Bisnis.com, JAKARTA - Di bawah ini adalah update kode redeem ML hari ini, Minggu 7 Juli 2024 yang bisa Anda tukarkan dengan berbagai hadiah spesial.
Moonton selaku pengembang game Mobile Legends rutin merilis kode redeem yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mendapatkan hadiah spesial gratis.
Demikian pada Minggu, 7 Juli 2024 ini. Ada banyak kode redeem yang bisa Anda manfaatkan untuk ditukar dengan hadiah kejutan.
Akan tetapi jika Anda sudah melihat kode redeem-nya, Anda disarankan untuk lekas menukarkannya. Sebab satu kode redeem hanya bisa ditukarkan satu kali saja.
Update Kode Redeem ML hari ini, Minggu 7 Juli 2024:
2. Masuk atau login ke akunmu dengan beberapa alternatif cara, yaitu dari akun facebook, alamat email Google, akun Apple, VK atau Huawei, hingga akun Twitter.
3. Masukkan salah satu kode redeem FF.
4. Pada umumnya, kode redeem Garena berjumlah 12 sampai 16 digit. Klik konfirmasi.
5. Jika kode tersebut masih valid, maka hadiah akan langsung dikirim ke Inbox Anda.
Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence atau AI) sering digadang-gadang dan memunculkan narasi akan membuat orang-orang kehilangan pekerjaan. Namun, berbagai sumber menyatakan bahwa hal ini tidak akan terjadi.
Dilansir dari Harvard Business Review, Sabtu (6/7/2024) World Economic Forum melaporkan bahwa 85 juta pekerjaan dapat dilakukan mesin dan AI pada 2025. Jenis pekerjaan yang dilakukan mesin meliputi tugas repetitif dan data processing.
Namun, ini bukan hal yang perlu ditakuti. Dalam laporan yang sama, dijelaskan bahwa akan muncul 97 juta “profesi masa depan” yang dapat jadi kesempatan baik–terutama untuk pekerja entry-level.
Inilah beberapa alasan mengapa AI tidak dapat mengambil alih pekerjaan Anda, mengutip Washington Post dan Harvard Business Review.
1. Spesialisasi AI di repetisi, bukan kreativitas
AI dibuat untuk memudahkan pekerjaan manusia yang repetitif, seperti data entry. Hampir semua pekerjaan di masa kini membutuhkan ide-ide kreatif dan unik. Kemampuan inovatif seperti ini sangat dikuasai oleh manusia.
2. Lapangan pekerjaan baru di bidang AI
Berkembangnya AI mendorong munculnya pekerjaan di bidang yang sama. Diperlukan profesi baru seperti AI development, etika AI, hingga maintenance.
Artinya, profesi baru tersebut adalah pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya. Tingkat kompetisi lebih rendah dalam bidang ini, dan membuka kesempatan bagi pekerja muda untuk menjadi pionir.
3. Lebih banyak ruang untuk pekerjaan rumit dan gaji tinggi
Ketika pekerjaan sederhana yang repetitif dapat dilakukan AI, pekerjaan yang jauh lebih kompleks masih harus dilakukan oleh manusia. Dengan tanggung jawab yang tinggi, maka gaji yang ditawarkan bagi pekerja juga berpotensi menjadi lebih tinggi.
4. Hubungan personal dan inovasi: aspek penting dunia kerja.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan emosional tinggi, AI tidak mungkin dapat mengambil alih profesi. Profesi dengan pengetahuan mendalam tentang manusia–seperti peneliti, psikolog, dokter, jurnalis dan konsultan–sangat bergantung pada memahami kerumitan sifat manusia.
AI juga tidak dapat beradaptasi secepat manusia. Pekerjaan yang kegiatannya sulit diprediksi memiliki lingkungan yang terus berubah. Orang yang bekerja dalam bidang ini Misalnya, pekerjaan di bidang entertainment.
5. Waktu yang cukup untuk adaptasi
Menurut Goldman Sachs pada 2017, mobil otonom atau self-driving dapat menghilangkan 300.000 pekerjaan yang membutuhkan kegiatan menyetir. Waktu yang dibutuhkan untuk hal ini terjadi adalah sekitar 25 tahun. Jangka waktu tersebut diestimasikan cukup bagi dunia ekonomi dapat beradaptasi dengan perubahan ini.
6. Kemampuan fisik manusia yang tidak dimiliki AI.
Keterampilan yang cekatan tidak dimiliki AI, tapi telah dimiliki manusia selama ribuan tahun. Pekerjaan yang membutuhkan hal ini, ditambah dengan kemampuan pengambilan keputusan yang cepat, akan terus dilakukan manusia.
Pekerjaan yang dimaksud adalah “trade jobs” atau tenaga kerja terampil yang membutuhkan pelatihan spesifik. Contohnya seperti montir listrik, tukang pipa, pekerja konstruksi, dan sebagainya.
Dari beberapa alasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Anda tidak perlu khawatir tentang stigma AI. Namun, dunia memang semakin cepat berubah akibat perkembangan teknologi.
Simak caranya Anda dapat ikut beradaptasi dalam dunia kerja
- Cari tahu mengenai pekerjaan yang akan naik daun dalam beberapa tahun ke depan.
- Perbanyak relasi di bidang yang ingin Anda tekuni.
- Pelajari skill baru (upskilling) yang dibutuhkan dalam bidang yang ingin Anda tekuni.
- Cari tahu apa yang dapat Anda tawarkan, yang membuat Anda unik dari pekerja lain. (Ilma Rayhana)
Dunia dihadapkan pada kesulitan memprediksi pandemi. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan, sebagai faktor tempat pandemi lahir [1,747] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Dunia dihadapkan pada tantangan memprediksi sifat, asal-usul, dan waktu pasti pandemi pada masa depan karena interaksi kompleks berbagai faktor. Meski demikian, terdapat tren dan indikator tertentu yang dapat membantu dalam meramalkan potensi pandemi.
Salah satu faktor utama dalam memprediksi pandemi adalah fenomena lompatan zoonosis. Banyak pandemi yang bermula dari hewan, terutama spesies liar. Patogen seperti virus dapat melompat dari hewan ke manusia, yang sering kali difasilitasi oleh perambahan manusia ke habitat satwa liar dan perdagangan satwa liar.
Hotspot zoonosis umumnya ditemukan di wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi dan interaksi manusia-hewan yang ekstensif, seperti sebagian Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.
Perubahan lingkungan juga berperan penting dalam munculnya pandemi. Deforestasi, urbanisasi, dan perubahan iklim dapat mengubah habitat hewan, sehingga meningkatkan kemungkinan lompatan zoonosis.
Daerah yang mengalami perubahan lingkungan yang cepat lebih mungkin melihat munculnya patogen baru. Misalnya, penebangan hutan yang masif dapat memaksa hewan liar mendekati pemukiman manusia, yang meningkatkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.
Perdagangan Global
Selain itu, perjalanan dan perdagangan global yang makin meningkat mempercepat penyebaran penyakit dari satu wilayah ke wilayah lain. Konektivitas global membuat penyakit dapat menyebar dengan cepat, dan pusat transportasi utama seperti kota dengan bandara internasional adalah titik kritis untuk memantau dan mengendalikan wabah. Oleh karena itu, pemantauan ketat di titik-titik ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit secara luas.
Kepadatan penduduk dan urbanisasi merupakan faktor signifikan dalam penyebaran penyakit. Kepadatan penduduk yang tinggi di daerah perkotaan dapat memfasilitasi penyebaran cepat penyakit menular.
Tren urbanisasi di Asia, yang merupakan wilayah dengan pertumbuhan perkotaan tercepat, berpotensi menjadi titik fokus penyebaran pandemi. Kota-kota besar dengan populasi padat sangat rentan terhadap wabah penyakit, terutama jika infrastruktur kesehatan tidak memadai.
Ilustrasi aktivitas perdagangan global
Perubahan iklim juga dapat mempengaruhi pola penyebaran penyakit dengan mengubah distribusi vektor penyakit seperti nyamuk yang menyebarkan malaria atau demam berdarah.
Daerah dengan perubahan iklim ekstrem mungkin melihat perubahan dalam pola penyakit, yang menambah kompleksitas dalam memprediksi pandemi di masa depan.
Selanjutnya, kesehatan dan infrastruktur publik memainkan peran kunci dalam mengendalikan pandemi. Sistem kesehatan yang lemah dan kurangnya infrastruktur kesehatan dapat memperburuk dampak pandemi. Negara dengan infrastruktur kesehatan yang lebih baik cenderung lebih mampu mengendalikan penyebaran penyakit dan merawat pasien yang terinfeksi.
Kemajuan dalam penelitian dan pengawasan juga penting dalam deteksi dini patogen baru. Teknologi genomik dan pemantauan penyakit yang canggih dapat membantu dalam mendeteksi patogen lebih cepat, sementara kolaborasi internasional dalam penelitian dan pertukaran data sangat penting untuk meramalkan dan merespons pandemi secara efektif.
Perilaku Manusia
Akhirnya, perilaku manusia seperti kebiasaan kebersihan tangan, pemakaian masker, dan perilaku sosial memainkan peran penting dalam penyebaran penyakit.
Edukasi masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan penyakit dapat mengurangi risiko penyebaran pandemi. Kampanye kesehatan publik yang efektif dan kebijakan pemerintah yang mendukung dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah dan mengendalikan pandemi.
Dengan memahami dan mempertimbangkan semua faktor ini, kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons pandemi di masa depan. Hal ini memerlukan pendekatan yang holistik dan kerjasama global untuk menciptakan sistem yang lebih siap dan tangguh menghadapi tantangan pandemi yang akan datang.
Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi
Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi
Memprediksi sifat dan waktu tepat dari pandemi di masa depan adalah tantangan besar, namun ada beberapa virus utama dan faktor yang diawasi ketat oleh para ahli.
Coronavirus merupakan salah satu kelompok virus yang berpotensi besar menyebabkan pandemi. Dua contoh utama dari coronavirus yang perlu mendapat perhatian khusus adalah MERS-CoV dan SARS-CoV-2.
MERS-CoV, yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome, memiliki tingkat kematian yang tinggi dan menyebar melalui kontak dekat. Meskipun belum menyebar luas secara global, virus ini memiliki potensi untuk bermutasi dan menyebar lebih mudah di antara manusia. Hal ini membuatnya tetap menjadi perhatian besar bagi organisasi kesehatan dunia seperti WHO (WHO, 2023).
Sementara itu, SARS-CoV-2, yang bertanggung jawab atas pandemi COVID-19, terus berevolusi. Varian baru yang muncul dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan di masa depan. Institut untuk Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) terus memantau perkembangan dan dampak virus ini secara global (IHME, 2023).
Ilustrasi virus corona
Selain coronavirus, virus influenza juga memiliki potensi besar untuk menyebabkan pandemi. Strain seperti H5N1 dan H7N9 dari avian influenza (flu burung) dapat menginfeksi manusia dan memiliki tingkat kematian yang tinggi.
Virus ini diawasi ketat oleh komunitas ilmiah dan kesehatan global untuk mendeteksi mutasi yang dapat memfasilitasi penularan antar manusia. Nature mencatat bahwa pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah pandemi potensial dari virus ini (Nature, 2024).
Influenza musiman juga memerlukan perhatian terus-menerus karena perubahan genetik yang terjadi secara berkala pada virus ini. Oleh karena itu, vaksin influenza harus terus diperbarui untuk memastikan efektivitasnya dalam melawan strain baru yang muncul (CDC, 2023).
Filovirus, seperti Ebola dan Marburg, juga merupakan ancaman serius dengan potensi pandemi. Virus-virus ini menyebabkan demam berdarah yang parah dan memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi. Wabah yang disebabkan oleh filovirus biasanya terkait dengan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau cairan tubuh individu yang terinfeksi. WHO terus memantau wabah-wabah ini dan melakukan upaya untuk mengendalikan penyebarannya (WHO, 2023).
Virus Nipah, yang ditemukan di Asia Tenggara, adalah contoh lain dari virus yang memiliki potensi besar untuk menyebabkan pandemi. Virus ini telah menyebabkan wabah dengan tingkat kematian yang tinggi dan dapat ditularkan dari hewan (terutama kelelawar) ke manusia, serta berpotensi menular antar manusia. Gavi mencatat bahwa pengawasan dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dan mengendalikan penyebaran virus Nipah ini (Gavi, 2023).
Secara keseluruhan, berbagai jenis virus ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan global dalam menghadapi potensi pandemi. Pemantauan terus-menerus, penelitian, dan pengembangan vaksin serta terapi yang efektif merupakan langkah-langkah kunci untuk mencegah dan mengendalikan wabah yang dapat berdampak luas pada kesehatan global.
Dengan mengawasi virus-virus ini dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan mutasi mereka, para ahli kesehatan dapat lebih siap menghadapi potensi pandemi di masa depan. Namun ada dua virus yang saat ini menjadi fokus utama para ilmuwan adalah coronavirus (khususnya SARS-CoV-2 dan variannya) dan avian influenza (seperti H5N1 dan H7N9).
Artikel ini membahas potensi pandemi dari kedua virus tersebut berdasarkan data terbaru dari tahun 2023-2024 serta hasil penelitian ilmiah terkini. Juga dibahas mengapa golongan virus tertentu diprediksi sebagai ancaman yang lebih besar dalam waktu dekat.
Corona dan Flu Burung
Coronavirus (SARS-CoV-2 dan Variannya)
SARS-CoV-2 telah menunjukkan kapasitas signifikan untuk bermutasi, menghasilkan varian baru dengan tingkat penularan, tingkat keparahan, dan potensi lolos dari kekebalan yang bervariasi.
Pada tahun 2023, varian baru seperti XBB.1.5 dan BA.2.75.2 menunjukkan peningkatan penularan dan beberapa kemampuan untuk menghindari respons imun dari vaksin sebelumnya (WHO, 2023; IHME, 2023).
Data terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menunjukkan bahwa varian Omicron (BA.2.75.2) memiliki tingkat reproduksi (R0) sekitar 6-8, menunjukkan peningkatan penularan dibandingkan varian Delta yang memiliki R0 sekitar 5-6 (IHME, 2023).
Penularan SARS-CoV-2 yang sangat efisien melalui tetesan pernapasan dan aerosol menjadikannya sangat menular. Sebuah studi terbaru dari University of Oxford pada tahun 2024 menunjukkan bahwa varian XBB.1.5 memiliki waktu generasi yang lebih pendek, sekitar 3-4 hari, dibandingkan dengan varian sebelumnya yang berkisar antara 5-6 hari.
Ini berarti virus dapat menyebar lebih cepat dalam populasi, meningkatkan potensi penyebaran global yang lebih luas.
Komunitas ilmiah global secara ketat memantau SARS-CoV-2 dan variannya, memungkinkan deteksi cepat dan respons terhadap strain yang muncul. Pada tahun 2023, lebih dari 100.000 urutan genomik SARS-CoV-2 telah dikumpulkan dan dianalisis melalui jaringan pengawasan global seperti GISAID, yang membantu dalam mengidentifikasi dan melacak varian baru secara real-time (WHO, 2023; IHME, 2023). Tingkat pengawasan yang tinggi ini dapat membantu mengurangi dampak tetapi juga menyoroti risiko yang terus-menerus dari virus ini.
Avian Influenza (Flu Burung)
Avian influenza, khususnya strain seperti H5N1 dan H7N9, memiliki tingkat kematian yang tinggi pada manusia, menjadikannya sangat mengkhawatirkan. Misalnya, H5N1 memiliki tingkat kematian sekitar 60% di antara kasus yang dilaporkan.
Data dari WHO menunjukkan bahwa dari 862 kasus infeksi H5N1 yang dikonfirmasi sejak tahun 2003, 455 di antaranya berakhir dengan kematian (WHO, 2023).
Pada tahun 2023, China melaporkan 56 kasus baru H5N1 dengan tingkat kematian 33 kasus, mengindikasikan potensi kematian yang sangat tinggi jika terjadi wabah yang lebih luas (Gavi, 2023).
Ilustrasi unggas
Ada kekhawatiran signifikan bahwa virus avian influenza dapat bermutasi untuk memungkinkan penularan antar manusia yang lebih efisien. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Nature pada tahun 2024 menunjukkan bahwa mutasi tertentu pada protein hemagglutinin (HA) dapat meningkatkan afinitas virus terhadap reseptor manusia, yang dapat meningkatkan risiko transmisi antar manusia (Nature, 2024).
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika ini secara mendalam. Virus avian influenza sering ditularkan dari burung ke manusia. WHO melaporkan bahwa pada tahun 2022, sekitar 150 kasus baru H7N9 dilaporkan di China, sebagian besar terkait dengan kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi di pasar unggas hidup. Spillover zoonosis ini sangat terkait dengan praktik peternakan dan perdagangan unggas yang padat (WHO, 2023).
Perbandingan dan Kesimpulan
Dibandingkan dengan avian influenza, coronavirus, terutama SARS-CoV-2, telah menunjukkan efisiensi penularan antar manusia yang tinggi. Hal ini membuat coronavirus lebih mungkin menyebabkan pandemi yang meluas berdasarkan dinamika penularannya.
R0 untuk varian SARS-CoV-2 yang lebih baru seperti Omicron telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan avian influenza yang umumnya memiliki R0 < 1 dalam kasus-kasus yang dilaporkan (IHME, 2023; WHO, 2023).
Pengalaman terbaru dengan COVID-19 telah menyebabkan peningkatan kesiapsiagaan global terhadap coronavirus, termasuk vaksin dan perawatan. Pada tahun 2023, lebih dari 13 miliar dosis vaksin COVID-19 telah didistribusikan secara global, yang telah membantu mengurangi keparahan penyakit dan kematian (CDC, 2023).
Kesiapsiagaan ini mungkin membantu mengurangi dampak pandemi coronavirus baru tetapi juga menunjukkan tingkat risiko yang tinggi yang terus dirasakan oleh virus ini.
Berdasarkan data saat ini dan prediksi para ahli, SARS-CoV-2 dan variannya dianggap sebagai penyebab paling mungkin dari pandemi berikutnya karena tingkat mutasinya yang tinggi, efisiensi penularan antar manusia, dan evolusi virus yang terus berlanjut.
Misalnya, sebuah laporan dari Imperial College London pada tahun 2023 memperkirakan bahwa varian Omicron dapat menyebabkan peningkatan 30% dalam jumlah kasus global jika langkah-langkah pencegahan tidak ditingkatkan (Imperial College London, 2023).
Selain itu, studi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS menunjukkan bahwa vaksinasi dan booster yang terus diperbarui memainkan peran penting dalam mengurangi dampak varian baru (CDC, 2023).
Avian influenza tetap menjadi perhatian signifikan, terutama jika mutasi memungkinkan penularan antar manusia yang efisien, tetapi saat ini, coronavirus dianggap sebagai ancaman yang lebih segera. Meskipun avian influenza memiliki potensi untuk menjadi pandemi jika mutasi memungkinkan penularan yang lebih efisien, tingkat kesiapsiagaan dan pengawasan global terhadap SARS-CoV-2 saat ini membuatnya sebagai kandidat utama untuk pandemi berikutnya.
Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah dinilai memerlukan untuk segera membentuk Data Protection Authority (DPA) atau lembaga Pelindungan Data Pribadi (PDP).
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Muhammad Nidhal mengatakan lembaga tersebut sebenarnya merupakan amanah Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang harus diwujudkan dalam waktu dua tahun. Mengingat, kebocoran data terus berpotensi kembali muncul.
“Idealnya, inisiasi pembentukan Data Protection Authority sudah dimulai sejak UU PDP disahkan. Berbagai peristiwa kebocoran data sebelum pengesahan UU PDP sudah menunjukkan minimnya pelindungan data di Indonesia,” ujarnya, Sabtu (6/7/2024).
Menurutnya, UU PDP dapat menetapkan persyaratan yang harus dipatuhi oleh pengendali data dan pemroses data dalam mengumpulkan, memproses, dan mentransfer data pribadi, serta sanksi administratif bagi pelanggar data pribadi. UU ini juga memandatkan lembaga PDP dalam mengawasi ekosistem pelindungan data pribadi di Indonesia.
Selain itu, kata Nidhal, badan yang memiliki atau mengolah data, baik publik maupun swasta, dapat diberikan tenggang waktu dua tahun untuk menyiapkan DPO (Data Protection Officer) atau Pejabat/Petugas Pelindungan Data Pribadi (PPDP) yang tersertifikasi serta persyaratan teknis lainnya yang ditetapkan oleh undang-undang.
Kendati demikian, mengingat aktivitas peretasan yang belum lama ini terjadi dia menilai untuk sementara, UU PDP dapat memberikan kewenangan kepada presiden untuk menunjuk lembaga PDP yang dianggap sebagai lembaga netral dan terpercaya.
Meski begitu, menurut Nidhal, netralitas lembaga PDP hanya dapat dijamin apabila tidak berada di bawah pemerintah. Hal ini penting mengingat kasus kebocoran data paling banyak terjadi di sektor pemerintah, sebanyak 69% atau 71 insiden pada 2023.
“Lembaga PDP sejatinya bukan untuk melayani kepentingan pemerintah, tapi justru untuk mengawasi kepatuhan pemerintah terhadap UU PDP. Efektivitas pengawasan dan penegakannya hanya bisa dilakukan apabila berada di luar rumpun pemerintah,” tuturnya.
Nidhal menyebut, setidaknya ada dua hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan badan ini. Yang pertama, lembaga PDP harus bebas dari segala pengaruh lembaga manapun, termasuk tiga cabang kekuasaan, yaitu eksekutif, yudikatif dan legislatif, serta badan swasta.
Independensi ini tidak hanya dari segi kelembagaan, tetapi juga dari komposisi keanggotaannya. Selain dari kualifikasi dan keahlian, ketua dan anggota harus juga tidak sedang aktif terlibat dalam kegiatan politik. Kontrol keuangan juga tidak boleh memengaruhi independensi lembaga.
Kedua, lembaga PDP perlu dilengkapi dengan mekanisme pengaduan yang transparan yang berhubungan dengan privasi data diajukan oleh lembaga terhadap institusi pelanggar tertentu.
“Karena itu, sekali lagi, penyeimbangan kepentingan para pihak menjadi krusial. Kebijakan PDP yang dihasilkan harus berbentuk square-policy model, di mana pemerintah, bisnis, otoritas, dan masyarakat, berlandaskan kolaborasi dan partisipasi yang bermakna, berbagi peran dan tanggung jawab dalam menjaga ekosistem data pribadi yang lebih aman,” tandas Nidhal.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden peretasan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang terjadi beberapa waktu lalu.
Meski begitu, orang nomor satu di Indonesia itu menekankan agar semua data nasional direkam cadang (back up).
“Ya, sudah kita evaluasi semuanya. Yang paling penting semuanya harus dicarikan solusinya agar tidak terjadi lagi, di-back up semua data nasional kita sehingga kalau ada kejadian kita tidak terkaget-kaget. Dan ini juga terjadi di negara-negara lain, bukan hanya di Indonesia saja,” ujarnya usai meresmikan Pabrik PT Hyundai LG Indonesia, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada Rabu (3/7/2024).
Sebelumnya, Presiden Ke-7 RI itu telah memimpin rapat bersama jajarannya untuk membahas penanganan serangan siber terhadap PDNS tersebut pada Jumat (28/06/2024) lalu. Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, telah digelar rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto.
Hadi menekankan bahwa membuat cadangan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Ini mandatori, tidak opsional lagi. Sehingga kalau secara operasional PDNS berjalan, ada gangguan, masih ada backup yaitu di DRC atau Cold Site yang ada di Batam dan bisa auto gate interactive service,” ujar Hadi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, pada Senin (1/7/2024).
Bisnis.com, JAKARTA - Awal tahun lalu, peretas alias hacker dikabarkan membobol akses ke sistem pesan internal OpenAI yang juga turut menciptakan ChatGPT. Peretas juga disebut mencuri detail tentang desain teknologi AI perusahaan tersebut.
OpenAI memutuskan untuk tidak mengumumkan insiden ini kepada publik atau melaporkannya kepada FBI atau otoritas penegak hukum lainnya.
Dua sumber anonim New York Times yang mengetahui insiden tersebut menyebut peretas berhasil mengakses detail dari diskusi yang dilakukan oleh karyawan OpenAI tentang teknologi terbaru perusahaan di sebuah forum online.
Meski begitu, peretas tidak berhasil masuk ke dalam sistem-sistem tempat OpenAI menyimpan dan mengembangkan kecerdasan buatannya.
Menurut sumber anonim tersebut, saat itu, para eksekutif OpenAI mengungkapkan insiden tersebut kepada karyawan selama pertemuan semua pihak di kantor perusahaan di San Francisco pada April 2023 dan memberitahukan dewan direksi.
Akan tetapi, para eksekutif memutuskan untuk tidak membagikan berita tersebut kepada publik karena tidak ada informasi tentang pelanggan atau mitra yang dicuri.
Pasalnya, para eksekutif tidak menganggap insiden tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional karena mereka yakin peretasnya adalah individu yang tidak memiliki hubungan dengan pemerintah asing. Perusahaan tidak memberitahukan insiden ini kepada FBI atau pihak penegak hukum lainnya.
Setelah terjadi pelanggaran keamanan tersebut, beberapa karyawan OpenAI merasa khawatir bahwa lawan asing seperti China dapat mencuri teknologi kecerdasan buatan (AI).
Meskipun saat ini teknologi tersebut lebih banyak digunakan sebagai alat untuk pekerjaan dan penelitian, ada kekhawatiran bahwa di masa depan teknologi ini dapat menjadi ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.
Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa serius OpenAI memperlakukan keamanan informasi, dan memperlihatkan adanya perpecahan di dalam perusahaan mengenai risiko-risiko yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan.
Kemudian, Leopold Aschenbrenner seorang manajer program teknis di OpenAI mengkritik dewan direksi AI bahwa perusahaan tidak melakukan cukup untuk mencegah pemerintah China dan lawan asing lainnya dari mencuri rahasia-rahasianya.
Bahkan, dia mengatakan dalam sebuah podcast bahwa OpenAI telah memecatnya pada musim semi ini Aschenbrenner karena membocorkan informasi lain di luar perusahaan dan dan mengklaim bahwa pemecatannya memiliki motivasi politik.
Hal ini pun dibantah juru bicara OpenAI Liz Bourgeois yang mengatakan tuduhan yang dilayangkan Aschenbrenner tidak berhubungan dengan pemecatannya.
“Kami tidak setuju dengan banyak klaim yang telah dia buat tentang pekerjaan kami. Ini termasuk karakterisasi tentang keamanan kami, termasuk insiden ini, yang telah kami tangani dan kami bagikan kepada dewan sebelum dia bergabung dengan perusahaan,” ucapnya.
Sejumlah perusahaan besar melakukan investasi besar-besaran pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI), amun banyak yang belum mendulang cuan dari sini. [653] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini sejumlah perusahaan besar melakukan investasi besar-besaran pada infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sayangnya, banyak perusahaan belum mendulang cuan dari sini.
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan dalam nilai yang diberikan kepada pengguna akhir (end user) alias konsumen dalam ekosistem AI tersebut.
Analis Sequoia CapitalDavid Cahn mengatakan bahwa perusahaan AI harus menghasilkan sekitar US$600 miliar atau Rp9.751.08 triliun per tahun (asumsi kurs Rp16.251 per dolar AS) untuk menutupi biaya infrastruktur mereka, termasuk data center.
Sebagai contoh, Nvidia berhasil memperoleh pendapatan sebesar US$47,5 miliar atau Rp771,96 triliun dari penjualan perangkat keras data center tahun lalu, di mana sebagian besar digunakan untuk GPU komputasi dalam aplikasi AI dan komputasi tingkat tinggi (HPC).
Perusahaan-perusahaan besar seperti AWS, Google, Meta, Microsoft, dan lainnya juga melakukan investasi besar dalam infrastruktur AI mereka pada tahun 2023, termasuk untuk aplikasi seperti ChatGPT dari OpenAI.
Namun, apakah artinya perusahaan teknologi akan mendapatkan kembali investasi tersebut?
David Cahn mengkhawatirkan bahwa investasi besar dalam infrastruktur AI tidak menghasilkan pendapatan yang diharapkan, ini bisa menandakan adanya pertumbuhan gelembung finansial.
Asumsi Perhitungan
Perhitungan yang digunakan oleh David Cahn relatif sederhana.
Pertama, dia menggandakan perkiraan pendapatan bulanan ataupun triwulan Nvidia untuk menutupi total biaya pusat data AI (di mana setengahnya untuk GPU; sisanya mencakup energi, bangunan, dan generator cadangan).
Kemudian, dia menggandakan jumlah tersebut lagi untuk memperhitungkan margin bruto 50% bagi pengguna akhir, seperti startup atau bisnis yang membeli komputasi AI dari perusahaan seperti AWS atau Microsoft Azure, yang juga harus menghasilkan keuntungan.
Saat ini memang penyedia layanan cloud, seperti Microsoft sedang melakukan investasi besar dalam stok GPU.
Nvidia pun melaporkan bahwa separuh dari pendapatannya dari pusat data berasal dari penyedia cloud besar. Adapun, dengan Microsoft sendiri kemungkinan berkontribusi sekitar 22% dari pendapatan Nvidia pada kuartal IV/2024.
Dengan diperkenalkannya prosesor B100/B200 yang menawarkan kinerja 2,5 kali lebih baik dengan tambahan hanya 25% lebih tinggi, kemungkinan besar akan mendorong permintaan yang lebih tinggi terhadap GPU Nvidia.
Akibatnya, ini dapat menciptakan kekurangan pasokan, di mana permintaan melebihi kapasitas produksi yang tersedia pada waktu tertentu.
Lebih lanjut, OpenAI yang menggunakan infrastruktur Azure milik Microsoft telah mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan, dari US$1,6 miliar atau Rp26 triliun pada akhir 2023 menjadi US$3,4 miliar atau Rp55,26 triliun pada 2024.
Pertumbuhan ini menegaskan posisi dominan OpenAI di pasar, yang jauh melampaui startup lain yang masih berjuang untuk mencapai pendapatan US$100 juta atau Rp1,6 triliun.
Namun, Chan melaporkan meskipun investasi dalam AI terus meningkat, proyeksi pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar belum memenuhi harapan.
Asumsi bahwa Google, Microsoft, Apple, dan Meta masing-masing menghasilkan US$10 miliar atau Rp162,52 triliun per tahun dari AI. Sementara itu, perusahaan lain seperti Oracle, ByteDance, Alibaba, Tencent, X, dan Tesla masing-masing menghasilkan US$5 miliar atau Rp81,26 miliar
Itu berarti masih ada kesenjangan sebesar US$500 miliar atau sekitar Rp8.125,9 triliun
Faktor Industri AI Sulit Cuan
Kata Chan, terdapat tantangan signifikan terhadap pandangan optimis terkait investasi infrastruktur AI.
Berbeda dengan infrastruktur fisik, komputasi GPU untuk AI dapat mengalami komoditisasi dengan masuknya pemain baru seperti AMD, Intel, serta prosesor kustom dari Google, Meta, dan Microsoft yang dapat mengakibatkan persaingan harga yang intens.
“Investasi spekulatif sering kali menghasilkan kerugian besar, dan prosesor baru dengan cepat menurunkan nilai prosesor lama, berbeda dengan nilai yang lebih stabil dari infrastruktur fisik,” kata Chan yang dikutip, Sabtu (6/7/2024)
Meskipun AI memiliki potensi transformatif dan perusahaan seperti Nvidia memainkan peran penting, akan tetapi menurut Chan tantangan ke depannya akan panjang dan berat karena bisnis dan startup masih harus menemukan aplikasi yang menghasilkan uang.
Cahn meyakini bahwa industri harus menurunkan ekspektasi terhadap keuntungan cepat dari kemajuan AI, lalu mengakui adanya sifat spekulatif dari investasi saat ini dan perlunya inovasi dan penciptaan nilai yang berkelanjutan.
“Jika tidak dilakukan, gelembung ekonomi senilai ratusan miliar dolar dapat meledak, berpotensi memicu krisis ekonomi global, walaupun ini masih bersifat spekulatif,” tutupnya.
Bisnis.com, JAKARTA - SmartphoneiPhone masih menjadi pilihan primadona sebagian masyarakat di Indonesia. Berikut harga terbaru iPhone 11 hingga iPhone 15 Pro Max.
Fitur ekslusif seperti AirDrop hingga kamera jernih menjadi pertimbangan mereka yang memilih iPhone untuk berbagai keperluan seperti membuat konten di media sosial.
Ponsel merek iPhone selalu dikaitkan dengan persepsi harga yang mahal. Namun, beberapa tipe iPhone memiliki harga cukup terjangkau di bawah Rp10 juta.
Beberapa tipe iPhone dengan harga di bawah Rp10 juta di antaranya iPhone SE 3rd Gen yang dibanderol di harga Rp6,9 juta, iPhone 11 di harga Rp6,24 juta dan iPhone 12 dipatok di harga Rp8,74 juta.
Namun, hal yang perlu diperhatikan bahwa iPhone SE 3rd Gen tidak akan mendapatkan pembaruan atau update perangkat lunak iOS 18. Pembaruan iOS 18 masih bisa ditemukan di seri iPhone 11, iPhone 12, iPhone 13, iPhone 14, iPhone 15.
Melalui pembaruan software ini, para pengguna iPhone dapat menggunakan perangkat Android dan berbagi video dalam kualitas tinggi berkat dukungan protokol Rich Communication Services (RCS).
Berikut daftar harga iPhone dari situs resmi iBox per 6 Juli 2024:
-iPhone 11 Rp6.249.000
-iPhone SE 3rd Gen Rp6.999.000
-iPhone 12 Rp8.749.000
-iPhone 13 Rp10.249.000
-iPhone 13 Pro Rp13.499.000
-iPhone 14 Rp12.249.000
-iPhone 14 plus Rp12.499.000
-iPhone 14 Pro Rp16.999.000, turun dari Rp14.999.000 (Juni 2024)
-iPhone 14 Pro Max Rp15.999.000,
-iPhone 15 Rp14.249.000, naik dari Rp13.999.000 (Juni 2024)
-iPhone 15 plus Rp16.249.000, naik dari Rp15.999.000 (Juni 2024)
-iPhone 15 Pro Rp19.249.000 , naik dari Rp18.999.000 (Juni 2024)
-iPhone 15 Pro Max Rp23.249.000, naik dari Rp22.999.000 (Juni 2024)
Bisnis.com, JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) mempersiapkan layanan kecerdasan buatan (AI) untuk segmen enterprise dan layana publik. Keduanya akan bersaing ketat memperebutkan potensi pasar AI lewat masing-masing solusi yang ditawarkan.
AI dikabarkan berpotensi memberi kontribusi hingga US$13 triliun terhadap PDB Global. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1 triliun berada di Asia Tenggara dengan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar.
Guna menangkap peluang tersebut, persaingan keduanya makin ketat dalam menangkap peluang pertumbuhan itu. Sementara itu XL Axiata dan Smartfren tidak terlihat dan masih disibukan dengan urusan merger.
Indosat dan Nvidia, perusahaan teknologi yang berfokus pada AI, bakal meluncurkan produk AI pada September 2024 atau 3 bulan lagi. Solusi tersebut menyasar sektor publik.
Director & Chief Business Officer IOH Muhammad Buldansyah mengatakan kerja sama strategis yang terjalin antara Indosat dan NVIDIA akan mendorong terciptanya sejumlah solusi yang bakal berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
“Sebentar lagi tidak sampai 3 bulan kami akan memperkenalkan satu layanan AI untuk kepentingan publik,” kata Danny, Jumat (5/7/2024).
Sekadar informasi, Indosat menyiapkan capex hingga Rp12,7 triliun pada 2024. Perseroan mulai serius mengembangkan artificial intelligence (AI) bersama dengan Huawei dan Nvidia.
Perusahaan melakukan berbagai kerja sama strategis dengan berbagai mitra berskala global, mulai dari peluncuran pusat pameran inovasi, Indosat Marvelous Xperience (MX) Center, hingga kerja sama strategis dalam pengelolaan pusat data berteknologi tinggi.
Melalui kerja sama ini, AI Cloud milik Indosat dan Lintasarta yang didukung oleh Nvidia akan berkembang menjadi pusat data generasi baru yang berkelanjutan, hyper-connected dan dilengkapi kecerdasan buatan.
Danny menambahkan kerja sama yang terjadi dengan Nvidia juga membuat perusahaan memiliki lebih banyak layanan untuk di pasarnya.
Indosat berpeluang menawarkan GPU milik Nvidia kepada calon pelanggan enterprise. Selain itu, kemampuan dan kapabilitas Nvidia dalam mengelola AI juga menjadi hal yang dipasarkan Indosat ke pelanggan.
“[Produk kerja sama dengan Nvidia] Contohnya di perbankan, fraud management. Jika dilakukan dengan cara konvensional seperti saat ini bisa 1-2 minggu. Misalnya, validasi membuat akun, awalnya seminggu sekarang bisa menjadi lebih cepat,” kata Danny.
Gen AI Ted
Sementara itu, Telkom melalui anak usahanya, Telkomsel, telah meluncurkan solusi Gen AI Ted. Telkomsel telah lebih dahulu hadir ke pasar dengan membidik pasar enterprise untuk seluruh segmen. Perusahaan memastikan bahwa solusi terbaru itu relevan untuk semua pasar.
VP Corporate Strategy, Innovation, Sustainability, and Marketing Telkomsel, Endra Diputra mengatakan perusahaan tidak memandang ukuran suatu perusahaan saat mendorong Gen AI Ted.
Menurut Endar solusi Gen AI Ted cocok untuk seluruh segmen bahkan hingga UMKM kuliner seperti toko bakso. Ted dapat menjadi konsultan digital yang memberi masukan bagi para pelaku usaha.
"Usaha kecil sekarang pun butuh WiFi. Terus ada pertanyaan di mereka IndiHome atau Indibiz, paket yang mana yang dibutuhkan? Ted nanti bisa bantu. Pertanyaan tidak terbatas pada itu“ kata Endar kepada Bisnis, Jumat (5/7/2024).
Laporan Survei APJII 2023 menyebutkan bahwa sebanyak 45,37% enterprise di Indonesia bergantung dengan jaringan dan layanan internet dalam menjalankan bisnis. Bahkan 41,37% menyatakan sangat bergantung.
Tidak hanya itu, sebanyak 20,66% UMKM berpendapat bahwa internet dan solusi yang ada di dalamnya membantu meningkatkan pendapatan hingga di atas dua kali lipat. Sementara itu 40,03% UMKM mengalami peningkatan tetapi tidak sampai dua kali lipat.
Endra menambahkan bahwa Telkomsel terus melatih model Ted sehingga dapat memberikan jawaban yang akurat kepada pengguna.
Bagi Telkomsel, ketepatan Ted dalam menjawab setiap pertanyaan adalah pelanggan enterprise adalah hal yang terpenting. Saat ini Ted sudah dapat diakses di telkomsel.com/enterprise.
“Standar saya adalah seberapa banyak orang berinteraksi di website tersebut, kemudian seberapa banyak orang yang berinteraksi dengan Ted dan catch up dengan solusi yang diberikan Ted,” kata Endra.
Fokus Telkomsel dalam memberikan data yang tepat merupakan suatu langkah untuk menjawab keraguan perusahaan dalam menggunakan solusi gen AI.
Perusahaan keamanan dan pengiriman aplikasi multi cloud, F5, mengungkapkan bahwa inkompetensi data membuat enterprise malas menggunakan gen AI. Selain data, faktor biaya juga mempengaruhi.
Berdasarkan laporan bertajuk F5’s 2024 State AI Application Strategy Report, para pemimpin korporasi mengungkap ada tiga masalah utama yang dihadapi pada lapisan infrastruktur saat hendak memanfaatkan AI.
Pertama, sebanyak 62% responden korporasi menyatakan biaya komputasi merupakan pertimbangan yang utama dalam perluasan penggunaan AI. Kedua, 57% menyatakan kekhawatiran akan kualitas sistem keamanan menjadi alasanya selanjutnya.
Ketiga, lebih dari separuh responden atau sebanyak 55% menyatakan hasil kinerja di seluruh aspek model ini menjadi pertimbangan dalam penerapan A.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa implementasi teknologi AI tanpa melakukan pendekatan yang aman akan menimbulkan risiko dan mengancam keamanan suatu korporasi.
Dalam laporan tersebut, sebanyak 75% korporasi mengadopsi sistem AI dalam operasi bisnisnya. Namun, 72% dari jumlah tersebut justru melaporkan adanya isu pada kualitas data serta inkompetensi data yang signifikan pada pengadopsian sistem tersebut.
Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) memperkirakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Tanah Air bakal berjalan cukup agresif, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Vikram Sinha mengatakan bahwa AI secara tidak langsung akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
Peningkatan produktivitas hingga kreativitas di pelaku bisnis dan masyarakat akan membuat perekonomian Indonesia terus tumbuh. Adopsi teknologi ini pun diramal berjalan cukup agresif.
“Adopsi AI sangat penting untuk bisnis dan konsumen,” kata Vikram dalam sebuah diskusi telekomunikasi, Jumat (5/7/2024).
Laporan IBM menyebutkan bahwa 3 dari 4 perusahaan telah meningkatkan investasi mereka di AI karena merasakan dampak positif dari AI.
Para responden mengaku bahwa AI meningkatkan produktivitas karyawan hingga 40% dan memangkas ongkos operasional perusahaan hingga 50%.
Tidak hanya itu, berkat AI perusahaan-perusahan dapat merespons sebuah insiden 6x lebih cepat dibandingkan sebelum menggunakan AI.
Vikram juga meyakini bahwa AI merupakan batu loncatan di industri teknologi, terlebih pertumbuhan teknologi ini sangat cepat.
Sebagai gambaran, tidak lama setelah ChatGPT hadir, Sam Altman berhasil meraup 3 juta pengguna dalam waktu singkat. Jumlah pengguna AI akan meningkat lebih tajam lagi dalam 3-5 tahun ke depan.
Sementara itu, Director & Chief Business Officer IOH Muhammad Buldansyah mengatakan kerja sama strategis yang terjalin antara Indosat dan NVIDIA akan mendorong terciptanya sejumlah solusi yang bakal berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
“Sebentar lagi tidak sampai 3 bulan kami akan memperkenalkan satu layanan AI untuk kepentingan publik,” kata Danny, Jumat (5/7/2024).
Indosat menyiapkan capex hingga Rp12,7 triliun pada 2024. Perseroan mulai serius mengembangkan artificial intelligence (AI) bersama dengan Huawei dan Nvidia.
Perusahaan melakukan berbagai kerja sama strategis dengan berbagai mitra berskala global, mulai dari peluncuran pusat pameran inovasi, Indosat Marvelous Xperience (MX) Center, hingga kerja sama strategis dalam pengelolaan pusat data berteknologi tinggi.
Melalui kerja sama ini, AI Cloud milik Indosat dan Lintasarta yang didukung oleh Nvidia akan berkembang menjadi pusat data generasi baru yang berkelanjutan, hyper-connected dan dilengkapi kecerdasan buatan.
Teknologi ini nantinya akan diimplementasikan pada pusat data yang dioperasikan oleh BDx Indonesia, sebuah perusahaan patungan Indosat Ooredoo Hutchison, Lintasarta, dan BDx Data Center.
Sebagai technology powerhouse, Indosat bercita-cita menjadi salah satu penggerak utama dari demokratisasi digitalisasi di Tanah Air. Hal ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Indosat untuk menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia.
Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Ririek Adriansyah melihat potensi implementasi kecerdasan buatan (AI) pada sektor edukasi hingga UMKM pada masa mendatang. Perusahaan berusaha menangkap peluang tersebut.
Ririek mengatakan bahwa AI akan membantu memberi masukan yang lebih cepat dan bervariasi kepada UMKM. AI dapat menjadi mitra konsultasi UMKM dalam mengambil keputusan guna mendorong pertumbuhan bisnis.
Sebagai contoh, saat UMKM di luar Jakarta ingin memasarkan produk di Jakarta, mereka dapat bertanya tentang produk yang paling laris atau memiliki penjualan terbaik di Jakarta, tanpa harus merekrut konsultan atau melakukan riset pasar yang mahal dan lama.
“Kalau dia harus merekrut orang yang jago marketing itu memang bisa tetapi lama, dengan AI mereka cukup terkoneksi dengan satu web kemudian bertanya hal yang sama dan akan langsung mendapatkan jawaban dengan mudah, murah dan cepat,” kata Ririek dalam sebuah forum diskusi, Jumat (5/7/2024).
Sekadar informasi, dalam sebuah riset yang dilakukan Gartner, sebanyak 80% pelaku usaha global mengaku merasakan peningkatan pengetahuan usai menggunakan AI.
AI juga mampu memberikan masukan-masukan yang cemerlang, yang membuat mereka makin kreatif.
Kemudian, sebanyak 80% responden dalam riset Gartner mengaku akan menerapkan AI dalam proses bisnis mereka.
Ririek menambahkan bahwa AI dapat mendorong sektor edukasi di Tanah Air.
AI dapat membuat kualitas sekolah-sekolah di Indonesia menjadi meningkat karena akses informasi yang terbuka dengan hadirnya AI.
“Sepanjang ada konektivitas dan gadget, kita bisa menggunakan AI untuk belajar tanpa harus ada sekolah. Muridnya dapat merasakan pendidikan yang sama di manapun mereka berada. Kita bisa itu. Itu terbukti saat Covid-19,” kata Ririek.
Rirek mengatakan kecerdasan buatan adalah leap frog di sektor teknologi, di mana masyarakat dapat memperoleh informasi menarik tanpa harus belajar secara step by step.
Sementara itu anak usaha Telkom, Telkomsel, telah mengembangkan solusi AI untuk enterprise bernama Ted. Solusi AI ini ditujukan untuk seluruh segmen mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.
Ted ke depan dapat menjadi menjadi asisten virtual yang memberikan masukan kepada para pelaku usaha.
Diketahui, pemerintah tengah menyiapkan regulasi kecerdasan buatan (AI) yang aman, bertanggung jawab dan terpercaya guna menghadirkan rasa aman dan nyaman dalam memanfaaktan teknologi berbasis data tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menkominfo No. 9/2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.
Peluncuran SE ini menjadi tahap awal dalam mengembangkan model tata kelola kecerdasan artifisial, merespons kecepatan inovasi dan pemanfaatan teknologi ini.
Dalam perkembangannya, Kemenkominfo terus berupaya untuk membuat regulasi yang lebih mengikat perihal AI.
Tata kelola kecerdasan artifisial dapat menggunakan beberapa kerangka pendekatan sekaligus seperti teknologi, etika, dan hukum.
Pendekatan teknologi mencoba untuk mengatur kecerdasan artifisial dengan menggunakan infrastruktur teknologi, misalnya melalui sejumlah skema standarisasi, tanpa campur tangan hukum.
Sementara pendekatan etika mencoba menekankan refleksi moralitas atau kehidupan yang baik, misalnya dengan mengadopsi sejumlah prinsip seperti privasi, akuntabilitas, security and safety, transparansi, keadilan dan non-diskriminasi, kontrol manusia atas teknologi, dan promosi nilai-nilai kemanusiaan, dan lain sebagainya.
Sedangkan pendekatan hukum mencoba memvisualisasikan penggunaan undang-undang yang ada dan berlaku untuk kecerdasan artifisial, machine learning atau aplikasi robotik.
Bisnis.com, JAKARTA - Di bawah ini adalah kumpulan kode redeem ML hari ini, Sabtu 6 Juli 2024 yang bisa Anda klaim untuk mendapatkan hadiah spesial.
Moonton selaku pengembang game Mobile Legends rutin merilis kode redeem yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mendapatkan hadiah spesial gratis.
Demikian pada Sabtu, 6 Juli 2024 ini. Ada banyak kode redeem yang bisa Anda manfaatkan untuk ditukar dengan hadiah kejutan.
Akan tetapi jika Anda sudah melihat kode redeem-nya, Anda disarankan untuk lekas menukarkannya. Sebab satu kode redeem hanya bisa ditukarkan satu kali saja.
Update kode redeem ML hari ini, Sabtu 6 Juli 2024: