#30 tag 24jam
Kisah Abu Lahab Diringankan Siksanya karena Bahagia dengan Maulid Nabi
Kisah Abu Lahab diringankan siksanya karena senang dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW mengandung banyak ibrah bagi Muslim. - Bagian all [791] url asal
#kisah-abu-lahab #diringankan-siksanya #maulid-nabi #nabi-muhammad-saw
(iNews - Terkini) 16/09/24 09:23
v/15089347/
JAKARTA, iNews.id - Kisah Abu Lahabdiringankan siksanya karena senang dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW mengandung banyak ibrah bagi Muslim. Kisah itu juga jadi pijakan bagi Muslim untuk bergembira dengan Maulid Nabi.
Salah satu bentuk kecintaan terhadap Rasulullah yaitu dengan membaca shalawat kepada nabi. Selain itu, meneladani akhlak dan mengikuti sunnahnya.
Kebolehan memperingati Maulid Nabi memiliki argumentasi syar’i yang kuat. Seperti Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.
عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ” : فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ .” رواه مسلم
“Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim)
Isnan Ansory dalam bukunya Pro Kontra Maulid Nabi menyebutkan, Syaikh as-Sayyid Zain Aal Sumaith, dalam karyanya Masail Katsuro Haulaha an-Niqosy wa al-Jidal, mendefinisikan maulid Nabi Muhammad yakni, memperingati hari kelahiran Rasulullah dengan menyebut-nyebut kisah hidupnya, dan setiap tanda-tanda kemulian dan mu’jizat sang Nabi Saw dalam rangka mengagungkan kedudukannya, dan menampakkan kegembiraan atas kelahirannya.
Dari definisi ini dapat dipahami bahwa kegiatan yang dilakukan pada moment hari kelahiran Nabi Saw berwujud amalan-amalan ibadah yang bersifat mutlak.
Seperti melakukan pembacaan dan pengkajian tentang sirah Rasululullah melalui pembacaan syair-syair yang tertulis dalam kitab-kitab Maulid seperti al-Barzanji, Simtu ad-Duror, ad-Diba’, Maulid Syaraf al-Anam, dan semisalnya, ataupun melakukan kegiatan tertentu yangdikatagorikan ibadah muthlak seperti membaca shalawat, membaca Alquran, bersedekah, dan lainnya.
Tujuan dalam melaksanakannya adalah dalam rangka menampakkan kegembiran atas kelahiran Sang Nabi mulia. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT :
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
“Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah (dengan itu) mereka bergembira’ “. (QS.Yunus: 58) Allah Ta’ala memerintahkan kita bergembira atas rahmat_Nya dan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam jelas merupakan rahmat Allah terbesar bagi kita dan semesta alam.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa orang-orang yang mengikutinya beroleh rahmat di dunia ini dan di akhirat kelak. Sedangkan orang-orang yang tidak mengikutinya dapat terhindar dari cobaan berupa ditenggelamkan ke bumi, dikutuk, dan ditimpa azab yang pernah dialami oleh umat-umat lain sebelum mereka.
Di dalam Tafsir Ruuhul Ma’aani juz VIII halaman 41, karya Syeikh Al Alusi (wafat tahun 1270 H) :
وَأَخْرَجَ أَبُو الشَّيْخِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا أَنَّ الْفَضْلَ اَلْعِلْمُ وَالرَّحْمَةَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Imam Abusysyeikh mengeluarkan (meriwayatkan) dari shahabat Ibnu Abbas –radhiyallaahu Ta’aalaa ‘anhumaa- : “Sesungguhnya al fadhl (karunia Allah) adalah ilmu dan sesungguhnya arrahmah (rahmat Allah) adalah Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam”.
Kisah Abu Lahab Senang dengan Kelahiran Nabi Muhammad
Abu Lahab bernama lengkap Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Abu Lahab merupakan paman Nabi Muhammad SAW yang paling menentang dakwahnya secara langsung.
Abu Lahab yang juga pemuka kaum Qurais merupakan orang yang paling membenci dengan kehadiran ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.
Sangkin bencinya, Abu Lahab beberapa kali merencanakan pembunuhan terhadap Nabi yang tidak lain keponakan sendiri. Hal itu disebutkan dalam Al Quran, Surat Al Lahab.
Sebelum membenci dakwah Nabi, Abu Lahab senang ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saking senangnya, Abu Lahab langsung memerdekakan budaknya yakni Tsuwaibatul Aslamiyyah.
Meski kemudian memusuhi Nabi SAW hingga akhir hayatnya, Abu Lahab mendapat rahmat Allah SWT dengan keringanan siksa setiap hari Senin karena bergembira dan senang sewaktu mendengar kelahiran Nabi Muhammad.
Kisah itu termaktub dalam Shahih Bukhari Muslim. Hadits itu Dalam kitab Bidayah wan Nihayah yang ditulis Ibnu Katsir seperti dikutip piss-ktb, salah satu paman Nabi SAW yaitu Abas bin Abdul Mutholib bermimpi berjumpa dengan Abu Lahab yang sudah wafat.
Dalam mimpinya itu Abu Lahab menjelaskan bahwa dirinya disiksa terus-menerus di dalam kubur, namun setiap hari Senin siksanya diringankan karena dulu ketika ia masih hidup di dunia, dia pernah memerdekakan seorang hamba sahaya disebabkan rasa gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dalam Kitab Shahih Bukhari juz VI halaman 125, cetakan Daar Al Fikr tahun 1401 H – 1981 M / juz I halaman 591, maktabah syamilah:
قَالَ عُرْوَةُ وثُوَيْبَةُ مَوْلَاةٌ لِأَبِي لَهَبٍ كَانَ أَبُو لَهَبٍ أَعْتَقَهَا فَأَرْضَعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا مَاتَ أَبُو لَهَبٍ أُرِيَهُ بَعْضُ أَهْلِهِ بِشَرِّ حِيبَةٍ قَالَ لَهُ مَاذَا لَقِيتَ قَالَ أَبُو لَهَبٍ لَمْ أَلْقَ بَعْدَكُمْ خَيْرًا غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ بِعَتَاقَتِي ثُوَيْبَةَ
Imam ‘Urwah bekata : “Tsuwaibah adalah hamba sahaya Abu Lahab. Dia memerdekakan Tsuwaibah, kemudian Tsuwaibah menyusui Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Ketika Abu Lahab meninggal, salah satu keluarganya bermimpi melihat dia dalam keadaan yang buruk. Sebagian keluarganya tersebut bertanya: “Apa yang engkau temui?”. Ia menjawab, “Setelah meninggalkan kamu, aku tidak menemui kebaikan kecuali aku diberi minuman didalam ini karena aku memerdekakan Tsuwaibah”.
Jika Abu Lahab yang kafir dan Alquran jelas mencelanya seperti disebutkan dalam Surat Al Lahab mendapat keringanan siksa lantaran ungkapan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW, maka bagaimana dengan orang yang beragama Islam yang gembira dengan kelahiran Rasulullah SAW.
Karena itu, sebagai umat Muhammad sudah seharusnya bergembira dengan kehadiran manusia agung sebaik-baik utusan Allah agar kelak mendapatkan syafaatnya di akhirat.
Demikian Kisah Abu Lahab Senang dengan Kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga mendapat keringanan siksa tiap hari Senin menjadi pemicu agar Muslim semakin cinta kepada Rasulullah SAW.
Wallahu A'lam Bissawab.
Editor: Kastolani Marzuki
Empat Pemimpin Zalim yang Diazab Tragis dan di Luar Nalar
Pemimpin seperti ini cenderung menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi [967] url asal
#abu-lahab #pemimpin-zalim #pemimpin-dzalim #para-pemimpin-zalim #kezaliman-pemimpin #qarun #kisah-qarun #kisah-firaun #azab-bagi-firaun #azab-yang-amat-pedih
(Republika - Khazanah) 22/08/24 15:26
v/14525480/
REPUBLIKA.CO.ID,Dalam sejarah Islam, terdapat beberapa pemimpin dan tokoh yang dikenal sebagai orang zalim dan diberi azab yang tragis oleh Allah SWT. Para pemimpin zalim ini menjalankan kekuasaannya dengan cara yang tidak adil, sewenang-wenang, dan menindas rakyatnya.
Pemimpin seperti ini cenderung menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, tanpa memedulikan kesejahteraan, hak, dan keadilan bagi rakyat yang dipimpinnya. Tindakan zalim dapat berupa penindasan, kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, korupsi, serta pengambilan keputusan yang merugikan banyak orang.
Dalam sejarah, pemimpin zalim sering kali diingat karena kekejamannya, penindasan terhadap rakyat, dan tindakan tidak manusiawi lainnya yang mereka lakukan selama masa kekuasaan mereka. Akibatnya, mereka sering dianggap sebagai contoh buruk dalam kepemimpinan dan moralitas, dan dalam beberapa kasus, mereka diyakini mengalami akhir hidup yang tragis atau mendapatkan hukuman baik di dunia maupun di akhirat.
Berikut daftar pemimpin atau orang zalim yang diazab dengan tragis:
1. Fir'aun (Ramses II)
Fir'aun adalah penguasa Mesir yang menentang Nabi Musa dan memperbudak Bani Israil. Dia terkenal karena kezaliman dan kesombongannya. Dalam kisah Alquran, Fir'aun dan pasukannya tenggelam di Laut Merah ketika mereka mengejar Nabi Musa dan umatnya yang melarikan diri dari Mesir.
Puncak kezaliman penguasa Mesir kuno ini adalah ketika klaim dirinya sebagai tuhan. Dia berkata:
أَنَارَبُّكُمُالْأَعْلَىٰ
Artinya: "Aku tuhanmu yang paling tinggi." (QS an-Nazi'at: 24).
Di penghujung hidupnya, Raja zalim ini pun bernasib tragis. Ia tenggelam di laut Merah saat mengejar Nabi Musa dan kaum Bani Israil. Menjelang kematiannya, ia baru berserah diri dan mengakui Tuhan yang diimani oleh Bani Israil. “Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan (yang berkuasa dan berhak disembah) selain (Tuhan) yang telah dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri kepada-Nya),” (QS. Yunus [10]: 90).
Bahkan, dalam hadits riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu Abbas, dikisahkan bahwa Firaun nyaris saja mengucap kalimat tauhid Lailahaillallah. Namun, karena kekesalannya, malaikat Jibril segera menjejali mulut Firaun dengan lumpur laut. Sehingga ia gagal beriman dan mengakui ketuhanan Allah.
2. Namrud
Namrud adalah raja yang berkuasa di Babilonia dan dikenal sebagai penguasa yang sangat zalim. Dia menantang Allah dan mengklaim dirinya sebagai Tuhan. Menurut riwayat, Namrud diazab dengan seekor nyamuk yang masuk ke dalam hidungnya dan menggerogoti otaknya hingga dia meninggal dengan sangat menyakitkan.
Raja Namrud juga mengaku berkuasa atas kehidupan seseorang. Semasa hidupnya, dia bahkan mengklaim dirinya sebagai Tuhan. Karena itulah Allah mengazabnya dengan cara yang tragis.
Dikisahkan bahwa Allah mengirimkan malaikat untuk memberi peringatan kepada raja Namrud yang diktator. Namun, hingga tiga kali peringatan diberikan, Namrud tetap menentang Allah SWT. Hingga malaikat pun menantang Namrud untuk mengumpulkan semua pasukannya.
Dalam buku 40 Kisah Akhir Hidup Kezaliman Makhluk-Makhluk Allah diceritakan, pada hari yang ditentukan, Raja Namrud kemudian mengumpulkan seluruh pasukan dengan seluruh kekuatannya, di sebuah tempat yang sangat luas. Allah lalu memerintahkan kepada malaikat yang menjadi utusan-Nya untuk membuka satu pintu yang menjadi jalan bagi datangnya nyamuk-nyamuk.
Selanjutnya, Allah mengirim nyamuk-nyamuk tersebut untuk menyerbu pasukan Namrud. Nyamuk itu menggigit kulit hingga tembus ke dalam daging dan membuat para pasukan Namrud tewas.
Sementara Namrud masih selamat dan menyaksikan kekalahan pasukannya oleh nyamuk. Tetapi, Allah mengirim nyamuk masuk ke lubang hidung Namrud. Nyamuk itu hidup dan tinggal di dalamnya selama 400 tahun. Hal itu membuat Namrud hidup penuh kesengsaraan karena nyamuk yang bersarang di kepalanya.
Namrud hidup seperti orang yang tidak waras. Setiap hari ia memukuli kepalanya sendiri dengan palu, hingga membuat orang merasa iba dan kasihan terhadapnya. Selama 400 tahun, Namrud hidup penuh penderitaan hingga kemudian dia tewas secara tragis.
Qarun dan Abu Lahab..
3. Qarun
Qarun adalah seorang yang sangat kaya raya pada zaman Nabi Musa, namun dia sangat sombong dan zalim. Crazy Rich ini dikenal karena keangkuhannya dan ketidaktaatannya terhadap perintah Allah. Alquran menyebutkan bahwa Qarun beserta kekayaannya ditelan oleh bumi sebagai azab atas kesombongannya.
Allah SWT berfirman bahwa Qarun menjadi tiran terhadap semua orang Bani Israil. Teman dekat Firaun ini juga merupakan salah satu orang yang banyak melakukan dosa pada masa Musa.
Dikutip dalam buku "40 Kisah Akhir Hidup Kezaliman Makhluk-Makhluk Allah", meskipun memiliki harta yang melimpah ruah, Qarun adalah manusia yang pelit dan kikir. Dia tidak mampu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT.
Dengan harta kekayaan yang luar biasa banyak itu, Qarun justru menjelma menjadi manusia yang sangat sombong dan pongah. Dia merasa semua yang dimiliki adalah hasil usahanya sendiri.
Karena kekikiran dan kesombongannya, Allah SWT pun akhirnya menurunkan azab pada Qarun. Ia lenyap ditelan bumi bersama seluruh hartanya yang sangat banyak. Tokoh zalim ini pun mati dengan tragis.
4. Abu Lahab
Abu Lahab adalah paman Nabi Muhammad yang sangat menentang dakwah Islam dan kerap berbuat zalim. Dia dikenal karena kebenciannya yang besar terhadap Nabi dan umat Islam. Dalam Alquran, terdapat satu surah khusus yang menjelaskan kebinasaan Abu Lahab, yaitu Surah Al-Lahab. Dia meninggal dalam keadaan mengenaskan akibat penyakit yang parah, di mana tubuhnya penuh dengan bisul yang pecah-pecah.
Kematian Abu Lahab terjadi setelah Perang Badar. Saat itu, ia tidak mengikuti pertempuran tersebut. Dengan menyetor 4.000 dirham, dia meminta seorang temannya, al-Ashi bin Hisyam, untuk menggantikannya di medan perang.
Perang Badar lalu berakhir dengan kekalahan yang memalukan dari pihak musyrikin Quraisy. Sepekan setelah itu, Abu Lahab menderita sakit parah. Dia pun meregang nyawa dan tewas.
Jasadnya diabaikan orang-orang tiga hari berturut-turut. Bau busuk menyeruak. Para tetangganya memutuskan untuk menggali sebuah lubang besar dan memasukkan mayat Abu Lahab ke dalam boks kayu. Dimasukkanlah peti kayu dan isinya itu ke dalam lubang tersebut.
Cara menguburkannya begitu merepotkan. Orang-orang tidak tahan dengan bau busuk yang keluar dari jasad Abu Lahab, sehingga mereka memasukkan peti tadi dari kejauhan. Sesudah itu, lubang tadi dilempari dengan kerikil dan tanah sampai rata.
Itulah kisah empat tokoh zalim yang biasa dikemukakan. Tokoh-tokoh ini sering disebut dalam sejarah Islam sebagai contoh-contoh orang yang zalim dan mengalami akhir hidup yang tragis sebagai akibat dari perbuatan mereka.