#30 tag 24jam
Harga Kertas HVS Fluktuatif, Ini Cara Antisipasi dari Kacamata Bisnis
Kertas HVS masih menjadi kebutuhan operasional berbagai sektor. [978] url asal
#adsmart #content-promotion #tren-harga #prediksi-tren-harga-kertas-hvs #pergerakan-harga-kertas-hvs #pemasok #pulp #penerbitan #kertas-hvs #pengurangan #penurunan #harga-grosir #harga-produk #tahun-ajaran-baru
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 21/10/24 15:29
v/16790270/
Jakarta - Kertas HVS masih menjadi kebutuhan operasional berbagai sektor. Mulai dari bisnis seperti percetakan, kantor pemerintahan, hingga perusahaan membutuhkan kertas dalam jumlah besar untuk menunjang aktivitas harian mereka.
Tapi, tahukah jikaharga kertas hvstidak selalu stabil. Sebab, harga kertas HVS kerap mengalami perubahan signifikan.
Maka dari itu, mengetahui tentang harga kertas HVS menjadi penting untuk bisnis. Sebab, Lonjakan harga secara tiba-tiba bisa berdampak besar pada anggaran dan profitabilitas bisnis.
Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga serta menyiapkan strategi yang tepat menjadi kunci agar bisnis dapat beradaptasi dengan kondisi pasar. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang fluktuasi harga kertas hvs.
1.Faktor Utama Penyebab Fluktuasi Harga Kertas HVS
Harga kertas HVS dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan industri. Pasokan bahan baku seperti pulp menjadi salah satu hal utama yang memengaruhi harga kertas HVS.
Pulp yang berasal dari serat kayu merupakan bahan dasar dalam pembuatan kertas. Ketika terjadi penurunan pasokan kayu, harga pulp pastinya akan naik.
Tentu, ini secara langsung akan berdampak pada harga kertas. Belum lagi, negara-negara seperti Kanada, Finlandia, dan Brazil yang menjadi produsen utama bahan baku seringkali melakukan pembatasan penebangan hutan atau ekspor kayu untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain itu, krisis energi global turut memengaruhi harga kertas. Sebab, produksi kertas membutuhkan konsumsi energi dalam jumlah besar.
Pabrik-pabrik kertas bergantung pada gas, listrik, dan air untuk menjalankan mesin produksi. Ketika harga energi naik atau peningkatan harga bahan bakar maka tentu biaya operasional pabrik ikut meningkat dan berimbas pada harga kertas di pasar.
Pengaruh fluktuasi mata uang juga menjadi faktor lain yang mempengaruhi harga kertas HVS. Di Indonesia, banyak bahan baku kertas diimpor dari luar negeri.
Maka, ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya impor meningkat dan harga kertas di pasar domestik ikut terdampak.
Permintaan pasar juga berperan penting dalam pergerakan harga kertas HVS. Setiap kali ada peningkatan permintaan kertas, seperti pada awal tahun ajaran baru di sekolah dan universitas atau ketika penerbitan buku meningkat menjelang musim liburan, harga kertas mengalami kenaikan.
Hal ini menunjukkan bahwa dinamika antara pasokan dan permintaan sangat mempengaruhi harga di pasar.
2.Dampak Kenaikan Harga Kertas pada Bisnis
Naiknya harga kertas HVS dapat menjadi sebab berbagai masalah bagi bisnis. Bagi perusahaan percetakan misalkan, biaya operasional mereka akan meningkat dan memaksa mereka untuk menyesuaikan harga produk.
Padahal, menaikkan harga tidak selalu menjadi solusi karena pasar yang kompetitif membuat konsumen lebih sensitif terhadap perubahan harga.
Akibatnya, perusahaan terpaksa harus memilih antara menaikkan atau menahan harga dan mengorbankan margin keuntungan. Pengurangan margin keuntungan menjadi salah satu dampak paling umum dari fluktuasi harga kertas.
Sebagai contoh misalnya, jika biaya kertas naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 70.000 per ream, total biaya operasional melonjak, sementara menjaga harga tetap berisiko mengurangi margin dari 72,5% menjadi 62,5%.
Untuk menjaga besaran keuntungan, perusahaan memang bisa menaikkan harga produk. Tetapi ini berisiko menurunkan permintaan di pasar yang kompetitif.
Akhirnya, banyak bisnis memilih menahan harga dan menerima penurunan margin untuk mempertahankan pangsa pasar.
3. Strategi Bisnis dalam Menghadapi Fluktuasi Harga Kertas
Untuk mengurangi dampak negatif fluktuasi harga, perusahaan harus menerapkan berbagai strategi yang cerdas. Salah satunya adalah pembelian dalam jumlah besar saat harga kertas stabil.
Sebab, pembelian kertas HVS dalam skala besar memberikan harga grosir yang lebih rendai. Selain itu, membeli kertas dalam skala besar juga menjamin ketersediaan stok untuk beberapa waktu ke depan.
Cara lain yang dapat dilakukan adalah menjalin kontrak jangka panjang dengan pemasok. Ini merupakan cara yang sangat efektif.
Sebab, dengan kontrak ini, bisnis bisa mengunci harga untuk jangka waktu tertentu dan memastikan pasokan tetap terjamin meski terjadi perubahan harga di pasar. Kerja sama jangka panjang dengan pemasok juga membuka peluang untuk mendapatkan penawaran khusus dan prioritas dalam pengiriman.
Selain itu, diversifikasi pemasok menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Mengandalkan satu pemasok saja membuat bisnis rentan terhadap masalah pasokan atau kenaikan harga.
Karena itu, ada baiknya untuk memiliki beberapa pemasok supaya perusahaan memiliki lebih banyak opsi dalam memilih harga terbaik dan lebih fleksibel saat pasar mengalami perubahan.
Pengurangan penggunaan kertas melalui digitalisasi dokumen juga bisa menjadi solusi jangka panjang. Tentu, ini akan menghemat biaya kertas dalam jangka panjang. Di sisi lain, mengubah penggunaan kertas ke digital juga menjadi upaya untuk lebih ramah lingkungan.
4. Prediksi Tren Harga Kertas HVS ke Depan
Melihat kondisi pasar saat ini, ada beberapa tren yang dapat diprediksi terkait harga kertas HVS di masa depan:
1. Kenaikan Berkelanjutan dalam Jangka Pendek
Karena krisis energi yang terus berlangsung serta ketidakpastian geopolitik di wilayah-wilayah penghasil bahan baku, harga kertas HVS diperkirakanakan terus naik dalam jangka pendek. Sebab, negara-negara penghasil pulp seperti Kanada dan Finlandia sedang membatasi ekspor kayu untuk menjaga keseimbangan ekosistem, yang juga berkontribusi pada kenaikan harga bahan baku.
2. Stabilisasi dalam Jangka Panjang
Di sisi lain, tren digitalisasi semakin menguat dan penggunaan kertas menurun di berbagai sektor. Khususnya di sektor pemerintahan dan pendidikan.
Karena itu, permintaan akan kertas fisik dapat berkurang secara signifikan.
Hal ini bisa mengarah pada stabilisasi atau bahkan penurunan harga dalam jangka panjang. Selain itu, jika negara-negara penghasil energi alternatif berhasil menstabilkan pasokan energi dengan biaya lebih rendah, biaya produksi kertas juga mungkin akan turun.
3. Inovasi dalam Produksi Kertas Ramah Lingkungan
Banyak produsen kertas saat ini sedang mencari alternatif bahan baku yang lebih ramah lingkungan dan lebih murah. Bahan baku alternatif tersebut seperti serat non-kayu (bambu, tebu, dll).
Jika teknologi ini berhasil diimplementasikan secara luas, tentu bisa mengurangi ketergantungan pada bahan baku tradisional seperti pulp kayu dan dapat menekan biaya produksi.
Harga kertas HVS yang fluktuatif bisa menjadi tantangan bagi bisnis yang mengandalkan bahan ini dalam operasional harian mereka. Namun, dengan pemahaman yang baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi harga dan penerapan strategi yang tepat, perusahaan dapat mengurangi dampak negatif dari fluktuasi harga.
Pembelian dalam jumlah besar, diversifikasi pemasok, dan digitalisasi adalah beberapa solusi yang bisa diimplementasikan. Dengan perencanaan yang matang, bisnis dapat memastikan keberlanjutan operasional dan tetap kompetitif di pasar, bahkan dalam kondisi pasar yang tidak stabil.
(Content Promotion/Kertas HVS SIDU)
Harga Rumah Seken di Semarang Naik, Tertinggi di Pulau Jawa!
Semarang catat kenaikan harga rumah seken tertinggi di Pulau Jawa sebesar 1,2%. Bagi kamu yang penasaran kisaran harga rumahnya, ini daftarnya. [765] url asal
#harga-rumah #semarang #properti #rumah-seken #tren-harga #harga-rumah-di-pulau-jawa #harga-rumah-di-luar-pulau-jawa
(detikFinance) 28/09/24 14:16
v/15675172/
Rumah123 telah merilis Flash Report edisi September 2024 yang mengungkapkan Semarang menjadi kota dengan kenaikan harga rumah seken tertinggi di Pulau Jawa sebesar 1,2% secara bulanan. Disusul Yogyakarta (1%) dan Bandung naik tipis sebesar 0,1%.
"Per bulan Agustus 2024, pertumbuhan harga rumah di Semarang tercatat 2,2% lebih tinggi dibandingkan laju inflasi tahunan di Semarang. Hal ini tercatat konsisten sejak bulan April 2024. Sementara mayoritas kota-kota lain di Indonesia mengalami pertumbuhan harga tahunan yang secara umum lebih rendah dibandingkan inflasi, sehingga Semarang menjadi salah satu kota yang cukup potensial bagi investasi properti," kata Head of Research Rumah123, Marisa Jaya seperti yang dikutip dari pernyataan tertulis pada Sabtu (28/9/2024).
Pencari properti di Semarang saat ini mayoritas berasal dari masyarakat di Kota itu sendiri sebesar 48,7%, disusul peminat dari Jakarta 18,2% dan Surabaya sebesar 4,4%. Kemudian, ada pula peminat dari Bandung, Depok, Malang, Kuta dan Tangerang.
Calon pembeli rumah seken di Semarang umumnya berusia 25-34 tahun (32%), ada pula usia 45-54 tahun (23,8%) dan usia 18-24 tahun (18,6%).
Kemudian, apabila dilihat dari kelas ekonominya, rata-rata calon pembeli rumah seken di Semarang adalah masyarakat kelas menengah dan menengah ke bawah.
Harga rumah yang banyak diincar adalah rumah yang harganya berkisar Rp 400 jutaan seperti di Tembalang (54,8%), Banyumanik (52%), Semarang Barat (57,6%), Semarang Tengah (42,4%), dan Pedurungan (41,7%).
Sebagai rincian, berikut harga rata-rata rumah seken di Semarang per Agustus 2024 berdasarkan luas rumahnya.
Luas kurang dari 60 m2: Rp 570 juta.
Luas 60-90 m2: Rp 864 juta.
Luas 91-150 m2: Rp 1,39 miliar.
Luas 151-250 m2: Rp 2,2 miliar.
Luas lebih dari 251 m2: Rp 5 miliar.
Peminat rumah seken seharga miliaran banyak ditemukan di Semarang Tengah yang rata-rata calon pembelinya berasal dari pasar kelas menengah dan menengah-atas dengan persentase rumah seharga Rp 1-3 miliar peminatnya sekitar 23,2% dan di atas Rp 5 miliar sekitar 12,3%.
Kebanyakan properti yang terjual di Semarang bentuknya adalah rumah tapak (65,1%), kemudian, ada tanah (13%), ruko (8,6%), gudang (8%), hingga apartemen (3,5%).
Harga Rumah Seken di Luar Pulau Jawa
Dalam data Rumah123 Flash Report edisi September 2024 kota di luar pulau Jawa yang masuk dalam daftar laporan properti terbaru mereka hanya Kota Medan, Makassar, Denpasar, Batam, Badung, dan Gianyar.
Secara month-on-month Kota besar di luar Pulau Jawa yang mengalami kenaikan terbesar adalah Makassar yakni 7,4%. Secara year-on-year, hingga Agustus 2024, Denpasar dan Makassar mengalami kenaikan harga 15,7% dan 2,5%.
Untuk rata-rata harga rumah seken per Agustus 2024 cukup bersaing dengan kota-kota di Pulau Jawa. Sebagai gambaran, Rumah123 Flash Report edisi September 2024 menyebutkan harga rumah seken di 3 Kota dengan pertumbuhan harga properti yang pesat yakni Medan, Denpasar, dan Makassar. Berikut rincian harga rata-rata rumah di tiga kota tersebut berdasarkan luas rumah kurang dari 60 m2 (terkecil) hingga di atas 251 m2 (terluas).
Medan: Rp 480 juta (rumah terkecil) dan Rp 4,2 miliar (terluas).
Denpasar: Rp 895 juta (rumah terkecil) dan Rp 6 miliar (terluas).
Tangerang: Rp 615 juta (rumah terkecil) dan Rp 5,4 miliar (terluas).
(aqi/abr)
