JAKARTA,investor.id- Ajang Smart Solution Initiative 2024 berhasil menelurkan dua pemenang, yaitu PT Myeco Inovasi Indonesia (MyEco) dan PT Iotera Sinergi Digital. Kedua perusahaan ini berhasil menciptakan solusi Internet of Things (IoT) yang berdampak pada pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia.
Setelah berproses selama tiga bulan, program yang merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) diyakini dapat menjadi pemicu berkembangnya penggunaan IoT di Indonesia.
Adapun MyEco, salah satu pemenang dalam program tersebut, merupakan startup yang bergerak dibidang solusi teknologi smart home penghematan listrik dengan produk solusi alat penghemat listrik otomatis berbasis AIIoT.
Salah satu produk inovasi unggulan MyEco adalah Smart EcoRoom yang merupakan solusi alat penghemat listrik otomatis berbasis IoT dengan penghematan hingga 55%.
CEO MyEco Maulana Derifato Achmad mengungkapkan, lahirnya solusi ini untuk masalah pemborosan listrik, yang mana penggunaan listrik saat ini menimbulkan pemborosan hingga Rp 160 triliun.
“Pemborosan ini terjadi karena faktor yang sederhana, seperti malas, lupa, atau tak ada pengendali efisiensi listrik jarak jauh,” kata Maulana dalam keterangan persnya, Kamis (7/11/2024).
Sementara, Iotera merupakan solusi digital yang menawarkan pemantauan IoT real time untuk menara telekomunikasi, ATM bank/CDM, pusat data, dan pertanian. Aplikasi utamanya adalah pengawasan keamanan, pemantauan daya dan baterai, pemantauan level dan konsumsi bahan bakar, pemantauan parameter lingkungan, dan pengukuran cerdas.
Account Manager Smart Site Iotera Irma Widiana Putri menuturkan, salah satu bentuk pengimplementasian smart site yang dilakukan oleh Iotera adalah memasang sistem ini di lokasi telekomunikasi dari Kalimantan hingga Papua.
“Saat ini klien kami memiliki data kinerja situs yang lengkap. Mulai dari, konsumsi bahan bakar, listrik PLN, kesehatan baterai, dan lain-lain. Data ini memungkinkan mereka menemukan anomali, mendeteksi inefisiensi, dan mengurangi kunjungan lokasi,” ungkap Irma.
Irma melanjutkan, Iotera juga mengelola sistem menggunakan alat otomatis dan teknisi pendukung yang diberdayakan oleh data.
“Pendekatan ini memungkinkan Iotera memberikan ketersediaan informasi selama 24/7 bahkan di sebagian besar wilayah terpencil di Indonesia,” tutur Irma.
Kolaborasi
Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kemkomdigi Mulyadi mengajak para pelaku IoT di Indonesia untuk mulai beralih dari yang selama ini merupakan smart user, menjadi smart provider.
“Untuk mengembangkan ekosistem IoT dalam negeri, pemerintah tentu tak bisa sendiri. Perlu kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, untuk mewujudkan perkembangan industri IoT di dalam negeri hingga global dalam lima tahun ke depan,” kata Mulyadi.
Lebih lanjut, Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti), Teguh Prasetya menjelaskan, tahun ini menjadi tahun ketujuh digelarnya ajang AIoT Smart Solution Initiative 2024.
“Perkembangan IoT di Indonesia tak lepas dari gencarnya berbagai perusahaan dari lintas industri untuk terus bertransformasi, baik dari sektor privat maupun pemerintah,” ujar Teguh.
Menurutnya, perkembangan IoT akan terus bergulir ke arah pemanfaatan AI hingga GenAI di masa depan. Dengan pesatnya perkembangan yang terjadi, tahun ini Asioti dan Kemkomdigi juga meluncurkan Direktori Solusi Pintar, yakni iotcreation.id/solusi. Katalog yang terbuka untuk umum ini, berisi 143 solusi IoT yang telah hadir di dalam ekosistem IoT Indonesia.
“Kami pun mengundang masyarakat luas yang memiliki solusi berupa perangkat IoT untuk mendaftarkan perangkatnya dalam katalog ini,” tutur Teguh.
Editor: Emanuel (eman_kure@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News