#30 tag 24jam
Kritikan An Se-young dan Tugas Berat Komjen Fadil Imran di PBSI
An Se-young mengkritik manajemen Asosiasi Bulu Tangkis Korsel setelah meraih emas [866] url asal
#pbsi #bulu-tangkis #an-se-young #pelatnas-cipayung #fadil-imran #ketua-umum-pbsi
(Republika - News) 13/08/24 07:54
v/14347036/
Oleh: Israr Itah, jurnalis Republika.co.id
REPUBLIKA.CO.ID, Pertama, selamat kepada Bapak Fadil Imran yang terpilih sebagai Ketua Umum PB PBSI periode 2024-2028. Fadil terpilih dalam Munas XXIV PBSI 9-10 Agustus 2024 di Surabaya.
Tugas Fadil amat berat. Kapolda Metro Jaya periode 16 November 2020-27 Maret 2023 ini harus mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia setelah belakangan kesulitan bersaing di turnamen papan atas BWF, gagal meraih medali di Asian Games 2023, dan hanya mendapatkan satu perunggu di Olimpiade Paris 2024.
Saya tak mengenal dekat Fadil dan hanya dua kali bertemu dengannya dalam kapasitas sebagai jurnalis. Pertemuan pertama terjadi di Ancol pada pertengahan Februari lalu saat beliau menjadi narasumber acara seminar SIWO PWI Pusat yang bertajuk 'Menjaga Tradisi Emas Olimpiade'. Fadil saat itu berstatus Sekjen PBSI dan Ketua Tim Adhoc Olimpiade Paris 2024.
Sementara pertemuan kedua ketika Fadil menghadiri acara yang digelar oleh Chef de Mission Olimpiade Paris Anindya Bakrie di Gedung The Convergence Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, sebulan berselang. Tokoh asal Gowa, Sulawesi Selatan ini menjadi imam shalat maghrib di Masjid Al-Azka yang terletak di lantai basement gedung tersebut.
Dalam tugas jurnalistik, saya lebih mengingat pertemuan pertama saat beliau menjadi narasumber seminar. Kala itu, materi yang dipaparkan Fadil amat menarik dan berbasis data. Fadil mengatakan PB PBSI akan memaksimalkan peran teknologi melalui sport science di samping manajemen olahraga yang baik. Jenderal bintang tiga ini mengatakan, PBSI sangat serius menerapkan program ini sampai melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan sport science.
Bahkan, Fadil menyebut PBSI tak sekadar fokus di bagian itu saja. PBSI juga menerapkan psikologi olahraga, fisioterapi, serta sangat memperhatikan kondisi nutrisi dan medis para atletnya.
Kritikan An Se-young
Kurang dari enam bulan setelah pemaparan Fadil, kita harus menerima kenyataan pahit. Empat wakil bulu tangkis Indonesia terhenti di penyisihan grup dan satu angkat koper di perempat final. Hanya tersisa Gregoria Mariska Tunjung yang akhirnya meraih satu perunggu dari tunggal putri.
Menuding PBSI tak bekerja serius adalah gegabah. Tapi menafikan fakta kalau induk organisasi bulu tangkis Indonesia gagal juga keliru. Ada kenyataan yang harus diterima bahwa dalam kerja tim yang kompleks meliputi atlet, pelatih, pelatih fisik, ahli nutrisi, tim dokter, psikolog, pejabat PBSI, dan lainnya, ada elemen yang berjalan/bekerja tak maksimal atau kurang tepat guna. Sekali lagi, mungkin bukan tak bersungguh-sungguh bekerja, tapi yang dilakukan tidak tepat sasaran.
Mengingat-ingat kembali pemaparan Fadil, semestinya capaian Indonesia tak seburuk ini andaikan semua yang disampaikan dalam seminar tersebut dieksekusi dengan tepat guna. Saya bukan sosok yang kompeten menilai pekerjaan. Namun, kasus An Se-young yang tengah hangat di jagat bulu tangkis rasa-rasanya pas dijadikan rujukan untuk Fadil dan timnya di kepengurusan PBSI nanti.
Beberapa hari ini, dunia bulu tangkis dihebohkan oleh kritikan peraih medali emas Olimpiade Paris pada nomor tunggal putri, An Se-young, terhadap Asosiasi Bulu Tangkis Korea Selatan (BKA). Ia mengungkap semua "kekeliruan" yang dia rasakan dari manajemen pelatnas bulu tangkis di bawah kendali BKA, Cipayung-nya Korsel. Ketidakpuasannya terhadap BKA, kata dia, menjadi lecutan penyemangatnya untuk meraih emas agar suaranya bisa didengar banyak pihak demi perubahan terhadap bulu tangkis Korsel.
An menderita...
Fadil menargetkan emas Olimpiade 2028 dalam sambutannya setelah terpilih. Ia mengajak semua pihak bekerja sama bahu membahu mengangkat kembali bulu tangkis Indonesia.
Menurut saya, yang pertama harus dilakukan Fadil adalah membuat peta jalan sekaligus melakukan identifikasi masalah dari kegagalan sebelumnya. Jika selama ini aspek mental yang dinilai jadi kelemahan terbesar, tetapkan seberapa besar persentasi mental ini berpengaruh menghalangi kesuksesan atlet-atlet Pelatnas dan fokus membenahi itu.
Datangkan sosok-sosok yang secara rekam jejak punya kemampuan untuk menyelesaikan psychological barrier ini dan beri keleluasaan penuh mereka untuk menjalankan tugasnya. Jangan ada intervensi di sana sini demi hasil maksimal yang diinginkan.
Kemudian, lakukan audit SDM dan pilih sosok-sosok kompeten yang bisa meningkatkan keunggulan atlet kita. Bisa dari sisi kepelatihan, medis, psikolog, atau bahkan misalnya penyediaan catering untuk atlet. Sekiranya personel-personel di kepungurusan sebelumnya dinilai masih mumpuni, silakan saja dipertahankan.
Jika perlu terobosan baru, semisal memberikan keleluasaan bagi atlet andalan di Pelatnas Cipayung menggunakan pelatih pribadi, bisa saja diterapkan. Pelatih pribadi atlet ini bisa berkoordinasi dengan para pelatih di Pelatnas Cipayung.
Berikutnya, tetapkan parameter untuk menilai semua berjalan on the track. Semisal harus mengorbankan sejumlah turnamen demi hasil maksimal di turnamen tertentu yang jadi bidikan, sampaikan ke publik agar tak jadi sasaran kritikan.
Olimpiade jadi puncaknya, tapi dalam perjalannya ada turnamen-turnamen bergengsi yang "wajib" dimenangkan atau setidaknya PBSI menunjukkan kemauan kuat untuk menjadi pemenang. Misalnya Piala Sudirman tahun depan, kemudian Piala Thomas-Uber, dan Asian Games. Ada juga turnamen-turnamen papan atas tahunan BWF semisal Indonesia Open dan All England.
Saya berharap, jangan lagi faktor mental jadi kambing hitam. Padahal sebenarnya mungkin fisik atlet yang kurang mumpuni atau pelatih yang tak maksimal memberikan metode latihan tepat dan instruksi di sisi lapangan. Jangan lagi menyatakan akan melakukan evaluasi, tapi tak ada pergerakan serius membenahi kekurangan dari kegagalan sebelumnya. Itu seperti kata pepatah: buruk muka, cermin dibelah.
Benar, butuh kerja sama banyak pihak untuk ini, seperti yang dikatakan Fadil dalam sambutannya. Butuh uang yang besar juga untuk mewujudkannya. Tapi saya percaya banyak pihak yang siap mendukung PBSI.
Kita semua berharap Komjen Fadil Imran bisa memimpin PBSI menuju kejayaan tersebut. Selamat bertugas Pak Fadil!
Kritikan An Se-young dan Tugas Berat Fadil Imran di PBSI
An Se-young mengkritik manajemen Asosiasi Bulu Tangkis Korsel setelah meraih emas [851] url asal
#pbsi #bulu-tangkis #an-se-young #pelatnas-cipayung #fadil-imran #ketua-umum-pbsi
(Republika - News) 13/08/24 07:54
v/14344442/
Oleh: Israr Itah, jurnalis Republika.co.id
REPUBLIKA.CO.ID, Pertama, selamat kepada Bapak Fadil Imran yang terpilih sebagai Ketua Umum PB PBSI periode 2024-2028. Fadil terpilih dalam Munas XXIV PBSI 9-10 Agustus 2024 di Surabaya.
Tugas Fadil amat berat. Kapolda Metro Jaya periode 16 November 2020-27 Maret 2023 ini harus mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia setelah belakangan kesulitan bersaing di turnamen papan atas BWF, gagal meraih medali di Asian Games 2023, dan hanya mendapatkan satu perunggu di Olimpiade Paris 2024.
Saya tak mengenal dekat Fadil dan hanya dua kali bertemu dengannya dalam kapasitas sebagai jurnalis. Pertemuan pertama terjadi di Ancol pada pertengahan Februari lalu saat beliau menjadi narasumber acara seminar SIWO PWI Pusat yang bertajuk 'Menjaga Tradisi Emas Olimpiade'. Fadil saat itu berstatus Sekjen PBSI dan Ketua Tim Adhoc Olimpiade Paris 2024.
Sementara pertemuan kedua ketika Fadil menghadiri acara yang digelar oleh Chef de Mission Olimpiade Paris Anindya Bakrie di Gedung The Convergence Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, sebulan berselang. Sosok asal Gowa, Sulawesi Selatan ini menjadi imam shalat maghrib di Masjid Al-Azka yang terletak di lantai basement gedung tersebut.
Dalam tugas jurnalistik, saya lebih mengingat pertemuan pertama saat beliau menjadi narasumber seminar. Kala itu, materi yang dipaparkan Fadil amat menarik dan berbasis data. Fadil mengatakan PB PBSI akan memaksimalkan peran teknologi melalui sport science di samping manajemen olahraga yang baik. Jenderal bintang tiga ini mengatakan, PBSI sangat serius menerapkan program ini sampai melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan sport science.
Bahkan, Fadil menyebut PBSI tak sekadar fokus di bagian itu saja. Mereka juga menerapkan psikologi olahraga, fisioterapi, serta sangat memperhatikan kondisi nutrisi dan medis para atletnya.
Kritikan An Se-young
Kurang dari enam bulan setelah pemaparan Fadil, kita harus menerima kenyataan pahit. Empat wakil bulu tangkis Indonesia terhenti di penyisihan grup dan satu angkat koper di perempat final. Hanya tersisa Gregoria Mariska Tunjung yang akhirnya meraih satu perunggu dari tunggal putri.
Menuding PBSI tak bekerja serius adalah gegabah. Tapi menafikan fakta kalau induk organisasi bulu tangkis Indonesia gagal juga keliru. Ada kenyataan yang harus diterima bahwa dalam kerja tim yang kompleks meliputi atlet, pelatih, pelatih fisik, ahli nutrisi, tim dokter, psikolog, pejabat PBSI, dan lainnya, ada elemen yang berjalan/bekerja tak maksimal atau kurang tepat guna. Sekali lagi, mungkin bukan tak bersungguh-sungguh bekerja, tapi yang dilakukan tidak tepat sasaran.
Mengingat-ingat kembali pemaparan Fadil, semestinya capaian Indonesia tak seburuk ini andaikan semua yang disampaikan dalam seminar tersebut dieksekusi dengan tepat guna. Saya bukan sosok yang kompeten menilai pekerjaan. Namun, kasus An Se-young yang tengah hangat di jagat bulu tangkis rasa-rasanya pas dijadikan rujukan untuk Fadil dan timnya di kepengurusan PBSI nanti.
Beberapa hari ini, dunia bulu tangkis dihebohkan oleh kritikan peraih medali emas Olimpiade Paris pada nomor tunggal putri, An Se-young, terhadap Asosiasi Bulu Tangkis Korea Selatan (BKA). Ia mengungkap semua "kekeliruan" yang dia rasakan dari manajemen pelatnas bulu tangkis di bawah kendali BKA, Cipayung-nya Korsel. Ketidakpuasannya terhadap BKA, kata dia, menjadi lecutan penyemangatnya untuk meraih emas agar suaranya bisa didengar banyak pihak demi perubahan terhadap bulu tangkis Korsel.
An menderita...
Fadil menargetkan emas Olimpiade 2028 dalam sambutannya setelah terpilih. Ia mengajak semua pihak bekerja sama bahu membahu mengangkat kembali bulu tangkis Indonesia.
Menurut saya, yang pertama harus dilakukan Fadil adalah membuat peta jalan sekaligus melakukan identifikasi masalah dari kegagalan sebelumnya. Jika selama ini aspek mental yang dinilai jadi kelemahan terbesar, tetapkan seberapa besar persentasi mental ini berpengaruh menghalangi kesuksesan atlet-atlet Pelatnas dan fokus membenahi itu.
Datangkan sosok-sosok yang secara rekam jejak punya kemampuan untuk menyelesaikan psychological barrier ini dan beri keleluasaan penuh mereka untuk menjalankan tugasnya. Jangan ada intervensi di sana sini demi hasil maksimal yang diinginkan.
Kemudian, lakukan audit SDM dan pilih sosok-sosok kompeten yang bisa meningkatkan keunggulan atlet kita. Bisa dari sisi kepelatihan, medis, dan lainnya. Sekiranya personel-personel di kepungurusan sebelumnya dinilai masih mumpuni, silakan saja dipertahankan.
Jika perlu terobosan baru, semisal memberikan keleluasaan bagi atlet andalan di Pelatnas Cipayung menggunakan pelatih pribadi, bisa saja diterapkan. Pelatih pribadi ini bisa berkoordinasi dengan para pelatih di Pelatnas Cipayung.
Berikutnya, tetapkan parameter untuk menilai semua berjalan on the track. Semisal harus mengorbankan sejumlah turnamen demi hasil maksimal di turnamen tertentu yang jadi bidikan, sampaikan ke publik agar tak jadi sasaran kritikan.
Olimpiade jadi puncaknya, tapi dalam perjalannya ada turnamen-turnamen bergengsi yang "wajib" dimenangkan atau setidaknya PBSI menunjukkan kemauan kuat untuk menjadi pemenang. Misalnya Piala Sudirman tahun depan, kemudian Piala Thomas-Uber, dan Asian Games. Ada juga turnamen-turnamen papan atas tahunan BWF semisal Indonesia Open dan All England.
Saya berharap, jangan lagi faktor mental jadi kambing hitam. Padahal sebenarnya mungkin fisik atlet yang kurang mumpuni atau pelatih yang tak maksimal memberikan metode latihan tepat dan instruksi di sisi lapangan. Jangan lagi menyatakan akan melakukan evaluasi, tapi tak ada pergerakan serius membenahi kekurangan dari kegagalan sebelumnya.
Benar, butuh kerja sama banyak pihak untuk ini, seperti yang dikatakan Fadil dalam sambutannya. Butuh uang yang besar juga untuk mewujudkannya. Tapi saya percaya banyak pihak yang siap mendukung PBSI.
Kita semua berharap Komjen Fadil Imran bisa memimpin PBSI menuju kejayaan tersebut. Selamat bertugas Pak Fadil!
An Se-young Raih Emas Tunggal Putri Olimpiade Paris
Perunggu diraih Gregoria Mariska Tunjung. [270] url asal
#olimpiade #olimpiade-paris #olimpiade-2024 #bulutangkis #bulutangkis-olimpiade #gregoria-mariska-tunjung #an-se-young #he-bing-jiao
(Republika - News) 05/08/24 18:24
v/13398830/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tunggal putri Korea Selatan An Se-Young tampil dengan dominan pada babak final dan merebut medali emas Olimpiade Paris 2024, Senin. An menang atas wakil China He Bing Jiao melalui dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-16 pada pertandingan partai puncak yang digelar di La Chapelle Arena, Paris, Senin (5/8/2024).
Pencapaian ini menandai pertama kalinya ada tunggal putri Korea Selatan yang memenangkan medali Olimpiade sejak emas yang diraih oleh Bang Soo-hyun pada Olimpiade Atlanta 1996.
Tak mengherankan jika An dijuluki sebagai “Si Anak Ajaib”. Pada usianya yang baru menginjak 22 tahun, ia sudah meraih sederet gelar bergengsi. Ia menjadi tunggal putri nomor satu dunia, meraih emas Asian Games pada tahun 2022, meraih titel juara dunia pada 2023, menjuarai All England Open 2023, dan kini puncaknya berdiri di podium tertinggi Olimpiade Paris 2024.
Sementara itu, He Bing Jiao yang kalah dari An di babak final, berhak membawa pulang medali perak.
Selanjutnya, ada tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung yang meraih medali perunggu satu-satunya dari bulu tangkis Indonesia, sekaligus medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024.
Medali perunggu Olimpiade Paris 2024 ini pun sekaligus menandai pertama kalinya ada tunggal putri Indonesia yang meraihnya sejak Maria Kristin di Olimpiade Beijing 2008.
Gregoria pun berhak melengkapi podium ketiga menyusul Carolina Marin (Spanyol) yang mengundurkan diri di babak semifinal karena cedera.
Di sisi lain, masih ada perebutan medali emas di sektor tunggal putra. Juara bertahan Viktor Axelsen (Denmark) akan menghadapi juara dunia Kunlavut Vitidsarn (Thailand) di babak final.
Sementara, perebutan medali perunggu diisi oleh pertandingan antara Lakshya Sen (India) dan Lee Zii Jia (Malaysia).
Ini Komentar Gregoria Usai Dikalahkan An Se-young di Semifinal Olimpiade Paris 2024
Rekor Jorji melawan An masih nihil kemenangan dari delapan pertemuan. [531] url asal
#gregoria-mariska-tunjung #gregoria-vs-an-se-young #gregoria-raih-perunggu #gregoria-rebut-perunggu #gregoria-kalah-dari-an-se-young #gregoria-kalah #gregoria-olimpiade-paris
(Republika - News) 04/08/24 17:24
v/13262189/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengakui ketangguhan An Se-young yang mengalahkannya pada laga semifinal Olimpiade Paris 2024. Gregoria kalaj dengan skor 21-11, 13-21, 16-21 di Porta de La Chapelle Arena Paris, Prancis, Ahad (4/8/2024).
Pada laga yang dimainkan selama 1 jam 2 menit itu, tunggal putri yang akrab disapa Jorji itu mampu membuat An yang merupakan tunggal putri nomor satu dunia tak berdaya di gim pertama. Pukulan-pukulan silang Jorji berhasil membuat An mati kutu untuk merebut gim pertama dengan keunggulan 10 poin, 21-11.
Namun, momentum ini tak berlanjut di gim kedua setelah An merubah pola permainannya yang membuatnya bermain lebih agresif dan mendominasi permainan untuk menyegel kemenangan 21-13. "Aku mau bersyukur dulu bisa bertanding sejauh ini, walaupun bukan hasil akhir yang diinginkan karena ya pastinya dengan kemenangan game di awal aku cukup ada kesempatan untuk bisa ngambil game kedua," kata Jorji dalam keterangan resminya, Ahad (4/8/2024).
Jorji mengatakan ia terlalu lama untuk membaca permainan An pada gim kedua yang membuatnya sulit keluar dari tekanan. Hal ini membuat situasi tekanan berbalik kepadanya dan An pun berhasil membawa laga sampai gim ketiga atau gim penentuan.
"Dengan pola yang dia ubah, aku rasa itu nggak bisa bikin aku nyaman, aku terlalu lama untuk adjust-nya itu loh, terus di game kedua dia sangat nyaman dengan pola yang dia inginkan, jadi malah jadi terbalik," jelasnya.
Memasuki gim ketiga, start Jorji tidak bagus setelah ia tertinggal delapan poin 3-11 di interval. Pada momen ini, tunggal putri dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah itu hanya ingin bermain lepas dan tak ingin memikirkan apapun hasilnya dari apa yang ia lakukan. Alhasil, Jorji memetik empat poin beruntun untuk mendekatkan jarak poinnya dengan An, dengan skor 13-16.
An mendapatkan permainannya kembali saat ia mengubah skor 17-13 dan berlanjut hingga 20-13 untuk mendapatkan game point. Tiga poin beruntun dari Jorji sempat menunda kemenangan An pada skor 16-20 sebelum pada akhirnya smes keras An yang gagal diantisipasinya membuat tunggal putri asal Korea Selatan itu keluar sebagai pemenang dengan skor 21-16.
“Sebenarnya mungkin lebih ke aku udah nggakmikirin hasilnya, apapun yang aku lakukan aku mau coba aja, aku udah nggakmikirinpengengimana. Aku nggak mau kalah gitu aja karena sayang banget aku kalau udah main sampai semifinal Olimpiade," ucap Jorji.
"Di game tiga aku udah ketinggalan jauh banget 3-11. Aku mencoba untuk 'oke apapun yang aku lakuin aku mau nantang untuk ngelakuin lebih'," lanjutnya.
Kekalahan ini membuat rekor Jorji melawan An masih nihil kemenangan dari delapan pertemuan. Ia pun tak ragu memuji kualitas An sebagai tunggal putri terbaik saat ini yang kini sedang mengejar gelar keempatnya tahun ini setelah Malaysia Open, Prancis Open, dan Singapura Open.
"Dia adalah salah satu pemain kuat banget, dia mau lawan siapapun tetep kekeh dengan permainan dia, dan bagus banget, mateng banget, dia mau main dengan siapapun dengan pola apapun dia bisa," katanya.
Jorji dijadwalkan akan bertarung merebutkan medali perunggu pada besok Senin (5/8).
Namun, cederanya salah satu semifinalis Carolina Marin yang mengundurkan diri setelah menderita cedera lutut saat memimpin 21-14, 10-6 dari He Bingjiao, Minggu, membuat Jorji mendapatkan perunggu lebih cepat.
Gregoria Dipastikan Raih Perunggu di Olimpiade Paris 2024
Gregoria Mariska Tunjung dipastikan meraih medali perunggu. [446] url asal
#bulu-tangkis-olimpiade #olimpiade-paris-2024 #gregoria-mariska-tunjung #gregoria-vs-an-se-young #gregoria-raih-perunggu #gregoria-rebut-perunggu #gregoria-kalah-dari-an-se-young #prestasi-buruk-bulu-t
(Republika - News) 04/08/24 16:27
v/13256680/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gregoria Mariska Tunjung dipastikan meraih medali perunggu dari bulu tangkis tunggal putri pada Olimpiade Paris 2024. Kepastian itu didapat setelah semifinalis Carolina Marin mengundurkan diri dari laga karena cedera, saat bertanding melawan He Bingjiao pada Ahad (4/8/2024).
Pada laga semifinal antara Marin melawan He Bingjiao, Marin mengalami cedera lutut kanan. Saat itu, Marin sedang memimpin 21-14, 10-6. Marin tidak dapat meneruskan permainan, sehingga Gregoria berhak mendapatkan medali perunggu.
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung gagal melaju ke final Olimpiade Paris 2024 setelah dihentikan tunggal putri nomor satu dunia An Se-young. Pada laga semifinal itu, Grego harus mengakui keunggulan An Se-young dengan skor 21-11, 13-21, 16-21 di Porta de Ls Chapelle Arena Paris, Prancis, Ahad (4/8/2024).
Bermain selama 1 jam 2 menit, Gregoria mendominasi gim pertama dari An. Ia mengawali gim dengan keunggulan 4-0 dan kemudian merebut interval dengan mudah 11-6. Setelah interval, strategi pukulan-pukulan silang nan cepat Gregoria tetap manjur membuat An mati langkah.
Gregoria terus menjaga momentumnya dengan unggul 14-7, 19-10, hingga kemudian pukulan An yang tak sampai melewati net membuat tunggal putri asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah tersebut menyelesaikan gim pertama dengan kemenangan 21-11.
Pada gim kedua, An bermain lebih agresif dan dengan beberapa kali permainan smes kerasnya berhasil mengelabui pebulu tangkis yang akrab disapa Jorji itu pada awal gim. Meski demikian, pada gim ini Jorji terus menjaga jarak dengan An sebelum ia tertinggal dua poin dengan skor 9-11 di interval.
Selepas interval, serangan Jorji melemah dan di sisi lain serangan An semakin menjadi-jadi. Jorji mampu memberi perlawanan sampai pada skor 13-16. Namun, setelah itu, pengembalian bola yang kurang baik darinya membuat lima poin beruntun didapatkan An untuk menyegel gim kedua dengan skor 21-13.
Laga kemudian dilanjutkan di gim ketiga untuk menentukan siapa yang berhak lolos ke partai puncak. Pada gim ini, start Jorji tak bagus setelah ia tertinggal 0-4. Start kurang apik ini lalu dimanfaatkan An untuk unggul di interval dengan jarak tujuh poin 11-3.
Setelah interval, asa untuk membalikkan keadaan bagi Jorji sempat ada saat smes-smesnya membuahkan empat poin beruntun untuknya untuk memperkecil jarak poin menjadi 13-16.
Namun, setelah itu, An mendapatkan permainannya kembali saat ia mengubah skor 17-13 dan berlanjut hingga 20-13. Sebanyak tiga poin beruntun dari Jorji sempat menunda kemenangan An pada skor 16-20.
Pada akhirnya, smes keras An yang gagal diantisipasi Jorji setelah bola pengembaliannya keluar lapangan membuat tunggal putri asal Korea Selatan itu keluar sebagai pemenang dengan skor 21-16. Kemenangan ini membawa An mempertegas dominasinya atas Jorji karena selalu menang dari delapan pertemuan.
Kalah dari An Se-young, Gregoria Masih Berpeluang Rebut Perunggu di Olimpiade Paris
Gregoria Mariska Tunjung gagal melaju ke final Olimpiade Paris 2024. [444] url asal
#gregoria-mariska-tunjung #gregoria-kalah #an-se-young #gregoria-vs-an-se-young #gregoria-rebut-perunggu #gregoria-kalah-dari-an-se-young #bulu-tangkis-olimpiade #prestasi-buruk-bulu-tangkis
(Republika - News) 04/08/24 15:30
v/13251093/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung gagal melaju ke final Olimpiade Paris 2024 setelah dihentikan tunggal putri nomor satu dunia An Se-young. Pada laga semifinal itu, Grego harus mengakui keunggulan An Se-young dengan skor 21-11, 13-21, 16-21 di Porta de Ls Chapelle Arena Paris, Prancis, Ahad (4/8/2024).
Bermain selama 1 jam 2 menit, Gregoria mendominasi gim pertama dari An. Ia mengawali gim dengan keunggulan 4-0 dan kemudian merebut interval dengan mudah 11-6. Setelah interval, strategi pukulan-pukulan silang nan cepat Gregoria tetap manjur membuat An mati langkah.
Gregoria terus menjaga momentumnya dengan unggul 14-7, 19-10, hingga kemudian pukulan An yang tak sampai melewati net membuat tunggal putri asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah tersebut menyelesaikan gim pertama dengan kemenangan 21-11.
Pada gim kedua, An bermain lebih agresif dan dengan beberapa kali permainan smes kerasnya berhasil mengelabui pebulu tangkis yang akrab disapa Jorji itu pada awal gim. Meski demikian, pada gim ini Jorji terus menjaga jarak dengan An sebelum ia tertinggal dua poin dengan skor 9-11 di interval.
Selepas interval, serangan Jorji melemah dan di sisi lain serangan An semakin menjadi-jadi. Jorji mampu memberi perlawanan sampai pada skor 13-16. Namun, setelah itu, pengembalian bola yang kurang baik darinya membuat lima poin beruntun didapatkan An untuk menyegel gim kedua dengan skor 21-13.
Laga kemudian dilanjutkan di gim ketiga untuk menentukan siapa yang berhak lolos ke partai puncak. Pada gim ini, start Jorji tak bagus setelah ia tertinggal 0-4. Start kurang apik ini lalu dimanfaatkan An untuk unggul di interval dengan jarak tujuh poin 11-3.
Setelah interval, asa untuk membalikkan keadaan bagi Jorji sempat ada saat smes-smesnya membuahkan empat poin beruntun untuknya untuk memperkecil jarak poin menjadi 13-16.
Namun, setelah itu, An mendapatkan permainannya kembali saat ia mengubah skor 17-13 dan berlanjut hingga 20-13. Sebanyak tiga poin beruntun dari Jorji sempat menunda kemenangan An pada skor 16-20.
Pada akhirnya, smes keras An yang gagal diantisipasi Jorji setelah bola pengembaliannya keluar lapangan membuat tunggal putri asal Korea Selatan itu keluar sebagai pemenang dengan skor 21-16. Kemenangan ini membawa An mempertegas dominasinya atas Jorji karena selalu menang dari delapan pertemuan.
Sementara itu, kekalahan ini membuat cabang bulu tangkis Indonesia di Olimpiade tahun ini dipastikan tanpa medali emas setelah dua edisi sebelumnya selalu menyertakan wakilnya di podium tertinggi.
Jorji yang hanya punya kesempatan merebut medali perunggu dan An yang mencari medali emas akan menunggu hasil laga tunggal putri Spanyol Carolina Marin melawan tunggal putri China He Bingjiao untuk mengetahui lawan mereka pada laga terakhir yang dimainkan pada Senin (5/8/2024).
Belum Pernah Kalahkan An Se-young, Peluang Gregoria Tetap Terbuka di Semifinal Olimpiade
Gregoria akan menghadapi unggulan pertama An Se-young di semifinal Olimpiade Paris. [653] url asal
#olimpiade #olimpiade-paris #olimpiade-2024 #bulutangkis #bulutangkis-olimpiade #gregoria-mariska-tunjung #an-se-young #gregoria-vs-an-se-young
(Republika - News) 03/08/24 19:03
v/13148310/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harapan ratusan juta rakyat Indonesia yang ingin bulu tangkis meraih medali di Olimpiade Paris 2024 belum pupus. Satu-satunya wakil tersisa Gregoria Mariska Tunjung mampu melaju ke babak semifinal.
Kepastian tersebut didapat setelah dalam laga perempat final yang berlangsung Sabtu (3/8/2024) di Porte De La Chapelle Arena Paris Prancis mengalahkan wakil Thailand Ratchanok Intanon dengan dua gim langsung 25-23, 21-9.
Pada semifinal yang akan digelar Ahad (4/8/2024) pukul 13.30 WIB, Gregoria akan menantang unggulan pertama An Se-young. Wakil Korea Selatan tersebut lolos ke semifinal setelah mengalahkan tunggal putri Jepang Akane Yamaguchi 15-21, 21-17 dan 21-8.
Duel semifinal yang tak mudah bagi Gregoria. Pasalnya An Se Young merupakan lawan yang tangguh dan belum pernah dikalahkannya. Dari tujuh pertemuan yang mereka lakoni dalam catatan BWF, Gregoria selalu kalah. Namun peluang Gregoria menang sekaligus pecah telur besok siang tetap terbuka.
Gregoria bertekad tampil sebaik mungkin saat lawan An Se Young di semifinal besok. "An Se Young pastinya adalah lawan yang susah. Saya mau berusaha sebaik mungkin menampilkan yang terbaik yang saya punya. Saya tidak akan memikirkan hasilnya tapi saya ingin berjuang sekuat tenaga," ujarnya selepas laga perempat final.
Dua bulan lalu, di Singapore Open, Gregoria mengaku bahagia melihat An Se-young sudah terlihat pulih dari cedera yang dideritanya pada ASIAN Games 2023. Ini diucapkan Gregoria setelah pemain Korea Selatan itu mengalahkannya di semifinal Singapore Open.
"Saya rasa di turnamen ini, An Se Young sudah mulai kembali di performa terbaiknya. Dengan kecepatan yang dia punya, dia terlihat lebih baik dari sebelumnya. Sebagai teman, saya ikut senang dengan membaiknya dia menjelang Olimpiade nanti," kata Gregoria.
Lepas dua bulan dari kekalahan tersebut, Gregoria kembali harus menghadapi pebulu tangkis berusia 22 tahun itu. Tak ada teman saat beradu pukulan di atas lapangan. Kemenangan jadi incaran Gregoria.
Lawannya terkenal dengan pemain yang gigih dan tak mudah menyerah. Namun secara variasi pukulan, ia sebenarnya masih kalah dari Gregoria.
Susy Suanti pernah menyebut...
Susy Susanti pernah menyebut secara kualitas teknik Gregoria pemain yang komplet. Smes silang, drop shot yang kerap tak terduga, hingga net tipis, maupun net silangnya kerap merepotkan lawan-lawannya.
Ini bisa terlihat saat Gregoria menghentikan laju Intanon sore tadi. Wakil Thailand tersebut dibuatnya pontang-panting dan salah langkah, khususnya pada babak kedua. Ini membuat Intanon membuat banyak kesalahan sendiri.
Yang menjadi kelemahan Gregoria dibanding An Se Young ada pada sisi stamina, semangat bertanding, dan cover lapangan. Namun selama bertanding di Olimpiade Paris, Gregoria mampu menunjukkan stamina dan mental yang bertanding yang tak kalah dari An Se-young.
Kalau ini bisa ditunjukkan lagi pada pertandingan besok oleh Gregoria, maka mengalahkan An Se-young untuk kali pertamanya bukan hal yang mustahil.
Melawan An Se Young, diperlukan kesabaran yang luar biasa. Jangan sampai Gregoria punya pikiran untuk buru-buru mematikannya. Karena jika kurang sabar, sulit untuk mendapat poin dari An Se-young. Bisa-bisa, Gregoria yang akan melakukan kesalahan sendiri.
Jadi, kunci Gregoria mengalahkan An Se-young adalah super sabar dan tidak banyak mati sendiri. Di Olimpiade, semua bisa terjadi. Siapa yang lebih siap, terutama mental, saat di lapangan, dia lah yang berpotensi menang. Head to head pertemuan hanyalah sebuah catatan, semua kembali dari nol-nol lagi begitu masuk lapangan.
Berikut ini head to head Gregoria versus An Se-young
1.6/1/2024 Singapore Open 2024
An Se Young vs Gregoria Mariska Tunjung: 21-14, 23-21
2. 12/14/2023 BWF World Tour Finals 2023 An Se-young vs
Gregoria: 21-14, 21-16
3. 1/19/2023 India Open 2023
An Se-young vs Gregoria: 21-16, 21-18
4. 12/8/2022 BWF World Tour Finals 2022
An Se-young vs Gregoria: 21-9, 11-21, 21-10
5. 11/20/2022 Australian Open 2022
An Se-young vs Gregoria: 21-17, 21-9
6. 7/9/2022 Malaysia Masters 2022
An Se-young vs Gregoria: 21-18, 13-21, 21-8
7. 3/16/2022 All England 2022
An Se-young vs Gregoria: 21-16, 21-4