DEPOK, KOMPAS.com - Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, tidak akan menerima layanan selama dua hari ke depan mulai Sabtu (10/8/2024).
Hal itu tertera dalam Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Nomor 602/0875/TPA/VIII/2024.
Surat ini ditujukan kepada seluruh pemilik kendaraan pengangkutan sampah.
"Bersama ini kami sampaikan bahwa UPTD Pengelolaan Sampah Cipayung pada Sabtu (10/8/2024) akan tutup layanan untuk merapikan. Pelayanan akan dibuka kembali pada Senin (12/8/2024)," bunyi keterangan dalam surat tersebut.
Surat edaran ini ditandatangani Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Kelas A Cipayung Kota Depok Ferry Dewantoro.
"Iya, ditutupnya mulai Sabtu, tapi ya mungkin pas ditutup juga sebenarnya TPA masih menerima truk yang masih antre ini buat buang sampah bawaannya," ucap sopir pengangkut sampah, Hermawan, kepada Kompas.com, Jumat (9/8/2024).
Hermawan mengungkapkan, dia masih terjebak dalam antrean truk yang akan membuang sampah sejak kemarin, Kamis (8/8/2024).
"Harusnya kalau enggak se lama ini (antrenya), saya bisa ambil sampah yang hari ini. Tapi mungkin saya langsung pulang setelah buang sampah kemarin," ungkap Hermawan.
Hermawan bertugas mengangkut sampah dari dua perumahan di daerah Cilodong, dia sudah mengantre sejak Kamis sore. Hingga siang tadi, Hermawan belum keluar dari antrean.
"Saya masih antre dari bawaan sampah kemarin sore, itu truk saya sudah agak lebih di depan (menuju titik pembuangan) sebenarnya," ujar Hermawan.
Hal senada juga disampaikan oleh Tonang, sopir pengangkut sampah yang bertugas di Pondok Terong.
"Ya besok kan ditutupnya, jadi hari ini pengangkut sampah harusnya masih ambil sampah warga, mungkin itu buat mereka yang ada di antrean belakang," kata Tonang.
Tonang sendiri masih dalam antrean untuk membuang sampah kemarin yang dibawanya sejak sore.
"Mobil sampah yang saya bawa sih enggak gede, sekitar berapa ratus kilogram saja muatannya. Tapi ya lumayan deh itu sudah sampai sana mobilnya," kata Tonang sambil menunjuk kendaraannya yang berjarak sekitar 100 meter dari dirinya.
Meski tidak menceritakan secara detail sejak kapan mengantre, Tonang mengaku sudah biasa dan tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu.
"Saya mah yang penting bawa sampah warga ke titik pembuangan TPA saja deh, saya bisa apa," ujar Tonang.
Pengamatan Kompas.com di lokasi, sekitar 500 meter dari titik pembuangan, barisan truk pengangkut sampah yang diduga baru tiba sejak pagi tadi mengular hingga dua baris.
Bahkan cukup sulit mencari celah jalan setapak di antara mobil-mobil itu untuk bertemu titik akhir antrean truk pengangkut sampah.
Para sopir truk itu juga tampak jenuh dan keluar dari kendaraannya lalu asyik bersantai di warung-warung yang tersebar di sepanjang Jalan TPA.