#30 tag 24jam
Semua Mata Air Didatangi Dajjal, Kecuali di Tempat Ini
Dajjal akan mendatangi semua mata air. [35] url asal
#dajjal #fitnah-dajjal #alquran #hadits #kiamat
(Republika - Iqra) 10/08/24 06:00
v/14017120/
Orang Yahudi Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi, Apa Pendapat Quraish Shihab?
Mereka ingin hidup selama mungkin di dunia. [321] url asal
#bangsa-yahudi #bangsa-yahudi-ingin-hidup-seribu-tahun #yahudi-ingin-abadi #almasih-yang-ditunggu-yahudi #bangsa-yahudi-tunggu-mesiah #yahudi-tunggu-dajjal #hadits-tentang-yahudi #yahudi-menanti-dajjal
(Republika - Khazanah) 31/07/24 07:30
v/12712446/
REPUBLIKA.CO.ID, Alquran mangabadikan karakter orang-orang Yahudi yang ingin berumur panjang. Nabi Muhammad SAW, dalam Alquran, disebut akan menemukan orang-orang Yahudi dengan karakter yang digambarkan. Apa sifat yang dimaksud?
Hal tersebut tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 96, sebagai berikut:
وَلَتَجِدَنَّهُمْاَحْرَصَالنَّاسِعَلٰىحَيٰوةٍۛوَمِنَالَّذِيْنَاَشْرَكُوْاۛيَوَدُّاَحَدُهُمْلَوْيُعَمَّرُاَلْفَسَنَةٍۚوَمَاهُوَبِمُزَحْزِحِهٖمِنَالْعَذَابِاَنْيُّعَمَّرَۗوَاللّٰهُبَصِيْرٌۢبِمَايَعْمَلُوْنَࣖ
"Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." (QS. Al Baqarah ayat 96)
Prof Dr Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya, Tafsir Al-Mishbah, menjelaskan, 'mereka' yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah mereka yang mengaku kekasih Allah yakni anak cucu Adam yang paling tamak atau rakus terhadap kehidupan duniawi.
Kerakusan tersebut melebihi orang-orang musyrik. Mengapa lebih dari orang musyrik? Karena orang-orang musyrik sejak awal tidak percaya pada Allah dan hari akhir sehingga hidup mereka hanyalah dihabiskan untuk kenikmatan duniawi dan mereka tidak mengharapkan kenikmatan akhirat.
Lain halnya dengan orang-orang Yahudi. Quraish menguraikan, orang-orang Yahudi mengakui wujud Tuhan dan keniscayaan hari akhir. Namun bagi orang-orang Yahudi, kehidupan dunia tidak harus sebagai kehidupan yang menyenangkan, terlebih dihiasi oleh nilai-nilai luhur.
"Kehidupan yang bagaimana pun bentuknya, yang penting buat mereka (orang-orang Yahudi), adalah dapat menarik dan mengembuskan nafas,"ujar Quraish.
Ayat tersebut menggambarkan isi hati dan pikiran orang-orang Yahudi bahwa masing-masing dari mereka menginginkan sesuatu yang mustahil. Mereka ingin hidup sepanjang mungkin di dunia, karena mereka tahu amal-amal mereka tidak akan membantunya di hari akhir.
Padahal, usia yang panjang, atau sepanjang-panjangnya kehidupan di dunia, itu tidak akan dapat membuat mereka terhindar dari siksa. "Menggeser sedikit pun tidak, apalagi membebaskan atau menjauhkannya dari siksa. Masing-masing akan mendapat sanksi sesuai dosa-dosanya karena Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan," papar Quraish.
Apakah Yahudi akan jadi penghuni surga?
Membaca Tujuh Tanda Kedatangan Al-Masih Si Pendusta, Mesiah yang Dinantikan Bangsa Yahudi
Al-Masih yang mereka tunggu bukanlah kedatangan Nabi Isa al-Masih. [867] url asal
#bani-israel #bangsa-yahudi #almasih-yang-ditunggu-yahudi #tujuh-tanda-almasih-si-pendusta #bangsa-yahudi-tunggu-mesiah #hadits-tentang-yahudi #dajjal #dajjal-si-pendusta #almasih-dajjal #israel-tunggu
(Republika - Khazanah) 30/07/24 05:10
v/12603811/
REPUBLIKA.CO.ID, Israel memang bukan ‘negara’ biasa. Dia merupakan sebuah pertanda, terutama bagi penganut Islam, Kristen, dan Yahudi. Seperti ditulis pakar eskatologi Islam, Imran Hosein, dalam bukunya, Jerusalem in the Qur’an, Yahudi meyakini restorasi Israel —setelah dua ribu tahun Kerajaan Israel dihancurkan— merupakan satu dari tujuh tanda kehadiran Mahsiah, atau Moshiah, atau Mashiach, atau Moshiach.
Itu adalah bahasa Ibrani dari al-Masih atau Messiah. Tapi, al-Masih yang mereka tunggu bukanlah kedatangan Nabi Isa al-Masih, sebagaimana keyakinan Islam dan Kristen. Mereka menunggu Messiah yang lain.
Meski sedang berlangsung, restorasi Israel tersebut belumlah sempurna. Yang dimaksud restorasi Israel bukanlah sekadar pendirian negara Israel, tapi juga negara dengan luas seperti pada era Nabi Daud, yang merupakan era keemasan Bani Israil. Bahkan, gerakan Zionis saat ini menambahkannya dengan gagasan Israel Raya (Eretz Yisrael), yang membentang dari Delta Nil (yang kini masih dikuasai Mesir) hingga ke Sungai Eufrat (yang kini masih dikuasai oleh Irak), seperti yang tertulis di Kitab Genesis, bahkan lebih luas lagi.
Tanda kedua, dari kehadiran Messiah versi Yahudi, ini, adalah kembalinya orang-orang Ya hudi yang semula terpencar (diaspora) ke Tanah Suci (Yerusalem). Tanda kedua ini telah lama ber langsung, dan masih berlangsung sampai saat ini. Terus mengalirnya orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Israel, membu tuh kan tem pat tinggal. Dan, persoalan inilah yang sampai saat ini terus menerus memicu persoalan, karena Israel te rus mem bangun pemukiman baru, dan mengusir orang Arab.
Tanda ketiga, adalah pembebasan Tanah Suci (Yeru salem) dari tangan goyim (sebutan untuk semua orang non-Yahudi). Tanda ketiga ini pun sudah terjadi, tapi juga belum sepenuhnya sempurna.
Pada 1948, saat Israel diproklamasikan, mereka telah me nguasai Yerusalem Barat. Setahun kemudian, Israel menobatkan Yerusalem sebagai ibu kota. Bahkan, saat itu, parlemen Israel (Knesset) yang semula di Tel Aviv, telah diboyong ke sana. Namun, saat itu, Yerusalem Timur —yang meru pakan lokasi Kota Tua Yerusalem, dan merupakan tempat berdirinya situs penting tiga agama, termasuk Masjid al-Aqsa— masih dikuasai bangsa Arab (Yordania). Yerusalem Timur dicaplok Israel, setelah Perang Enam Hari pada 1967.
Meski Israel secara sempurna telah menguasai Yerusalem, dan mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi Israel, namun sampai saat ini prosesnya masih tarik-ulur. Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu kerap muncul dalam kampanye presiden Amerika Serikat, terutama Donald Trump.
Tanda keempat, adalah kembali dibangunnya Kuil Sulaiman (Haykal Sulaiman atau Masjid Sulaiman). Tanda ini pun belum terpenuhi. Kendati Kota Tua Yerusalem telah berada di bawah pendudukan Israel, namun Masjid al-Aqsa dan Masjid Kubah Batu (the Dome of Rock) masih berdiri. Kompleks Haram al-Sharif ini, berdiri di atas reruntuhan Haikal Sulaiman yang dihancurkan Romawi. Kompleks ini, sampai saat ini masih dikelola Yayasan Wakaf di bawah pemerintahan Palestina dan Yordania.
Tapi, skenario penghancuran Masjid al-Aqsa itu, hanyalah menunggu waktu. Di atas kompleks itulah di rencanakan akan dibangun Kuil Sulaiman. Ini me rupakan kuil ketiga. Kuil pertama dibangun Nabi Sulaiman, sebelum akhirnya dihancurkan Nebukadnezar. Kuil kedua dibangun Cyrus Agung, dan kemudian dihancur kan Romawi. Sedangkan kuil ketiga, menurut keyakinan Yahudi, akan dibangun di masa mendatang, yang menjadi pertanda era messiah (the messianic age).
Tanda kelima, Israel suatu saat akan menjadi negara superpower, seperti halnya Kerajaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Ini pun hanya perkara waktu. Israel an ta ra lain sudah memiliki sen jata nuklir, yang meru pakan sa lah satu prasyarat negara superpower. Saat ini, yang menguasai percaturan po litik dan perekonomian du nia pun orang-orang Yahudi.
Tanda keenam, super power Israel itu akan dipimpin oleh Messiah. Dia akan memerintah dari atas tahta Nabi Daud atau dari Yerusalem.Tanda ketujuh, kekuasaan itu akan abadi, hingga kiamat tiba.
Messiah yang dinantikan Israel..
Persoalannya adalah, siapa Messiah yang ditung gu-tunggu oleh orang Yahudi itu? Lebih dari dua ribu tahun lalu, kaum Yahudi telah menolak Nabi Isa sebagai al-Masih. Mereka bahkan berkonspirasi dengan penguasa Romawi untuk menya libnya. Sampai saat ini, orang Yahudi menanggap Nabi Isa sebagai al-Masih palsu (the false messiah), karena menurut anggapan mereka Nabi Isa telah terbunuh, dan selama hidupnya tidak memenuhi nubuatan sebagai al- Masih, seperti merestorasi Israel, membangun kembali haikal Sulaiman, mengembalikan bani Israil ke tanah Suci, menjadi raja , dan seterusnya.
Bahkan, orang Yahudi menyampaikan tuduhan-tuduhan keji kepada Nabi Isa dan ibunya, Maryam. Bahwa Nabi Isa adalah anak zina, dan melakukan sihir. Sedangkan ibunya, Maryam, adalah seorang pezina.
Setelah peristiwa penolakan Nabi Isa —yang merupakan keturunan Nabi Daud— sebagai al-Masih tersebut, Tuhan tidak lagi menurunkan nabi kepada Bani Israil. Dan beratus-ratus tahun, persoalan ini menjadi perdebatan antara kaum Yahudi yang menolak Nabi Isa dengan Yahudi pengikut Nabi Isa, yang menjadi cikal bakal Nasrani.
Sampai Nabi Muhammad SAW diutus, yang membenarkan Nabi Isa adalah al-Masih yang sebenarnya. Dan, al-Masih akan turun kembali di akhir zaman, menjadi hakimun adl, atau penguasa adil.
Lalu, siapa Messiah yang ditunggu oleh kaum Yahudi? Nabi Muhammad telah memperingatkan tentang kedatangan al-Masih Dajjal, yang secara harfiah berarti al-Masih Pendusta. Orang Kristen menyebutnya sebagai antikristus.
“Setelah kaum Yahudi menolak mengakui al-Masih yang asli, yaitu Nabi Isa Putra Maryam, sebuah divine punishment yang paling buruk pun menanti. Ya’juj dan Ma’juj kini membawa orang-orang Yahudi kepada al-Masih palsu, yang akan memimpin mereka dalam petualangan menuju kehancuran,” kata Imran Hosein.
Hadits Nabi yang Panjang Ini Ungkap Munculnya Dajjal, Berikut 11 Fakta di Dalamnya
Dajjal akan muncul sebagai tanda datangnya kiamat [798] url asal
#dajjal #dajjal-tanda-kiamat #dajjal-hadits-nabi #hadits-dajjal #ciri-ciri-dajjal #tanda-dajjal #fakta-dajjal #kerusakan-dajjal
(Republika - Iqra) 23/07/24 20:51
v/11834234/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kemunculan Dajjal sebagai pertanda datangnya kiamat telah dinubuatkan Rasulullah SAW. Salah satunya adalah hadits riwayat an-Nawwas bin Sam'an RA.
Dalam hadits riwayat Muslim yang cukup panjang ini, Rasulullah SAW menjelaskan tentang peristiwa tersebut dan apa yang harus dilakukan umat Muslim, sebagai berikut:
عَنْ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ مَا شَأْنُكُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ فِيهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَقَالَ غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالًا يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا
قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي الْأَرْضِ قَالَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلَاةُ يَوْمٍ قَالَ لَا اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِسْرَاعُهُ فِي الْأَرْضِ قَالَ كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالْأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ
ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَيْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلًا مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ وَيَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ
Dari An-Nawwas bin Sam'an berkata, "Pada suatu pagi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut Dajjal, beliau melirihkan suara dan mengeraskannya hingga kami mengiranya berada disekelompok pohon kurma. Kami pergi meninggalkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu kami kembali lagi, beliau mengetahui hal itu pada kami lalu beliau bertanya: "Kenapa kalian?" kami menjawab: wahai Rasulullah, Tuan menyebut Dajjal pada suatu pagi, Tuan melirihkan dan mengeraskan suara hingga kami mengiranya ada disekelompok pohon kurma, beliau bersabda: "Selain Dajjal yang lebih aku khawatirkan pada kalian, bila ia muncul dan aku berada ditengah-tengah kalian, aku akan mengalahkannya, bukan kalian dan bila ia muncul dan aku sudah tidak ada ditengah-tengah kalian, maka setiap orang adalah pembela dirinya sendiri dan Allah adalah penggantiku atas setiap muslim, ia adalah pemuda ikal, matanya menonjol, mirip 'Abdu Al 'Uzza bin Qathan. Siapa pun diantara kalian yang melihatnya hendaklah membaca permulaan surat Al Kahfi, ia muncul diantara Syam dan 'Irak lalu banyak membuat kerusakan dikanan dan dikiri, wahai hamba-hamba Allah, teguhlah kalian."
Kami bertanya: Berapa lama ia tinggal di bumi? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menjawab: "Empat puluh hari, satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti satu pekan dan hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian." Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana menurut Tuan tentang satu hari yang seperti satu tahun, cukupkah bagi kami shalat sehari? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Tidak, tapi perkirakanlah ukurannya." Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya di bumi? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menjawab: Seperti hujan yang diakhiri angin. Ia mendatangi kaum dan menyeru mereka, mereka menerimanya, ia memerintahkan langit agar menurunkan hujan, langit lalu menurunkan hujan, ia memerintahkan bumi agar mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, bumi lalu mengeluarkan tumbuh-tumbuhan lalu binatang ternak mereka pergi dengan punuk yang panjang, lambung yang lebar dan kantong susu yang berisi lalu kehancuran datang lalu ia berkata padanya: 'Keluarkan harta simpananmu.'
Lalu harta simpanannya mengikutinya seperti lebah-lebah jantan. Kemudian ia memanggil seorang pemuda belia, ia menebasnya dengan pedang lalu memutusnya menjadi dua bagian lalu memanggilnya, ia datang memanggut-manggutkan wajahnya seraya tertawa, saat ia seperti itu, tiba-tiba 'Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju berwantek za'faran...(HR Muslim 5228)
Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari hadits akhir zaman yang diriwayatkan dari Nawwas bin Sam'an ini, khususnya terkait dajjal, yaitu sebagai berikut:
Pertama...
Pertama, Dajjal adalah salah satu tanda besar kiamat yang disebutkan dalam hadits-hadits.
Fitnah yang ditimbulkan oleh Dajjal sangatlah besar, bahkan merupakan fitnah terbesar yang akan dihadapi umat Islam. Di antara ciri Dajjal adalah memiliki rambut yang sangat lebat dan mata yang seperti anggur mengambang serta salah satu matanya buta.
Kedua, Dajjal akan muncul di antara wilayah Irak dan Syam. Dia akan tinggal di dunia selama empat puluh hari, dengan perhitungan waktu yang berbeda-beda. Sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti seminggu biasa, dan sisanya seperti hari-hari biasa manusia.
Ketiga, kejahatan Dajjal akan menyebar dengan cepat di seluruh penjuru bumi, sehingga tidak ada tempat yang aman dari fitnah dan tipu dayanya, kecuali Makkah dan Madinah, di mana dia tidak akan bisa masuk ke wilayah tersebut.
Keempat, Allah SWT memberikan kekuatan luar biasa kepada Dajjal, seperti kemampuannya bergerak cepat di bumi, menurunkan hujan, serta kemampuan menarik harta benda dari bumi yang akan mengikuti dia seperti lebah mengikuti pemimpinnya.
Kelima, dianjurkan untuk menyampaikan kejahatan dan kedustaan Dajjal di akhir zaman nanti, untuk mengingatkan umat Islam tentang betapa berbahayanya fitnah yang akan dia timbulkan.
Keenam, Rasulullah SAW memiliki perhatian dan kekhawatiran yang besar terhadap umatnya, karena akan munculnya para pendusta dan penyesat di masa yang akan datang sepeninggal beliau.
Ketujuh, Allah SWT telah memberikan rahmat yang besar kepada orang-orang beriman dengan memberikan mereka senjata untuk melawan fitnah Dajjal, seperti mengetahui ciri yang menunjukkan dusta dan tipu daya dajjal.
Orang beriman juga mampu membaca apa yang tertulis di jidat Dajjal yang menjadi tanda kekafirannya. Orang beriman juga hafal Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal.
Kedelapan, hadits tersebut mendorong agar tetap teguh di tengah cobaan dan tidak terpengaruh. Kesembilan, hadits itu juga menyampaikan keutamaan Surat Al-Kahfi dan bahwa ayat-ayat awalnya merupakan perlindungan dari fitnah Dajjal.
Kesepuluh, hadits ini menunjukkan bahwa sahabat Rasulullah SAW mencintai ilmu. Mereka mempelajari dan mendalami pengetahuannya tentang Dajjal dan tanda-tanda kiamat yang lainnya.
Kesebelas, hadits tersebut menjadi dasar tentang turunnya Nabi Isa AS, anak Maryam. Apalagi hadits ini bersifat mutawatir yang berarti disimak oleh banyak sahabat Nabi SAW. Keduabelas, Nabi Isa AS yang akan membunuh Al-Masih Al-Dajjal.
Kisah Orang Palestina Berdialog dengan Dajjal
Kemunculan Dajjal adalah salah satu tanda kiamat besar. [381] url asal
#dajjal #penduduk-palestina #berdialog-dengan-dajjal #kemunculan-dajjal #tanda-kiamat
(Republika - Khazanah) 15/07/24 13:05
v/10844662/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak hadis Nabi Muhammad SAW yang mengulas soal kedatangan Dajjal pada akhir zaman. Di antaranya adalah yang diriwayatkan dari jalur Fatimah binti Qais. Sabda Rasulullah SAW ini mengungkapkan kisah pertemuan antara beberapa orang penduduk Palestina dan makhluk yang sebelah matanya cacat itu.
Dalam Sunan at-Tirmidzi, tercantum hadis yang diriwayatkan dari Fatimah binti Qais. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW naik mimbar lalu tertawa. Kemudian, beliau bersabda:
: إنَّ تميمًا الدَّاريَّ حدَّثَني بحَديثٍ ففَرِحْتُ فأحببتُ أن أحدِّثَكُم ، أنَّ ناسًا من أَهْلِ فلسطينَ رَكِبوا سَفينةً في البَحرِ فجالَت بِهِم حتَّى قذفَتهُم في جزيرةٍ من جزائرِ البَحرِ ، فإذا هم بدابَّةٍ لبَّاسةٍ ناشرةٍ شعرَها ، فقالوا : ما أَنتِ ؟ قالت : أَنا الجسَّاسةُ ، قالوا : فأخبِرينا ، قالَت : لَا أخبرُكُم ولَا أستَخبرُكُم ، ولَكِن ائتوا أقصَى القريةِ فإنَّ ثَمَّ من يخبرُكُم ويستخبرُكُم ، فأتَينا أقصى القريةِ فإذا رجلٌ موثَقٌ بسِلسلةٍ ، فقالَ : أخبروني عن عينِ زَغرَ ؟ قُلنا : ملأى تَدفَقُ ، قالَ : أخبروني عنِ البُحَيْرةِ ؟ قُلنا : مَلأى تدفقُ ، قالَ : أخبروني عن نخلِ بيسانَ الَّذي بينَ الأردنِّ وفِلَسطينَ هل أطعمَ ؟ قلنا : نعَم ، قالَ : أخبِروني عنِ النَّبيِّ هل بُعِثَ ؟ قلنا : نعَم ، قالَ : أخبروني كيفَ النَّاسُ إليهِ ؟ قلنا سِراعٌ ، قالَ : : فنرَى نزوَهُ حتَّى كادَ ، قلنا : فما أنتَ ؟ قالَ : أَنا الدَّجَّالُ ، وإنَّهُ يدخلُ الأمصارَ كلَّها إلَّا طَيبةَ ، وطَيبةُ المدينةُ
Sungguh, Tamim ad-Dari menceritakan sesuatu padaku, lalu aku gembira. Karena itu, aku ingin menceritakan kisahku kepada kalian. (Kisahnya adalah) beberapa orang dari penduduk Palestina naik perahu di laut.
Kemudian, perahu itu membawa mereka berkeliling hingga akhirnya terhempas. Mereka terdampar di sebuah pulau.
Muncul seekor binatang yang mengenakan pakaian dan berambut panjang. Mereka bertanya, "Apa kau ini?"
Binatang itu menjawab, "Aku adalah mata-mata."
Mereka berkata, "Sampaikan kepada kami (informasi tentang pulau ini)."
Maka binatang itu berkata, "Aku tidak akan memberi tahu kalian dan aku tidak akan bertanya kepada kalian. Namun, pergilah kalian ke ujung permukiman, di sana akan ada yang memberi tahu kalian dan menjawab pada kalian."
Kemudian, mereka mendatangi ujung kampung. Ternyata, di sana ada seseorang yang dirantai. Orang itu berkata, "Sampaikan padaku tentang mata air Zughar."
Mereka berkata, "(Mata air itu) masih penuh dan memancar."
Dia berkata lagi, "Sampaikan padaku tentang danau Tiberias."
Mereka berkata, "Penuh dan memancar."
Dia berkata, "Sampaikan padaku tentang pohon kurma Baisan yang ada di antara Sungai Yordan dan Palestina, apakah sudah berbuah?"
Mereka menjawab, "Ya."
Dia kembali berkata, "Sampaikan padaku tentang Muhammad, apakah sudah diutus?"
Mereka menjawab, "Ya."
Dia berkata lagi, "Sampaikan padaku bagaimana orang-orang mendatanginya?"
Mereka pun menjawab, "Dengan cepat (beriman kepada Rasulullah)."
Orang itu kemudian meloncat. Akhirnya, mereka bertanya, "Siapakah kamu?"
Ia menjawab, "Aku adalah Dajjal."
Rasulullah SAW bersabda, "Dia (Dajjal) akan memasuki seluruh daerah kecuali Thaibah, dan Thaibah adalah Madinah" (HR Tirmidzi).
Hadis tersebut menerangkan, Dajjal akan muncul sebagai tanda kiamat pada akhir zaman. Iamenetap di sebuah pulau. Kelak, Allah akan menakdirkan bahwa dia dapat meninggalkan pulau tersebut, untuk kemudian melintasi berbagai negeri--dari timur ke barat.
Tidak ada satupun pemukiman di bumi tanpa dilewatinya, kecuali Tanah Suci. Hadis yang diriwayatkan dari Fatimah binti Qais tersebut tidak hanya tercantum dalam Sunan Tirmidzi, tetapi juga dalam Shahih Muslim dengan matan yang jauh lebih panjang dan sangat perinci mengenai Dajjal.
Berhamburan Keluar, Munafik di Akhir Zaman Pilih Ikuti Dajjal
Hadis ini mengungkapkan, orang-orang munafik di Madinah akan keluar dan ikuti Dajjal. [433] url asal
#orang-munafik #kaum-munafik #pengikut-dajjal #akhir-zaman #tanda-kiamat #kota-madinah
(Republika - Khazanah) 15/07/24 11:38
v/10844664/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam melakukan syiar Islam, Nabi Muhammad SAW menghadapi tantangan bukan hanya dari orang-orang kafir yang terang-terangan memusuhi beliau, melainkan juga golongan munafik. Mereka ini bagaikan 'duri dalam daging.'
Sebab, kelompok ini tidak secara terbuka menolak Islam. Bahkan, sebagian mereka turut dalam aktivitas jamaah kaum Muslimin. Namun, saat berada dengan kaum musyrikin, orang-orang ini menegaskan dukungannya terhadap upaya apa pun untuk menghambat dakwah Rasulullah SAW.
"Ketika umat Islam sedang menghadapi kesulitan dan tantangan, mereka menarik diri dan berada di luar barisan. Tapi ketika kemenangan datang, mereka merapat kembali, seolah-olah ikut berjasa dalam meraih kemenangan," tulis Ahmad Fuad Effendy dalam buku Sudahkah Kita Mengenal Alquran? (2013), saat memaparkan pelbagai tafsir atas surah al-Hajj ayat ke-11.
Arti Kalamullah itu: "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."
Pada akhir zaman, keberadaan orang-orang munafik dapat dijumpai, bahkan di Tanah Suci. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyampaikan nubuat tentang para pengikut Dajjal.
Makhluk yang pada wajahnya terdapat guratan "ka-fa-ra" itu muncul sebagai salah satu tanda kiamat besar. Dajjal akan menyesatkan banyak umat manusia. Bahkan, seluruh daerah atau kota di muka bumi ini akan disambanginya. Ia mampu menguasai semua, kecuali Makkah dan Madinah.
Alih-alih merasa aman, orang-orang munafik di Tanah Suci justru gelisah. Sebab, jauh di lubuk hatinya, muncul keinginan untuk mengikuti Dajjal. Hingga tiba saatnya, mereka pun berhamburan keluar dari kota suci demi mewujudkan hasratnya itu. RasulullahSAW bersabda:
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا
“Tidak ada satu negeri pun, melainkan semua akan ditapaki (didatangi) oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju ke sana dijaga oleh malaikat yang berbaris (rapat).
Maka berhentilah Dajjal di sebuah kebun (di pinggir Kota Madinah). Madinah berguncang tiga kali. Kemudian, keluarlah semua orang-orang kafir dan munafik (dari Kota Madinah) untuk menemui Dajjal” (HR al-Bukhari nomor 1881 dan Muslim nomor 2943).
Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada sebuah negeri pun melainkan akan dimasuki oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu pun jalan masuk ke Madinah melainkan telah dikawal oleh barisan malaikat.
Dajjal kemudian mendatangi Sibhkah al Jurf (tanah berbatu vulkanik) dan memukul serambinya. Akibatnya, Madinah berguncang tiga kali. Maka setiap orang kafir dan munafik keluar (dari Kota Madinah) untuk bergabung dengan Dajjal” (HR Bukhari).
Mereka berlarian keluar dari Madinah dan bergabung dengan pasukan Dajjal. Itu lantaran kefasikan dan kemunafikan dalam dirinya. Orang-orang ini lebih mencintai kenikmatan duniawi daripada mencari keselamatan akhirat yang kekal.
Berhamburan Keluar dari Madinah, Munafik di Akhir Zaman Pilih Ikuti Dajjal
Hadis ini mengungkapkan, orang-orang munafik di Madinah akan keluar dan ikuti Dajjal. [433] url asal
#orang-munafik #kaum-munafik #pengikut-dajjal #akhir-zaman #tanda-kiamat #kota-madinah
(Republika - Khazanah) 15/07/24 11:38
v/10839922/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam melakukan syiar Islam, Nabi Muhammad SAW menghadapi tantangan bukan hanya dari orang-orang kafir yang terang-terangan memusuhi beliau, melainkan juga golongan munafik. Mereka ini bagaikan 'duri dalam daging.'
Sebab, kelompok ini tidak secara terbuka menolak Islam. Bahkan, sebagian mereka turut dalam aktivitas jamaah kaum Muslimin. Namun, saat berada dengan kaum musyrikin, orang-orang ini menegaskan dukungannya terhadap upaya apa pun untuk menghambat dakwah Rasulullah SAW.
"Ketika umat Islam sedang menghadapi kesulitan dan tantangan, mereka menarik diri dan berada di luar barisan. Tapi ketika kemenangan datang, mereka merapat kembali, seolah-olah ikut berjasa dalam meraih kemenangan," tulis Ahmad Fuad Effendy dalam buku Sudahkah Kita Mengenal Alquran? (2013), saat memaparkan pelbagai tafsir atas surah al-Hajj ayat ke-11.
Arti Kalamullah itu: "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."
Pada akhir zaman, keberadaan orang-orang munafik dapat dijumpai, bahkan di Tanah Suci. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyampaikan nubuat tentang para pengikut Dajjal.
Makhluk yang pada wajahnya terdapat guratan "ka-fa-ra" itu muncul sebagai salah satu tanda kiamat besar. Dajjal akan menyesatkan banyak umat manusia. Bahkan, seluruh daerah atau kota di muka bumi ini akan disambanginya. Ia mampu menguasai semua, kecuali Makkah dan Madinah.
Alih-alih merasa aman, orang-orang munafik di Tanah Suci justru gelisah. Sebab, jauh di lubuk hatinya, muncul keinginan untuk mengikuti Dajjal. Hingga tiba saatnya, mereka pun berhamburan keluar dari kota suci demi mewujudkan hasratnya itu. RasulullahSAW bersabda:
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا
“Tidak ada satu negeri pun, melainkan semua akan ditapaki (didatangi) oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju ke sana dijaga oleh malaikat yang berbaris (rapat).
Maka berhentilah Dajjal di sebuah kebun (di pinggir Kota Madinah). Madinah berguncang tiga kali. Kemudian, keluarlah semua orang-orang kafir dan munafik (dari Kota Madinah) untuk menemui Dajjal” (HR al-Bukhari nomor 1881 dan Muslim nomor 2943).
Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada sebuah negeri pun melainkan akan dimasuki oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu pun jalan masuk ke Madinah melainkan telah dikawal oleh barisan malaikat.
Dajjal kemudian mendatangi Sibhkah al Jurf (tanah berbatu vulkanik) dan memukul serambinya. Akibatnya, Madinah berguncang tiga kali. Maka setiap orang kafir dan munafik keluar (dari Kota Madinah) untuk bergabung dengan Dajjal” (HR Bukhari).
Mereka berlarian keluar dari Madinah dan bergabung dengan pasukan Dajjal. Itu lantaran kefasikan dan kemunafikan dalam dirinya. Orang-orang ini lebih mencintai kenikmatan duniawi daripada mencari keselamatan akhirat yang kekal.
Ustadz Yazid Jawas Ungkap Golongan yang Bisa Mengalahkan Yahudi
Golongan yang mengalahkan Yahudi dijelaskan oleh Ustadz Yazid Jawas. [499] url asal
#ustadz-yazid-jawas #islam #makkah #yahudi #hizbullah #palestina #israel #dajjal #ritual-sapi-merah
(Republika - Iqra) 15/07/24 06:21
v/10813735/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Almarhum Ustadz Yazid Jawas dalam sebuah kajian pernah membahas tentang golongan yang bisa mengalahkan Yahudi. Menurut Ustadz Yazid, golongan ini adalah golongan yang dimenangkan oleh Allah.
"Istilah Ahlusunnah wal janaah atau dinamakan pada hadits yang lain yaitu golongan yang dimenangkan Allah," ujar Ustadz Yazid dalam sebuah video ceramah yang diunggah oleh akun youtube Abu Soffa Bukkar tiga tahun lalu yang berdasarkan tayangan video, ceramah ini dilakukan pada 21 Agustus 2006.
Ustadz Yazid mengutip sebuah hadits bahwa Rasulullah bersabda "Senantiasa ada segolongan dari umatku yang selalu menegakkan perintah Allah. Tidak akan mencelakai mereka orang yang tidak menolong mereka dan orang yang menyelisihi mereka sampai datang perintah Allah."
"Artinya tidak akan mencelakai mereka orang yang tidak menolong dan juga orang yang menyeleisihi mereka sampai datang perintah Allah dan mereka tetap di atas demikian. Ini at taifah al mansuroh atau golongan yang ditolong Allah," ujar Ustadz Yazid.
"(Golongan) Ini adalah orang- orang yang menghadapi orang Yahudi dan mereka yang membunuh orang yahudi," ujar Ustadz Yazid.
Menurut Ustadz Yazid, kalau kita lihat sekarang ini Yahudi menyerang kaum Muslimin, menyerang negeri-negeri Muslim, dan membunuh kaum muslimin. Namun, sampai hari ini belum ada yang menghadapi mereka
"Sepanjang sejarah yang bisa mengalahkan kaum Yahudi adalah Rasulullah dan sahabatnya. Maka orang-orang Yahyudi ini akan dikalahkan oleh orang-orang yang mengikuti Rasulullah dan sahabatnya," ujar Ustadz Yazid.
Menurut Ustadz Yazid, selama mereka tak mengikuti Rasulullah dan sahabat, maka mereka tak akan bisa mengalahkan Yahudi.
"Makanya Rasulullah menyebutkan kepada sahabat sungguh kalian akan memerangi orang Yahudi," ujar Ustadz Yazid.
Menurut Ustadz Yazid, Rasulullah mensabdakan ini kepada sahabat. Namun, sahabat telah meninggal dunia.
"Berarti hadits ini berlaku sampai hari kiamat. Hadits ini untuk orang-orang yang mengikuti Rasulullah dan sahabatnya," ujar Ustadz Yazid
Menurut Ustadz Yazid, kalau umat Islam mengikuti Rasulullah dan sahabat maka akan bisa mengalahkan Yahudi.
"Fatwa ulama menyebutkan agar umat Islam terutama di Palestina dan Lebanon agar kembali kepada akidah yang benar pada Alquran dan Sunnah," ujar Ustadz Yazid.
Menurutnya, kewajiban kita sebagai umat Islam menolong kaum Muslimin baik di Palestina maupun Lebanon. Bantuan baik dengan materi dan doa karena mereka adalah umat Muslim.
"Tapi tetap kita imbau agar kembali kepada Alquran dan sunnah serta akidah yang benar, jangan bidah, jangan syirik," ujar Ustadz Yazid.
Menurut Ustadz Yazid, golongan yang ditolong Allah ini akan melawan Yahudi. Namun kapan waktunya, belum diketahui tapi tetap ada.
"Nanti umat islam akan dipimpin oleh Imam Mahdi dari keturunan Fatimah yang namanya sama seperti Rasulullah yaitu Muhammad bin Abdullah dan ketika Nabi Isa turun ke muka bumi, maka yang menjadi imam adalah imam mahdi atau Muhammad bin Abdillah," ujar Ustadz Yazid.
Menurut Ustadz Yazid, ketika Nabi Isa diminta menjadi imam, Nabi Isa tidak mau. Karena, Nabi Isa menyebutkan kemuliaan Allah atas umat Islam.
Kemudian Nabi Isa membunuh tokohnya Yahudi yaitu Dajjal di Palestina. Setelah itu, nanti umat Islam yang berpegang pada Alquran dan sunnah akan membunuh Yahudi di manapun itu, di balik pohon, di balik batu.
"Kecuali pohon gorkot karena gorkot adalah pohon Yajudi," ujar Ustadz Yazid.
Hadits Lengkap Rasulullah Menyelidiki Ibnu Shayyad yang Dianggap sebagai Dajjal | Republika Online
Masalah Ibnu Shayyad telah menjadi sesuatu yang rumit bagi sahabat. [853] url asal
#dajjal #hari-kiamat #safi-ibnu-shayyad #rasulullah-selidiki-ibnu-shayyad #tanda-tanda-dajjal #berlindung-dari-dajjal #melindungi-diri-dari-dajjal #sosok-dajjal #umar-bin-khattab #dajjal-zaman-nabi #ra
(Republika - Iqra) 08/07/24 09:59
v/10059502/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nama Safi Ibnu Shayyad telah menjadi pembahasan para ulama sejak zaman sahabat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menuturkan bahwa masalah Ibnu Shayyad telah menjadi sesuatu yang rumit bagi sebagian sahabat. Mereka mengira bahwa dia adalah Dajjal, sementara Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tawaqquf (berdiam diri) sehingga jelas bagi beliau setelah itu bahwa dia bukan Dajjal. Dia hanya salah seorang dukun yang memiliki kemampuan-kemampuan setan. Karena itulah, Rasulullah pergi untuk mengujinya.
Imam Muslim dalam hadits Muslim No.5215 merekam bagaimana peristiwa Safi Ibnu Sayyad ditemui Rasulullah dan tanda-tanda Dajjal.
Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya bin Abdullah bin Harmalah bin Imran At Tujini telah mengkhabarkan kepadaku Ibnu Wahab telah mengkhabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah bahwa ia telah mengabarkan padanya bahwa Abdullah bin Umar telah mengabarkan kepadanya bahwa Umar bin Al Khaththab pergi bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dalam sebuah rombongan menuju Ibnu Shayyad hingga beliau menemukannya tengah bermain bersama anak-anak di dekat benteng bani Maghalah, saat itu Ibnu Shayyad hampir baligh, ia tidak sadar hingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam memukul punggunya dengan tangan beliau, setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya kepada Ibnu Shayyad: "Apa kau bersaksi bahwa aku utusan Allah?" ibnu Shayyad memandang beliau lalu menjawab: Aku bersaksi bahwa Tuan adalah utusan kaum ummi (buta huruf). Ibnu Shayyad bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam: Apa Tuan bersaksi bahwa aku utusan Allah? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menolaknya lalu bersabda: "Aku beriman kepada Allah dan para utusanNya." Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apa yang kau lihat?" Ibnu Shayyad menjawab: Seorang jujur dan seorang pendusta mendatangiku. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda padanya: "Masalahnya dikacaukan padamu." Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berkata padanya: "Aku menyembunyikan sesuatu untukmu." Ibnu Shayyad berkata: "Asap." Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda padanya: "Menyingkirlah, kau tidak akan melampaui kemampuanmu." Umar bin Al Khaththab berkata: Biarkan aku menebas lehernya, wahai Rasulullah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda padanya: "Bila ia seperti itu (beberapa ulama berpendapat Dajjal), kau tidak akan bisa menguasainya, bila tidak seperti itu, tidak ada baiknya bagimu membunuhnya."
Salim bin Abdullah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar bekata: Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dan Ubai bin Ka'ab Al Anshari pergi menuju kebun kurma dimana Ibnu Shayyad berada hingga beliau memasuki kebun. Beliau langsung menjaga diri dengan pelepah kurma agar tidak memasang telinga supaya tidak mendengar apa pun yang dikatakan Ibnu Shayyad sebelum melihatnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melihatnya tengah berbaring di atas hamparan kain beludru miliknya. Ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tengah menjaga diri dengan pelepah kurma, ibunya berkata padanya (Ibnu Shayyad): Hai Shaf -nama Ibnu Shayyad- ini Muhammad. Ibnu Shayyad langsung bangun, lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Andai kau membiarkannya menjelaskan."
Salim berkata: Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berdiri ditengah orang-orang, beliau memuja dan memuji dengan pujian yang layak baginya, setelah itu beliau menyebut Dajjal, beliau bersabda: "Sesungguhnya aku mengingatkan kalian darinya. Tidak ada seorang nabi pun melainkan telah mengingatkan kaumnya dari Dajjal. Nuh telah mengingatkan kaumnya, namun aku akan menyebutkan suatu hal pada kalian yang belum pernah dikemukakan oleh seorang nabi pun kepada kaumnya: ketahuilah bahwa ia (Dajjal) buta sebalah matanya sedangkan Allah Tabaraka wa Ta'ala tidak buta sebelah mata."
Ibnu Syihab berkata: telah mengkhabarkan kepadaku Umar bin Tsabit Al Anshari bahwa telah mengkhabarkan kepadanya sebagaian sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda saat mengingatkan orang-orang terhadap Dajjal: "Diantara kedua matanya tertulis KAFIR yang bisa dibaca oleh orang yang membenci perbuatannya atau bisa dibaca oleh setiap orang mu`min." Beliau bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian yang melihat Rabbnya 'azza wajalla hingga ia meninggal."
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Hulwani dan Abdu bin Humaid keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'id telah menceritakan kepada kami ayahku dari Shalih dari Ibnu Syihab telah mengkhabarkan kepadaku Salim bin Abdullah bahwa Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam pergi bersama beberapa sahabat beliau, diantara mereka ada Umar bin Al Khaththab, beliau bertemu dengan Ibnu Shayyad, seorang anak yang telah mendekati baligh, ia tengah bermain bersama anak-anak di dekat bentung bani Mu'awiyah. Ia menyebut hadits seperti hadits Yunus hingga akhir hadits Umar bin Tsabit. Disebutkan dalam hadits tersebut: Dari Ya'qub berkata: Ubai berkata tentang sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam: "Andai kau membiarkannya menjelaskan, " yaitu andai ibunya membiarkannya (Ibnu Shayyad) tentu ia menjelaskan masalahnya.
Telah menceritakan kepada kami Abdu bin HUmaid dan Salamah bin Syabib, semuanya dari Abdurrazzaq telah mengkhabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Salim dari Ibnu Umar, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melewati Ibnu Shayyad bersama sahabat-sahabat beliau diantaranya Umar bin Al Khaththab, ia tengah bermain bersama anak-anak di dekat benteng bani Maghalah, ia (Ibnu Shayyad) adalah anak, dan seterusnya semakna dengan hadits Yunus dan Shalih, hanya saja Abdu bin Humaid tidak menyebut hadits Ibnu Umar tentang kepergian nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersama Ubai bin Ka'ad menuju kebun kurma.
Dajjal dan Nabi Isa Disebut al-Masih, Apa Bedanya? | Republika Online
Ada dua makna al-masih dalam konteks gelar untuk Dajjal dan Nabi Isa. [349] url asal
#tanda-tanda-kiamat #turunnya-nabi-isa #kedatangan-dajjal #kemunculan-dajjal #isa-al-masih
(Republika - Khazanah) 05/07/24 10:32
v/9734664/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah SWT menciptakan dua sosok al-Masih yang satu sama lain saling berlawanan, yakni Nabi Isa AS sebagai al-Masih pembawa petunjuk. Dialah nabi yang atas izin Allah dapat menyembuhkan orang tunanetra dan berpenyakit sopak. Selain itu, putra Maryam tersebut dapat menghidupkan orang mati, juga dengan izin Allah.
Adapun Dajjal merupakan al-Masih kesesatan yang menyebarkan huru-hara kepada manusia dengan kejadian-kejadian luar biasa. Misalnya, menurunkan hujan dan membuat suatu daerah kering-kerontang.
Istilah al-masih berasal dari akar kata siyaahah. Turunannya adalah saaha-yasiihu-siyaahatan. Semuanya dapat diartikan sebagai ‘berkelana’ atau ‘menjelajah'.
Di satu sisi, maknanya bisa berkonotasi positif, yakni bila merujuk pada Nabi Isa AS. Sebab, beliau mengadakan perjalanan dengan berdakwah kepada Bani Israil yang tinggal terpencar-pencar.
Makna yang buruk dilekatkan pada Dajjal. Dalam menyebarkan tipu dayanya, Dajjal pun mendatangi berbagai penjuru bumi. Bahkan, dia melakukannya dengan sangat cepat. Tujuannya jelas membuat kerusakan pada tiap wilayah yang dimasukinya. Dan, ia bisa sampai ke seluruh tempat kecuali Makkah dan Madinah.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak ada suatu negeri pun yang tidak akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Sebab, tidak ada satu pintu masuk pun dari pintu-pintu gerbangnya (Makkah dan Madinah), kecuali ada para malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian, Madinah akan berguncang sebanyak tiga kali sehingga Allah mengeluarkan orang-orang kafir dan munafik dari sana" (HR Bukhari).
Adapun asal makna dajjal ialah al-khalat. Artinya, ‘mencampur’, ‘mengacaukan’, atau ‘membingungkan.’ Dajjal berarti ‘manipulator’ dan ‘pembohong yang luar biasa.’ Nabi SAW bersabda, “Wahai manusia, tak akan ada huru-hara di muka bumi ini sejak masa Adam yang lebih besar dari pada huru-hara Dajjal. Sesungguhnya, setiap Nabi yang dikirim Allah akan memperingatkan ummatnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi terakhir dan kalian adalah umat terakhir” (HR Ibnu Majah).
Kemunculan dajjal merupakan peristiwa yang menakutkan bagi seluruh manusia di muka bumi. Peristiwa tersebut akan terjadi di akhir zaman. Dajjal akan merajalela di muka bumi dengan menyebarkan kerusakan di mana-mana serta meneror orang-orang beriman. Dengan mengaku sebagai tuhan, Dajjal memalingkan manusia dari kebenaran agar kufur kepada Allah.
Jelang Kiamat, Nabi Isa Tinggal di Bumi 40 Hari | Republika Online
Sesudah membunuh Dajjal, Nabi Isa akan tinggal di bumi bersama orang-orang Islam. [270] url asal
#tanda-tanda-kiamat #tanda-kiamat #turunnya-nabi-isa #kedatangan-dajjal #kemunculan-dajjal
(Republika - Khazanah) 05/07/24 10:19
v/9729858/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kitab Bidayah wa Nihayah, Imam Ibnu Katsir menjelaskan pelbagai hadis tentang tanda-tanda kiamat. Salah satunya adalah peristiwa yang di dalamnya Dajjal menemui ajal. Makhluk yang telah menyesatkan banyak manusia itu akan dibunuh Nabi Isa AS, yang turun dari langit ke bumi atas kehendak Allah.
Setelah membunuh Dajjal, Nabi Isa tinggal selama 40 tahun di bumi. Kemudian, Allah SWT mewafatkannya. Imam Thabrani menjelaskan bahwa Nabi Isa kemudian dimakamkan di Madinah, dekat dengan makam Rasulullah SAW.
ورواه الطبراني في المعجم الكبير (١٣/١٥٩ رقم ٣٨٤) - ومن طريقه المزي في تهذيب الكمال (١٩/٤٩٥) - من طريق عبدالله بن نافع الصائغ، عن عثمان بن الضحاك بسنده، ولفظه: يدفن عيسى عليه السلام مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وصاحبيه، فيكون قبره الرابع
Imam at Thabarany dalam Al-Mu'jam al-Kabir mengatakan, "Isa nanti akan dikuburkan bersama Rasulullah dan dua sahabat beliau (Abu Bakar dan Umar) dan jadilah kuburan Isa itu kuburan yang keempat. Rasulullah menyatakan, bahwa selepas berhasil membunuh Dajjal, Isa bin Maryam tinggal di bumi selama 40 tahun."
Setelah Dajjal binasa, umat manusia hidup penuh kedamaian. Tak ada lagi permusuhan di antara mereka.
Setelah itu, Allah SWT mengirim angin lembut dari arah Palestina yang membuat setiap orang yang memiliki iman di dalam dadanya akan wafat. Nabi SAW bersabda:
فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلاَ يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ أَحَدٌ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلاَّ قَبَضَتْهُ
"Lalu, Allah mengutus Isa bin Maryam--wajahnya seperti Urwah bin Mas’ud. Ia (Isa) mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun. Kemudian, Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang di hatinya ada kebaikan atau keimanan walau seberat biji sawi pun kecuali ia (angin itu) mencabut nyawanya (orang beriman)" (HR Muslim).
Maka, yang hanya tersisa di muka bumi adalah orang-orang durhaka dan kafir. Mereka berbuat maksiat sesuka hati. Saat telah mencapai masa porak-porandda akhlak itu, Allah menghancurkan seluruh alam semesta. Inilah kiamat besar.
Saat Nabi Isa Melenyapkan Dajjal dari Muka Bumi | Republika Online
Dajjal ketakutan begitu melihat Nabi Isa. [515] url asal
#tanda-tanda-kiamat #kemunculan-dajjal #kedatangan-dajjal #turunnya-nabi-isa #isa-al-masih #hari-kiamat
(Republika - Khazanah) 05/07/24 10:09
v/9729860/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu rukun iman adalah meyakini adanya para nabi dan rasul Allah. Salah seorang utusan-Nya di muka bumi adalah Nabi Isa AS. Putra Maryam binti Imran itu ditugaskan untuk menyebarkan risalah kebenaran di tengah kaum Bani Israil.
Dalam kitab Bidayah wa Nihayah, Imam Ibnu Katsir mengatakan, Nabi Isa AS lahir di Batul Lahm atau Betlehem, Tepi Barat, Palestina. Lokasinya dekat dengan Baitul Makdis atau Masjid al-Aqsha.
Saat kelahirannya, orang-orang Yahudi justru mengolok-olok dan memfitnah Maryam. Sebab, perempuan mulia itu telah melahirkan seorang bayi, padahal tidak menikah.
Banyak orang Yahudi bertanya-tanya tentang siapa bayi itu, tetapi Maryam tidak menjawab pertanyaan mereka. Sebelumnya, dengan ilham yang diberikan Allah, Maryam sudah bernazar untuk tidak berbicara dengan siapa pun.
Orang-orang yang menudingnya tidak jua diam. Maryam lalu menunjuk kepada putranya. Ini isyarat bahwa mereka berbicara langsung saja kepada anaknya itu. Sontak mereka geram dan bingung, bagaimana mungkin berbicara dengan bayi.
فَاَشَارَتْ اِلَيْهِۗ قَالُوْا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِى الْمَهْدِ صَبِيًّا
"Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)-nya. Mereka berkata, 'Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?'" (QS Maryam: 29).
Atas karunia Allah SWT, Nabi Isa yang masih bayi dan dalam gendongan ibunya itu berbicara dengan fasih. Ia menjelaskan kepada orang-orang Yahudi itu bahwa dirinya merupakan seorang hamba Allah. Dan, bahwa Allah akan memberikan kepadanya kitab Injil serta menjadikannya seorang nabi.
قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗاٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا ۙ
"Dia (Isa) berkata, 'Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi (QS Maryam: 30).
Saat berusia 40 tahun, Isa AS diangkat menjadi nabi dan rasul Allah. Ia memiliki sejumlah pengikut. Di tengah Bani Israil, putra Maryam itu juga menunjukkan pelbagai mukjizat, atas izin Allah SWT.
Kemudian, sejumlah orang yang dengki kepadanya membuat persekongkolan. Ini agar penguasa Palestina saat itu, Kerajaan Romawi, menganggapnya sebagai perusuh dan lalu memburunya.
Rencana jahat itu tidak berhasil. Allah menyelamatkan Nabi Isa dengan jalan mengangkatnya ke langit. Kemudian, Allah menjadikan seseorang tampil dengan wajah atau rupa yang seperti putra Maryam tersebut. Alhasil, para pemburu menyangka bahwa lelaki yang mereka salib adalah Isa AS, padahal bukan beliau.
Turunnya Isa AS dari langit ke bumi adalah salah satu tanda kiamat besar. Momen ini terjadi sesudah kedatangan Dajjal, yang menyesatkan banyak manusia dan membuat huru-hara di nyaris seluruh penjuru dunia--yakni kecuali Makkah dan Madinah.
Palestina, negeri tempat dilahirkannya Nabi Isa, kelak akan menjadi lokasi bertarungnya putra Maryam itu dengan Dajjal. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW, Isa AS diturunkan Allah di timur Damaskus.
Rasulullah SAW bersabda:
فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِىَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِى حَيْثُ يَنْتَهِى طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ
“Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya pada sayap dua malaikat.
Bila ia menundukkan kepala, air pun menetes. Ketika ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium wangi dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh aroma nafasnya (menjangkau) sejauh mata memandang.
Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd, lalu membunuhnya. Setelah itu, Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga” (HR Muslim).