Mahasiswi semester 8 UNISA Yogyakarta, Ulfiyah Fadhilah Abdul (21 tahun), meninggal dunia usai motor yang diboncengnya menabrak pembatas jalan di Kota Yogyakarta, Sabtu (20/7) pada pukul 01.30 WIB.
Ulfiyah saat itu dibonceng teman prianya berinisial MUH SY. Motor mereka mengalami kecelakaan usai menghindari dua orang yang tengah berteriak-teriak di jalan. Satu orang di antaranya membawa senjata tajam sejenis parang.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, mengatakan Ulfiyah dan rekannya tak kenal dengan dua orang itu. Saat itu Ulfiyah dan rekannya tengah mencari makan.
"Mereka (Ulfiyah dan temannya) dari tempat biliar dan kafe, kemudian ingin mencari makan dan melewati kawasan Jalan Kusumanegara," kata Aditya ditemui di kantornya pada Kamis (25/7).
Aditya mengatakan saat itu Ulfiyah tidak mengenakan helm, sehingga Ulfiyah dibonceng temannya di depan, bukan di belakang.
"Yang bersangkutan itu hasil pemeriksaan tidak menggunakan helm, jadi posisinya yang dibonceng atau korban itu di depan. Ini Vespa yang bagian depannya biasanya untuk anak kecil (dek motor), dan yang bersangkutan jongkok di situ tanpa menggunakan helm," ujarnya.
Alasan Ulfiyah duduk di depan menurut teman prianya adalah untuk menghindari tilang petugas karena tidak mengenakan helm.
"Hasil pemeriksaan dari pengendara, kenapa tidak pakai helm dan duduk di depan, untuk menghindari adanya razia karena yang bersangkutan dua-duanya tidak menggunakan helm," jelasnya.
Posisi berboncengan seperti itu diperkirakan membuat pengendara kesulitan bermanuver dan menabrak pembatas jalan ketika menghindari dua orang di jalan tersebut.
"Jadi mungkin pada posisi itu tidak bisa mengendalikan secara baik sehingga dengan kecepatan tinggi, menabrak pembatas jalan," ujarnya.
Ulfiyah sempat dirawat di rumah sakit. Dia yang mengalami luka berat di bagian kepala akhirnya meninggal dunia beberapa hari setelahnya.
"Sempat dirawat di rumah sakit dan meninggal, ada luka di bagian kepala," jelasnya.
Sementara MUH SY mengalami luka memar di kaki dan sudah pulang dari rumah sakit.
Saat ini polisi masih mencari dua orang yang berteriak-teriak dan mengacungkan senjata tajam di jalan. Keduanya diakui polisi sempat terekam CCTV.
"Ada (CCTV), tapi masih kita dalami lagi karena situasinya gelap dan kurang jelas," ujarnya.
Soal apakah keduanya dalam posisi mabuk, polisi juga belum bisa menyimpulkan.
"Menurut keterangan dari saksi, dua orang itu keluar sambil berteriak-teriak. Apakah itu nanti mabuk atau tidaknya kami dalami dulu. Kalau sudah mendapatkan orangnya, akan kami sampaikan lagi," jelasnya.