#30 tag 24jam
Simak 7 Cara Menjadi Perempuan yang Menarik Saat Kencan Pertama
Selain memikirkan pokok bahasan, maka Anda juga perlu mempersiapkan telinga dan mendengar dengan baik saat pasangan, pria sedang berbicara. [270] url asal
#pria #perempuan #tips-cinta #tips-kencan #cinta #pasangan #perempuan-menarik
(Bisnis.Com - Terbaru) 07/11/24 11:50
v/17659632/
Bisnis.com, JAKARTA - Menjadi perempuan yang menarik saat berkencan, bukanlah hal yang sulit. Perempuan bisa menciptakan ketertarikan secara psikologis.
Dilansir dari Brides, Kamis (7/11/2024), kencan pertama akan menjadi sangat mengesankan bagi pria dan wanita, bila memiliki pembicaraan dan sikap saling merespon yang tepat. Memiliki ketertarikan secara psikologi sangat penting bagi pasangan.
Pakar psikologi sosial Madeleine A. Fugère mengatakan seluk-beluk ketertarikan, psikologi ketertarikan, dan cara memanfaatkan pokok bahasan tersebut dengan baik untuk membuat kencan Anda akan lebih sukses. Maka kondisi ini akan membuat psikologi ketertarikan bagi orang yang sedang berbicara.
Simak beberapa cara agar menjadi perempuan yang menarik:
1️. Jadilah Autentik
Tetaplah setia pada diri sendiri dan nilai-nilai Anda. Jadilah diri sendiri dan ciptakanlah hubungan yang lebih dalam dan bermakna.
2️. Miliki Energi Positif
Pertahankan pandangan hidup yang ceria dan positif. Energi positif itu menular dan menarik pria kepada Anda. Pasangan Anda akan lebih suka saat Anda tampil ceria.
3️. Jadi Pendengar yang Mendalam
Pasanglah telinga Anda saat dengan berbicara dengan pasangan. Tunjukkan minat yang tulus pada apa yang dikatakan oleh pria tersebut. Kemampuan mendengarkan yang baik membuat pria merasa diterima dan dipahami.
4️. Utamakan Diri Anda Sendiri
Ini mungkin terasa berlawanan dengan intuisi, tetapi saat Anda benar-benar mencintai diri sendiri, Anda memiliki pancaran dari dalam yang menarik orang lain.
5️. Kejar Minat Anda
Lakukan aktivitas dan hobi yang Anda sukai. Wanita yang penuh semangat itu menarik dan menginspirasi pria berkualitas.
6️. Tampilkan Keanggunan
Perlakukan semua orang dengan kebaikan dan empati. Hati yang hangat dan penuh kasih sayang tidak bisa ditolak dan meninggalkan kesan mendalam.
7️. Rangkul Feminitas Anda
Rayakan kualitas unik dan feminitas Anda. Kepercayaan diri dalam keperempuanan Anda sangat menarik.
Tips Parenting, Pahami 5 Bahasa Cinta Anak
Kenali bahasa cinta anak dimulai dari sentuhan fisik, hadiah, kata-kata penegasan, dan waktu yang berkualitas. [606] url asal
#tips-cinta #anak #tips-parenting #orang-tua #manfaat-sentuhan
(Bisnis.Com) 05/11/24 17:03
v/17515235/
Bisnis.com, JAKARTA - Setiap anak memiliki cara unik untuk merasakan dan memahami cinta dari orang tua.
Dilansir dari Parents.com, (5/11/2024), terdapat konsep 5 Bahasa Cinta yang dipopulerkan oleh Dr. Gary Chapman, dan bisa menjadi kunci hubungan erat yang penuh kasih dengan anak-anak.
Menjadi orang tua berarti harus mampu memahami bagaimana anak mengekspresikan dan menerima cinta penuh makna. Dr. Gary Chapman menjelaskan 5 bahasa cinta anak dimulai dari sentuhan fisik, hadiah, kata-kata penegasan, tindakan pelayanan, dan waktu yang berkualitas.
Simak 5 bahasa cinta anak yang wajib ibu ketahui :
1. Sentuhan Fisik
Jika anak sering meminta untuk dipeluk, disisir, dicium, dan dielus pundaknya, ketahuilah bahwa bahasa cinta anak adalah sentuhan fisik. Oleh karena itu orang tua harus banyak memberikan sentuhan fisik agar anak merasakan kasih sayang. Banyak ahli yang mengatakan bahwa anak-anak cenderung menyukai sentuhan fisik seperti berdesak-desakan atau bahkan tos kecil-kecilan.
Namun, hal yang perlu diperhatikan untuk anak yang memiliki bahasa cinta sentuhan fisik adalah orang tua yang tidak boleh memberikan pukulan untuk hukuman. Dilansir dari Parents, Dr. Chapman memperingatkan, "tetapi itu menghancurkan orang yang bahasa cinta utamanya adalah sentuhan."
2. Menerima Hadiah
Jika anak ingat dengan orang yang memberinya hadiah, hal tersebut akan terekam pada memorinya sehingga membentuk anak menjadi pemberi hadiah kepada teman, orang tua, dan juga guru. Hal tersebut menandakan bahwa bahasa cinta sang anak adalah penerimaan hadiah.
Hal ini tidak perlu diwajibkan setiap saat, sebab anak terlatih untuk menghargai apa saja pemberian orang tua, anak-anak akan sangat merasa berarti ketika diberikan hadiah. Berikanlah hadiah sederhana seperti bekal makanan kesukaan. Namun, mengahdapi anak dengan bahasa cinta penerimaan hadiah harus dilakukan dengan hati-hati.
"Orang tua harus berhati-hati tentang pemberian yang berlebihan, berikan hadiah yang sesuai dengan usia anak dan yang membantu anak, bukan hanya apa yang anak inginkan," kata Dr. Chapman.
3. Penegasan/affirmasi
Anak-anak yang senang mendengarkan dan memperhatikan orang lain berbicara, menandakan sang anak memiliki bahasa cinta afirmasi. Hal ini diperkuat juga dengan anak yang suka berbicara dengan kata-kata manis dan memuji orang tua.
Kata-kata yang penuh kasih sayang dari orang tua, sangat berarti bagi anak. Sebagai orang tua, anda bisa memberikan kata-kata penyemangat kepada anak. Sebagi conoth anda bisa menambahkan catatan kecil di kotak makan siang mereka, dengan kata-kata pahlawanku dan sebagainya.
Hal yan gharus diperhatikan menghadapi anak dengan bahasa cinta affirmasi adalah, kata-kata tulus tanpa syarat. Hindari penggunaan kata seperti “Aku mencintaimu, tapi..." sebab tiga kata itu dapat menyiratkan bahwa cinta Anda bersyarat, ungkap Dr. Markham.
4. Layanan Tulus
Jika anak sering minta bantuan orang tua padahal bisa melakukannya dan terkesan manja, bisa jadi hal ini adalah salah satu bahasa cinta anak. Hal ini terjadi sebab anak merasa diperhatikan dan dicintai saat mendapatkan bantuan.
Untuk memenuhi kebutuhannya atas cinta kasih, orang tua bisa mengalihkan aksi bantuan kepada aksi pendampingan yang menyenangkan seperti membantu mencuci sepatu dan mainnannya. Sebab jangan lupa bahwa orang tua harus mendorong anaknya menjadi sosok yang mandiri kedepan.
5. Waktu yang Berkualitas
Anak yang sering mengajak orang tua untuk melakukan sesuatu berdua, menandakan bahwa anak senang dan merasa disayang apabila orang tua meluangkan waktu. Mengeluhkan waktu yang terbatas dari kesibukan orang tua menjadi penanda bahwa bahasa cinta mereka adalah waktu yang berkualitas.
Untuk itu, sediakanlah waktu untuk dihabiskan bersama dengan anak seperti membaca buku berdua, mengobrol atau bahkan bermain berdua saja. Hal yang perlu diperhatikan dari bahasa cinta ini adalah, hindari bentuk hukuman metode disiplin yang mengurung anak.
Selain itu, jangan berasumsi bahwa menghabiskan waktu ekstra bersama berarti Anda harus meninggalkan daftar tugas Anda. Bahkan membaca di samping anak Anda ketika mereka asyik bermain sendiri akan membuat mereka merasakan kehadiran hangat Anda. (Enrich Samuel K.P)
Tips Cinta, Ini Tanda-tanda Anda Mengalami Emotional Abuse
Orang-orang yang melakukan emotional abuse akan berpura-pura tidak memahami apa yang Anda bicarakan. [540] url asal
#agresi #kekerasan-emosional #kekerasan #emosi #emosional #tips-cinta #emotional-abuse
(Bisnis.Com) 02/11/24 16:49
v/17366015/
Bisnis.com, JAKARTA - Emotional abuse sering terjadi dalam hubungan antar pasangan dan kerap merubah hubungan menjadi ‘toxic’.
Emotional abuse merupakan bentuk kekerasan emosional yang dialami oleh seseorang melalui tindakan agresi atau manipulasi nonfisik. Kekerasan ini memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesejahteraan seseorang karena menyerang kesehatan mental.
Dilansir dari health.com, Sabtu (2/11/2024), orang yang melakukan kekerasan emosional terhadap orang lain biasanya menggunakan berbagai taktik yang berbeda untuk mengendalikan orang lain. Hal ini dilakukan untuk mengisolasi dan membungkam korban.
Simak jenis-jenis kekerasan emosional:
1. Mengisolasi
Biasanya orang yang melakukan emotional abuse mencoba memisahkan Anda dari orang-orang yang Anda cintai dan mendikte Anda dengan siapa Anda bisa berbicara dan tidak.
2. Mengancam
Orang yang melakukan emotional abuse akan cenderung mengancam Anda, teman-teman Anda, dan situasi Anda untuk menimbulkan rasa takut akan keselamatan Anda atau orang yang Anda sayangi.
3. Meremehkan
Orang-orang yang melakukan emotional abuse akan meremehkan pikiran, perasaan, dan keyakinan untuk menjatuhkan harga diri Anda.
4. Melakukan gaslighting dan selalu menyalahkan
Orang-orang yang melakukan emotional abuse akan berpura-pura tidak memahami apa yang Anda bicarakan dan cenderung mempertanyakan realitas Anda. Selain itu, pelaku emotional abuse akan menyalahkan Anda di setiap perselisihan dan meyakinkan Anda bahwa Anda adalah sumber masalahnya.
5. Mempermalukan
Para pelaku emotional abuse akan menunjukkan dominasinya atas Anda dan membuat Anda merasa malu dan bersalah. Biasanya para pelaku akan membuat lelucon yang merugikan Anda dan menggunakan topik sensitif untuk mempermalukan Anda.
6. Memanipulasi
Hal yang paling sering dilakukan pelaku emotional abuse adalah dengan memanipulasi Anda. Orang-orang tersebut biasanya akan menggunakan perasaan bersalah atau membuat pernyataan yang mempermainkan emosi Anda untuk membuat Anda melakukan hal-hal di luar kehendak Anda.
Sering kali dalam sebuah hubungan, Anda akan memaklumi hal-hal yang pasangan Anda lakukan. Hal ini membuat perilaku kekerasan emosional sering kali tidak kentara dan sulit dideteksi.
Untuk itu Anda harus mengetahui tanda-tanda Anda mengalami kekerasan emosional dalam hubungan Anda yang tidak sehat. Tanda-tanda itu meliputi:
1. Anda jadi lebih menarik diri dari lingkungan sosial Anda, seperti keluarga, teman, dan rekan kerja
2. Anda cenderung memiliki harga diri yang rendah
3. Merasa tidak dicintai
4. Membuat Anda merasa tidak pernah cukup sebagai pasangan
5. Menjadi ketergantungan dengan orang yang menyakiti Anda
6. Merubah penampilan dan perilaku Anda hanya untuk pasangan Anda
7. Merasa terjebak dalam hubungan Anda
8. Takut membuat pelaku kekerasan marah dan cemburu terhadap Anda
9. Mengalami kesedihan, depresi, kecemasan, atau stres
10. Merasa takut tidak ada yang bisa mencintai Anda selain pasangan Anda
11. Anda berhenti melakukan hal-hal yang Anda nikmati dan inginkan. Dalam hal ini Anda akan cenderung patuh terhadap omongan pasangan Anda tentang apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan.
Jika Anda mengalami kekerasan emosional, bangunlah jaringan pendukung dari orang-orang terdekat Anda. Hubungi keluarga atau teman terdekat Anda untuk meminta bantuan dan dukungan lain yang mungkin Anda perlukan untuk memperbaiki hubungan ataupun meninggalkan hubungan tersebut.
Anda juga harus bisa bersikap tegas terhadap diri Anda untuk membalikkan situasi yang telah terjadi. Bila Anda ingin lepas dari hubungan yang tidak sehat, Anda harus bisa melepaskan pasangan Anda.
Jangan merasa Anda lebih lemah dari pasangan Anda. Tetapkanlah batasan dengan pasangan Anda dan jauhkan diri Anda dari situasi berbahaya. Bila perlu Anda bisa menghubungi pihak-pihak berwenang untuk memberikan bantuan jika muncul perilaku yang akan menyakiti Anda. (Jesslyn Samantha Rumiris Lumbantobing)
Tips Cinta, Ini 2 Alasan Menikahi Sahabat
Hubungan yang diawali dan didasari oleh persahabatan, menciptakan pondasi kokoh yang membantu pasutri mengatasi tantangan hidup bersama. [424] url asal
#sahabat #manfaat-menikahi-sahabat #tips-cinta #alasan-menikahi-sahabat #sahabat
(Bisnis.Com - Terbaru) 31/10/24 14:54
v/17257933/
Bisnis.com, JAKARTA - Pernikahan menjadi momen sakral yang terjadi satu kali seumur hidup. Banyak kasus pernikahan yang diisi dengan konflik pasangan hingga berujung dengan cerai. Namun, bagaimana jadinya jika hubungan pernikahan dibangun oleh 2 orang sahabat yang sudah mengenal satu sama lain?
Menikahi sahabat sendiri mungkin terdengar seperti plot film romansa, tapi ternyata keputusan ini didukung alasan kuat. Bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menikah dengan sahabat membuka kesempatan untuk hubungan yang lebih stabil dan mendalam.
Dilansir dari Psychological Today (31/10/2024), berikut adalah dua alasan mengapa persahabatan sangat penting untuk umur panjang dan kesuksesan pernikahan, menurut penelitian.
1. Persahabatan Menciptakan Pernikahan yang Sangat Memuaskan
Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam ”Journal of Happiness Studies” menemukan fakta bahwa menikah dengan sahabat dapat secara signifikan meningkatkan kepuasan hidup dan kesejahteraan.
Pernikahan yang penuh kasih, tawa bersama, saling menghormati, dan intim secara emosional akan menciptakan perbedaan. Hubungan yang diawali dan didasari oleh persahabatan, menciptakan pondasi kokoh yang membantu pasutri mengatasi tantangan hidup bersama.
Sementara itu, hubungan berapi-api yang diawali oleh ketertarikan fisik justru dapat memudar seiring waktu. Oleh karena itu persahabatan menawarkan sumber koneksi yang lebih abadi dimana pasangan menikmati kebersamaan satu sama lain, memiliki nilai yang sama dan menemukan kegembiraan sederhana.
Bahkan apabila sesama pasangan memiliki perbedaan, yang timbul justru rasa hormat dan penghargaan terhadap keunikan satu sama lain. Persahabatan yang kuat menumbuhkan kesabaran, empati, dan pengertian. Kualitas hubungan ini sangat penting untuk menjalani bahtera rumah tangga jangka panjang yang lancar.
"Pasangan yang sudah bersahabat atau menganggap diri sahabat satu sama lain mendapatkan hampir kepuasan hidup dari pernikahan daripada yang lain. Pasangan yang berasal dari sahabat memberikan dukungan sosial yang unik," ungkap para peneliti menjelaskan.
2. Persahabatan Melindungi Cinta Dalam Jangka Panjang
Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang lebih menghargai persahabatan dalam hubungan, cenderung mengalami komitmen dan cinta yang lebih luas.
"Agar cinta meningkat dari waktu ke waktu, seseorang harus berinvestasi dalam persahabatan kepada pasangan," jelas para peneliti.
Semakin banyak pasangan berinvestasi dalam persahabatan lewat kenangan bersama, membuat rencana, atau saling mendukung secara timbal balik. Pasangan ini akan menuai manfaat relasional, dan menciptakan penghalang terhadap tantangan konflik atau ketidakpuasan.
Memprioritaskan pernikahan bak persahabatan tidak berarti bahwa romansa atau gairah terpinggirkan. Sebaliknya, persahabatan akan bertindak sebagai perekat yang menyatukan romansa, memastikan bahwa cinta terus tumbuh dan berkembang. Berinvestasi dalam persahabatan ini berarti berinvestasi dalam kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang dari pernikahan.
Pada akhirnya, keajaiban sebenarnya dari menikahi sahabat terletak pada hari-hari yang tenang. Pola lelucon yang hanya dimengerti satu sama lain, percakapan yang mengalir serta perasaan dipahami oleh seseorang akan mengisi hari-hari anda. (Enrich Samuel)
Simak 4 Keuntungan Menunda Pernikahan
Menunda pernikahan juga bermanfaat untuk Anda mempersiapkan keuangan secara individu/berpasangan. [383] url asal
#tips-cinta #tips-percintaan #menunda-pernikahan #manfaat-menunda-pernikahan
(Bisnis.Com - Terbaru) 08/10/24 20:49
v/16166132/
Bisnis.com, JAKARTA - Pernikahan merupakan hal yang sakral satu kali seumur hidup. Hal ini menjadikan momen menikah begitu penting bagi seseorang.
Di Indonesia angka perceraian mencapai 463.654 kasus pada 2023 berdasarkan Laporan Statistik Indonesia Tahun 2024. Hal ini menandakan bahwa setiap tahun 400 ribu pasangan bercerai di Indonesia.
Dikutip dari Mariage.com, Selasa (8/10/2024) ternyata menunda pernikahan merupakan salah satu pilihan bijak. Seorang konsultan pernikahan David Essel menjelaskan bahwa pernikahan yang terburu-buru selalu berakhir dengan perceraian.
“Hubungan yang lama juga tidak menentukan kebahagiaan, bahkan mereka yang telah menikah lebih dari 30 tahun, mempertahankan kebersamaannya karena takut kesepian, dan tidak percaya diri dengan keuangannya,” jelas David.
David dalam bukunya yang bertajuk “Slow Down : The Fastest Way To Get What You Want” juga menjelaskan bahwa Pria akan mencapai kematangan emosinya dalam usia 30 tahun, sedangkan wanita di usia 25 tahun.
Namun saat ini, terjadi fenomena baru dimana Pria justru matang secara emosional pada usia 40 tahun keatas. Hal ini juga berubah pada Wanita menurut pengamatan dari David, “Wanita menjadi lebih dewasa, dan bisa memahami komitmen pada usia 30 tahun keatas.”
Simak 4 manfaat menunda pernikahan sampai siap pada waktunya:
1. Lebih Matang Secara Usia
Ada pepatah yang mengatakan kedewasaan tidak dipatok dari usia. Namun, usia memberi gambaran atas proses dan pengalaman yang sudah kamu lalui. David Essel Konsultan Pernikahan melihat usia menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan usia pernikahan.
2. Mengikuti Konsultasi Pernikahan
Menunda pernikahan juga memberikan waktu bagi kamu untuk mengikuti konsultasi pernikahan. Kegiatan ini akan sangat berguna dan bermanfaat untuk Pra pernikahan dan juga persiapan sebagai individu dan pasangan untuk hidup berdua.
3. Menikmati dan menghabiskan masa muda
Menunda pernikahan juga dapat bermanfaat sebagai momen menghabiskan masa bermain kamu. Tidak jarang banyak kasus yang menyebabkan perceraian akibat “Telat Bandel/Bermain” oleh karena itu, benahi semuanya, dan ketika sudah, barulah kamu bisa mempertimbangkan diri untuk menikah.
4. Mempersiapkan Keuangan
Menunda pernikahan juga bermanfaat untuk kamu mempersiapkan keuangan secara individu/berpasangan. Masalah finansial juga kerap kali menjadi faktor utama dari munculnya perceraian. Hasil penelitian Katadata Kota Jakarta bahkan memiliki 2.452 kasus perceraian akibat masalah ekonomi pada 2023.
Itulah 4 manfaat dari menunda pernikahan yang perlu kamu ketahui. Kurangnya persiapan dan keterburuan dapat menyebabkan bahtera yang telah dibangun dengan susah payah akan karam. Oleh karena itu putuskan baik-baik saat akan melamar doi ya! (Enrich Samuel)
Tips Cinta, Kenali Closure di Dalam Suatu Hubungan
Closure dapat menjadi penyembuhan emosional dengan memungkinkan kamu untuk menghadapi perasaan diri sendiri [539] url asal
#closure #tips-cinta #tips-kencan #tips-hidup
(Bisnis.Com - Terbaru) 07/10/24 12:32
v/16105264/
Bisnis.com, JAKARTA - Dalam hubungan percintaan, pria dan wanita kerap kali dihadapkan dengan perpisahan karena kurang memahami keinginan masing-masing.
Perpisahan terjadi karena tidak adanya pengakhiran/penutupan yang jelas dari salah satu pihak. Pihak yang ditinggalkan akan kebingungan dan sulit untuk mencerna apa yang terjadi. Alih-alih move on, yang terjadi justru terjebak dalam masa lalu yang tidak pernah selesai atau butuh waktu lama untuk memulihkan diri.
Dikutip dari Mariage.com, Senin (7/10/2024), istilah Closure awalnya diperkenalkan oleh Arie W. Kruglanski, seorang profesor universitas dan Fellow dari American Psychological Association dan American Psychological Society pada tahun 1990.
Dia muncul dengan istilah 'Need for Closure' yang mengartikan bahwa Closure merupakan keinginan dari individu/personal untuk menemukan jawaban pasti dari ketidakjelasan dalam suatu hubungan.
Lalu apa itu Closure?
Closure sendiri dapat diartikan sebagai “Penutupan” yang dalam konteks hubungan percintaan, merupakan akhir yang jelas dari perpisahan. Hal ini akan menimbulkan kesan positif, dimana kamu tidak harus berakhir asing dengan mantan. Closure, memungkinkan pasangan yang sudah berpisah untuk menjadi teman atau bahkan sahabat.
Bagaimana cara mendapatkannya/melakukannya?
Tapi sejatinya, banyak orang yang tidak mampu melakukan “Closure” sehingga berakhir dengan perpisahan menyedihkan. Ini bisa saja terjadi lantaran kamu tidak tau bagaimana cara mendapatkan atau melakukan “Closure.”
1. Jangan paksa pasangan melakukan “Closure”
Closure merupakan niat, jadi jangan paksakan itu kepada orang-orang. Cukup lakukan dorongan dengan mempertanyakan alasan, dengan tidak memaksakan. Memang membutuhkan waktu yang lama, tapi setidaknya itu lebih baaik dari pada memaksa dengan akhir yang justru berantakan.
2. Hindari interaksi online di ujung hubungan
Lakukan pertemuan langsung dalam mengakhiri hubungan, kamu tidak akan bisa mendapatkan atau melakukan closure apabila tidak bertemu. Berterusteranglah kepada pasangan tentang alasan mengapa mengakhiri hubungan.
3. Berlaku selayaknya teman
Apabila hubungan telah berakhir dan masih belum mendapatkan Closure. Coba untuk lakukan komunikasi layaknya teman, hindari interaksi online, untuk mengurangi potensi asumsi lawan jenis apabila kamu ingin baikan. Hal tersebut dapat menjadi batu penghalang karena menciptakan situasi tidak nyaman untuk lawan jenis.
4. Komunikasi yang jujur
Memulai percakapan terbuka dan jujur, dapat menjadi cara melunakkan hati mantan pasangan yang tidak ingin bertemu. Ketika kamu melakukan percakapan yang jujur dan tenang, ini bisa menyelesaikan kesalahpahaman dan menawarkan Closure kepada mantan pasangan.
Apakah wajib melakukan/mendapatkan Closure?
Tidak ada tolak ukur kewajiban dalam mendapatkan atau melakukan Closure Anda juga tidak dapat memaksa mantan untuk melakukan closure. Namun, dengan melakukan hal ini, kamu bisa mengurangi rasa sakit dan kebencian terhadap mantan pasanganmu.
Melakukan Closure juga dapat bermanfaat:
1. Penyembuhan Emosional
Closure dapat menjadi penyembuhan emosional dengan memungkinkan Anda untuk menghadapi perasaan diri sendiri, memproses kesedihan, dan melepaskan emosi yang belum terselesaikan.
2. Pertumbuhan Pribadi
Lewat Closure, Anda memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman masa lalu, menetapkan batasan, dan mendefinisikan kembali rasa harga diri dan identitas dirimu.
3. Move On
Mencapai momen Closure memungkinkan Anda untuk bergerak maju dengan sendiri. Anda juga dapat melihat peluang baru, dan menjalin hubungan yang lebih sehat di masa depan.
Dikutip dari Mariage.com bahwa Closure menjadi tantangan tersendiri untuk dilakukan. Ini lantaran belum tentu mantan anda menganggap hal ini penting.
Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa dengan adanya Closure atau tidak, Anda harus bisa dan kuat untuk melanjutkan hidupmu. Closure tentu akan memberikan kemudahan untuk memproses semau rasa sakit, tetapi Ada juga harus bisa membebaskan dirimu dengan caramu sendiri. (Enrich Samuel)
10 Tips Cinta, Cara Menjaga Slow Relationship
Kadang cinta ada menimbulkan rasa pahit, dan ada pula yang bertepuk sebelah tangan, tetapi ada pula yang berbuah manis. [681] url asal
#tips-cinta #pacaran #hubungan #kencan #tips-relationship
(Bisnis.Com - Terbaru) 25/09/24 15:33
v/15538873/
Bisnis.com, JAKARTA - Menjalin hubungan dengan orang yang disukai tidak perlu terburu-buru, sebab proses pendekatan yang berlangsung tidak memiliki standar tertentu untuk durasi-nya.
Orang yang menjalin hubungan biasanya, tidak suka dituntut. Apalagi jika dipaksa menikah, sebab menjalin hubungan memerlukan waktu.
Biasanya beberapa orang yang terbiasa melakukan slow relationship, karena memiliki pengalaman cinta yang buruk dan mengalami patah hati.
Dikutip dari Momjunction, Rabu (25/9/2024), banyak orang yang tidak suka saat menjalin hubungan yang terburu-buru. Anda bisa menjalani hubungan dengan perlahan agar tidak terkecoh dengan bara api cinta pada detik pertama.
Cinta sering membuat orang menjadi bodoh. Kadang cinta ada menimbulkan rasa pahit, dan ada pula yang bertepuk sebelah tangan, tetapi ada pula yang berbuah manis.
Simak 10 tips cinta dalam menjalin slow relationship dengan pasangan:
1. Komunikasi yang Jujur
Ketika Anda sedang atau akan menjalin hubungan, biasakanlah untuk jujur terhadap pasangan. Poin jujur sampai pada sikap dalam pendekatan yang mau dilakukan secara perlahan tanpa terburu-buru.
Jujurlah kepada doi, hal ini untuk menghindari kesalahpahaman atau bahkan memperlambat momentum yang berlangsung begitu cepat. Jadi hubungan kamu akan berjalan secara perlahan.
2. Hindari Obrolan Masa Depan
Dalam membangun Slow Relationship biasakan untuk tidak memulai sesuatu dengan serius secara cepat, hindari obrolan bertopik masa depan.
Sebab apabila kamu lakukan akan membawa pasangan ke jenjang yang lebih serius lagi, mengaburkan segala rencana untuk membangun hubungan secara perlahan.
3. Jangan Mudah Baper
Hubungan akan rentan menjadi serius apabila setiap hal disikapi dengan perasaan yang berlebih. Jaga emosi kamu untuk tidak berperan banyak dalam hubungan, perbanyak pertimbangan logis dan praktis ya! Sebab apabila kamu persilahkan segala emosi kamu mengambil bagian, kamu akan mudah jatuh pada setiap perlakuan dari Doi!
4. Jangan Utamakan Status!
Status dalam sebuah hubungan memang menjadi hal yang ditunggu-tunggu banyak orang. Bahkan masyarakat kita juga menuntut sebuah nama/label dari hubungan.
Saat ini ada banyak label dari hubungan seperti HTS,Taken,Microcheating dan lain sebagainya. Hal-hal ini bukanlah hal yang remeh, kamu harus bisa menahan diri dari semua status itu, agar hubungan kamu bisa jadi lebih matang karena berjalan perlahan.
5. Lakukan Date yang Casual dan Fun!
Dikutip dari marriage.com kencan yang menyenangkan dan santai dapat menjadi cara yang sederhana dan ampuh. Pergilah kencan bersama Doi tanpa melakukan hal-hal yang romantis, pergilah kencan bersama teman, membaca buku atau sekedar bermain di lapangan. Mulailah dengan kebiasaan menjadi teman agar tidak terkecoh dengan sikap manis pasangan.
6. Jangan Habiskan Waktu Bersama Setiap Saat
Untuk hubungan yang berlangsung secara perlahan, hindari menghabiskan waktu bersama-sama setiap saat. Jangan biarkan kamu atau dia menjadi saling bergantung satu sama lain, pahami batasmu sebagai teman yang sedang pendekatan.
Hindari bertemu setiap hari, sebab apabila ketergantungan sudah terjadi, akan sulit untuk menjaga batasan ataupun menjaga tempo hubungan berjalan perlahan.
7. Batasi Komunikasi
Menjadi cuek dalam sebuah hubungan rupanya penting apabila kamu ingin menjalani Slow Relationship. Dikutip dari marriage.com, tidak apa-apa untuk tidak berkomunikasi beberapa waktu dengan Doi. Hal ini karena komunikasi yang terlalu intens akan membawa kamu untuk merasa bahwa orang ini adalah milik kamu.
8. Jangan Ambil Keputusan Besar
Tips ini menjelaskan bahwa ketika kamu berada di fase pendekatan, jangan pernah coba untuk berubah demi seseorang yang sedang kamu dekati. Lakukanlah perkenalan secara perlahan, tidak perlu mengambil keputusan besar demi seseorang yang kamu belum yakin akan menjadi pendampingmu kelak.
9. Jangan Bergantung ke pasangan
Jangan pernah kamu bergantung ke seseorang saat sedang menjalani pendekatan, mandirilah dan lakukan semua sendiri tanpa harus menunggu Doi! Hindari ketertarikan berlebih dan biarkan semuanya mengalir secukupnya dan natural.
10. Jangan Kenalkan Pada Keluarga Lebih Dahulu
Poin ini menjadi salah satu poin paling krusial, sebab apabila kamu sudah mengenalkan Doi kepada keluarga, percayalah semuanya akan mulai menjadi serius dan tidak bisa di perlambat lagi. Terlebih apabila masa pendekatan masih berlangsung hindari memperkenalkan keluarga, jangan sampai keluargamu terekspose kepada dia yang tidak menjadi siapa-siapa.
Mengambil keputusan untuk menjalani hubungan secara perlahan atau Slow Relationship bukanlah standar dalam hubungan, namun ini memberikan waktu kepada kalian berdua untuk saling mengenal satu sama lain secara utuh. Menjalaninya secara cepat untuk mereka yang sibuk juga tidak salah, namun lebih beresiko untuk terkena sakit hati. (Enrich Samuel K.P)
Tips Cinta, Cara Mengatasi Insecure dalam Hubungan
Rasa insecure bisa memunculkan pertengkaran, rasa tidak yakin terhadap masa depan dan diri sendiri, hingga ketidakpuasan dalam hubungan. [580] url asal
#insecure #tips-cinta #tips-kencan #pasangan
(Bisnis.Com) 19/07/24 16:22
v/11321867/
Bisnis.com, JAKARTA — Jika Anda memiliki rasa insecure dengan pasangan, seperti mudah cemburu dengan temannya dan selalu merasa kurang dalam hubungan, maka bisa mencoba beberapa cara di bawah ini.
Rasa insecure atau tidak aman dalam suatu hubungan merupakan hal yang kerap terjadi. Namun, idealnya, hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling percaya satu sama lain.
Dilansir dari Peaceful Mind dan Psych Central, Sabtu (19/7/2024) rasa insecure bisa memunculkan pertengkaran, rasa tidak yakin terhadap masa depan dan diri sendiri, hingga ketidakpuasan dalam hubungan.
Sebaliknya, jika Anda merasa secure atau aman secara emosional, Anda juga mendorong pasangan melakukan hal yang sama. Anda merasa lebih dipercaya dan dipahami pasangan. Ini dapat membentuk lingkungan yang nyaman, serta koneksi yang lebih dalam.
Simak 5 cara mengatasi insecure dengan pasangan:
1. Terbuka dengan kebutuhan Anda
Untuk menjalani hubungan yang baik, Anda perlu buang jauh-jauh perasaan gengsi. Jika Anda butuh kasih sayang lebih, mengobrol tentang suatu hal, atau sesimpel merasa rindu, utarakan kepada pasangan Anda. Hal ini akan menumbuhkan hubungan yang lebih transparan dan dapat dipercaya.
Anda juga perlu terbuka apabila merasa perlu menghabiskan waktu sendiri selama beberapa waktu. Di luar hubungan, Anda masih tetap butuh waktu bergaul, meningkatkan jenjang karir, dan me-time. Justru, hal ini dapat meningkatkan rasa secure Anda dalam hubungan Anda.
2. Buatlah batasan yang jelas
Batasan atau boundaries adalah menjaga apa yang ingin Anda bagi untuk pasangan, dan apa yang ingin Anda jaga untuk pribadi.
Membuat batasan yang jelas antara kedua pihak meningkatkan pemahaman antara satu sama lain. Selain itu, rasa hormat antar kedua pihak juga terjaga.
Batasan dapat berbentuk batasan fisik, seksual, emosional, intelektual, atau finansial. Misalnya, menjaga tingkat keintiman sesuai kenyamanan, menjelaskan faktor hubungan yang penting untuk Anda, hingga pembagian keuangan.
3. Jadi pendengar yang baik
Dalam suatu hubungan yang sehat dan secure, kedua pihak merasa dipahami dan didengar dengan baik. Salah satu kuncinya adalah menjadi pendengar yang baik.
Tidak perlu menjadi ahli pemberi saran, menjadi pendengar yang baik hanya butuh kemampuan mendengarkan dan merespon suatu cerita dengan baik. Tanyakan pertanyaan follow-up tentang pasangan, atau refleksikan cerita dengan pengalaman Anda sendiri.
“Jika Anda dapat menjadi pendengar yang aktif, pasangan Anda dapat merasa nyaman ketika ke depannya ada masalah atau ketakutan tertentu,” jelas Dr. Isabelle Morley, psikolog dari Amerika Serikat.
Selain itu, pendengar yang baik tidak langsung menghakimi pasangan ketika mendengar cerita yang kurang enak. Anda dapat mengarahkan diri untuk bertanya tentang tujuan dan motivasi seseorang tentang perilaku mereka.
Dengan demikian, ketika Anda tidak setuju dengan perilaku pasangan, Anda bisa tetap membuat lingkungan yang terasa aman baginya.
4. Bertanggung jawab dan jujur
Walaupun terdengar simpel, namun permintaan maaf memiliki signifikansi sendiri dalam hubungan.
Anda perlu memastikan bahwa kesalahan yang terjadi tidak akan diulangi lagi. Hal ini karena, apabila Anda tidak konsisten (misalnya, tarik ulur hubungan), hal ini akan memunculkan perasaan insecure dari pasangan.
Selain itu, transparansi adalah faktor penting dalam membangun rasa percaya. Ketika dibiasakan, Anda mencegah kecurigaan yang tidak diperlukan dalam hubungan Anda.
Sebaliknya, ketika Anda tidak jujur atau menyembunyikan sesuatu, pasangan Anda akan sering mencurigai Anda. Lebih buruk lagi, mereka dapat mempertanyakan kekurangan pada diri mereka.
5. Usahakan hubungan bersama
Mungkin, Anda sering mendengar kalimat: “A relationship is 50-50.” Artinya, upaya dalam hubungan dibagi rata antara dua pihak untuk menumbuhkan rasa percaya, kasih sayang, dan komitmen.
Salah satu cara untuk mengusahakan hubungan bersama adalah mengajak pasangan dalam kegiatan Anda. Misalnya, makan bersama keluarga dan teman, menjalani kegiatan bersama, dan mencoba hobi satu sama lain. Selain pasangan akan merasa penting dan disayang, kedua pihak juga merasa lebih dekat. (Ilma Rayhana)
Tips Cinta, Cara Menemukan Pasangan yang Setara
Sebelum menemukan pasangan, Anda harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu. [568] url asal
#tips-cinta #kencan #pacaran #tips-pacaran #diri-sendiri
(Bisnis.Com) 13/07/24 15:41
v/10645674/
Bisnis.com, JAKARTA – Banyak kesulitan yang dihadapi pasangan karena kedua pihak telat menyadari bahwa mereka tidak setara.
Kesetaraan tidak hanya bermakna secara finansial. Apabila Anda mencari pasangan hidup, kualifikasi seperti “baik hati” dan “humoris” tidak cukup. Sangat diperlukan kecocokan dan kompromi dalam banyak aspek.
Dilansir Merideth Thompson dan Psych Central, terdapat beberapa tips supaya Anda dapat mencari pasangan yang cocok dalam hidup Anda.
Tips Menemukan Pasangan yang Setara
1. Kenali diri sendiri
Sebelum menemukan pasangan, Anda harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Catat karakteristik Anda, serta kekurangan dan kelebihan Anda. Antara lain, apa nilai yang Anda anggap penting? Bagaimana keadaan finansial Anda?
Dengan demikian, Anda akan mengetahui apa yang Anda butuhkan dari pasangan. Sebagai catatan, pasangan seharusnya menjadi pelengkap Anda, bukan sumber penyelesaian semua masalah Anda.
2. Jangan “settle” terlalu cepat, hanya karena Anda ingin punya pasangan
Hal inilah yang sering terjadi dalam hubungan masa kini. Hanya karena Anda bosan atau iri melihat orang lain memiliki pasangan, Anda memilih pasangan yang tidak sesuai standar Anda.
Di tengah hubungan, bisa saja Anda menemukan karakteristik pasangan yang tidak cocok dengan Anda. Penting untuk mengetahui calon pasangan Anda sebelum memulai hubungan serius.
3. Memiliki nilai yang sama
Tidak akan ada manusia yang seratus persen sama. Namun, mencocokkan pandangan hidup akan membantu Anda mencari pasangan hidup yang setara.
Hal ini bisa termasuk: spiritualitas, pembagian finansial, cara bergaul dengan teman, usia ingin menikah, jumlah anak yang diinginkan, dan masih banyak lagi.
Percakapan tentang nilai-nilai tersebut dapat dilakukan di awal hubungan untuk menilai cara pandang masing-masing. Ini dapat menghindarkan Anda dari pertengkaran besar kelak.
4. Cari pasangan yang percaya diri dan memahami kekurangannya
Dengan fondasi yang kuat, seorang pasangan akan percaya diri dari aspek fisik, mental, finansial, hingga tujuan hidup dan kehidupan sosialnya. Ini bukan berarti mencari pasangan yang kaya raya, mapan, dan populer. Namun, carilah pasangan yang mampu berdiri sendiri dalam tiap aspek kehidupan mereka.
Di sisi lain, Anda juga dapat melihat bahwa mereka sedang berusaha untuk melakukan hal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa mereka dapat mengusahakan kehidupan yang baik untuk pasangan mereka.
Dengan demikian, selama hubungan, Anda tidak perlu terus-menerus meyakinkan pasangan bahwa dia cukup baik untuk Anda. Hal ini telah dia sadari sendiri, dan akan selalu diusahakan untuk Anda.
5. Dapat mengkomunikasikan kebutuhan mereka dengan baik
Komunikasi adalah kunci dalam hubungan apapun. Hal ini tidak hanya dapat dilakukan oleh pasangan Anda. Anda juga harus komunikatif dalam hubungan.
Menurut Parisha Ganbari, psikoterapis Kanada, “Menceritakan kebutuhan dengan jelas dapat meningkatkan kedekatan hubungan.”
Apabila Anda dan pasangan dapat saling berkomunikasi dengan baik, Anda tidak akan kesulitan memahami kebutuhan dari pasangan. Sebaliknya, pasangan Anda tidak akan salah mengartikan apa yang Anda inginkan dalam hubungan.
6. Cocokkan love language satu sama lain
Setiap orang menunjukkan rasa cinta mereka dengan cara yang berbeda. Inilah maksud dari tes “Love Language” yang viral beberapa saat lalu.
Ketika love language Anda dengan pasangan berbeda, dapat muncul rasa frustrasi, penolakan, dan perasaan “tidak cukup baik” antara satu sama lain.
Inilah pentingnya membahas mengenai love language dan menyesuaikan cara menunjukkan kasih sayang untuk pasangan.
7. Empati dan menghormati dalam pertengkaran
Pertengkaran pasti terjadi dalam sebuah hubungan. Ketika hal ini terjadi, biasanya masing-masing pihak hanya ingin menyampaikan sudut pandangnya, dan tidak ingin mendengarkan pihak lain. Riset (Zhan, et al., 2022) menunjukkan bahwa empati meningkatkan kepuasan dalam hubungan.
Sikap empati seperti mau mendengar argumen dari sisi lain, dapat meningkatkan kepercayaan dan rasa menghormati dalam suatu hubungan. Inilah yang menumbuhkan perasaan setara antara satu dengan yang lain. (Ilma Rayhana)