MALANG, KOMPAS.com - Memadukan keindahan alam dan sentuhan modern, lokasi wisata Gentong Mas menawarkan pesona yang memikat. Meski tergolong baru, berdiri pada 2019, Gentong Mas telah menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Wisata Gentong Mas berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Keberadaan lokasi ini menjadi oase bagi para pelancong yang mencari pengalaman unik di Malang bagian timur.
Panorama alam yang memukau menjadi daya tarik utama Gentong Mas. Pengunjung akan disambut oleh pemandangan perbukitan hijau yang menyejukkan mata, menciptakan latar belakang sempurna untuk berbagai aktivitas outdoor.
Udara sejuk khas pegunungan Malang menambah kesegaran setiap langkah penjelajahan di area wisata ini.
Tak hanya itu, Gentong Mas dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Seperti kolam renang dengan air jernih, area outbound dan berbagai fasilitas lainnya. Wisatawan juga bisa berkemah di lokasi.
Asal nama Gentong Mas
Keunikan lokasi itu juga terletak pada namanya, Gentong Mas. Nama Gentong Mas memiliki cerita menarik yang berakar pada sejarah lokal. Konon, pada masa penjajahan, beras disimpan dalam gentong besar dan kemudian dibagikan kepada masyarakat.
"Cerita ini menjadi bagian dari daya tarik wisata, menambah dimensi budaya dalam pengalaman berkunjung," kata Kepala Desa Sukolilo, Joni Arifin, melalui keterangan tertulis, Rabu (28/8/2024).
Gentong Mas juga menyajikan pertunjukan kesenian tradisional di panggung seni yang telah disediakan. Pengunjung berkesempatan menyaksikan penampilan tarian tradisional dan musik daerah.
Gentong Mas juga memiliki potensi agrowisata yang sedang dikembangkan. Pengunjung bisa melihat langsung berbagai tanaman lokal dan bahkan belajar tentang proses pertanian dari masyarakat setempat. Ini menjadi nilai tambah edukasi dalam paket wisata yang ditawarkan.
Pengelola Gentong Mas terus berinovasi untuk mengembangkan destinasi wisata itu. Terbaru, Pemerintah Desa Sukolilo bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam mengembangkan lokasi wisata itu.
Melalui program pengabdian masyarakat, sejumlah akademisi Universitas Brawijaya berupaya mengoptimalkan strategi komunikasi digital untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
"Di era digital, keberadaan online sangat menentukan kesuksesan promosi wisata," kata pengajar Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Brawijaya, Syahirul Alim.
Dengan strategi komunikasi digital, promosi wisata Gentong Mas diharapkan semakin luas sehingga semakin dikenal banyak orang.