KOMPAS.com - Bepergian bersama teman adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres dari kehidupan sehari-hari, membangun koneksi yang dalam, dan membuat kenangan yang tak terlupakan.
Namun, perjalanan kelompok juga bisa menimbulkan konflik, terutama jika kemampuan finansial atau bujet berbeda.
Meskipun uang mungkin terasa seperti hal yang sensitif, ada cara untuk meredakan potensi konflik karena bujet, sebelum dan selama perjalanan Anda.
Berikut ini adalah tips bepergian bersama teman dengan bujet beragam, dilansir dari Huffington Post:
Komunikasikan bujet sebelum berangkat
Ketika berbicara tentang bepergian dengan teman yang memiliki anggaran berbeda, komunikasi adalah kuncinya. Sebelum memulai perjalanan, bicarakan tentang bujet, tujuan, dan ide masing-masing untuk perjalanan tersebut.
"Berkomunikasi sebelumnya akan mengurangi potensi pertengkaran dan ketidaknyamanan emosional selama perjalanan sekaligus membuat perjalanan sukses," kata pembawa acara TV dan travel blogger di Roamaroo, Collette Stohler.
Setiap orang harus terbuka tentang apa yang mereka mampu untuk perjalanan tersebut, serta menyetujui akomodasi, makanan, transportasi, dan wisata sebelum memesan.
Diskusikan prioritas perjalanan
Semua anggota juga harus mendiskusikan aktivitas wisata yang ingin mereka lakukan sebelum berangkat. Setiap orang berbagi dengan kelompok tentang hal yang harus mereka lakukan dan yang bisa mereka lakukan.
Dengan begitu, mereka yang dengan bujet lebih sedikit tidak akan terkejut saat tiba di tempat wisata. Sementara mereka dengan bujet lebih banyak, mungkin bisa melakukan aktivitas secara terpisah jika ada agenda yang ingin dilakukan.
Manfaatkan aktivitas gratis
Rencanakan beberapa aktivitas yang murah atau gratis, misalnya ikuti tur jalan kaki (walkingtour) di tempat tujuan.
Kompas.com/Krisda Tiofani Kompas Travel Walking Tour digelar pertama kalinya pada Minggu (30/6/2024) dengan rute Taman Fatahillah-Museum Sejarah Jakarta-Acaraki-Museum Wayang- Kanal Kota Tua-Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta.
"Gunakan transportasi umum untuk berkeliling atau berjalan kaki, alih-alih menggunakan taksi yang biasanya lebih mahal," kata ahli strategi pengembangan pariwisata dan salah satu pendiri Uncornered Market, Audrey Scott.
Jangan takut untuk berpisah
Bepergian dalam kelompok memang mencari pengalaman bersama. Namun, Anda tidak harus selalu bersama.
Meski sudah berteman akrab, selalu berada di sekitar orang yang sama bisa jadi malah akan membebani hubungan, terutama jika satu teman cenderung ke arah pengalaman yang lebih mahal yang tidak mampu dibeli orang lain.
Oleh karena itu, jika ada teman yang ingin melakukan aktivitas mahal, tetapi terlalu mahal bagi Anda, biarkan ia melakukannya sendiri.
Jadwalkan waktu senggang
Saat merencanakan itinerary, sisakan ruang untuk waktu luang sehingga semua orang dapat melakukan kegiatan mereka sendiri, baik itu bersantai di tepi kolam renang, belanja, maupun bersantai saat happy hour.
KOMPAS.COM/BAYUAPRILIANO Sejumlah pengunjung sedang melakukan foto selfi di gardh pandang Curug Gunung Putri Senin (17/6/2024)
"Jangan buat itinerary terlalu ketat karena menyebabkan stres bagi semua orang untuk mematuhi waktu dan seluruh perjalanan. Semua akan serba terburu-buru, alih-alih menjadi liburan yang menginspirasi dan santai," kata travel blogger di Bel Around The World Isabel Leong.
Atur pengeluaran yang ditanggung bersama
Ada beberapa biaya yang bisa ditanggung bersama, misal tarif tol dan bahan bakar jika bepergian naik mobil.
Hitung pengeluaran semacam itu dan bagi rata kepada semua anggota kelompok. Dengan begitu, pembagian urunan bisa dilakukan lebih awal dan bisa dipersiapkan sebelum perjalanan.
Tidak semua tempat yang dikunjungi harus mahal
Agar tidak membebani keuangan anggota kelompok, tidak semua tempat yang dikunjungi harus mahal harganya.
Tempat wisata dengan harga paling mahal, sebisa mungkin adalah tujuan utama yang sudah disepakati bersama saat perencanaan.
Pilih makanan yang harganya terjangkau
Guna menghemat bujet, pilih tempat makan yang harganya terjangkau, tidak perlu restoran yang biasanya mahal.
Di sebagian besar destinasi wisata di Indonesia, hampir selalu terdapat warung makan yang harganya murah.