JAKARTA, investor.id – Emiten sawit terafiliasi konglomerat asal Kalimantan Selatan (Kalsel), Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kompak lompat pada penutupan perdagangan Senin (21/10/2024). JARR naik 60 poin (18,63%) dan PGUN menguat 6 poin (1,42%). Manajemen pun buka suara.
Sekretaris Perusahaan PGUN Muhammad Reza melihat, penguatan performa emiten Haji Isam terutama PGUN merupakan aktivitas perdagangan saham biasa dan tidak terpengaruh oleh faktor apa pun. Karena itu, manajemen PGUN belum akan melakukan inisiatif tertentu di tengah kenaikan harga saham tersebut.
Meski dianggap biasa, menariknya, kinerja kinclong saham JARR dan PGUN tersebut bersamaan dengan arah prioritas pemerintah Prabowo-Gibran yang berfokus pada ketahanan energi lewat hilirisasi kelapa sawit.
Dalam pidato perdananya seusai resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah akan fokus pada swasembada energi salah satunya melalui hilirisasi tanaman sawit menjadi solar dan bensin.
“Kita harus swasembada energi dan kita mampu. Kita diberi karunia oleh Tuhan Maha Besar berupa tanaman-tanaman yang membuat kita bisa tidak tergantung dengan bangsa lain. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit bisa menghasilkan solar dan bensin,” ucap Prabowo.
Menariknya lagi, penguatan harga saham JARR dan PGUN juga paralel dengan masuknya orang-orang terdekat Haji Isam ke dalam struktur Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran. Orang-orang terdekat itu adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang merupakan sepupu Haji Isam. Amran juga pernah menempati posisi Komisaris Utama JARR.
Selain Amran, Dudy Purwagandhi yang kini resmi menjadi Menteri Perhubungan juga merupakan orang terdekat Haji Isam. Dudy pernah menjadi Direktur PT Jhonlin Marine Trans dan Direktur PT Jhonlin Air Transport milik Haji. Dua nama lain yang disebut-sebut punya hubungan spesial dengan Haji Isam yaitu Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisal Nurofiq, dan Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar.
Genjot Produksi
Namun, Reza kembali menegaskan bahwa penguatan harga saham PGUN utamanya merupakan aktivitas perdagangan biasa. Satu hal yang pasti, Manajemen PGUN mendukung penuh program ketahanan energi pemerintah dengan mendorong hilirisasi sawit.
Karena itu, kata dia, PGUN terus berupaya menggenjot produktivitas kelapa sawit dan Crude Palm Oil (CPO) salah satunya dengan meningkatkan kinerja alat produksi di pabrik kelapa sawit dari 60 ton per hari saat ini, menjadi 90 ton per hari.
“Saat ini, PGUN menyalurkan hasil CPO-nya ke JARR sebagai bahan dasar Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk memenuhi kuota pemerintah akan kebutuhan biodiesel di PT Pertamina Patra Niaga Wayame,” ujar Reza.
Rekomendasi Saham
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengamati, prospek hilirisasi terutama CPO menarik dalam jangka panjang untuk menambah added value. Terlebih, pemerintahan Prabowo-Gibran juga sudah berkomitmen mengimplementasikan B40, sehingga hal ini menjadi katalis positif bagi CPO karena akan meningkatkan permintaan ke depan.
“Tren penurunan suku bunga acuan secara global juga berdampak positif terhadap membaiknya demand secara global. Karena ini berpotensi menaikkan harga CPO dunia,” ujar Nafan menjawab Investor Daily, Senin (21/10/2024).
Meski demikian, Nafan tidak memfavoritkan JARR dan PGUN lantaran dinilai kurang likuid di pasar tapi sudah ter-priced-in. Karena itu, dia lebih merekomendasikan investor untuk membeli (buy) saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dengan target harga di kisaran Rp 7.075-7.250.
Sementara, emiten sawit lain seperti PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) sudah memenuhi harga yang dia targetkan. “Jadi, fokus kepada AALI saja,” tutup Nafan.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News