#30 tag 24jam
Dua Hal Ini Menjadi Penyebab Awal Rusaknya Umat
Dua hal terkait penyebab awal kerusakan umat disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW. [155] url asal
#kerusakan-umat #umat #umat-islam #kikir #panjang-angan-angan #hadits #syarah-hadits
(Republika - Iqra) 14/10/24 14:00
v/16527185/
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan tentang bahaya kikir dan panjang angan-angan. Karena, dua hal ini menjadi sebab awal mula kerusakan umat.
Dalam hadits disebutkan:
Diriwayatkan dari Amr bin Syuaib, dari ayahnya, dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Awal mula dari kebaikan umat ini adalah yakin (kepada Allah SWT) dan zuhud (terhadap dunia). Dan awal mula dari kerusakan umat ini adalah kikir dan panjang angan-angan." (HR Baihaqi, Misykat).
Dijelaskan oleh Maulana Zakariyya Al Kandahlawi dalam kitab Fadhilah Sedekah, pada hakikatnya, kebakhilan timbul karena panjang angan-angan. Panjang angan-angan terjadi karena seseorang memikirkan rencana jangka panjang.
"Dan rencana jangka panjang ini adalah mengumpulkan harta," tulis Maulana Zakariyya.
Menurut Maulana Zakariyya, jika manusia selalu ingat mati dan selalu berpikir bahwa kematian dapat datang dengan tiba-tiba, maka ia tidak perlu mengumpulkan harta yang banyak. Jika ia selalu mengingat mati, maka yang selalu dipikirkannya adalah mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhiratnya.
Nabi SAW Nubuatkan 6 Hal, 5 Terjadi dan 1 Belum yaitu Perang dengan Eropa, Maksudnya?
Nubuat termasuk salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW [678] url asal
#nubuat #nubuat-nabi #kematian-rasulullah #tanda-akhir-zaman #umat-islam #umat-islam-indonesia #nabi-isa #imam-al-mahdi #umar-bin-khattab
(Republika - Iqra) 27/08/24 14:00
v/14782096/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya, pernah menubuatkan enam tanda kiamat kecil. Lima di antaranya telah terjadi sedangkan satu darinya, belum terjadi.
عن عوف بن مالك قال: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ: اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَة. مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَة،ً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
Dari Auf bin Malik RA, dia berkata, "Aku menemui Nabi SAW ketika terjadi perang Tabuk saat Beliau sedang berada di tenda terbuat dari kulit yang disamak. Beliau bersabda: "Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari kiamat (yaitu) kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya, dan perjanjian antara kalian dan bangsa Bani Al Ashfar (Eropa) lalu mereka mengkhiyanati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian di bawah delapan bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personel". (HR Bukhari 2940, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dari lima perkara yang sudah terjadi tersebut ialah yang pertama, wafatnya Rasulullah SAW. Beliau wafat pada Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriyah atau bertepatan dengan 8 Juni 632 Masehi
Kedua, penaklukan Yerusalem. Peristiwa Ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA pada tahun keenam belas Hijrah Nabi SAW sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama sirah . Umar turut serta dalam penaklukan ini dan membangun masjid dengan di kiblat Baitul Maqdis.
Diriwayatkan Imam Ahmad dan diamini Ahmad Syakir dari jalur Ubaid bin Adam, dia berkata, “Aku mendengar Umar bin Khattab berkata kepada Ka'b al-Ahbar. “Menurutmu di mana aku harus sholat?” Ka’ab menjawab, “Jika engkau mengikutiku, aku memilih sholat di belakang Kubah Shakrakh (dome of the rock) agar Yerusalem kelihatan seluruhnya di depanmu.”
Umar berkata, “Tidak, aku akan menyerupai Yahudi (kalau seperti itu), tetapi aku akan shalat di tempat Rasulullah SAW.” Maka Umar maju ke arah kiblat dan sholat, kemudian ia datang dan membentangkan jubahnya, lalu menyapu dengan jubahnya, dan orang-orang pun menyapu.”
BACA JUGA:Nubuat Masa Depan Rasulullah SAW Terbukti, 3 Fenomena Umat Akhir Zaman Ini Terjadi
Ketiga, banyaknya kematian. Makna dari wa’aqashul ghnam adalah. Penyakit yang menyebabkan hewan mengeluarkan sesuatu dari hidungnya dan mati secara tiba-tiba. Abu Ubaydah berkata, "Dari sinilah kata iq’ash itu dimaksudkan, yaitu membunuh di tempatnya."
Ibnu Hajar berkata, “Ada yang mengatakan bahwa tanda ini turun ketika terjadi wabah penyakit di Emaus pada masa kekhalifahan Umar, yaitu setelah penaklukan Baitul Maqdis.”
Syekh Yusuf mengatakan...
Nubuat-nubuat Nabi Muhammad SAW tentang masa depan dalam berbagai situasi merupakan bukti yang paling meyakinkan akan kenabiannya, karena beliau adalah satu-satunya orang yang dipilih Allah Ta'ala dari seluruh ciptaan-Nya untuk mendapatkan akses kepada hal-hal gaib, dan Allah membukakan cakrawala gaib kepadanya dengan cara yang sangat akurat.
قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ
“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah, dan tidak (pula) mengetahui hal-hal yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, tetapi aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.’ (QS Al-Anam: 6).
Hanya Pencipta waktu yang mampu menembus batas-batas waktu dan mengetahui hal-hal yang gaib, karena hanya Dia yang menguasai masa lalu yang terlupakan dan kunci-kunci gaib yang tersembunyi.
Para peramal dan orang-orang lain yang mengklaim terhubung antara dunia duniawi dan dunia roh mengucapkan kata-kata dan ungkapan dengan interpretasi yang tak terhitung jumlahnya, dan dari interpretasi-interpretasi ini diperoleh apa yang mereka klaim sebagai yang paling akurat, tetapi setelah mengetahui kebenarannya, dan seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya menipu orang lain, tetapi tebakan mereka sering kali lebih banyak yang salah daripada yang benar.
Adapun untuk meramalkan rincian masa depan tanpa sedikitpun kesalahan, itu adalah hak Sang Maha Tahu gaib, hanya Dia yang mempunyai memberikan anuegarah penglihatan alam gaib.
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً. إِلاَّ مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ...
“Dia mengetahui alam gaib, maka Dia tidak memperlihatkan yang gaib kepada seorang pun (26) kecuali kepada orang-orang yang Dia pilih dari para rasul...” (QS Jin 72: 26-27).
يقول القاضي عياض (تُوفي 1149) و الأحاديث في هذا الباب بحر لا يدرك قعره، ولا ينزف غمره. وهذه المعجزة من جملة معجزاته المعلومة على القطع الواصل إلينا خبرها على التواتر، لكثرة رواتها، واتفاق معانيها على الاطلاع على الغيب"
Al-Qadi Ayyad (w 1149) berkata, “Hadits-hadits dalam bagian ini adalah lautan yang dasarnya tidak dapat diketahui dan kedalamannya tidak dapat dihabiskan. Mukjizat ini merupakan salah satu mukjizatnya yang dikenal, yang beritanya sampai kepada kita secara mutawatir (kuat), karena banyaknya perawi dan kesepakatan makna mereka tentang ilmu gaib.”
Indonesia Dinobatkan Sebagai Negara Paling Religius Versi Pew Research, Ini Alasannya
Penduduk Indonesia paling banyak beribadah setiap harinya [469] url asal
#muslim-indonesia #indonesia-paling-religius #indonesia-paling-agamais #survei-pew-research #islam-di-indonesia #islam-indonesia #religiusitas-indonesia #indonesia #islam #muslim #umat-islam #agama #ag
(Republika - Khazanah) 25/08/24 13:50
v/14706049/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Selama satu setengah dekade terakhir, Pew Research Center telah melakukan survei yang berfokus pada agama di seluruh dunia.
Salah satu pertanyaan yang diajukan dalam setiap survei ini adalah “Seberapa penting agama dalam hidup Anda?” Pertanyaan lain yang kami ajukan berulang kali adalah “Seberapa sering Anda berdoa?”
Dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan ini, Pew Research melihat pola yang secara luas serupa di 102 negara dan wilayah yang kami survei antara 2008 dan 2023.
Tempat-tempat yang paling religius menurut kedua ukuran ini cenderung berada di sub-Sahara Afrika, Amerika Latin, dan wilayah Timur Tengah-Afrika Utara. Tempat-tempat yang paling tidak religius cenderung berada di Eropa dan Asia Timur.
Indonesia ditetapkan sebagai negara paling religius menurut Pew Research merujuk pada survei terbaru mereka.
Orang-orang di sub-Sahara Afrika adalah yang paling mungkin mengatakan bahwa agama sangat penting dalam kehidupan mereka. Setidaknya 90 persen orang dewasa mengatakan hal ini di Senegal, Mali, Tanzania, Guinea-Bissau, Rwanda, dan Zambia.
Sebaliknya, orang-orang di hampir semua negara Eropa yang disurvei termasuk yang paling kecil kemungkinannya untuk mengatakan bahwa agama sangat penting dalam hidup mereka. Di Estonia, Republik Ceko, Denmark, Swiss, Inggris, Swedia, Latvia, dan Finlandia, hanya 10 persen atau kurang dari orang dewasa yang mengatakan hal ini.
BACA JUGA: Khasiat Istighfar dan Datangnya Rezeki
Pola di Asia Selatan dan Asia Tenggara tidak sekonsisten di Afrika sub-Sahara dan Eropa. Orang dewasa di beberapa tempat di wilayah ini termasuk yang paling mungkin di seluruh dunia yang sangat mementingkan agama.
Sebagai contoh, di Indonesia, di mana hampir semua orang dewasa mengatakan bahwa agama sangat penting dalam kehidupan mereka. Namun, jumlah yang jauh lebih kecil di Singapura (36 persen) dan Vietnam (26 persen) memberikan jawaban ini.
Di Amerika Serikat, 42 persen orang dewasa mengatakan bahwa agama sangat penting dalam hidup mereka. Angka ini berada di bawah median 102 negara lain yang mencapai 55 persen.
Tingkat ibadah...
Survei ini menemukan bahwa meskipun hanya sedikit orang Asia Timur yang menganggap agama sangat penting dalam kehidupan mereka atau berdoa setiap hari, banyak orang di seluruh wilayah ini memiliki keyakinan agama atau spiritual dan terlibat dalam ritual tradisional.
Sebagai contoh, banyak orang Asia Timur yang berpartisipasi dalam ritual untuk menghormati leluhur mereka.
Pew Research juga mengajukan pertanyaan yang disesuaikan dengan budaya dalam surveinya pada 2019-2020 terhadap hampir 30 ribu orang dewasa di India.
Sebagai contoh, survei tersebut menemukan kepatuhan yang luas terhadap pilihan makanan yang berkaitan dengan agama. Pew Research menemukan bahwa 92 persen dari penganut agama Jain adalah vegetarian, dan 67 persen dari penganut agama Jain di India juga tidak mengonsumsi umbi-umbian.
Di antara semua orang dewasa India, hanya sekitar setengahnya yang mengatakan bahwa mereka akan makan di rumah seseorang yang agamanya memiliki aturan yang berbeda tentang makanan.
Lima negara terbatas yang menganggap agama penting:
- Indonesia
- Sinegal
- Pakistan
- Mali
- Tanzania
Lima negara teratas yang penduduknya beribadah setiap hari:
- Indonesia
- Nigeria
- Sinegal
- Irak
- Niger
Dari Trigonometri Hingga GPS, Begini Sejarah Muslim Menentukan Arah Kiblat
Muslim abad pertengahan menggunakan trigonometri untuk menentukan kiblat. [656] url asal
#arah-kiblat #penentuan-kiblat #bagaimana-menentukan-arah-kiblat #kiblat-ditentukan-umat-islam #bagaimana-umat-islam-menentukan-kiblat #sejarah-menentukan-kiblat #kiblat-ditentukan-dengan-trigonometri
(Republika - Khazanah) 12/08/24 05:52
v/14271478/
REPUBLIKA.CO.ID, Pengetahuan tentang arah kiblat merupakan hal penting bagi Muslim. Dengan mengetahui dimana arah kiblat, Muslim akan mengetahui kemana arah mereka menghadap saat menunaikan sholat. Karena menghadap kiblat yang berada di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, merupakan salah satu syarat sah ibadah yang masuk dalam rukun Islam yang lima.
Seseorang mungkin dapat mudah menentukan kiblat manakala sholat di dalam masjid yang sudah mengidentifikasi arah kiblat. Masalah terjadi jika tengah berada di alam bebas, dalam perjalanan atau tempat di mana tidak ada petunjuk arah kiblat, sulit untuk mengetahui arah kiblat yang tepat.
Dalam posisi demikian, mengetahui bagaimana mencari kiblat akan menjadi keterampilan yang bermanfaat. Pengamatan yang tepat, serta kemampuan luar biasa mendapatkan solusi baru untuk menemukan kiblat, mungkin yang membuat ilmuwan Muslim menonjol di Abad Pertengahan. Tidak mengejutkan bagi mereka untuk menentukan kiblat ketika memulai perjalanan yang sulit.
Dalam artikel di laman About Islam, Abdul-Lateef Balogun menuliskan bahwa Muslim di abad pertengahan bisa menemukan cara untuk menentukan arah kiblat di Makkah setiap saat dengan menggunakan trigonometri tingkat lanjut.
Dengan itu, mereka akhirnya menemukan tabel kiblat abad pertengahan, yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Namun, kecanggihan tabel ini, yang bahkan tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh ahli geografi Eropa saat itu, membatasi penggunaanya.
Instrumen populer lainnya yang digunakan untuk menentukan kiblat kemudian menjadi Astrolabe. Awalnya, Astrolabe digunakan oleh astronom, navigator, dan astrolog pada era klasik. Pada era Islam abad pertengahan, astrolab terutama digunakan untuk mempelajari astronomi, navigasi, survei, penentu waktu sholat, dan menentukan arah kiblat.
Dengan menambahkan tabel khusus ke tabel yang sudah ada di belakang astrolabe konvensional, hal itu memiliki fungsi tambahan untuk menemukan arah ke Makkah dan hasilnya kiblat. Seiring penyebaran Islam yang cepat, muncul permintaan akan instrumen yang lebih akurat dan lebih mudah untuk menentukan arah kiblat.
Cara dan alat yang lebih mudah untuk mencari kiblat diperlukan guna memenuhi kebutuhan populasi Muslim yang berkembang dan telah menyebar jauh di luar Jazirah Arab. Pada abad ke-13 Masehi, pengenalan kompas ke dunia Islam merevolusi seluruh proses pencarian kiblat.
Penggunaan kompas..
Kombinasi teknologi GIS dan GPS memiliki kemampuan analitis yang memungkinkan untuk menentukan lokasi individu dari setiap pengguna ponsel. Setelah itu, informasi yang diperlukan seperti lokasi kiblat dan tempat menarik lainnya disajikan kepada pengguna melalui antarmuka peta. Untuk perangkat yang tidak mendukung antarmuka peta grafis, informasi yang diminta datang dalam bentuk instruksi tekstual atau audio.
Seperti halnya isu 'hilal', isu pencarian kiblat juga terkadang menjadi topik yang diperdebatkan. Beberapa orang meyakini bahwa bagian tengah wajah harus sejajar sempurna dengan bagian tengah Ka'bah agar sholat menjadi sah. Sementara itu, yang lainnya meyakini bahwa posisi ini terlalu kaku dan tidak perlu diadopsi.
Hal itu mengacu pada sebuah hadits Nabi Muhammad Saw yang berbunyi, "Apa yang ada di antara timur dan barat adalah kiblat." (HR. al-Tirmidzi,342; Ibn Maajah, 1011)
Hadits ini menjadi dasar dari banyak fatwa Islam tentang kiblat. Mayoritas ulama, termasuk dua dari empat Imam besar, Ahmad bin Hanbal dan Abu Hanifah, berpendapat bahwa orang yang dekat dengan Ka'bah diharuskan menghadapkan wajahnya ke depan. Sedangkan orang yang berada jauh dari Ka'bah harus mencari arah umum dari Ka'bah, tanpa harus menghadapnya dengan tepat.
Oleh karena itu, sedikit penyimpangan/kelainan dalam kiblat umumnya dianggap sebagai sesuatu yang diperbolehkan selama orang tersebut berupaya yang terbaik dalam ibadahnya kepada Allah, termasuk berupaya dahulu mencari arah kiblat. Sedangkan kesempurnaan tentunya hanya terletak pada Allah.
Lantas, bagaimana jika penyimpangan dari arah kiblat itu besar atau sama sekali tidak menghadap ke kiblat saat sholat?
Menurut putusan yang dikeluarkan oleh badan pembuat keputusan agama tertinggi di Kerajaan Arab Saudi, "Jika seorang jamaah melakukan yang terbaik untuk mengidentifikasi arah kiblat dan sholat, kemudian dia mengetahui bahwa arahnya salah, sholatnya itu masih sah." (Fataawa Al-Lajnah Al-Daa'imah-6/314)
Dengan demikian, berlainan atau sedikit penyimpangan arah kiblat seharusnya tidak menjadi sebuah pertengkaran, selama umat Islam telah melakukan upaya dan memiliki kesungguhan untuk mencoba mencari arah kiblat yang benar. Kalau pun ternyata keliru, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.
Cara Muslim Menentukan Arah Kiblat, dari Trigonometri Hingga Pakai GPS
Muslim abad pertengahan menggunakan trigonometri untuk menentukan kiblat. [656] url asal
#arah-kiblat #penentuan-kiblat #bagaimana-menentukan-arah-kiblat #kiblat-ditentukan-umat-islam #bagaimana-umat-islam-menentukan-kiblat #sejarah-menentukan-kiblat #kiblat-ditentukan-dengan-trigonometri
(Republika - Khazanah) 12/08/24 05:52
v/14260976/
REPUBLIKA.CO.ID, Pengetahuan tentang arah kiblat merupakan hal penting bagi Muslim. Dengan mengetahui dimana arah kiblat, Muslim akan mengetahui kemana arah mereka menghadap saat menunaikan sholat. Karena menghadap kiblat yang berada di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, merupakan salah satu syarat sah ibadah yang masuk dalam rukun Islam yang lima.
Seseorang mungkin dapat mudah menentukan kiblat manakala sholat di dalam masjid yang sudah mengidentifikasi arah kiblat. Masalah terjadi jika tengah berada di alam bebas, dalam perjalanan atau tempat di mana tidak ada petunjuk arah kiblat, sulit untuk mengetahui arah kiblat yang tepat.
Dalam posisi demikian, mengetahui bagaimana mencari kiblat akan menjadi keterampilan yang bermanfaat. Pengamatan yang tepat, serta kemampuan luar biasa mendapatkan solusi baru untuk menemukan kiblat, mungkin yang membuat ilmuwan Muslim menonjol di Abad Pertengahan. Tidak mengejutkan bagi mereka untuk menentukan kiblat ketika memulai perjalanan yang sulit.
Dalam artikel di laman About Islam, Abdul-Lateef Balogun menuliskan bahwa Muslim di abad pertengahan bisa menemukan cara untuk menentukan arah kiblat di Makkah setiap saat dengan menggunakan trigonometri tingkat lanjut.
Dengan itu, mereka akhirnya menemukan tabel kiblat abad pertengahan, yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Namun, kecanggihan tabel ini, yang bahkan tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh ahli geografi Eropa saat itu, membatasi penggunaanya.
Instrumen populer lainnya yang digunakan untuk menentukan kiblat kemudian menjadi Astrolabe. Awalnya, Astrolabe digunakan oleh astronom, navigator, dan astrolog pada era klasik. Pada era Islam abad pertengahan, astrolab terutama digunakan untuk mempelajari astronomi, navigasi, survei, penentu waktu sholat, dan menentukan arah kiblat.
Dengan menambahkan tabel khusus ke tabel yang sudah ada di belakang astrolabe konvensional, hal itu memiliki fungsi tambahan untuk menemukan arah ke Makkah dan hasilnya kiblat. Seiring penyebaran Islam yang cepat, muncul permintaan akan instrumen yang lebih akurat dan lebih mudah untuk menentukan arah kiblat.
Cara dan alat yang lebih mudah untuk mencari kiblat diperlukan guna memenuhi kebutuhan populasi Muslim yang berkembang dan telah menyebar jauh di luar Jazirah Arab. Pada abad ke-13 Masehi, pengenalan kompas ke dunia Islam merevolusi seluruh proses pencarian kiblat.
Penggunaan kompas..
Kombinasi teknologi GIS dan GPS memiliki kemampuan analitis yang memungkinkan untuk menentukan lokasi individu dari setiap pengguna ponsel. Setelah itu, informasi yang diperlukan seperti lokasi kiblat dan tempat menarik lainnya disajikan kepada pengguna melalui antarmuka peta. Untuk perangkat yang tidak mendukung antarmuka peta grafis, informasi yang diminta datang dalam bentuk instruksi tekstual atau audio.
Seperti halnya isu 'hilal', isu pencarian kiblat juga terkadang menjadi topik yang diperdebatkan. Beberapa orang meyakini bahwa bagian tengah wajah harus sejajar sempurna dengan bagian tengah Ka'bah agar sholat menjadi sah. Sementara itu, yang lainnya meyakini bahwa posisi ini terlalu kaku dan tidak perlu diadopsi.
Hal itu mengacu pada sebuah hadits Nabi Muhammad Saw yang berbunyi, "Apa yang ada di antara timur dan barat adalah kiblat." (HR. al-Tirmidzi,342; Ibn Maajah, 1011)
Hadits ini menjadi dasar dari banyak fatwa Islam tentang kiblat. Mayoritas ulama, termasuk dua dari empat Imam besar, Ahmad bin Hanbal dan Abu Hanifah, berpendapat bahwa orang yang dekat dengan Ka'bah diharuskan menghadapkan wajahnya ke depan. Sedangkan orang yang berada jauh dari Ka'bah harus mencari arah umum dari Ka'bah, tanpa harus menghadapnya dengan tepat.
Oleh karena itu, sedikit penyimpangan/kelainan dalam kiblat umumnya dianggap sebagai sesuatu yang diperbolehkan selama orang tersebut berupaya yang terbaik dalam ibadahnya kepada Allah, termasuk berupaya dahulu mencari arah kiblat. Sedangkan kesempurnaan tentunya hanya terletak pada Allah.
Lantas, bagaimana jika penyimpangan dari arah kiblat itu besar atau sama sekali tidak menghadap ke kiblat saat sholat?
Menurut putusan yang dikeluarkan oleh badan pembuat keputusan agama tertinggi di Kerajaan Arab Saudi, "Jika seorang jamaah melakukan yang terbaik untuk mengidentifikasi arah kiblat dan sholat, kemudian dia mengetahui bahwa arahnya salah, sholatnya itu masih sah." (Fataawa Al-Lajnah Al-Daa'imah-6/314)
Dengan demikian, berlainan atau sedikit penyimpangan arah kiblat seharusnya tidak menjadi sebuah pertengkaran, selama umat Islam telah melakukan upaya dan memiliki kesungguhan untuk mencoba mencari arah kiblat yang benar. Kalau pun ternyata keliru, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.
Ketika Muslim, Yahudi, Kristen, Majusi Saling Bergantian Menghadiri Pemakaman
Toleransi umat beragama sangat kuat dibangun awal Islam [684] url asal
#toleransi-awal-islam #toleransi-dalam-islam #kerukunan-dalam-islam #mengantarkan-jenazah #umat-kristen #umat-yahudi #umat-majusi #umat-islam #sunnah-mengantarkan-jenazah #sahabat-nabi #nabi-muhammad
(Republika - Khazanah) 06/08/24 23:05
v/13568710/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Salah satu manifestasi dari kohesi di antara para umat beragama agama adalah solidaritas dan penghiburan yang terkadang mereka tunjukkan pada saat-saat duka dan masa perang, sampai-sampai berpartisipasi dalam pemakaman tokoh-tokoh penting dari semua agama, bertempur dalam peperangan, serta menyediakan tempat berlindung dan pertolongan sesuai dengan situasi yang dibutuhkan.
Salah satu kesaksian paling awal dan paling langka tentang hal ini ditemukan dalam Shahih Imam al-Bukhari (wafat 256 H/870 M) dan Musnaf Ibn Abi Syaibah (wafat 297 H/910 M) meriwayatkan dari Imam al-Sya'bi (wafat 106 H/725 M) bahwa ibu dari al-Harits bin Abdullah bin Abi Rabi'ah al-Makhzumi al-Qurasyi wafat setelah 69 H/690 M, seorang Nasrani, meninggal dunia.
Para sahabat Nabi Muhammad (SAW) menghadiri pemakamannya", yang berarti mereka menghadiri pemakamannya!
Al-Hafiz Ibn Asakir (wafat 571 H/1175 M) - dalam bukunya 'Tarikh Dimasyq' - menyebutkan bahwa nama wanita Kristen ini adalah "Sobha al-Habashiya".
Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa ia meninggal di Makkah, setelah kematian suaminya, Sahabat Abdullah bin Abi Rabia al-Makhzumi pada tahun 35 H/656 M, ayah dari penyair terkenal Umar bin Abi Rabia (wafat sekitar tahun 93 H/713 M).
Dalam kitab Al-Akbar at-Thiwal karya Abu Hanifah al-Dinawari (wafat 282 H/895 M), dijelaskan bahwa pada bulan Ramadhan tahun 40 H/661 M, sebuah iring-iringan dan pemakaman jenazah yang dibawa oleh para pemuka Arab Muslim dengan para pendeta yang membaca Alkitab" sedang berjalan di jalan-jalan Kufah, yang pada saat itu penduduknya adalah para sahabat dan pengikutnya.
Beberapa orang bertanya: "Apa ini?" Mereka berkata, "Ini adalah Abjar bin Jabir al-Ajali (wafat 40 H/661 M) yang meninggal sebagai seorang Kristen, dan putranya Hajjar bin Abjar (wafat setelah 40 H/661 M) adalah majikan dari Bakr bin Wael, sehingga orang-orang mulia (Muslim) mengikutinya karena kepemimpinan putranya, dan orang-orang Kristen mengikutinya karena agamanya!"
Imam Ibnu Abi Syaibah juga meriwayatkan bahwa sahabat mulia Ibnu Umar (wafat 73 H/693 M) pernah ditanya tentang seorang pria Muslim, "Haruskah ia mengikuti (= melayat) wanita Nasrani (yang sedang berduka) ketika ia meninggal dunia?"
Beliau menjawab, "Ia harus mengikutinya dan berjalan di depannya. Kami telah merujuk pada hadis yang dilaporkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim: "Nabi (SAW) melewati sebuah pemakaman, lalu beliau berdiri dan diberitahu, 'Ini adalah pemakaman seorang Yahudi! Beliau bersabda: "Bukankah itu adalah jiwa?"
Di sisi lain...
Di sisi lain, ketika Imam Mansur ibn Zazan al-Wastiti yang merupakan seorang sufi zuhud meninggal dunia pada tahun 128 H/747 M, orang-orang Yahudi, Kristen, dan Majusi datang ke pemakamannya dan menangisinya".
Al-Hafiz Ibn Asakir, dalam bukunya 'Tarikh ad-Dimasyq', melaporkan bahwa pemakaman Imam al-Uzai'i dihadiri oleh bangsa-bangsa Yahudi, Kristen, dan Koptik.
Ibnu Asakir juga mengutip dari pengarang Sitr, Imam al-Fazari (wafat 186 H/803 M) - "salah satu imam umat Islam dan ahli ilmu agama" – berkata, "Ketika Abu Ishaq al-Fazari meninggal, saya melihat orang-orang Yahudi dan Kristen menaburkan debu di kepala mereka karena apa yang terjadi pada mereka."
Al-Khatib al-Baghdadi (wafat 463 H/1071 M) menyebutkan dalam bukunya 'Tarikh Baghdad bahwa pada hari wafatnya Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 241 H/855 M), "Ada kelompok yang berduka dan berkabung di antara empat jenis orang: Muslim, Yahudi, Nasrani, Majusi, dan Majusi."
Di wilayah Barat Islam, Imam al-Dzahabi mengutip sejarawan Andalusia, Ibnu Bashkawal (wafat 578 H/1182 M), bahwa cendekiawan besar Andalusia, Ubaydullah bin Yahya bin Yahya al-Lithi al-Qurtubi (wafat 298 H/912 M), "pada hari kematiannya, orang-orang menangisinya, termasuk orang-orang Yahudi dan Kristen"!
Ibn Asakir juga melaporkan bahwa "Syekh Persia pada masanya", Muhammad ibn Khafif al-Dabi al-Syirazi Sufi, wafat pada tahun 371 H / 982 M dan "orang-orang Yahudi, Kristen, dan Majusi berkumpul di pemakamannya".
Al-Dzahabi mengatakan bahwa ketika ulama zuhud Ibn Abi Nasr alias al-Afif (wafat 420 H/1030 M) meninggal dunia, orang-orang keluar untuk melayatnya, dan "ada sekelompok sahabat hadis di sisinya, bersorak-sorai, mengagungkan, dan menunjukkan Sunnah, dan semua orang di negara itu menghadiri pemakamannya, termasuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi."
Jumlah Muslim akan Salip Kristen, Ini 9 Alasan Islam Jadi Agama Paling Cepat Tumbuh
Islam akan menjadi agama mayoritas melampaui Kristen [1,162] url asal
#umat-islam #populasi-umat-islam #jumlah-umat-islam #pertumbuhan-umat-islam #pertumbuhan-muslim #populasi-muslim #negara-muslim-terbesar #umat-muslim
(Republika - Khazanah) 28/07/24 20:33
v/12491785/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Diperkirakan terdapat lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia pada 2024. Populasi Muslim diprediksi akan tumbuh lebih dari dua kali lebih cepat dari populasi keseluruhan pada 2060.
Islam juga diprediksi akan mengambil alih posisi sebagai agama terbesar di dunia, melampaui agama Kristen setelah 2050. Ada berbagai alasan mengapa Islam menjadi agama dengan pertumbuhan tercepat.
Artikel yang dipublikasikan thebest diplomat ini, membahas alasan yang paling menonjol untuk pertumbuhan Islam yang luar biasa, yaitu sebagai berikut:
Pertama, pertumbuhan populasi
Tidak dapat disangkal bahwa pertumbuhan populasi yang kuat di negara-negara dengan mayoritas Muslim berkorelasi dengan peningkatan eksponensial Islam sebagai agama dengan tingkat ekspansi tercepat.
Peningkatan jumlah pengikut yang tidak proporsional ini merupakan hasil dari tingkat kelahiran yang tinggi dan populasi yang semakin muda. Pengaruh global Islam diperkuat oleh ledakan demografis yang terjadi di negara-negara dengan mayoritas Muslim.
Terdapat lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia yang menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia, hanya di belakang agama Kristen. Pertumbuhan yang konsisten memiliki efek yang signifikan terhadap lanskap sosial-keagamaan dan bukan hanya fenomena statistik.
Pertumbuhan populasi yang terus meningkat ini menciptakan lingkungan yang sangat membantu bagi pelestarian adat dan kepercayaan Islam.
Islam dipandang sebagai kekuatan yang dinamis dan terus berubah yang membentuk kembali tatanan sosial dan budaya masyarakat di seluruh dunia karena pengaruh demografinya yang meningkat.
Dengan kontribusi substansial yang terus meningkat dari negara-negara dengan mayoritas Muslim terhadap peningkatan populasi global, ukuran Islam yang besar membuatnya menjadi kekuatan yang kuat dalam skala global.
Karena tingkat kelahiran yang tinggi dan populasi muda, Islam adalah agama dengan laju pertumbuhan tercepat. Momentum demografis ini tidak hanya mempengaruhi dinamika internal komunitas Muslim, tetapi juga bagaimana dunia memandang budaya dan nilai-nilai Islam secara umum.
Kedua, populasi Muslim muda
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap posisi Islam sebagai agama dengan pertumbuhan tercepat adalah meningkatnya jumlah Muslim muda. Profil demografis menyoroti representasi populasi muda yang tidak proporsional dalam komunitas Muslim, yang menyoroti kemungkinan penyebaran Islam.
Generasi muda sangat penting bagi penciptaan kisah modern Islam karena energi dan keterbukaan mereka terhadap perubahan. Penggunaan saluran komunikasi internasional dan inovasi teknis oleh mereka mendorong penyebaran cita-cita Islam dan rasa keterhubungan di antara umat Islam di seluruh dunia.
Keterlibatan kaum muda yang antusias dalam upaya sosial dan keagamaan menambah kehidupan agama. Dengan merangkul media kontemporer, kaum muda Muslim memainkan peran penting dalam menghilangkan mitos dan mempromosikan pandangan Islam yang progresif dan inklusif.
Populasi Muslim yang lebih muda adalah penjaga masa depan, memastikan tidak hanya kelanjutan adat istiadat Islam tetapi juga inovasi dan adaptasi terhadap lingkungan global yang terus berubah.
Dampaknya...
Kemampuan media sosial untuk menyanggah mitos-mitos tentang Islam merupakan salah satu efek utamanya. Dengan menggunakan saluran ini, umat Islam, akademisi, dan influencer menceritakan kisah-kisah nyata, meluruskan kesalahan, dan menyoroti keragaman dunia Islam. Pemahaman yang lebih komprehensif tentang Islam dimungkinkan oleh kontak langsung ini, yang menghilangkan kesalahpahaman dan mendorong komunikasi antar budaya.
Media sosial juga memudahkan prinsip-prinsip dan ajaran Islam untuk dibagikan. Platform online digunakan oleh para cendekiawan dan institusi Islam untuk menyebarkan khotbah, ceramah, dan informasi pendidikan kepada khalayak di seluruh dunia.
Demokratisasi informasi memudahkan siapa saja untuk mendapatkan pengetahuan agama, yang menguntungkan komunitas Muslim dengan membuatnya lebih terhubung dan terinformasi.
Media sosial menghubungkan orang-orang dengan cara yang melampaui jarak fisik, membentuk umat virtual. Umat Muslim di seluruh dunia dapat berkomunikasi tentang keyakinan mereka, menunjukkan solidaritas, dan bertukar pengalaman. Selain menumbuhkan rasa kebersamaan yang lebih kuat, hubungan ini meningkatkan keunggulan dan pengaruh Islam dalam skala dunia.
Hubungan internasional dan dinamika kekuatan global berdampak pada ekspansi geopolitik Islam. Peristiwa dan konflik yang melibatkan negara-negara dengan mayoritas Muslim memiliki potensi untuk mempengaruhi bagaimana Muslim dipersepsikan secara global. Alur cerita seputar agama dapat dibentuk oleh hubungan diplomatik dan kebijakan internasional, yang dapat berdampak pada posisi agama di masyarakat dunia.
Ada juga kekurangan dari media sosial, seperti kemungkinan penyebaran informasi palsu atau sudut pandang ekstrem yang dibesar-besarkan.Namun, mengingat sifatnya yang dinamis sebagai sarana untuk penjangkauan, pendidikan, dan pembangunan masyarakat di zaman modern, dampaknya secara keseluruhan terhadap kebangkitan Islam tidak dapat disangkal
Kedelapan, fleksibilitas agama
Adaptasi agama Islam terhadap berbagai konteks budaya sangatlah penting, dan ini merupakan salah satu faktor yang membuat Islam menjadi agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Kemampuan adaptasi intrinsik Islam ditunjukkan oleh kapasitasnya untuk menjunjung tinggi ide-ide teologis yang fundamental sambil mengakomodasi praktik dan interpretasi budaya yang beragam.
Ajaran Islam menawarkan kerangka kerja yang memungkinkan adanya interpretasi dan penyesuaian terhadap praktik-praktik regional tanpa merusak prinsip-prinsip utamanya. Kemampuan beradaptasi ini menarik beragam pengikut dengan menumbuhkan hubungan dinamis antara ajaran Islam dan perbedaan budaya yang halus dari banyak kelompok.
Kemampuan beradaptasi hukum Islam, atau fikih, memungkinkannya untuk mempertahankan dasar-dasar etika Islam sambil mengakomodasi pergeseran standar sosial. Fleksibilitas Islam memungkinkannya untuk hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang sejarah dan tradisi budaya, yang telah meningkatkan daya tarik dan signifikansinya melintasi batas-batas geografis.
Fleksibilitas Islam dalam hal agama memungkinkan adanya berbagai tingkat ketaatan beragama serta tampilan iman secara individu. Karena keterbukaan ini, umat Islam dapat mentoleransi berbagai pandangan dan perilaku sambil menavigasi perjalanan religius mereka dalam batas-batas Islam.
Fleksibilitas yang melekat pada Islam berfungsi sebagai fitur pemersatu yang mendorong rasa memiliki di antara berbagai populasi yang menyebar ke seluruh dunia. Kapasitas Islam untuk hidup berdampingan secara damai dengan tradisi lokal sambil mempertahankan identitas agama yang berbeda sangat penting bagi penyebaran dan daya tarik agama yang terus berlanjut di dunia yang selalu berubah.
Kesembilan, tingkat konversi berdasarkan pencerahan spiritual
Jumlah orang yang memilih untuk masuk Islam diwakili oleh tingkat konversi, yang sangat penting untuk memahami pertumbuhan Islam. Faktor-faktor konversi menggarisbawahi daya tarik Islam yang dinamis terhadap spektrum yang luas dari orang-orang di seluruh dunia.
Keyakinan dasar Islam, yang didasarkan pada keadilan sosial dan monoteisme, sering kali menarik orang-orang yang mencari pencerahan spiritual. Bagi mereka yang tertarik pada keyakinan monoteistik, kesederhanaan dan kejelasan ajaran Islam menjadi jalan yang mudah.
Penekanan Islam pada komunitas sangat penting dalam hal tingkat konversi. Mereka yang mencari persahabatan dan hubungan sosial tertarik pada komunitas Muslim karena karakter mereka yang ramah, yang memberikan rasa dukungan dan rasa memiliki. Ikatan yang kuat antara kelompok-kelompok Islam satu sama lain menciptakan suasana yang ramah bagi para mualaf dan mendorong solidaritas.
Selain itu, orang-orang menjelajahi banyak jalur teologis sebagai hasil dari keinginan mereka untuk mencari makna dan tujuan spiritual di dunia yang berubah dengan cepat. Penekanan Islam pada perilaku moral, tanggung jawab pribadi, dan kehidupan yang bermakna berbicara kepada mereka yang mencoba memahami dunia yang rumit yang kita tinggali saat ini.
Konversi yang dilakukan oleh orang-orang terkenal juga membantu penyebaran Islam dengan mempengaruhi opini publik. Memeluk Islam secara terbuka oleh orang-orang terkenal tidak hanya menarik perhatian media, tetapi juga menghilangkan kesalahpahaman dan meningkatkan pengetahuan tentang agama ini.
Daya tarik keyakinan inti Islam, keramahan masyarakat Muslim, pencarian pemenuhan spiritual, dan pentingnya konversi yang dipublikasikan dengan baik, semuanya berdampak pada tingkat konversi agama ini. Semua elemen ini bekerja sama untuk mendukung ekspansi Islam yang sedang berlangsung karena orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat memahami prinsip dan ajarannya.
Jumlah Muslim akan Lampaui Kristen, Mengapa Islam Jadi Agama Paling Cepat Tumbuh?
Islam akan menjadi agama mayoritas melampaui Kristen [1,162] url asal
#umat-islam #populasi-umat-islam #jumlah-umat-islam #pertumbuhan-umat-islam #pertumbuhan-muslim #populasi-muslim #negara-muslim-terbesar #muslim #umat-muslim
(Republika - Khazanah) 28/07/24 20:33
v/12444574/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Diperkirakan terdapat lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia pada 2024. Populasi Muslim diprediksi akan tumbuh lebih dari dua kali lebih cepat dari populasi keseluruhan pada 2060.
Islam juga diprediksi akan mengambil alih posisi sebagai agama terbesar di dunia, melampaui agama Kristen setelah 2050. Ada berbagai alasan mengapa Islam menjadi agama dengan pertumbuhan tercepat.
Artikel yang dipublikasikan thebest diplomat ini, membahas alasan yang paling menonjol untuk pertumbuhan Islam yang luar biasa, yaitu sebagai berikut:
Pertama, pertumbuhan populasi
Tidak dapat disangkal bahwa pertumbuhan populasi yang kuat di negara-negara dengan mayoritas Muslim berkorelasi dengan peningkatan eksponensial Islam sebagai agama dengan tingkat ekspansi tercepat.
Peningkatan jumlah pengikut yang tidak proporsional ini merupakan hasil dari tingkat kelahiran yang tinggi dan populasi yang semakin muda. Pengaruh global Islam diperkuat oleh ledakan demografis yang terjadi di negara-negara dengan mayoritas Muslim.
Terdapat lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia yang menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia, hanya di belakang agama Kristen. Pertumbuhan yang konsisten memiliki efek yang signifikan terhadap lanskap sosial-keagamaan dan bukan hanya fenomena statistik.
Pertumbuhan populasi yang terus meningkat ini menciptakan lingkungan yang sangat membantu bagi pelestarian adat dan kepercayaan Islam.
Islam dipandang sebagai kekuatan yang dinamis dan terus berubah yang membentuk kembali tatanan sosial dan budaya masyarakat di seluruh dunia karena pengaruh demografinya yang meningkat.
Dengan kontribusi substansial yang terus meningkat dari negara-negara dengan mayoritas Muslim terhadap peningkatan populasi global, ukuran Islam yang besar membuatnya menjadi kekuatan yang kuat dalam skala global.
Karena tingkat kelahiran yang tinggi dan populasi muda, Islam adalah agama dengan laju pertumbuhan tercepat. Momentum demografis ini tidak hanya mempengaruhi dinamika internal komunitas Muslim, tetapi juga bagaimana dunia memandang budaya dan nilai-nilai Islam secara umum.
Kedua, populasi Muslim muda
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap posisi Islam sebagai agama dengan pertumbuhan tercepat adalah meningkatnya jumlah Muslim muda. Profil demografis menyoroti representasi populasi muda yang tidak proporsional dalam komunitas Muslim, yang menyoroti kemungkinan penyebaran Islam.
Generasi muda sangat penting bagi penciptaan kisah modern Islam karena energi dan keterbukaan mereka terhadap perubahan. Penggunaan saluran komunikasi internasional dan inovasi teknis oleh mereka mendorong penyebaran cita-cita Islam dan rasa keterhubungan di antara umat Islam di seluruh dunia.
Keterlibatan kaum muda yang antusias dalam upaya sosial dan keagamaan menambah kehidupan agama. Dengan merangkul media kontemporer, kaum muda Muslim memainkan peran penting dalam menghilangkan mitos dan mempromosikan pandangan Islam yang progresif dan inklusif.
Populasi Muslim yang lebih muda adalah penjaga masa depan, memastikan tidak hanya kelanjutan adat istiadat Islam tetapi juga inovasi dan adaptasi terhadap lingkungan global yang terus berubah.
Dampaknya...
Kemampuan media sosial untuk menyanggah mitos-mitos tentang Islam merupakan salah satu efek utamanya. Dengan menggunakan saluran ini, umat Islam, akademisi, dan influencer menceritakan kisah-kisah nyata, meluruskan kesalahan, dan menyoroti keragaman dunia Islam. Pemahaman yang lebih komprehensif tentang Islam dimungkinkan oleh kontak langsung ini, yang menghilangkan kesalahpahaman dan mendorong komunikasi antar budaya.
Media sosial juga memudahkan prinsip-prinsip dan ajaran Islam untuk dibagikan. Platform online digunakan oleh para cendekiawan dan institusi Islam untuk menyebarkan khotbah, ceramah, dan informasi pendidikan kepada khalayak di seluruh dunia.
Demokratisasi informasi memudahkan siapa saja untuk mendapatkan pengetahuan agama, yang menguntungkan komunitas Muslim dengan membuatnya lebih terhubung dan terinformasi.
Media sosial menghubungkan orang-orang dengan cara yang melampaui jarak fisik, membentuk umat virtual. Umat Muslim di seluruh dunia dapat berkomunikasi tentang keyakinan mereka, menunjukkan solidaritas, dan bertukar pengalaman. Selain menumbuhkan rasa kebersamaan yang lebih kuat, hubungan ini meningkatkan keunggulan dan pengaruh Islam dalam skala dunia.
Hubungan internasional dan dinamika kekuatan global berdampak pada ekspansi geopolitik Islam. Peristiwa dan konflik yang melibatkan negara-negara dengan mayoritas Muslim memiliki potensi untuk mempengaruhi bagaimana Muslim dipersepsikan secara global. Alur cerita seputar agama dapat dibentuk oleh hubungan diplomatik dan kebijakan internasional, yang dapat berdampak pada posisi agama di masyarakat dunia.
Ada juga kekurangan dari media sosial, seperti kemungkinan penyebaran informasi palsu atau sudut pandang ekstrem yang dibesar-besarkan.Namun, mengingat sifatnya yang dinamis sebagai sarana untuk penjangkauan, pendidikan, dan pembangunan masyarakat di zaman modern, dampaknya secara keseluruhan terhadap kebangkitan Islam tidak dapat disangkal
Kedelapan, fleksibilitas agama
Adaptasi agama Islam terhadap berbagai konteks budaya sangatlah penting, dan ini merupakan salah satu faktor yang membuat Islam menjadi agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Kemampuan adaptasi intrinsik Islam ditunjukkan oleh kapasitasnya untuk menjunjung tinggi ide-ide teologis yang fundamental sambil mengakomodasi praktik dan interpretasi budaya yang beragam.
Ajaran Islam menawarkan kerangka kerja yang memungkinkan adanya interpretasi dan penyesuaian terhadap praktik-praktik regional tanpa merusak prinsip-prinsip utamanya. Kemampuan beradaptasi ini menarik beragam pengikut dengan menumbuhkan hubungan dinamis antara ajaran Islam dan perbedaan budaya yang halus dari banyak kelompok.
Kemampuan beradaptasi hukum Islam, atau fikih, memungkinkannya untuk mempertahankan dasar-dasar etika Islam sambil mengakomodasi pergeseran standar sosial. Fleksibilitas Islam memungkinkannya untuk hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang sejarah dan tradisi budaya, yang telah meningkatkan daya tarik dan signifikansinya melintasi batas-batas geografis.
Fleksibilitas Islam dalam hal agama memungkinkan adanya berbagai tingkat ketaatan beragama serta tampilan iman secara individu. Karena keterbukaan ini, umat Islam dapat mentoleransi berbagai pandangan dan perilaku sambil menavigasi perjalanan religius mereka dalam batas-batas Islam.
Fleksibilitas yang melekat pada Islam berfungsi sebagai fitur pemersatu yang mendorong rasa memiliki di antara berbagai populasi yang menyebar ke seluruh dunia. Kapasitas Islam untuk hidup berdampingan secara damai dengan tradisi lokal sambil mempertahankan identitas agama yang berbeda sangat penting bagi penyebaran dan daya tarik agama yang terus berlanjut di dunia yang selalu berubah.
Kesembilan, tingkat konversi berdasarkan pencerahan spiritual
Jumlah orang yang memilih untuk masuk Islam diwakili oleh tingkat konversi, yang sangat penting untuk memahami pertumbuhan Islam. Faktor-faktor konversi menggarisbawahi daya tarik Islam yang dinamis terhadap spektrum yang luas dari orang-orang di seluruh dunia.
Keyakinan dasar Islam, yang didasarkan pada keadilan sosial dan monoteisme, sering kali menarik orang-orang yang mencari pencerahan spiritual. Bagi mereka yang tertarik pada keyakinan monoteistik, kesederhanaan dan kejelasan ajaran Islam menjadi jalan yang mudah.
Penekanan Islam pada komunitas sangat penting dalam hal tingkat konversi. Mereka yang mencari persahabatan dan hubungan sosial tertarik pada komunitas Muslim karena karakter mereka yang ramah, yang memberikan rasa dukungan dan rasa memiliki. Ikatan yang kuat antara kelompok-kelompok Islam satu sama lain menciptakan suasana yang ramah bagi para mualaf dan mendorong solidaritas.
Selain itu, orang-orang menjelajahi banyak jalur teologis sebagai hasil dari keinginan mereka untuk mencari makna dan tujuan spiritual di dunia yang berubah dengan cepat. Penekanan Islam pada perilaku moral, tanggung jawab pribadi, dan kehidupan yang bermakna berbicara kepada mereka yang mencoba memahami dunia yang rumit yang kita tinggali saat ini.
Konversi yang dilakukan oleh orang-orang terkenal juga membantu penyebaran Islam dengan mempengaruhi opini publik. Memeluk Islam secara terbuka oleh orang-orang terkenal tidak hanya menarik perhatian media, tetapi juga menghilangkan kesalahpahaman dan meningkatkan pengetahuan tentang agama ini.
Daya tarik keyakinan inti Islam, keramahan masyarakat Muslim, pencarian pemenuhan spiritual, dan pentingnya konversi yang dipublikasikan dengan baik, semuanya berdampak pada tingkat konversi agama ini. Semua elemen ini bekerja sama untuk mendukung ekspansi Islam yang sedang berlangsung karena orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat memahami prinsip dan ajarannya.
Grand Syaikh Sebut Akar Perpecahan dalam Tubuh Umat Islam, ini Penjelasannya | Republika Online
Grand Syaikh mengimbau umat Islam harus banyak beraksi. [298] url asal
#grand-syaikh #ahmed-al-tayeb #perpecahan-umat-islam #fikih-ikhtilaf #toleransi #kerukunan #wasathiyah
(Republika - Khazanah) 09/07/24 18:14
v/10213434/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Grand Syaikh Al Azhar Ahmed Al Tayeb menyebut akar perpecahan umat Islam dalam kuliah umumnya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa (9/7/2024). Hal itu harus menjadi pembelajaran bersama, sehingga umat Islam dapat muhasabah kolektif dan membangun kesadaran bersama mewujudkan persatuan.
“Perpecahan sering lahir dari lisan dan pena para dai yang tidak memahami prioritas dan fikih ikhtilaf. Mereka sibuk dengan perkara khilafiyah, tapi lupa dengan isu keumatan yang utama,” kata Ahmed Al Tayeb di hadapan hadirin.
Karena tidak memahami apa yang seharusnya menjadi prioritas dan fikih perbedaan, ditambah lagi dengan keengganan belajar dan menambah wawasan, maka banyak orang beradu argumen hingga akhirnya menjadi perpecahan.
Dalam versi lain, ada juga golongan yang menolak fikih empat madzhab, kemudian membuat fikih sendiri. Isinya adalah ajaran yang menyalahkan, bahkan mengafirkan pihak lain yang tidak sependapat dengan mereka.
Golongan semacam ini semakin menceraiberaikan umat. Dengan kondisi terpecah, maka umat Islam menjadi lemah dan mudah dimanfaatkan pihak lain yang merugikan kemajuan Islam.
Grand Syaikh menjelaskan kerukunan, toleransi, sikap moderat (wasatiyah) merupakan kunci menguatkan persatuan. Kemudian membangun prioritas bersama untuk memajukan umat. Sesama pemeluk agama dapat saling menghormati. Harus dipahami bahwa menghormati tidak sama dengan meyakini.
“Yang kita lakukan adalah menghormati meskipun tetap keyakinan itu adalah urusan masing-masing,” kata al-imam al-akbar. Dengan begitu, kebersamaan dan kedamaian tercipta.
Ahmed Al Tayeb juga menjelaskan apa yang menjadi isu utama umat hari ini, yaitu persoalan Palestina yang masih dijajah Israel, kemiskinan di banyak kawasan, kemerosotan moral karena adanya gaya hidup materialisme. Hal ini menyebabkan banyak orang mengikuti gaya hidup baru yang tidak mencerminkan akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad.
Grand syaikh menghaturkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas perjuangannya untuk membela saudara-saudara di Gaza Palestina. “Juga dengan memperjuangkan gencatan senjata dan menyampaikan bantuan-bantuan kemanusiaan,” kata Ahmed Al Tayeb.
Nubuat Nabi SAW Perang Dahsyat Umat Islam VS Yahudi, Saat Pohon Gharqad Jujur Berbicara | Republika Online
Kiamat akan terjadi dan hanya Allah SWT yang mengetahui waktunya [529] url asal
#tanda-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kapan-kiamat #waktu-kiamat #kiamat-sudah-dekat #tanda-kiamat-kecil #tanda-kiamat-besar #yahudi #umat-islam #pohon-gharqad
(Republika - Khazanah) 07/07/24 09:52
v/9949418/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah SWT memberikan tanda-tanda datangnya kiamat, melalui sabda Rasulullah SAW. Meski tak pernah mengungkapkan secara pasti kapan hari kebangkitan itu akan tiba.
Di antara tanda akan datangnya hari kiamat ialah terjadi peperangan antara kaum Muslimin dengan bangsa Yahudi pada akhir zaman. Kaum Yahudi menjadi pengikut dan tentara Dajjal, mereka akan mengalami kekalahan telak dari pasukan umat Muslimin yang dipimpin oleh Imam Mahdi bersama Nabi Isa alaihissalam. Bahkan pada pertempuran akhir zaman itu, pohon-pohon dan batu-batu ikut membantu pasukan Muslim membentuk tahu keberadaan orang-orang Yahudi.
Peperangan antara umat Muslim dan Yahudi sebenarnya telah terjadi sejak zaman nabi Muhammad SAW. Kala itu orang-orang Yahudi Madinah yang membenci nabi Muhammad SAW berhasil dikalahkan hingga meninggalkan jazirah Arab.
Dan kelak, umat Muslim akan kembali bertempur dengan orang-orang Yahudi dalam pertemuan yang dahsyat. Disebutkan dalam beberapa hadits sahih sabda Rasulullah SAW yang memberitahukan bahwa kaum Muslim akan memerangi mereka pada waktu Dajjal telah muncul dan nabi Isa telah turun.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Samurah bin Jundab RA sebuah hadits yang panjang yang diucapkan nabi SAW salam khutbah beliau pada waktu terjadi gerhana matahari. Dalam khutbah tersebut nabi bersabda:
وإنه يحصر المؤمنين في بيت المقدس فيزلزلون زلزالا شديدا ، ثم يهلكه الله تبارك وتعالى وجنوده ، حتى إن جذم الحائط أو قال أصل الحائط. وقال حسن الأشيب وأصل الشجرة لينادي أو قال : يقول يا مؤمن ، أو قال: يا مسلم هذا يهودي ، أو قال: هذا كافر تعال فاقتله ، قال: ولن يكون ذلك كذلك حتى تروا أمورا يتفاقم شأنها في أنفسكم وتسألون بينكم هل كان نبيكم ذكر لكم منها ذكرا.
Artinya: “Sesungguhnya Dajjal akan mengepung kaum Mukminin di Baitul Maqdis lantas menggoncangkannya dengan keras, kemudian Allah SWT membinasakannya bersama tentaranya hingga pangkal dinding. Hasan Al Asyyab (Abu Ali Al Hasan bin Musa Al Asyyab Al Baghdadi) berkata, “Pangkal pohon berseru, “Wahai Mukmin (wahai Muslim) ini ada orang Yahudi!” Atau ia berkata, “Ini ada orang kafir! Kemarilah dan bunuhlah!”
Rasulullah SAW bersabda, “Hal itu tidak akan terjadi sehingga kalian melihat perkara-perkara yang menyesatkan hati kalian dan kalian saling bertanya satu sama lain, Apakah nabi kalian pernah mengingatkan kepada kalian tentang hal itu? (Musnad Imam Ahmad)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW beliau bersabda:
لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود ، فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر فيقول الحجر أو الشجر: يا مسلم ، يا عبد الله ، هذا يهودي خلفي فتعال فاقتله ، إلا الغرقد فإنه من شجرة اليهود.
Artinya: "Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka sehingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu lantas batu atau kayu itu berkata: ‘Wahai orang Mukmin! Wahai, hamba Allah! Ini ada orang Yahudi di belakangku. Kemarilah dan bunuhlah dia kecuali pohon al gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi. (HR. Bukhari dan Muslim)."
Royani Marhan dalam bukunya Kiamat dan Akhirat : Panduan Ringkas Mengenal Kehidupan Abadi Setelah Mati yang diterbitkan Erlangga Mahameru pada 2012 menjelaskan bahwa setelah Nabi Isa membunuh Dajjal, kaum Yahudi bersembunyi ketakutan. Namun mereka tak bisa melarikan diri dari pengejaran kaum Muslimin.
“Pascaterbunuhnya Dajjal, para pengikutnya yang di antaranya umat Yahudi bersembunyi dari kejaran kaum Muslimin di balik bebatuan dan pepohonan. Allah SWT akan menunjukan kekuasaanNya dengan memberikan mukjizat pada pohon dan baru yang dapat memanggil. Suaranya dapat didengar oleh manusia,” (Kiamat dan Akhirat : Panduan Ringkas Mengenal Kehidupan Abadi Setelah Mati halaman 53).
Pohon-pohon itu memberitahukan keberadaan orang Yahudi kepada pasukan Muslim. Kecuali satu pohon yang dinamakan Ghardaqah yang tidak dapat mengeluarkan suara. Hal itu dikarenakan pohon tersebut adalah pohon orang Yahudi.
Pohon Ghardaqah adalah jenis pohon berduri yang tumbuh dan sudah dikenal di Baitul Maqdis Palestina, tempat terbunuhnya Dajjal dan orang-orang Yahudi. Saat ini, orang-orang Yahudi menanam banyak pohon semacam itu, padahal hak tersebut tidak akan melindungi mereka sedikit pun.
5 Kondisi Umat Akhir Zaman yang Dinubuatkan Nabi SAW dan Tangisan: 'Umatku-Umatku' | Republika Online
Rasulullah SAW menangisi kondisi umatnya akhir zaman [434] url asal
#ummati-ummati #umatku-umatku #hadits-ummati-ummati #hadits-umatku-umatku #akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #tanda-kiamat #dahsyatnya-kiamat #tanda-akhir-zaman #kondisi-umat-islam #hadits-nabi #hadits-r
(Republika - Iqra) 06/07/24 06:21
v/9865280/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW ketika masih hidup pernah menangis dan memanggil umatnya “ummati, ummati/ umatku, umatku.” Panggilan ini sebagaimana terdapat dalam riwayat Abdullah bin Amar bin al-Ash RA yang diriwayatkan Imam Muslim.
عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَلاَ قَوْلَ الله عَزَّ وَجَلَّ فِي إِبْرَاهِيمَ: ﴿ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيراً مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ﴾ [إبراهيم: 36] وَقَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ: ﴿ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴾ [المائدة: 118] فَرَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ: "اللَّهُمَّ أُمَّتِي أُمَّتِي" وَبَكَى. فَقَالَ الله عَزَّ وَجَلَّ: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ، وَرَبُّكَ أَعْلَمُ، فَسَلْهُ مَا يُبْكِيكَ؟ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ فَسَأَلَهُ. فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللّهِ بِمَا قَالَ. وَهُوَ أَعْلَمُ. فَقَالَ الله: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ: إِنَّا سَنُرْضِيكَ فِي أُمَّتِكَ وَلاَ نَسُوءُكَ"
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radliyallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca firman Allah di dalam surah Ibrahim:
رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ فَمَن تَبِعَنِي فَإِنَّهُۥ مِنِّيۖ وَمَنۡ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS Ibrahim: 36). Beliau juga membaca ucapan Isa alaihishalatu wassalam:
إِن تُعَذِّبۡهُمۡ فَإِنَّهُمۡ عِبَادُكَۖ وَإِن تَغۡفِرۡ لَهُمۡ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS al-Maidah: 118)
Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya (berdoa): “Umatku, umatku, umat ya Allah!” Beliau menangis. Maka Allah Subhanahu wa Taala berfirman, ‘Wahai Jibril, temui Muhammad,” dan Tuhanmu lebih mengetahui, ‘Tanyakan kepadanya, apa yang membuatnya menangis?’
Maka Jibril mendatanginya dan menanyakannya. Rasulullah SAW memberitahukan apa yang dia ucapkan. Maka Allah berfirman, ‘Wahai Jibril, temuilah Muhamad dan katakan, ‘Kami akan membuatmu ridha dalam masalah umatmu dan kami tidak akan menyakitimu.’’ (HR Muslim)
Merenungkan hadits ini mengingatkan kita terhadap realita umat terkini yang Rasulullah SAW nubuatkan, dalam lima hadits berikut ini:
Pertama, tak peduli halal haram...
Ketiga, banyak orang yang berperilaku seperti keledai
Hadits selanjutnya mengenai apa yang terjadi di akhir zaman diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam'an. Dikatakan dalam hadits panjang ini, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"ويبقى شرار الناس يتهارجون فيها تهارُج الحُمر، فعليهم تقوم الساعة"؛ [رواه مسلم]
"Yang tersisa hanyalah manusia-manusia jahat yang membuat huru hara di bumi seperti perilaku keledai. Pada merekalah hari kiamat terjadi." (HR Muslim)
Keempat, menghalalkan empat hal ini
Diriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy'ari, Nabi SAW bersabda:
(ليكوننَّ من أمتي قومٌ يَستحلُّون الحر والحرير والخمر والمعازف)؛ أخرجه البخاري
"Akan ada dari umatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar dan alat musik." (HR. Bukhari)
Adapun dalam riwayat lain, Abu Malik Al-Asy'ari memberitahukan bahwa dia mendengar Nabi SAW bersabda:
(ليشرَبنَّ ناسٌ من أمتي الخمر يسمونها بغير اسمها، يُعزف على رؤوسهم بالمعازف والمغنيات، يخسِف الله بهم الأرض، ويجعل منهم القردة والخنازير)؛ رواه ابن ماجه
"Sungguh kelak akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr dan mereka menamai khamr tersebut selain namanya. Mereka diiringi alat musik dan penyanyi. Dan mereka akan ditenggelamkan Allah ke dalam bumi, dan dijadikan kera dan babi-babi." (HR Ibnu Majah)
Kelima, dengki dan mewah-mewahan
Dalam sebuah hadits, juga disampaikan mengenai penyakit yang akan menimpa umat Nabi Muhammad SAW. Berikut haditsnya:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: سيُصيب أمتي داء الأمم، فقالوا: يا رسول الله، وما داء الأمم؟ قال: (الأشر والبطر، والتكاثر والتناجش في الدنيا، والتباغض والتحاسد حتى يكون البغي)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Umatku akan ditimpa penyakit yang juga menimpa umat-umat sebelumnya." Lalu mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, penyakit apa itu?" Kemudian beliau SAW bersabda, "Sombong, angkuh, bermewah-mewahan, bermusuh-musuhan dalam urusan dunia, saling membenci dan saling dengki hingga kelewat batas." (HR Al-Hakim)
Sumber: alukah
Hadits Nabi SAW Menangis Memanggil 'Umatku-Umatku' dan 5 Realita Umat Akhir Zaman | Republika Online
Rasulullah SAW menangisi kondisi umatnya akhir zaman [434] url asal
#ummati-ummati #umatku-umatku #hadits-ummati-ummati #hadits-umatku-umatku #akhir-zaman #hadits-akhir-zaman #tanda-kiamat #dahsyatnya-kiamat #kiamat #tanda-akhir-zaman #kondisi-umat-islam #hadits-nabi
(Republika - Iqra) 06/07/24 06:21
v/9824195/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW ketika masih hidup pernah menangis dan memanggil umatnya “ummati, ummati/ umatku, umatku.” Panggilan ini sebagaimana terdapat dalam riwayat Abdullah bin Amar bin al-Ash RA yang diriwayatkan Imam Muslim.
عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَلاَ قَوْلَ الله عَزَّ وَجَلَّ فِي إِبْرَاهِيمَ: ﴿ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيراً مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ﴾ [إبراهيم: 36] وَقَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ: ﴿ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴾ [المائدة: 118] فَرَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ: "اللَّهُمَّ أُمَّتِي أُمَّتِي" وَبَكَى. فَقَالَ الله عَزَّ وَجَلَّ: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ، وَرَبُّكَ أَعْلَمُ، فَسَلْهُ مَا يُبْكِيكَ؟ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ فَسَأَلَهُ. فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللّهِ بِمَا قَالَ. وَهُوَ أَعْلَمُ. فَقَالَ الله: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ: إِنَّا سَنُرْضِيكَ فِي أُمَّتِكَ وَلاَ نَسُوءُكَ"
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radliyallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca firman Allah di dalam surah Ibrahim:
رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ فَمَن تَبِعَنِي فَإِنَّهُۥ مِنِّيۖ وَمَنۡ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS Ibrahim: 36). Beliau juga membaca ucapan Isa alaihishalatu wassalam:
إِن تُعَذِّبۡهُمۡ فَإِنَّهُمۡ عِبَادُكَۖ وَإِن تَغۡفِرۡ لَهُمۡ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS al-Maidah: 118)
Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya (berdoa): “Umatku, umatku, umat ya Allah!” Beliau menangis. Maka Allah Subhanahu wa Taala berfirman, ‘Wahai Jibril, temui Muhammad,” dan Tuhanmu lebih mengetahui, ‘Tanyakan kepadanya, apa yang membuatnya menangis?’
Maka Jibril mendatanginya dan menanyakannya. Rasulullah SAW memberitahukan apa yang dia ucapkan. Maka Allah berfirman, ‘Wahai Jibril, temuilah Muhamad dan katakan, ‘Kami akan membuatmu ridha dalam masalah umatmu dan kami tidak akan menyakitimu.’’ (HR Muslim)
Merenungkan hadits ini mengingatkan kita terhadap realita umat terkini yang Rasulullah SAW nubuatkan, dalam lima hadits berikut ini:
Pertama, tak peduli halal haram...
Ketiga, banyak orang yang berperilaku seperti keledai
Hadits selanjutnya mengenai apa yang terjadi di akhir zaman diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam'an. Dikatakan dalam hadits panjang ini, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"ويبقى شرار الناس يتهارجون فيها تهارُج الحُمر، فعليهم تقوم الساعة"؛ [رواه مسلم]
"Yang tersisa hanyalah manusia-manusia jahat yang membuat huru hara di bumi seperti perilaku keledai. Pada merekalah hari kiamat terjadi." (HR Muslim)
Keempat, menghalalkan empat hal ini
Diriwayatkan dari Abu Malik Al-Asy'ari, Nabi SAW bersabda:
(ليكوننَّ من أمتي قومٌ يَستحلُّون الحر والحرير والخمر والمعازف)؛ أخرجه البخاري
"Akan ada dari umatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar dan alat musik." (HR. Bukhari)
Adapun dalam riwayat lain, Abu Malik Al-Asy'ari memberitahukan bahwa dia mendengar Nabi SAW bersabda:
(ليشرَبنَّ ناسٌ من أمتي الخمر يسمونها بغير اسمها، يُعزف على رؤوسهم بالمعازف والمغنيات، يخسِف الله بهم الأرض، ويجعل منهم القردة والخنازير)؛ رواه ابن ماجه
"Sungguh kelak akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr dan mereka menamai khamr tersebut selain namanya. Mereka diiringi alat musik dan penyanyi. Dan mereka akan ditenggelamkan Allah ke dalam bumi, dan dijadikan kera dan babi-babi." (HR Ibnu Majah)
Kelima, dengki dan mewah-mewahan
Dalam sebuah hadits, juga disampaikan mengenai penyakit yang akan menimpa umat Nabi Muhammad SAW. Berikut haditsnya:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: سيُصيب أمتي داء الأمم، فقالوا: يا رسول الله، وما داء الأمم؟ قال: (الأشر والبطر، والتكاثر والتناجش في الدنيا، والتباغض والتحاسد حتى يكون البغي)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Umatku akan ditimpa penyakit yang juga menimpa umat-umat sebelumnya." Lalu mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, penyakit apa itu?" Kemudian beliau SAW bersabda, "Sombong, angkuh, bermewah-mewahan, bermusuh-musuhan dalam urusan dunia, saling membenci dan saling dengki hingga kelewat batas." (HR Al-Hakim)
Sumber: alukah