Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Sandiaga Uno memiliki kans untuk bersanding atau bahkan bertarung dengan Anies Baswedan yang mendominasi elektabilitas. [788] url asal
Keduanya memiliki kans untuk bersanding atau bahkan bertarung dengan Anies Baswedan yang hingga saat ini mendominasi dari sisi elektabilitas.
Ahok sudah menyatakan siap maju di Pilkada Jakarta 2024 apabila diberi kesempatan kembali. Mantan gubernur DKI Jakarta ini menyatakan bersedia menyelesaikan pekerjaannya di Jakarta.
Sebelumnya, Ahok memang mengaku jauh lebih siap maju kembali jadi gubernur karena sudah ‘makan asam garam’ saat masuk bui tujuh tahun silam.
Selain itu, pengalaman selama empat tahun menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero) semakin memantapkan dirinya untuk menjadi gubernur kembali.
“Oh iyalah, saya sekarang jauh lebih siap jadi gubernur,” kata Ahok di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2024).
Sejalan dengan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan Ahok merupakan sosok kandidat kuat calon gubernur Jakarta 2024 usungan PDIP.
Djarot menjelaskan, PDIP sudah melakukan kajian dan pemetaan ihwal Pilkada Jakarta 2024. Hasilnya, Ahok menjadi kandidat yang kuat.
"Pak Ahok berdasarkan hasil pemetaan dan hasil survei yang kita terima menjadi salah satu calon yang cukup ya, sangat potensial, kalau menurut saya untuk bisa diajukan," jelas Djarot di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2024).
Di samping itu, sempat muncul wacana duet Anies Baswedan-Ahok sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2024. Bahkan, Sandi Uno menyatakan duet Anies-Ahok merupakan sebuah'dream team'.
Meski demikian, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga menyatakan wacana duet Anies-Ahok sudah hampir tidak mungkin terwujud karena bertentangan dengan aturan dalam Pasal 7 ayat (2) huruf o UU No. 10/2016 tentang Pilkada.
Dalam beleid tersebut, diatur bahwa bakal calon wakil gubernur tidak boleh pernah menjabat sebagai gubernur pada daerah yang sama. Oleh sebab itu, Ahok yang pernah menjabat gubernur DKI Jakarta periode 2014–2017, tidak bisa lagi maju sebagai bakal calon wakil gubernur untuk Anies dalam ajang Pilgub Jakarta 2024.
Begitu juga sebaliknya, Anies tidak bisa menjadi bakal calon wakil gubernur untuk Ahok karena sudah pernah menjabat gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022.
"Memadukan antara Pak Anies-Ahok atau Pak Ahok-Anies itu sudah sangat super kecillah, 0,00001%, kecuali UU-nya digugat ke MK, berubah lagi kan?" kata Eriko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2024).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Uno/Dok
Sementara itu, Sandiaga Uno juga mulai blak-blakan bicara peluangnya maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
Ketika ditanya apakah dirinya siap menjadi tandem dari nama-nama bakal calon gubernur yang sudah ada, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengungkit elektabilitasnya yang rendah di Pilgub Jakarta 2017.
“Saya dulu mulai di DKI, elektabilitasnya 0,3%,” katanya kepada wartawan di iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2024).
Dirinya berpendapat, wilayah Jakarta secara geografis relatif terjangkau bagi kandidat yang ingin mencalonkan diri dalam Pilgub. Dengan demikian, para politisi dapat mengupayakan untuk mendongkrak elektabilitasnya.
“Siapa pun yang nanti akan berlaga di DKI punya peluang untuk meningkatkan elektabilitas,” jelasnya.
Kendati demikian, Sandi mengingatkan bahwa kekuatan PPP tidak besar di Jakarta karena hanya memiliki satu kursi di DPRD. Oleh sebab itu, lanjutnya, juga banyak yang dipertimbangkan meski namanya dipertimbangkan untuk turun gelanggang Pilkada Jakarta.
KANS ANIES-SANDI
Di samping itu, beda dengan nasib Ahok, Sandi masih bisa maju sebagai calon wakil gubernur Jakarta 2024. Bahkan, PPP sudah sempat membuka kans kembalinya duet Anies-Sandi dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek menjelaskan, duet Anies-Sandi sudah pernah memenangkan ajang Pilkada Jakarta 2017. Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin kemenangan serupa kembali terjadi dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
"Ya memungkinkan saja [duet Anies-Sandi di Pilkada Jakarta 2024] karena pernah jadi pernah sukses,success story-nya ada gitu loh," jelas Awiek di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2024).
Meski demikian, wakil ketua Badan Legislasi DPR ini menjelaskan PPP tidak ingin mengunci kesempatan partai politik lain untuk berkoalisi. Oleh sebab itu, PPP tidak ingin ngotot mengusung duet Anies-Sandi.
Adapun, Anies sejauh ini memang menjadi sosok unggulan di Pilgub Jakarta 2024. Elektabilitasnya tinggi, bersaing dengan Ahok dan Ridwan Kamil.
Hal itu misalnya tercermin dari hasil survei Indikator Politik Indonesia kepada 800 warga Jakarta pada 18–26 Juni 2024. Hasilnya,top of mindcalon gubernur warga Jakarta masih dominan pada sosok Anies Baswedan (39,7%), diikuti Ahok (23,8%), dan Ridwan Kamil (13,1%).
Sisa kandidat lainnya hanya meraih kurang dari 2% suara. Bahkan Sandiaga Uno hanya meraih 0,3% suara.
Dalam simulasi tiga dan dua pasangan, Anies bersama wakilnya selalu memang melawan siapapun. Termasuk simulasi duet Anies-Sandi (50,6%) yang menang lawan Ridwan Kamil-Kaesang Pangarep (38,9%).
Sementara itu, Anies-Ahok menjadi pasangan yang memiliki persentase pemilih terbanyak. Duet Anies-Ahok (58,2%) memang telak ketika disimulasikan lawan Ridwan Kamil-Kaesang (32,7%).
Anies mengaku tak ambil pusing soal kans melawan kader PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
“Bagi saya yang penting adalah masalah-masalah utama yang dianggap penting oleh masyarakat. Itu ada di survei,” katanya kepada wartawan di iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2024).
Anies berpendapat, hal itulah yang akan menjadi fokus perhatiannya dalam menyongsong palagan Pilkada Jakarta.
Pasalnya, menurut Anies, masing-masing kandidat yang muncul kelak tetap akan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai masalah itu.
“Jadi saya lebih cenderung untuk fokus kepada tantangan yang harus dihadapi untuk masyarakat, daripada siapa yang nanti akan berada di dalam gelanggang Pilkada,” tandas Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 itu.
Seperti diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebelumnya telah mengusung duet Anies dengan Sohibul Iman.
Sebelumnya, PDIP dikaitkan dengan berbagai nama dalam bursa Jakarta 1. Selain Anies Baswedan, partai berlambang banteng tersebut digadang-gadang bakal kembali mengusung Ahok.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan bahwa Ahok merupakan sosok kandidat kuat calon gubernur Jakarta 2024 usungan PDIP.
Djarot menjelaskan, PDIP sudah melakukan kajian dan pemetaan ihwal Pilkada Jakarta 2024. Hasilnya, Ahok menjadi kandidat yang kuat.
"Pak Ahok berdasarkan hasil pemetaan dan hasil survei yang kita terima menjadi salah satu calon yang cukup ya, sangat potensial, kalau menurut saya untuk bisa diajukan," jelas Djarot di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2024) lalu.
Sementara itu, DPP PKB hingga saat ini belum resmi mendeklarasikan Anies sebagai calon yang akan diusung di Pilgub Jakarta. Nama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah belakangan muncul sebagai alternatif.
Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat (DPP)Partai Kebangkitan Bangsaatau PKB didesak untuk segera mengeluarkan surat rekomendasiAnies Baswedanmaju di Pilkada Jakarta 2024.
Desakan itu datang dari Aliansi Masyarakat Pemilih (AMP)PKB. Ketua AMPPKBJakarta, Zainal Abidin mengatakan bahwa pihaknya hanya tinggal menunggu surat rekomendasi dari DPPPKBuntuk memenangkanAnies Baswedandi Pilkada Serentak DKI Jakarta.
Pasalnya, menurut Zainal, DPW PKB DKI Jakarta sudah menyatakan sikap mendukung Anies Baswedan di Pilkada Serentak DKI Jakarta lebih dulu daripada DPP PKB.
"Kami mendesak DPP PKB segera memberi surat tugas atau surat rekomendasi kepadaAnies Baswedansebagai Calon Gubernur Jakarta sesuai keputusan DPW PKB DKI Jakarta," tuturnya di Jakarta, Senin (22/7/2024).
Berdasarkan catatanBisnis, AMP PKB Jakarta telah menegaskan bakal mendukung penuhAnies Baswedanuntuk maju di Pilkada Jakarta sebagai calon gubernur.
Zainal mengatakan alasan pihaknya mendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta adalah lantaran kinerjanya sudah teruji dan berhasil mengubah wajah kota Jakarta menjadi lebih baik.
"Pak Anies sudah terbukti memberikan manfaat besar bagi warga DKI Jakarta," tuturnya.
Zainal membeberkan beberapa programAnies Baswedanyang berhasil antara lain revitalisasi seluruh trotoar di wilayah DKI Jakarta dan menyediakan rumah dengandown payment(DP) 0%.
"Inilah keberhasilan Pak Anies mengubah Jakarta," katanya.
Berdasarkan catatanBisnis,Anies Baswedantelah mendapatkan rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024.
PKS bahkan memintaAnies Baswedanmembujuk PDI Perjuangan (PDIP),PKB, hingga Partai Nasdem untuk menerima Wakil Ketua Majelis Syura PKS M. Sohibul Iman sebagai calon wakil gubernur.
Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid alias HNW menjelaskan bahwa PDIP,PKB, dan Nasdem sudah tertarik mendukung Anies maju sebagai calon gubernur dalam ajang Pilkada Jakarta2024.
"Beliau kan diminati PDIP, diminati olehPKB, diminati oleh NasDem. Tentu bisalah beliau dengan ketokohannya dan elektabilitasnya sangat tinggi [membujuk ketiga partai tersebut], siapa sih yang enggak mau mendukung beliau," jelas HNW di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024).
Aliansi Masyarakat Pemilih (AMP) PKB tegaskan bakal mendukung penuh Anies Baswedan untuk maju di Pilkada DKI Jakarta sebagai calon gubernur. [259] url asal
Ketua AMP PKB Jakarta, Zainal Abidin mengatakan alasan pihaknya mendukung Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta itu lantaran kinerja Anies Baswedan sudah teruji dan berhasil merubah wajah kota DKI Jakarta menjadi lebih baik.
"Pak Anies sudah terbukti memberikan manfaat besar bagi warga DKI Jakarta," tuturnya di Jakarta, Senin (22/7/2024).
Zainal membeberkan beberapa program Anies Baswedan yang berhasil antara lain revitalisasi seluruh trotoar di wilayah DKI Jakarta dan menyediakan rumah dengandown payment(DP) 0%.
"Inilah keberhasilan Pak Anies mengubah Jakarta," katanya.
Maka dari itu, Zainal menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta nanti, agar DKI Jakarta menjadi lebih baik.
"Kami mendukung Bapak Anies Rasyid Baswedan jadi calon Gubernur DKI Jakarta periode 2024–2029," ujarnya.
Berdasarkan catatanBisnis,Anies Baswedantelah mendapatkan rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024.
PKS bahkan memintaAnies Baswedanmembujuk PDI Perjuangan (PDIP), PKB, hingga Partai Nasdem untuk menerima Wakil Ketua Majelis Syura PKS M. Sohibul Iman sebagai calon wakil gubernur.
Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid alias HNW menjelaskan bahwa PDIP, PKB, dan Nasdem sudah tertarik mendukung Anies maju sebagai calon gubernur dalam ajang Pilkada Jakarta2024.
"Beliau kan diminati PDIP, diminati oleh PKB, diminati oleh NasDem. Tentu bisalah beliau dengan ketokohannya dan elektabilitasnya sangat tinggi [membujuk ketiga partai tersebut], siapa sih yang enggak mau mendukung beliau," jelas HNW di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024).