KOMPAS.com - Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, memberikan pesan khusus kepada atlet tunggal putri Indonesia yang kini tengah berjuang di Olimpiade Paris 2024, Gregoria Mariska Tunjung atau yang akrab disapa Jorji.
Peraih medali emas pertama Indonesia pada Olimpiade Barcelona 1992 itu meminta kepada Jorji agar terus berjuang memenangkan setiap pertandingan.
Susy juga meminta agar Jorji percaya dengan potensinya, karena menurutnya, Jorji memiliki kekuatan untuk meraih setiap impiannya.
"Jangan pernah takut menghadapi lawan siapa pun di dalam lapangan karena Jorji tidak sendiri," kata peraih medali perunggu pada Olimpiade Atlanta 1996 itu melalui akun Instagramnya, @susysusantiofficial, Sabtu (3/8/2024).
"Cici (Susy Susanti) dan seluruh rakyat Indonesia ada di belakang Jorji untuk memberikan doa dan dukungan agar Jorji dapat memberikan hasil yang terbaik," imbuhnya.
Susy mengatakan, prestasi yang diraih Jorji pada Olimpiade 2024 tidak hanya akan menjadi kebanggaan diri sendiri tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Selamat berjuang, God bless you," ucap istri dari Alan Budikusuma, "pasangan emas"-nya pada Olimpiade 1992.
Setelah 16 tahun absen, Indonesia kini kembali ke babak semi final bulu tangkis tunggal putri Olimpiade.
Terakhir, Maria Kristin yang berhasil lolos ke babak semi final Olimpiade Beijing 2008, yang kemudian berhasil menyumbang medali perunggu untuk Indonesia.
Raihan tersebut dicapai melalui Gregoria Mariska Tunjung usai membekuk wakil Thailand, Ratchanok Intanon, di babak perempat final dengan skor 25-23 dan 21-9.
Dalam laga yang digelar di Arena Porte de la Chapelle, Paris, Sabtu (3/8/2024), Gregoria memulai pertandingan dengan sangat baik. Dia mampu menekan Ratchanok dan unggul 8-6.
Akan tetapi, wakil Thailand tidak mau ditundukkan dengan mudah. Skor imbang sempat beberapa kali terjadi pada gim yang pertama, yakni 8-8, 11-11, 12-12, 14-14, 15-15, dan 20-20.
Pada fase deuce, Gregoria berhasil menunjukkan kekuatan fisik dan mentalnya, dia merebut gim pertama dengan skor 25-23.
Memasuki gim kedua, Gregoria sempat tertinggal 5-6 dari Ratchanok. Namun, "secepat kilat", Gregoria berbalik unggul 13 poin yakni 19-6.
Akhirnya, tinggal putri peringkat 8 dunia itu pun menuntaskan perlawanan Ratchanok dengan skor 21-9.
Pada babak semi final mendatang, Gregoria akan menghadapi wakil Korea Selatan, An Se-young.