Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sebut keputusan mengusung Ahmad Luthfi pada Pilkada Jateng diambil setelah koordinasi dengan KIM Halaman all [491] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, keputusan partainya mengusung Irjen Pol Ahmad Luthfi sebagai bakal calon gubernur (cagub) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa tengah, diambil setelah melakukan komunikasi dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).
“Keputusan ini tentu saja setelah kita berkomunikasi, berkoordinasi dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan akhirnya kita memutuskan ke Ahmad Luthfi,” kata Muzani dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen Jakarta sebagaimana dikutip dari program Kompas Malam di Kompas TV, Senin (22/7/2024).
Sebelumnya, Muzani menyebut bahwa keputusan mengusung Ahmad Luthfi diambil oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Kemudian untuk Jawa Tengah, Pak Prabowo putuskan adalah Irjen Pol Ahmad Luthfi menjadi calon gubernur Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Dalam pertimbanganya, sosok Kapolda Jawa Tengah (Jateng) tersebut dinilai sebagai sosok yang tepat diusung karena telah berdinas lama di Jateng, sehingga diyakini mampu memimpin provinsi tersebut ke depannya.
Namun, dalam kesempatan itu, Gerindra belum mengumumkan dukungan terkait pendamping Ahmad Luthfi untuk maju pada Pilkada Jateng 2024.
Meskipun, Gerindra mempertimbangkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep sebagai salah satu nama calon pendamping Ahmad Luthfi.
“Di berbagai macam survei yang kami baca, nama Mas Kaesang menonjol, ujar Muzani.
Sebagaimana diketahui, nama Ahmad Lutfhi memang banyak didukung oleh partai yang tergabung dalam KIM. Sebut saja, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar.
Diketahui, KIM adalah koalisi partai politik (parpol) yang mendukung Prabowo-Gibran dan berhasil membawa pasangan tersebut memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Partai Gerindra juga disebut membuka opsi untuk mendukung Ahmad Luthfi pada Pilkada Jateng.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah Sudaryono bahwa Gerindra akan mengusung antara Ahmad Luthfi atau Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep pada Pilkada Jateng.
"Kita tunggu tanggal mainnya (antara Ahmad Luthfi atau Kaesang)," kata Sudaryono usai dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juli 2024.
Padahal, nama Sudaryono sebelumnya sempat disebut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berpotensi diusung pada Pilkada Jawa Tengah. Sebab, elektabilitas itu semakin tinggi di sejumlah lembaga survei.
"Pak Sudaryono adalah harapan internal Partai Gerindra untuk bisa didorong menjadi calon Gubernur Jawa Tengah," kata Muzani di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta pada 22 Mei 2024.
Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani sebut Ketua Umum Prabowo Subianto putuskan mendukung Ahmad Luthfi menjadi calon gubernur pada Pilkada Jateng Halaman all [803] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Gerindra mengeluarkan keputusan untuk mendukung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah (Jateng) 2024.
“Untuk Jawa Tengah, Pak Prabowo (Ketua Umum Partai Gerindra) memutuskan adalah Irjen Pol Ahmad Luthfi menjadi calon gubernur Jawa Tengah,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen Jakarta sebagaimana dikutip dari Kompas.id, Senin (22/7/2024).
Dalam pertimbanganya, Ahmad Luthfi dinilai sebagai sosok yang tepat diusung karena telah berdinas lama di Jateng, sehingga diyakini mampu memimpin provinsi tersebut ke depannya.
Namun, dalam kesempatan itu, Gerindra belum mengumumkan dukungan terkait pendamping Ahmad Luthfi untuk maju pada Pilkada Jateng 2024.
Meskipun, Gerindra mempertimbangkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep sebagai salah satu nama calon pendamping Ahmad Luthfi.
“Di berbagai macam survei yang kami baca, nama Mas Kaesang menonjol, ujar Muzani.
Sebagaimana diketahui, nama Ahmad Lutfhi memang banyak didukung oleh partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). Sebut saja, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar.
Partai Gerindra juga disebut membuka opsi untuk mendukung Ahmad Luthfi pada Pilkada Jateng.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah Sudaryono bahwa Gerindra akan mengusung antara Ahmad Luthfi atau Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep pada Pilkada Jateng.
"Kita tunggu tanggal mainnya (antara Ahmad Luthfi atau Kaesang)," kata Sudaryono usai dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juli 2024.
Padahal, nama Sudaryono sebelumnya sempat disebut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berpotensi diusung pada Pilkada Jawa Tengah. Sebab, elektabilitas itu semakin tinggi di sejumlah lembaga survei.
"Pak Sudaryono adalah harapan internal Partai Gerindra untuk bisa didorong menjadi calon Gubernur Jawa Tengah," kata Muzani di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta pada 22 Mei 2024.
Opsi dukungan Gerindra terhadap Ahmad Luthfi sempat dinilai pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin bentuk tukar guling yang saling menguntungkan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto.
“Kalau saya sih menilainya memang tukar guling kebijakan ya, barter kepentingan saling menguntungkan antara Prabowo dengan Jokowi, dan itu dilakukan di akhir masa jabatan Jokowi, tiga bulan sebelum lengser,” ujarnya.
Menurut Ujang, nuansa tukar guling itu terlihat dari dilantiknya Sudaryono yang merupakan orang dekat Prabowo, sebagai Wamentan.
Sementara itu, dari sisi Jokowi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfii didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) maju pada Pilkada Jateng.
Diketahui, KIM adalah koalisi partai politik (parpol) yang mendukung Prabowo-Gibran dan berhasil membawa pasangan tersebut memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Kita tahu Pak Sudaryono mau maju di Jateng jadi calon gubernur sebagai orang dekatnya Prabowo lalu dilantik jadi wamen dan Ahmad Lutfhi Kapolda Jateng yang akan maju di Jateng orangnya Jokowi didukung oleh KIM, didukung oleh Prabowo dan didukung pemerintah,” ujarnya Ujang.
"Artinya ini kan barter kepentingan yang saling menguntungkan antara Jokowi dengan Prabowo,” katanya melanjutkan.
Ujang berpandangan bahwa tukar guling tersebut menguntungkan karena setidaknya Sudaryono menjadi wakil menteri setelah Ahmad Luthfi akan didukung maju pada Pilkada Jateng.
“Kelihatannya ada kesepakatan saling menguntungkan antara Prabowo dengan Jokowi terkait dengan pelantikan wamen dan dukungan Ahmad Luthfi di Jateng,” ujarnya.
Koalisi
Namun, untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jateng, Gerindra membutuhkan koalisi karena hanya mendapatkan 17 kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Jateng.
Jumlah kursi tersebut tidak memenuhi untuk mengajukan calon sendiri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati (Pilkada).
Dalam UU Pilkada disebut bahwa syarat pencalonan kepala daerah melalui partai politik (parpol) adalah diusung oleh parpol atau gabungan parpol yang memiliki kursi minimal 20 persen di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, parpol maupun gabungan parpol juga bisa mengajukan calon kepala daerah dengan menggunakan gabungan perolehan suara parpol sebanyak 25 persen.
Berikut perolehan kursi DPRD Jateng sebagaimana hasil Pileg 2024 dikutip dari Antaranews:
Pengamat politik Ujang Komarudin sebut ada nuansa tukar guling antara Jokowi dan Prabowo terkait Pilkada Jateng, dengan Sudaryono dilantik jadi wamen Halaman all [659] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin berpandangan bahwa pelantikan tiga wakil menteri (wamen) jelang tiga bulan pergantian pemerintahan kental dengan nuansa barter kepentingan.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiga bulan lagi akan lengser dan digantikan oleh pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Kalau saya sih menilainya memang tukar guling kebijakan ya, barter kepentingan saling menguntungkan antara Prabowo dengan Jokowi, dan itu dilakukan di akhir masa jabatan Jokowi, tiga bulan sebelum lengser,” kata Ujang kepada Kompas.com, Jumat (19/7/2024).
Menurut Ujang, nuansa tukar guling itu terlihat dari dilantiknya Sudaryono yang merupakan mantan sekretaris pribadi (sespri) Prabowo, sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Sementara itu, dari sisi Jokowi, Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Ahmad Luthfii didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah.
Diketahui, KIM adalah koalisi partai politik (parpol) yang mendukung Prabowo-Gibran dan berhasil membawa pasangan tersebut memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Kita tahu Pak Sudaryono mau maju di Jateng jadi calon gubernur sebagai orang dekatnya Prabowo lalu dilantik jadi wamen dan Ahmad Lutfhi Kapolda Jateng yang akan maju di Jateng orangnya Jokowi didukung oleh KIM, didukung oleh Prabowo dan didukung pemerintah,” ujarnya Ujang.
"Artinya ini kan barter kepentingan yang saling menguntungkan antara Jokowi dengan Prabowo,” katanya melanjutkan.
Ujang berpandangan bahwa tukar guling tersebut menguntungkan karena setidaknya Sudaryono menjadi wakil menteri setelah Ahmad Luthfi didukung maju untuk Pilkada Jateng.
“Kelihatannya ada kesepakatan saling menguntungkan antara Prabowo dengan Jokowi terkait dengan pelantikan wamen dan dukungan Ahmad Luthfi di Jateng,” ujarnya
Namun, Ujang juga mengingatkan bahwa menjadi hak prerogatif presiden untuk melantik siapa pun menjadi pembantunya di pemerintahan.
"Saya sih melihat tidak jauh dari itu (tukar guling) analisanya karena memang fakta dan kenyataannya seperti itu. Tetapi, apa pun itu menambah wamen, me-reshuffle itu kan hak prerogatif presiden. Jadi memang haknya presiden,” kata Ujang.
Sebagaimana diberitakan, Jokowi melantik Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II, Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), dan Yuliot Tanjung sebagai Wakil Menteri Investasi atau Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 18 Juli 2024.
Untuk diketahui, dua dari wamen yang dilantik merupakan orang dekat dari Presiden RI terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto.
Thomas Djiwandono yang diangkat menjadi Wamenkeu merupakan keponakan Prabowo.
Kemudian, Sudaryono yang dilantik menjadi Wamentan adalah mantan sekretaris pribadi (sespri) Prabowo.
Padahal, nama Sudaryono sebelumnya sempat disebut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berpotensi diusung pada Pilkada Jawa Tengah.
Pasalnya, elektabilitas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah itu semakin tinggi di sejumlah lembaga survei.
"Pak Sudaryono adalah harapan internal Partai Gerindra untuk bisa didorong menjadi calon Gubernur Jawa Tengah," kata Muzani di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta pada 22 Mei 2024.
Namun, belakangan nama Ahmad Luthfi justru banyak didukung oleh partai yang tergabung di KIM. Sebut saja, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar.
Bahkan, Gerindra juga membuka opsi dukungan untuk Luthfi pada Pilkada Jateng 2024.
Sudaryono sendiri yang menyebutkan bahwa Gerindra akan mengusung antara Ahmad Luthfi atau Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep pada Pilkada Jateng.
"Kita tunggu tanggal mainnya (antara Ahmad Luthfi atau Kaesang)," kata Sudaryono usai dilantik menjadi Wamentan di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juli 2024.
Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus mendengar info Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi segera pensiun dini dari Polri jelang pendaftaran Pilkada. Halaman all [422] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengaku mendengar informasi bahwa Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi akan segera pensiun dini dari Polri.
Hal tersebut disampaikan Lodewijk setelah menerangkan bahwa Golkar bersabar menunggu Luthfi tidak lagi menjadi polisi aktif untuk bisa menentukan mengusungnya di Pilkada Jawa Tengah.
"Jadi kita sabar. Saya dengar Pak Luthfi dalam waktu dekat segera akan mengakhiri ikatan dinas entah pensiun atau pensiun dini. Kita tunggu saja," kata Lodewijk di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Lodewijk menjelaskan alasan mengapa partainya menunggu kepastian dari Luthfi.
Sebab, menurutnya akan terasa lucu apabila Golkar memaksakan mengusung Luthfi meski masih berstatus polisi aktif.
"Karena Pak Luthfi masih anggota Polri aktif. Kan enggak lucu Kapolri ngasih perintah. Partai Golkar kasih perintah," imbuhnya.
Golkar, lanjut Lodewijk, juga sedang menunggu hasil survei terakhir mengenai Pilkada.
Ia pun mengatakan hasil survei itu akan muncul 7-10 hari ke depan.
"Setelah itu kita lihat kira-kira Partai Golkar akan memberikan amanah itu kepada siapa. Kita tunggu," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menambahkan, partainya memang hingga kini memprioritaskan Ahmad Luthfi di Pilkada Jateng sebagai bakal calon gubernur.
"Iya untuk di Jateng sampai sekarang kami masih memprioritaskan nama Pak Luthfi ya sebagai cagub. Masih menunggu proses apa beliau nanti setelah betul-betul pensiun kemudian menetapkan hati sebagai cagub," ungkap Doli pada kesempatan yang sama.
Sebelumnya, rapat pleno Partai Golkar Jateng menetapkan, Ahmad Luthfi sebagai bakal calon gubernur yang akan didukung di Pilkada Jateng 2024.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Jateng, M Iqbal mengatakan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto memutuskan dukungannya kepada Luthfi untuk Pilkada Jateng.
"Jadi begini, kemarin rapat pleno Rabu malam. Ketua umum menyampaikan untuk gubernur, Golkar Pak Luthfi," jelas Iqbal kepada Kompas.com, Jumat (12/7/2024).
Kaesang Pangarep meraih elektabilitas tertinggi sebagai cagub Jawa Tengah, berdasarkan survei Indikator Politik. Ahmad Luthfi berada di bawah Kaesang. Halaman all [504] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait dinamika elektoral menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Dalam survei yang bertajuk “Siapa Kuat di Jawa Tengah?: Dinamika Elektoral Jelang Pilkada”, nama putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep meraih elektabilitas tertinggi.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menempati peringkat pertama dalam simulasi 10 dan 20 nama.
Dalam simulasi 10 nama dengan pertanyaan,”seandainya pemilihan langsung gubernur Jawa Tengah dilaksanakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara nama berikut-berikut ini..”, Kaesang memeroleh elektabilitas 22,8 persen dengan margin of error lebih kurang 3,5 persen.
Urutan kedua adalah Irjen (Pol) Ahmad Lutfhi yang saat ini menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah dengan elektabilitas 18,7 persen.
Urutan ketiga Taj Yasin Maimoen dengan 12,7 persen.
Lalu, urutan keempat dan kelima masing-masing Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul 9,1 persen dan Dico Ganinduto 6,5 persen.
Kemudian, untuk simulasi 20 nama, Kaesang mendapatkan elektabilitas 17,7 persen, disusul Luthfi dengan 15,6 persen.
“Dalam simulasi ini, Kaesang berada di peringkat pertama tapi dalam selisih margin of error. Jadi kita tidak tahu sebenarnya mana yang unggul Kaesang atau Lutfi,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil, Minggu (7/7/2024).
Berikut hasil simulasi 10 nama:
Kaesang Pangarep 22,8 persen
Irjen Ahmad Luthfi 18,7 persen
Taj Yasin Maimoen 12,7 persen
Bambang Wuryanto 9,1 persen
Dico Ganinduto 6,5 persen
Sudaryono 4 persen
M Yusuf Chudlori 3,5 persen
Hendrar Prihadi 2,5 persen
Abdul Wachid 2,2 persen
Sudirman Said 1,7 persen
Tidak jawab 16,4 persen
Berikut hasil simulasi 20 nama:
Kaesang Pangarep 17,7 persen
Irjen Ahmad Luthfi 15,6 persen
Taj Yasin Maimoen 12,8 persen
Bambang Wuryanto 6 persen
Dico Ganinduto 5,6 persen
Raffi Ahmad 4,4 persen
Achmad Husein 3,4 persen
M Yusuf Chudlori 3,3 persen
Sudaryono 3,2 persen
Hendrar Prihadi 2,2 persen
Joko Sutopo 2,1persen
Sudirman Said 1,2 persen
Casytha Arriwi Kathmandu 1,1 persen
Ida Fauziah 1,1 persen
Panggah Susanto 1 persen
Abdul Wachid 0,9 persen
Juliyatmono 0,9 persen
Wihaji 0,8 persen
Nana Sudjana 0,5 persen
Rinto Subekti 0,1 persen
Lainnya 0,5%
Tidak jawab 15,5 persen
Adapun survei ini dilakukan secara tatap muka pada 10-17 Juni 2024.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan 800 responden usia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah. Margin of error lebih kurang 3,5 persen.