Saham Dua Emiten Properti Diramal Bakal Paling Berkibar

Saham Dua Emiten Properti Diramal Bakal Paling Berkibar

Sektor properti mendapat tambahan katalis positif berupa insentif pajak. Dua saham properti, yaitu BSDE dan PWON bakal paling berkibar. - Halaman all

(InvestorID) 15/10/24 13:30 16498291

JAKARTA, investor.id – Pemerintah telah menunjukkan langkah signifikan untuk mendorong sektor properti dengan mengumumkan rencana insentif pajak properti berupa pembebasan PPN 11% dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5%. Lantas, saham properti mana yang paling direkomendasikan?

Sebagai informasi, rencana insentif pajak properti telah diumumkan oleh Hashim Djojohadikusumo, yang saat ini bertanggung jawab di sektor perumahan. Hal itu akan melengkapi program perumahan ambisius yang bertujuan menyediakan 3 juta unit perumahan per tahun, dengan target total 15 juta unit dalam lima tahun ke depan.

Kementerian Perumahan sedang dibentuk – sebelumnya digabung dengan Kementerian Pekerjaan Umum – dengan rencana anggaran untuk program itu mencapai Rp 53 triliun. “Kami optimis terhadap sektor properti, karena pemerintah menunjukkan fokus utama pada industri ini, terutama untuk mengatasi backlog perumahan yang mencapai 12,7 juta unit – 93% di antaranya berada di segmen berpenghasilan rendah,” tulis analis RHB Sekuritas, Mutiara Nita dalam risetnya.

Adapun tambahan pemotongan BPHTB juga diharapkan dapat mendukung pasar sekunder. Meski demikian, RHB juga mengamati tingkat inventaris pengembang yang dapat langsung terpengaruh oleh insentif tersebut. RHB memperkirakan inventaris Ciputra Development (CTRA), Bumi Serpong Damai (BSDE), dan Pakuwon (PWON) yang memenuhi syarat untuk program PPN mendekati Rp 1 triliun (mayoritas apartemen). Sedangkan Summarecon Agung (SMRA) mendekati Rp 500 miliar.

“Kami juga melihat bahwa modifikasi insentif agar juga berdampak pada penjualan non inventaris dan menciptakan katalis positif bagi pengembang adalah langkah bijaksana,” jelas Mutiara.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

RHB memperkirakan presales di sektor properti akan normal menjelang akhir tahun, karena inventaris terkait PPN menjadi salah satu pendorong presales pada semester I-2024. Kemudian, orang cenderung menunggu regulasi baru dari pemerintahan yang akan datang.

Selain itu, pengembang telah mencatat presales yang kuat selama tiga tahun terakhir. Presales pada kuartal III-2024 dari dua pengembang sudah keluar: SMRA masih tertinggal dari target – menunggu peluncuran proyek Tangerang pada November 2024. SMRA diyakini mampu mempercepat presales setelah itu. Sedangkan presales PWON selama Januari-September 2024 sesuai ekspektasi RHB.

“Kami menyukai pengembang dengan pendapatan berulang dan PWON tetap menjadi pilihan utama di sektor properti, karena posisinya yang lebih baik untuk menangkap permintaan aktivitas rekreasi, yang kami perkirakan meningkat menjelang akhir 2024,” ungkap Mutiara.

Selain PWON, pilihan utama juga jatuh pada Bumi Serpong Damai (BSDE). Rekomendasi untuk saham BSDE dan PWON adalah buy. Adapun peringkat untuk sektor properti dipertahankan overweight.

Target harga saham BSDE dipatok Rp 1.430 dan PWON sebesar Rp 510.

Risiko utamanya jika permintaan properti lebih rendah dari perkiraan, pengiriman unit lebih lambat, dan terjadi perubahan regulasi pemerintah.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-properti #bsde #pwon #smra #ctra #pajak-properti #insentif-pajak #rhb #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/376657/saham-dua-emiten-properti-diramal-bakal-paling-berkibar