JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) siap menjual Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).
Divestasi ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengimplementasikan kreativitas pendanaan melalui asset recycling.
Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro menuturkan, Terpeka menjadi ruas yang akan dijual karena mendekati komersial dengan catatan Internal Rate of Return (IRR)-nya tembus 10 persen.
"Divestasi ini menyusul Ruas Medan-Binjai, dan Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) kepada Indonesia Investment Authority (INA). Ini prosesnya akan lama ya butuh dua tahun, dari pengalaman sebelumnya," ujar Koentjoro kepada Kompas.com, Sabtu (22/9/2024).
Dia menargetkan, akhir 2025 proses penjualan Tol Terpeka ini bisa diselesaikan.
Lebih jauh, Koentjoro menjelaskan, asset recycling ditempuh untuk menekan biaya operasional jalan tol agar tidak terjadi defisit.
Pihaknya juga menerapkan strategi agar trafik jalan tol terus meningkat. Dalam perhitungan perseroan pada akhir tahun 2024, biaya operasi Tol Terpeka dapat terpenuhi dari pendapatan tarif.
Selain mendivestasi aset, PT Hutama Karya (Persreo) juga akan mengajukan pembiayaan tambahan untuk meneruskan pembangunan JTTS agar tersambung dari Lampung hingga Pekanbaru.
"Dalam Rencana Jangka Panjang lima tahunan, kami mengajukan ke Bappenas, Kementerian PUPR, dan Kementerian Keuangan, untuk JTTS lima tahun ke depan tersambung ke Pekanbaru," ungkap Koentjoro.
Hal ini dilandasi Peratruan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2024 tentang tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.
RPJMN ini sudah masuk sebagai usulan tahun 2025. Saat ini tengah dalam pembasahan besaran kebutuhan dana.
Adapun kini, PT Hutama Karya (Persero) tengah mengebut pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi yang membentang sekitar 200 kilometer atau tepatnya 197 kilometer.
Jika tersambung seluruhnya, akan memangkas waktu tempuh secara efektif dari sebelumnya 7 jam menjadi hanya 2 jam.
Di antara Betung-Tempino-Jambi, terdapat Ruas Tempino-Banyung Lencir sepanjang 33 kilometer yang telah mencatat progres 99 persen dan siap difungsikan pada Oktober 2024.
Sementara Ruas Palembang-Betung sepanjang 69 kilometer yang sebelumnya merupakan kontrak pekerjaan dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk, diambil alih PT Hutama Karya (Persero) tahun ini.
"Insya Allah, ruas-ruas tersebut yang menghubungkan Jambi-Pekanbaru bisa diselesaikan dalam jangka waktu 2,5 tahun," imbuh Koentjoro.
Untuk merealisasikan rencana ini, skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan Pembiayaan Berkala Berbasis Layanan sepanjang 136,3 kilometer akan ditempuh yang membutuhkan investasi Rp 21,38 triliun dan dukungan Pemerintah sepanjang 33,63 kilometer dengan nilai Rp 5,84 triliun.