#30 tag 24jam
Nabi SAW Nubuatkan 6 Hal, 5 Terjadi dan 1 Belum yaitu Perang dengan Eropa, Maksudnya?
Nubuat termasuk salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW [678] url asal
#nubuat #nubuat-nabi #kematian-rasulullah #tanda-akhir-zaman #umat-islam #umat-islam-indonesia #nabi-isa #imam-al-mahdi #umar-bin-khattab
(Republika - Iqra) 27/08/24 14:00
v/14782096/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya, pernah menubuatkan enam tanda kiamat kecil. Lima di antaranya telah terjadi sedangkan satu darinya, belum terjadi.
عن عوف بن مالك قال: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ: اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَة. مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَة،ً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
Dari Auf bin Malik RA, dia berkata, "Aku menemui Nabi SAW ketika terjadi perang Tabuk saat Beliau sedang berada di tenda terbuat dari kulit yang disamak. Beliau bersabda: "Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari kiamat (yaitu) kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya, dan perjanjian antara kalian dan bangsa Bani Al Ashfar (Eropa) lalu mereka mengkhiyanati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian di bawah delapan bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personel". (HR Bukhari 2940, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dari lima perkara yang sudah terjadi tersebut ialah yang pertama, wafatnya Rasulullah SAW. Beliau wafat pada Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriyah atau bertepatan dengan 8 Juni 632 Masehi
Kedua, penaklukan Yerusalem. Peristiwa Ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA pada tahun keenam belas Hijrah Nabi SAW sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama sirah . Umar turut serta dalam penaklukan ini dan membangun masjid dengan di kiblat Baitul Maqdis.
Diriwayatkan Imam Ahmad dan diamini Ahmad Syakir dari jalur Ubaid bin Adam, dia berkata, “Aku mendengar Umar bin Khattab berkata kepada Ka'b al-Ahbar. “Menurutmu di mana aku harus sholat?” Ka’ab menjawab, “Jika engkau mengikutiku, aku memilih sholat di belakang Kubah Shakrakh (dome of the rock) agar Yerusalem kelihatan seluruhnya di depanmu.”
Umar berkata, “Tidak, aku akan menyerupai Yahudi (kalau seperti itu), tetapi aku akan shalat di tempat Rasulullah SAW.” Maka Umar maju ke arah kiblat dan sholat, kemudian ia datang dan membentangkan jubahnya, lalu menyapu dengan jubahnya, dan orang-orang pun menyapu.”
BACA JUGA:Nubuat Masa Depan Rasulullah SAW Terbukti, 3 Fenomena Umat Akhir Zaman Ini Terjadi
Ketiga, banyaknya kematian. Makna dari wa’aqashul ghnam adalah. Penyakit yang menyebabkan hewan mengeluarkan sesuatu dari hidungnya dan mati secara tiba-tiba. Abu Ubaydah berkata, "Dari sinilah kata iq’ash itu dimaksudkan, yaitu membunuh di tempatnya."
Ibnu Hajar berkata, “Ada yang mengatakan bahwa tanda ini turun ketika terjadi wabah penyakit di Emaus pada masa kekhalifahan Umar, yaitu setelah penaklukan Baitul Maqdis.”
Syekh Yusuf mengatakan...
Nubuat-nubuat Nabi Muhammad SAW tentang masa depan dalam berbagai situasi merupakan bukti yang paling meyakinkan akan kenabiannya, karena beliau adalah satu-satunya orang yang dipilih Allah Ta'ala dari seluruh ciptaan-Nya untuk mendapatkan akses kepada hal-hal gaib, dan Allah membukakan cakrawala gaib kepadanya dengan cara yang sangat akurat.
قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ
“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah, dan tidak (pula) mengetahui hal-hal yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, tetapi aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.’ (QS Al-Anam: 6).
Hanya Pencipta waktu yang mampu menembus batas-batas waktu dan mengetahui hal-hal yang gaib, karena hanya Dia yang menguasai masa lalu yang terlupakan dan kunci-kunci gaib yang tersembunyi.
Para peramal dan orang-orang lain yang mengklaim terhubung antara dunia duniawi dan dunia roh mengucapkan kata-kata dan ungkapan dengan interpretasi yang tak terhitung jumlahnya, dan dari interpretasi-interpretasi ini diperoleh apa yang mereka klaim sebagai yang paling akurat, tetapi setelah mengetahui kebenarannya, dan seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya menipu orang lain, tetapi tebakan mereka sering kali lebih banyak yang salah daripada yang benar.
Adapun untuk meramalkan rincian masa depan tanpa sedikitpun kesalahan, itu adalah hak Sang Maha Tahu gaib, hanya Dia yang mempunyai memberikan anuegarah penglihatan alam gaib.
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً. إِلاَّ مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ...
“Dia mengetahui alam gaib, maka Dia tidak memperlihatkan yang gaib kepada seorang pun (26) kecuali kepada orang-orang yang Dia pilih dari para rasul...” (QS Jin 72: 26-27).
يقول القاضي عياض (تُوفي 1149) و الأحاديث في هذا الباب بحر لا يدرك قعره، ولا ينزف غمره. وهذه المعجزة من جملة معجزاته المعلومة على القطع الواصل إلينا خبرها على التواتر، لكثرة رواتها، واتفاق معانيها على الاطلاع على الغيب"
Al-Qadi Ayyad (w 1149) berkata, “Hadits-hadits dalam bagian ini adalah lautan yang dasarnya tidak dapat diketahui dan kedalamannya tidak dapat dihabiskan. Mukjizat ini merupakan salah satu mukjizatnya yang dikenal, yang beritanya sampai kepada kita secara mutawatir (kuat), karena banyaknya perawi dan kesepakatan makna mereka tentang ilmu gaib.”
Nubuat Masa Depan Rasulullah SAW Terbukti, 3 Fenomena Umat Akhir Zaman Ini Terjadi
Umat Islam akan dihadapkan dengan banyak perilaku penyimpangan [810] url asal
#akhir-zaman #umat-islam-akhir-zaman #umat-muslim-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman #kiamat #nubuat-nabi #nabuat-rasulullah #rasulullah #muhammad #al-anam-ayat-6
(Republika - Khazanah) 24/08/24 19:35
v/14656785/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Nubuat-nubuat Nabi Muhammad SAW tentang masa depan dalam berbagai situasi merupakan bukti yang paling meyakinkan akan kenabiannya, karena beliau adalah satu-satunya orang yang dipilih Allah Ta'ala dari seluruh ciptaan-Nya untuk mendapatkan akses kepada hal-hal gaib, dan Allah membukakan cakrawala gaib kepadanya dengan cara yang sangat akurat.
قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ
“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah, dan tidak (pula) mengetahui hal-hal yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, tetapi aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.’ (QS Al-Anam: 6).
Hanya Pencipta waktu yang mampu menembus batas-batas waktu dan mengetahui hal-hal yang gaib, karena hanya Dia yang menguasai masa lalu yang terlupakan dan kunci-kunci gaib yang tersembunyi.
Para peramal dan orang-orang lain yang mengklaim terhubung antara dunia duniawi dan dunia roh mengucapkan kata-kata dan ungkapan dengan interpretasi yang tak terhitung jumlahnya, dan dari interpretasi-interpretasi ini diperoleh apa yang mereka klaim sebagai yang paling akurat, tetapi setelah mengetahui kebenarannya, dan seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya menipu orang lain, tetapi tebakan mereka sering kali lebih banyak yang salah daripada yang benar.
Adapun untuk meramalkan rincian masa depan tanpa sedikitpun kesalahan, itu adalah hak Sang Maha Tahu gaib, hanya Dia yang mempunyai memberikan anuegarah penglihatan alam gaib.
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً. إِلاَّ مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ...
“Dia mengetahui alam gaib, maka Dia tidak memperlihatkan yang gaib kepada seorang pun (26) kecuali kepada orang-orang yang Dia pilih dari para rasul...” (QS Jin 72: 26-27).
يقول القاضي عياض (تُوفي 1149) و الأحاديث في هذا الباب بحر لا يدرك قعره، ولا ينزف غمره. وهذه المعجزة من جملة معجزاته المعلومة على القطع الواصل إلينا خبرها على التواتر، لكثرة رواتها، واتفاق معانيها على الاطلاع على الغيب"
Al-Qadi Ayyad (w 1149) berkata, “Hadits-hadits dalam bagian ini adalah lautan yang dasarnya tidak dapat diketahui dan kedalamannya tidak dapat dihabiskan. Mukjizat ini merupakan salah satu mukjizatnya yang dikenal, yang beritanya sampai kepada kita secara mutawatir (kuat), karena banyaknya perawi dan kesepakatan makna mereka tentang ilmu gaib.”
Berikut ini, tiga fenomena sosial akhir zaman yang dinubuatkan Rasulullah SAW dan terbukti terjadi.
Pertama, bermewah-mewahan dan melimpahnya harta
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِزَكَاةِ مَالِهِ فَلَا يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُهَا مِنْهُ وَحَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai." (HR Muslim).
Mengakui bukti tentang nubuat kemakmuran yang luar biasa ini, gaya hidup kontemporer di “dunia pertama” saat ini menunjukkan kemakmuran yang dicapai jauh lebih besar 99 persen dibandingkan dengan torehan sejarah manusia.
Termasuk dalam persentase tersebut adalah mereka yang berjuang untuk mendapatkan uang, menikmati duduk di rumah mereka yang lebih nyaman daripada singgasana kerajaan kuno mana pun, dengan pendingin ruangan di seluruh rumah mereka, dan dilengkapi dengan layanan dan transportasi yang telah mengubah perjalanan berbulan-bulan menjadi beberapa jam saja.
Mungkin hal yang paling mencengangkan yang disebutkan Nabi dalam konteks yang sama tentang kekayaan yang melimpah adalah transformasi pertanian di Jazirah Arab. Empat belas abad yang lalu, metode irigasi yang luas yang ditemukan melalui teknologi modern tidak terbayangkan, dan kami adalah generasi pertama yang menyaksikan fenomena geologi ini.
Perang Dunia Pertama yang merenggut 65 juta nyawa, dan Perang Dunia Kedua yang merenggut 72 juta jiwa. Mengenai berlalunya waktu, seberapa sering orang saat ini mengeluh bahwa waktu “berlalu” dalam penggunaan perangkat dan teknologi yang dirancang untuk mengalihkan perhatian mereka?
Ketiga, tenggelam dalam kefasikan
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, "Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda: "Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya; Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha'un dan kelaparan yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan beri hujan. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan rasa takut di antara mereka." (HR Ibnu Majah).
Hubungan antara kepuasan seksual danpenyakit menular seksual bukanlah sesuatu yang dapat disangkal oleh orang waras manapun di zaman ini.
Mungkin pengejaran kepuasan seksual yang serampangan adalah alasan di balik nubuat berikut ini:
لتأخذن المرأة فليبقرن بطنها ثم ليأخذن ما في الرحم لينبذن مخافة الولد
“Akan datang kaum wanita wanita, biarkan perutnya ditusuk, lalu biarkan mereka mengambil apa yang ada di dalam rahimnya dan membuangnya karena takut akan anaknya.”
Menurut sebuah survei besar yang diterbitkan dalam Journal of the Guttmacher Institute, “takut akan perubahan hidup yang tragis” sejauh ini merupakan alasan paling umum untuk melakukan aborsi saat ini, dengan lebih dari separuh yang disurvei menyebutkan bahwa ibu tunggal dan rasa kesepiannya adalah penyebab dari rasa takut tersebut.
Banyak Huru-hara Terjadi Belakangan Ini, Pertanda Akhir Zaman Jelang Kiamat?
Rasulullah SAW mengungkapkan akan terjadi banyak huru-hara [374] url asal
#kiamat #hari-kiamat #tanda-kiamat #pertanda-kiamat #akhir-zaman #huru-hara #fitnah-kiamat #fitnah-akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #hadits-kiamat
(Republika - Iqra) 08/08/24 19:55
v/13819091/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW memberikan peringatan tentang tanda-tanda datangnya kiamat, salah satunya ajalah munculnya huru-hara (fitnah) di akhir zaman.
Huru-hara tersebut mencakup banyak hal baik yang mencakup dimensi politik, ekonomi, sosial, dan agama hingga menciptakan instabilitas di suatu kawasan. Bahkan, sebagiannya mengarang ke perang komunal antarmasyarakat.
Berikut ini sejumlah hadits yang mengungkap tentang munculnya huru-hara akhir zaman pertanda dekatnya kiamat:
Pertama
وعَن عَبدِ اللهِ بنِ عَمرِو بنِ العاصِ رَضيَ اللهُ عَنهما قال: نادَى مُنادي رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: الصَّلاةَ جامِعةً، فاجتَمَعنا إلَى رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فقال: إنَّه لَم يَكُنْ نَبيٌّ قَبلي إلَّا كانَ حَقًّا عليه أن يَدُلَّ أمَّتَه على خَيرِ ما يَعلَمُه لَهم، ويُنذِرَهم شَرَّ ما يَعلَمُه لَهم، وإنَّ أمَّتَكُم هَذِه جُعِلَ عافيَتُها في أوَّلِها، وسَيُصيبُ آخِرَها بَلاءٌ وأمورٌ تُنكِرونَها، وتَجيءُ الفتنةُ فيُرَقِّقُ بَعضُها بَعضًا، وتَجيءُ الفتنةُ فيَقولُ المُؤمِنُ: هَذِه هَذِه. فمَن أحَبَّ أن يُزحَزَحَ عَنِ النَّارِ ويَدخُلَ الجَنَّةَ، فلتأتِه مَنيَّتُه وهو يُؤمِنُ باللهِ واليَومِ الآخِرِ
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ashar RA, dia berkata, "Ketika itu seorang penyeru yang diperintahkan Rasulullah SAW menyerukan “Marilah sholat berjamaah”. Kami berkumpul menuju Rasulullah SAW dan beliau bersabda, “Sesungguhnya tidak ada Nabi sebelumku kecuali menjadi kewajiban baginya untuk menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang diketahuinya serta memperingatkan mereka akan keburukan yang diketahuinya bagi mereka.
Sesungguhnya umatku ini adalah umat yang baik permulaannya akan tetapi setelahnya akan datang banyak bencana dan hal-hal yang diingkari. Akan datang suatu fitnah yang membuat sebagian orang memperbudak yang lain. Akan datang suatu fitnah hingga seorang mukmin berkata “inilah kehancuranku”. Kemudian fitnah tersebut hilang dan datanglah fitnah yang lain hingga seorang mukmin berkata “Inilah dia, inilah dia”. Maka barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga hendaklah ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah." (HR Muslim)
Baca juga: Coba Cari Kesalahan Alquran, Mualaf Lamaan Ball: Tuhan Jika Engkau Ada, Bimbinglah Aku
Kedua
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ
Dari Abu Hurairah ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, Al haraj -yaitu pembunuhan- dan harta melimpah ruah kepada kalian."
Ketiga...
Ketiga
عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ فَإِنْ دُخِلَ يَعْنِي عَلَى أَحَدٍ مِنْكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ
Dari Abu Musa Al-Asya’ri RA, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Menjelang datangnya hari kiamat akan muncul fitnah seperti malam yang gelam gulita, seorang laki-laki beriman di pagi hari lalu kafir di sore hari, sore hari beriman lalu pagi hari kafir. Pada waktu itu orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri, dan orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berlari (jalan cepat). Patahkanlah anak panah kalian dan potonglah tali busur kalian, serta tancapkanlah pedang kalian di bebatuan. Jika ada seseorang yang masuk pada salah seorang dari kalian (untuk membunuh), maka berlakulah seperti sebaik-baik dari kedua anak Adam (Qabil dan Habil)." (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).
Terakhir di Dunia tapi Pertama di Akhirat
Umat Nabi Muhammad SAW adalah umat akhir zaman. [37] url asal
#kiamat #hari-akhirat #akhirat #umat-akhir-zaman #islam
(Republika - Khazanah) 03/08/24 04:53
v/13136326/
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Di antara keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada umat Islam adalah menjadikan mereka sebagai umat yang terakhir di alam wujud. Tetapi, merupakan umat yang pertama kali dibangkitkan, dihisab, dan dimasukan ke dalam surga.
Armageddon, Perang Besar Menumpas Dajjal dan Israel
Nubuat tentang perang besar di akhir zaman ini disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW. [438] url asal
#tanda-tanda-kiamat #hari-kiamat #perang-armageddon #perang-akhir-zaman #dajjal
(Republika - Khazanah) 30/07/24 07:36
v/12614195/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada akhir zaman, menjelang hari kiamat, orang-orang Israel akan berkumpul dengan sekutunya. Mereka semua bergabung dengan dipimpin Dajjal.
Sementara itu, umat Islam pun akan bersatu dengan dipimpin oleh Imam Mahdi. Pertempuran besar pada akhir zaman pun meletus.
Dalam keadaan demikian, Nabi Isa AS turun dari langit. Rasul yang juga putra Maryam itu kemudian bergabung dengan Imam Mahdi dan pasukan Muslimin.
Begitu mengetahui kedatangan Isa AS, Dajjal panik. Makhluk penebar fitnah itu pun dibunuh oleh nabiyullah tersebut.
Rentetan kejadian pada akhir zaman itu banyak diceritakan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW menubuatkan, kelak Palestina akan menjadi negeri tempat bertarungnya Nabi Isa dan Dajjal. Sesudah Pendusta Besar itu mati, orang-orang Mukmin akan berjaya hingga berhembusnya angin yang akan mewafatkan semua mereka.
Simaklah hadis Rasulullah SAW dalam yang diriwayatkan dari jalur an-Nawwas bin Sam'an ini.
فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِى حَيْثُ يَنْتَهِى طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ
“Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di Menara Putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya pada sayap dua malaikat.
Bila ia menundukkan kepala, air pun menetes. Ketika ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium aroma badan (Isa AS) melainkan kafir tersebut akan mati. Sungguh, aroma nafasnya (menyeruak) sejauh mata memandang.
Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di Pintu Ludd, dan lalu membunuhnya. Setelah itu, Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga” (HR Muslim no 2937).
Bukan hanya nash-nash Islam, kitab suci Nasrani pun menyebutkan perihal perang akhir zaman. Mereka mengistilahkannya sebagai Perang Armageddon.
Wisnu Sasongko dalam bukunya, Armageddon: Peperangan Akhir Zaman, menjelaskan istilah armageddon berasal dari bahasa Yunani. Di kalangan orang Eropa, ini telah menjadi sinonim dalam pembahasan tentang hari akhir dunia.
Di kalangan Muslimin pun, istilah serupa juga dijumpai, yaitu al-Majidun, yang berarti ‘kemuliaan’. Maka, Perang al-Majidun adalah ‘Perang Kemuliaan’. Ini ditemukan dalam beberapa manuskrip yang tersimpan dalam perpustakaan-perpustakaan Islam di Timur Tengah.
Armageddon adalah nama sebuah gunung di Palestina. Namanya adalah gabungan dari har yang dalam bahasa Ibrani berarti gunung dan Mageddon, yakni sebuah kota kuno di wilayah setempat. Kota itu berada di kaki pegunungan Samaria, gunung yang membentang sampai ke Hebron.
“Armageddon adalah peristiwa besar di akhir zaman, yaitu perang dunia terbesar di akhir zaman yang dimulai dari Magiddo, sebuah kota di Israel di pegunungan Samaria. Nabi Muhammad SAW menyebut peperangan akhir zaman ini sebagai Al Malhamah Al Kubro, suatu huru-hara besar yang belum pernah ada tandingannya, yang merupakan arena penampakan kuasa Allah untuk membungkam kesombongan orang-orang kafir,” tulis Sasongko.
Hadits Nabi SAW yang Panjang Ini Beberkan Tanda Kiamat, 5 di Antaranya Sudah Terjadi?
Kiamat adalah salah satu rahasia yang hanya diketahui Allah SWT [542] url asal
#kiamat #tanda-kiamat #tanda-kecil-kiamat #kiamat-kecil #kiamat-besar #hadits-kiamat #akhir-zaman #tanda-akhir-zaman
(Republika - Khazanah) 20/07/24 07:44
v/11399247/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Rasulullah SAW telah membeberkan tanda-tanda terjadinya kiamat dalam berbagai riwayat. Salah satu riwayat berikut ini mengungkapkan tanda kiamat. Sebagiannya sudah terjadi.
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ يَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ وَحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ وَحَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ وَحَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ وَحَتَّى يَعْرِضَهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ لَا أَرَبَ لِي بِهِ وَحَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ وَحَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ وَحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ يَعْنِي آمَنُوا أَجْمَعُونَ فَذَلِكَ حِينَ { لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا } وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ نَشَرَ الرَّجُلَانِ ثَوْبَهُمَا بَيْنَهُمَا فَلَا يَتَبَايَعَانِهِ وَلَا يَطْوِيَانِهِ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ انْصَرَفَ الرَّجُلُ بِلَبَنِ لِقْحَتِهِ فَلَا يَطْعَمُهُ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَهُوَ يُلِيطُ حَوْضَهُ فَلَا يَسْقِي فِيهِ وَلَتَقُومَنَّ السَّاعَةُ وَقَدْ رَفَعَ أُكْلَتَهُ إِلَى فِيهِ فَلَا يَطْعَمُهَا
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zanad] dari ['Abdurrahman] dari [Abu Hurairah], bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga dua kelompok besar terjadi pembunuhan besar-besaran padahal ajakan keduanya satu, hingga muncul para pendusta yang kurang lebihnya tiga puluh, kesemuanya mengaku ia utusan Allah, hingga ilmu diangkat, banyak keguncangan, zaman terasa singkat, fitnah muncul dimana-mana, dan banyak alharaj, yaitu pembunuhan, hingga di tengah-tengah kalian harta melimpah ruah dan berlebihan, sehingga pemilik harta mencari-cari orang yang mau menerima sedekahnya, sampai ia menawar-nawarkan sedekahnya, namun orang yang ditawari mengelak seraya mengatakan ' Aku tak butuh sedekahmu', sehingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan, sehingga seseorang melewati kuburan seseorang dan mengatakan; 'Aduhai sekiranya aku menggantikannya', hingga matahari terbit dari sebelah barat, padahal jika matahari telah terbit dari sebelah barat dan manusia melihatnya, mereka semua beriman, pada saat itulah sebagaimana ayat; 'Ketika itu tidak bermanfaat lagi bagi seseorang keimanannya, yang ia belum beriman sebelumnya atau belum mengerjakan kebaikan dengan keimanannya." (QS. Al an'am 158),
Dan hari kiamat terjadi ketika dua orang telah menyerahkan kedua bajunya tetapi keduanya tidak jadi melakukan jual beli, keduanya tidak jadi melipatnya, dan hari kiamat terjadi sedang seseorang telah pulang membawa susu sapinya tetapi tidak jadi ia meminumnya, dan hari kiamat terjadi ketika seseorang memperbaiki kolam (tempat minum) nya tetapi dia tak jadi meminumnya, dan hari kiamat terjadi sedang seseorang telah mengangkat suapannya tetapi dia tidak jadi menyantapnya." (HR Bukhari)
Jika membaca hadits ini dan mengaktualkannya dengan kondisi saat ini, setidaknya ada beberapa tanda yang sudah terjadi yaitu sebagai berikut:
Pertama, perang besar-besaran...
Pertama, perang besar-besaran antara sesama Muslim. Hal ini misalnya bisa kita tengok dengan konflik di sejumlah dunia Islam yang melibatkan sesama orang beriman.
Di Irak misalnya, ISIS yang memporak-porandakan Irak hingga membuat perang saudara pecah.
Di Suriah juga demikian, konflik besar selama bertahun-tahun terjadi antarorang yang beriman. Termasuk juga menengok apa yang terjadi di Libya.
Kedua, aktu yang bergulir begitu cepat. Pernahkah Anda merasa bahwa waktu bergulir begitu cepat. Tiba-tiba saja sudah berganti jam, hari, bulan, dan tahun. Dan ternyata, fenomena ini merupakan satu dari sekian tanda kiamat.
Diriwayatkan dari beliau radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga zaman berdekatan, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).
Ketiga, maraknya pembunuhan. Ini di antara tanda yang banyak terjadi belakangan ini. Ironisnya, pembunuhan ini melibatkan orang-orang terdekat dan dengan cara yang sangat sadis. Dalam hadits ini disebut dengan diksi alharaj atau pembunuhan
Keempat, berlomba-lomba meninggikan dan memewahkan bangunan. Tidak hanya rumah, tetapi masjid atau mushala. Padahal di satu sisi, masih banyak dhuafa dan orang yang membutuhkan bantuan di sekitar Masjid tersebut. Fenomena ini, banyak kita dapati mulai dari pedesaan hingga perkotaan
Kelima, banyak pendusta dengan beragam modusnya. Ada yang mengaku nabi atau rasul, ada yang mampu berdialog dengan semut dan malaikat Jibril, dan tanda-tanda bermunculan nya orang-orang yang menebarkan kedustaan.
Berhamburan Keluar, Munafik di Akhir Zaman Pilih Ikuti Dajjal
Hadis ini mengungkapkan, orang-orang munafik di Madinah akan keluar dan ikuti Dajjal. [433] url asal
#orang-munafik #kaum-munafik #pengikut-dajjal #akhir-zaman #tanda-kiamat #kota-madinah
(Republika - Khazanah) 15/07/24 11:38
v/10844664/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam melakukan syiar Islam, Nabi Muhammad SAW menghadapi tantangan bukan hanya dari orang-orang kafir yang terang-terangan memusuhi beliau, melainkan juga golongan munafik. Mereka ini bagaikan 'duri dalam daging.'
Sebab, kelompok ini tidak secara terbuka menolak Islam. Bahkan, sebagian mereka turut dalam aktivitas jamaah kaum Muslimin. Namun, saat berada dengan kaum musyrikin, orang-orang ini menegaskan dukungannya terhadap upaya apa pun untuk menghambat dakwah Rasulullah SAW.
"Ketika umat Islam sedang menghadapi kesulitan dan tantangan, mereka menarik diri dan berada di luar barisan. Tapi ketika kemenangan datang, mereka merapat kembali, seolah-olah ikut berjasa dalam meraih kemenangan," tulis Ahmad Fuad Effendy dalam buku Sudahkah Kita Mengenal Alquran? (2013), saat memaparkan pelbagai tafsir atas surah al-Hajj ayat ke-11.
Arti Kalamullah itu: "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."
Pada akhir zaman, keberadaan orang-orang munafik dapat dijumpai, bahkan di Tanah Suci. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyampaikan nubuat tentang para pengikut Dajjal.
Makhluk yang pada wajahnya terdapat guratan "ka-fa-ra" itu muncul sebagai salah satu tanda kiamat besar. Dajjal akan menyesatkan banyak umat manusia. Bahkan, seluruh daerah atau kota di muka bumi ini akan disambanginya. Ia mampu menguasai semua, kecuali Makkah dan Madinah.
Alih-alih merasa aman, orang-orang munafik di Tanah Suci justru gelisah. Sebab, jauh di lubuk hatinya, muncul keinginan untuk mengikuti Dajjal. Hingga tiba saatnya, mereka pun berhamburan keluar dari kota suci demi mewujudkan hasratnya itu. RasulullahSAW bersabda:
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا
“Tidak ada satu negeri pun, melainkan semua akan ditapaki (didatangi) oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju ke sana dijaga oleh malaikat yang berbaris (rapat).
Maka berhentilah Dajjal di sebuah kebun (di pinggir Kota Madinah). Madinah berguncang tiga kali. Kemudian, keluarlah semua orang-orang kafir dan munafik (dari Kota Madinah) untuk menemui Dajjal” (HR al-Bukhari nomor 1881 dan Muslim nomor 2943).
Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada sebuah negeri pun melainkan akan dimasuki oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu pun jalan masuk ke Madinah melainkan telah dikawal oleh barisan malaikat.
Dajjal kemudian mendatangi Sibhkah al Jurf (tanah berbatu vulkanik) dan memukul serambinya. Akibatnya, Madinah berguncang tiga kali. Maka setiap orang kafir dan munafik keluar (dari Kota Madinah) untuk bergabung dengan Dajjal” (HR Bukhari).
Mereka berlarian keluar dari Madinah dan bergabung dengan pasukan Dajjal. Itu lantaran kefasikan dan kemunafikan dalam dirinya. Orang-orang ini lebih mencintai kenikmatan duniawi daripada mencari keselamatan akhirat yang kekal.
Berhamburan Keluar dari Madinah, Munafik di Akhir Zaman Pilih Ikuti Dajjal
Hadis ini mengungkapkan, orang-orang munafik di Madinah akan keluar dan ikuti Dajjal. [433] url asal
#orang-munafik #kaum-munafik #pengikut-dajjal #akhir-zaman #tanda-kiamat #kota-madinah
(Republika - Khazanah) 15/07/24 11:38
v/10839922/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam melakukan syiar Islam, Nabi Muhammad SAW menghadapi tantangan bukan hanya dari orang-orang kafir yang terang-terangan memusuhi beliau, melainkan juga golongan munafik. Mereka ini bagaikan 'duri dalam daging.'
Sebab, kelompok ini tidak secara terbuka menolak Islam. Bahkan, sebagian mereka turut dalam aktivitas jamaah kaum Muslimin. Namun, saat berada dengan kaum musyrikin, orang-orang ini menegaskan dukungannya terhadap upaya apa pun untuk menghambat dakwah Rasulullah SAW.
"Ketika umat Islam sedang menghadapi kesulitan dan tantangan, mereka menarik diri dan berada di luar barisan. Tapi ketika kemenangan datang, mereka merapat kembali, seolah-olah ikut berjasa dalam meraih kemenangan," tulis Ahmad Fuad Effendy dalam buku Sudahkah Kita Mengenal Alquran? (2013), saat memaparkan pelbagai tafsir atas surah al-Hajj ayat ke-11.
Arti Kalamullah itu: "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."
Pada akhir zaman, keberadaan orang-orang munafik dapat dijumpai, bahkan di Tanah Suci. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyampaikan nubuat tentang para pengikut Dajjal.
Makhluk yang pada wajahnya terdapat guratan "ka-fa-ra" itu muncul sebagai salah satu tanda kiamat besar. Dajjal akan menyesatkan banyak umat manusia. Bahkan, seluruh daerah atau kota di muka bumi ini akan disambanginya. Ia mampu menguasai semua, kecuali Makkah dan Madinah.
Alih-alih merasa aman, orang-orang munafik di Tanah Suci justru gelisah. Sebab, jauh di lubuk hatinya, muncul keinginan untuk mengikuti Dajjal. Hingga tiba saatnya, mereka pun berhamburan keluar dari kota suci demi mewujudkan hasratnya itu. RasulullahSAW bersabda:
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا
“Tidak ada satu negeri pun, melainkan semua akan ditapaki (didatangi) oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju ke sana dijaga oleh malaikat yang berbaris (rapat).
Maka berhentilah Dajjal di sebuah kebun (di pinggir Kota Madinah). Madinah berguncang tiga kali. Kemudian, keluarlah semua orang-orang kafir dan munafik (dari Kota Madinah) untuk menemui Dajjal” (HR al-Bukhari nomor 1881 dan Muslim nomor 2943).
Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada sebuah negeri pun melainkan akan dimasuki oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu pun jalan masuk ke Madinah melainkan telah dikawal oleh barisan malaikat.
Dajjal kemudian mendatangi Sibhkah al Jurf (tanah berbatu vulkanik) dan memukul serambinya. Akibatnya, Madinah berguncang tiga kali. Maka setiap orang kafir dan munafik keluar (dari Kota Madinah) untuk bergabung dengan Dajjal” (HR Bukhari).
Mereka berlarian keluar dari Madinah dan bergabung dengan pasukan Dajjal. Itu lantaran kefasikan dan kemunafikan dalam dirinya. Orang-orang ini lebih mencintai kenikmatan duniawi daripada mencari keselamatan akhirat yang kekal.
3 Fenomena Agama Ini Isyaratkan Kecocokan Hadits Ruwaibidhah Akhir Zaman di Indonesia
Ruwaibidhah adalah fenomena yang disebutkan Rasulullah dalam haditsnya [505] url asal
#ruwaibidhah #siapa-ruwaibidhah #orang-orang-ruwaibidhah #ciri-ciri-ruwaibidhah #pengertian-ruwaibidhah #tanda-akhir-zaman #tanda-tanda-kiamat #hadits-akhir-zaman #rasulullah #muhammad #mama-ghufron
(Republika - Khazanah) 11/07/24 05:35
v/10387359/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akhir-akhir ini banyak orang yang tampil di saluran publik seperti di media sosial berbicara tentang apapun termasuk agama.
Namun, menurut para ulama yang ahli di bidangnya, orang-orang tersebut tidak bisa dijadikan rujukan umat karena memang apa yang dibicarakan keliru dan tak sesuai dengan aturan. Hal tersebut sudah disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara."
Lalu Nabi Muhammad SAW ditanya, "Apakah Ruwaibidhah itu?"
Rasulullah SAW menjawab, "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum." (HR Imam Ibnu Majah)
Berikut ini sejumlah fenomena di Indonesia yang muncul dan mempunyai indikasi kuat sesuai dengan apa yang dimaksud Rasulullah dalam hadits di atas.
Pertama, Samsudin
Sebelumnya, publik sempat diramaikan dengan kemunculan sosok yang menamai dirinya sendiri dengan Gus Samsudin di media sosial.
Dia membuat konten yang mencampur adukan narasi agama dengan praktik perdukunan. Seperti menarik benda pusaka, melawan sihir atau guna-guna, ilmu kebal dan semacamnya.
Kontroversial Gus Samsudin yang paling mengguncang jagat maya adalah konten tukar istri, hingga membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan.
Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya menanggapi Samsuddin alias Gus Samsudin yang membuat konten dan diunggah ke akun Youtube Mbah Den (Sariden).
Dalam konten buatan Gus Samsudin itu, ditampilkan orang-orang memakai sorban di kepalanya seperti yang biasa dipakai para ulama. Ada juga wanita yang memakai hijab dan cadar dalam konten tersebut.
Dalam konten tersebut, orang yang memakai sorban mengatakan kepada orang-orang (jamaahnya) bahwa bertukar pasangan atau bertukar istri itu hukumnya boleh asal suka sama suka serta tidak ada paksaan.
"Kalau senang sama senang, walau bukan suami istri, bebas. Di sini tukar pasangan juga boleh, asal suka-sama suka. Makanya di agama lain tidak ada," kata seorang yang memerankan kiai dalam konten buatan Gus Samsudin.
Menanggapi konten itu...
Tidak hanya itu, hadits di atas juga menunjukkan pentingnya menjaga amanah dan memperingatkan dari bahaya mengkhianati amanah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, "Kapan datangnya hari kiamat?"
Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, "Beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu." Dan ada pula sebagian yang berkata, "Beliau tidak mendengar perkataannya."
Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang (yang bertanya) itu berkata, "Saya, wahai Rasulullah!"
Maka Nabi SAW bersabda, "Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya, "Bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi SAW bersabda, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat." (HR Bukhari).
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”. Maka beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamatnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA).
3 Fenomena Ini Isyaratkan Kuat Kecocokan Hadits Ruwaibidhah Akhir Zaman di Indonesia
Ruwaibidhah adalah fenomena yang disebutkan Rasulullah dalam haditsnya [505] url asal
#ruwaibidhah #siapa-ruwaibidhah #orang-orang-ruwaibidhah #ciri-ciri-ruwaibidhah #pengertian-ruwaibidhah #tanda-akhir-zaman #tanda-tanda-kiamat #hadits-akhir-zaman #rasulullah #muhammad #mama-ghufron
(Republika - Khazanah) 11/07/24 05:35
v/10382948/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Akhir-akhir ini banyak orang yang tampil di saluran publik seperti di media sosial berbicara tentang apapun termasuk agama.
Namun, menurut para ulama yang ahli di bidangnya, orang-orang tersebut tidak bisa dijadikan rujukan umat karena memang apa yang dibicarakan keliru dan tak sesuai dengan aturan. Hal tersebut sudah disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara."
Lalu Nabi Muhammad SAW ditanya, "Apakah Ruwaibidhah itu?"
Rasulullah SAW menjawab, "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum." (HR Imam Ibnu Majah)
Berikut ini sejumlah fenomena di Indonesia yang muncul dan mempunyai indikasi kuat sesuai dengan apa yang dimaksud Rasulullah dalam hadits di atas.
Pertama, Samsudin
Sebelumnya, publik sempat diramaikan dengan kemunculan sosok yang menamai dirinya sendiri dengan Gus Samsudin di media sosial.
Dia membuat konten yang mencampur adukan narasi agama dengan praktik perdukunan. Seperti menarik benda pusaka, melawan sihir atau guna-guna, ilmu kebal dan semacamnya.
Kontroversial Gus Samsudin yang paling mengguncang jagat maya adalah konten tukar istri, hingga membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan.
Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya menanggapi Samsuddin alias Gus Samsudin yang membuat konten dan diunggah ke akun Youtube Mbah Den (Sariden).
Dalam konten buatan Gus Samsudin itu, ditampilkan orang-orang memakai sorban di kepalanya seperti yang biasa dipakai para ulama. Ada juga wanita yang memakai hijab dan cadar dalam konten tersebut.
Dalam konten tersebut, orang yang memakai sorban mengatakan kepada orang-orang (jamaahnya) bahwa bertukar pasangan atau bertukar istri itu hukumnya boleh asal suka sama suka serta tidak ada paksaan.
"Kalau senang sama senang, walau bukan suami istri, bebas. Di sini tukar pasangan juga boleh, asal suka-sama suka. Makanya di agama lain tidak ada," kata seorang yang memerankan kiai dalam konten buatan Gus Samsudin.
Menanggapi konten itu...
Tidak hanya itu, hadits di atas juga menunjukkan pentingnya menjaga amanah dan memperingatkan dari bahaya mengkhianati amanah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, "Kapan datangnya hari kiamat?"
Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, "Beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu." Dan ada pula sebagian yang berkata, "Beliau tidak mendengar perkataannya."
Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang (yang bertanya) itu berkata, "Saya, wahai Rasulullah!"
Maka Nabi SAW bersabda, "Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya, "Bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi SAW bersabda, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat." (HR Bukhari).
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”. Maka beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamatnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA).
Apakah Kita Benar-Benar Ada di Masa Ruwaibidhah Akhir Zaman? Ini Kata 3 Ulama Timur Tengah
Ruwaibidhah banyak muncul bermunculan tanda kiamat [449] url asal
#ruwaibidhah #ciri-ciri-ruwaibidhah #siapa-ruwaibidhah #pengertian-ruwaibidhah #tanda-akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #akhir-zaman #tanda-tanda-kiamat #ramalan-hari-kiamat #kapan-kiamat-datang #rasulul
(Republika - Khazanah) 10/07/24 18:53
v/10330838/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Apakah kita sekarang benar- benar berada di masa ketika Ruwaibidhah yang disebut Rasulullah SAW marak muncul pertanda kiamat?
Jawaban atas pertanyaan ini sudah pernah dikupas ulama dari Timur Tengah. Cendekiawan asal Aden Yaman, Dr ‘Iwad Ahmad al-Ilqamani, mengatakan pertanyaan ini memang kerap menganggu pikirannya dan membuat berpikir keras dan merenung mendalam. Dalam kesimpulannya, bahwa kita sekarang di zaman dimana para Ruwaibidhah bertebaran di banyak tempat dengan beragam levelnya.
“Bagaimana bisa mereka mengatur urusan orang banyak? Bagaimana mereka becus mengurus rakyat? Dan musibah besar, mereka berada di iklim penuh dengan kebodohan yang merajalela, dan orang bodoh biasanya melihat dirinya paling hebat, dengan pemikiran semacam ini dia mengurus masyarakat, rakyat. Ini yang paling bahaya bagi lingkungannya. Anti kritik, tidak percaya moralitas, dan enggan bercermin,” kata dia.
Hal yang sama juga diungkapkan Abdullah bin Sa’ad Al Mayuf, cendekiawan asal Arab Saudi. Dalam konteks politik, dia menafsirkan Ruwaibidhah adalah shahawiyyin (pengusung pemikiran politik Islam era awal) dan rajiyyin (pengusung pemikiran politik Islam puritan).
Di mata Abdullah, mereka adalah orang-orang yang tak mempunyai latar belakang ilmu logika dan kemanusian, dan tidak paham pembaruan atau maslahat. Mereka hanya berdalih melestarikan mazhab lama, lalu mengajak publik tanpa pemahaman dan ilmu. “Tahukah kalian mereka orang yang bodoh berbicara di perkara umum.”
Sementara itu, kondisi munculnya Ruwaibidhah ini juga diamini ulama Al-Azhar Mesir Dr Ramadhan Abdurrazaq. “Mereka yang tak memiliki kompetensi berbicara di banyak perkara yang mereka sendiri tak paham, sampai berada lah kita sekarang di masa Ruwaibidhah banyak cakap,” kata dia sembari mengutip hadits Abu Hurairah RA dari Ibnu Majah tentang tanda akhir zaman tentang munculnya fenomena Ruwaibidhah.
Ruwaibidhah adalah...
Tidak hanya itu, hadits di atas juga menunjukkan pentingnya menjaga amanah dan memperingatkan dari bahaya mengkhianati amanah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, "Kapan datangnya hari kiamat?"
Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, "Beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu." Dan ada pula sebagian yang berkata, "Beliau tidak mendengar perkataannya."
Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang (yang bertanya) itu berkata, "Saya, wahai Rasulullah!"
Maka Nabi SAW bersabda, "Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya, "Bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi SAW bersabda, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat." (HR Bukhari).
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”. Maka beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamatnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA).
Siapa Ruwaibidhah yang Disebut Banyak Bermunculan Kini Sebagai Pertanda Kiamat? | Republika Online
Fenomena Ruwaibidhah dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW [619] url asal
#kiamat #tanda-akhir-zaman #tanda-kiamat #ruwaibidhah #siapa-ruwaibidhah #pengertian-ruwaibidhah #akhir-zaman #jujur #dustra #kejujuran
(Republika - Iqra) 09/07/24 17:22
v/10207685/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ruwaibidhah adalah salah satu istilah yang muncul dalam hadis tentang tanda-tanda akhir zaman.
Menurut hadits tersebut, Ruwaibidhah adalah orang yang bodoh namun berbicara tentang urusan perkara umum. Hadis tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab,“Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (HR Ibnu Majah).
Hadis ini menggambarkan keadaan di mana nilai-nilai kebenaran dan kejujuran terbalik, serta orang-orang yang tidak layak malah memegang kendali dan berbicara tentang urusan yang penting.
Kata Ruwaibidhah sendiri berasal dari akar kata rabadha dengan banyak makna dalam bahasa Arab, di antaranya bermakna berlutut dan bersandar. Kata rabadha sebagai kata kerja menjadi rabidha atau rabidha sebagai subyek, lalu menjadi kata ruwaibidhah.
Imam Al-Suyuthi menjelaskan, kata al-ruwaibidhah di dalam hadits tersebut merupakan bentuk tashghir (pengecilan) dari al-rabidh yang berarti berlutut. Lalu kata al-rabidh yang makna aslinya berlutut, dipinjam penggunaannya (isti’arah) menjadi makna yang lain, yaitu posisi rendah (inferior).
Seolah-olah hal itu menggambarkan bahwa orang yang berlutut itu sebagai orang yang rendah kemampuan dan keilmuannya, namun banyak berbicara dan mengeluarkan statement tanpa didasari oleh ilmu yang memadai dan dipandang baik oleh para pengagumnya, sehingga memiliki pengaruh dan dampak yang luas.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Abdul Muiz Ali mengatakan, makna al-Ruwaibidhah dalam hadis di atas menjelaskan tentang peringatan kepada umat Islam agar tidak mudah berbicara atas suatu masalah/mengomentari masalah, padahal ia tidak mempunyai ilmu tentang hal tersebut.
"Contoh (Ruwaibidhah) sekarang, banyak para netizen yang mudah membicarakan soal agama, padahal ia tidak tidak kompeten soal agama," ujar Kiai Muiz saat dihubungi Republika.co.id, Senin (8/7/2024).
Padahal, menurut dia, dalam Alquran Allah SWT juga telah menegaskan:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua akan dimintai pertanggung-jawabannya.” (QS Al-Isra' [17]:36)
Allah SWT juga berfirman dalam Alquran, yang artinya: “Hai umat manusia, makanlah sebagian yang ada di bumi ini yang halal dan baik, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian. Sesungguhnya dia hanya akan menyuuh kalian kepada perbuatan dosa dan kekejian, dan agar kalian berkata-kata atas nama Allah dalam sesuatu yang tidak kalian ketahui ilmunya.” (QS al-Baqarah : 168-169).
Hadits di atas, menurut Kiai Muiz, juga menunjukkan tentang pentingnya kejujuran dan mengandung peringatan dari bahaya kedustaan. Rasulullah SAW bersabda:
Tidak hanya itu, hadits di atas juga menunjukkan pentingnya menjaga amanah dan memperingatkan dari bahaya mengkhianati amanah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya, "Kapan datangnya hari kiamat?"
Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraan beliau. Sebagian orang berkata, "Beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu." Dan ada pula sebagian yang berkata, "Beliau tidak mendengar perkataannya."
Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata, "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang (yang bertanya) itu berkata, "Saya, wahai Rasulullah!"
Maka Nabi SAW bersabda, "Bila sudah hilang amanah, maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya, "Bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi SAW bersabda, "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat." (HR Bukhari).
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya hari kiamat.” Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”. Maka beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kiamatnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah RA).