#30 tag 24jam
JBL Pamerkan Tour Pro 3 dan Live 3, TWS dengan Layar di Casing
Smart charging case di TWS JBL menyediakan akses ke fitur dan fungsi TWS. [420] url asal
#gadget #tws #wireless-earbud #tws-jbl #jbl #jbl-tour-pro-3 #jbl-live-3-series #teknologi
(MedCom) 06/11/24 16:56
v/17590360/
Jakarta: Merek audio JBL tengah menggelar pameran bertajuk “First Doesn’t Follow” di Kota Kasablanka, Jakarta, hingga 10 November 2024. JBL memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat dan mencoba produk TWS canggih terbaru mereka yaitu JBL Tour Pro 3 dan JBL Live 3.Selain ragam produk audio JBL yang ikut dipamerkan dan dijual pada pameran ini, diakui JBL Tour Pro 3 dan JBL Live 3 adalah yang paling menarik. Berbeda dari TWS lain, kedua TWS buatan JBL hadir dengan smart charging case.
Casing di TWS ini memiliki sebuah layar sentuh yang bisa dikendalikan untuk mengakses ragam fitur dan fungsi dari TWS JBL Tour Pro 3 dan JBL Live 3. Keduanya bisa dibedakan dari ukuran layarnya, di mana layar JBL Tour Pro 3 lebih lebar serta memiliki akses fitur yang lebih lengkap.
Tampilan dari fitur smart charging case juga bisa dipersonalisasi dengan mengganti wallpaper, misalnya menampilkan foto wajah kita, idola kita, atau hewan kesayangan.
JBL Tour Pro 3 memiliki posisi sebagai TWS premium dengan dukungan fitur dual driver, JBL Spatial 260 dilengkapi Head Tracking, Tdan True Adaptive Noise Cancellation 2.0. Makanya navigasi dan fitur yang bisa diakses di layar casing lebih banyak.
Dual driver di sini menghadirkan kombinasi Driver armature mengatur nada tinggi dengan kejernihan yang lebih baik yang juga dilengkapi oleh driver dinamis 11mm untuk menghasilkan bass yang kuat dan vokal yang jernih.

JBL Spatial 360 tidak hanya menghasilkan audio yang imersif, tapi dengan teknologi Head Tracking maka telinga pendengar bisa merasakan audio berdasarkan arah datang dan menyesuaikan gerakan atau posisi kepala, cocok untuk menikmati film atau bermain game.
Teknologi True Adaptive Noise Cancellation 2.0 juga secara cerdas bisa meredam kebisingan di sekitar pengguna termasuk saat menerima telepon. Fitur smart call equalizer dihadirkan untuk mengubah audio dari lawan bicara saat telepon, misalnya meningkatkan volume jika suara terlalu kecil.
Fitur tes suara Personi-fi 3.0 menawarkan profil suara yang dapat disesuaikan. Algoritma JBL ini secara akurat dapat mengukur dan menyesuaikan profil pendengaran individu dengan menggunakan 12 band untuk kompensasi EQ dan 14 nada warble.
Semakin canggih, TWS JBL Tour Pro 3 menggunakan kabel USB-C to Aux bisa digunakan sebagai audio transmitter dari sumber pemutar audio atau konten, misalnya dihubungkan ke televisi atau entertainment display di pesawat agar audio bisa didengarkan dari TWS JBL.
Beberapa fitur TWS JBL Tour Pro 3 juga bisa dijumpai pada JBL 3 Live Series yang tersedia dalam tiga model yaitu Buds, Beam, dan Flex. Pada kualitas audio JBL 3 Live Series mendukung sertifikasi codec jenis LE Audio.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
IHSG Hari Ini Diramal Bergerak Fluktuatif
IHSG hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif cenderung melemah terbatas dengan rentang 7.420-7.550. [262] url asal
#shanghai #harga-minyak #tiongkok #sentimen #indf #twse-22965 #shanghai-3310 #hangseng-20567 #nasdaq-18179 #asia #ihsg-hari #indeks-harga-saham-gabungan #2024-data-ihsg-7479-503 #indeks-dow-jones #bmri #pelemahan
(detikFinance - Bursa Valas) 05/11/24 08:13
v/17492138/
Jakarta - Mega Capital Sekuritas X InvestasiKu dalam laporan hariannya menjelaskan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif cenderung melemah terbatas dengan rentang 7.420-7.550.
IHSG pada perdagangan lalu ditutup kembali melemah, yaitu melemah 0,34% ke level 7.479. Aksi jual investor asing mulai mereda yang ditandai oleh aksi net buy sebesar Rp 52,94 miliar dengan 5 saham yang paling banyak dibeli yaitu ASII, INDF, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Secara sektoral, pelemahan IHSG tertekan oleh sektor bahan baku, konsumen non primer, dan infrastruktur. Sentimen penguatan harga minyak berpotensi positif untuk sektor bahan baku, namun negatif untuk sektor transportasi.
Kemudian mayoritas bursa saham global kompak terkoreksi, pelemahan dipimpin oleh indeks Dow Jones. Hal ini seiring sikap pelaku pasar yang berhati-hati menjelang hasil pemilu AS, pasalnya popularitas kedua calon sama-sama tinggi sehingga menimbulkan risiko "deadlocked parliament" yang merupakan kondisi sama kuat antara partai pengusung.
Pasar juga khawatir kepastian terkait sosok pemimpin AS berikutnya baru diketahui pada Januari 2025, jika pemilu perdana ini hasilnya berimbang. Bursa Asia turut melemah, pasar mencermati kongres NPC Tiongkok yang berlangsung 4-8 November 2024 ini. Mega Capital Sekuritas
November 05, 2024
Data
IHSG 7479.503 (-0.34%)
Nikkei 38053.67 (0%)
Hangseng 20567.52 (0.3%)
Kospi 2588.97 (1.83%)
Strait Times Index 3572.04 (0.47%)
TWSE 22965.39 (0.81%)
SET 1462.95 (-0.08%)
Shanghai 3310.207 (1.17%)
FTSE 100 8184.24 (0.09%)
Xetra Dax 19147.85 (-0.56%)
Dow Jones 41794.6 (-0.61%)
Nasdaq 18179.98 (-0.33%)
S&P 500 5712.69 (-0.28%)
IHSG Awal Pekan Diramal Masih di Zona Merah
Mega Capital Sekuritas menyebut Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi melemah. [335] url asal
#xetra-dax-19254-97 #ihsg-awal-pekan-diramal #harga-saham #mapi #akibat #pmi #nfp #mega-capital-sekuritas-x-investasiku #ptro #tlkm #oversold #penguatan #harga-minyak #eropa #amazon #nasdaq-18239 #twse-22780-08
(detikFinance - Bursa Valas) 04/11/24 08:43
v/17450699/
Jakarta - Laporan Mega Capital Sekuritas X InvestasiKu menyebut Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi melemah menuju demand zone area diikuti stochastic yang cenderung melemah menuju oversold.
IHSG di perkirakan bergerak fluktuatif cenderung melemah terbatas dengan rentang 7450- 7550.
Bursa AS dan Eropa kompak mengakhiri akhir pekan dengan penguatan. Penguatan ini ditopang oleh sentimen positif rilis kinerja emiten teknologi AS periode 3Q24 seperti Amazon (AMZN) yang melaporkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan dengan ditopang oleh bisnis cloud dan iklan.
Selain AMZN, Intel mencatatkan rilis kinerja yang lebih baik dari perkiraan dan proyeksi masa depan yang lebih baik. Penguatan terjadi meski data ekonomi AS mengecewakan. Rilis data tenaga kerja NFP melaporkan hanya terjadi penambahan lapangan pekerjaan sebanyak 12 ribu pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi 100 ribu. Hal ini disebabkan oleh aksi mogok kerja dan bencana badai yang terjadi belakangan ini.
Beralih ke Asia, mayoritas indeks melemah seiring pelaku pasar mencermati rilis data PMI manufaktur berbagai negara Asia yang stagnan. Sengitnya persaingan pemilu AS dan potensi kemenangan Trump membuat pelaku pasar waspada atas potensi ketegangan perang dagang AS dan Tiongkok.
IHSG pada perdagangan lalu terkoreksi, sejalan dengan bursa regional. IHSG melemah 0,91% ke level 7.505 yang ditekan oleh sektor konsumen non primer, bahan baku, dan energi. Investor asing mencatatkan aksi net sell sebesar Rp 616 miliar dengan 5 saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, TLKM, BMRI, PTRO, dan MAPI. Penguatan harga komoditas minyak akibat rencana serangan Iran ke Israel menyulut harga minyak hingga ke level kisaran US$ 75/ brl. Hal ini berpotensi menjadi sentimen positif bagi sektor energi.
Data
IHSG 7505.257 (-0.91%)
Nikkei 38053.67 (-2.63%)
Hangseng 20506.43 (0.93%)
Kospi 2542.36 (-0.54%)
Strait Times Index 3555.43 (-0.1%)
TWSE 22780.08 (-0.18%)
SET 1464.17 (-0.13%)
Shanghai 3272.014 (-0.24%)
FTSE 100 8177.15 (0.83%)
Xetra Dax 19254.97 (0.93%)
Dow Jones 42052.19 (0.69%)
Nasdaq 18239.92 (0.8%)
S&P 500 5728.8 (0.41%)
Apakah Headset Bisa Merusak Telinga? Begini Penjelasannya, Penting Diperhatikan
Headset atau TWS menarik buat dipakai mendengar musik. Akan tetapi, headset bisa berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran. Halaman all [1,031] url asal
#cara-menggunakan-headset-yang-aman #cara-menggunakan-headset-agar-tidak-merusak-telinga #headset #tws #earphone #berapa-lama-pemakaian-headset-yang-aman #berapa-volume-headset-yang-aman #apa-saran-ag
(Kompas.com) 09/10/24 14:35
v/16199969/
KOMPAS.com - Pengguna kiranya perlu mengetahui dan waspada terhadap bahaya headset bagi pendengaran. Headset, TWS (True Wireless Stereo), atau earphone, merupakan perangkat audio personal yang jamak digunakan saat ini.
Banyak pengguna yang memilih menggunakan headset atau TWS untuk mendukung aktivitas mendengarkan audio di perangkat. Pilihan ini cukup wajar karena headset dapat menghasilkan audio dengan suara berkualitas.
Alhasil, pengguna bisa mendengarkan musik, bermain game, atau menonton film dengan audio yang memanjakan telinga dengan menggunakan headset. Kendati dapat menyajikan pengalaman mendengar audio yang menarik, headset tak lepas dari potensi bahaya.
Bahaya headset bagi telinga
Lantas, apakah headset bisa merusak telinga? Mendengarkan suara kencang yang dihasilkan headset dalam waktu lama bisa merusak telinga atau menyebabkan gangguan pada pendengaran pengguna.
Dikutip dari Medical News Today, suara yang dari headset dalam level dan kondisi tertentu bisa menyebabkan kerusakan pada saraf pendengaran dan sel-sel rambut koklea, atau telinga bagian dalam.
Adapun beberapa gejala gejala gangguan pendengaran akibat penggunaan headset atau TWS dengan volume tinggi adalah sebagai berikut:
- Terdapat suara berdesis, berdenging, atau berdengung di telinga.
- Kesulitan mendengar suara di lingkungan yang ramai atau bising.
- Kesulitan memahami suara yang diucapkan orang lain.
- Harus mendengarkan audio dengan volume tinggi.
Masalah kehilangan pendengaran akibat paparan suara yang terlalu keras ini perlu dihindari karena bersifat kumulatif seumur hidup, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pusat Studi Medis Universitas Utah, Amerika Serikat.
Artinya, jika telah mengalami perubahan pendengaran sementara, di masa mendatang pengguna dapat mengalami gangguan pendengaran yang terjadi di tingkat dan waktu paparan yang lebih rendah.
Dengan adanya potensi berbahaya ini, pengguna senantiasa perlu berhati-hati dalam menggunakan headset. Agar tak menimbulkan gangguan pendengaran, ada beberapa cara menggunakan headset yang aman.
Lantas, apa saran agar headset tidak merusak telinga? Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini mengenai cara menggunakan headset agar tidak merusak telinga yang penting diperhatikan.
Tips menggunakan headset agar tidak merusak telinga
Ada beberapa cara menggunakan headset agar tidak merusak telinga yang bisa dilakukan pengguna. Misalnya, pengguna bisa mengatur volume headset sesuai batas aman yang dianjurkan oleh ahli medis.
Selain volume, untuk menjaga kesehatan pendengaran, pengguna juga dapat membatasi durasi pemakaian headset. Adapun penjelasan yang lebih detail mengenai beberapa cara menggunakan headset agar tidak merusak telinga adalah sebagai berikut.
1. Atur volume headset sesuai batas aman
Cara menggunakan headset yang aman yang pertama adalah pengguna bisa mengatur volume headset sesuai batas aman. Lantas, berapa volume headset yang aman? Volume yang dianjurkan berada di rentang 60 persen atau di bawahnya dari volume maksimal.
Kate Johnson, seorang profesional medis di bidang pendengaran atau audiologi di Universitas Utah mengatakan, semakin keras suara yang didengarkan telinga dari perangkat audio bakal semakin cepat pula menyebabkan gangguan pendengaran.
Perangkat audio saat ini bisa menghasilkan tingkat kebisingan hingga 120 dBA. Sebagai informasi, dB (desibel) merupakan satuan untuk mengukur intensitas suara.
Sementara itu, dBA (desibel berbobot A) adalah satuan pengukuran intensitas suara yang memerhatikan sensitivitas telinga manusia terhadap frekuensi yang tertentu.
Mendengarkan audio audio pada tingkat kebisingan 120 dBA dapat menyebabkan kerusakan pendengaran dalam hitungan detik. Intensitas suara yang dianggap aman untuk pendengaran manusia berada di rentang sekitar 65 - 85 dBA.
Intensitas suara di rentang tersebut setara dengan volume bicara manusia pada umumnya. Jika diterapkan di perangkat audio, pengguna bisa menjaga volume di tingkat 60 persen atau di bawahnya dari tingkat volume maksimal untuk menghindari gangguan pendengaran.
Saat ini ada banyak aplikasi di HP yang bisa mengukur tingkat kebisingan suara. Contohnya seperti NIOSH Sound Level Meter App di iPhone atau Sound Meter di HP Android. Pengguna bisa memanfaatkannya untuk menjaga suara yang didengarkan tidak melebihi batas aman.
2. Batasi durasi pemakaian headset
Selain mengatur volume haedset pada batas aman, pengguna juga perlu memerhatikan durasi pemakainnya untuk menjaga pendengaran. Lantas, berapa lama pemakaian headset yang aman?
Dikutip dari American Osteopathic Association, James E. Foy, dokter spesialis osteopati anak mengatakan, mendengarkan audio lewat headset dengan volume tinggi dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan gangguan pendengaran seumur hidup bagi anak-anak dan remaja.
Untuk menghindari gangguan pendengaran, Foy menyarankan agar menyetel volume TWS atau headset di tingkat 60 persen dari volume maksimal dan boleh digunakan selama total 60 menit sehari.
3. Kurangi volume headset
Ketiga, saat menggunakan headset dalam waktu yang cukup lama, misal lebih dari 60 menit atau batas waktu yang dianjurkan, pengguna dapat mengurangi volume headset lebih kecil lagi. Semakin kecil volumenya maka semakin lama durasi penggunaannya.
Sebaliknya, semakin keras volumenya maka semakin pendek durasi penggunaan headset yang diperbolehkan. Pada volume maksimal, pengguna hanya boleh mendengarkan audio lewat headset sekitar lima menit sehari.
4. Lepas headset untuk beristirahat sejenak
Untuk pekerjaan tertentu, pengguna kadang wajib untuk terus menggunakan headset. Jka membutuhkan atau harus menggunakan headset setiap hari, pengguna perlu melepaskannya untuk beristirahat sejenak.
5. Gunakan fitur noise cancelling
Cara menggunakan headset agar tidak merusak telinga yang berikutnya adalah menggunakan fitur noise cancelling. Kebanyakan headset, TWS, atau earphone saat ini telah dibekali dengan fitur tersebut.
Noise cancelling merupakan fitur yang memungkinkan headset untuk meredam atau menghalau kebisingan di sekitar pengguna, sehingga pengguna dapat mendengar audio dengan lebih fokus tanpa terganggu suara di sekililing.
Tak semua headset memiliki fitur ini. Namun, jika memiliki headset dengan fitur noise cancelling, pengguna bisa mengaktifkannya buat meminimalkan potensi gangguan pendengaran akibat suara headset yang terlalu kencang.
Dengan fitur noise cancelling, pengguna bakal lebih tidak terganggu dengan suara sekitar saat mendengar audio di headset. Alhasil, pengguna bisa tetap mengatur volume headset di tingkat yang rendah meski tengah berada di lingkungan yang bising.
Review Samsung Galaxy Buds 3 Pro, Desain Futuristik dan Audio Premium
Review Samsung Galaxy Buds 3 Pro dengan smartphone non-Samsung. [1,136] url asal
#tws #review-tws #tws-samsung #samsung #samsung-galaxy-buds-3-pro #review-samsung-galaxy-buds-3-pro #review-tws-samsung
(MedCom) 07/10/24 08:30
v/16097811/
Jakarta: Seri TWS Galaxy Buds dari Samsung terus mendapatkan penyempurnaan dan hadir dengan beberapa varian, yang paling baru dari seri premium adalah Samsung Galaxy Buds 3 Pro.Orang kerap beranggapan bahwa merek sebuah TWS harus juga menyesuaikan dengan merek hape yang digunakan untuk mendapatkan kualitas audio maksimal, misalnya Samsung Galaxy Buds 3 Pro dengan hape Samsung.
Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun bagaimana jika TWS yang dipilih atas pertimbangan merek yang sudah dikenal kualitasnya dan juga menjanjikan audio yang pasti memanjakan telinga.
Medcom.id menjajal langsung Samsung Galaxy Buds 3 Pro dengan terhubung ke smartphone merek non-Samsung. Berikut ini kesan dan ulasan dari TWS Samsung Galaxy Buds 3 Pro.
Desain
Samsung Galaxy Buds 3 Pro hadir dengan desain housing atau casing berwarna silver alias perak dengan sedikit efek glossy. Warna ini memang menawarkan kesan premium yang elegan sekaligus futuristik, cukup netral untuk konsumen yang menghindari warna putih.Sepanjang pengalaman penggunaan oleh Medcom.id setelah lebih dari sebulan, build quality dari case Samsung Galaxy Buds 3 Pro termasuk bagus. Saya terbiasa menaruhnya di dalam kantong tas yang juga berisi kunci, pulpen, dan benda logam lain.
.jpeg)
Sejauh ini tidak ada bekas goresan yang terlihat pada bagian bodi casing atau houseing Samsung Galaxy Buds 3 Pro. Sedikit terlewat, bagian atas atau tutup case terbuat dari plastik dengan balutan warna hitam tapi transparan, kombinasi yang cocok dengan warna perak.
Pada bagian depan casing ada lampu LED kecil sebagai indikator baterai dan proses pairing. Tombol pairing sendiri di taruh di bagian samping, terasa kurang ergonomis tapi tidak masalah.
Tombol pairing berada di bawah bersama dengan port USB-C untuk pengisian data. Pada paket penjualan juga akan tersedia kabel USB-C yang cukup panjang.
.jpeg)
Kini kita masuk ke bagian dalam casing, di sini saya mendapatkan feel tutup case yang terasa kokoh ketika terbuka dan menutup. Pada kondisi terbuka dan saya guncangkan, tutup tetap dalam posisi terbuka tidak goyang atau alias terbuka-tertutup dengan mudah.
Magnet yang membuat buds melekat juga cukup kencang. Saat membuka case Samsung Buds 3 Pro ada sebuah gimmick menarik yang membuatnya terlihat futuristik, yaitu sebuah LED di sepanjang tangkai atau stem dari buds yang menyala putih.
LED ini akan menyala ketika kita membuka dan menutup casing Samsung Galaxy Buds 3 Pro. Bagi saya LED warna putih seperti ini jauh terkesan mewah dibandingkan LED RGB, tapi itu kembali ke selera masing-masing pengguna.
.jpeg)
Casing Samsung Galaxy Buda 3 Pro dengan sepasang buds di dalamnya terasa masih ringan dan ukurannya cukup ringkas jika harus masuk ke saku samping celana.
Giliran kita membahas desain buds dari Samsung Galaxy Buds 3 Pro. Seri ‘Pro’ bisa dibedakan dari adanya karet eartip karena seri lain tidak menyediakan aksesori ini, jadi jelas lebih nyaman untuk model in-ear.
Pada paket penjualan akan tersedia tiga jenis eartip. Sekilas bentuk bagian utama dari buds terlihat besar namun saat digunakan masih terasa relatif normal dan pas di lubang telinga juga ringan.
Bagian tangkai atau steam, mendukung kontrol swipe dan pinch atau cubit. Saat digunakan dan melakukan pinch akan terdengar bunyi klik kecil seakan bagian steam memiliki tombol. Masih pada buds Samsung Galaxy Buds 3 Pro, terlihat komponen lain seperti lubang mikrofon atau speaker dan sensor.
Aplikasi Pendamping dan Fitur
Pengguna hape merek non-Samsung bisa memasang aplikasi Galaxy Wear untuk akses dan pengaturan dari fitur di Samsung Galaxy Buds 3 Pro. TWS ini memiliki koneksi Bluetooth 5.4 sehingga memiliki kecepatan pairing yang sangat cepat dan responsif..jpeg)
Di aplikasi Galaxy Wear terlihat opsi untuk memilih mode Ambient Sound, Adaptive, dan Active Noise Canceling (ANC). Ketiganya merupakan fitur peredam suara, terutama mode ANC yang bisa diatur tingkat peredam kebisingannya menggunakan slider, kualitasnya mengagumkan.
Berbeda dengan Ambient Sound dan Adaptive Mode yang dengan otomatis menurunkan volume audio konten yang diputar ketika kita berbicara atau terdeteksi suara pengumuman di sekitar, termasuk bunyi sirine. Kita juga bisa mengatur tingkat sensitivitas respon kedua mode ini.
Sama seperti TWS premium lain, Samsung Galaxy Buds 3 Pro juga menyediakan pengaturan equalizer audio atau sound effect secara manual atau preset pada aplikasi Galaxy Wear. Fitur Earbud Fit menyesuaikan audio berdasarkan deteksi bentuk lubang telinga lewat sensor.
Fitur lain yang dihadirkan Samsung Galaxy Buds 3 Pro di aplikasi Galaxy Wear adalah Voice Control berupa perintah suara untuk mengoperasikan TWS, kemudian In-Ear Detection yang otomatis Play/Pause ketika TWS dilepas dari telinga.
.jpeg)
Sayangnya fitur AI tidak akan bisa digunakan jika perangkat hape kita bukan Samsung dengan fitur Galaxy AI. Selain itu saya juga menemukan fitur PC Auto Switch juga tidak bisa digunakan pada kondisi yang sama, karena tidak menggunakan hape Samsung.
Namun sejumlah fitur cerdas juga masih tersedia seperti Neck Stretch Reminder yaitu mengingatkan ketika kita sudah terlalu menggunakan TWS dan menunduk. Fitur lain yaitu Read Notifications Aloud untuk membacakan notifikasi kepada kita.
Tentu saja fitur lain yang tidak ketinggalan adalah Find My Earbuds, membunyikan TWS yang terjatuh dan hilang selama baterai masih aktif dan terhubung ke Bluetooth hape.
Kualitas Audio
Samsung Buds 3 Pro punya desain yang diklaim Samsung berbeda dan lebih unggul dari versi bukan ‘Pro’. Di sini ada dukungan speaker dua arah dengan dynamic driver 10,5mm dan planar tweeter 6,1mm. Samsung juga membekali Galaxy Buds 3 Pro dengan Dual Amplifier, diklaim berkemampuan menjadikan suara lebih jernih..jpeg)
Meskipun begitu kedua varian Samsung Galaxy Buds 3 Series menawarkan audio kualitas ultra high quality (HQ) di 24 bit/96kHZ dan 360 Audio, serta mendukung codec SSC HiFi, SSC UHQ, AAC, dan SBC.
Tidak heran jika saya mendapatkan kualitas audio premium dari Samsung Galaxy Buds 3 Pro. Penggunaan jangka panjang sama sekali tidak menimbulkan efek panas di telinga, namun agak pegal karena eartip yang cukup melekat di telinga dan bobotnya memang diakui sedikit lebih berat dari TWS di segmen lebih terjangkau.
Perihal bobot ini memang tidak bisa dihindari karena Samsung Galaxy Buds 3 Pro menawarkan dynamic driver lebih besar dan tweeter untuk audio premium.
Samsung sendiri mengklaim daya tahan baterainya bisa mencapai 6 jam dengan fitur ANC aktif dan 5 jam tanpa fitur tersebut. Klaim ini cukup terbukti berdasarkan pengujian Medcom.id, selain itu Samsung Galaxy Buds 3 Pro juga sudah memiliki daya tahan rating IP57.
Kesimpulan
Kualitas audio dari Samsung Galaxy Buds 3 Pro menurut Medcom.id sudah pantasi dimasukan dalam kelas premium mendekati audiophile. Desainnya mewah dan pilihan warna yang netral untuk dikombinasikan dengan ragam warna perangkat lain termasuk outfit penggunanya.
Sejumlah fitur canggih dari Samsung Galaxy Buds 3 Pro tetap masih bisa dinikmati pengguna yang tidak menggunakan hape Samsung, meskipun fitur canggih yang jadi kebanggaan Galaxy AI jelas tidak akan didapatkan.
Namun hal tersebut menurut kami tidak menjadi masalah, dan merekomendasikan Samsung Galaxy Buds 3 Pro sebagai TWS premium yang bisa digunakan dengan merek hape selain Samsung.
- Desian mewah, kesan futuristik
- Build quality kokoh
- Fitur lengkap sekalipun tidak memakai smartphone Samsung
- Kualitas audio premium
- Tidak mendukung koneksi seamless multi-device tanpa smartphone Samsung
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Xiaomi Buds 5 Meluncur di Indonesia, TWS "Batang" dengan Fitur AI
Xiaomi membawa TWS Buds 5 ke Indonesia. TWS ini dibekali fitur peredam dan kecerdasan buatan untuk optimasi suara. Halaman all [664] url asal
#xiaomi #tws #xiaomi-buds-5 #harga-xiaomi-buds-5-indonesia
(Kompas.com) 01/10/24 20:14
v/15825719/
JAKARTA, KOMPAS.com - Selain merilis smartphoneXiaomi 14T series, Xiaomi juga memboyong aksesoris audio true wireless stereo (TWS) Xiaomi Buds 5 ke Indonesia hari ini, Selasa (1/10/2024).
TWS ini juga dirilis secara global bersamaan dengan Xiaomi 14T series di Berlin, Jerman. Fitur unggulan yang dihadirkan adalah peredam suara bising aktif (active noise cancellation/ANC) yang sudah dilengkapi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence).
Dengan bodi eaburds model batang yang cukup mungil, kedua buds hadir dengan tiga mikrofon yang mampu meredam suada bising hingga 33 persen dibandingkan pendahulunya.
Lewat peningkatan fitur ANC, efek suara musik ataupun panggilan suara bisa terdengar lebih jernih dan jelas.
KOMPAS.com/Caroline Saskia Xiaomi membawa TWS terbarunya, Buds 5 ke Indonesia pada Selasa (1/10/2024). TWS ini dibekali dengan fitur peredam suara (ANC) dan kecerdasan buatan (AI).Bantuan teknologi AI di TWS Buds 5 juga mampu menghasilkan suara bass yang diklaim mantap, cocok untuk pengguna yang gemar mendengarkan musik atau pengguna yang gemar memperhatikan kualitas suara.
Earbuds baru Xiaomi ini juga mengeluarkan suara di jangkauan frekuensi 16 Hz hingga 40 KHz, sehingga suaranya tetap nyaman didengar, dan tidak terlalu nyaring.
Spesifikasi lainnya, earbuds Xiaomi Buds 5 juga memiliki driver audio 11 mm yang dilengkapi fitur aptX Lossless untuk transmisi audio berkualitas tinggi.
TWS turut menghadirkan fitur Spatial Audio untuk menyuguhkan efek suara “seolah-olah” berada di sekeliling pengguna.
Di atas kertas, Xiaomi Buds 5 dilengkapi fitur audio berteknologi Harman AudioEFX sehingga bisa menawarkan pengalaman audio yang maksimal.
Spesifikasi Xiaomi Buds 5
KOMPAS.com/Caroline Saskia TWS Xiaomi Buds 5 warna Titanium Grey. TWS ini resmi dirilis di Indonesia.Soal desain, Xiaomi Buds 5 memiliki charging case berbentuk persegi dengan sudut yang membulat di keempat sisinya.
Desain serba membulat ini membuat bodi Xiaomi Buds tampak mungil, minimalis, modern, dan mudah disimpan di kantong celana, saku baju, ataupun tas kecil.
Sementara itu, untuk desain tiap buds-nya, Xiaomi Buds 5 tidak dilengkapi dengan eartip silicon.
Form factor-nya masih serupa dengan Xiaomi Buds 4. Hanya saja, versi yang terbaru punya bobot sedikit lebih ringan. Buds 5 memiliki berat 4,2 gram, sedangkan Buds 4 4,4 gram.
Soal dayanya, charging case Xiaomi Buds 5 disokong baterai berdaya 480 mAh dan masing-masing earbuds berdaya 35mAh.
Masing-masing earbud dapat dipakai selama 6,5 jam untuk mendengarkan musik, sambil mengaktifkan fitur peredam suara bising.
Sementara itu, daya tahan baterai menggunakan case diklaim bisa awet selama 39 jam. Charging case memiliki satu port USB-C disertai satu tombol untuk menghubungkan TWS ke smartphone pengguna.
Fitur pendukung lainnya mencakup dukungan konektivitas Bluetooth 5.4 (jangkauannya bisa mencapai 10 meter), dan menghubungkan dengan dua perangkat berbeda scara bersamaan.
Harga Xiaomi Buds 5 di Indonesia
Berdasarkan pengalaman KompasTekno, daya tahan baterainya cukup awet, kualitas suara yang dikeluarkan cukup bagus.
Namun, untuk beberapa pengguna yang memiliki ukuran lubang telinga yang cukup sempit atau kecil, atau tidak terbiasa dengan earbuds tanpa eartips silikon, butuh adaptasi beberapa waktu.
Selebihnya, TWS Xiaomi Buds cukup nyaman digunakan seharian untuk mendengar podcast, musik, film, dan sebagainya.
Varian warna yang dihadirkan adalah Moon Shadow Black, Snow Mountain, White, Titanium Gold dan Titanium Grey. Xiaomi Buds 5 dibanderol dengan harga Rp 1.199.000. Penjualan perdana mulai 5 Oktober di marketplace partner Xiaomi.
Lebih Ringkas, Sony Bawa TWS WF-C510 ke Indonesia
Hadir dengan desain yang lebih kecil dan lebih ringkas dibandingkan generasi sebelumnya, WF-C510 mengutamakan kenyamanan. [513] url asal
#sony #hardware #tws #tws-sony #sony-wf-c510 #harga-sony-wf-c510
(MedCom) 15/09/24 13:20
v/15054503/
Jakarta: Sony mengumumkan TWS WF-C510. Earbud ini diklaim memiliki daya tahan baterai yang kuat dan desain yang nyaman serta fitur-fitur canggih dengan harga yang terjangkau, menjadikannya ideal untuk mendengarkan musik sepanjang hari.Hadir dengan desain yang lebih kecil dan lebih ringkas dibandingkan generasi sebelumnya, WF-C510 mengutamakan kenyamanan. WF-C510 adalah tipe earbud tertutup terkecil sehingga pengguna yang memiliki telinga lebih kecil dapat menggunakannya dengan yang lebih stabil.
Headphone WF-C510 menggabungkan bentuk yang sesuai dengan telinga dengan desain permukaan yang ergonomis untuk kesesuaian yang lebih stabil. Sony mengaku telah mendesain WF-C510 dengan memanfaatkan data yang luas mengenai bentuk telinga yang telah dikumpulkan sejak memperkenalkan headphone in-ear pertama di dunia pada tahun 1982, serta evaluasi sensitivitas berbagai jenis telinga, untuk memastikan bentuk ideal yang nyaman bagi banyak orang.
Selain itu, tombol dengan permukaan datar dan lebih lebar telah ditambahkan untuk memastikan pengoperasian yang mudah, yang berarti Anda dapat mendengarkan musik tanpa gangguan.
Dengan earbud lebih kecil, hadir pula charging case yang lebih kecil. Charging case berbentuk silinder yang ringkas ini memiliki desain yang lebih tipis dibandingkan model sebelumnya sehingga semakin mudah untuk dibawa dalam saku atau tas, memungkinkan Anda dapat membawa earbud ke mana pun Anda pergi.
Dengan daya baterai tahan lama hingga 11 jam, menikmati waktu penggunaan selama berjam-jam tanpa gangguan dan pengisian cepat selama 5 menit memberi waktu mendengarkan hingga 60 menit. Tersedia dalam pilihan warna biru, kuning, hitam, atau putih.
WF-C510 kompatibel dengan Multipoint Connection milik Sony, yang memungkinkan terhubung ke dua perangkat Bluetooth secara bersamaan. Earbud ini juga dilengkapi dengan mode Ambient Sound yang mendengar suara di sekitar sambil mendengarkan musik.
Selain itu, dengan mengaktifkan fungsi "Voice Focus", WF-C510 menangkap suara manusia sekaligus meredam kebisingan. Anda dapat mempersonalisasi pengaturan suara dalam aplikasi Sony | Headphones Connect. Apa pun genrenya, dengarkan musik sebagaimana mestinya dengan pengaturan EQ, yang memberi opsi untuk menyesuaikan suara sesuai dengan musik apa pun.
WF-C510 tidak mengorbankan kualitas suara. Berkat DSEE (Digital Sound Enhancement Engine), earbud ini menghasilkan suara berkualitas tinggi dan menciptakan pengalaman mendengarkan yang autentik. Dengan pengaturan suara yang seimbang dari frekuensi rendah ke tinggi, vokal terdengar alami dan jernih. Anda juga dapat menikmati 360 Reality Audio yang imersif untuk mendengarkan secara spasial.
Quick Access dapat dengan mudah menggunakan Spotify Tap, memungkinkan memutar lagu hanya dengan beberapa ketukan. Dengan ketahanan air IPX4, earbud WF-C510 memastikan bahwa cipratan air dan keringat tidak akan menghalangi Anda untuk menikmati musik
WF-C510 dapat dipasangkan dengan perangkat melalui Fast Pair dan Swift Pair. Kita juga dapat mengeluarkan earbud kiri atau kanan dari charging case dan menggunakannya secara terpisah, ideal untuk melakukan banyak tugas sekaligus.
Earbud dan case sebagian terbuat dari plastik daur ulang dan dan memiliki kemasan yang sepenuhnya dibuat tanpa plastik, menyoroti dedikasi Sony dalam meminimalisir dampak lingkungan dari produk dan praktik mereka.
WF-C510 akan dijual dengan harga Rp999.000. Produk ini dapat dipesan tanggal 9-25 September 2024 di Tokopedia dan Shopee. Selama masa pre-order, pelanggan akan mendapatkan cashback sebesar Rp50.000. Pelanggan dapat menemukan WF-C510 tersedia di toko-toko mulai 26 September 2024.
(MMI)
Nyobain TWS Galaxy Buds 3 Pro: Audio Makin Gahar, Nyaman Dipakai - kumparan.com
Samsung Galaxy Buds 3 Pro punya desain lebih mewah dan lebih nyaman dipakai. [658] url asal
(Kumparan.com - Tekno & Sains) 29/08/24 16:05
v/14816422/
Samsung Galaxy Buds 3 Series telah meluncur pada Juli 2024 lalu dengan desain yang berbeda dengan generasi pendahulunya. Buds 3 Series ini hadirnya dengan dua varian, yakni Galaxy Buds 3 dan Galaxy Buds 3 Pro.
Perbedaan dari keduanya terletak pada jenis earbuds yang digunakan, yakni open ear untuk Galaxy Buds 3 dan in-ear pada Galaxy Buds 3 Pro. Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronic Indonesia, mengatakan bahwa salah satu alasan kenapa desain Galaxy Buds 3 dan Buds 3 Pro berbeda, karena Samsung ingin improve kenyamanan dalam menggunakan TWS selama berjam-jam.
"Desain ini juga dihadirkan Samsung karena ingin memaksimalkan kemampuan Galaxy AI yang terintegrasi di Galaxy Buds 3 Series, khususnya untuk kualitas suara dan mikrofon," ujar Annissa dalam acara “Unfold Your Story with Galaxy AI Trip” di Marriott Resort & Spa, Lampung, Rabu (21/8).
kumparan berkesempatan untuk menjajal kemampuan Samsung Galaxy Buds 3 Pro. Kesan mewah sudah terlihat saat pertama kali memegang TWS ini. Buds 3 Pro menggunakan desain batang yang berbeda dengan generasi sebelumnya, di mana desain Buds 2 Pro atau Buds FE menggunakan bentuk membulat.
Kesan mewah di Galaxy Buds 3 Pro juga karena TWS ini punya Blade Lights, yakni lampu LED yang disematkan di batang earbuds. Lampu ini akan menyala ketika pengguna membuka dan menutup charging case.
Diluar perkiraan, desain batang Buds 3 Pro membuatnya lebih mudah dimasukkan ke telinga dan terasa lebih nyaman saat dipakai. Desain batang ini juga bikin kita lebih mudah mengontrol perangkat hanya dengan melakukan gerakan pinch, swipe up, atau swipe down pada blade.
Fitur pertama yang dijajal adalah Active Noise Cancellation (ANC). Saat ANC diaktifkan, suara bising yang ada di lingkungan sekitar seketika redup, bahkan bisa dikatakan hasil redamannya lebih baik ketimbang Galaxy Buds 2 Pro.
Adanya fitur baru Adaptive EQ dan Adaptive ANC membuat Buds 3 Pro mampu menganalisis suara internal dan eksternal secara real time untuk meningkatkan audio dan ANC. Jadi, lewat kedua fitur ini, saat mendengarkan musik Galaxy Buds 3 Pro bisa mengidentifikasi suara di lingkungan sekitar, dan secara otomatis menyesuaikan tingkat kebisingan.
Fitur Adaptive EQ dan Adaptive ANC ini juga berfungsi dengan baik, membuat suara terdengar tetap stabil baik di lingkungan bising maupun tidak. Selain itu, berkat 2-way speakers yang telah disempurnakan dengan planar tweeter, membuat Buds 3 Pro mampu memproduksi range suara yang luas. Suara yang detail dan keras ini dibantu oleh Dual Amplifier sehingga memberikan pengalaman suara yang lebih jernih saat berpergian.
Pre-trained model yang berbasis machine learning membuat Galaxy Buds 3 Pro kini mampu mengembalikan suara asli pembicara di berbagai lingkungan dan tingkat kebisingan sekaligus.
Berkat Ultra High Quality Audio yang mendukung doubled sampling rate dengan codec dari Samsung Seamless Codec (SSC), kita bisa mendengar sumber audio beresolusi tinggi. Setiap suara yang dihasilkan juga terdengar detail. Suara bass-nya yang cukup nendang di telinga, tapi enggak berlebihan. Kualitas suara ini juga berlaku untuk panggilan telepon.
kumparanTECH juga menjajal fitur Galaxy AI dengan memanfaatkan Ecosystem Galaxy antara Buds 3 Pro dengan Galaxy Z Fold 6. Kami mencoba mendengarkan sebuah presentasi yang dituturkan dalam bahasa Inggris. Dengan mengaktifkan fitur Interpreter dalam model Listening di Galaxy Z Fold 6 yang terhubung dengan Galaxy Buds 3 Pro, kita bisa mendengarkan hasil terjemahan dari apa yang dibicarakan secara langsung melalui Galaxy Buds 3 Pro. Ini keren.
Case Galaxy Buds 3 Pro sendiri memiliki desain transparan dengan kapasitas baterai 515 mAh. Dia hadir dalam dua varian warna: Silver dan Putih. Terdapat indikator charging di sisi depan casing. Saat dibuka, indikator garis warna merah untuk earbuds kanan, dan garis biru buat earbuds kiri.
Galaxy Buds 3 Pro punya baterai berkapasitas 53 mAh. Berdasarkan pengalaman kumparanTECH, TWS ini mampu bertahan 4,5 hingga 5 jam pemakaian non-stop untuk mendengarkan musik dengan ANC aktif. Jika ANC tidak diaktifkan, Buds 3 Pro bisa bertahan lebih lama lagi.
Galaxy Buds 3 Pro mendukung konektivitas Bluetooth 5.4 serta fitur ketahanan debu dan percikan air dengan rating IP57. Galaxy Buds 3 Pro dibanderol dengan Rp 3.299.000.
TWS OnePlus Buds Pro 3 Resmi Meluncur
OnePlus meluncurkan TWS barunya, yakni Buds Pro 3 yang dibekali fitur ANC adaptif baru untuk meredam bising yang lebih kuat. Halaman all [638] url asal
#bluetooh #oneplus #tws #earbuds #anc #oneplus-buds-pro-3 #spesifikasi-oneplus-buds-pro-3 #harga-oneplus-buds-pro-3
(Kompas.com) 22/08/24 19:02
v/14534085/
KOMPAS.com - Vendor ponsel asal China, OnePlus meluncurkan aksesori audio true wireless stereo (TWS) terbarunya, OnePlus Buds Pro 3 secara global baru-baru ini.
OnePlus Buds Pro 3 hadir dengan kualitas audio yang lebih baik, peredam bising yang lebih kuat berkat Adaptive Noise Cancellation (ANC) adaptif baru, dan masa pakai baterai yang sedikit lebih baik dibanding pendahulunya, OnePlus Buds Pro 2 yang rilis tahun lalu.
Dari segi desain, OnePlus Buds Pro 3 masih mempertahankan desain eartips in-ear (dimasukkan ke dalam telinga) seperti sebelumnya. Batang earbuds juga masih mengusung lapisan metalik mengilap, sedangkan earbud memiliki tekstur matte dengan eartip silikon.
Perbedaannya terletak di casing penyimpanan sekaligus wadah pengisi daya. OnePlus mengubah desain casing menjadi bentuk oval dari sebelumnya bentuk persegi.
Spesifikasi OnePlus Buds Pro 3
Untuk spesifikasinya, OnePlus Buds Pro 3 dilengkapi pengaturan driver ganda dengan woofer 11 mm dan tweeter 6 mm.
Yang membedakannya dari Pro 2 buds adalah sistem DAC ((Digital-to-Analog Converters) ganda baru dimana satu DAC menyalurkan woofer, sedangkan yang lain dihubungkan ke tweeter.
Selain itu, desain woofer sekarang menggunakan dua magnet, yang merupakan peningkatan lain dari Pro 2 buds. Baik woofer maupun tweeter juga memiliki diafragma baru.
Menurut OnePlus, perubahan ini menghasilkan bass yang kuat dan treble yang tajam.
OnePlus bekerja sama dengan pembuat speaker asal Denmark, Dynaudio untuk penyetelan audio pada TWS ini.
OnePlus Fitur-fitur unggulan OnePlus Buds Pro 3.Misalnya, ketika pengguna keluar dari kantor yang tenang dan berjalan di jalan yang bising, sistem ANC TWS OnePlus Buds Pro 3 dapat menaikkan peredaman bising hingga 50 dB (sedikit lebih tinggi dibandingkan peredaman 48 dB pada Pro 2).
OnePlus mengklaim bahwa ANC adaptif ini dapat meningkatkan masa pakai baterai, karena level ANC yang terlalu tinggi akan menguras baterai lebih cepat.
Masing-masing earbud OnePlus Buds Pro 3 dibekali baterai 58 mAh. OnePlus mengeklaim, earbuds dapat bertahan hingga 10 jam dengan ANC mati atau hingga 6 jam dengan ANC adaptif aktif.
Masa pakai OnePlus Buds Pro 3 ini lebih lama dari OnePlus Buds Pro 2 yang dapat bertahan hingga 9 jam tanpa ANC dan hingga 6 jam dengan ANC adaptif aktif.
Casing OnePlus Buds Pro 3 memiliki baterai 566 mAh. Dengan begitu, pengguna bisa menggunakan TWS hingga 43 jam tanpa ANC atau hingga 25,5 jam dengan ANC adaptif.
Pengisian daya dilakukan melalui USB-C (yang memakan waktu 70 menit) atau secara nirkabel (2 jam 30 menit).
OnePlus Buds Pro 3 dilengkapi tiga mikrofon yang disebut dapat menghasilkan kualitas panggilan yang jernih. TWS ini dilengkapi konektivitas Bluetooth 5.4 dan dapat terhubung ke dua perangkat secara bersamaan. OnePlus Buds Pro 3 mendukung codec LHDC 5.0 dan AAC, serta Google Fast Pair dan Spatial Audio.
Dua earbuds (tanpa casing) OnePlus Buds Pro 3 sudah dilengkapi ketahanan debu dan air dengan rating IP55, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GSMArena, Kamis (22/8/2024).
OnePlus Buds Pro 3 tersedia dalam dua warna, yakni Midnight Opus dan Lunar Radiance. TWS ini dijual di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa mulai akhir Agustus. Adapun harga OnePlus Buds Pro 3 adalah 180 dollar AS atau sekitar Rp 2,8 juta.
realme Buds T01 Rilis di Indonesia, TWS Unggulan Rp299 Ribu
realme Buds T01 dibanderol pada harga Rp299.000. [269] url asal
#gadget #audio #earphone-bluetooth #tws #tws-realme #realme #realme-buds-t01 #harga-realme-buds-t01 #teknologi
(MedCom) 08/08/24 10:01
v/13766368/
Jakarta: Tidak hanya resmi menjual realme 13 di Tanah Air, realme Indonesia juga menghadirkan varian TWS terbaru mereka yaitu realme Buds T01. Perangkat earphone wireless ini menawarkan kualitas audio unggulan dengan harga ramah kantong yaitu Rp299.000.“Bersamaan dengan peluncuran realme 13, realme juga meluncurkan produk AIoT terbaru, realme Buds T01, yang melengkapi portofolio perangkat audio nirkabel realme dengan menghadirkan kualitas audio terbaik di segmennya,” ungkap risva Angnieszca PR Lead Realme Indonesia.
relame Buds T01 diklaim menawarkan keunggulan di audio jernih dan daya tahan baterai yang panjang. Di sini disajikan audio dari Dynamic Bass Driver berukuran 13mm yang diklaim menghasilkan kualitas audio terbaik untuk berbagai kebutuhan hiburan.
BACA JUGA: Review realme 13, Hape All-Rounder Gaming Bintang Lima di Harga Rp2 Jutaan
Fitur lain yaitu AI ENC Noise Cancellation for Calls, membuat suara pengguna lebih jernih saat melakukan panggilan telepon atau berbicara dalam meeting. Jadi dengan harga yang terjangkau, pengguna tetap akan mendapatkan TWS dengan fitur peredam suara bising.
Pada daya tahan baterainya, realme Buds T01 diklaim mampu menyediakan masa pakai hingga 28 jam. Bagi pengguna TWS untuk bermain game di smartphone, di sini ada fitur 88ms Super Low Latency dan koneksi Bluetooth 5.4 sehingga meminimalisir terjadinya lag dari audio.
realme Buds T01 juga memiliki rating IPX4 untuk kemampuan tahan air. TWS ini ditawarkan pada harga normal Rp299.000 dan pada periode flash sale tanggal 8-15 Agustus 2024 harganya menjadi Rp199.000.
realme Indonesia juga mengumumkan penyelenggaraan realme Fan Festival yang bakal berlangsung di Shenzhen, Tiongkok. realme Fans berkesempatan untuk datang ke kantor pusat realme dan menyaksikan teknologi pengisian cepat baterai tercepat di dunia dari realme.
(MMI)
TWS Samsung Galaxy Buds 3 dan Buds 3 Pro Resmi di Indonesia, Punya Desain Baru dan Fitur AI
TWS Samsung Galaxy Buds 3 dan Buds 3 Pro akhirnya resmi meluncur di Indonesia. Harga Galaxy Buds 3 series termurah Rp 2,3 juta. Halaman all [1,437] url asal
#samsung #tws #galaxy-buds-3 #galaxy-buds-3-pro
(Kompas.com) 24/07/24 16:46
v/11944349/
JAKARTA. KOMPAS.com - Selain duo ponsel lipat Galaxy Z Fold-Flip 6, Samsung turut memboyong Galaxy Buds 3 dan Buds 3 Pro secara resmi ke pasar Indonesia, Rabu (24/7/2024).
Duo True Wireless Stereo (TWS) degan desain batang ini sebelumnya sudah debut global di acara "Galaxy Unpacked" yang digelar di Paris, Perancis, 10 Juli lalu.
Kini, berselang dua minggu ini, Galaxy Buds 3 dan Buds 3 Pro resmi masuk Indonesia. Di Indonesia, duo TWS ini dibenderol dengan harga sebagai berikut:
Harga Samsung Galaxy Buds 3 series di Indonesia
- Harga Galaxy Buds 3 - Rp 2.299.000
- Harga Galaxy Buds 3 Pro - Rp 3.299.000
Masing-masing TWS ini hadir dalam dua opsi warna, yaitu Silver dan Putih. TWS ini membawa desain baru dibanding pendahulunya. Untuk pertama kalinya, Samsung menyematkan desain batang di aksesori audionya. Selain itu, Galaxy Buds 3 series juga dibekali aneka fitur AI.
Berikut desain dan spesifikasi Galaxy Buds 3 dan Buds 3 Pro di Indonesia selengkapnya.
Desain baru, pertama kali dengan batang
Samsung resmi merombak desain earbud dan charging case Samsung Galaxy Buds 3 dan Galaxy Buds 3 Pro.
Galaxy Buds 3 series menjadi TWS Samsung pertama dengan model earbuds blade alias bilah/batang. Sebelumnya, sejumlah model Galaxy Buds sebelumnya didesain bulat atau tanpa batang.
Menurut Samsung, desain baru ini yang menawarkan kenyamanan dan estetika secara bersamaan.
Selain itu, desain baru ini juga memungkinkan Samsung memaksimalkan fungsi mikrofon untuk pengalaman menggunakan TWS yang terintegrasi dengan AI.
Desain batang ini juga memungkinkan pengalaman penggunaan perangkat yang lebih intuitif, seperti memungkinkan pengguna untuk mengontrol perangkat hanya dengan melakukan gerakan pinch (gesture mencubit), swipe up (mengusap ke atas), atau swipe down (mengusap ke bawah) pada blade atau bilah/batang earbud.
Kedua TWS ini memiliki desain eartips yang berbeda. Galaxy Buds3 Pro merupakan Canal Type bagi yang mencari suara yang immersive.
Sementara Galaxy Buds3 hadir dengan desain eartips Open Type untuk pengguna yang lebih suka menggunakan device dalam berbagai situasi untuk jangka waktu yang lama.
Khusus Galaxy Buds 3 Pro, TWS ini punya "Blade Lights", yakni garis lampu LED di batang earbuds. LED akan menyala ketika pengguna membuka dan menutup charging case.
Charging case transparan
Kompas.com/Galuh Putri Riyanto Kiri ke kanan: Galaxy Buds 3 dan Galaxy Buds 3 ProGalaxy Buds 3 dan Galaxy Buds 3 Pro kini memiliki charging case dengan penutup transparan. Dengan desain ini, pengguna bisa melihat keberadaan earbuds tanpa harus membukanya.
Charging case dengan kapasitas daya 515 mAh ini hadir dalam varian warna silver dan putih, menyesuaikan dengan warna TWS.
Ada indikator charging di sisi depan casing. Ketika dibuka, ada indikator garis warna merah untuk earbud kanan, dan garis biru untuk earbud kiri.
Terintegrasi dengan Galaxy AI
TWS Galaxy Buds 3 dan Buds 3 Pro kini terintegrasi dengan beberapa fitur Galaxy AI secara bawaan. Samsung mengatakan, Galaxy AI ini diharapkan menghadirkan pengalaman komunikasi yang baru.
"Pengalaman Galaxy AI kami perluas ke Galaxy ekosistem, termasuk Galaxy Buds 3 series, setelah sebelumnya di Galaxy S series, Tab S9 series, hingga Galaxy Watch 7 terbaru. Dan hanya Samsung yang bisa membuat pengalaman AI selengkap ini," kata Lo Khing Seng, Head of Mobile Experience Business, Samsung Electronics Indonesia dalam acara peluncuran produk baru Samsung yang digelar di Jakarta, Rabu (24/7/2024).
Kompas.com/Galuh Putri Riyanto Lo Khing Seng, Head of Mobile Experience Business, Samsung Electronics Indonesia dalam acara peluncuran Galaxy Z Fold/Flip 6 dan deretan produk anyar Samsung lain di Jakarta, Rabu (24/7/2024).Salah satu fitur Galaxy AI yang diintegrasikan adalah Interpreter. Skenarionya, saat mengikuti kelas berbahasa asing, pengguna dapat mengaktifkan Interpreter dalam mode Listening di Galaxy Z Fold6 atau Z Flip6 yang terhubung dengan Galaxy Buds3 Series yang terpasang di telinga pengguna.
Jadi, pengguna bisa mendengarkan hasil terjemahan dari penjelasan pembicara secara langsung melalui Galaxy Buds. Dengan ini, pengguna bisa belajar tanpa adanya hambatan bahasa.
Selain itu, ada dukungan Voice Command. Ini memungkinkan pengguna memutar atau menghentikan musik serta mengontrol fungsi lain tanpa perlu menyentuh earbud atau layar smartphone yang terhubung secara manual.
Mikrofon pada Galaxy Buds 3 Series menganalisis suara internal dan eksternal secara real time untuk meningkatkan kualitas suara dan Active Noise Cancellation (ANC) melalui Adaptive EQ dan Adaptive ANC.
Khusus Galaxy Buds 3 Pro, TWS ini akan terus mengumpulkan dan mengidentifikasi suara di lingkungan sekitar untuk menjamin kenyamanan pengguna saat mendengarkan musik.
Nanti, TWS ini secara otomatis menyesuaikan tingkat kebisingan dan suara yang optimal tanpa melakukan penyesuaian manual melalui Adaptive Noise Control (ANC), Siren Detect, dan Voice Detect.
Sementara Galaxy Buds 3 reguler hanya didudkung fitur ANC saja.
View this post on Instagram
Spesifikasi Galaxy Buds 3 series di Indonesia
Dari keduanya, Galaxy Buds 3 Pro diposisikan sebagai TWS yang lebih mumpuni karena dilengkapi hardware yang canggih.
Misalnya, Galaxy Buds 3 Pro hadir dengan 2-way speakers yang telah disempurnakan dengan planar tweeter untuk memproduksi range suara yang luas secara presisi, lengkap dengan Dual Amplifier untuk pengalaman suara yang sangat jernih saat bepergian.
Sementara Galaxy Buds 3 reguler memiliki pengaturan audio driver tunggal (1-way speaker) dengan Dynamic Driver 11mm.
Untuk mikrofon, Galaxy Buds 3 series dibekali tiga buah mikrofon, serta komponen VPU membuat TWS terbaru Samsung ini mampu mendeteksi dan memblokir suara yang ada di sekitar pengguna secara otomatis.
Jika sedang ada orang yang berbicara dengan kita, misalnya, TWS akan mengizinkan suara orang tersebut masuk ke dalam telinga.
Kedua earbud tersebut mendukung codec audio Hi-Res dengan dukungan transmisi audio 24-bit 96KHz Hi-Fi. Suara Hi-Fi 24-bit memerlukan perangkat Samsung Galaxy yang menjalankan OneUI 4.0 atau lebih tinggi dan Galaxy Buds3 series.
Kedua TWS ini juga memiliki fitur 360 Audio (Spatial Audio) dengan Direct Multi-channel. Samsung mengatakan, Direct Multi-channel didukung dengan Android OneUI versi 4.1.1 atau yang lebih baru, sedangkan 360 Audio mendukung One UI 3.1 atau yang lebih baru.
Galaxy Buds 3 dan Buds 3 Pro juga dibekali Ultra High Quality Audio yang mendukung doubled sampling rate dengan codec dari Samsung Seamless Codec (SSC).
Pengguna bisa mendengarkan sumber audio beresolusi tinggi sebagaimana mestinya dan menikmati konten audio dengan detail. Level kualitas suara ini juga berlaku untuk panggilan telepon.
Earbud Galaxy Buds 3 memiliki kapasitas baterai 48 mAh, sedangkan earbud Galaxy Buds 3 Pro 53 mAh. Dengan kapasitas baterai tersebut, Galaxy Buds 3 diestimasikan bisa menemani pengguna mendengarkan musik selama 5 jam dengan ANC aktif atau hingga 6 jam jika ANC tidak aktif.
Masa pakai bisa semakin lama dengan charging case, yakni 24 jam (ANC aktif) hingga 30 jam (ANC tidak aktif).
Jika dipakai untuk melakukan panggilan telepon, Galaxy Buds 3 diestimasikan dapat bertahan hingga 3,5 jam atau total hingga 18 jam dengan charging case (ANC aktif). Atau, 4 jam hingga total hingga 20 jam dengan charging case (ANC tidak aktif).
Sementara untuk skenario mendengarkan musik di Galaxy Buds 3 Pro, TWS ini diestimasikan bisa bertahan hingga 6 jam/total hingga 26 jam dengan charging case (ANC aktif) atau hingga 7 jam/total hingga 30 jam (ANC tidak aktif).
Untuk skenario panggilan telepon, Galaxy Buds 3 Pro diestimasikan bisa digunakan selama Hingga 4,5 jam/total hingga 20 jam (ANC aktif) atau hingga 5 jam/total hingga 22 jam (ANC tidak aktif).
Galaxy Buds 3 dan Galaxy Buds 3 Pro mendukung konektivitas Bluetooth 5.4 dan kompatibel dengan Android 10 atau versi lebih tinggi dengan memori lebih dari 1,5 GB.
Kedua earbud nirkabel generasi baru ini juga didukung fitur ketahanan debu dan percikan air dengan rating IP57.
Fitur tersebut naik kelas dibandingkan rating pendahulunya, yakni Galaxy Buds 2 dan 2 Pro. Pasalnya, kedua earbud ini tidak dibekali ketahanan terhadap debu. Sebagai informasi, Galaxy Buds 2 didukung IPX2 dann Galaxy Buds 2 Pro didukung IPX7.
Di atas kertas, Galaxy Buds 3 memiliki dimensi earbud 18.1 x 20.4 x 31.9 mm, dengan dimensi charging case case: 58.9 x 48.7 x 24.4 mm.
Sementara, dimensi earbud Galaxy Buds 3 Pro adalah 18.1 x 19.8 x 33.2 mm dengan dimensi charging case 58.9 x 48.7 x 24.4 mm.
TWS Xiaomi Buds 5 Resmi dengan AI ANC dan Spatial Audio
Xiaomi Buds 5 kini hadir dengan fitur peredam suara bising aktif (active noise cancellation) yang sudah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI). Halaman all [459] url asal
#xiaomi #tws #anc #xiaomi-buds-5 #ai-anc
(Kompas.com) 22/07/24 12:08
v/11658164/
KOMPAS.com - Xiaomi resmi meluncurkan aksesori audio true wireless stereo (TWS) terbarunya, yaitu Xiaomi Buds 5. Sesuai namanya, TWS ini merupakan suksesor Xiaomi Buds 4 yang diperkenalkan pada 2022 lalu.
Dibanding generasi sebelumnya, Xiaomi Buds 5 kini hadir dengan fitur peredam suara bising aktif (active noise cancellation/ANC) yang sudah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menurut Xiaomi, AI ANC di Xiaomi Buds 5 ini nantinya akan membuat tiga mikrofon yang ada di masing-masing earbud bisa meredam suara 33 persen lebih baik dibanding Xiaomi Buds 4. Sehingga, efek musik atau suara dari telepon akan terdengar semakin jelas.
Teknologi AI juga dibenamkan di Xiaomi Buds 5 untuk menghasilkan efek suara bass yang "menggelegar" namun tetap nyaman didengar, serta membuat frekuensi suara di 16 Hz- 40 kHz tetap enak didengar dan tidak "cempreng".
Untuk fitur suara, Xiaomi Buds 5 memiliki driver audio 11 mm yang turut dibekali dengan fitur aptX Lossless untuk transmisi audio berkualitas tinggi yang mulus. TWS ini juga sudah mempunyai fitur Spatial Audio untuk efek suara yang seakan berasal dari sekeliling pengguna alias 360 derajat.
Pada aspek desain, Xiaomi Buds 5 kini memiliki balutan desain yang lebih mewah dan modern. Namun, TWS ini tetap memiliki form factor serupa "batang" semi-in-ear yang punya eartip tanpa silikon, mirip seperti Xiaomi Buds 4.
Meski demikian, bobot tiap earbud Xiaomi Buds 5 kini berkisar 4,2 gram, 0,2 gram lebih ringan dibanding Xiaomi Buds 4.
Selain earbud yang lebih mewah, bungkusan (case) TWS teranyar Xiaomi ini juga sekarang lebih mengkotak dan premium, tidak membulat seperti generasi sebelumnya.
Beralih ke aspek daya, case Xiaomi Buds 5 ditopang dengan baterai 480 mAh, dan masing-masing earbud-nya memiliki baterai 35 mAh. Xiaomi mengeklaim earbud Xiaomi Buds 5 bisa dipakai hingga 6,5 jam untuk mendengarkan musik ketika fitur AI ANC aktif.
Di pasar China, Xiaomi Buds 5 hadir dalam varian warna Moon Shadow Black, Snow Mountain, White, dan Titanium Gold. TWS ini dijual dengan harga 699 yuan atau sekitar Rp 1,5 juta, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmochina, Senin (22/7/2024).
Belum ada informasi apakah TWS terbaru Xiaomi ini akan dijual di pasar Indonesia atau tidak. Kita nantikan saja.