JAKARTA, investor.id – Pembangunan infrastruktur yang makin pesat di Indonesia, menciptakan kebutuhan mendesak akan tenaga kerja konstruksi kompeten, terampil dan bersertifikasi. Menurut data terbaru, Indonesia memerlukan sekitar 12 juta pekerja konstruksi, tetapi baru 720.000 di antaranya yang tercatat memiliki sertifikat pada 2023.
Kesenjangan besar itu menjadi tantangan serius bagi sektor konstruksi, terutama untuk menjaga kualitas dan dalam mewujudkan konsep konstruksi berkelanjutan, serta bersaing di tingkat nasional maupun global,
Merespons tantangan tersebut PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) melalui Mandor Pintar Institute (MPI) menghadirkan program untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi lewat rangkaian pelatihan dan sertifikasi.
Produsen semen Merah Putih pun menggandeng Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW-3), dan PT ICI Paints Indonesia yang juga mempunyai intensi serta inisiatif yang sama melalui program Mitra Dulux – di mana di dalamnya terdapat puluhan kontraktor, aplikator, dan tenaga pengecatan.
Head of Marketing PT. Cemindo Gemilang Tbk Nyiayu Chairunnikma mengungkapkan bahwa kolaborasi strategis itu bertujuan memastikan tenaga kerja konstruksi memiliki keterampilan yang relevan dan sesuai standar.
“Kerja sama kami dengan BJKW3 sudah berlangsung cukup lama, tetapi kali ini merupakan suatu catatan baru bagi kami. Yang pertama, ini adalah uji sertifikasi dan pelatihan level 5-6 atau level teknisi – analisis. Untuk memastikan bahwa pekerja konstruksi, baik level teknisi hingga manajerial, juga memiliki keterampilan yang relevan dan kompetitif. Yang kedua, kami berkolaborasi dengan sesama brand material bangunan yaitu Dulux, yang memiliki visi dan intention sama dalam meningkatkan kualitas bangunan melalui mengembangkan kompetensi pekerja konstruksi,” ujarnya.
Ditambahkan oleh Ayu bahwa MPI telah mensertifikasi 518 tenaga kerja konstruksi jenjang 1 sampai 3, dan untuk akhir tahun ini ditargetkan ada penambahan 150 tenaga kerja konstruksi di jenjang 4 hingga 6. Sedangkan untuk tahun depan, ditargetkan 1.200 tenaga kerja yang sudah tersertifikasi.
Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Samuel E.D.P Tampubolon menyampaikan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan sektor industri dalam mendukung kompetensi tenaga kerja di sektor konstruksi. Pasalnya, kata dia, tenaga kerja yang bersertifikasi adalah fondasi dari setiap proyek konstruksi yang aman dan berkualitas.
“Dengan sertifikasi, pekerja konstruksi dapat memenuhi standar yang ditetapkan, meningkatkan produktivitas, dan meminimalisir risiko kecelakaan di lapangan. Ini adalah kunci untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja kita di tingkat nasional maupun global,” ungkap Samuel.
Sebagai informasi, program kolaborasi itu fokus memberikan pelatihan komprehensif yang mencakup keterampilan teknis pada pondasi bangunan serta estetika yang saling melengkapi dalam menghasilkan konstruksi berkualitas, juga berkelanjutan.
Di samping itu, peningkatan kualitas tenaga kerja diyakini tidak sekadar ditujukan memperkuat sisi struktur bagunan, tetapi turut memperbaiki estetika dan ramah lingkungan.
Lebih lanjut Ayu menuturkan, program ini diharapkan bisa memperluas kompetensi, pengetahuan kontraktor dan teknisi konstruksi pada penggunaan berbagai bahan konstruksi khususnya semen dan cat. Sehingga pengelolaan proyek konstruksi lebih terintegrasi untuk berbagai penggunaan bahan konstruksi dan kepastian kualitas keseluruhannya lebih terjamin baik.
Terkait sertifikasi yang dilaksanakan tiga lembaga, sudah disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sehingga menjamin tenaga kerja makin siap menghadapi tantangan dalam proyek konstruksi modern yang semakin kompleks dan besar skalanya.
Country Commercial Head PT ICI Paints Indonesia Yudhy Aryanto turut menekankan pentingnya pelaksanaan aspek teknikal yang baik, estetika hingga keberlanjutan di sektor konstruksi. Hal ini yang melandasi keberadaan program Mitra Dulux, yakni untuk memberikan dukungan menyeluruh kepada para profesional di industri, seperti tenaga cat (painter), kontraktor dan aplikator, melalui serangkaian pelatihan dan pembinaan berkelanjutan.
“Pemahaman dan keterampilan dalam teknik aplikasi Dulux Full System menjadi faktor kunci dalam menciptakan bangunan berkualitas tinggi yang memenuhi standar estetika dan fungsional, sehingga dapat menghasilkan tampilan akhir konstruksi yang bukan hanya estetis melalui beragam pilihan warna, tetapi juga terlindungi dari cuaca dan kerusakan, serta memiliki daya tahan lebih lama,” ujar Yudhy.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News