#30 tag 24jam
Nabi SAW Nubuatkan 6 Hal, 5 Terjadi dan 1 Belum yaitu Perang dengan Eropa, Maksudnya?
Nubuat termasuk salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW [678] url asal
#nubuat #nubuat-nabi #kematian-rasulullah #tanda-akhir-zaman #umat-islam #umat-islam-indonesia #nabi-isa #imam-al-mahdi #umar-bin-khattab
(Republika - Iqra) 27/08/24 14:00
v/14782096/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya, pernah menubuatkan enam tanda kiamat kecil. Lima di antaranya telah terjadi sedangkan satu darinya, belum terjadi.
عن عوف بن مالك قال: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ: اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَة. مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَة،ً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
Dari Auf bin Malik RA, dia berkata, "Aku menemui Nabi SAW ketika terjadi perang Tabuk saat Beliau sedang berada di tenda terbuat dari kulit yang disamak. Beliau bersabda: "Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari kiamat (yaitu) kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya, dan perjanjian antara kalian dan bangsa Bani Al Ashfar (Eropa) lalu mereka mengkhiyanati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian di bawah delapan bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personel". (HR Bukhari 2940, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dari lima perkara yang sudah terjadi tersebut ialah yang pertama, wafatnya Rasulullah SAW. Beliau wafat pada Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriyah atau bertepatan dengan 8 Juni 632 Masehi
Kedua, penaklukan Yerusalem. Peristiwa Ini terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab RA pada tahun keenam belas Hijrah Nabi SAW sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama sirah . Umar turut serta dalam penaklukan ini dan membangun masjid dengan di kiblat Baitul Maqdis.
Diriwayatkan Imam Ahmad dan diamini Ahmad Syakir dari jalur Ubaid bin Adam, dia berkata, “Aku mendengar Umar bin Khattab berkata kepada Ka'b al-Ahbar. “Menurutmu di mana aku harus sholat?” Ka’ab menjawab, “Jika engkau mengikutiku, aku memilih sholat di belakang Kubah Shakrakh (dome of the rock) agar Yerusalem kelihatan seluruhnya di depanmu.”
Umar berkata, “Tidak, aku akan menyerupai Yahudi (kalau seperti itu), tetapi aku akan shalat di tempat Rasulullah SAW.” Maka Umar maju ke arah kiblat dan sholat, kemudian ia datang dan membentangkan jubahnya, lalu menyapu dengan jubahnya, dan orang-orang pun menyapu.”
BACA JUGA:Nubuat Masa Depan Rasulullah SAW Terbukti, 3 Fenomena Umat Akhir Zaman Ini Terjadi
Ketiga, banyaknya kematian. Makna dari wa’aqashul ghnam adalah. Penyakit yang menyebabkan hewan mengeluarkan sesuatu dari hidungnya dan mati secara tiba-tiba. Abu Ubaydah berkata, "Dari sinilah kata iq’ash itu dimaksudkan, yaitu membunuh di tempatnya."
Ibnu Hajar berkata, “Ada yang mengatakan bahwa tanda ini turun ketika terjadi wabah penyakit di Emaus pada masa kekhalifahan Umar, yaitu setelah penaklukan Baitul Maqdis.”
Syekh Yusuf mengatakan...
Nubuat-nubuat Nabi Muhammad SAW tentang masa depan dalam berbagai situasi merupakan bukti yang paling meyakinkan akan kenabiannya, karena beliau adalah satu-satunya orang yang dipilih Allah Ta'ala dari seluruh ciptaan-Nya untuk mendapatkan akses kepada hal-hal gaib, dan Allah membukakan cakrawala gaib kepadanya dengan cara yang sangat akurat.
قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ
“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah, dan tidak (pula) mengetahui hal-hal yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, tetapi aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.’ (QS Al-Anam: 6).
Hanya Pencipta waktu yang mampu menembus batas-batas waktu dan mengetahui hal-hal yang gaib, karena hanya Dia yang menguasai masa lalu yang terlupakan dan kunci-kunci gaib yang tersembunyi.
Para peramal dan orang-orang lain yang mengklaim terhubung antara dunia duniawi dan dunia roh mengucapkan kata-kata dan ungkapan dengan interpretasi yang tak terhitung jumlahnya, dan dari interpretasi-interpretasi ini diperoleh apa yang mereka klaim sebagai yang paling akurat, tetapi setelah mengetahui kebenarannya, dan seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya menipu orang lain, tetapi tebakan mereka sering kali lebih banyak yang salah daripada yang benar.
Adapun untuk meramalkan rincian masa depan tanpa sedikitpun kesalahan, itu adalah hak Sang Maha Tahu gaib, hanya Dia yang mempunyai memberikan anuegarah penglihatan alam gaib.
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً. إِلاَّ مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ...
“Dia mengetahui alam gaib, maka Dia tidak memperlihatkan yang gaib kepada seorang pun (26) kecuali kepada orang-orang yang Dia pilih dari para rasul...” (QS Jin 72: 26-27).
يقول القاضي عياض (تُوفي 1149) و الأحاديث في هذا الباب بحر لا يدرك قعره، ولا ينزف غمره. وهذه المعجزة من جملة معجزاته المعلومة على القطع الواصل إلينا خبرها على التواتر، لكثرة رواتها، واتفاق معانيها على الاطلاع على الغيب"
Al-Qadi Ayyad (w 1149) berkata, “Hadits-hadits dalam bagian ini adalah lautan yang dasarnya tidak dapat diketahui dan kedalamannya tidak dapat dihabiskan. Mukjizat ini merupakan salah satu mukjizatnya yang dikenal, yang beritanya sampai kepada kita secara mutawatir (kuat), karena banyaknya perawi dan kesepakatan makna mereka tentang ilmu gaib.”
Nubuat Masa Depan Rasulullah SAW Terbukti, 3 Fenomena Umat Akhir Zaman Ini Terjadi
Umat Islam akan dihadapkan dengan banyak perilaku penyimpangan [810] url asal
#akhir-zaman #umat-islam-akhir-zaman #umat-muslim-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman #kiamat #nubuat-nabi #nabuat-rasulullah #rasulullah #muhammad #al-anam-ayat-6
(Republika - Khazanah) 24/08/24 19:35
v/14656785/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Nubuat-nubuat Nabi Muhammad SAW tentang masa depan dalam berbagai situasi merupakan bukti yang paling meyakinkan akan kenabiannya, karena beliau adalah satu-satunya orang yang dipilih Allah Ta'ala dari seluruh ciptaan-Nya untuk mendapatkan akses kepada hal-hal gaib, dan Allah membukakan cakrawala gaib kepadanya dengan cara yang sangat akurat.
قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ
“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai perbendaharaan Allah, dan tidak (pula) mengetahui hal-hal yang ghaib, dan tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, tetapi aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.’ (QS Al-Anam: 6).
Hanya Pencipta waktu yang mampu menembus batas-batas waktu dan mengetahui hal-hal yang gaib, karena hanya Dia yang menguasai masa lalu yang terlupakan dan kunci-kunci gaib yang tersembunyi.
Para peramal dan orang-orang lain yang mengklaim terhubung antara dunia duniawi dan dunia roh mengucapkan kata-kata dan ungkapan dengan interpretasi yang tak terhitung jumlahnya, dan dari interpretasi-interpretasi ini diperoleh apa yang mereka klaim sebagai yang paling akurat, tetapi setelah mengetahui kebenarannya, dan seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya menipu orang lain, tetapi tebakan mereka sering kali lebih banyak yang salah daripada yang benar.
Adapun untuk meramalkan rincian masa depan tanpa sedikitpun kesalahan, itu adalah hak Sang Maha Tahu gaib, hanya Dia yang mempunyai memberikan anuegarah penglihatan alam gaib.
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً. إِلاَّ مَنْ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ...
“Dia mengetahui alam gaib, maka Dia tidak memperlihatkan yang gaib kepada seorang pun (26) kecuali kepada orang-orang yang Dia pilih dari para rasul...” (QS Jin 72: 26-27).
يقول القاضي عياض (تُوفي 1149) و الأحاديث في هذا الباب بحر لا يدرك قعره، ولا ينزف غمره. وهذه المعجزة من جملة معجزاته المعلومة على القطع الواصل إلينا خبرها على التواتر، لكثرة رواتها، واتفاق معانيها على الاطلاع على الغيب"
Al-Qadi Ayyad (w 1149) berkata, “Hadits-hadits dalam bagian ini adalah lautan yang dasarnya tidak dapat diketahui dan kedalamannya tidak dapat dihabiskan. Mukjizat ini merupakan salah satu mukjizatnya yang dikenal, yang beritanya sampai kepada kita secara mutawatir (kuat), karena banyaknya perawi dan kesepakatan makna mereka tentang ilmu gaib.”
Berikut ini, tiga fenomena sosial akhir zaman yang dinubuatkan Rasulullah SAW dan terbukti terjadi.
Pertama, bermewah-mewahan dan melimpahnya harta
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِزَكَاةِ مَالِهِ فَلَا يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُهَا مِنْهُ وَحَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai." (HR Muslim).
Mengakui bukti tentang nubuat kemakmuran yang luar biasa ini, gaya hidup kontemporer di “dunia pertama” saat ini menunjukkan kemakmuran yang dicapai jauh lebih besar 99 persen dibandingkan dengan torehan sejarah manusia.
Termasuk dalam persentase tersebut adalah mereka yang berjuang untuk mendapatkan uang, menikmati duduk di rumah mereka yang lebih nyaman daripada singgasana kerajaan kuno mana pun, dengan pendingin ruangan di seluruh rumah mereka, dan dilengkapi dengan layanan dan transportasi yang telah mengubah perjalanan berbulan-bulan menjadi beberapa jam saja.
Mungkin hal yang paling mencengangkan yang disebutkan Nabi dalam konteks yang sama tentang kekayaan yang melimpah adalah transformasi pertanian di Jazirah Arab. Empat belas abad yang lalu, metode irigasi yang luas yang ditemukan melalui teknologi modern tidak terbayangkan, dan kami adalah generasi pertama yang menyaksikan fenomena geologi ini.
Perang Dunia Pertama yang merenggut 65 juta nyawa, dan Perang Dunia Kedua yang merenggut 72 juta jiwa. Mengenai berlalunya waktu, seberapa sering orang saat ini mengeluh bahwa waktu “berlalu” dalam penggunaan perangkat dan teknologi yang dirancang untuk mengalihkan perhatian mereka?
Ketiga, tenggelam dalam kefasikan
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, "Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda: "Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya; Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha'un dan kelaparan yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan beri hujan. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan rasa takut di antara mereka." (HR Ibnu Majah).
Hubungan antara kepuasan seksual danpenyakit menular seksual bukanlah sesuatu yang dapat disangkal oleh orang waras manapun di zaman ini.
Mungkin pengejaran kepuasan seksual yang serampangan adalah alasan di balik nubuat berikut ini:
لتأخذن المرأة فليبقرن بطنها ثم ليأخذن ما في الرحم لينبذن مخافة الولد
“Akan datang kaum wanita wanita, biarkan perutnya ditusuk, lalu biarkan mereka mengambil apa yang ada di dalam rahimnya dan membuangnya karena takut akan anaknya.”
Menurut sebuah survei besar yang diterbitkan dalam Journal of the Guttmacher Institute, “takut akan perubahan hidup yang tragis” sejauh ini merupakan alasan paling umum untuk melakukan aborsi saat ini, dengan lebih dari separuh yang disurvei menyebutkan bahwa ibu tunggal dan rasa kesepiannya adalah penyebab dari rasa takut tersebut.
Hadits Nabi Sebutkan Palestina Jadi Pusat Kekhalifahan Jelang Kiamat, Kapankah Terjadi?
Bagaimana Al-Quds menjadi pusat kekhalifahan sementara saat ini dijajah Yahudi? [531] url asal
#palestina #palestina-pusat-kekhalifahan #pusat-kekhalifahan-di-bumi-palestina #alquds #nubuat-nabi #palestina-dan-hari-kiamat #hari-kiamat-di-palestina #menjelang-kiamat #tanda-tanda-kiamat #kiamat-di
(Republika - Khazanah) 11/07/24 09:15
v/10401203/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW telah memberi pesan soal apa yang akan terjadi di Palestina menjelang hari kiamat. Hal itu didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Hawalah Al Uzdi RA.
نزلَ عليَّ عبدُ اللَّهِ بنُ حوالةَ الأزديُّ فقالَ لي: بعثَنا رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ لنغنمَ على أقدامنا فرجعنا، فلم نغنم شيئًا وعرفَ الجَهْدَ في وجوهنا فقامَ فينا فقالَ: اللَّهمَّ لا تَكِلْهُم إليَّ، فأضعفَ عنهم، ولا تَكِلْهُم إلى أنفسِهِم فيعجزوا عنها، ولا تَكِلْهُم إلى النَّاسِ فيستأثروا عليهم ثمَّ وضعَ يدَهُ على رأسي، أو قالَ: على هامَتي، ثمَّ قالَ: يا ابنَ حوالةَ، إذا رأيتَ الخلافةَ قد نزَلَت أرضَ المقدَّسةِ فقَد دنَتِ الزَّلازِلُ والبَلابلُ والأمُورُ العِظامُ، والسَّاعةُ يومَئذٍ أقرَبُ منَ النَّاسِ من يدي هذِهِ من رأسِكَ
Abdullah bin Hawalah datang lalu berkata, "Rasulullah SAW mengutus kami untuk mendapatkan rampasan perang dengan berjalan kaki. Kemudian kami tidak mendapatkan sesuatu, dan beliau mengetahui kondisi berat pada wajah kami. Kemudian beliau berdiri dan berdoa:
Allaahumma laa takilhum ilayya fa-adh'ufa 'anhum, wa laa takilhum ilaa anfusihim faya'jizuu anhaa, wa laa takilhum ilan naasi fayasta`ruu 'alaihim
Terjemahan: Ya Allah, janganlah engkau serahkan mereka kepadaku sehingga aku lemah (tidak kuat) menanggung mereka, dan janganlah Engkau serahkan diri mereka kepada mereka sehingga mereka tidak mampu menanggung diri mereka. Dan janganlah Engkau serahkan mereka kepada orang-orang sehingga mereka mementingkan diri mereka atas diri mereka.
Kemudian Nabi SAW meletakkan tanganku (tangan Abdullah bin Hawalah) di atas kepalaku. Lalu beliau bersabda, "Wahai putra Hawalah, apabila engkau melihat kekhalifahan telah turun di Tanah yang Suci (Palestina), maka sungguh telah dekat bencana gempa dan berbagai kesedihan serta perkara-perkara besar. Pada saat itu hari kiamat lebih dekat kepada orang-orang daripada tanganku ini ke kepalamu" (HR Abu Daud).
Turunnya kekhalifahan ke Tanah Suci sebagaimana tercantum dalam hadits tersebut yaitu merujuk pada datangnya dan berpindahnya kekhalifahan dari Madinah ke Tanah Suci. Tanah Suci dalam hadits ini adalah Syam atau Palestina. Adanya kekhalifahan di Syam ini pernah terjadi di masa Dinasti Bani Umayyah. Meski demikian, kekhalifahan di Palestina yang dinubuatkan Nabi masih sulit kembali terjadi pada masa kini. Terlebih, Palestina sedang menghadapi pendudukan dan penjajahan Israel.
Manshur Abdul Hakim dalam bukunya Syam Negeri Akhir Zaman mengatakan, menjelang hari kiamat, Al-Quds (Palestina) akan menjadi pusat kekhalifahan Islam meski belum terwujudkan.
Bagaimana Al-Quds menjadi pusat kekhalifahan Islam sementara sekarang berada di bawah jajahan Palestina?
Selanjutnya...
Menurut Manshur, peristiwa tersebut tidak akan terjadi kecuali pada masa Al-Mahdi Al-Mumtazhar atau Imam Mahdi. Dia akan menjadi khulafurrasyidin terakhir. Manshur menegaskan, sebagian ulama melihat bahwa kembalinya Al-Quds ke pangkuan kaum Muslimin dan munculnya kekhalifahan Islamiyah melalui tangan Al-Qahthani berlangsung sebelum kemunculan Al-Mahdi.
Sebagian ulama, tulis Manshur, menilai, seseorang dari Al-Qahthani menyerahkan bendera kepada Al-Mahdi saat keluarnya dia. Al-Qahthani bergabung dengan Imam Mahdi untuk memerangi setiap kelompok yang memusuhi kaum Muslimin.
Kisah tentang siapa sebenarnya Al-Qahthani juga disebutkan dalam banyak hadits dan atsar yang shahih. Diantaranya, apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.
"Tidak terjadi kiamat sampai keluar seseorang dari (kabilah) Al-Qahthani menggiring manusia dengan tongkatnya. "(HR Bukhari,Muslim dan Nu'aim bin Hammad).
Hadits lainnya yakni:
"Akan datang setelahku masa kekhalifahan, setelah kekhalifahan, datang masa keamiran, setelah keamiran datang masa raja-raja dan penguasa-penguasa otoriter. Kemudian keluar dari ahlu baitku Al-Mahdi yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi kedurhakaan, kemduian memerintah setelahnya (seseorang dari) Al-Qahthani. Maka demi Dzat yang mengutus aku dengan benar, ia (Al-Qahthani) tidak datang sebelum ia (Al-Mahdi) muncul." (HR Ath-Thabrani dalam Al Mu'jam Al-Kabir, Ibnu Asakir dan Abu Nu'aim).
Artinya, penulis asal Mesir ini mengatakan, pemimpin dari Al-Qahthani akan menjadi khalifah kaum Muslimin setelah Al-Mahdi wafat. Dia akan berperilaku mengikuti konsep Al-Mahdi.