Pemerintah Gelontorkan Rp 102,8 Triliun untuk Subsidi Energi

Pemerintah Gelontorkan Rp 102,8 Triliun untuk Subsidi Energi

Subsidi energi antara lain bahan bakar minyak BBM, LPG 3 Kg, dan listrik hingga Agustus mencakup 55,3% dari target. - Halaman all

(InvestorID) 23/09/24 20:47 15462578

JAKARTA, investor.id – Pemerintah telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 102,8 triliun untuk subsidi energi per 31 Agustus 2024. Realisasi ini sudah mencapai separuh atau 55,3% dari target subsidi energi tahun ini sebesar Rp 185,87 triliun.

Adapun penggunaan subsidi energi ini terdiri dari Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah digunakan sebanyak 10.284,4 ribu kiloliter atau naik 0,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemudian LPG 3 kg dengan realisasi mencapai 4.744,7 juta kilogram (Kg) dan tumbuh 1,6% dari periode Agustus 2023.

“LPG tabung 3 kg juga ada peningkatan 1,6%. LPG 3kg (telah dimanfaatkan) sebesar 4,744 juta kg jadi ini tumbuh dibandingkan tahun lalu. Ini berarti kegiatan ekonomi masyarakat untuk menggunakan tabung LPG 3 kg meningkat,” ucap Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta edisi September 2024 di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (23/9/2024).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, subsidi listrik mencapai 40,9 juta pelanggan atau meningkat 3,9% dari periode sama tahun lalu. “Listrik bersubsidi juga meningkat jumlah pelanggannya, tahun ini ada 40,9 juta pelanggan listrik yang tarifnya bersubsidi, peningkatannya 3,9%,” tutur Suahasil.

Mengutip buku Nota Keuangan, realisasi subsidi listrik selama periode 2020 – 2023 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 4%, dari semula Rp 61,1 triliun pada 2020 menjadi Rp 68,7 triliun di 2023. Dalam outlook tahun anggaran 2024, subsidi listrik diperkirakan mencapai Rp 80,72 triliun. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh perkembangan asumsi dasar ekonomi makro, volume listrik bersubsidi, dan pembayaran kurang bayar subsidi tahun sebelumnya.

Sementara dalam rangka melaksanakan subsidi lebih tepat sasaran dan berkeadilan, pemerintah telah melakukan upaya pelaksanaan kebijakan Subsidi Listrik tepat sasaran bagi rumah tangga miskin dan rentan sesuai data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Sedangkan realisasi subsidi non energi telah mencapai Rp 44,1 triliun. Ini terdiri dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 195,4 triliun atau meningkat 29,5% dan debitur KUR berjumlah 3,3 juta orang atau tumbuh 21,2%. Realisasi penyaluran kredit tumbuh seiring dengan kinerja perekonomian.

“Peningkatan kredit lewat KUR ini juga bagus untuk mendorong perekonomian kita. Debitur KUR meningkat tahun lalu 2,7 juta tahun ini jadi 3,3 juta debitur KUR yang menerima KUR,” pungkas Suahasil.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #anggaran-subsidi #apbn-2024 #subsidi-bbm #subsidi-lpg-3-kg #subsidi-listrik #suahasil-nazara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/374340/pemerintah-gelontorkan-rp-1028-triliun-untuk-subsidi-energi