JAKARTA, KOMPAS.com - Museum Komodo Jagat Satwa Nusantara berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Usai direvitalisasi pada Agustus 2023 lalu, Museum Komodo diisi dengan banyak satwa jenis reptil dan amfibi di Indonesia. Lebih banyak satwa hidup yang saat ini ditampilkan di lima zona satwa dengan total sekitar 120 spesies.
Museum Komodo Jagat Satwa Nusantara buka Senin-Jumat pukul 09.00 WIB-17.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 08.00 WIB-18.00 WIB.
Harga tiket masuk Museum Komodo Jagat Satwa Nusantara TMII mulai Rp 45.000 per orang pada Senin-Jumat, serta mulai Rp 55.000 per orang khusus Sabtu-Minggu.
Bila ingin datang ke Museum Komodo TMII, kamu bisa menyimak rekomendasi aktivitas seru berikut ini.
Aktivitas di Museum Komodo TMII
1. Melihat komodo dari dekat
Kompas.com/Krisda Tiofani Zona Varanus Museum Komodo Jagat Satwa Nusantara di TMII.Seperti nama museumnya, satwa endemik ini menjadi sorotan utama ketika datang ke Museum Komodo.
Komodo berada di Zona Varanus yang letaknya di bagian luar gedung museum, dekat pintu belakang.
Sekitar tujuh ekor komodo dengan usia dan bobot berbeda bisa dilihat dari balik kaca Zona Varanus.
2. Melihat buaya asli Indonesia
Kompas.com/Krisda Tiofani Buaya di Museum Komodo TMII.Staf humas Jagat Satwa Nusantara, Sekar Ningrum Adriani mengatakan, Museum Komodo TMII memiliki jenis buaya terlengkap di Indonesia. Totalnya ada empat.
"Indonesia itu punya jenis buaya siam, buaya irian, buaya muara, dan buaya sinyulong untuk buaya endemik Indonesia," tutur Sekar saat ditemui Kompas.com selagi berkeliling Museum Komodo dalam acara pertemuan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), Rabu (21/8/2024).
Buaya terdapat di Zona Crocodilia Museum Komodo TMII, tidak jauh dari area komodo.
Sama halnya dengan semua area satwa, Zona Crocodilia juga menampilkan papan-papan informasi seputar buaya Indonesia.
3. Serunya mencari posisi satwa
Kompas.com/Krisda Tiofani Zona herpetofauna Museum Komodo Jagat Satwa Nusantara di TMII.Zona Herpetofauna, area di mana satwa jenis amfibi dan reptil berada, terdiri dari berbagai jenis ular, katak, kura-kura, dan kadal.
Seluruh satwa dimasukkan dalam paludarium yang sudah di desain menyerupai habibat asli setiap satwa.
Itu sebabnya, tak mudah menemukan posisi satwa dalam paludarium. Stiker bertuliskan "Coba Temukan Aku" ditempel di dinding paludarium.
Hal ini menambah seru aktivitas dalam museum. Tak sekadar melihat satwa, melainkan mencari posisi satwa di paludarium berukuran besar.
4. Keliling museum naik vespa mini
Selanjutnya, Sekar menuturkan, pengunjung bisa menggunakan vespa mini untuk keliling museum.
Vespa ini hanya bisa digunakan oleh anak-anak karena ukurannya yang kecil. Diletakkan berjejer di luar bangunan museum.
"Ada scooteradventure untuk anak-anak biar enggak capek keliling museum. Ada tambahan biaya untuk aktivitas ini," kata Sekar.
5. Memberi pakan satwa
Museum Komodo TMII juga memiliki agenda tortoise feeding atau memberi pakan kura-kura di Zona Testudines.
"Kadang, tidak menentu, pada Sabtu-Minggu, ada juga komodo feeding. Memperlihatkan bagaimana cara komodo makan," ujar Sekar.
Pengunjung perlu merogoh kocek tambahan mulai Rp 10.000 untuk menyaksikan aktivititas memberi pakan komodo.
6. Bermain di Taman Herpetofauna Dunia
Kompas.com/Krisda Tiofani Taman Herpetofauna Dunia Museum Komodo Jagat Satwa Nusantara di TMII.Sisi kanan luar bangunan Museum Komodo TMII, tersedia Playground Kawung yang bebas dipakai pengunjung dengan bijak.
Fasilitas ini dijadikan area bermain sekaligus melayih perkembangan saraf sensorik dan motorik anak-anak.
Selain itu, para anak juga bisa belajar banyak mengenai Herpetofauna atau satwa jenis amfibi dan reptil di dunia.