukan waktu yang singkat."
TAG Heuer sendiri didirikan pada tahun 1860 di Neuchatel, Swiss. Perusahaan ini membuat mesin jam sendiri, beserta semua bagiannya, seperti casing, dial, dan lainnya. Tidak semua pembuat jam Swiss mengerjakan semua produknya sendiri, karena beberapa brand menggunakan bagian jam yang diproduksi pihak lain.
"Kami adalah salah satu watchmaker yang menguasai seni kerajinan ini, itulah yang perlu kita sampaikan. Karena tidak banyak pembuat jam yang bisa mengatakan hal itu," lanjutnya.
TAG Heuer Carrera Chronograph Emas 2023Dalam perkembangannya, TAG Heuer lekat dengan dunia balap. Beberapa produknya, seerti seri Porsche dan Monaco mewakili kehadiran brand ini dalam berbagai balapan di dunia.
Hal ini jugalah yang menurut Tornare membuat TAG Heuer disukai dan mudah dikenali. Image ini tidak akan sekedar dipertahankan namun akan diperkuat.
"Tentu kita juga akan mengembangkan seri lain, tapi balapan mobil akan selalu menjadi topik marketing utama brand ini," ujarnya.
Apakah kedekatan dengan dunia balap sama artinya bahwa brand ini hanya diperuntukkan bagi pria?
Rupanya ceritanya tidak slalu begitu. Berdasar data stastistik, ternyata di Formula 1, 40 persen yang terlibat adalah perempuan, dan angka tersebut terus bertambah.
"Jadi kami akan melakukan kampanye yang sama baik untuk pria dan wanita. Apalagi pembedaan produk berdasar gender adalah cara kuno. Saat ini banyak perempuan memakai jam tangan besar yang dulu biasa dipakai pria, sedangkan banyak pria juga tertarik pada jam yang lebih kecil, bahkan di beberapa negara ada pria yang suka jam dngan berlian misalnya," kata Tornare.
Bagaimana dengan gempuran smartwatch yang begitu masif saat ini?
"Industri jam tangan mekanis pernah mengalami krisis quartz di tahun 1970-an, di mana semua orang mengira kejayaan jam mekanis akan berakhir dan digantikan jam quartz. Tapi kenyataannya, kami bangkit dan menjual lebih banyak jam saat ini," ujarnya.
"Banyak hal baru akan muncul, tapi jam tangan mekanik akan tetap punya tempat di kalangan penggemarnya. Karena kami tidak hanya menjual penunjuk waktu yang indah, tapi juga ada emosi dan simbol di sana."