#30 tag 24jam
Berita Meme Coin Hari Ini: GOAT Memimpin, MEW, POPCAT dan BOME Mengikuti
Pasar meme coin hari ini dipicu sentimen bearish Bitcoin, dengan GOAT yang kembali memimpin dan diikuti oleh beberapa meme coin Solana. [368] url asal
#goat #koin-meme #meme-coin #meme-coin-hari-ini #memecoin-solana
(BlockChain-Media) 24/10/24 13:52
v/16927598/
Pasar kripto kembali ramai dengan performa menarik dari beberapa koin meme. Kenaikan harga GOAT yang mencolok berhasil menarik perhatian banyak investor, terutama di tengah sentimen bearish Bitcoin. Selain GOAT, ada juga MEW, POPCAT, dan BOME dari jaringan Solana yang menjadi meme coin hari ini yang menguntungkan. Perubahan minat investor ini menunjukkan bahwa banyak orang kini mencari alternatif investasi yang lebih inovatif dan menjanjikan di tengah ketidakpastian pasar.
Sentimen Bearish Bitcoin: Katalisator Utama Pasar Meme Coin Hari IniAlasan utama kenaikan beberapa meme coin hari ini tampaknya disebabkan oleh pergerakan Bitcoin yang belum jelas dan lebih mengarah pada sentimen bearish, sehingga trader dan investor memilih alternatif meme coin hari ini yang menguntungkan, seperti GOAT, POPCAT, MEW, ataupun BOME.
Sentimen bearish ini telah diprediksi oleh salah satu analis kripto terkemuka, Alan Santana. Dalam analisanya di TradingView, dia mengungkapkan bahwa ada kemungkinan harga Bitcoin akan turun signifikan dan memasuki fase bearish.
“Saya katakan di sini bahwa ini adalah awal, tetapi ini akan menjadi awal dari impuls bearish yang akan mengakhiri koreksi besar yang sudah berlangsung,” jelasnya.

Dia juga memperkirakan bahwa Harga Bitcoin dapat turun hingga US$28.000 apabila terjadi tekanan jual yang besar dan sentimen bullish tidak cukup kuat untuk mendorong harga, yang berpotensi menyebabkan koreksi besar-besaran.
“Ada kemungkinan Bitcoin bergerak lebih rendah, tetapi kita harus menunggu dan melihat bagaimana semuanya berakhir,” tambahnya.

Tren ini menunjukkan bahwa banyak investor dan trader memilih memecoin Solana sebagai alternatif untuk meraih keuntungan di tengah ketidakpastian pasar kripto.
TrenMeme CoinHari Ini: AI Masih Jadi Sorotan UtamaGOAT, koin meme yang terkait erat dengan AI, tampaknya masih menjadi meme coin hari ini yang menguntungkan. Koin ini terus menjadi pilihan utama para trader dan investor yang mencari keuntungan di tengah ketidakpastian pasar kripto.
Dengan kenaikan harga yang konsisten, terutama didukung oleh integrasi teknologi AI dan dukungan dari venture capital besar seperti a16z, GOAT terus menarik perhatian pasar.
Walaupun beberapa memecoin Solana, seperti MEW, POPCAT, dan BOME, juga terlihat kembali meraih momentum dengan kenaikan harga yang signifikan, fokus utama tren meme coin hari ini tetap terpusat pada koin meme berbasis AI seperti GOAT.
Di tengah ketidakpastian pasar kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum, memecoin AI seperti GOAT menunjukkan daya tarik yang kuat dan potensi keuntungan yang menjanjikan. [dp]
L2 Rollup Masih di Fase Honeymoon? Ini Dampaknya ke Ethereum
L2 Rollup disebut sebagai masa depan Ethereum, tapi ada tantangan besar dalam desentralisasi. Cari tahu peran kunci validator L1. [435] url asal
(BlockChain-Media) 24/10/24 11:30
v/16925193/
Ethereum, salah satu blockchain layer satu (L1) terbesar di dunia, terus menghadapi tantangan besar dalam memenuhi permintaan transaksi global yang terus meningkat.
Berdasarkan data terbaru dari Token Terminal, para pendukung Ethereum percaya bahwa tidak ada satu blockchain pun yang dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan transaksi on-chain global.
Namun, dengan meningkatnya penggunaan aplikasi kripto di arus utama, muncul kebutuhan yang lebih besar untuk kendali atas teknologi dan ekonomi. Bagaimana jaringan Ethereum dan L2 Rollup berperan dalam memenuhi kebutuhan ini?
L2 Rollup: Solusi untuk Aplikasi Kripto?Para pendukung Ethereum percaya bahwa aplikasi kripto yang sukses di arus utama akan menginginkan kontrol lebih atas teknologi dan ekonomi mereka.

Solusi yang paling realistis saat ini adalah memanfaatkan L2 rollup, yang memungkinkan aplikasi tersebut beroperasi di atas Ethereum namun dengan kecepatan dan biaya yang lebih rendah.
L2 rollup pada dasarnya menggabungkan transaksi di luar jaringan utama sebelum mengirimkannya kembali ke Ethereum untuk diproses.
Namun, penting untuk dicatat bahwa saat ini, banyak dari L2 rollup yang masih berada dalam fase awal atau honeymoon phase.
Artinya, belum ada tekanan nyata dari pasar maupun regulator yang mendorong mereka untuk sepenuhnya terdesentralisasi. Bagaimana tantangan ini akan diatasi oleh L2 rollup di masa depan?
Tantangan Desentralisasi bagi Jaringan L2Pada akhirnya, tekanan untuk desentralisasi akan datang, baik dari regulator maupun dari pasar. Ketika tekanan itu muncul, L2 rollups harus membuat pilihan sulit, apakah mereka akan membangun desentralisasi sendiri, atau membelinya dari validator di L1 Ethereum?
Pilihan untuk membangun desentralisasi yang lebih baik daripada yang sudah dimiliki Ethereum akan memerlukan waktu dan biaya yang signifikan.
Sejak lebih dari 10 tahun terakhir, jaringan L1 utama ini telah membangun pool validator yang terdesentralisasi dan tahan banting. Pekerjaan ini masih berlangsung, tetapi telah memberikan Ethereum reputasi sebagai salah satu blockchain paling aman dan terdesentralisasi di dunia.
Oleh karena itu, sebagian besar L2 kemungkinan besar akan memilih opsi untuk membeli desentralisasi dari validator L1 Ethereum, daripada membangun sendiri. Ini menimbulkan pertanyaan, siapa yang akan memiliki kekuatan harga dalam negosiasi ini?
Peran Validator L1 Ethereum dalam Ekosistem L2Validator di L1 Ethereum kemungkinan akan memiliki peran yang sangat penting dalam proses desentralisasi L2 rollup.
Jika para pengembang inti L1 tersebut terus berhasil mengimplementasikan perubahan dan pembaruan, seperti mekanisme burn biaya transaksi (EIP-1559) yang sukses, maka validator di L1 akan memiliki posisi tawar yang kuat.
Dengan penerapan EIP-1559 yang membakar sebagian dari biaya transaksi, para validator L1 Ethereum dapat memiliki keuntungan ekonomi yang semakin kuat. Validator ini akan memiliki kekuatan lebih dalam menentukan harga ketika L2 rollup berusaha untuk membeli desentralisasi dari mereka.
Ini membuat ekosistem Ethereum tetap relevan dan semakin memperkuat peran L1 dalam mendukung perkembangan L2 di masa depan. [st]
Dogecoin Bakal Anjlok Lagi? Analisis Terbaru Bikin Penasaran
Dogecoin diprediksi akan turun lagi berdasarkan analisis terbaru. Apakah ini akhir atau justru peluang besar? Simak ulasan lengkapnya. [456] url asal
(BlockChain-Media) 24/10/24 11:00
v/16922073/
Dogecoin (DOGE) saat ini sedang dipantau ketat oleh para analis, setelah menunjukkan tanda-tanda penurunan meskipun sempat mengalami lonjakan harga baru-baru ini.
Berdasarkan analisis terbaru yang disampaikan oleh seorang analis popular di dunia kripto, Alan Santana di TradingView, DOGE tampaknya akan kembali mengalami penurunan harga dalam beberapa minggu mendatang.
Lonjakan Harga DOGE Gagal BertahanSantana, yang sebelumnya membagikan analisis bullish tentang Dogecoin, kini memperbarui pandangannya terkait pergerakan harga koin ini.
“Saya percaya saya baru-baru ini membagikan analisis bullish untuk Dogecoin. Jika Anda membaca analisis ini, ini adalah pembaruan penting,” ujar Alan Santana, dalam analisis terbarunya.

Menurut Santana, lonjakan terbaru yang dialami Dogecoin telah mencapai puncaknya dan tampaknya merupakan gerakan bullish yang gagal.

Lonjakan tersebut menemukan resistensi di level yang sama dengan yang menyebabkan crash pada 5 Agustus lalu. Untuk pair DOGEUSDT, level tinggi ini terjadi pada 21 Juli sekitar US$0,14300, yang ditandai dengan garis biru pada grafik.
Setelah mencapai titik tersebut, DOGE kini kembali diperdagangkan di bawah level ini dan membentuk pola rounded top, yang sering kali menjadi sinyal penurunan lebih lanjut.
“Dogecoin diprediksi akan bergerak lebih rendah berdasarkan kondisi grafik, pasar dan sinyal-sinyal yang ada saat ini,” tambah Santana.
Potensi Penurunan Harga dan Pergerakan SelanjutnyaMeskipun tampaknya Dogecoin akan mengalami penurunan, Santana menambahkan bahwa situasi ini dapat mengarah pada pembentukan bottom yang lebih tinggi. Ini berarti bahwa meskipun akan ada penurunan, level terendah yang dicapai tidak perlu terlalu rendah.
Penurunan ini diperkirakan akan berada di sekitar level terendah pada 5 Agustus, sedikit lebih tinggi atau lebih rendah, namun kemungkinan besar tidak akan terlalu ekstrem.
“Kabar baiknya adalah jenis pergerakan seperti ini dapat menghasilkan bottom yang lebih tinggi, yang berarti penurunan tidak perlu sangat rendah,” ungkap Santana.
Santana juga memberikan saran bagi para trader dan holderDOGE. Dia menyarankan untuk menutup posisi long, karena diperkirakan harga akan terus menurun dalam beberapa minggu atau bulan ke depan.
Bagi mereka yang memegang posisi spot, dia merekomendasikan untuk menjual terlebih dahulu dan membeli kembali saat harga lebih rendah.
“Jika Anda adalah holder jangka panjang, Anda bisa menunggu seluruh pergerakan ini selesai, karena kemungkinan hanya akan berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan,” tambah Santana.
Prediksi Jangka Panjang dan Potensi Pertumbuhan di 2025Bagi mereka yang merupakan akumulator jangka panjang, Santana menyarankan agar tetap mempertahankan koin mereka dan membeli lebih banyak ketika harga turun.
“Jika Anda seorang holder jangka panjang, Anda bisa tetap menyimpan koin Anda dan membeli lebih banyak saat harga turun. Kita akan melihat pertumbuhan besar-besaran pada tahun 2025,” ujar Santana optimis.
Pada saat penulisan, Dogecoin diperdagangkan di kisaran US$0,1402, mengalami penguatan sebesar 1,87 persen dalam 24 jam terakhir.
Meskipun demikian, dengan adanya sinyal penurunan yang terus muncul di grafik, para trader dan investor diharapkan untuk tetap waspada dalam beberapa minggu ke depan. [st]
Penambang Bitcoin Core Scientific Terjun ke Dunia AI, Mengapa Sekarang?
Penambang Bitcoin Core Scientific menandatangani kesepakatan besar senilai US$8,6 miliar untuk memperluas kemampuan AI. Bagaimana dampaknya? [493] url asal
#core-scientific #penambang-bitcoin
(BlockChain-Media) 24/10/24 10:30
v/16922074/
Core Scientific, salah satu perusahaan penambang Bitcoin terbesar di dunia, telah menandatangani kesepakatan senilai US$8,6 miliar untuk membantu perusahaan komputasi awan CoreWeave memperluas kemampuan kecerdasan buatan (AI).
Kesepakatan ini akan membuat Core Scientific membangun infrastruktur 500 megawatt guna mendukung kluster AI CoreWeave. Penambang Bitcoin ini telah lama terlibat dalam dunia AI, jauh sebelum tren kecerdasan buatan meningkat.
Core Scientific: Pemain Lama di Dunia AI dengan Keunggulan InfrastrukturCore Scientific bukanlah pendatang baru dalam industri AI. Perusahaan ini mulai terlibat dalam proyek AI sejak 2019, bahkan sebelum AI menjadi tren global.
“Core Scientific awalnya adalah operator pusat data yang menyediakan layanan kolokasi daripada penambangan eksklusif,” kata Kepala Penelitian di perusahaan penasihat di bidang penambangan kripto BlocksBridge Consulting, Wolfie Zhao, dilansir dari Coindesk.

Dia juga menambahkan bahwa pengalaman Core Scientific dalam membangun infrastruktur khusus aplikasi telah memberikan keunggulan dibandingkan pesaingnya.
Selain itu, Core Scientific memiliki pengalaman dalam menggunakan berbagai mesin komputasi berkinerja tinggi. Sebelum Ethereum beralih ke mekanisme konsensus proof-of-stake pada tahun 2022, perusahaan ini telah menggunakan unit pemrosesan grafis (GPU) untuk menambang Ether (ETH).
“Kami telah menjadi penyedia hosting GPU terbesar untuk CoreWeave selama bertahun-tahun. Kami bekerja sama dalam banyak proyek teknik saat mereka mengembangkan bisnis komputasi awan mereka,” ungkap Chief Development Officer Core Scientific, Russell Cann.
Kesepakatan dengan CoreWeave tidak muncul begitu saja. Ada banyak kepercayaan yang terjalin, dan perusahaan telah bekerja sama dalam banyak aspek rekayasa.
Kerjasama ini memperlihatkan bahwa Core Scientific tidak hanya beralih ke AI, tetapi mengembangkan bisnisnya dengan tetap memanfaatkan keunggulan intinya.
Perbedaan Kebutuhan Infrastruktur Antara Penambangan Bitcoin dan Kluster AIPerbedaan mendasar antara pusat data AI dan penambangan Bitcoin juga menjadi fokus utama dalam kesepakatan ini. Infrastruktur untuk kluster AI membutuhkan tingkat keandalan yang lebih tinggi, dengan sistem cadangan listrik seperti baterai dan generator.
“Jika listrik padam di tambang Bitcoin, tidak masalah. Namun, untuk AI, uptime sangat penting,” jelas Cann.
Selain itu, metode pendinginan untuk GPU AI jauh lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan dengan penambangan Bitcoin tradisional, yang biasanya hanya menggunakan kipas atau cairan dielektrik.
Biaya pembangunan infrastruktur AI juga jauh lebih tinggi. Cann mengungkapkan bahwa untuk membangun situs penambangan Bitcoin kelas dunia, biayanya berkisar antara US$500.000 hingga US$750.000 per megawatt.
Namun, biaya tersebut melonjak hingga US$10 juta hingga US$12 juta per megawatt untuk GPU yang digunakan dalam AI. Kesepakatan 500 megawatt dengan CoreWeave diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar US$5 miliar.
Core Scientific memiliki jejak infrastruktur yang kuat, dengan 1.600 megawatt infrastruktur listrik berat yang sudah dimiliki dan 1.200 megawatt perjanjian pembelian listrik.
“Banyak yang mengatakan kami beralih ke AI, tetapi kami sudah lama berkecimpung di bidang ini. Kami hanya memanfaatkan kondisi pasar untuk memperluas segmen AI kami,” tambah Cann.
Kecepatan industri penambangan Bitcoin juga telah membentuk tim di Core Scientific, yang terdiri dari orang-orang berpengalaman dalam membangun pusat data tradisional. Menurut Cann, pengalaman mereka di industri yang beroperasi 24 jam sehari, 365 hari setahun, telah memberi mereka keunggulan kompetitif. [st]
Kembali Merah, Apakah Bitcoin Akan Mengalami Nasib yang Sama Seperti Tahun 2021?
Bitcoin mulai melemah di Oktober 2024, mirip pola 2021. Trader popular memperkirakan koreksi besar, sementara altcoin justru naik. [431] url asal
(BlockChain-Media) 24/10/24 10:00
v/16922072/
Pergerakan pasar kripto utama pada bulan Oktober 2024 menunjukkan tanda-tanda yang mirip dengan pola di tahun-tahun sebelumnya, di mana Bitcoin dan Ethereum kembali merah, menyita perhatian.
Sementara itu, di saat kripto utama berperforma kurang apik, altcoin berukuran menengah dan kecil justru menunjukkan tren kenaikan yang mencolok.
Pola Historis Mengulang Diri: Pelajaran dari 2021Menurut trader popular Alan Santana di TradingView, pergerakan harga BTC pada bulan Oktober 2024 tampaknya mengikuti pola yang mirip dengan peristiwa di bulan April dan November 2021.

Pada dua periode tersebut, tren bullish awal bulan dengan cepat berubah menjadi bearish menjelang akhir bulan, yang akhirnya menandai akhir pasar bullish dan dimulainya fase pasar bearish yang panjang.
“Kita melihat pola serupa pada Oktober 2024. Bulan ini dimulai dengan hijau, harga bergerak naik, namun sekarang mulai memerah. Doji yang muncul pada April dan November 2021 juga muncul bulan ini, masih hijau, namun bisa berubah merah,” ujar Alan Santana.
Santana pun menambahkan bahwa, jika hal tersebut terjadi, itu akan mengonfirmasi lower high jangka panjang, sekitar lebih dari enam bulan, dan kemungkinan akan menjadi awal dari koreksi besar pada BTC.
Kemunduran Pasar Kripto: Bitcoin dan Ethereum Berada di Bawah TekananBitcoin, yang mencapai puncaknya pada Maret 2024 dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH), kini mulai mengalami tekanan bearish yang kuat.
Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$67.071,10, turun 0,26 persen dalam 24 jam terakhir. Menurut Santana, meskipun bulan Oktober dimulai dengan momentum kenaikan, saat ini harga mulai jatuh dan ada potensi koreksi lebih dalam.
Santana mencatat bahwa level-level support utama untuk Bitcoin berada di US$55.000, US$44.000 dan US$36.000.
“Sangat mungkin Bitcoin akan turun lebih jauh, namun kita perlu menunggu dan melihat bagaimana ini semua berakhir,” ujarnya.
Ethereum juga mengalami nasib serupa, dengan pergerakan harga yang mencerminkan bias bearish yang signifikan.
Altcoin: Cahaya di Tengah Ketidakpastian PasarMeskipun Bitcoin dan Ethereum menunjukkan tanda-tanda pelemahan, situasi berbeda terjadi di kalangan altcoin berukuran menengah dan kecil.
Banyak dari altcoin ini, termasuk memecoin, justru mengalami lonjakan harga yang signifikan, mencatat kenaikan dua hingga tiga digit, sementara raksasa seperti Bitcoin dan Ethereum terus bergerak turun.
“Altcoin berukuran menengah dan kecil sangat bullish dan mencatat kenaikan luar biasa, sementara raksasa pasar terus mengalami pelemahan,” ungkap Alan Santana.
Kondisi pasar yang bervariasi ini menimbulkan tantangan bagi para investor kripto. Di satu sisi, raksasa pasar seperti Bitcoin dan Ethereum terus menghadapi tekanan, namun di sisi lain, beberapa altcoin justru menawarkan peluang keuntungan yang besar.
Masa depan pasar kripto masih belum pasti, namun para trader akan terus mengamati bagaimana pergerakan ini berkembang dalam beberapa minggu ke depan. [st]
Mata Uang Digital CBDC: Inovasi Revolusioner dengan Tantangan yang Besar
Mata Uang Digital CBDC jadi solusi yang revolusioner tetapi bank hadapi rintangan biaya yang menghambat adopsinya. [690] url asal
#cbdc #mata-uang-digital-bank-sentral #mata-uang-digital-cbdc #rusia
(BlockChain-Media) 23/10/24 20:38
v/16894147/
Mata uang digital CBDC dianggap sebagai inovasi revolusioner dalam sistem keuangan global. Namun, di balik potensi besarnya, teknologi ini juga membawa tantangan signifikan, terutama bagi bank kecil dan menengah yang harus mengadaptasi infrastruktur mereka untuk mengakomodasi perubahan ini.
Di Rusia, adopsi Rubel digital telah memicu diskusi luas tentang biaya besar yang harus dikeluarkan oleh bank tersebut untuk dapat beroperasi dalam ekosistem keuangan digital baru ini.
Meskipun adopsi CBDC menawarkan manfaat besar seperti peningkatan efisiensi sistem pembayaran dan pengurangan ketergantungan pada uang tunai, tantangan finansial dan teknis yang muncul tidak bisa diabaikan.
Kendala Biaya dan Aspek Teknis yang Dihadapi BankSalah satu tantangan utama dalam adopsi mata uang digital CBDC adalah besarnya biaya yang diperlukan untuk meng-upgrade sistem perbankan.

Menurut laporan dari Kommersant.ru, biaya investasi minimum untuk mengadopsi Rubel digital diperkirakan berkisar antara 120 hingga lebih dari 200 juta Rubel.
Alexey Voylukov, profesor praktik bisnis MBA di bidang keuangan digital di RANEPA, juga berpendapat bahwa adopsi CBDC perlu diperhatikan dengan seksama, karena biaya yang harus dikeluarkan oleh bank kecil ataupun menengah tidaklah sedikit.
“Bagi sebagian besar bank menengah, ini juga bisa menjadi investasi tanpa imbal hasil, mereka mungkin tidak memiliki satu pun klien dengan dompet Rubel digital, tetapi mereka harus mengeluarkan uang untuk infrastruktur dan pemeliharaannya,” jelasnya sebagaimana tertera pada laporan tersebut.
Selain itu, Rubel juga digital mengharuskan bank untuk melakukan pembaruan menyeluruh terhadap sistem-sistem mereka, termasuk layanan remote banking services (RBO) dan automated banking system (ABS).
“Bahkan untuk bank menengah, biaya investasi hardware tidak kurang dari 40 juta Rubel, dan software tidak kurang dari 80 juta Rubel,” menurut temuan laporan itu.
Ini menunjukkan bahwa tantangan finansial bukan satu-satunya masalah, tetapi juga adanya kebutuhan untuk mengembangkan infrastruktur teknis yang mampu mendukung operasi dengan mata uang digital bank sentral.
SolusiCloudsebagai Alternatif?Meskipun biaya besar menjadi penghalang utama yang menghambat adopsi mata uang digital CBDC di Rusia, beberapa ahli percaya bahwa solusi cloud dapat membantu mengurangi beban finansial ini.
Solusi cloud memungkinkan bank kecil dan menengah untuk mengakses infrastruktur yang dibutuhkan tanpa harus melakukan investasi besar-besaran di awal.
“Platform cloud dan bentuk perantara lainnya dapat secara tidak langsung menyediakan layanan yang diperlukan,” jelas Viktor Dostov, Ketua Asosiasi Peserta Pasar Uang Elektronik.
Namun, ketersediaan dan kecepatan pengembangan solusi ini masih menjadi tanda tanya. Bank kecil membutuhkan solusi yang cepat dan efisien agar dapat mengikuti perubahan di pasar, dan jika teknologi ini tidak segera tersedia, mereka berisiko tertinggal dalam adopsi CBDC.
Selain itu, biaya jangka panjang dari penggunaan solusi cloud juga harus diperhitungkan, karena bank tersebut mungkin masih perlu membayar lisensi tambahan seiring dengan meningkatnya volume transaksi.
Tantangan Besar Adopsi Mata Uang Digital CDBCTantangan yang dihadapi oleh bank kecil di Rusia juga dapat dilihat dalam kasus adopsi CBDC di Norwegia. Norges Bank, bank sentral Norwegia, saat ini sedang mempelajari kemungkinan adopsi mata uang digital CBDC, tetapi mereka tidak merasa terburu-buru untuk mengimplementasikannya.
Meskipun Norwegia merupakan salah satu negara paling cashless di dunia, mereka mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dan memilih untuk terlebih dahulu membuat rencana yang matang sebelum mengadopsinya secara masal.
Hal ini menunjukkan bahwa bahkan di negara-negara dengan infrastruktur keuangan digital yang maju, ada kesadaran bahwa adopsi CBDC memerlukan perencanaan yang cermat, terutama terkait dengan biaya dan dampaknya pada stabilitas keuangan.
Saat ini, Norges Bank lebih terfokus pada pendekatan wholesale, yang dirancang untuk transaksi antara bank dan bank sentral, sambil mempertimbangkan opsi untuk retail.
Prospek Jangka Panjang Mata Uang Digital CBDCMeskipun saat ini adopsi Rubel digital dan mata uang digital CBDC lainnya, seperti Brasil, Indonesia dan Norwegia tampak penuh tantangan, para ahli percaya bahwa dalam jangka panjang, biaya adopsi akan menurun seiring dengan meningkatnya ketersediaan solusi berbasis cloud dan teknologi siap pakai.
Selain itu, pengalaman bank besar yang sudah lebih dulu terhubung ke platform digital diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi bank kecil dan menengah untuk mengikuti jejak mereka.
“Pada akhirnya, kami berharap munculnya solusi out-of-the-box dan platform cloud yang dapat menurunkan ambang batas masuk secara signifikan,” kata Sergey Dobridnyuk, Kepala Lini Produk di Diasoft.
Solusi ini diharapkan akan membantu mempercepat adopsi CBDC di kalangan bank kecil dan menengah, sehingga membuat mata uang digital bank sentral ini lebih dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. [dp]
Binance Hari Ini Umumkan Delisting, Aset Kripto Asal Indonesia Salah Satunya
Binance hari ini umumkan delisting aset kripto, termasuk Rupiah Token (IDRT). Temukan detail selengkapnya di sini. [645] url asal
#binance #delisting #idrt #pengumuman-binance-hari-ini
(BlockChain-Media) 23/10/24 20:33
v/16894155/
Pengumuman Binance hari ini baru saja memberitahukan akan melakukan delisting terhadap beberapa aset digital yang dianggap tidak lagi memenuhi standar yang ditetapkan.
Salah satu aset yang akan terkena dampak dari keputusan ini adalah Rupiah Token (IDRT), sebuah aset kripto asal Indonesia yang dipatok pada nilai Rupiah.
Aset lainnya yang akan dihapus adalah Keep3rV1 (KP3R), Ooki (OOKI), dan Unifi Protocol DAO (UNFI). Proses delisting Binance hari ini akan mulai berlaku pada 6 November 2024.
Dalam pernyataannya, Binance menekankan komitmen mereka untuk selalu menyediakan layanan terbaik dan aman bagi para penggunanya di seluruh dunia.

Pengumuman Binance hari ini bukanlah langkah pertama dalam melakukan delisting aset. Binance secara berkala melakukan evaluasi terhadap semua aset yang terdaftar di platform untuk memastikan bahwa setiap aset memenuhi standar yang diperlukan.
Apa Itu Rupiah Token (IDRT)?Rupiah Token (IDRT) adalah kripto yang dikeluarkan oleh PT Rupiah Token Indonesia, sebuah startup yang berbasis di Indonesia. Token ini dirancang untuk meniru nilai mata uang Rupiah Indonesia dalam bentuk digital.
Dijalankan di atas jaringan blockchain Ethereum sebagai token ERC-20, IDRT menawarkan keamanan, transparansi, dan kecepatan transaksi yang diharapkan oleh para pengguna.
Aset kripto seperti IDRT menjadi sangat penting dalam ekosistem kripto karena menawarkan stabilitas harga yang didasarkan pada mata uang fiat, dalam hal ini Rupiah.
IDRT bertujuan untuk memberikan alternatif stabil bagi para pengguna kripto di Indonesia, terutama mereka yang ingin berdagang di pasar internasional namun tetap memiliki aset yang terikat dengan mata uang lokal.
Token IDRT memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi di bursa kripto global dengan nilai yang lebih stabil dibandingkan dengan aset kripto yang lebih volatil seperti Bitcoin atau Ethereum.
Alasan UtamaDelistingBinance Hari IniPengumuman Binance hari ini untuk melakukan delisting terhadap beberapa aset digital didasarkan pada sejumlah kriteria penting.
Salah satu faktor utama adalah komitmen tim pengembang terhadap proyek, serta kualitas aktivitas pengembangan yang dilakukan. Binance juga mempertimbangkan seberapa aktif tim tersebut berinovasi dan menjaga relevansi aset mereka di pasar.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan delisting Binance hari ini adalah volume perdagangan dan likuiditas aset di pasar. Jika volume perdagangan aset tersebut terus menurun atau likuiditasnya berkurang, aset tersebut dianggap kurang menarik bagi pengguna dan mungkin perlu dihapus dari platform.
Binance menegaskan bahwa mereka hanya ingin mempertahankan aset yang memiliki jaringan yang kuat dan aman dari berbagai risiko, termasuk serangan cyber dan masalah kontrak pintar.
Perubahan regulasi di berbagai negara juga bisa memengaruhi keputusan delisting. Binance ingin memastikan bahwa semua aset yang terdaftar di platform memberikan kontribusi positif terhadap pasar kripto yang sehat dan berkelanjutan.
DampakDelistingBinance Hari Ini terhadap PenggunaPengguna yang memiliki salah satu dari empat aset yang akan dihapus, yakni IDRT, KP3R, OOKI, atau UNFI, disarankan untuk segera menyelesaikan perdagangan mereka sebelum 6 November 2024 pukul 03:00 UTC. Setelah tanggal tersebut, semua pasangan perdagangan untuk aset-aset ini akan dihentikan.
Meskipun perdagangan dihentikan, pengguna masih memiliki kesempatan untuk menarik dana mereka dalam waktu yang ditentukan, yang biasanya akan diinformasikan lebih lanjut setelah pengumuman Binance hari ini.
Bagi komunitas kripto di Indonesia, keputusan Binance hari ini yang melakukan delisting terhadap Rupiah Token (IDRT) memiliki dampak tersendiri. Token ini merupakan salah satu koin yang berupaya menawarkan likuiditas berbasis Rupiah dalam perdagangan kripto global.
Delisting ini dapat mempengaruhi ekosistem perdagangan kripto lokal, meskipun pengaruhnya terhadap pasar global mungkin terbatas.
Hal ini memberikan sinyal penting bagi proyek-proyek lokal di Indonesia untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas mereka agar tetap relevan di pasar yang kompetitif ini.
Pesan Binance untuk Proyek Kripto dan InvestorLangkah delisting Binance hari ini menjadi pengingat bahwa industri kripto merupakan ekosistem yang terus berkembang dan penuh tantangan. Binance menegaskan bahwa proyek-proyek yang ingin bertahan harus terus berinovasi, menjaga transparansi, serta mematuhi regulasi yang ada.
Kegagalan untuk memenuhi ekspektasi pasar dan regulasi dapat mengarah pada delisting, yang dapat berdampak signifikan terhadap proyek dan pengguna.
Pengumuman Binance hari ini menegaskan bahwa keputusan delisting aset kripto yang tidak dapat mempertahankan kinerja dan stabilitas mereka mungkin akan menghadapi nasib serupa di masa depan. [dp]
Reku Tegaskan Lagi Siap Dapatkan Lisensi PFAK Sesuai Aturan Baru Bappebti
Robby, Pendiri Reku, menegaskan sekali lagi bahwa pihaknya siap mendapatkan lisensi PFAK sesuai aturan baru Bappebti. [626] url asal
#aset-kripto #bursa-kripto #cpfak #indonesia #pfak #reku
(BlockChain-Media) 23/10/24 17:00
v/16886301/
Reku, platform perdagangan aset kripto di Indonesia, menunjukkan kesiapan untuk mendapatkan lisensi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) setelah mengikuti semua proses sesuai dengan aturan baru yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dengan telah melalui tahap uji kelayakan yang melibatkan komisaris, direksi, dan penerima manfaat, pihak Reku optimis bahwa lisensi PFAK akan segera diberikan. Terpantau dari data terkini, baru 6 entitas yang berkategori sebagai PFAK sebagai anggota di bursa berjangka aset kripto Indonesia, CFX.
Proses operasional Reku tetap berjalan dengan baik, sejalan dengan ketentuan terbaru Bappebti. Reku telah menyelesaikan berbagai tahapan yang diperlukan untuk mendapatkan status PFAK.
Selain uji kelayakan, perusahaan ini juga telah menjalani pemeriksaan fisik yang mencakup pengecekan proses penerimaan pengguna dan pencatatan transaksi. Seluruh sistem yang diterapkan telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Bappebti.
“Reku sudah melalui seluruh tahapan untuk mendapatkan status PFAK. Kami percaya bahwa proses ini memberikan kepastian hukum bagi pengguna di Indonesia terkait perdagangan aset kripto,” ujar Robby, Pendiri crypto exchange Reku dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Rabu (23/10/2024).

Dia juga menambahkan bahwa Bappebti telah memberikan kesempatan kepada Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang belum mendapatkan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) dan Surat Persetujuan Anggota Kliring (SPAK) untuk mendaftar paling lambat tujuh hari setelah peraturan baru diterbitkan.
Terkait proses mendapatkan lisensi PFAK, Reku menilai bahwa proses yang ditentukan oleh Bappebti sudah jelas dan transparan.
“Proses ini bukan hanya berlaku untuk kami, tetapi juga untuk seluruh pelaku pasar, dengan tujuan menciptakan ekosistem perdagangan kripto yang aman dan teratur di Indonesia,” tambah Robby, bahwa berdasarkan Peraturan Baru pada 16 Oktober 2024, entitas non perorangan seperti badan hukum bisa membuka akun aset kripto.
Pentingnya kepatuhan terhadap regulasi diungkapkan oleh pihak Reku, di mana aturan baru Bappebti menekankan perlunya pengawasan yang ketat dalam perdagangan aset kripto.
“Dengan adanya regulasi yang ketat, kami percaya bahwa ekosistem perdagangan kripto di Indonesia dapat tetap aman dan teratur,” tambah Robby.
Reku Luruskan InformasiNamun, beberapa pihak melaporkan bahwa deadline untuk pendaftaran CPFAK diperpanjang hingga akhir November 2024. Informasi ini menunjukkan adanya kekeliruan, di mana CPFAK yang telah menerima SPAB dan SPAK harus melanjutkan permohonan izin ke Bappebti dalam waktu satu bulan. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku industri kripto mengenai tenggat waktu yang harus dipatuhi.
Reku mengingatkan semua pihak untuk memperhatikan informasi yang jelas dan akurat terkait regulasi yang berlaku. Pihaknya berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan peraturan yang ada demi menjaga kepercayaan dan keamanan pengguna dalam bertransaksi.
Dengan langkah-langkah yang diambil dan komitmen untuk mematuhi regulasi, Reku berharap bisa menjadi salah satu platform terdepan dalam perdagangan aset kripto di Indonesia.
Ke depannya, mereka optimis bisa memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh Bappebti dan mendapatkan lisensi PFAK secepatnya.
Baru 6 Perusahaan Terdaftar sebagai PFAKTerpantau di situs CFX (bursa berjangka kripto yang diatur oleh Pemerintah Indonesia) per Rabu (23/10/2024), baru 6 perusahaan crypto exchange yang terdaftar sebagai PFAK (sebagai anggota bursa), yakni Pintu (PT Pintu Kemana Saja), Pluang (PT Bumi Santosa Cemerlang), Tokocrypto (PT Aset Digital Berkat), Ajaib (PT Kagum Teknologi Indonesia), dan Triv (PT Tiga Inti Utama), dan Bitwewe (PT Sentra Bitwewe Indonesia).
Sementara itu yang berstatus CPFAK adalah KMK (PT Kripto Maksima Koin), Stockbit (PT Coinbit Digital Indonesia), MAKS (PT Mitra Kripto Sukses), Mobee (PT CTXG Indonesia Berkarya), Bitwewe (PT Sentra Bitwewe Indonesia), Coinvest (PT Pedagang Aset Kripto), Fasset (PT Gerbang Aset Digital), Vonix (PT Samuel Kripto Indonesia), Astal (PT Aset Instrumen Digital), Coinx (PT Kripto Inovasi Nusantara), NVX (PT Aset Kripto Internasional), Reku (PT Rekeningku Dotcom Indonesia), GudangKripto (PT Gudang Kripto Indonesia), dan INDODAX (PT Indodax Nasional Indonesia), Digital Exchange (PT Indonesia Digital Exchange), Bursa Kripto Indonesia (PT Bursa Kripto Indonesia), dan Naga Exchange (PT Cipta Koin Digital).
Tertera pula entitas berkategori baru, yakni Non-CPFAK yang diisi oleh NOBI (PT Enkripsi Teknologi Handal). [ps]
Bank Sentral Norwegia Ungkap Rencana Adopsi CBDC
Norwegia siapkan rencana adopsi CBDC untuk masa depan sistem keuangan yang lebih stabil dan efisien di era digital. [606] url asal
#bank-sentral-cbdc #cbdc #mata-uang-digital-cbdc #norwegia
(BlockChain-Media) 23/10/24 17:00
v/16886300/
Norges Bank, sebagai bank sentral Norwegia, akan memfinalisasi rekomendasi mengenai perlunya mata uang digital CBDC dan rencana adopsinya pada tahun depan. Langkah ini menandai fase penting menuju era baru dalam ekosistem keuangan negara yang dikenal sebagai salah satu yang paling cashless di dunia.
Meskipun negara-negara lain, seperti Swiss dan Brasil, telah mengambil langkah maju dengan rencana mereka, Bank Sentral Norwegia menyatakan bahwa tidak ada urgensi untuk mempercepat proses tersebut dan masih mengeksplorasi peran CBDC dalam sistem keuangannya.
Keberlanjutan Penggunaan Uang TunaiDikutip dari laporan Bloomberg, Pal Longva, Wakil Gubernur Bank Sentral Norwegia, dalam wawancaranya di Oslo menegaskan bahwa Norwegia tidak merasa tertekan untuk segera melakukan perubahan.
“Saya tidak berpikir kita tertinggal dalam upaya CBDC. Kami sejalan dengan banyak bank sentral lainnya. Kami sedang mempelajari isu-isu kompleks dan memiliki banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dievaluasi. Saat ini, tidak ada urgensi,” ungkapnya pada wawancara tersebut, Selasa (22/10/2024).

Meskipun penggunaan uang tunai di Norwegia mengalami penurunan yang signifikan, survei sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaannya tetap stabil dalam beberapa tahun terakhir. Hanya sekitar 2 persen dari total peserta dalam survei yang dilakukan oleh Norges Bank menyatakan mereka menggunakan uang tunai saat melakukan pembayaran di tempat fisik.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Norwegia mulai beradaptasi dengan sistem pembayaran digital. Peran CBDC dalam transisi ini menjadi sangat penting, karena dapat memberikan alternatif yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat dalam melakukan transaksi.
Brasil Selangkah Lebih Maju dalam Pengembangan CBDCDi sisi lain, Brasil juga melanjutkan pengembangan CBDC yang dikenal sebagai Drex. Fase kedua uji coba Drex kini dibuka bagi lebih banyak peserta untuk menguji transaksi yang lebih kompleks, dengan tujuan mempersiapkan adopsi CBDC di berbagai sektor keuangan.
Inisiatif ini mencerminkan tren global yang semakin mendorong negara-negara untuk mempercepat adopsi CBDC, sejalan dengan Norwegia yang tetap mengawasi perkembangan ini.
Drex dirancang untuk mengatasi berbagai kebutuhan transaksi digital, mulai dari penyelesaian sekuritas hingga transaksi antarbank.
Dalam fase uji coba tersebut, BCB berharap dapat memperluas cakupan Drex dan mengundang lebih banyak pihak untuk berpartisipasi.
Langkah Brasil ini juga menunjukkan bahwa negara-negara lain, termasuk Indonesia dan Norwegia, sedang aktif dalam proses pengembangan mata uang digital CBDC mereka sendiri.
Pendekatan Hati-hati dalam Pengembangan CBDCLongva Menambahkan bahwa Norges Bank berencana untuk mengeksplorasi adopsi CBDC dengan dua versi. Wholesale adalah versi pertama yang dirancang untuk transaksi antara bank dan bank sentral, sementara versi ritel akan digunakan langsung oleh konsumen.
“Belakangan ini, ada kecenderungan di banyak bank sentral untuk memberikan bobot yang lebih besar pada studi pendekatan wholesale, termasuk di Norwegia,” jelasnya.
Longva menekankan pentingnya kolaborasi dengan bank-bank swasta dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses ini. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan CBDC bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang dialog dan kerjasama dengan berbagai pihak yang terlibat.
Peran CBDC dalam menciptakan sistem keuangan yang lebih stabil dan efisien sangat penting di era digital ini.
Menjelang tenggat waktu laporan pemerintah pada 15 November mengenai pembayaran yang aman dan sederhana, keputusan mengenai adopsi CBDC akan bergantung pada para pembuat kebijakan di Norwegia.
Harapan Baru untuk Masa Depan Sistem KeuanganDengan semua perkembangan ini, Norwegia berupaya mempersiapkan diri untuk era baru dalam sistem keuangan, di mana peran CBDC dapat menjadi bagian integral dari infrastruktur keuangan negara.
Adopsi CBDC diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, memberikan stabilitas, dan mengurangi risiko yang terkait dengan penggunaan uang tunai.
Sementara itu, negara-negara lain seperti Brasil dan Indonesia juga menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan mata uang digital CBDC mereka. Pengembangan Drex di Brasil dan Rupiah digital di Indonesia mencerminkan tren global yang mendorong adopsi CBDC.
Dengan pendekatan hati-hati dan kolaboratif, Norwegia dan negara-negara lainnya berupaya mengatasi tantangan yang dihadapi dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh era baru ini. [dp]
Ramalan Harga BTC Terkini dan Harga ETH Terpukul karena Faktor Ini!
10x Research baru saja menyampaikan ramalan harga BTC dan ETH terbarunya, terkait kondisi konomi terkini dan internal pasar kripto. [572] url asal
#altcoin #bitcoin #btc #eth #ethereum #prediksi-harga-btc
(BlockChain-Media) 23/10/24 15:38
v/16886299/
Pada 22 Oktober 2024, analis dari 10x Research, Markus Thielen, merilis pembaruan pasar yang membahas ramalan harga BTC terkini. Dalam analisisnya, Thielen menyampaikan bahwa meskipun Bitcoin (BTC) mengalami koreksi harga baru-baru ini, harapan untuk kenaikan yang signifikan di masa depan tetap ada.
“Kami melihat ini sebagai kemunduran sementara dan berharap lintasan kenaikan Bitcoin akan segera berlanjut,” tulis Thielen, Rabu (22/10/2024).
Sejak pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), Bitcoin telah menunjukkan lonjakan sebesar 18 persen, didorong oleh konfirmasi dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, bahwa pihaknya akan terus memangkas suku bunga.
Meskipun sinyal ini menunjukkan momentum bullish, Thielen mengingatkan investor untuk mencermati imbal hasil obligasi, yang dapat memengaruhi keputusan kebijakan moneter ke depan.

The Fed Pangkas Suku Bunga 50 bps, Arthur Hayes Ramalkan Gejolak Pasar Kripto
Ramalan Harga BTC TerkiniDalam analisisnya, 10x Research menekankan pentingnya mengukur denyut nadi pasar melalui analisis struktur pasar.
“Mengandalkan target harga yang tinggi atau mengikuti prediksi siklus empat tahun secara kaku terbukti merugikan selama tahap akhir siklus sebelumnya,” ujar Thielen.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa analisis mendalam dalam konteks ramalan harga BTC terkini sangat diperlukan untuk memahami pergerakan pasar yang dinamis.
Saat ini, ada sinyal beli aktif untuk Bitcoin dan Ethereum, bahwa sinyal perdagangan baru juga telah dihasilkan untuk Kaspa (KAS), yang tampak menjanjikan setelah koreksi baru-baru ini,” tambah Thielen.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan, kedua aset kripto ini tetap menarik bagi para trader.

Sementara itu, biaya ekosistem Ethereum (ETH) telah menurun, mencerminkan perlambatan aktivitas pasar setelah pemulihan harga yang singkat pasca pemotongan suku bunga pada bulan September.
“Biaya ekosistem Ethereum telah menurun selama tiga hari terakhir, dari US$7,5 juta per hari menjadi hanya US$3-4 juta. Hal ini mengonfirmasi penurunan harga ETH baru-baru ini,” jelas Thielen.
Meski ada tantangan ini, 10x Research tetap optimis terhadap potensi kenaikan harga Ethereum.
“Penembusan di atas level US$2.750 untuk Ethereum secara teknis dapat menandakan akhir fase penurunannya, dengan targetkenaikan US$3.000 dan berpotensi US$3.500 pada akhir tahun 2025,” ungkap Thielen.
Kondisi likuiditas di pasar menunjukkan tren positif, meskipun ada penurunan harga baru-baru ini. “Meskipun terjadi penurunan US$1,7 miliar melalui USDC Circle, indikator likuiditas terus menunjukkan tren kenaikan,” ujar Thielen.
Hal ini menjadi pendorong penting untuk harga Bitcoin dan harga Ethereum, yang mungkin akan bergerak naik jika arus masuk terus meningkat.
Sementara itu, harga Ethereum (ETH) saat ini terpantau di angka US$2.590,90, dengan penurunan sebesar 1,88 persen dalam sebulan terakhir. Kapitalisasi pasar Ethereum mencapai US$311,93 miliar, mengalami peningkatan sebesar 1,55 persen dalam sehari. Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Ethereum tercatat sebesar US$14,15 miliar, dengan kenaikan sebesar 15,47 persen. Fully Diluted Valuation (FDV) Ethereum berada di angka US$311,88 miliar, dan rasio volume terhadap kapitalisasi pasar adalah 4,47 persen.
VanEck: Harga ETH Akan Jadi US$22.000 pada Tahun 2030
Dengan semua analisis yang diberikan, 10x Research menggarisbawahi pentingnya memperhatikan faktor-faktor makroekonomi yang dapat memengaruhi ramalan harga BTC terkini. Meskipun tantangan mungkin muncul, sinyal positif dari pasar dan analisis yang mendalam memberikan harapan bagi para investor.
“Kami memperkirakan tren naik akan segera berlanjut,” tutup Thielen.
Dalam konteks ramalan harga BTC terkini dan ramalan harga ETH, penting bagi para investor untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan pasar. Dengan informasi dan analisis yang tepat, diharapkan dapat membantu dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih baik di masa depan. [ps]
Tesla Tak Jual Bitcoin Mereka Setara US$776,9 Miliar, Ini Rincian Address Barunya
Arkham Intelligence meyakini, bahwa Tesla tidak menjual kepemilikan Bitcoin mereka yang setara US$778,9 miliar! [888] url asal
#arkham-intelligence #bitcoin #btc #elon-musk #tesla
(BlockChain-Media) 23/10/24 14:39
v/16883637/
Arkham Intelligence meyakini, bahwa Tesla tidak menjual kepemilikan Bitcoin (BTC) yang setara US$778,9 miliar! Berikut rincian 7 address barunya!
Hal itu mereka sampaikan beberapa jam lalu, terkait fakta bahwa pada beberapa waktu lalu ada pergerakan pemindahan semua BTC milik Tesla ke address yang baru.
“Kami meyakini pergerakan dompet Tesla yang kami laporkan minggu lalu adalah ‘rotasi dompet’ dengan Bitcoin yang masih dimiliki oleh Tesla. Tesla memindahkan seluruh saldo mereka sejumlah 11.509 BTC (US$776,9 juta) ke dompet baru,” sebut Arkham Intelligence di X.
Tesla kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan melakukan pergerakan besar terhadap aset Bitcoin (BTC) yang mereka miliki. Menurut laporan terbaru dari Arkham Intelligence, Tesla memindahkan seluruh saldo Bitcoin mereka yang berjumlah 11.509 BTC, setara dengan US$776,9 juta, ke tujuh dompet baru.

Arkham menyebutkan bahwa pergerakan dompet ini kemungkinan merupakan “rotasi dompet”, di mana kepemilikan Bitcoin tersebut masih tetap di tangan Tesla, tanpa adanya indikasi penjualan.
Ini berarti menyiratkan bahwa Tesla tidak menjual BTC mereka, melainkan hanya memindahkan aset digital tersebut ke dompet baru untuk alasan yang belum diketahui secara pasti.
Ini 7 Address Barunya!Saat ini, kata perusahaan riset kripto itu, saldo Bitcoin Tesla terbagi ke dalam tujuh dompet berbeda dengan rincian address sebagai berikut:
2.109,3 BTC (US$142,2 juta) di dompet 1Fnhp 1.900 BTC (US$128,1 juta) di dompet 1LERL 1.800 BTC (US$121,3 juta) di dompet 1D6Vh 1.700 BTC (US$114,6 juta) di dompet 16QZn 1.600 BTC (US$107,8 juta) di dompet 1QC2z 1.300 BTC (US$87,6 juta) di dompet 1Phab 1.100 BTC (US$74,1 juta) di dompet 1MGM8Menariknya, sebagian besar dompet Bitcoin Tesla ini menyimpan jumlah Bitcoin dengan angka yang bulat, kecuali satu dompet yang menyimpan 2.109,3 BTC. Setiap dompet juga telah menerima transaksi uji coba, yang menunjukkan bahwa semua dompet aktif.

Meskipun pergerakan ini dianggap sebagian pihak sebagai langkah pengamanan, beberapa spekulasi muncul bahwa Tesla mungkin sedang menyiapkan aset untuk dijaminkan guna mendapatkan pinjaman. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai tujuan dari rotasi dompet ini. Publik bisa memantau secara langsung kepemilikan Bitcoin Tesla ini di tautan ini.
Elon Musk Tegaskan Lagi Tak Sarankan Publik Beli Crypto
Bikin Heboh! Tesla Pindahkan BitcoinPada 18 Oktober 2024 lalu Tesla sempat picu kehebohan, karena terlacak melakukan transfer semua Bitcoin yang mereka miliki, senilai sekitar US$760 juta (harga saat itu), ke address dan dompet yang tidak dikenal dan tidak terkait dengan bursa kripto tertentu. Langkah ini memicu spekulasi mengenai alasan di balik pemindahan aset ini dan potensi dampaknya terhadap posisi Tesla di pasar cryptocurrency. Bahkan sejumlah netizen menilai Tesla mungkin berniat menjual BTC mereka seperti pada beberapa tahun lalu.
Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini merupakan salah satu pemegang Bitcoin terbesar di kalangan perusahaan publik, dengan transfer lebih dari 11.509 BTC, sebagaimana diungkapkan oleh Arkham Intelligence.
Spekulasi Baru Seputar Elon Musk dan D.O.G.E. (Department of Government Efficiency)
Dalam konteks kripto, pemindahan ini dapat dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan keamanan aset digital. Dengan memindahkan Bitcoin ke alamat baru yang tidak dikenal, Tesla berupaya mengurangi risiko pencurian atau peretasan yang dapat mengancam investasi mereka.
Selain alasan keamanan, langkah ini juga dapat menjadi bagian dari evaluasi strategi investasi Tesla dalam cryptocurrency. Sejak melakukan investasi besar di Bitcoin senilai US$1,5 miliar pada Februari 2021, perusahaan ini telah mengalami fluktuasi dalam kepemilikan aset digital.
Pada awal 2022, Tesla menjual sekitar 75 persen dari kepemilikan Bitcoin mereka, setara dengan Rp14 triliun, saat harga Bitcoin jatuh. Dengan memindahkan Bitcoin ke alamat baru, ada kemungkinan bahwa Tesla sedang mempertimbangkan untuk menjual sebagian atau seluruh aset mereka tergantung pada kondisi pasar yang ada.
Namun, hingga kini, baik Tesla maupun Elon Musk belum memberikan penjelasan resmi terkait pemindahan tersebut.
10 Kemungkinan Alasan di Balik Pemindahan Keamanan: Memindahkan Bitcoin dapat meningkatkan keamanan aset dengan mengurangi risiko pencurian atau peretasan, terutama jika menggunakan cold wallet yang tidak terhubung ke internet. Strategi Investasi: Langkah ini mungkin bagian dari evaluasi strategi investasi, di mana Tesla mempertimbangkan untuk menjual sebagian atau seluruh aset tergantung pada kondisi pasar. Transparansi dan Privasi: Penggunaan alamat baru bisa membantu menjaga privasi transaksi meskipun publik dapat melihat riwayat transaksinya, mengurangi spekulasi pasar. Regulasi dan Kepatuhan: Dengan perhatian yang meningkat pada regulasi cryptocurrency, Tesla mungkin ingin memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Pengaruh Elon Musk: Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh pandangan pribadi Musk terhadap Bitcoin dan bagaimana dia ingin mengelola eksposur perusahaan terhadap mata uang digital. Penghindaran Volatilitas: Pemindahan ini bisa jadi strategi untuk melindungi nilai aset dari fluktuasi harga yang tajam. Analisis On-Chain: Dengan memindahkan aset, Tesla bisa melakukan analisis data on-chain yang lebih baik, memungkinkan pemahaman lebih mendalam tentang dinamika portofolio. Integrasi dengan Teknologi Lain: Mungkin ada rencana untuk mengintegrasikan Bitcoin dengan teknologi baru, dan pemindahan ini adalah langkah awal. Keterbatasan Infrastruktur: Memindahkan Bitcoin dapat memberikan ruang bagi perbaikan atau peningkatan sistem yang ada tanpa risiko terhadap aset. Respon Terhadap Tuntutan Pemegang Saham: Jika ada tekanan dari pemegang saham untuk lebih aktif dalam mengelola aset digital, langkah ini mungkin menunjukkan responsif terhadap kebutuhan investasi cryptocurrency.Dengan langkah ini, Tesla menunjukkan bahwa mereka tetap proaktif dalam mengelola aset digital, menjawab berbagai tantangan, dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik di dunia cryptocurrency. Keputusan ini mencerminkan faktor internal dan eksternal yang kompleks yang memengaruhi langkah strategis perusahaan di pasar yang terus berkembang. [ps]
Berita Meme Coin Hari Ini: GOAT Menggila, DOGE dan SHIB Tertinggal
GOAT cetak rekor baru, sementara DOGE dan SHIB tertinggal. Simak perkembangan selengkapnya mengenai tren meme coin hari ini disini! [267] url asal
#doge #goat #koin-meme #meme-coin-hari-ini #memecoin
(BlockChain-Media) 23/10/24 14:30
v/16883639/
Pasar kripto saat ini tengah mengalami dinamika yang menarik, dengan banyak perhatian tertuju pada meme coin hari ini yang menguntungkan. Di saat ketidakpastian menjelang pemilu AS, Bitcoin berjuang untuk menembus batas resistance level di US$70.000, tetapi harus kembali menghadapi koreksi yang membawa harganya ke level US$67.000. Momen ini menciptakan keraguan di kalangan investor, yang juga terlihat dalam pergerakan koin meme.
Sementara banyak koin meme, seperti Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB), mengalami penurunan harga yang signifikan, satu koin meme justru mencuri perhatian: GOAT. Dalam 24 jam terakhir berhasil mencetak rekor baru dengan lonjakan harga sekitar 40 persen, menjadikannya pilihan utama bagi trader dan investor.
Ketidakpastian Pasar Jelang Pemilu ASDalam sepekan terakhir, Bitcoin terlihat masih mencoba untuk melewati titik resistance penting pada US$70.000. Namun, upayanya gagal dan kembali terkoreksi ke level US$67.000, menandakan ketidakpastian di pasar yang belum sepenuhnya jelas.
Harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir juga terlihat masih berada di zona merah, berdampak cukup besar pada pergerakan pasar koin meme, di mana kebanyakan koin meme mengalami penurunan.


Tren meme coin hari ini sepertinya kembali didominasi oleh koin meme dengan kecerdasan buatan seperti GOAT, dengan harga dan volume perdagangan yang terus meningkat. Investor yang sebelumnya ragu kini mulai menunjukkan minat, kemungkinan karena keunikan dan potensi pertumbuhan yang dimiliki GOAT.
Meskipun pasar koin meme dikenal dengan volatilitasnya, pergeseran perhatian menuju memecoin berbasis artificial intelligence mencerminkan ketidakpastian dan pencarian peluang baru. Dalam waktu ke depan, perkembangan lebih lanjut dari GOAT dan dampaknya terhadap koin meme lainnya akan menjadi sorotan utama di pasar kripto. [dp]